<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Sawit &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/sawit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Nov 2025 21:33:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Sawit &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Dukung Hilirisasi Sawit, Pelindo Multi Terminal Fasilitasi Ekspor CPO Aceh ke India</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-82609/dukung-hilirisasi-sawit-pelindo-multi-terminal-fasilitasi-ekspor-cpo-aceh-ke-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 21:33:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Ekspor CPO]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo Multi Terminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-82609/dukung-hilirisasi-sawit-pelindo-multi-terminal-fasilitasi-ekspor-cpo-aceh-ke-india</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat capaian penting melalui keberhasilan ekspor 12.000 metrik ton (MT) Crude Palm Oil (CPO) murni asal Aceh ke Haldia Port, India. Ekspor ini diberangkatkan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, pada Minggu (9/11).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat capaian penting melalui keberhasilan ekspor 12.000 metrik ton (MT) Crude Palm Oil (CPO) murni asal Aceh ke Haldia Port, India. Ekspor ini diberangkatkan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, pada Minggu (9/11).</p>
<p>Berkolaborasi dengan PT Aceh Makmur Bersama (AMB), momentum ini menandai kebangkitan sektor perdagangan internasional Aceh sekaligus menegaskan kesiapan Pelabuhan Lhokseumawe atau yang biasa disebut Krueng Geukueh sebagai gerbang ekspor unggulan daerah.</p>
<p>“Pelindo Multi Terminal berkomitmen mendukung percepatan arus logistik ekspor di wilayah Aceh melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Keberhasilan ekspor CPO ini menjadi bukti bahwa Pelabuhan Krueng Geukueh siap menjadi simpul logistik utama untuk komoditas unggulan Aceh,” ujar Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lhokseumawe, Aulia Rahman Hasibuan.</p>
<p>Proses pemuatan CPO dilakukan menggunakan metode pipanisasi pump, di mana minyak sawit dipompa langsung dari tangki timbun PT AMB ke kapal kargo. Sistem ini mempercepat proses bongkar muat sekaligus memastikan kemurnian dan kualitas CPO tetap terjaga hingga tiba di negara tujuan.</p>
<p>Menurut Site Manager PT Aceh Makmur Bersama, Tarmizi, kegiatan ekspor ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi ekspor berkelanjutan dari Aceh. “Jika ekspor bisa berlangsung secara kontinu, dampaknya akan sangat signifikan terhadap perekonomian daerah, terutama bagi petani sawit. Kami optimistis Pelabuhan Krueng Geukueh dapat melayani ekspor dalam skala yang semakin besar,” ujarnya.</p>
<p>Dari sisi pengawasan dan keamanan, kegiatan ekspor di pelabuhan ini berjalan dengan sinergi lintas instansi. Kepala KSOP diwakili Danpos KPLP Pelabuhan Krueng Geukueh, Zulmahdi, menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasional berada dalam pengawasan ketat demi menjamin keamanan dan kelancaran proses bongkar muat. Pelabuhan Lhokseumawe didukung dengan kedalaman alur 9 mLWS (mean low water spring), dermaga sepanjang 267,5 meter, lapangan penumpukan seluas 5.000 m2, dan area pergudangan seluas 2.600 m2 serta dilengkapi dengan 2 unit mobile crane, 3 unit head truck, dan 2 unit forklift. Pelabuhan ini didominasi dengan komoditas semen curah dan CPO.</p>
<p>Aulia Rahman menambahkan bahwa kinerja positif Pelabuhan Krueng Geukueh juga tercermin dari peningkatan trafik curah cair yang signifikan. Hingga Oktober 2025, total trafik curah cair tercatat mencapai 38.792 ton, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8.533 ton. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekspor komoditas berbasis minyak sawit dari Aceh serta kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan Pelindo Multi Terminal.</p>
<p>Langkah ekspor CPO ini tidak hanya menjadi catatan keberhasilan logistik, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi Aceh yang kian tumbuh dan berdaya saing di tingkat global.</p>
<h4>About PT Pelindo Multi Terminal</h4>
<p>PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) merupakan Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang fokus pada pengelolaan operasional terminal nonpetikemas di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/11/17/Dukung-Hilirisasi-Sawit-Pelindo-Multi-Terminal-Fasilitasi-Ekspor-CPO-Aceh-ke-India-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PT Pelindo Multi Terminal)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/11/17/Dukung-Hilirisasi-Sawit-Pelindo-Multi-Terminal-Fasilitasi-Ekspor-CPO-Aceh-ke-India-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PT Pelindo Multi Terminal)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Panen Perdana Sawit PalmCo Tembus 2,5 Tahun, TM1 Bisa 18 Ton?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-77859/panen-perdana-sawit-palmco-tembus-25-tahun-tm1-bisa-18-ton</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 08:51:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Panen Perdana]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-77859/panen-perdana-sawit-palmco-tembus-25-tahun-tm1-bisa-18-ton</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mencatat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mencatat capaian mengejutkan dalam panen perdana sawit pasca replanting di Kebun Terantam, Regional III Riau.</p>
<p>Di usia tanam baru 2,5 tahun yang sejatinya masih tergolong belum menghasilkan (TBM), tanaman kelapa sawit di bawah pengelolaan PalmCo telah mampu menyentuh angka produktivitas 6,5 hingga 7 ton per hektare. Angka ini hampir dua kali lipat dari rerata nasional untuk umur tanam yang sama, yang umumnya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare.</p>
<p>Panen perdana ini dilakukan di area seluas 615,74 hektare yang berada di Afdeling 7 dan 8 Kebun Terantam. Areal ini merupakan bagian dari siklus tanam kedua di kebun tersebut, yang sebelumnya telah memasuki fase tanaman tua sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Bahkan, jika tren ini bertahan, bukan tidak mungkin saat memasuki usia TM 1 tahun depan, kebun ini mampu mencetak produksi hingga 18 ton per hektare. Dalam kondisi optimal, proyeksi produksinya bahkan bisa menyentuh angka 33 hingga 35 ton per hektare.</p>
<p>Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa yang hadir langsung di lokasi panen menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, performa ini adalah buah dari konsistensi dan strategi tanam yang terukur.</p>
<p>“Ini adalah cara kita menjawab risiko terbesar di PTPN Group yakni menjaga kualitas investasi tanam. Hasilnya tidak hanya optimal, tapi bahkan bisa kita dorong hingga maksimal,” ujar Jatmiko.</p>
<p>PalmCo sendiri telah mereplanting lebih dari 19 ribu hektare sejak integrasi PTPN, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing. Selama lima tahun terakhir, pola replanting yang diterapkan terus menunjukkan tren produktivitas yang meningkat.</p>
<p>Contohnya, untuk tanaman tahun tanam 2020, PalmCo mencatat rata-rata produktivitas TBM 3 sebesar 7,2 ton per hektare,jauh di atas potensi standar nasional versi PPKS yang hanya 4 ton per hektare. Saat tanaman tersebut masuk usia TM1, hasil panennya tercatat mencapai 14,5 ton per hektare, melebihi standar PPKS yang berada di angka 12 ton.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal unggul dari sisi produktivitas, tapi juga soal konsistensi di berbagai wilayah operasional,” imbuh Jatmiko.
Ia merujuk pada sejumlah kebun yang mencatat produktivitas jauh di atas standar nasional. Misalnya, Kebun Sarang Giting di Regional I, untuk tahun tanam 2020 mencatat 21,5 ton per hektare melampaui standar PPKS 12 ton. Kebun Sisumut (tahun tanam 2019) mencetak 25,8 ton per hektare dibandingkan standar PPKS 15 ton. Bahkan, Kebun Tanah Putih di Regional III berhasil menembus 28,9 ton per hektare untuk tahun tanam 2018 hampir 10 ton lebih tinggi dari standar usia serupa.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko juga memperkenalkan inovasi baru yang kini menjadi standar di Palmco, yaitu sistem Agro View. Teknologi ini memanfaatkan drone untuk memantau kondisi tanaman secara visual dan real-time, membantu Planters dan General Manager Palmco mengambil keputusan cepat berbasis data.</p>
<p>“Drone ini saya operasikan langsung di sini. Kita bisa lihat kondisi tanaman dari udara, deteksi homogenitas, bahkan potensi serangan hama. Ini sekarang sudah jadi alat kerja wajib GM PalmCo,” terang Jatmiko sambil mendemonstrasikan perangkat yang digunakannya.
Penggunaan teknologi ini merupakan bagian dari sistem pengawasan internal berbasis self-assessment yang kini dijalankan secara berkala dan divalidasi oleh pihak eksternal. Agro View menjadi alat verifikasi penting untuk memastikan akurasi antara laporan dan kondisi lapangan.</p>
<p>Menutup rangkaian kegiatan, Jatmiko menegaskan bahwa capaian tinggi bukan alasan untuk lengah. Inovasi dan perbaikan harus terus menjadi budaya kerja di PalmCo.</p>
<p>“Jangan cepat puas. Terus lakukan inovasi, terus berubah, terus perbaiki. Jangan pernah menyerah, jangan pernah kasih kendor,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/16/Panen-Perdana-Sawit-PalmCo-Tembus-2-5-Tahun-TM1-Bisa-18-Ton-2.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PTPN III)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/16/Panen-Perdana-Sawit-PalmCo-Tembus-2-5-Tahun-TM1-Bisa-18-Ton-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PTPN III)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Petani Sawit Mulai Bergairah Kembali</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-38996/petani-sawit-mulai-bergairah-kembali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aji Setiawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 13:03:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-38996/petani-sawit-mulai-bergairah-kembali</guid>

					<description><![CDATA[RIAU &#8211; Dr Mahmuzar, MHum, alumni UII ini juga seorang petani klapa sawit. Sekali panen, Kebun Kelapa Sawitnya di wilayah Kampar, Riau mampu menghasilkan 8 ton buah sawit segar.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>RIAU &#8211; Dr Mahmuzar, MHum, alumni UII ini juga seorang petani klapa sawit. Sekali panen, Kebun Kelapa Sawitnya di wilayah Kampar, Riau mampu menghasilkan 8 ton buah sawit segar.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, tahun ini harga buah kelapa sawit sedang tinggi,&#8221; kata Dr. Mahmuzar, MHum.</p>
<p>Mengenai keluhan petani sawit dengan pengusaha sawit, lanjut Mahmuzar yang juga adalah pengajar ilmu hukum di UIN Sultan Syarif Kasim memang ada tapi mungkin di Indonesia peta konfliknya masalah agraria, petani sawit yang lahannya digusur dan buruh sawit vs pengusaha sawit.</p>
<p>Hal senada juga M Shohibul Hidayah, Ketua DPC PKB Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, M Shohibul Hidayah mengatakan Partai Kebangkitan Bangsa di bawah kepimponannya siap memberdayakan petani dan advokasi buruh.</p>
<p>&#8220;PKB Kota Waringin Timur sekarang berkonsentrasi mendampingi petani kelapa sawit dan advokasi buruh. Banyak kegiatan yang dilakukan mulai dari pendampingan petani sawit ketika berhadapan pemilik pabrik minyak sawit dan juga sengketa tanah serta buruh,&#8221; kata M Shobul Hidayah, di Sampit, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah.</p>
<p>Petani Kelapa Sawit saat ini banyak dirugikan oleh pengusaha besar, lanjut Shohib, PKB melakukan pendampingan dan sekaligus advokasi petani dan buruh.</p>
<p>&#8220;Aspirasi petani pernah kita sampaikan dengan Komisi III DPR RI yang membidangi pertanian,&#8221; pungkas Shohibul Hidayah yang juga adalah mantan aktivis mahasiswa UII Yogyakarta dan mantan wartawan Radar Jogja serta penggiat Komunitas Alinea Jogjakarta.</p>
<p>Terkait petani sawit, sekitar 3 tahun lalu sawit memang pernah jatuh. Hasil panen produksi pertanian, sawit memang pernah jatuh. Hasil panen produksi pertanian memang fluktuatif.</p>
<p>Namun ada yang membuat kaget hari ini. di saat harga-harga produk pertanian jatuh, seperti komoditas kobis, cabai, tembakau, jagung, garam, mrica, bawang putih, kunir putih ada juga produk pertanian yang harganya membumbung tinggi, seperti Jahe, Cengkih, Kapulaga, Kelapa, Coklat, Gula, Vanili, Sawit. Padahal pupuk menghilang dan obat-obat pertanian harganya tinggi.</p>
<p>&#8220;Tren ketidaknormalan hukum pasar ekonomi adalah tergantung dari supply dan demand bisa seimbang. Mekanisme pasar adalah ketika barang sedikit, harganya tinggi. Barang berlimpah, harganya jatuh. Buruknya harga-harga pertanian terkait juga dengan kualitas dari produk yang ada dan juga kegagalan kita bersama dalam mengelola mekanisme pasar. Bahkan beberapa produk tertentu kita harus impor, yang tentu saja harganya membuat di pasar harganya memang sudah di atas rata-rata. Upaya untuk ekspor produk dari dalam negeri mestinya ditingkatkan baik keunggulan komparatif maupun kompetitif.&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Minyak CPO kita setelah 5 tahun lalu terpuruk, mulai bersaing, kalau dari hulu sampai hilir larinya ke Singapura dahulu dengan kualitas yang rendah. Setelah CPO bisa diolah dulu di dalam negeri menjadi produk turunan CPO seperti Margarine, Sabun dll sebelum masuk ekspor ke luar negeri, tentu harga minyak sawit tinggi berdampak pula dengan bahan baku, industri sawit dan pasar minyak sawit kembali mampu bergairah kembali,&#8221; tandas Aji Setiawan,ST pemerhati masalah pertanian almunus Teknik Manajemen Industri UII kepada Kaka.</p>
<p>Jadi tantangan dunia pertanian adalah berdiri di dua kaki, selain harus berswasembada pangan juga berorientasi ekspor pada sisi agrobisnis tanaman hortikultura.</p>
<p>Paling miris lagi saat ini saat ini jumlah petani di desa jauh berkurang. Karena penduduk sudah memilih bekerja di pabrik dan sektor infrastruktur. Namun dengan berbagai cabaan dan rintangan dunia pertanian, petani sungguh tangguh. Apa yang ditanam, setidaknya mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri, tanpa banyak berkeluh kesah dan menanti uluran tangan penguasa.(***) Aji penulis tinggal di Purbalingga-Jawa Tengah mhn edit</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/Dr-Mahmuzar-kunjungi-kebun-sawit.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="720"
				height="405">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dr Mahmuzar kunjungi kebun sawit]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/Dr-Mahmuzar-kunjungi-kebun-sawit-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dr Mahmuzar kunjungi kebun sawit]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
