Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

Jadi Gerbang Utama Ekspor Impor Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas
Jadi Gerbang Utama Ekspor Impor Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas

enurutnya, ketidakseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesiapan infrastruktur logistik dapat mendorong pergeseran arus barang ke pelabuhan lain. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya dapat ditangkap Jateng.

Karena itu, Teguh mendorong TPK Semarang memiliki target pengembangan yang realistis dan bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan hingga 1,2 juta TEUs pada 2030.

Target tersebut berarti TPK Semarang harus mampu melayani rata-rata sekitar 100.000 TEUs per bulan atau sekitar 3.300 TEUs per hari. Namun, karena volume harian dapat berfluktuasi, sistem pelayanan juga harus memiliki kapasitas cadangan untuk menghadapi lonjakan arus kontainer.

“Kita harus punya patokan, misal patokan awalnya dulu. Kita tidak usah bicara lima atau 10 tahun mendatang bisa empat juta TEUs. Sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta TEUs,” ucap Teguh.

Tanjung Emas Siap Dikembangkan

Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder terkait potensi dan kebutuhan pengembangan TPK Semarang. Dia mengatakan salah satu masukan yang banyak disampaikan berkaitan dengan pertumbuhan kawasan industri baru, termasuk pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batang. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan rencana pengembangan TPK Semarang.

Di sisi lain, TPK Semarang telah mendapat tambahan empat crane untuk meningkatkan kapasitas pelayanan terminal. Namun, penambahan peralatan tersebut tetap perlu diikuti dengan perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas.

“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di terminal kita sekarang. Tapi kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” bebernya.

 

Pertumbuhan arus peti kemas di TPK Semarang sendiri menunjukkan tren positif. Nyoman menyebut pertumbuhan pada 2023-2025 mencapai 16%, sedangkan pada 2026 berada di kisaran 9%. Adapun arus peti kemas sepanjang 2025 telah mencapai 1 juta TEUs.

Berdasarkan data PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 661.872 TEUs.

Pertumbuhan terutama ditopang arus peti kemas internasional yang mencapai 625.390 TEUs atau tumbuh 8,53% secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128 TEUs, naik 8,14% dibandingkan 285.862 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara arus ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88% dari sebelumnya 290.380 TEUs.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait