“Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melaksanakannya di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir,” tegasnya.
Pandu Patria Sjahrir menambahkan bahwa dalam proses seleksi dan pengembangan proyek, PT Danantara Investment Management (DIM) melibatkan tenaga ahli dan lembaga profesional dari berbagai bidang.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) turut terlibat dalam tahap persiapan melalui pelaksanaan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran teknis mengenai kondisi dan kesiapan lokasi serta karakteristik sampah yang akan menjadi bahan baku fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa WAC bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis proyek, khususnya terkait kuantitas, kualitas, dan karakteristik sampah yang akan digunakan sebagai bahan baku (feedstock) fasilitas PSEL.
“Karakteristik sampah menentukan keberhasilan proses pengolahan menjadi energi. Melalui kajian tersebut, dapat diketahui komposisi sampah, nilai kalor, kadar tanah, kandungan logam, kadar air, dan parameter teknis lainnya yang menjadi dasar dalam perancangan serta pengoperasian fasilitas. Dengan data yang tepat, risiko operasional dapat diminimalkan dan kinerja fasilitas dapat lebih optimal,” jelasnya.
Sandry Pasambuna menambahkan bahwa Waste-to-Energy merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah di Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menghasilkan nilai tambah berupa energi. Dalam kapasitasnya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) secara konsisten mendukung pengembangan fasilitas PSEL melalui penyediaan data teknis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas.
“Hingga saat ini, SUCOFINDO telah melaksanakan pengujian di tujuh lokasi pengembangan PSEL, yakni Bali, Bekasi, Medan, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Bogor. Melalui pengujian dan analisis yang komprehensif, kami membantu menyediakan data yang akurat terkait karakteristik sampah sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas,” tambahnya.
Acara groundbreaking PSEL Bogor Raya 1 juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri, Walikota Bogor, Bupati Bogor, serta para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Tampilkan Semua
