Sebagai contoh model per respons, AI Agent Barantum menggunakan harga mulai Rp150 per respons. Jika bisnis memperkirakan 10.000 respons, simulasi awal memakai 10.000 dikalikan tarif yang berlaku, lalu disesuaikan dengan panjang respons dan kebutuhan implementasi. Contoh ini tidak otomatis menjadikannya paling murah.
Hitung Total Cost, Bukan Tarif AI Saja
Respons yang dikirim melalui WhatsApp Business API Barantum tetap perlu memperhitungkan service message WhatsApp. Karena itu, total biaya pada kanal tersebut adalah biaya AI ditambah biaya pesan yang berlaku.
Selanjutnya, masukkan biaya handoff manusia, jumlah kanal, pengelolaan knowledge base, routing, laporan, serta integrasi data. AI yang sedikit lebih mahal per unit dapat memberi total cost lebih baik jika mengurangi alat terpisah dan menjaga histori pelanggan.
Masukkan pula waktu review jawaban, maintenance konten, pelatihan agent, dan kebutuhan audit. Komponen tersebut tidak selalu muncul sebagai biaya pemakaian AI, tetapi memengaruhi total cost of ownership sepanjang kontrak.
Saat menilai proposal, minta definisi respons, aturan pembulatan token, biaya model, batas knowledge base, channel yang termasuk, mekanisme handoff, dan format laporan. Jika data layanan terhubung dengan CRM Barantum, biaya dapat dianalisis bersama histori pelanggan, tahap pipeline, dan outcome per use case.
Keputusan akhir sebaiknya memakai volume aktual dan uji coba terukur. Per-respons unggul dalam kemudahan proyeksi, sedangkan token memberi rincian pemakaian yang granular. Mana yang lebih hemat tetap bergantung pada cara AI digunakan dan seluruh biaya yang menyertainya.
Lakukan pilot dengan daftar pertanyaan dan volume yang sama, kemudian bandingkan biaya per percakapan selesai, bukan hanya biaya per respons. Ukuran ini menghindari kesimpulan keliru ketika satu model menghasilkan respons murah tetapi lebih banyak percakapan ulang.

