Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan keterhubungan antarwilayah serta untuk membuka simpul-simpul ekonomi baru. Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 KM telah dioperasikan dengan tarif yang menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat konektivitas di wilayah Jawa Timur. Dengan beroperasinya ruas jalan tol tersebut, hingga saat ini jumlah jalan tol beroperasi Jasa Marga mencapai 1.318 KM. Di saat bersamaan, Perseroan terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek-proyek strategis, meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.
“Bagi Jasa Marga, Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan jaringan, tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” jelas Rivan.
Menjawab tantangan tersebut, Jasa Marga terus mentransformasi perannya dari penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi. Transformasi ini diwujudkan melalui tiga pilar layanan, yaitu pilar Protect the Journey melalui pemeliharaan dan preservasi infrastruktur berbasis teknologi dengan pemanfaatan armada inspeksi Hawkeye 2000, sistem pelaporan digital Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS), serta integrasi preservasi melalui Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS); Pilar Support the Journey menghadirkan kenyamanan perjalanan melalui rejuvenasi Travoy Rest yang nyaman dan ramah pengguna; sementara pilar Inform the Journey berfokus pada penyediaan informasi dan pengendalian lalu lintas jalan tol secara terpusat melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang disampaikan kepada pelanggan melalui Call Center 133 dan Aplikasi Travoy yang dapat diunduh melalui Apps Store dan Google Play Store.
Selain peningkatan kualitas layanan, Jasa Marga turut mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027. Sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan dan keandalan infrastruktur, Perseroan menyediakan fasilitas Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi beban kendaraan angkutan barang berbasis teknologi. Integrasi data WIM dengan sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) Kementerian Perhubungan, serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri mendukung proses pengawasan dan penindakan sesuai kewenangan.
Menatap agenda akhir tahun, Perseroan memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman.
Tampilkan Semua
