<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Teh Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/teh-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 14:12:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Teh Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Teh Rancabali PTPN I, Subholding PTPN III (Persero) Jadi Sorotan Media AS</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99690/teh-rancabali-ptpn-i-subholding-ptpn-iii-persero-jadi-sorotan-media-as</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 14:12:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kebun Rancabali]]></category>
		<category><![CDATA[Lost In Space Media]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN I Regional 2]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[The Tea Trail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99690/teh-rancabali-ptpn-i-subholding-ptpn-iii-persero-jadi-sorotan-media-as</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN Group, menjadi perhatian media asal Amerika Serikat melalui proyek dokumenter bertajuk The Tea Trail. Lost In Space Media melakukan peliputan khusus di Kebun Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk mengangkat perjalanan teh Indonesia dari perkebunan hingga menjadi sajian yang dikenal dunia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN Group, menjadi perhatian media asal Amerika Serikat melalui proyek dokumenter bertajuk The Tea Trail. Lost In Space Media melakukan peliputan khusus di Kebun Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk mengangkat perjalanan teh Indonesia dari perkebunan hingga menjadi sajian yang dikenal dunia.</p>
<p>Peliputan yang berlangsung pada Selasa (28/7) tersebut dilakukan langsung oleh pendiri Lost In Space Media, Connor Space, bersama timnya. Mereka merekam berbagai aktivitas, mulai dari proses pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga kisah para pekerja yang menjaga tradisi pengelolaan teh secara turun-temurun.</p>
<p>Connor Space mengatakan, Kebun Rancabali dipilih karena memiliki kombinasi nilai yang kuat, mulai dari lanskap alam yang indah, kualitas teh yang dihasilkan, hingga sejarah panjang perjalanan komoditas teh di Indonesia.</p>
<p>“Rancabali memiliki cerita yang sangat istimewa. Tempat ini bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, tetapi juga menghasilkan teh dengan kualitas yang baik dan memiliki hubungan erat dengan sejarah masuk serta berkembangnya teh di Indonesia. Kami ingin membawa cerita ini kepada masyarakat dunia bahwa di balik secangkir teh terdapat perjalanan panjang manusia, alam, dan budaya,” ujar Connor Space.</p>
<p>Menurutnya, The Tea Trail merupakan perjalanan untuk memahami bagaimana teh menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dokumenter tersebut ingin menggambarkan bahwa sebuah produk yang terlihat sederhana memiliki nilai sejarah, keterampilan, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.</p>
<p>“Kami melihat teh bukan hanya sebagai minuman, tetapi sebagai bagian dari peradaban. Dari lapangan pemetikan hingga proses pengolahan, ada cerita tentang dedikasi manusia, hubungan dengan lingkungan, dan tradisi yang mampu bertahan melewati perubahan zaman,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kunjungannya, tim Lost In Space Media juga mengeksplorasi kawasan wisata yang berada di lingkungan PTPN I Regional 2. Keindahan alam perkebunan Rancabali menjadi salah satu daya tarik yang memperlihatkan bahwa kawasan perkebunan memiliki fungsi lebih luas, tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi, konservasi, dan wisata berbasis alam.</p>
<p>Connor Space menjelaskan, Lost In Space Media hadir untuk menggali kembali nilai-nilai dari tempat dan praktik yang telah bertahan selama berabad-abad. Di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisasi, pihaknya melihat masih banyak pelajaran berharga dari kearifan manusia dan tradisi yang terus dijaga.</p>
<p>“Kami percaya bahwa masa depan tidak harus meninggalkan masa lalu. Justru dari warisan dan praktik yang telah bertahan lama, kita dapat menemukan inspirasi mengenai keberlanjutan, ketangguhan, dan keseimbangan hidup,” tambahnya.</p>
<p>Lost In Space Media merupakan kolektif para petualang dan penutur cerita yang mengangkat berbagai kisah dunia melalui film, fotografi, tulisan, dan percakapan. Karya-karya mereka berfokus pada pertemuan antara tradisi dan teknologi, keahlian manusia dan inovasi, serta warisan budaya dengan masa depan.</p>
<p>Bagi PTPN I, peliputan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi perkebunan Indonesia kepada dunia. Kebun Rancabali tidak hanya menjadi penghasil teh berkualitas, tetapi juga merepresentasikan sejarah panjang perkebunan nasional yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.</p>
<p>Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN Group, PTPN I terus mendorong transformasi perkebunan melalui peningkatan produktivitas, penguatan keberlanjutan, serta pengembangan potensi kawasan agroindustri dan agrowisata. Melalui pendekatan tersebut, perkebunan Indonesia diharapkan mampu terus menghadirkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi komoditas nasional di tingkat global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/03/Teh-Rancabali-PTPN-I-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Teh Rancabali PTPN I]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/03/Teh-Rancabali-PTPN-I-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Teh Rancabali PTPN I]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Holding Perkebunan Nusantara Perluas Jejak Teh Indonesia, Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-95715/holding-perkebunan-nusantara-perluas-jejak-teh-indonesia-produk-ptpn-i-masuk-gerai-legendaris-twinings-london</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 00:57:05 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ekspor Teh]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN I]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Teh Premium Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Twinings London]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-95715/holding-perkebunan-nusantara-perluas-jejak-teh-indonesia-produk-ptpn-i-masuk-gerai-legendaris-twinings-london</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam memperkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global kembali menunjukkan hasil positif.</p>
<p>Salah satu produk teh premium yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) kini dipasarkan di gerai teh legendaris Twinings di London, Inggris.</p>
<p>Twinings yang berdiri sejak tahun 1706 dikenal sebagai salah satu ikon industri teh dunia dengan proses kurasi yang ketat terhadap produk-produk yang dipasarkan.</p>
<p>Kehadiran teh produksi PTPN I di salah satu etalase gerai tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk teh Indonesia yang mampu bersaing dengan berbagai teh premium dari negara-negara produsen utama dunia.</p>
<p>Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengatakan perusahaan terus memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat posisi teh Indonesia pada segmen premium dunia.</p>
<p>Menurutnya, kepercayaan Twinings serta berbagai jaringan hospitality kelas dunia yang menggunakan teh produksi PTPN I menjadi indikator kuat atas reputasi dan konsistensi kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.</p>
<p>&#8220;Mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi PTPN I optimistis bersaing dengan produsen negara lain. Negara Kenya, India, dan Sri Lanka yang selama ini memiliki reputasi tinggi, perlahan akan digeser oleh teh produk Indonesia yang ditopang oleh PTPN I,&#8221; kata Aris.</p>
<p>Ia menjelaskan, performa operasional komoditas teh PTPN I saat ini berada pada kondisi yang solid. Kinerja tersebut didukung oleh luas areal tanaman menghasilkan serta peningkatan produktivitas yang terus menunjukkan tren positif.</p>
<p>&#8220;Saat ini, total areal tanaman menghasilkan teh yang dikelola oleh PTPN I mencapai 12,7 ribu hektare. Dari luasan tersebut, hingga Mei 2026, kami telah berhasil membukukan total produksi sebesar 11,6 juta kilogram, dengan tingkat produktivitas mencapai 912 kilogram per hektare,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Secara historis, produksi teh kering PTPN I juga menunjukkan tren yang terus menguat. Pada 2022, produksi mencapai 29,05 juta kilogram dengan produktivitas sebesar 1.685 kilogram per hektare.</p>
<p>Produksi sempat berada pada level 25,97 juta kilogram pada 2023 dengan produktivitas 1.499 kilogram per hektare, sebelum kembali meningkat pada 2024 menjadi 28,44 juta kilogram dengan produktivitas 1.651 kilogram per hektare.</p>
<p>Peningkatan tersebut berlanjut pada 2025 dengan capaian produksi teh kering sebesar 29,28 juta kilogram dan produktivitas yang menembus 2.004 kilogram per hektare.</p>
<p>Sejalan dengan itu, volume ekspor perusahaan sepanjang tahun lalu juga mencapai 8,9 juta kilogram.
Perluas Pasar Ekspor</strong>
Aris menjelaskan, produk teh PTPN I saat ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Malaysia masih menjadi pasar ekspor terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, hingga pasar Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.</p>
<p>&#8220;Keunggulan utama produk PTPN I terletak pada aspek mutu yang mampu bersaing ketat dengan teh asal Kenya, India, maupun Sri Lanka. Bahkan, komitmen kualitas ini dibuktikan dengan masuknya produk teh pilihan kebun PTPN I ke dalam gerai teh legendaris dunia, Twinings, yang berbasis di London, Inggris,&#8221; tambah Aris.
Perkuat Hilirisasi dan Pasar Domestik</strong>
Selain mempertahankan pasar ekspor untuk produk teh curah (bulk tea), PTPN I juga terus memperkuat strategi hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah produk di pasar domestik.</p>
<p>Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan berbagai produk ritel, seperti Teh Celup Walini, Goalpara, dan Gunung Mas, serta inovasi produk Ready to Drink (RTD) yang menyasar konsumen muda.</p>
<p>Perusahaan juga memperkuat kampanye digital melalui berbagai platform media sosial untuk memperkenalkan manfaat kesehatan teh sekaligus membangun citra teh sebagai bagian dari gaya hidup modern.</p>
<p>Tidak hanya melalui media digital, PTPN I juga memperluas penetrasi produk premium ke berbagai kafe modern sebagai bagian dari strategi mendekatkan teh Indonesia kepada generasi muda.</p>
<p>Melihat prospek pasar teh premium yang terus berkembang, PTPN I telah menyiapkan strategi ekspansi berikutnya untuk memperkuat posisi di pasar internasional.</p>
<p>&#8220;Ke depan, fokus kami adalah mengembangkan varian produk premium baru yang dikonsepkan secara khusus untuk dipajang di store kota London. Langkah ini akan kami jalankan melalui kolaborasi taktis dengan berbagai brand teh terkemuka dunia,&#8221; pungkas Aris Handoyo.</p>
<p>Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir melalui peningkatan produktivitas, pengembangan produk bernilai tambah, serta perluasan pasar ekspor.</p>
<p>Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi teh Indonesia sebagai komoditas perkebunan unggulan yang mampu bersaing di pasar premium dunia sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan keberlanjutan industri perkebunan nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/Produk-PTPN-I-Masuk-Gerai-Legendaris-Twinings-London-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/Produk-PTPN-I-Masuk-Gerai-Legendaris-Twinings-London-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Produk PTPN I Masuk Gerai Legendaris Twinings London]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
