BOGOR, CILACAP.INFO – Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya penanganan darurat sampah nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Proyek ini merupakan bagian dari implementasi percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan energi nasional.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan implementasi kebijakan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan penguatan sinergi lintas sektor. Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk menghentikan bertambahnya timbulan sampah baru, tetapi juga menjadi bagian dari solusi menyeluruh untuk menangani persoalan sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.
“Ini yang pertama di Indonesia. Sampah yang datang setiap hari kita selesaikan melalui PSEL menjadi energi listrik. Tetapi kita tidak berhenti di sana. Sampah lama yang sudah bertahun-tahun menumpuk juga harus kita tuntaskan dengan teknologi ini. Jadi yang baru selesai, yang lama juga kita bereskan,” ujarnya.
Menurut Zulkifli Hasan, pendekatan tersebut penting karena pembangunan fasilitas pengolahan sampah tidak cukup hanya menghentikan bertambahnya timbunan baru. Pemerintah juga harus menyelesaikan “warisan sampah” yang telah menumpuk selama bertahun-tahun dan menjadi persoalan lingkungan yang membahayakan masyarakat sekitar.
Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah baru per hari yang berasal dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik berkapasitas sekitar 20–30 MW, dengan masa konstruksi sekitar dua tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah nasional sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer (CIO) PT Danantara Investment Management (DIM), Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa proses pengembangan PSEL Bogor Raya 1 telah melalui sejumlah tahapan sejak awal 2026. Tahapan tersebut dimulai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada Maret 2026, dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada April 2026. Pada Mei 2026, proyek tersebut ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, proyek memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).
Tampilkan Semua