Ia menambahkan, pasar juga perlu melihat apakah Bitcoin mampu mengubah area resistance menjadi support baru. “Sebaliknya, kalau BTC berhasil menembus US$87.000 dan kemudian mampu bertahan di atasnya, pasar akan mendapatkan konfirmasi yang lebih kuat
“Jika Bitcoin berhasil menembus US$87.000 dan mampu bertahan di atas level tersebut, pasar akan mendapatkan sinyal yang lebih kuat bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi. Karena itu, pergerakan Bitcoin di area US$87.000–U$S87.400 menjadi penting untuk diperhatikan,” lanjutnya.
Peluang Bitcoin Menuju US$93.000 Masih Terbuka
Meski masih tertahan di bawah US87.000,peluang Bitcoin menuju US$90.000–US$93.000 masih terbuka jika tekanan jual mereda dan kondisi makro mendukung.
Yudho mengatakan arah Treasury yields dan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor yang perlu diperhatikan. “Kalau Treasury yields mulai melandai dan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin berkurang, aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapatkan ruang yang lebih besar. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diikuti oleh permintaan spot yang kuat,” tuturnya.
Skenario menuju US$90.000-US$93.000 juga menjadi perhatian dalam analisis pasar, dengan penurunan Treasury yields dan penguatan permintaan menjadi faktor pendukung. Namun, Yudho menilai Bitcoin tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume untuk menembus resistance US$87.000.
“Pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume. Kalau tekanan jual di area US$87.000 berhasil diserap dan Bitcoin mencatatkan breakout yang valid, US$90.000 hingga US$93.000 bisa menjadi area berikutnya yang diperhatikan. Namun, ini tetap merupakan skenario, bukan kepastian harga,” katanya.
Fed Minutes Jadi Katalis Berikutnya
Pasar juga akan mencermati rilis Fed Minutes pada 7 Oktober 2026 untuk melihat arah kebijakan moneter AS. Menurut Yudho, komunikasi The Fed dan pergerakan yield dapat mempengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
“Kalau komunikasinya cenderung memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar dan yield ikut turun, sentimen terhadap Bitcoin bisa membaik. Sebaliknya, jika risiko inflasi kembali meningkat dan yield naik, tekanan terhadap aset berisiko bisa muncul lagi,” jelasnya.
Selama BTC bertahan di atas US$84.500, peluan untuk kembali menguji US$87.000 masih terbuka. “Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi. US$84.000 dan US$87.000 menjadi dua level penting untuk diperhatikan. Breakout atau breakdown dari area tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah Bitcoin berikutnya,” tutup Yudho.
Tentang FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.

