Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi titik awal bagi Indonesia untuk memperluas fungsi aset digital.
“Regulasi yang semakin jelas dan infrastruktur yang mulai terbentuk adalah fondasi yang sangat penting. Berikutnya adalah bagaimana industri, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku teknologi bisa membangun use case bersama. Jika kita berhasil menghubungkan basis pengguna yang besar dengan inovasi institusional dan kebutuhan ekonomi nyata, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di kawasan,” ujarnya.
Mengejar Singapura Bukan Sekadar Mengejar Volume
Data Chainalysis menunjukkan bahwa Singapura saat ini berada di posisi yang kuat bukan semata-mata karena volume transaksinya, tetapi karena struktur ekosistemnya.
Aktivitas institusional di kawasan CSAO mencapai US$152,3 miliar selama periode penelitian dan tumbuh 40 persen secara tahunan. Porsi aktivitas platform institusional juga meningkat menjadi 18,9 persen dari keseluruhan aktivitas kawasan pada akhir kuartal II 2026.
Indonesia pun mulai menunjukkan arah yang sama. Chainalysis mencatat bahwa keterlibatan antara perusahaan kripto dan institusi keuangan tradisional di Indonesia semakin meningkat. Laporan tersebut juga menyoroti pergeseran menuju use case seperti real-world assets dan investment token.
Dengan demikian, pekerjaan rumah Indonesia bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi, melainkan membangun ekosistem yang dapat membuat modal institusional masuk, produk baru berkembang, dan teknologi blockchain digunakan untuk kebutuhan ekonomi riil.
Besarnya pasar domestik memberikan Indonesia keunggulan dari sisi basis pengguna. Jika dikombinasikan dengan regulasi yang semakin matang, infrastruktur perdagangan yang kuat, inovasi produk, serta keterlibatan institusi keuangan, Indonesia memiliki peluang untuk mempersempit jarak dengan Singapura.
“Kalau Singapura sudah menunjukkan bagaimana aset digital bisa menjadi bagian dari infrastruktur keuangan, Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun modelnya sendiri dengan kekuatan pasar domestik yang jauh lebih besar. Yang penting adalah kita tidak berhenti pada pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi terus naik kelas menuju inovasi dan utilitas,” tutup CEO FLOQ.
Tentang FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Tampilkan Semua