Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) (2)
Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) (2)

JAKARTA, CILACAP.INFO — Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan setelah gagal mempertahankan momentum di area US$87.000. Bitcoin hari ini berada di sekitar US$85.513, turun 1,10% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan pelemahan tipis pasar aset kripto secara keseluruhan.

Pergerakan tersebut membuat area US$87.000 kembali menjadi perhatian pasar. Bitcoin sempat mendekati level tersebut, tetapi belum mampu mengkonfirmasi breakout dan kemudian bergerak turun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih muncul ketika Bitcoin memasuki area resistance utama. Di pasar derivatif, penurunan juga diperbesar oleh likuidasi posisi leverage yang menambah volatilitas harga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pasar perlu mencermati level support dan resistance sebelum melihat arah tren berikutnya.

“Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah beberapa kali menghadapi penolakan di area US$87.000. Level ini menjadi resistance penting karena pasar belum mendapatkan konfirmasi bahwa momentum kenaikan sudah kembali kuat,” kata Yudho.

Menurut Yudho, kegagalan Bitcoin mempertahankan posisi di atas US$87.000 belum serta-merta mengubah struktur pasar menjadi bearish. Namun, tekanan jual dapat meningkat apabila BTC kehilangan support penting di bawah harga saat ini.

“Selama Bitcoin masih mampu bertahan di atas area US$84.500, peluang untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. Perlu diperhatikan adalah bagaimana respons pasar ketika BTC mendekati resistance tersebut untuk kedua atau ketiga kalinya,” jelasnya.

$84.500 Jadi Level Penting Bitcoin

Dari sisi teknikal, area US$84.500 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan dalam pergerakan Bitcoin jangka pendek. Level tersebut berada di sekitar retracement Fibonacci 38,2%. Apabila BTC mampu mempertahankan area ini, peluang rebound menuju US$87.000 masih terbuka.

Sebaliknya, analisis FLOQ melihat penurunan di bawah US$84.500 dapat meningkatkan risiko koreksi dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam menuju area US$82.600. Area US$82.000-US$83.000 juga menjadi zona downside yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual semakin kuat.

Yudho menilai level tersebut penting karena pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih dipengaruhi oleh tarik-menarik antara aksi ambil untung dan permintaan baru.

“US$84.500 menjadi level yang cukup penting untuk melihat apakah koreksi ini hanya bersifat jangka pendek atau mulai berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar. Jika level tersebut bertahan, struktur konsolidasinya masih relatif terjaga,” jelas Yudho.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait