Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak, Wall Street Ikut Terseret

Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak Wall Street Ikut Terseret
Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Minyak Wall Street Ikut Terseret
JAKARTA, CILACAP.INFO – Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan sentimen negatif setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Di saat yang sama, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar dan mendorong investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.Sepanjang pekan perdagangan, tiga indeks utama di Amerika Serikat mencatat pelemahan signifikan. Dow Jones Industrial Average memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 3,56%. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,70% dan Nasdaq Composite juga mengalami pelemahan sebesar 1,01%. Penurunan ini menunjukkan meningkatnya tekanan di pasar saham global seiring dengan berbagai ketidakpastian yang muncul dari faktor ekonomi maupun geopolitik.Salah satu faktor utama yang memicu volatilitas pasar adalah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Kondisi ini langsung berdampak pada harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat melonjak hingga menembus level USD 90 per barel, setelah sebelumnya bergerak stabil di kisaran USD 70 sebelum konflik memanas. Lonjakan harga energi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya tekanan inflasi global, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral di berbagai negara.Selain faktor geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat juga turut memberikan tekanan pada pasar. Laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan bahwa jumlah nonfarm payrolls mengalami penurunan sebanyak 92.000 pekerjaan pada bulan Februari. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sekitar 59.000 pekerjaan. Di sisi lain, tingkat pengangguran juga mengalami kenaikan menjadi 4,4%, yang menunjukkan adanya perlambatan di pasar tenaga kerja AS.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait