<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Bisnis Cilacap.info &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/topic/embassy-of-india-jakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2026 10:21:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Bisnis Cilacap.info &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90653/bharat-corner-resmi-hadir-di-unsrat-perkuat-kerja-sama-akademik-indonesia-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 04:04:12 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90653/bharat-corner-resmi-hadir-di-unsrat-perkuat-kerja-sama-akademik-indonesia-india</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Upaya memperkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas melalui peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4/2026) lalu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Upaya memperkuat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan India kembali diperluas melalui peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Jumat (24/4/2026) lalu.</p>
<p>Fasilitas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung agenda internasionalisasi perguruan tinggi.</p>
<p>Peresmian dilakukan langsung oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bersama jajaran pimpinan universitas.</p>
<p>Kehadiran Bharat Corner menandai langkah konkret dalam memperluas akses terhadap pengetahuan tentang India, mulai dari aspek budaya hingga akademik.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unsrat, Prof. Steenie E. Wallah, menyatakan bahwa inisiatif ini memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas global sivitas akademika.</p>
<p>“Bharat Corner diharapkan menjadi sarana penguatan literasi internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, akses terhadap referensi global menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif.</p>
<p>Kehadiran Bharat Corner diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dan dosen.</p>
<h3>Dorong Diplomasi Pendidikan</h3>
<p>Dalam sambutannya, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa Bharat Corner merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan dan budaya India di Indonesia.</p>
<p>“India dan Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat. Kehadiran Bharat Corner di Unsrat diharapkan dapat memperdalam pemahaman akademik mengenai India serta mendorong kerja sama yang lebih intensif antar institusi pendidikan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika global yang menuntut kolaborasi lintas negara.</p>
<h3>Buka Peluang Riset dan Pertukaran</h3>
<p>Kepala Pusat Urusan Internasional Unsrat, dr. Grace Korompis, menilai Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperluas jejaring internasional kampus.</p>
<p>“Kami memandang Bharat Corner sebagai instrumen penting dalam memperkuat jejaring global Unsrat. Selain meningkatkan akses terhadap sumber pengetahuan internasional, inisiatif ini juga membuka peluang pengembangan program pertukaran, kolaborasi riset, serta kegiatan akademik lintas negara,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kerja sama ini berpotensi berkembang ke berbagai bidang, termasuk riset kelautan dan perikanan yang menjadi kepentingan bersama Indonesia dan India.</p>
<h3>Penanaman Pohon Jadi Simbol Kolaborasi</h3>
<p>Selain peresmian fasilitas, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman pohon oleh Sandeep Chakravorty bersama perwakilan pimpinan Unsrat.</p>
<p>Penanaman pohon Cempaka dan Nantu tersebut menjadi simbol komitmen kedua pihak dalam membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inisiatif <i>Ek Ped Maa Ke Naam</i> yang mengedepankan kesadaran ekologis serta keterlibatan komunitas dalam menjaga lingkungan.</p>
<p>Momentum ini mempertegas bahwa kerja sama Indonesia dan India tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup nilai-nilai keberlanjutan.</p>
<h3>Simbol Komitmen Jangka Panjang</h3>
<p>Di tengah dorongan internasionalisasi pendidikan tinggi, inisiatif seperti Bharat Corner menunjukkan bahwa kolaborasi global tidak selalu harus dimulai dari skema besar.</p>
<p>Akses pengetahuan, jejaring akademik, dan ruang interaksi lintas budaya menjadi elemen kunci yang justru mampu membentuk dampak jangka panjang.</p>
<p>Peresmian Bharat Corner di Universitas Sam Ratulangi menjadi bagian dari langkah konkret dalam memperluas kerjasama akademik antara Indonesia dan India.</p>
<p>Kehadiran berbagai koleksi literatur tentang India diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar, riset, serta memperkuat wawasan global sivitas akademika.</p>
<p>Ke depan, Bharat Corner diharapkan tidak hanya menjadi pusat referensi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, dan pengembangan program akademik lintas negara.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/04/public-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="806">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/04/public-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>30 Hakim Indonesia Ikuti Pelatihan di India, Perkuat Kapasitas Peradilan di Era Digital</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90483/30-hakim-indonesia-ikuti-pelatihan-di-india-perkuat-kapasitas-peradilan-di-era-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 06:27:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90483/30-hakim-indonesia-ikuti-pelatihan-di-india-perkuat-kapasitas-peradilan-di-era-digital</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia mengikuti program pelatihan intensif di <i>National Judicial Academy </i>(NJA), Bhopal, India, yang berlangsung pada 24–28 April 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia mengikuti program pelatihan intensif di <i>National Judicial Academy </i>(NJA), Bhopal, India, yang berlangsung pada 24–28 April 2026.</p>
<p>Program ini menjadi pelatihan terstruktur pertama bagi hakim Indonesia di India dan menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama di bidang hukum dan peradilan.</p>
<p>Delegasi ini ditugaskan oleh Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dan dipimpin oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA, Andi Akram, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia peradilan.</p>
<h3>Kolaborasi Strategis Dua Negara</h3>
<p>Pelatihan ini merupakan bagian dari skema <i>Indian Technical and Economic Cooperation </i>(ITEC) di bawah Kementerian Luar Negeri India, yang selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen diplomasi kapasitas India untuk negara mitra.</p>
<p>Program ini juga terselenggara berkat kolaborasi erat antara Embassy of India Jakarta dan Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.</p>
<p>Delegasi hakim yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga mewakili berbagai daerah seperti Lombok, Tanjung Pinang, Palu, Pekanbaru, dan Kalimantan Selatan.</p>
<p>Keberagaman latar belakang ini diharapkan memperkaya perspektif dalam diskusi dan memperluas dampak pelatihan saat para peserta kembali ke wilayah masing-masing.</p>
<h3>Fokus pada Tantangan Peradilan Modern</h3>
<p>Program pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan peradilan di era digital dan globalisasi. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi penguatan kapasitas di bidang teknologi dan siber, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem peradilan.</p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi komunikasi peradilan dengan media, peningkatan keterampilan yudisial, serta penanganan isu lintas negara seperti kejahatan transnasional, persoalan lingkungan, hingga mekanisme alternatif penyelesaian sengketa.</p>
<p>Pendekatan ini mencerminkan kebutuhan mendesak bagi sistem peradilan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Di tengah meningkatnya kompleksitas perkara, hakim tidak hanya dituntut memahami aspek hukum secara konvensional, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi serta memahami dinamika global yang memengaruhi praktik hukum.</p>
<h3>Belajar Langsung dari Sistem Peradilan India</h3>
<p>Sebagai bagian dari program, para hakim Indonesia juga akan melakukan kunjungan langsung ke pengadilan di India. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana sistem peradilan India beroperasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.</p>
<p>Salah satu inisiatif yang menjadi sorotan adalah proyek e-Courts di India, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan peradilan melalui digitalisasi. Melalui interaksi dengan hakim, pengacara, dan pemangku kepentingan lainnya, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan praktis yang dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia.</p>
<h3>NJA Bhopal, Pusat Pelatihan Peradilan Kelas Dunia</h3>
<p>National Judicial Academy yang menjadi lokasi pelatihan merupakan salah satu pusat pendidikan peradilan terkemuka di dunia. Didirikan pada tahun 1993, akademi ini terletak di kota Bhopal, India, dengan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran, berada di kawasan perbukitan yang menghadap danau dan memiliki luas sekitar 63 hektar.</p>
<p>Reputasi NJA sebagai institusi pelatihan peradilan kelas dunia menjadikannya mitra strategis dalam pengembangan kapasitas hakim Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan digital.</p>
<h3>Menuju Peradilan yang Lebih Adaptif</h3>
<p>Pelatihan ini mencerminkan kesadaran bahwa sistem peradilan tidak bisa berjalan statis di tengah perubahan global. Transformasi digital, meningkatnya kejahatan lintas negara, serta tuntutan transparansi publik mendorong lembaga peradilan untuk terus berinovasi.</p>
<p>Dengan mengikuti program ini, para hakim Indonesia tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan profesional internasional yang dapat memperkuat kerja sama lintas negara di masa depan.</p>
<p>Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi strategis dalam membangun sistem peradilan yang lebih adaptif, responsif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/30/public-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="801">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/30/public-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>INS Sunayna Tiba di Jakarta, Misi “One Ocean, One Mission” Perkuat Sinergi Maritim Indonesia–India</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90377/ins-sunayna-tiba-di-jakarta-misi-one-ocean-one-mission-perkuat-sinergi-maritim-indonesia-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:33:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90377/ins-sunayna-tiba-di-jakarta-misi-one-ocean-one-mission-perkuat-sinergi-maritim-indonesia-india</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Kapal patroli lepas pantai milik Indian Navy, INS Sunayna (P57), tiba di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari misi “One Ocean, One Mission” yang menekankan kolaborasi internasional dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan maritim.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Kapal patroli lepas pantai milik Indian Navy, INS Sunayna (P57), tiba di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari misi “One Ocean, One Mission” yang menekankan kolaborasi internasional dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan maritim.</p>
<p>Penyambutan dilakukan oleh jajaran TNI Angkatan Laut dari Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III. Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, diwakili oleh Asisten Operasi (Asops), Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, yang hadir langsung di lokasi penyambutan.</p>
<p>Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Laksamana Madya TNI (Purn) Dadi Hartanto serta Atase Pertahanan India Captain (N) Shiv Kumar. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan pentingnya kunjungan tersebut dalam konteks hubungan bilateral kedua negara.</p>
<h3>Perkuat Kerja Sama Maritim</h3>
<p>Dalam pernyataannya, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel , menekankan bahwa kunjungan ini memiliki makna strategis bagi kedua negara.</p>
<p>“Kehadiran INS Sunayna menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan maritim, khususnya di wilayah Indo-Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan di laut,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa momentum ini diharapkan dapat memperluas kerjasama operasional antara kedua angkatan laut.</p>
<p>“Dengan adanya acara ini diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua angkatan laut dalam bidang operasi, latihan bersama serta pertukaran informasi,” tambahnya.</p>
<h3>Misi Multinasional di Samudra Hindia</h3>
<p>INS Sunayna datang ke Jakarta sebagai bagian dari inisiatif IOS SAGAR (Security and Growth for All in the Region), yang merupakan implementasi visi maritim India untuk memperkuat keamanan dan kerja sama di kawasan.</p>
<p>Kapal ini membawa awak multinasional dari berbagai negara sahabat, termasuk Komoro, Kenya, Maladewa, serta Indonesia. Kehadiran awak lintas negara ini menunjukkan bahwa keamanan maritim menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu negara.</p>
<p>Sebelum tiba di Jakarta, kapal ini telah melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur pelayaran strategis dunia, dengan menunjukkan standar navigasi dan interoperabilitas yang tinggi.</p>
<h3>Rangkaian Kegiatan di Jakarta</h3>
<p>Selama berada di Jakarta, INS Sunayna dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan bersama TNI AL. Agenda tersebut mencakup interaksi profesional, pertandingan olahraga persahabatan, kegiatan sosial seperti makan malam resmi, hingga open ship bagi para undangan.</p>
<p>Selain itu, juga direncanakan pelaksanaan Passage Exercise (PASSEX) saat kapal meninggalkan perairan Indonesia, sebagai bentuk latihan bersama untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapan operasional kedua angkatan laut.</p>
<h3>Simbol Diplomasi dan Stabilitas Kawasan</h3>
<p>Kunjungan INS Sunayna ke Jakarta menegaskan komitmen India dan Indonesia dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang aman, terbuka, dan inklusif. Melalui misi “One Ocean, One Mission”, kedua negara menunjukkan bahwa kerja sama maritim menjadi elemen kunci dalam menghadapi tantangan global di laut.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/public-2-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/public-2-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:05:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.</p>
<p>Melalui sidang pleno para pemimpin, forum diskusi CEO, tantangan inovasi pemuda, serta simposium riset berdampak tinggi, tujuan KTT ini adalah membangun visi bersama bahwa masa depan kecerdasan buatan harus bersifat inklusif, transparan, dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dampak nyata dan dapat ditingkatkan skalanya dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi pandemi hingga efisiensi pertanian, pemantauan iklim, serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas yang kurang terlayani.</p>
<p>Indonesia memainkan peran aktif dalam membentuk hasil nyata dari KTT ini, yang dapat berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis AI yang berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia, bersama Belanda, telah memberikan kontribusi signifikan dalam Kelompok Kerja “AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kebaikan Sosial.” Mengingat banyaknya kesamaan pendekatan India dan Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang human-centric, partisipasi aktif Indonesia, baik dalam proses pembentukan hasil KTT maupun dalam pelaksanaan KTT itu sendiri, akan memberikan manfaat besar bagi Global South secara keseluruhan.</p>
<p>Strategi AI Nasional Indonesia (Stranas KA), sejalan dengan visi AI yang berpusat pada manusia dan beretika. Visi jangka panjang menuju tahun 2045 menekankan pengembangan talenta serta penerapan AI secara terarah di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menerjemahkan inovasi menjadi nilai sosial yang nyata. Pengalaman Indonesia dalam membangun “Sahabat,” sebuah ekosistem model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dirancang untuk beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah lainnya, merupakan upaya pionir yang patut dibagikan untuk direplikasi secara global.</p>
<p>Indonesia juga melakukan investasi penting dalam kapasitas GPU (graphics processing unit) serta pusat data. Berdasarkan Stanford AI Index Report 2025 dan sumber lainnya, Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dalam pertumbuhan talenta AI, dengan peningkatan konsentrasi talenta AI hampir 200 persen antara tahun 2016 hingga 2024. Hal yang menggembirakan adalah Indonesia termasuk negara paling optimistis di dunia terhadap AI, dengan 80 persen penduduk memandang AI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Indonesia juga diakui sebagai pemimpin regional di Asia Tenggara dalam hal adopsi AI.</p>
<p>Pendekatan India terhadap AI tidak terbatas pada kemajuan teknis dan keuntungan ekonomi semata. India menargetkan dampak sosial-ekonomi yang nyata, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan, serta memperkuat ketahanan iklim. Ambisi India adalah memberdayakan setiap warga negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, khususnya bagi Global South. Laporan Stanford menempatkan India pada posisi ketiga secara global dalam hal daya saing AI. Peringkat ini menyoroti pertumbuhan pesat India dalam lanskap AI global. Laporan tersebut mengukur pertumbuhan dan inovasi AI dari tahun 2017 hingga 2024, yang mencerminkan meningkatnya talenta AI India, kapabilitas riset yang kuat, ekosistem startup yang dinamis, investasi dan dampak ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan dan tata kelola.</p>
<p>Berlandaskan visi “Making AI in India and Making AI Work for India,” India meluncurkan IndiaAI Mission pada Maret 2024, dengan alokasi anggaran sekitar US$100 miliar selama lima tahun. Misi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan India pemimpin global dalam kecerdasan buatan.</p>
<p>Sejak diluncurkan, misi ini telah menunjukkan kemajuan besar dalam memperluas infrastruktur komputasi nasional. Dari target awal 10.000 GPU, India kini telah mencapai 38.000 GPU, sehingga menyediakan akses terjangkau terhadap sumber daya AI berkelas dunia. GPU tersebut tersedia bagi para pengembang aplikasi dengan tarif bersubsidi, yaitu kurang dari satu dolar per jam. Salah satu pilar IndiaAI Mission, yaitu “AIKosh,” mengembangkan kumpulan data besar untuk melatih model AI. Platform ini mengintegrasikan data dari sumber pemerintah maupun nonpemerintah. AIKosh memiliki lebih dari 5.500 dataset serta 251 model AI dan teknologi bahasa yang mencakup 20 sektor. Melalui inisiatif seperti BHASHINI dan BharatGen, India mendemokratisasi akses terhadap alat AI multibahasa.</p>
<p>India dan Indonesia memiliki pendekatan bersama terhadap AI yang inklusif, yang didasarkan pada keyakinan kuat bahwa teknologi harus meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang. AI tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penggerak pembangunan yang sejalan dengan visi Viksit Bharat atau India Maju 2047 dan Indonesia Emas 2045. Dengan skala besar, demografi muda, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam AI yang bertanggung jawab.</p>
<p>Kedua negara kita juga menyadari bahwa keberagaman dan keseimbangan gender dalam ekosistem AI bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Bias dalam data akan menghasilkan bias dalam hasil. Inklusi dalam desain menentukan inklusi dalam dampak. Hal ini juga memperkuat alasan untuk mengembangkan bersama model AI multibahasa serta sumber daya bahasa yang dikembangkan secara lokal guna mengurangi bias data dan memastikan relevansi kontekstual bagi masyarakat Global South.</p>
<p>Patut dicatat bahwa Stranas KA dan kerangka etika AI Indonesia menekankan kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, serta akuntabilitas dalam mengintegrasikan AI ke sektor-sektor prioritas nasional. Berdasarkan Indeks Kesiapan AI IMF, muncul alasan kuat bagi terbentuknya aliansi AI antara India dan Indonesia, karena skor masing-masing negara menunjukkan “kekuatan” institusional yang saling melengkapi.</p>
<p>Kekuatan India terletak pada skala, keterampilan STEM, Digital Public Infrastructure (DPI, India Stack), riset dan pengembangan (volume paten AI yang tinggi), perusahaan teknologi besar, serta investasi asing yang signifikan di sektor ini. Sementara itu, Indonesia memiliki skor yang kuat dalam kesiapan infrastruktur, regulasi dan etika, serta konektivitas telekomunikasi.</p>
<p>Dengan menyelaraskan kerangka regulasi dan kebijakan, dua raksasa Asia ini dapat mencegah Global South menjadi “lahan uji coba” bagi model bisnis pihak lain yang bersifat oportunistik, sekaligus menetapkan standar yang adil dan berpusat pada manusia sesuai semangat “AI untuk Semua.” Bidang kerja sama lain yang layak dipertimbangkan adalah investasi kolaboratif serta pengembangan bersama pusat data dan kapasitas pemrosesan, yang juga dapat berguna secara strategis. Isu-isu tersebut menjadi inti pembahasan dalam acara pra-KTT Global AI Impact Summit yang diselenggarakan di Jakarta. Diskusi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang Global AI Impact Summit 2026.</p>
<p>Bagi negara seperti India dan Indonesia, pertanyaan seputar AI bukanlah hal yang abstrak atau jauh. Isu ini bersifat segera, berdampak besar, dan sangat terkait dengan jalur pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar dan beragam, sistem pemerintahan demokratis, keragaman bahasa, serta prioritas pembangunan yang masih terus berkembang, pilihan yang kita ambil terkait AI akan membentuk tidak hanya hasil nasional tetapi juga norma global tentang bagaimana AI dikelola, diterapkan, dan dialami.</p>
<p>Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Nezar Patria dalam acara pra-KTT, kemitraan antara Indonesia dan India dapat menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kepentingan Global South secara lebih luas, serta membentuk wacana masa depannya melalui pendekatan yang berpusat pada manusia.</p>
<p>Secara keseluruhan, diskusi pra-KTT menegaskan perlunya pergeseran dari strategi menuju implementasi, dengan kerja sama Selatan–Selatan muncul sebagai jalur utama menuju AI yang inklusif dan akuntabel. Hanya melalui aksi kolektif kesenjangan AI dapat dijembatani. India tetap berkomitmen kuat untuk memajukan AI yang inklusif dan dapat ditingkatkan skalanya, serta siap bermitra dan menciptakan solusi bersama.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 10:45:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.</p>
<p>Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara.</p>
<h3>Konstitusi India sebagai Fondasi Demokrasi dan Kebijakan Luar Negeri</h3>
<p>Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa.</p>
<p>“Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty.</p>
<p>Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati.</p>
<h3>Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia</h3>
<p>Duta Besar Sandeep menyoroti bahwa tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat.</p>
<p>“Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang.</p>
<h3>Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South</h3>
<p>Dalam bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.</p>
<p>“Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep.</p>
<p>Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim.</p>
<h3>AHY: India dan Indonesia Memilih untuk Berjalan Bersama</h3>
<p>Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77.</p>
<p>“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ujar AHY.</p>
<p>AHY menekankan bahwa di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar.</p>
<p>“Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital.</p>
<h3>Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting</h3>
<p>Perayaan Hari Republik India ke-77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik.</p>
<h3>Mitra Selamanya</h3>
<p>Menutup sambutannya, Duta Besar Sandeep Chakraborty menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil.</p>
<p>“Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.</p>
<p>Perayaan ini menegaskan bahwa persahabatan India dan Indonesia tidak hanya berakar pada sejarah dan budaya, tetapi juga diarahkan pada kerja sama nyata untuk menghadapi tantangan global dan membangun masa depan bersama.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 06:07:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.</p>
<h3>Samudra Hindia sebagai Poros Strategis</h3>
<p>Pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan perayaan Deepavali, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato dari INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India. Dalam pidato tersebut, ia menekankan sentralitas Samudra Hindia dalam arsitektur strategis global, mengingat sekitar 66 persen pasokan minyak dunia dan 50 persen lalu lintas peti kemas internasional melintasi perairan ini. India, melalui Angkatan Lautnya, berkomitmen menjaga jalur-jalur vital tersebut demi stabilitas perdagangan global.</p>
<h3>Evolusi Konsep Indo-Pasifik</h3>
<p>Gagasan Indo-Pasifik sebagai satu ruang strategis mulai berkembang sejak pertengahan 2000-an, termasuk melalui pidato Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Parlemen India pada 2007 tentang <i>“Confluence of the Two Seas”</i>. Konsep ini kemudian memperoleh pengakuan global dan semakin menguat dalam diskursus internasional. India secara resmi mengartikulasikan visinya mengenai Indo-Pasifik melalui pidato Perdana Menteri Modi di Dialog Shangri-La pada Juni 2018, yang menegaskan kawasan ini sebagai ruang kerja sama yang menyatukan negara-negara di dalam dan di luar kawasan.</p>
<h3>Reorientasi Maritim dan Kebijakan Act East</h3>
<p>Visi Indo-Pasifik India merupakan kelanjutan alami dari evolusi kebijakan luar negeri dan keamanan nasionalnya. Sejak liberalisasi ekonomi pada awal 1990-an, India memperkuat keterlibatan dengan Asia Tenggara melalui Kebijakan <i>Look East </i>yang kemudian ditingkatkan menjadi Kebijakan <i>Act East </i>pada 2014. ASEAN dipandang sebagai mitra sentral, dengan hubungan yang kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif.</p>
<h3>SAGAR dan MAHASAGAR: Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua</h3>
<p>Pada 2015, India meluncurkan doktrin SAGAR <i>(Security and Growth for All in the Region) </i>sebagai kerangka kerja sama di kawasan Samudra Hindia. Kebijakan ini menekankan keamanan maritim, pembangunan kapasitas, kerja sama kolektif, pembangunan berkelanjutan, dan kepemilikan kawasan oleh negara-negara di dalamnya. Pada 2025, India memperkenalkan MAHASAGAR sebagai evolusi dari SAGAR, memperluas visi tersebut ke skala global dengan fokus yang lebih kuat pada Global South.</p>
<h3>Komitmen Kemanusiaan dan Kemitraan Pembangunan</h3>
<p>India telah menunjukkan kredibilitasnya sebagai mitra kemanusiaan yang andal melalui berbagai operasi bantuan dan penanggulangan bencana, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, hingga Pasifik. Model kerja sama pembangunan India menekankan transparansi, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap prioritas negara mitra, tanpa syarat politik.</p>
<h3>Keamanan Maritim dan Kebebasan Navigasi</h3>
<p>Sebagai mitra keamanan maritim pilihan di kawasan Indo-Pasifik, India aktif dalam latihan bersama, pembangunan kapasitas, serta berbagi informasi melalui Information Fusion Centre–Indian Ocean Region. Upaya ini diperkuat dengan komitmen menjaga kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan internasional, termasuk melalui pengerahan Angkatan Laut India untuk melindungi jalur pelayaran strategis.</p>
<h3>Peran India dalam Tatanan Global</h3>
<p>Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, India terus memainkan peran konstruktif dalam mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Melalui visi Indo-Pasifiknya, India menegaskan tekad untuk berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama di kawasan dan dunia.</p>
<p><i>Artikel ini ditulis oleh Suchitra Durai, mantan Duta Besar untuk Kenya dan Thailand.</i></p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="677">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
