<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Universitas Pelita Harapan &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/universitas-pelita-harapan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 03:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Universitas Pelita Harapan &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Parents Gathering UPH Festival 2026: Membangun Sinergi UPH dan Orang Tua untuk Masa Depan Mahasiswa</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99872/parents-gathering-uph-festival-2026-membangun-sinergi-uph-dan-orang-tua-untuk-masa-depan-mahasiswa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 03:17:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99872/parents-gathering-uph-festival-2026-membangun-sinergi-uph-dan-orang-tua-untuk-masa-depan-mahasiswa</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Parents Gathering sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita Harapan (UPH) mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Parents Gathering sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita Harapan (UPH) mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.</p>


<p>Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah baru bagi mahasiswa sekaligus fase bagi orang tua untuk menyesuaikan cara mendampingi anak. Ketika mahasiswa mulai belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya, dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui <b>Parents Gathering</b> sebagai bagian dari rangkaian <b>UPH Festival 2026</b> di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, <b>Universitas Pelita Harapan (UPH)</b> mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.</p>
<p>Mengawali acara, <b>Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH</b>, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di UPH menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara universitas dan keluarga. UPH berkomitmen memberikan pendidikan yang tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang utuh.</p>
<p>“Ketika putra-putri Bapak dan Ibu bergabung dengan UPH, kita menjadi satu keluarga. Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan pendidikan sebaik-baiknya berdasarkan ilmu yang setinggi-tingginya, iman kepada Kristus, dan karakter yang mulia. Kami berharap kerja sama antara UPH dan keluarga dapat menjadi berkat bagi putra-putri kita,” ucap Rektor UPH.</p>
<p>Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas, mulai dari Presiden UPH, Wakil Rektor, Wakil Rektor Madya, hingga Dekan Eksekutif. Para Dekan Eksekutif kemudian memperkenalkan jajaran pimpinan di masing-masing fakultas. Pengenalan ini memberikan gambaran kepada orang tua mengenai para pemimpin akademik yang akan turut mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di UPH.</p>
<p><b>Peran Orang Tua di Masa Perkuliahan</b></p>
<p>Memasuki masa perkuliahan, hubungan orang tua dan anak turut mengalami perubahan. <b>Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean of College of Arts and Social Sciences UPH sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH</b>, menekankan pentingnya kemitraan antara keluarga dan universitas dalam proses tersebut.</p>
<p>“Universitas tidak dapat membentuk anak muda sendirian. Mahasiswa tetap membutuhkan suara dan doa orang tua yang mengenal mereka jauh sebelum menjadi mahasiswa. Karena itu, peran orang tua perlu bergeser, dari yang mengatur setiap keputusan menjadi mentor yang tahu kapan harus berbicara, mendengarkan, dan memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh,” ungkap Dr. Velliana.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan juga perlu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, bijaksana, berani, dewasa, penuh kasih, dan setia di hadapan Allah. Karena itu, dukungan orang tua dan pendampingan universitas perlu berjalan beriringan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sekaligus tetap mendapatkan arahan dalam menghadapi berbagai tantangan</p>
<p><b>Pendidikan UPH </b><b>Mempersiapkan Mahasiswa di Tengah Kemajuan Teknologi</b></p>
<p>Selain pembentukan karakter, tantangan masa depan juga menjadi perhatian dalam Parents Gathering. <b>Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee Chair UPH, </b>menyampaikan apresiasi atas kepercayaan orang tua yang memilih UPH sebagai tempat putra-putri mereka bertumbuh.</p>
<p>Ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya <i>artificial intelligence</i> (AI) dan robotika, yang semakin memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja. Menurutnya, perubahan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang.</p>
<p>“Di tengah perkembangan AI dan robotika, pendidikan justru menjadi semakin penting. UPH ingin mahasiswa memiliki keunggulan akademis dan menjadi profesional yang unggul di bidangnya, tetapi itu tidak cukup. Mereka juga perlu memahami siapa diri mereka, apa tujuan dan panggilan hidup mereka, serta menggunakan AI dan teknologi sebagai alat untuk berkarya dan membawa dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p><b>Melihat Kualitas UPH dari Perspektif Orang Tua</b></p>
<p>Pandangan mengenai pentingnya pendidikan yang membekali mahasiswa untuk menghadapi masa depan juga dirasakan oleh para orang tua. <b>David Martandi</b>, ayah dari Gabriella Anastasia Jade Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026), melihat kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan lingkungan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.</p>
<p>“Sebagai orang tua, saya memilih UPH karena melihat pendidikan yang diberikan tidak hanya berhenti pada akademik. Ada lingkungan yang mendorong anak untuk berkembang, membangun <i>networking</i>, dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan dunia kerja. Bagi saya, kombinasi antara pendidikan dan kesempatan untuk berkembang itulah yang penting sebagai bekal mereka ke depan,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, <b>Uliya Ariani,</b> ibu dari Anza Danuliya Putrama (Fakultas Hukum, 2026), kualitas pendidikan UPH juga terlihat dari perhatian terhadap pembentukan pribadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman selama kuliah seharusnya menjadi bekal yang melampaui ruang kelas.</p>
<p>“Saya memilih UPH karena melihat pendidikannya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mendidik manusianya. Saya berharap putra saya dan seluruh mahasiswa baru UPH dapat menemukan jati dirinya, menimba ilmu dengan baik, mampu membawa diri dalam berbagai situasi, menghargai orang lain dan lingkungannya, serta tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Parents Gathering menjadi awal dari sinergi antara keluarga dan UPH dalam mendukung mahasiswa menjalani perjalanan perkuliahan. Lebih dari sekadar membangun kompetensi akademik, perjalanan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal diri, membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan mampu berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang Universitas Pelita Harapan</h3>
Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/09/Universitas-Pelita-Harapan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/09/Universitas-Pelita-Harapan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99716/uph-ajak-mahasiswa-baru-temukan-panggilan-dan-jalani-hidup-bermakna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 04:09:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99716/uph-ajak-mahasiswa-baru-temukan-panggilan-dan-jalani-hidup-bermakna</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Melalui sesi “Called &#38; Life That Matters” di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, komunitas, hingga prestasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Melalui sesi “Called &amp; Life That Matters” di UPH Festival 2026, Dr. Andry M. Panjaitan mengajak mahasiswa memaknai masa kuliah sebagai ruang untuk mengenal diri, mengembangkan talenta, menghadapi kegagalan, membangun komunitas, serta belajar memimpin dan melayani. Pesan tersebut diperkuat melalui kisah lima mahasiswa UPH yang menemukan arah dan panggilan masing-masing melalui pengalaman, keraguan, kegagalan, organisasi, komunitas, hingga prestasi.</p>
<p>Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan, tantangan, dan pertanyaan tentang masa depan. Lebih dari sekadar menentukan karier, masa kuliah menjadi kesempatan untuk mengenal diri, mengembangkan potensi, dan menemukan arah hidup. Perspektif inilah yang diangkat dalam sesi <b>‘Called &amp; Life That Matters’</b> bersama <b>Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.,</b> Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, pada hari ketiga <b>UPH Festival 2026</b>, 15 Agustus 2026, di Auditorium Grand Chapel UPH Kampus Utama Lippo Village, Karawaci, Tangerang.</p>
<p>Dalam sesi tersebut, Dr. Andry mengajak mahasiswa melihat berbagai pengalaman selama masa kuliah, mulai dari proses belajar, menghadapi tantangan, membangun komunitas, hingga mengambil kesempatan untuk memimpin, sebagai bagian dari proses menemukan dan mengembangkan panggilan hidup.</p>
<p>Dr. Andry mengajak mahasiswa memaknai proses belajar, tantangan, komunitas, dan kesempatan memimpin sebagai bagian dari perjalanan menemukan panggilan. Ia menekankan lima prinsip sebagai kompas mahasiswa, yakni <b>hidup bukan kebetulan dan panggilan lebih besar dari karier; kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan; kepemimpinan adalah kesempatan untuk melayani; gunakan talenta untuk memberi dampak; serta ilmu, kemampuan, pekerjaan, dan pengaruh perlu dijalankan secara bertanggung jawab bagi Indonesia dan kemuliaan Tuhan.</b></p>
<p>“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah <i>Shalom Community. </i>Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” katanya.</p>
<p><strong>Menemukan Panggilan di Tengah Keraguan dan Kegagalan</strong></p>
<p>Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui <b>cerita lima mahasiswa senior</b> yang menemukan panggilan melalui pengalaman yang berbeda. <b>Vanessa Putri Gunawan</b>, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2024 sekaligus <i>Ambassadors of UPH</i> (AoU) periode 2026–2027, menceritakan bagaimana pilihan masuk kedokteran yang awalnya didorong orang tua justru menjadi bagian dari proses Tuhan membentuk dirinya.</p>
<p>“Saya sempat bertanya, apakah ini benar-benar jalan saya atau hanya menjalani rencana orang lain. Namun, saya kemudian menyadari bahwa Tuhan dapat menggunakan keputusan yang awalnya terasa terpaksa untuk membentuk dan mengarahkan kita kepada panggilan-Nya. Karena itu, jangan takut mencoba berbagai kesempatan di UPH,” ujarnya.</p>
<p>Berbeda dengan Vanessa, Ruvelino Pascuines Issack Mangindaan, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2023 sekaligus Ketua BEM UPH periode 2025–2026, menemukan kesempatan baru setelah mengalami kegagalan. Setelah menunda kuliah untuk mengejar cita-cita menjadi Taruna Akpol dan menjalani persiapan selama berbulan-bulan, ia harus menerima kenyataan tidak lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya ke UPH. Ia kemudian aktif dalam berbagai kegiatan hingga bergabung dengan BEM dan dipercaya menjadi Ketua BEM UPH.</p>
<p>“Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita. Karena itu, ketika ada kesempatan, jangan disia-siakan. Barangkali itu adalah batu loncatan yang Tuhan sediakan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan,” katanya</p>
<p><strong>Bertumbuh Melalui Komunitas dan Kesempatan</strong></p>
<p>Perjalanan menemukan panggilan juga dapat bertumbuh melalui keterlibatan dalam komunitas. <b>Heavenly Prayer Toar Matheos Kuhon</b>, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2025 sekaligus AoU periode 2026–2027, mengajak mahasiswa baru untuk berani mengambil kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi sebagai ruang untuk bertumbuh dan belajar melayani.</p>
<p>“Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan atau memerintah orang lain, tetapi tentang kerendahan hati untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Di UPH, saya belajar bahwa pertumbuhan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang karakter, relasi, dan kehidupan spiritual,” ungkapnya.</p>
<p>Pengalaman serupa dirasakan <b>Anthony de Jayson Wiranata</b>, mahasiswa Prodi Sistem Informasi angkatan 2025 dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPSSI) UPH periode 2025–2026. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk belajar bekerja sama, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tantangan bersama.</p>
<p>“Organisasi bukan hanya tentang tugas atau kepanitiaan, tetapi tentang komunitas. Di sana kita belajar menyelesaikan masalah bersama, membangun relasi, dan menciptakan dampak yang lebih besar. Jangan takut keluar dari zona nyaman dan tetaplah ingin tahu,” tuturnya.</p>
<p><strong>Prestasi untuk Melayani, Bukan Membuktikan Diri</strong></p>
<p>Pesan tersebut juga tercermin dalam pengalaman <b>Tiffney Tyara Setyoko</b>, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2023 sekaligus peraih Juara 1 Program Sarjana pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional 2026. Ia mengingatkan bahwa prestasi bukanlah ukuran nilai diri, melainkan kesempatan untuk mengembangkan talenta dan menggunakannya bagi sesama.</p>
<p>“Kita bukan dipanggil hanya untuk memiliki karier yang sukses, tetapi untuk menjalani hidup yang berarti. Jangan takut bermimpi besar, ikuti kompetisi, organisasi, penelitian, dan kembangkan talenta kalian. Namun, jangan jadikan prestasi sebagai ukuran harga diri. Nilai kita berasal dari Tuhan,” katanya.</p>
<p>Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa <b>menemukan panggilan merupakan sebuah proses</b>. Keraguan, kegagalan, komunitas, hingga berbagai kesempatan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali diri, mengembangkan talenta, dan memahami bagaimana mereka dapat melayani melalui apa yang dimiliki.</p>
<p>Menutup sesi, Dr. Andry mengingatkan mahasiswa untuk tidak pasif dalam menjalani masa kuliah, melainkan berani mengambil kesempatan untuk bertumbuh, membangun relasi, dan melayani.</p>
<p>“Ingatlah, kalian berharga bukan karena pencapaian atau prestasi, tetapi karena Tuhan yang menciptakan dan menebus kalian. Jalani masa kuliah dengan berani dan jangan pasif. Berikan yang terbaik, bangun persahabatan, dan layani Tuhan dengan segenap hati. Jangan hanya membangun karier, tetapi bangunlah kehidupan yang bermakna. <i>Soli Deo Gloria</i>,” pesannya.</p>
<p>Sesi <i>‘Called &amp; Life That Matters’</i> menegaskan bahwa masa kuliah bukan sekadar perjalanan meraih gelar dan membangun karier, tetapi juga proses untuk mengenal panggilan, membentuk karakter, mengembangkan talenta, dan belajar melayani. Karena itu, UPH senantiasa menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri yang membantu mahasiswa bertumbuh secara utuh dan siap menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, serta membawa dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.</p>
<p><strong>Tentang Universitas Pelita Harapan</strong></p>
<p>Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/Tak-Hanya-Membangun-Karier-UPH-Ajak-Mahasiswa-Baru-Menemukan-Panggilan-dan-Menjalani-Hidup-yang-Bermakna-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/Tak-Hanya-Membangun-Karier-UPH-Ajak-Mahasiswa-Baru-Menemukan-Panggilan-dan-Menjalani-Hidup-yang-Bermakna-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98947/uph-festival-2026-ditutup-dengan-pesan-bagi-mahasiswa-baru-untuk-menemukan-tujuan-menjalani-panggilan-dan-membawa-dampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 08:24:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98947/uph-festival-2026-ditutup-dengan-pesan-bagi-mahasiswa-baru-untuk-menemukan-tujuan-menjalani-panggilan-dan-membawa-dampak</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG, CILACAP.INFO &#8211; Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan tentang masa depan, termasuk bidang yang ingin ditekuni dan tujuan hidup yang ingin dicapai.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TANGERANG</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa dihadapkan pada berbagai pilihan tentang masa depan, termasuk bidang yang ingin ditekuni dan tujuan hidup yang ingin dicapai.</p>
<p>Menutup rangkaian <b>UPH Festival 2026</b> pada 15 Agustus 2026, Universitas Pelita Harapan (UPH) mengajak mahasiswa baru melihat pendidikan tinggi bukan sekadar persiapan menuju profesi, tetapi juga proses untuk menemukan dan menjalani panggilan hidup.</p>
<p>Pesan tersebut terangkum dalam tema hari ketiga UPH Festival 2026, <b><i>“Called: Why Am I Here?”</i></b>. Tema ini melanjutkan perjalanan tiga hari yang mengajak mahasiswa baru mengenal identitasnya sebagai pribadi yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Imago Dei), memahami dunia dan tantangannya, hingga merefleksikan tujuan hidup serta bagaimana menggunakan talenta untuk melayani dan membawa dampak bagi sesama.</p>
<p><b><i>Founder’s 5K Run</i>: Berlari Bersama, Memulai Perjalanan Bersama</b></p>
<p>Hari ketiga UPH Festival 2026 diawali dengan<i> Founder’s 5K Run</i>, tradisi UPH yang mempertemukan mahasiswa baru, dosen, staf, dan pimpinan universitas dalam pengalaman bersama. Ribuan peserta berlari sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan Lippo Village dengan membawa pesan <i>Finish What You Start</i>. Pesan ini mengajak mahasiswa baru untuk berkomitmen agar menyelesaikan apa yang telah dimulai dan menjalani setiap proses dengan tekun.</p>
<p>Turut berlari dan menyemangati peserta di garis finis, <b>Dr. Stephen Lester Metcalfe</b>, Executive Director of UPH Sport, Head Coach Tim Basket Putra Eagles UPH, sekaligus Sports Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), menilai kegiatan ini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan makna Imago Dei.</p>
<p>“Kita diciptakan menurut gambar Allah dan Tuhan memberikan kita tubuh ini. Karena itu, ketika kita menggunakan tubuh kita untuk bergerak dan beraktivitas secara fisik, kita tidak hanya merayakan rancangan tersebut, tetapi juga merayakan Sang Pencipta,” ujar pria yang akrab disapa <i>Coach</i> Met tersebut.</p>
<p>Menurut <i>Coach</i> Met, masa perkuliahan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara utuh, tidak hanya dalam kemampuan akademik dan kesehatan fisik, tetapi juga dalam mengenal diri dan memahami tujuan yang Tuhan rancangkan dalam kehidupan mereka.</p>
<p>“Pesan saya kepada mahasiswa baru adalah jalani setiap hari dengan sungguh-sungguh dan maksimal. Bangunlah di pagi hari dengan rasa syukur, naikkan ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan, kemudian mulailah harimu dan jalani hari itu sebaik-baiknya,” pesannya.</p>
<p>Semangat <i>Finish What You Start</i> pun tercermin dari para mahasiswa baru yang menuntaskan rute dengan ritme masing-masing. <b>Limson Axel Wijaya</b>, Mahasiswa baru Program Studi (Prodi) International Teachers College (ITC), menjadi finisher pertama dengan catatan waktu 29 menit. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pengingat untuk menjaga kesehatan sekaligus menjalani masa studi dengan tujuan yang lebih bermakna.</p>
<p>“<i>Founder’s 5K Run</i> menjadi pengingat bagi saya untuk selalu menjaga kesehatan. Ke depan, saya juga berharap bisa menyelesaikan studi hingga lulus. Namun, yang paling penting adalah bisa menemukan jati diri dan melihat rupa Allah dalam diri saya,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, <b>Alice Luo</b>, mahasiswi baru asal Tiongkok dari Prodi ITC UPH, menjadi <i>finisher</i> pertama kategori perempuan dengan catatan waktu 34 menit. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai momentum untuk membangun keseimbangan antara akademik, kesehatan, dan relasi sejak awal kehidupan perkuliahan.</p>
<p>“Saya ingin menjaga keseimbangan dalam kehidupan sebagai mahasiswa, bukan hanya fokus pada akademik, tetapi juga berolahraga dan membangun relasi dengan teman-teman. Namun yang paling penting, saya ingin menggunakan setiap hal yang saya lakukan untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan,” kata Alice.</p>
<p><b>AI dan Masa Depan</b></p>
<p>Usai Founder’s 5K Run, mahasiswa baru mengikuti sesi <i>‘AI Will Change Everything. Will It Change You?’</i> bersama <b>Dr. Niel Nielson</b>, Senior Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH). Ia mengajak mahasiswa memahami teknologi kecerdasan buatan atau <i>artificial intelligence </i>(AI) sebagai alat yang akan mengubah berbagai profesi, mulai dari medis, hukum, teknik, hingga bisnis. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai daya kritis, bijaksana, bertanggung jawab, dan kemampuan menjaga relasi antarmanusia.</p>
<p>“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain. AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” tuturnya.</p>
<p><b><i>Called &amp; Life That Matters</i>: Menemukan Panggilan melalui Perjalanan di UPH</b></p>
<p>Pesan tentang panggilan hidup kemudian diperdalam melalui sesi <i>‘Called &amp; Life That Matters’ </i>yang disampaikan oleh <b>Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., </b>Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH. Ia mengajak mahasiswa mengenali dan mengembangkan talenta serta panggilan Tuhan melalui proses belajar, tantangan, komunitas, dan berbagai kesempatan untuk memimpin.</p>
<p>Dr. Andry juga menekankan lima prinsip yang dapat menjadi panduan mahasiswa selama menjalani perjalanan di UPH, di antaranya memahami bahwa panggilan hidup lebih besar dari sekadar karier, melihat tantangan sebagai bagian dari proses bertumbuh, memimpin dengan melayani, menggunakan talenta untuk membawa dampak bagi sesama, serta memanfaatkan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia dan memuliakan Tuhan.</p>
<p>Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui pengalaman lima mahasiswa senior UPH yang membagikan kisah tentang pilihan, kegagalan, komunitas, organisasi, hingga pencapaian sebagai bagian dari proses menemukan panggilan. Menutup sesi, Dr. Andry mengajak mahasiswa berani keluar dari zona nyaman dan tidak menjadikan prestasi sebagai ukuran nilai diri.</p>
<p>“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah<i> Shalom Community</i>. Namun, di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” katanya.</p>
<p><b><i>Imago Dei Celebration:</i> Merayakan Awal Perjalanan Baru</b></p>
<p>Rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui <i>Imago Dei Celebration Concert and Fireworks.</i> Perayaan ini menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan sekaligus merayakan perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga hari. Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan vokal dan musik dari UPH Choir dan Fakultas Musik (FM), sebagai ekspresi kreativitas mahasiswa dalam menutup rangkaian UPH Festival 2026.</p>
<p>Lebih dari sekadar selebrasi penutup, <i>Imago Dei Celebration Concert and Fireworks</i> menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan mereka di UPH baru saja dimulai. Melalui rangkaian musik, ayat alkitab, hingga fireworks, mahasiswa diajak untuk membawa identitas dan panggilan mereka sebagai Imago Dei ke dalam kehidupan perkuliahan dan berbagai tantangan yang akan dihadapi.</p>
<p><b>Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc.,</b> Rektor UPH, dalam sambutannya di perayaan penutupan UPH Festival 2026 mengatakan, “Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi. Selamat datang, warga UPH yang baru. Dengan penuh sukacita, kami mendoakan agar kalian senantiasa diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan kalian.”</p>
<p>Berakhirnya UPH Festival 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Setelah tiga hari mengenal identitas, memahami dunia, dan merefleksikan panggilan, mahasiswa baru kini memasuki kehidupan nyata dunia kampus untuk mengembangkan talenta, menjalani proses pembelajaran, dan menggunakan apa yang dimiliki bagi kebaikan bersama. Perjalanan ini akan berlanjut di ruang-ruang kelas, organisasi mahasiswa, komunitas, kompetisi, berbagai pengalaman kepemimpinan, hingga kehidupan setelah lulus.</p>
<p>Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH terus berkomitmen untuk mempersiapkan setiap mahasiswa agar bertumbuh menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak.</p>
<p><strong>Tentang Universitas Pelita Harapan</strong>
Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/21/Hari-Ketiga-UPH-Festival-2026-Called-Why-Am-I-Here-3-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hari Ketiga UPH Festival 2026 “Called Why Am I Here” (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/21/Hari-Ketiga-UPH-Festival-2026-Called-Why-Am-I-Here-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hari Ketiga UPH Festival 2026 “Called Why Am I Here” (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98943/uph-festival-2026-bekali-hampir-7-000-mahasiswa-baru-untuk-menemukan-jati-diri-dan-panggilan-sebagai-pemimpin-berdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 07:00:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Universitas Pelita Harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98943/uph-festival-2026-bekali-hampir-7-000-mahasiswa-baru-untuk-menemukan-jati-diri-dan-panggilan-sebagai-pemimpin-berdampak</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, serta 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, serta 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan.</p>
<p>Mengusung tema “Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform,” UPH Festival menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami identitas, tujuan, dan panggilan hidup sebelum memasuki perjalanan perkuliahan. Melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari, mahasiswa diajak melihat pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan atau gelar, tetapi sebagai perjalanan untuk bertumbuh secara utuh dan mempersiapkan diri membawa dampak bagi sesama.</p>
<p>Sebagai universitas yang berlandaskan Wawasan Dunia Kristen Reformed, UPH menjadikan True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character sebagai fondasi pendidikan holistis. Ketiga nilai tersebut menjadi dasar dalam membentuk mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapan menjalani panggilan hidup.</p>
<h3>Menegaskan Martabat dan Panggilan Hidup</h3>
<p>Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee Chair UPH, menekankan pentingnya perguruan tinggi menjadi lingkungan yang menghargai martabat mahasiswa sekaligus memperlengkapi mereka untuk bertumbuh dan menemukan tujuan hidup.</p>
<p>“Di UPH, kami percaya bahwa generasi muda hadir bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun. Bukan untuk dibungkam, melainkan untuk diperlengkapi. Bukan untuk didikte tentang apa yang harus dipikirkan, melainkan untuk belajar bagaimana cara berpikir,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis, mengembangkan talenta, bertumbuh dalam karakter, serta menemukan tujuan hidup. Semangat tersebut menjadi bagian dari UPH Festival yang dirancang sebagai ruang untuk merayakan iman, pembelajaran, komunitas, dan keunikan setiap mahasiswa.</p>
<p>“Ketika UPH Festival ini usai, saya berharap mahasiswa melangkah keluar dengan pemahaman diri yang lebih mendalam, kejelasan akan tujuan hidup, serta komitmen menggunakan hidup mereka untuk berdampak bagi sesama dan memuliakan Tuhan,” tambah Dr. James.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., President of UPH, mengajak mahasiswa memahami bahwa keberadaan mereka di UPH bukanlah sebuah kebetulan. Melalui tema Imago Dei, mahasiswa diajak menyadari bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki nilai, martabat, dan tujuan.</p>
<p>“UPH percaya bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah tentang menjadi diri kita sebagaimana kita diciptakan, serta menggunakan apa yang telah kita pelajari untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan mentransformasi masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di UPH tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gelar, tetapi juga bertumbuh sebagai pribadi yang utuh dan menemukan panggilan hidup.</p>
<p>“Kami berkomitmen untuk membina perkembangan diri secara utuh, baik secara intelektual, spiritual, emosional, maupun sosial. Setiap mahasiswa akan diperlengkapi bukan hanya untuk sebuah karier, melainkan untuk sebuah panggilan. Di UPH, iman dan pembelajaran menyatu, keunggulan dikejar dengan kerendahan hati, dan pengetahuan digunakan untuk melayani sesama. Inilah yang membuat UPH menjadi rumah bagi setiap mahasiswa,” pungkasnya.</p>
<h3>Lima Pertanyaan untuk Memaknai Perjalanan</h3>
<p>Pesan mengenai identitas, tujuan, dan panggilan tersebut diterjemahkan ke dalam lima pertanyaan yang menjadi benang merah UPH Festival 2026: “Who am I?” atau Siapa saya?; “What is wrong with the world?” atau Apa yang salah dengan dunia?; “What is the answer?” atau Apa jawabannya?; “Why am I here?” atau Mengapa saya ada di sini?; serta “What will I do with my life?” atau Apa yang akan saya lakukan dengan hidup saya?</p>
<p>Hari pertama berfokus pada pertanyaan “Who Am I?”. Mahasiswa diajak memahami identitas manusia sebagai ciptaan Allah yang memiliki martabat dan tujuan. Perjalanan tersebut kemudian diperkuat melalui Imago Dei Night, drama musikal persembahan Fakultas Musik UPH yang menggambarkan kisah mengenai identitas dan martabat manusia.</p>
<p>Hari kedua mengangkat pertanyaan “What Is Wrong with the World?”. Melalui ibadah, diskusi, dan talkshow lintas disiplin, mahasiswa diajak melihat berbagai persoalan dunia melalui perspektif iman Kristen. Pembahasan mencakup kesehatan, teknologi dan kecerdasan buatan (AI), sains, hukum, bisnis, hingga pentingnya komunitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.</p>
<p>Memasuki hari ketiga, mahasiswa diajak menjawab pertanyaan “Why Am I Here?” melalui refleksi mengenai tujuan, perjalanan, dan panggilan hidup. Hari tersebut diawali dengan Founder’s 5K Run sebagai simbol dimulainya perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.</p>
<p>Mengusung tagline “Finish What You Start”, Founder’s 5K Run menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk menjalani dan menyelesaikan perjalanan pendidikan yang telah mereka mulai dengan komitmen dan ketekunan. Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, kegiatan ini menjadi simbol bahwa perjalanan di UPH membutuhkan keberanian untuk memulai sekaligus ketekunan untuk menyelesaikannya.</p>
<p>Rangkaian hari ketiga kemudian dilanjutkan dengan Parents Gathering yang menjadi ruang bagi orang tua untuk memahami lebih jauh visi dan nilai pendidikan UPH sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga dan universitas. Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. James Riady dan Aileen H. Riady selaku Chairwoman Pelita Harapan Group.</p>
<p>Pada hari yang sama, UPH juga menggelar Alumni Homecoming yang mengundang para alumni untuk kembali terhubung dengan almamater, mempererat relasi, dan merayakan perjalanan bersama sebagai bagian dari keluarga besar UPH.</p>
<p>Seluruh rangkaian UPH Festival 2026 ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Perayaan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, menemukan panggilan, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan yang bermakna serta berdampak.</p>
<h3>Menjadi Langkah Awal Pendidikan Holistis</h3>
<p>UPH Festival menjadi langkah awal mahasiswa memasuki ekosistem pendidikan holistis UPH. Sebagai universitas terakreditasi Unggul yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, UPH mendampingi mahasiswa untuk bertumbuh secara utuh, baik dalam kompetensi, karakter, kepemimpinan, maupun kesiapan menghadapi dunia profesional.</p>
<p>Keunggulan tersebut didukung oleh 78 program studi dalam berbagai disiplin ilmu dan pengalaman lebih dari 60.000 alumni yang kini berkarya di berbagai sektor, baik di Indonesia maupun tingkat global. Proses pembelajaran didukung tenaga pengajar yang kompeten serta pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran, industri, dan riset agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia profesional.</p>
<p>Pengalaman mahasiswa juga diperkuat melalui jejaring lebih dari 600 mitra strategis dari institusi pendidikan tinggi dan industri di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, memperoleh pengalaman praktis, dan membangun jejaring profesional sejak masa perkuliahan.</p>
<p>Pada 2026, melalui Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings, UPH juga berhasil masuk dalam Top 3 universitas swasta di Indonesia, Top 40 di ASEAN, serta peringkat 401–600 dunia.</p>
<p>Namun, pendidikan holistis UPH tidak berhenti pada pencapaian akademik dan kesiapan karier. Pengembangan mahasiswa juga mencakup pembentukan karakter, kepemimpinan, kehidupan spiritual, kesehatan dan kesejahteraan, serta kepedulian terhadap masyarakat.</p>
<p>Salah satunya melalui Program Mentoring yang membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus, membangun relasi, dan bertumbuh bersama pendamping dari mahasiswa senior selama minimal satu tahun.</p>
<p>Perjalanan tersebut dilanjutkan melalui Leadership Journey yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus membentuk mahasiswa menjadi transformational servant leaders. Pembinaan berlangsung secara bertahap melalui Keystone, Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), hingga Advanced Leadership Training (ALT).</p>
<p>Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa dibantu mengenali potensi dan tujuan hidup, mengembangkan karakter dan kapasitas kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, melayani, dan membawa perubahan.</p>
<p>Komitmen pendidikan holistis juga diwujudkan melalui Service Learning Community (SLC). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dalam menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>Di luar ruang kelas, mahasiswa dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi melalui berbagai Organisasi Kemahasiswaan (OK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Unit Layanan Mahasiswa (ULM). Pertumbuhan mahasiswa juga didukung melalui ekosistem health and wellness yang mencakup fasilitas olahraga, gym, klinik, layanan HOPE Counselling, serta komunitas olahraga. Setelah menyelesaikan studi, perjalanan mahasiswa tetap berlanjut melalui berbagai program Alumni Engagement, seperti networking, career expo, gathering, dan sesi berbagi pengalaman.</p>
<p>Dengan semangat Imago Dei, UPH Festival 2026 menjadi titik awal bagi hampir 7.000 mahasiswa baru untuk memulai perjalanan mereka di UPH dengan mengenali siapa diri mereka, memahami dunia di sekitar mereka, menemukan tujuan dan panggilan hidup, serta mempersiapkan diri untuk menggunakan pengetahuan, talenta, dan kehidupan mereka bagi kemuliaan Tuhan dan transformasi masyarakat.</p>
<h3>Tentang Universitas Pelita Harapan</h3>
<p>Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan pada tahun 1994 di Tangerang, Indonesia, adalah universitas Kristen swasta yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Universitas ini dirancang oleh para pendirinya, yang dipimpin oleh Dr. James T. Riady, untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang berakar pada nilai-nilai Kristen, dengan tujuan membentuk lulusan yang berkarakter kuat dan berdaya saing global. Selama bertahun-tahun, UPH telah memperluas program akademiknya mencakup berbagai disiplin ilmu, mendorong inovasi dan kepemimpinan melalui fasilitas modern serta kemitraan internasional. Saat ini, UPH diakui sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, berkomitmen pada pendidikan holistik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/21/UPH-Festival-2026-Bekali-Hampir-7.000-Mahasiswa-Baru-untuk-Menemukan-Jati-Diri-dan-Panggilan-sebagai-Pemimpin-Berdampak-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7 000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/21/UPH-Festival-2026-Bekali-Hampir-7.000-Mahasiswa-Baru-untuk-Menemukan-Jati-Diri-dan-Panggilan-sebagai-Pemimpin-Berdampak-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7 000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
