Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

FisTx Indonesia
FisTx Indonesia

Cakra Elektrolisis menghasilkan disinfektan asam hipoklorit (HOCl) langsung dari air laut lewat proses elektrokimia, dengan dosis 2 ppm dan debit 50 m³ per jam (hingga 200 m³ per jam). Teknologi ini tetap bekerja pada air keruh, kondisi yang membatasi UV.

Keduanya saling menutup celah. UV memberi disinfeksi cepat di pintu masuk, sedangkan HOCl menjaga air tetap terlindungi setelah masuk ke sistem. Menurut FisTx, sistem ini tidak memerlukan netralisasi residu kimia seperti pada kaporit, sehingga air siap dipakai tanpa langkah tambahan. Bagi petambak, artinya ganti air lebih cepat, lebih mudah dijalankan, dan memakai air yang telah disterilkan dari patogen termasuk Vibrio.

Bukti Dari Lapangan

Di sebuah tambak intensif di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dipasang bersama sebagai perlindungan berlapis. Pada Kolam B7 (5.000 m², tebar DOC 80), panen siklus pertama setelah implementasi Cakra Elektrolisis (Juli 2026) mencatat survival rate 82%, FCR 1,21, dan total panen 9.501 kg dengan size 46,8. Angka ini baru dari satu kolam di siklus pertama, dan FisTx akan memperbarui data seiring bertambahnya siklus. Uji laboratorium independen PT Suri Tani Pemuka (JAPFA) Animal Health & Laboratory Service di Banyuwangi juga mengkonfirmasi perbaikan parameter kualitas air pasca instalasi.

Di Tambak Agro Udang Manis, Bali, total panen naik dari 8,76 ton menjadi 13,6 ton setelah Baskara UV dipasang, dengan ukuran panen membaik dari size 86 ke size 37.

Sepanjang 2026, Cakra Elektrolisis terpasang di empat area Pulau Jawa: Banyuwangi (Pantai Blimbingsari), Kota Serang (Banten), Purworejo (pantai selatan), dan Jepara (pantai utara). Petambak bisa berkunjung, mengambil sampel air sendiri, dan mengujinya di laboratorium pilihan masing-masing.

“Kualitas air itu pondasi. Dulu petambak berhasil bukan karena resep rumit, melainkan karena airnya bersih dan volume pergantianya cukup. Teknologi kami tidak mengubah resep itu, hanya memastikan air yang masuk ke kolam memang bersih dan steril.” Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

“Air yang steril itu pondasi budidaya yang sehat. FDS (fistx disinfektan system) sudah kami buktikan di berbagai daerah, hasilnya konsisten.” Bachtiar Umar, Head of Farming Expert FisTx

Pengamat akuakultur Dr. Hasanuddin Atjo sebelumnya menegaskan bahwa teknologi pengolahan air baku perlu mendapat perhatian lebih dalam budidaya udang, “Teknologi treatment air baku untuk budidaya perlu menjadi perhatian. Inovasi ciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV serta elektrolisis perlu didorong agar tidak lagi menggunakan bahan kimia.” (Oktober 2025)

Mulai Dari Air

Pesan FisTx sederhana: budidaya udang tidak harus selalu rumit. Mulailah dari memastikan air yang masuk ke kolam bersih dan berkualitas, lalu ganti air dengan volume yang cukup saat kualitas menurun. Petambak yang ingin berkonsultasi atau survei spesifikasi sesuai kondisi tambak dapat menghubungi tim teknologi FisTx melalui WhatsApp +62 821-2399-971.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait