Binance Luncurkan Fitur Trading AI, Pengguna Bisa Buat Strategi Tanpa Coding

NANOVEST
NANOVEST

Binance juga menyediakan pemeriksaan terhadap kode yang dihasilkan AI. Akan tetapi, pemeriksaan ini hanya memastikan bahwa logika strategi dapat berjalan tanpa kesalahan teknis. Pemeriksaan tersebut tidak menilai profitabilitas, kualitas strategi, maupun potensi kinerjanya.

Dengan demikian, strategi yang lolos pemeriksaan teknis belum tentu efektif atau menguntungkan. Pengguna tetap perlu mengevaluasi asumsi yang digunakan, memahami risiko transaksi, dan tidak menjadikan keluaran AI sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Binance membatasi setiap pengguna hingga maksimal 10 strategi secara keseluruhan. Batas tersebut mencakup strategi yang masih berupa simulasi, sudah dijalankan secara langsung, maupun hanya menghasilkan sinyal perdagangan.

Dana Trading Dipisahkan untuk Membatasi Risiko

Selain memperluas akses, Binance menerapkan sejumlah mekanisme pengendalian untuk membatasi kewenangan AI terhadap dana pengguna.

Strategi yang dijalankan menggunakan dana sungguhan memanfaatkan akun khusus bernama AI Strategy Account. Akun ini merupakan subakun yang terpisah dari saldo utama pengguna. Dana harus dipindahkan secara manual oleh pengguna ke akun tersebut sebelum strategi dapat mulai bertransaksi.

Binance menyatakan bahwa agen AI tidak memiliki kemampuan untuk mentransfer dana keluar ke alamat eksternal. Pengguna juga dapat menyetujui, menghentikan sementara, atau menonaktifkan strategi kapan saja.

Jika pengguna mengubah logika strategi, perubahan tersebut akan disimpan sebagai versi baru yang kembali membutuhkan persetujuan sebelum dijalankan. Mekanisme ini dimaksudkan agar perubahan strategi tidak langsung diterapkan tanpa sepengetahuan pengguna.

Meski demikian, pemisahan akun dan pembatasan akses bukan berarti risiko perdagangan sepenuhnya hilang. Strategi otomatis tetap dapat mengalami kerugian akibat pergerakan pasar yang tidak sesuai dengan asumsi awal.

Persaingan AI di Industri Investasi Semakin Ketat

Langkah Binance mencerminkan persaingan yang semakin berkembang dalam menghadirkan fitur AI untuk investor ritel. Platform keuangan mulai mengintegrasikan teknologi tersebut tidak hanya untuk menyajikan informasi, tetapi juga membantu pengguna membangun alur kerja investasi yang lebih otomatis.

Unchained Crypto juga menyoroti langkah Robinhood yang memperkenalkan agen trading berbasis AI pada akhir September 2026. Perkembangan ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam aktivitas perdagangan mulai menjadi salah satu area persaingan ant platform.

Namun, semakin besarnya kemampuan AI untuk menjalankan tindakan secara otomatis juga meningkatkan pentingnya transparansi, pembatasan akses, dan pemahaman pengguna terhadap risiko. Teknologi dapat membantu menyederhanakan proses, tetapi keputusan investasi tetap memerlukan pertimbangan yang matang.

Pantau Pergerakan Aset Investasi Bersama Nanovest

Perkembangan AI dalam trading menunjukkan bagaimana teknologi terus mengubah cara investor memantau dan mengakses pasar keuangan. Meski berbagai alat baru dapat membantu proses analisis, investor tetap perlu memahami karakteristik setiap aset, menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, serta melakukan riset sebelum bertransaksi.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait