BANDUNG, CILACAP.INFO – Telkom AI Center Bandung mengajak peserta mengidentifikasi pain point dan merumuskannya menjadi gagasan AI use case untuk kebutuhan lokal.
Telkom AI Center Bandung mengajak peserta melihat peluang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bukan dari teknologi yang sedang populer, melainkan dari permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan kerja, bisnis, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi fokus dalam sesi kedua “AI Connect Bandung: How AI Fits You” bertajuk “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” yang digelar pada 29 Agustus 2026.
Kegiatan ini melanjutkan sesi sebelumnya yang membahas AI readiness dan peluang pemanfaatan AI. Pada sesi kedua, peserta diarahkan untuk mengidentifikasi pain point atau masalah yang dihadapi, kemudian mengeksplorasi kemungkinan penggunaan AI sebagai bagian dari proses perumusan AI use case.
Pendekatan tersebut menempatkan masalah sebagai titik awal dalam mencari solusi berbasis AI. Peserta tidak diarahkan untuk langsung memilih tools, melainkan terlebih dahulu memahami siapa yang menghadapi masalah, apa kendalanya, serta nilai apa yang dapat diberikan apabila masalah tersebut diselesaikan atau dioptimalkan.
Menemukan Peluang AI dari Masalah
Sesi “AI Opportunity: Discovering AI Use Cases” dikemas dalam format workshop dan interactive session dengan menghadirkan Adelia Octavian Mandasari, Business Development Telkom Indonesia, sebagai narasumber.
Adelia menjelaskan bahwa kemampuan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan peluang penggunaan AI.
“AI use case seharusnya lahir dari masalah yang ada. Karena itu, kita perlu membiasakan diri melihat permasalahan di sekitar sebagai peluang untuk menciptakan nilai, bukan sekadar mencari teknologi yang sedang tren,” ujar Adelia.
Peserta kemudian diperkenalkan pada kerangka sederhana untuk mengidentifikasi pain point, mengeksplorasi peluang penggunaan AI, dan merumuskannya menjadi AI use case. Proses tersebut membantu peserta membedakan permasalahan yang memang membutuhkan AI dengan masalah yang dapat diselesaikan menggunakan pendekatan lain.
Menurut Adelia, kemampuan tersebut menjadi penting agar penggunaan AI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap kebutuhan pengguna.
Belajar dari Kasus di Berbagai Sektor
Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga diajak melihat sejumlah contoh pemanfaatan AI di berbagai sektor, mulai dari UMKM, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif.
Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa peluang penggunaan AI tidak selalu berasal dari persoalan yang kompleks. Proses manual yang berulang, kesulitan mengolah informasi, kebutuhan meningkatkan efisiensi, hingga kebutuhan memberikan layanan yang lebih personal dapat menjadi titik awal untuk mengeksplorasi penggunaan AI.
Tampilkan Semua
