<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Sekali Seumur Hidup Dokumenter &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/sekali-seumur-hidup-dokumenter/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Apr 2025 06:08:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Sekali Seumur Hidup Dokumenter &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>“Cara Membuat Uang Bekerja Untuk Kita” : Kisah Pipo Hargiyanto Kaya dari Passive Income Properti</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-74039/cara-membuat-uang-bekerja-untuk-kita-kisah-pipo-hargiyanto-kaya-dari-passive-income-properti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 06:08:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-74039/cara-membuat-uang-bekerja-untuk-kita-kisah-pipo-hargiyanto-kaya-dari-passive-income-properti</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; “Masih ragu bisnis properti karena taunya butuh modal besar? Orang-orang nggak kenal strategi KOMODO, sih,” Pipo Hargiyanto, seorang investor properti dengan total aset mencapai 55 properti, berkelakar membuka wawancara dengan Sekali Seumur Hidup.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; “Masih ragu bisnis properti karena taunya butuh modal besar? Orang-orang nggak kenal strategi KOMODO, sih,” Pipo Hargiyanto, seorang investor properti dengan total aset mencapai 55 properti, berkelakar membuka wawancara dengan Sekali Seumur Hidup.</p>
<p>Di balik kelakarnya, strategi jitu KOMODO untuk bisnis properti tanpa modal memang telah dipraktikannya selama 17 tahun. Hasil dari bisnis properti itu kini mampu mendatangkan arus uang yang tak henti, tanpa perlu bekerja keras atau turun langsung ke lapangan. Bagaimana kisahnya?</p>
<h2>Dari Kredit Analis ke Investor Properti</h2>
<p>Perjalanan Pipo dimulai dari dunia kerja sebagai kredit analis di Jakarta. Saat itu, ia banyak melihat bagaimana aset seperti mobil sewaan bisa membiayai angsurannya sendiri. Ide ini melekat dalam pikirannya.</p>
<p>Setelah membaca buku Rich Dad Poor Dad, ia makin yakin bahwa aset seharusnya bisa menghasilkan income lebih besar dari cicilannya. Konsep sederhana, tapi butuh waktu bertahun-tahun hingga benar-benar bisa dipraktikkan.</p>
<h2>2005–2008: Mencari Properti yang “Nyicil Dirinya Sendiri”</h2>
<p>Pipo sempat keliru. Awalnya ia mencari rumah sewaan, tapi tak ada satupun yang penghasilannya melebihi angsuran. Sampai akhirnya, ia menemukan model properti yang mampu mengangsur dirinya sendiri ketika sang istri mencari kos-kosan di daerah Karet. Saat itu, ia menyadari di konteks Indonesia mungkin bukan rumah sewa, tetapi kos/kontrakan.</p>
<p>Dari situlah pencerahan datang. Ia menemukan properti 20 pintu kontrakan di Karawaci seharga Rp550 juta dengan cicilan Rp7 juta/bulan, sementara potensi income dari sewa mencapai Rp11 juta/bulan.</p>
<p>Masalahnya berikutnya tiba: ia tak punya uang untuk DP. Dari sana Pipo akhirnya mencari cara untuk kredit dan pinjaman bank untuk DP-nya.</p>
<p>Dengan memilih properti dengan bisnis di atasnya juga pengelolaan dana yang baik, Pipo yakin pada akhirnya properti tersebut bisa melunasi dirinya sendiri.</p>
<h2>Bangkrut &amp; Titik Balik</h2>
<p>Pada tahun 2008, Pipo mengalami kebangkrutan karena bisnisnya gagal dibayar Rp200 juta oleh klien. Akan tetapi, justru dari keterpurukan itu, ia menemukan properti yang benar-benar cocok : 3 ruko di Daan Mogot, yang jika disulap jadi kos 28 kamar bisa menghasilkan Rp18 juta/bulan, sementara angsurannya hanya Rp15 juta.</p>
<p>Itulah properti pertamanya yang resmi ia beli tanpa modal pribadi, dan langsung menghasilkan income &gt; angsuran.</p>
<h2>Dari Properti ke Bisnis, dari Bisnis ke Komunitas</h2>
<p>Tak berhenti di properti, Pipo mulai merambah dunia franchise: minimarket, warteg, toko roti, hingga franchise ban motor.</p>
<p>Namun, ia menyadari satu hal penting:</p>
<p>“Saya bukan jago bisnis. Tapi saya jago membangun properti, mengelola keuangan, dan menghubungkan orang-orang.”</p>
<p>Alih-alih mengelola sendiri, ia membiarkan orang lain menjalankan bisnis di atas propertinya, sementara ia mengatur sisi properti dan pembiayaannya.</p>
<h2>3 Pilar Strategi KOMODO</h2>
<p>Kuasai PropertiFokus pada lokasi, potensi sewa, dan hitungan ROI jangka panjang.</p>
<p>Bangun Bisnis di AtasnyaTak harus bisnis sendiri — bisa kolaborasi, joint venture, atau franchise.</p>
<p>Kendalikan KeuanganCari modal itu mudah. Yang sulit adalah membayar angsurannya secara konsisten. Maka pastikan income &gt; angsuran.</p>
<h2>Komunitas PIPO: Dari Indonesia ke Dunia</h2>
<p>Sejak 2016, Pipo membentuk komunitas edukasi properti bernama PIPO. Saat ini, anggotanya tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga AS, Belanda, hingga Kuwait.</p>
<p>Yang membanggakan: banyak member kini memiliki minimarket dan properti lebih banyak dari yang ia miliki sendiri. “Saya paling senang dengar cerita member yang dulu susah, sekarang punya bisnis dan properti yang menghasilkan. Itu kepuasan tersendiri,” ungkapnya.</p>
<h2>Passive Income adalah Keniscayaan</h2>
<p>Pipo percaya, setiap orang harus bangun passive income — entah lewat properti, bisnis, atau kombinasi keduanya. Karena satu saat nanti, waktu akan menjadi batas alami manusia.</p>
<p>“Kerja boleh ogah, ngangsurnya ogah, DP-nya ogah&#8230; tapi income-nya ngalir. Itulah nikmat passive income,” pungkasnya.</p>
<p>Dan ia sedang mempersiapkan langkah lebih besar: platform crowdfunding properti agar masyarakat bisa ikut berinvestasi kecil-kecilan dan punya aset nyata.</p>
<h3>Tentang Sekali Seumur Hidup Dokumenter</h3>
<p>Sekali Seumur Hidup Dokumenter</p>
<p>🎥 Perjalanan Hebat #JadiInspirasi</p>
<p>🎬 Dokumenter untuk Branding &amp; Marketing</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/28/Kisah-Pipo-Hargiyanto.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="800"
				height="450">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kisah Pipo Hargiyanto]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/28/Kisah-Pipo-Hargiyanto-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kisah Pipo Hargiyanto]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membongkar Cara Orang Jadi Kaya : Kevin Ubah Haluan Dari Teknik Jadi Investor</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73686/membongkar-cara-orang-jadi-kaya-kevin-ubah-haluan-dari-teknik-jadi-investor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 12:34:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73686/membongkar-cara-orang-jadi-kaya-kevin-ubah-haluan-dari-teknik-jadi-investor</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kevin Jonathan Pandjaitan tidak memulai hidupnya dengan peta yang jelas. Ia bukan lulusan keuangan, tidak punya mentor investasi sejak dini, dan sama seperti banyak orang, ia pun pernah bertanya: &#8220;Sebenarnya, dari mana sih orang bisa jadi kaya?&#8221;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kevin Jonathan Pandjaitan tidak memulai hidupnya dengan peta yang jelas. Ia bukan lulusan keuangan, tidak punya mentor investasi sejak dini, dan sama seperti banyak orang, ia pun pernah bertanya: &#8220;Sebenarnya, dari mana sih orang bisa jadi kaya?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan sederhana ini membawanya pada pencarian panjang. Ia menyadari ada dua jalan utama: bisnis dan investasi. Dan dari sana, nama Warren Buffett mulai bergaung di kepalanya. Bukan semata karena hartanya, tapi karena cara berpikirnya.</p>
<h2><strong>Awal Karier</strong></h2>
<p>Lahir di Medan dan kini menetap di Jakarta, Kevin menjalani studi teknik sipil, kemudian melanjutkan ke jenjang magister bisnis. Karena latar belakang ini, arah karier pertama Kevin jauh dari dunia investasi.</p>
<p>Karier ini jauh dari ideal. Ia menjalani pekerjaan dengan jam kerja brutal. Ia pernah bekerja hingga subuh, hanya untuk kembali rapat tiga jam kemudian. Hidupnya seolah tidak punya ruang untuk dirinya sendiri.</p>
<p>Namun dari kelelahan itulah, ia menyadari bahwa kerja kerasnya seumur hidup tak akan membuat asetnya meningkat signifikan. Ia mulai berkenalan dengan dunia investasi.</p>
<p>Itulah awal perkenalannya dengan saham.</p>
<h2><strong>Jatuh Bangun Belajar Saham</strong></h2>
<p>Strategi</p>
<p>Strategi &#8220;The Buffet Way&#8221; di Kelas Jago Saham</p>
<p>Awalnya, dunia saham terasa begitu asing bagi Kevin. Deretan angka, grafik naik-turun, dan istilah teknikal seperti candlestick atau moving average membuatnya kewalahan. Sama seperti banyak investor pemula, ia sempat mengira ini seperti spekulasi yang tidak jelas dan penuh risiko.</p>
<p>Tapi rasa penasaran mengalahkan ketakutan. Ia mulai belajar pelan-pelan: dari buku, video edukasi, hingga diskusi di komunitas. Di sanalah ia menemukan satu perspektif yang mengubah segalanya; bahwa saham adalah representasi kepemilikan bisnis.</p>
<p>Pandangan itu membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan. Alih-alih fokus pada harga naik-turun, ia mulai tertarik menganalisis perusahaan di balik saham. Ia membaca laporan keuangan, memahami model bisnis, dan mencoba memetakan potensi jangka panjang. Setiap riset menjadi latihan berpikir strategis.</p>
<p>Lalu datanglah ujian besar. Pandemi COVID-19 mengguncang market, dan portofolio Kevin jatuh bebas. Puluhan juta rupiah hilang, dan rasa frustasi pun menghampiri. Tapi ia memilih tidak mundur. Ia meneliti kejatuhannya, memperdalam metode value investing, dan yang paling penting, melatih emosi agar tidak panik di tengah badai.</p>
<p>“Saya percaya dalam hidup, kita harus ambil langkah kecil. Bukan selalu langkah besar,” ucap Kevin. Keberanian dan konsistensi menjadi kunci Kevin untuk menjalani hidupnya.</p>
<h2><strong>Berbagi Melalui Kelas Jago Saham</strong></h2>
<p>Lambat laun, Kevin mulai melihat pola. Ia makin cermat membaca pasar, bukan sekadar mengikuti tren atau euforia sesaat. Ia belajar dari pendekatan Warren Buffett, sang maestro investasi yang dikenal karena prinsip value investing, yakni sebuah metode yang berfokus pada membeli saham perusahaan bagus saat harganya di bawah nilai wajar.</p>
<p>Bagi Kevin, ini bukan sekadar strategi. Ini filosofi.</p>
<p>Alih-alih mencari cuan cepat, Buffett mengajarkan pentingnya memahami bisnis di balik saham, memilih perusahaan yang punya fundamental kuat, dan bersabar untuk hasil jangka panjang.</p>
<p>Kevin pun mulai menerapkan prinsip serupa: menganalisis laporan keuangan, membaca arah pertumbuhan bisnis, hingga menghitung margin of safety sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>Dan satu lagi: ia mulai berbagi. Apa yang awalnya hanya jadi kebiasaan pribadi, kini berubah jadi misi. Membantu orang lain memahami dunia investasi dengan cara yang lebih logis, sabar, dan terarah, tanpa perlu ikut-ikutan atau berjudi di market.</p>
<p>Sejak kuliah, Kevin memang senang mengajar. Jadi ketika kemampuannya di dunia saham mulai terbentuk, ia merasa terpanggil untuk membantu orang lain memulai dengan cara yang benar. Dari situlah lahir Fundamental Hack x Jago Saham; sebuah komunitas edukasi investasi yang ia bangun bersama tim.</p>
<p>Bukan sekadar tempat belajar teori, Fundamental Hack adalah ekosistem. Di sana ada:</p>
<p>✅ Workshop intensif dalam satu hari</p>
<p>✅ Market update tiap bulan</p>
<p>✅ Rekomendasi saham tiap kuartal</p>
<p>✅ Webinar interaktif</p>
<p>✅ Konsultasi portofolio pribadi</p>
<p>✅ Dan yang paling penting: komunitas aktif yang saling mendukung.</p>
<p>Kini, Kevin tidak hanya seorang investor. Ia adalah mentor. Ia adalah penyambung semangat untuk orang-orang yang ingin memulai, tapi takut gagal. Untuk mereka yang pernah rugi dan ingin bangkit. Untuk siapa pun yang ingin membangun sesuatu—dari langkah kecil.</p>
<p>Kalau kamu salah satunya, mungkin ini saatnya. Bukan untuk lari kencang, tapi untuk melangkah dengan mantap.</p>
<p>Karena di dunia investasi, yang menang bukan yang paling cepat, tapi yang paling konsisten.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/22/Membongkar-Cara-Orang-Jadi-Kaya-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Membongkar Cara Orang Jadi Kaya : Kevin Ubah Haluan Dari Teknik Jadi Investor]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/22/Membongkar-Cara-Orang-Jadi-Kaya-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Membongkar Cara Orang Jadi Kaya : Kevin Ubah Haluan Dari Teknik Jadi Investor]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hampir Dijual Sewaktu Kecil, Kini Steward Leo Buka First Wave Coffee</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73643/hampir-dijual-sewaktu-kecil-kini-steward-leo-buka-first-wave-coffee</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 02:14:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73643/hampir-dijual-sewaktu-kecil-kini-steward-leo-buka-first-wave-coffee</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; “Terkadang, kita memang nggak harus tahu segalanya di awal. Saya belajar banyak justru saat sudah jalan. Yakin dulu, baru cari tahu sisanya. Dan jangan gampang sakit hati—harus kuat.” Begitulah filosofi hidup Steward Leo, founder dari First Wave Coffee, yang membuktikan bahwa keyakinan dan konsistensi bisa membawa seseorang melaju dari titik nol dan menembus berbagai krisis. Simak kisahnya dari dokumenter Sekali Seumur Hidup.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; “Terkadang, kita memang nggak harus tahu segalanya di awal. Saya belajar banyak justru saat sudah jalan. Yakin dulu, baru cari tahu sisanya. Dan jangan gampang sakit hati—harus kuat.” Begitulah filosofi hidup Steward Leo, founder dari First Wave Coffee, yang membuktikan bahwa keyakinan dan konsistensi bisa membawa seseorang melaju dari titik nol dan menembus berbagai krisis. Simak kisahnya dari dokumenter Sekali Seumur Hidup.</p>
<h3>Jiwa Dagang Sedari Belia</h3>
<p>Sejak kecil, semangat berdagang Steward sudah muncul. Jualan permen, es cendol, hingga susu gym jadi pengalamannya semasa sekolah. Tapi saat itu, ia belum sadar bahwa berdagang adalah panggilan hidupnya.</p>
<p>“Saya nggak pernah ikut mentoring. Walaupun pebisnis juga, tapi ayah saya cuma tanya-tanya soal ide. Jadi trial error sendiri,” ungkapnya.</p>
<p>Setelah lulus kuliah, Steward ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses tanpa kerja kantoran.</p>
<p>Ia bertanya pada ibunya, “Ada ide gak, Bu?” Ibunya menyebut seorang sepupu di Medan yang punya toko mainan. Steward pun langsung terbang ke sana dan belajar selama sebulan.</p>
<p>Ia mulai dari nol dengan berjualan mainan secara online. Sebagai modal awal, ia mengirim uang 72 juta untuk stok awal.</p>
<p>Tapi, tanpa ia prediksi sebelumnya, uang itu dibawa kabur oleh paman jauhnya tersebut. Hasil tabungan 80 juta yang ia miliki raib tak bersisa.</p>
<p>“Itu pelajaran mahal. Tapi, dari situ saya mulai serius bangun bisnis mainan: Evokids,” kisahnya.</p>
<p>Evokids berkembang selama 5 tahun hingga bisa autopilot. Tapi justru saat bisnis mulai stabil, ujian lain datang.</p>
<h3>Bangkit dari Titik Terendah dengan First Wave Coffee</h3>
<p>Perkembangan pesat Evokids membuat Steward memiliki modal untuk melanjutkan hubungan romansanya ke jenjang yang lebih serius. Dari sana, ia menguras hampir keseluruhan modal, bahkan menambahkan beberapa pinjaman untuk menikah.</p>
<p>Akan tetapi, sayang sekali, hubungan itu kandas sebelum waktunya. Steward mengaku, itu adalah titik terendah dalam hidupnya. Selain bisnis yang limbung, ia harus kehilangan pasangan dan gagal menikah.</p>
<p>Namun di balik kegagalan, Steward menemukan harapan. Modal nikahnya itu ia alihkan untuk peluang yang baru.</p>
<p>“Saya ketemu teman saya Michael, teman saya yang waktu itu kerja jadi <i>head barista</i>. Saya tanya, ‘kamu bisa buat kopi kan?’ Dari situ lahir First Wave Coffee.”</p>
<p>Steward menggabungkan semua modal dari Evokids dan membangun kafe dengan pendekatan berbeda. Menyediakan coffee mocktail, beans pilihan, ambience nyaman, dan pengalaman pelanggan jadi prioritas First Wave Coffee.</p>
<p>Tapi, perjalanan F&amp;B bukan tanpa tantangan. Selain membangunnya dengan modal terbatas, Steward juga sempat harus hutang kesana-kemari untuk melanjutkan pembangunan kafe pertamanya ini. Akibat dari kesulitan ini, Steward juga mengaku staff awal yang membersamainya sudah keluar seluruhnya.</p>
<p>“Itu baru tantangan pertama,” kisahnya sambil tertawa kecil.</p>
<p>Tantangan selanjutnya semakin berat dan dinamis. Steward harus menghadapi berbagai jenis pelanggan dan adaptif dengan semua kebutuhan mereka.</p>
<p>Setiap hari bagi Steward adalah proses belajar dan eksperimen, selalu ada ilmu baru yang ia pelajari dan coba dalam kesehariannya berbisnis di First Wave Coffee.</p>
<h3>Prinsip Hidup Seorang Pebisnis</h3>
<p>“Baru mulai usaha itu pasti susah. Gak semua orang connect sama visi kita. Cerita ke orang yang salah, bisa-bisa bikin buyar. Tapi selama kamu yakin, terus jalan.”</p>
<p>Kini, Steward masih membangun. Lambang “1” di logo First Wave adalah harapan bahwa suatu hari lambang ini akan menjadi trade mark First Wave Coffee dalam perjalanannya di kemudian hari.</p>
<p>“Saya harap, waktu orang lihat lambang 1, langsung ingat sama First Wave Coffee. Dan lambang ini ada di seluruh Jakarta dan kota-kota lainnya, yuk datang ke First Wave Coffee,” kata lelaki berusia 28 ini menutup sesi wawancaranya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di </strong><strong>VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/22/Steward-Leo.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/22/Steward-Leo-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter
]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bangkit dari Dementia, Edwin Anderson Kini Jadi Fullstack Developer Gaji Ratusan Dollar!</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73567/bangkit-dari-dementia-edwin-anderson-kini-jadi-fullstack-developer-gaji-ratusan-dollar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 06:36:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73567/bangkit-dari-dementia-edwin-anderson-kini-jadi-fullstack-developer-gaji-ratusan-dollar</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Edwin didiagnosis demensia saat masih muda. Kondisi itu membuatnya kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi. Bukan hal mudah untuk menerima kenyataan bahwa otaknya tidak bekerja seperti orang lain, apalagi di usia produktif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Edwin didiagnosis demensia saat masih muda. Kondisi itu membuatnya kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi. Bukan hal mudah untuk menerima kenyataan bahwa otaknya tidak bekerja seperti orang lain, apalagi di usia produktif.</p>
<p>Belum lagi kenyataan pahit dari gagal bisnis, skoliosis, hingga putus cinta yang menyerang dirinya bertubi-tubi. Namun, di tengah semua badai yang menggelapkan harinya, sang kakak tiba menjadi cahaya. Kakaknya, yang merupakan seorang website developer, percaya bahwa Edwin dapat kembali bangkit. Langkahnya bersama sang mentor membawanya pada kerja dengan gaji jutaan dollar di tengah keterpurukan. Bagaimana kisahnya?</p>
<h2>Dari Sakit, Bangkrut, hingga Kehilangan Cinta</h2>
<p>Edwin menerima diagnosis demensia pada usia yang sangat belia. Demensia ini berimplikasi pada cognitive impairment yang melemahkan kemampuannya untuk berpikir dan bernalar normal sebagaimana orang seusia dirinya.</p>
<p>Selepas lulus kuliah, Edwin sempat mencoba jalur berbeda. Terinspirasi seminar bisnis, ia buka toko elektronik di Mangga Dua. Tapi takdir berkata lain. Pandemi melanda, toko sepi, biaya sewa toko dan karyawan tetap berjalan sehingga menyebabkan Edwin terpaksa menutup tokonya.</p>
<p>Tak lama, ia jatuh sakit karena skoliosis di tulang belakang yang menyerang sarafnya. Tubuhnya tak bisa bergerak dan ia terbujur di atas tempat tidur.</p>
<p>Seolah belum cukup, kisah cintanya juga kandas. Modal habis, tubuh sakit-sakitan, mental berantakan, Edwin perlahan menarik diri bahkan dari keluarganya sendiri. Ia merasakan tendensi depresi menyerang dirinya.</p>
<p>Namun, justru di titik terendah itu, Edwin melihat secercah harapan. Sang kakak, yang dari dulu konsisten di dunia website development, mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan juta per bulan, bahkan bekerja remote untuk perusahaan luar negeri.</p>
<p>&#8220;Kalau koko saya bisa, kenapa saya enggak?&#8221; ceritanya melalui YouTube Sekali Seumur Hidup.</p>
<h2>3 Bulan Belajar, Langsung Dapat 66 Juta</h2>
<p>Edwin memutuskan berubah. Ia belajar front-end development selama tiga bulan, dibimbing langsung oleh kakaknya. Bulan keempat, ia mulai melamar kerja ke perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Hasilnya? Gaji pertamanya mampu tembus hingga Rp66 juta.</p>
<p>Kini, ia sudah jadi fullstack developer dengan penghasilan Rp140–150 juta per bulan. Ia ingin mengikuti jejak sang kakak; menjadi head developer, membeli Mercy, dan rumah miliaran rupiah secara tunai. Tetapi lebih dari itu, ia ingin hidup seimbang.</p>
<p>“Dulu pagi-sore jaga toko, malam servis. Sekarang saya kerja remote, punya waktu lebih banyak dan bisa jalan-jalan sama orang tua.”</p>
<h2>Gak Harus Punya Privilege untuk Sukses</h2>
<p>Edwin percaya, semua orang bisa — bahkan yang merasa punya keterbatasan. Orang tua Edwin hanya lulusan SMP. Ia sendiri punya keterbatasan kognitif. Akan tetapi, yang membuatnya tetap melaju adalah satu hal: mentor. Ia beruntung memiliki kakak yang membimbingnya untuk bangkit, tapi seberapa banyak orang di luar sana yang memiliki kesempatan seperti dirinya?</p>
<p>Untuk itu, ia terinspirasi untuk melanjutkan jejak serupa. Dulu, sang kakak telah membantunya, kini gilirannya membantu orang lain. “Teman-teman harus cari mentor. Kalau saya yang susah mikir ini bisa belajar coding, kamu pasti juga bisa. Materinya susah? Jangan skip. Paksa diri untuk terus jalan,” paparnya.</p>
<h2>Misi Hidup: Bantu Orang Depresi Bertahan dan Bangkit</h2>
<p>Edwin sempat ingin menyerah pada hidup. Beruntung, lingkungan keluarga yang suportif dan keinginan untuk berubah menyelamatkannya. Sekarang, ia ingin membantu orang lain keluar dari jurang yang sama. Bersama Ahademy, ia menginisiasi Web Programming Hack, webinar berisi panduan kerja remote untuk perusahaan luar negeri sebagai web programmer. Di kelas ini, peserta akan belajar teknis, peluang karir, dan mindset untuk bekerja di luar negeri.</p>
<p>Ia tahu, kesuksesan bukan hanya milik pribadi. Ada orang tua yang perlu dibahagiakan. Ada orang lain yang butuh ditolong. Dan di balik setiap keberhasilan, ada tanggung jawab untuk berbagi.</p>
<p>“Ayo teman-teman, keluar dari badai. Hidup itu gak harus berat. Kalau saya bisa, kamu juga bisa,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/21/Edwin-Anderson.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="800"
				height="450">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Edwin Anderson]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/21/Edwin-Anderson-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Edwin Anderson]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dulu Terpuruk, Sekarang Tajir: Cara Kevin Ubah Nasib dengan Strategi Investasi!</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73417/dulu-terpuruk-sekarang-tajir-cara-kevin-ubah-nasib-dengan-strategi-investasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 13:48:27 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73417/dulu-terpuruk-sekarang-tajir-cara-kevin-ubah-nasib-dengan-strategi-investasi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; &#8220;Saya percaya dalam hidup, kita harus ambil langkah kecil. Bukan selalu langkah besar.&#8221; Kalimat sederhana ini menjadi fondasi hidup Kevin Jonathan Pandjaitan. Dari rasa kehilangan arah, hingga menjadi investor saham yang menjalani hidup dengan penuh gairah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; &#8220;Saya percaya dalam hidup, kita harus ambil langkah kecil. Bukan selalu langkah besar.&#8221; Kalimat sederhana ini menjadi fondasi hidup Kevin Jonathan Pandjaitan. Dari rasa kehilangan arah, hingga menjadi investor saham yang menjalani hidup dengan penuh gairah.</p>
<p><strong>Awal dari Pencarian</strong></p>
<p>Kevin lahir di Medan dan kini tinggal di Jakarta. Latar belakangnya bukan dari dunia keuangan, ia lulusan teknik sipil yang kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang administrasi bisnis. Namun satu hal membuatnya berpikir ulang soal masa depan: dari mana datangnya kekayaan?</p>
<p>Dalam dokumenter bersama Sekali Seumur Hidup, Kevin menjelaskan ada dua jalur utama menuju kekayaan: bisnis dan investasi.</p>
<p>Sosok Warren Buffett menjadi titik tolak pencariannya. Ia kagum bukan hanya karena kekayaan Buffett, tapi karena kecerdikan strategi dan konsistensinya. Kevin pun mulai menyelami dunia saham. Ia menyadari bahwa saham bukan hanya angka, melainkan representasi dari kepemilikan bisnis itu sendiri.</p>
<p><strong>Belajar dari Kegagalan</strong></p>
<p>Langkah pertamanya jauh dari kata mulus. Pekerjaan pertamanya menuntut waktu gila-gilaan. Pernah suatu malam, ia bekerja hingga pukul 6 pagi, hanya untuk kembali rapat tiga jam kemudian. Kevin merasa hidupnya berjalan tanpa kendali. Tapi ia sadar: kalau pekerjaannya bisa cepat selesai, ia bisa gunakan sisa waktu untuk membangun sesuatu yang lebih berarti.</p>
<p>Saat itulah ia serius belajar saham. Sembari bekerja, ia membangun portfolio saham pertamanya. Namun ujian besar datang ketika pandemi COVID-19 menghantam. Nilai investasinya merosot lebih dari 50%, puluhan juta rupiah hilang.</p>
<p>Namun, alih-alih menyerah, ia melihat kegagalan sebagai cermin belajar. Ia meneliti kesalahan, memperdalam value investing, dan melatih emosi agar tetap rasional di tengah gejolak.</p>
<p>Satu kutipan dari Steve Jobs membekas di benaknya: “Kalau kamu takut gagal, kamu nggak akan belajar jauh.” Dan benar saja, dari masa sulit itu, Kevin justru mengasah keterampilan dan mentalitas yang lebih kuat.</p>
<p><strong>Dari Passion Menjadi Misi</strong></p>
<p>Tak hanya mencintai proses menganalisis saham, Kevin juga menyukai proses berbagi. Sejak kuliah, ia sering menjadi asisten dosen. Baginya, ada kepuasan tersendiri saat orang lain memahami sesuatu berkat penjelasannya.</p>
<p>Kini, dua kesenangannya itu menyatu: menganalisis dan mengajar. Ia menjadi mentor aktif di Fundamental Hack x Jago Saham, komunitas yang mengajarkan metode investasi saham secara mendalam dan terstruktur, berbasis pendekatan ala Warren Buffett.</p>
<p><strong>Komunitas untuk Berbagi dan Bertumbuh</strong></p>
<p>Inisiasi Kevin untuk membangun komunitas ini sebagai wadah siapa pun yang ingin belajar investasi secara benar, baik pemula maupun yang ingin meningkatkan hasilnya. Lewat program One Day Workshop, peserta diajak memahami cara kerja pasar saham dan belajar langsung metode analisis yang terbukti profit ratusan persen.</p>
<p>Bukan sekadar teori, Fundamental Hack juga menyediakan:</p>
<p>Monthly Market Insight – update pasar saham terkini setiap bulan</p>
<p>Quarterly Stock Picks – rekomendasi saham berbasis analisis fundamental</p>
<p>Live Webinar – sesi diskusi interaktif untuk semua member</p>
<p>Private Consultation – diskusi 1-on-1 untuk portofolio dan strategi investasi</p>
<p>VIP Group – ruang aman untuk saling belajar, tanya-jawab, dan bertumbuh bersama</p>
<p><strong>Saatnya Ambil Langkah Pertama</strong></p>
<p>Banyak orang trauma investasi setelah pandemi. Tapi Kevin percaya tiga kunci untuk kesuksesan: konsistensi, belajar dari kesalahan, dan bersedia terus bertumbuh.</p>
<p>Kalau kamu sedang mencari cara untuk memulai perjalanan investasi secara aman dan logis, Fundamental Hack x Jago Saham bisa menjadi tempat yang tepat. Di sana, kamu tidak hanya belajar, tapi juga bertumbuh bersama mereka yang punya visi serupa.</p>
<p>Mulailah dari langkah kecil. Karena dari konsistensi kecil, hasil besar akan datang.</p>
<p>About Sekali Seumur Hidup Dokumenter
Sekali Seumur Hidup Dokumenter Perjalanan Hebat #JadiInspirasi Dokumenter untuk Branding &amp; Markting</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/15/Strategi-Investasi-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Strategi Investasi (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/15/Strategi-Investasi-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Strategi Investasi (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Modal 3 Juta Sampai Buka Cabang Di Malaysia : Kisah Rangga Umara dan Komunitas Kuliner Mastery</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73291/modal-3-juta-sampai-buka-cabang-di-malaysia-kisah-rangga-umara-dan-komunitas-kuliner-mastery</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 17:38:15 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73291/modal-3-juta-sampai-buka-cabang-di-malaysia-kisah-rangga-umara-dan-komunitas-kuliner-mastery</guid>

					<description><![CDATA[Siapa sangka dari lapak 3&#215;3 meter dan modal 3 juta rupiah, Rangga Umara bisa membangun bisnis kuliner yang memiliki lebih dari 100 cabang dan bahkan merambah Malaysia? Kisahnya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang mimpi, langkah kecil, dan kekuatan komunitas.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa sangka dari lapak 3&#215;3 meter dan modal 3 juta rupiah, Rangga Umara bisa membangun bisnis kuliner yang memiliki lebih dari 100 cabang dan bahkan merambah Malaysia? Kisahnya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang mimpi, langkah kecil, dan kekuatan komunitas.</p>
<h2>Langkah Pertama: Dari Mimpi Jadi Aksi</h2>
<p>Tahun 2006 adalah pertama kali Rangga Umara memulai langkah kecilnya. Kala itu ia masih bekerja di stasiun radio di Bandung. Suatu hari, ia melihat rumah makan ayam bakar baru di depan kantornya yang langsung ramai oleh pengunjung.</p>
<p>Didorong oleh rasa penasaran, Rangga mengulik bagaimana warung ayam bakar itu begitu populer dalam sekejap. Penelusuran ini membawanya pada pertemuan dengan pemilik rumah makan, Puspo Wardoyo. Dari sana, ia mengetahui kisah awal mula bisnis ayam bakar yang ternyata dimulai dari warung kaki lima di Medan sebelum berhasil membuka cabangnya di seluruh Indonesia.</p>
<p>Terinspirasi dari kisah Puspo Wardoyo, kali itu pertama kalinya Rangga Umara bermimpi untuk membuka bisnis kulinernya sendiri. Ia rutin menuliskan mimpi-mimpinya dalam sebuah buku kecil yang ia sebut sebagai &#8220;Dream Book.&#8221; Isinya adalah setiap keinginan dan harapan yang ia miliki dalam hidup.</p>
<p>Dengan modal 3 juta rupiah, ia menyewa tempat 3&#215;3 meter seharga 250 ribu rupiah per bulan. Dari sepetak warung sederhana di bilangan Pondok Kelapa, Jakarta Timur tersebut, lahirlah Pecel Lele Lela.</p>
<p>Baru memulai bisnis, tetapi target Rangga tak main-main: ia memiliki tujuan dalam satu tahun mampu membuka 10 cabang dan dalam lima tahun membuka 100 cabang di seluruh Indonesia.</p>
<p>Filosofinya sederhana tapi kuat: &#8220;Kalau ada kesempatan, mulai aja dulu,&#8221; seperti pesan dari almarhum Bob Sadino yang jadi inspirasinya.</p>
<h2>Jatuh Bangun dan Momen Terendah</h2>
<p>Perjalanan bisnis tidak selalu mulus. Rangga sempat terusir dari rumah saat awal merintis bisnis ini. Akan tetapi, ia tidak suka mengenang kegagalan maupun kesuksesan terlalu lama. Kegagalan baginya hanya sebuah siklus yang sementara yang nantinya akan hadir bergiliran dengan kesuksesan.</p>
<p>&#8220;Buat saya, yang namanya gagal itu kalau kita berhenti mencoba. Kalau kita terus mencoba, pada akhirnya kita akan sampai pada tujuan. Kesuksesan hanyalah akumulasi dari kegagalan yang terus kita hadapi,&#8221; ungkapnya dalam dokumenter YouTube bersama Sekali Seumur Hidup.</p>
<p>Dari diskusi bersama coach bisnis ternama Indonesia, Tom McIfle, Rangga menemukan bahwa untuk mewujudkan bisnis yang berhasil kita memerlukan “<i>blueprint</i>”. <i>Blueprint</i> adalah tujuan atau rancangan ke mana arah bisnis akan berkembang. Hal ini menjadi penting agar setiap langkah yang kita ambil akan jelas dan terarah.</p>
<p>“Saya mungkin mulai bisnis dari 3 juta saja, tapi saya punya blueprint. Saya punya tujuan setahun 10 cabang, 5 tahun 100 cabang, jadi saya tahu harus berbuat seperti apa. Kita harus berani berkhayal. Bisnis sukses yang kita lihat hari ini mulanya juga khayalan. Tapi, menghayal saja tidak cukup. Harus berani melangkah, sekecil apapun.” jelas Rangga penuh semangat.</p>
<h2>Komunitas yang Menyokong Perjalanan</h2>
<p>Dari pengalaman jatuh bangun itu, lahirlah Kuliner Mastery—sebuah komunitas pelaku bisnis kuliner yang kini memiliki lebih dari 2.400 member di seluruh Indonesia.</p>
<p>Komunitas ini hadir sebagai teman seperjalanan untuk pelaku bisnis kuliner Indonesia, karena menurut Rangga, &#8220;Perjalanan bisnis kuliner itu panjang dan sepi. Kalau sendirian, rasanya seperti uji nyali, seram dan sendirian,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berbagai cerita sukses pun lahir dari komunitas ini. Rozak, misalnya, dari yang awalnya hanya memiliki 5 karyawan kini memiliki 80 karyawan dan 3 cabang rumah makan setelah bergabung dengan Kuliner Mastery.</p>
<p>Ada pula Pegi, pemilik Pawon Sambal Kenthir. Setelah sempat ragu berkali-kali untuk membuka bisnis kulinernya, Pegi akhirnya memberanikan diri untuk memulai langkahnya setelah diyakinkan oleh Rangga Umara dan member Kuliner Mastery lainnya.</p>
<p>Belum habis ragunya, ketika H-1 <i>Grand Opening</i>, seketika seluruh karyawannya memutuskan untuk <i>resign</i> mengikuti jejak manajer restoran yang keluar dari restoran. Akan tetapi, berkat dukungan Rangga Umara dan komunitas, ia tetap melaksanakan Grand Opening tersebut. Member Kuliner Mastery secara solid mengirimkan bantuan pinjaman karyawan bahkan turun tangan secara langsung langsung untuk membantu Pegi dalam acara Grand Opening-nya.</p>
<p>Komunitas ini, bagi Rangga, adalah ruang untuk tumbuh dan menginspirasi satu sama lain. Bukan sekadar tempat bertanya, tapi tempat berbagi solusi nyata.</p>
<p>&#8220;Rezeki itu nggak akan tertukar. Yang penting kita punya tujuan masing-masing. Justru dengan berbagi, kita tumbuh bareng. Siapa teman seperjalanan kita hari ini akan menentukan kita ada di mana lima tahun lagi.&#8221; jelasnya.</p>
<p>Itulah mengapa Rangga terus membuka diri, belajar dari mereka yang lebih hebat, dan berbagi kepada mereka yang baru melangkah. Karena dalam hidup, kita semua sedang dalam perjalanan. Dan perjalanan itu akan lebih ringan jika dijalani bersama.</p>
<h2>Dari Mangga Besar ke Malaysia</h2>
<p>Kesuksesan Lele Lela tidak berhenti di Indonesia. Suatu hari, rombongan golfer dari Malaysia mencoba Lele Lela di salah satu cabang di Mangga Besar. Tak disangka, rombongan ini menyukai produk Lele Lela dan menawarkan pembukaan cabang di negeri jiran.</p>
<p>Rangga tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Berkat kesempatan tersebut, kini Lele Lela telah memiliki 6 cabang di Malaysia. Salah satu cabangnya bahkan diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia. Ini menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia punya potensi untuk mendunia, meskipun sekadar “pecel lele” yang seringkali dianggap sebagai makanan kaki lima.</p>
<p>“Dulu waktu saya bilang mau bawa pecel lele ke dunia, orang ketawa. Sekarang? Tawaran buka di Mekah, Jeddah, Thailand, sampai Vietnam udah mulai berdatangan. Kayaknya jalan ke internasional mulai kelihatan,” ungkapnya.</p>
<p>Perjalanan bisnis yang naik turun Rangga lihat sebagai tantangan. Tantangan terasa sulit hanya karena kita tidak terbiasa dan tidak tahu cara menghadapinya, kuncinya adalah terus menghadapi tantangan yang datang. Bagi Rangga, sukses adalah tentang komitmen, bukan sekadar <i>passion</i>. Suka tidak suka, kita tetap harus menjalaninya.</p>
<p>Kegigihan Rangga Umara ini membawanya menjadi salah satu dari 11 Tokoh Inspirator Indonesia oleh Beritasatu bersama tokoh inspiratif lainnya. Dari <i>Dream Book </i>ke Dunia, Rangga Umara menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Yang penting: mulai dulu, sisanya kita lewati bersama.</p>
<h3 class="css-1fe22q1">Tentang Sekali Seumur Hidup Dokumenter</h3>
Sekali Seumur Hidup Dokumenter 🎥 Perjalanan Hebat #JadiInspirasi 🎬 Dokumenter untuk Branding &amp; Marketing

<strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>
</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Rangga-Umara.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Rangga Umara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Rangga-Umara-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Rangga Umara]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>25 Tahun di Konstruksi, Yohanes Hengky Buka Rahasia Untung Ratusan Juta Tanpa Modal Besar!</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73290/25-tahun-di-konstruksi-yohanes-hengky-buka-rahasia-untung-ratusan-juta-tanpa-modal-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 17:25:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[#JadiInspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanes Hengky]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73290/25-tahun-di-konstruksi-yohanes-hengky-buka-rahasia-untung-ratusan-juta-tanpa-modal-besar</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Membangun bisnis di industri konstruksi bukan perkara mudah. Dibutuhkan pengalaman, strategi, dan pemahaman yang matang agar bisa bertahan dan berkembang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Membangun bisnis di industri konstruksi bukan perkara mudah. Dibutuhkan pengalaman, strategi, dan pemahaman yang matang agar bisa bertahan dan berkembang.</p>
<p>Yohanes Hengky D Y, seorang praktisi kontraktor berpengalaman lebih dari 25 tahun, telah berhasil menangani ratusan proyek bergengsi. Kini, ia membuka kelas Construction Hack, membagikan rahasia sukses bisnis kontraktor agar banyak orang bisa meraih keuntungan besar tanpa harus melalui kesalahan yang sama.</p>
<h2>25 Tahun Lebih Berkarier, Tangani Ratusan Proyek Besar</h2>
<p>Nama Yohanes Hengky D Y sudah tidak asing lagi di dunia konstruksi. Selama lebih dari dua dekade, ia telah menyelesaikan berbagai proyek besar seperti Kopi Nako Alam Sutera, Villa Sinergi Seminyak Bali, SEM Seminyak Villa, dan Perumahan Ciater Serpong. Keberhasilannya dalam menangani proyek-proyek ini menjadi bukti kepiawaiannya dalam membangun bisnis kontraktor yang solid.</p>
<p>Namun, perjalanan panjangnya tidak selalu mulus. Layaknya pebisnis lain, ia pernah menghadapi berbagai tantangan, dari masalah teknis hingga pengelolaan finansial. Berkat pengalaman yang kaya ini, Yohanes kini paham betul bagaimana cara menghindari kesalahan yang sering dilakukan para pemula di bisnis kontraktor.</p>
<h2>Bongkar Rahasia Untung Ratusan Juta Per Bulan</h2>
<p>Melihat banyaknya orang yang ingin terjun ke bisnis kontraktor namun sering mengalami trial &amp; error, Yohanes akhirnya memutuskan untuk membuka kelas Construction Hack: Cara Cerdas Bisnis Rumah. Kelas ini bukan sekadar teori, melainkan hasil pengalaman langsung yang telah teruji selama puluhan tahun.</p>
<p>“Banyak orang gagal di bisnis ini bukan karena tidak punya modal, tapi karena tidak tahu strateginya. Mereka menghabiskan ratusan juta hanya untuk belajar dari kesalahan. Saya ingin membantu agar orang lain tidak mengalami hal yang sama,” ungkap Yohanes.</p>
<p>Melalui kelas ini, peserta akan belajar:</p>
<p>1) Cara membangun bisnis kontraktor dari nol tanpa modal besar</p>
<p>2) Strategi memenangkan proyek dengan profit konsisten</p>
<p>3) Kesalahan fatal yang harus dihindari agar tidak rugi</p>
<p>4) Trik mengelola proyek agar tetap efisien dan hemat biaya</p>
<h2>Misi Besar: Membantu Lebih Banyak Orang Sukses di Bisnis Konstruksi</h2>
<p>Yohanes percaya bahwa kesuksesan tidak harus diraih dengan cara yang sulit. Dengan ilmu yang tepat, seseorang bisa langsung mengambil aksi tanpa harus mengulangi kesalahan yang sudah dilakukan orang lain. Itulah sebabnya ia begitu bersemangat membagikan pengalaman dan strateginya melalui kelas Construction Hack.</p>
<p>Bagi siapa saja yang tertarik untuk membangun bisnis kontraktor dengan cara yang lebih cerdas dan menguntungkan, kelas ini bisa menjadi pintu gerbang menuju kesuksesan. Tidak hanya belajar teori, peserta akan langsung mendapatkan ilmu praktis yang bisa diterapkan untuk mendapatkan keuntungan ratusan juta tiap bulan.</p>
<p>Apakah Anda siap membangun bisnis kontraktor yang sukses tanpa harus membuang waktu dan uang untuk kesalahan yang tidak perlu? Kelas Construction Hack adalah jawabannya. Gabung melalui tautan ini sekarang juga!</p>
<p><strong>Tentang Sekali Seumur Hidup Dokumenter</strong></p>
Sekali Seumur Hidup Dokumenter
&#8211; Perjalanan Hebat #JadiInspirasi
&#8211; Dokumenter untuk Branding &amp; Marketing
</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Foto-Yohanes-Hengky-Sekali-Seumur-Hidup-Dokumenter.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="400">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Foto Yohanes Hengky Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Foto-Yohanes-Hengky-Sekali-Seumur-Hidup-Dokumenter-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Foto Yohanes Hengky, Sekali Seumur Hidup Dokumenter]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
