JAKARTA, CILACAP.INFO – Media Info Grup Indonesia (MIGI) telah secara resmi meluncurkan layanan media monitoring dan media intelligence serta dashboard media·web ke pasar Indonesia melalui acara grand launch yang diadakan pada hari kamis (15/10) di Hotel InterContinental Pondok Indah, Jakarta Selatan. Acara ini bertemakan “When Crisis Speaks, Sentiment Matters and AI Listens” dan dihadiri oleh sekitar 120 tamu undangan dari berbagai macam industri. Tamu-tamu tersebut terdiri dari pemilik perusahaan dan brand, praktisi hubungan masyarakat dan pemasaran, dan lain sebagainya.
Acara grand launch ini merupakan kesinambungan dari acara soft launch yang telah diadakan oleh MIGI pada bulan Agustus 2026. Kali ini, pada acara grand launch, MIGI menyiapkan rangkaian acara yang lebih panjang serta pembahasan yang lebih mendalam mengenai mitigasi krisis PR dan juga peran AI dalam memonitor reputasi. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Mark Reisz sebagai CEO Media Info Groep, yaitu kantor pusat yang berada di belanda, serta sambutan dari Arnoud van der Valk selaku Commercial Director Media Info Groep. Peluncuran layanan dan dasbor MIGI di pasar Indonesia lalu diresmikan dengan pengguntingan pita Arnoud van der Valk, Gwendoline Febby Loedji sebagai direktur MIGI, dan juga Deddy Hermawan sebagai Commercial Lead MIGI.
Rangkaian Acara
Pada acara grand launch ini, Deddy Hermawan memberikan penjelasan mengenai layanan-layanan yang ditawarkan oleh MIGI, serta demonstrasi dasboard media·web secara langsung kepada audiens untuk memperkenalkan fitur-fitur utama yang dapat digunakan oleh klien.
“Di zaman seperti sekarang, yang kita butuhkan bukan hanya data yang banyak tapi juga data yang relevan. Berapa banyak pun sumber media, apabila tidak dikurasi dan diinterpretasi dengan teliti, tentunya akan membingungkan. Inilah yang menjadi sorotan MIGI dalam memberikan layanan media monitoring dan media intelligence. Ini juga yang menjadi pertimbangan utama dalam pembuatan dashboard kita,” ujar Deddy Hermawan.
Sebagai program utama, terdapat juga keynote session yang dibawakan oleh seorang ahli dalam bidang hubungan masyarakat yaitu Dr Firsan Nova, yang membahas mitigasi krisis reputasi di era digital ini, dimana informasi dapat tersebar dengan demikian cepat, sehingga memilih waktu yang tepat untuk bertindak tidak kalah pentingnya dengan memilih cara yang tepat untuk bertindak.
Paparan tersebut lalu diikuti oleh panel discussion yang melibatkan Dr Firsan Nova, Deddy Hermawan, dan Ahmad Izzuddin selaku AI specialist MIGI. Diskusi ini membahas waktu yang tepat untuk bertindak saat terjadinya krisis reputasi dan juga peran AI dan media monitoring dalam membantu memahami dan mengontrol reputasi sebuah brand atau perusahaan. Para audiens juga diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan mengenai krisis reputasi, AI dan media monitoring kepada para panelis. Acara kemudian ditutup dengan istirahat makan siang dan juga sesi networking.
Tampilkan Semua