“Persoalannya bukan sekadar ada atau tidak ada permintaan. Yang juga menentukan adalah harga, kepastian kontrak jangka panjang, spesifikasi produk, dan pola pasokan industri,” tutup Yusuf saat dihubungi.
Dia menekankan, Indonesia memiliki posisi strategis karena didukung cadangan tembaga yang besar. Namun, pengembangan industri hilir harus konsisten diarahkan pada produk bernilai tambah lebih tinggi seperti batang tembaga, kawat, kabel, hingga copper foil untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.
Baca juga:
Memaknai 70 Tahun Pengabdian, SUCOFINDO Bangun Sumur Bor Air Bersih di Kalimantan Selatan
