JAKARTA, CILACAP.INFO – Sanct Social, aplikasi sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan oleh Sion Abednego, founder asal Indonesia, bergabung dalam delegasi bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok, pada 23-27 September 2026, atas undangan DTI Conference & Expo (DTICX) dan penyelenggara GDTE. Selama tiga hari, Sanct mengikuti sesi temu bisnis dengan sejumlah perusahaan teknologi Tiongkok serta mempelajari kacamata pintar dan model AI yang telah dipasarkan di negara tersebut. Dari rangkaian pertemuan itu, satu peluang kemitraan kini dalam tahap tindak lanjut, dan Sanct berencana kembali pada 2027 untuk melihat prototipenya. Sanct tersedia gratis di App Store Indonesia, Malaysia, dan Singapura sejak 30 September 2026, tanpa iklan, dengan 5.000 pengguna yang telah bergabung di platform.
Sanct Social, aplikasi sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan oleh pengusaha asal Indonesia Sion Abednego, bergabung dalam delegasi bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Tiongkok, pada 23-27 September 2026. Keikutsertaan ini atas undangan DTI Conference & Expo (DTICX) dan penyelenggara GDTE.
Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Smart City, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, MASTEL, IDPRO, serta sejumlah system integrator dan perusahaan teknologi nasional. Sanct hadir sebagai salah satu perusahaan rintisan dalam rombongan tersebut.
Tiga hari di GDTE
GDTE ke-5 dibuka pada 24 September 2026 di Hangzhou Grand Convention and Exhibition Center. Hari pertama delegasi diisi dengan kunjungan ke area pameran. Pada hari kedua dan ketiga, Sanct mengikuti sesi temu bisnis dengan perusahaan teknologi Tiongkok, antara lain produsen kacamata pintar, pengembang model AI, dan produsen kartu pemroses AI. Hari ketiga ditutup dengan upacara penutupan, dilanjutkan jamuan makan malam delegasi di atas kapal yang menyusuri sungai di tengah kota Hangzhou.
Di area pameran, Sanct mempelajari produk yang telah dipasarkan di Tiongkok, di antaranya kacamata pintar dengan asisten AI terintegrasi, kartu pemroses AI, asisten suara, dan model AI untuk kebutuhan industri. Dari rangkaian sesi temu bisnis tersebut, satu peluang kemitraan kini dalam tahap tindak lanjut.
“Kami hadir di Hangzhou untuk belajar, sekaligus menjajaki peluang kemitraan,” ujar Pendiri Sanct Sion Abednego dalam keterangan resmi, Rabu (7/10). “Sanct masih startup muda, jadi saya ingin melihat langsung apa yang sudah diproduksi dan dipasarkan di sana. Dari beberapa pertemuan, ada satu yang cocok dan sedang kami tindak lanjuti. Kalau berjalan lancar, tahun depan kami kembali untuk melihat prototipenya.”
Tampilkan Semua