Risiko tersebut masih terlihat dari perkembangan di kawasan Teluk. Reuters melaporkan serangan oleh kelompok Houthi terhadap target di Arab Saudi tetap menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap pasokan dari kawasan produsen minyak utama.
Kondisi ini membuat pasar minyak berada dalam tarik-menarik antara membaiknya pasokan dan risiko geopolitik. Di satu sisi, peningkatan ekspor dan rencana pelepasan cadangan dapat mengurangi premi risiko pada harga minyak. Di sisi lain, eskalasi konflik yang mengganggu jalur perdagangan atau fasilitas produksi dapat dengan cepat mengubah sentimen menjadi bullish.
Dalam jangka pendek, Dupoin Futures melihat struktur teknikal WTI masih cenderung bearish. Selama harga belum menunjukkan pembalikan yang kuat, zona 86.68–83.42 menjadi area support yang berpotensi diuji. Apabila harga berhasil bertahan di atas support tersebut dan muncul katalis geopolitik baru, tekanan jual dapat berkurang.
Dengan demikian, harga WTI hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area 86.68–83.42 sebagai target support utama. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan ekspor Timur Tengah, kebijakan pelepasan cadangan G7, serta risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik sebagai faktor yang dapat mengubah arah harga minyak secara cepat.

