“Fasilitasi tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk mendukung proses bisnis, mulai dari mempertemukan buyer dengan pelaku usaha hingga mendorong terjadinya transaksi selama penyelenggaraan TEI 2026,” tambah Vibiadhi.
Pelaksanaan TEI 2026 didukung oleh Pertamina sebagai mitra strategis, Bank Mandiri sebagai bank mitra, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). TEI 2026 juga didukung sejumlah lembaga dan instansi, antara lain Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta PT Bumi Serpong Damai (Sinar Mas Land). Informasi lebih lanjut mengenai Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dapat diakses melalui Instagram @tei.2026 dan situs web tradexpoindonesia.com.
Di TEI 2025 pada 15—19 Oktober 2025 lalu, tercatat potensi transaksi sebesar USD 22,83 miliar, dengan 1.619 ekshibitor, 8.045 buyer, dan 34.550 pengunjung. Produk yang mendapatkan permintaan cukup tinggi pada penyelenggaraan sebelumnya antara lain produk pertambangan, logam mulia, minyak sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang kendaraan. Buyer terbanyak berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan Mesir.

