Pergerakan Bitcoin dan Ethereum setelah FOMC dapat bergantung pada bagaimana keputusan The Fed dibandingkan dengan ekspektasi yang telah terbentuk. Keputusan yang sesuai dengan perkiraan pasar dapat menghasilkan respons yang berbeda dibandingkan kebijakan yang lebih hawkish atau dovish dari perkiraan.
Selain itu, dampak kebijakan moneter dapat tercermin sebelum keputusan FOMC diumumkan karena pelaku pasar terus menyesuaikan posisi berdasarkan data ekonomi terbaru.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya keputusan suku bunganya, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Pernyataan dan proyeksi The Fed juga dapat menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai arah kebijakan berikutnya,” kata Ryan.
Meski demikian, FOMC bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga aset kripto. Kondisi ekonomi AS, pergerakan dolar, likuiditas global, arus dana, sentimen pasar, serta perkembangan di industri kripto juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan aset lainnya.
Data Derivatif Memberikan Gambaran Sentimen Pasar
Selain pergerakan harga, data pasar derivatif seperti long/short positions dan open interest dapat memberikan gambaran tambahan mengenai positioning pelaku pasar di tengah ketidakpastian.
Berdasarkan data pasar global (Binance/USA) yang diamati pada 15 September 2026 sore, sebanyak 73,76% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 26,24% berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,81.
Sementara itu, pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 58,88% akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 41,12% mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,43.
Posisi long dan short menunjukkan eksposur pelaku pasar terhadap pergerakan harga, sedangkan open interest menunjukkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Data tersebut dapat digunakan untuk memahami perubahan positioning sebelum dan setelah agenda ekonomi penting seperti FOMC.
Namun, data positioning bukan merupakan indikator pasti mengenai arah harga. Posisi dapat berubah dengan cepat ketika volatilitas meningkat setelah rilis data ekonomi atau keputusan bank sentral.
“Data long, short, dan open interest dapat memberikan konteks mengenai sentimen serta aktivitas di pasar derivatif. Tetapi data tersebut tidak dapat dianggap sebagai kepastian arah harga karena positioning dapat berubah dengan cepat ketika kondisi pasar berubah,” jelas Ryan.
Di tengah kondisi pasar yang dapat berubah setelah agenda ekonomi penting, Bittime Futures menyediakan akses terhadap perdagangan futures aset kripto yang memungkinkan pengguna mengelola posisi long maupun short.
Fleksibilitas tersebut dapat digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi pasar, tetapi futures trading juga memiliki risiko, termasuk risiko dari pergerakan harga dan penggunaan leverage. Pengguna perlu memahami karakteristik produk dan risikonya sebelum melakukan transaksi.
Tampilkan Semua
