<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos sampah &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/sampah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 06:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos sampah &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90386/ubah-sampah-jadi-sumber-penghasilan-warga-kuala-tanjung-kelola-hingga-2-ton-per-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 06:35:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Sirkular]]></category>
		<category><![CDATA[maggot]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90386/ubah-sampah-jadi-sumber-penghasilan-warga-kuala-tanjung-kelola-hingga-2-ton-per-hari</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi.</p>
<p>Adalah Didi Saputra (41), yang akrab disapa Untung, menjadi penggerak pengelolaan sampah di desanya. Sejak 2021, ia bersama warga mulai mengolah sampah organik menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly.</p>
<p>Dari upaya tersebut, terbentuk kelompok Sari Larva Berdaya (SLB) yang kemudian berkembang menjadi Bank Sampah Berseri pada 2024.</p>
<p>&#8220;Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,&#8221; ujar Didi.</p>
<p>Saat ini, kelompok tersebut mampu mengelola sekitar 1 hingga 2 ton sampah setiap hari. Sampah dikumpulkan dari limbah katering perusahaan serta rumah tangga warga sekitar.</p>
<p>Hasil pengolahannya beragam. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk ayam, bebek, dan ikan. Selain itu, limbah kayu palet diolah menjadi meja dan kursi, sementara limbah kertas dan pelepah pisang diubah menjadi kertas daur ulang dan paper bag yang memiliki nilai jual.</p>
<p>Tak hanya berdampak pada lingkungan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga. Sebanyak 17 orang kini aktif terlibat dalam pengelolaan sampah tersebut.</p>
<p>Didi secara khusus melibatkan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.</p>
<p>&#8220;Ada yang tuna netra, ada juga yang punya keterbatasan lain, tapi mereka tetap bisa bekerja, seperti memilah sampah atau membuat produk daur ulang,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, kelompok ini juga membantu anak-anak putus sekolah untuk mengikuti ujian Paket B dan C agar memiliki ijazah.</p>
<p>Manfaat ekonomi juga dirasakan melalui sistem tabungan Bank Sampah Berseri. Warga dapat menukarkan sampah anorganik seperti plastik dan kertas menjadi saldo tabungan.</p>
<p>Menariknya, menjelang hari besar seperti Lebaran, saldo tersebut bisa dicairkan dalam bentuk paket sembako dengan harga sekitar 30 persen lebih murah dari pasaran.</p>
<p>Upaya ini turut didukung oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai bagian dari MIND ID. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan dan penyediaan sarana, sehingga masyarakat mampu mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri.</p>
<p>Program ini menjadi bagian dari inovasi sosial yang berkontribusi pada capaian penghargaan PROPER Emas yang diraih perusahaan.</p>
<p>Meski demikian, Didi menilai perjalanan mereka masih panjang. Ke depan, ia berharap dapat memiliki armada pengangkut sampah agar jangkauan layanan bisa diperluas ke lebih banyak rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Kami terus belajar dan bergerak. Dari sampah, kami bisa mandiri dan saling membantu,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/Ubah-Sampah-Jadi-Sumber-Penghasilan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/Ubah-Sampah-Jadi-Sumber-Penghasilan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ekowisata Mangrove Wonorejo Hadapi Tantangan Besar Akibat Sampah</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-64165/ekowisata-mangrove-wonorejo-hadapi-tantangan-besar-akibat-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 00:03:11 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-64165/ekowisata-mangrove-wonorejo-hadapi-tantangan-besar-akibat-sampah</guid>

					<description><![CDATA[SURABAYA, CILACAP.INFO &#8211; Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait penumpukan sampah di area pesisir. Abdul Devid Fatah Mubarok, Humas dari Ekowisata Mangrove Wonorejo, menjelaskan bahwa sampah yang terbawa dari hulu sungai menuju hilir menjadi tantangan utama yang harus dihadapi setiap hari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya saat ini tengah menghadapi masalah serius terkait penumpukan sampah di area pesisir. Abdul Devid Fatah Mubarok, Humas dari Ekowisata Mangrove Wonorejo, menjelaskan bahwa sampah yang terbawa dari hulu sungai menuju hilir menjadi tantangan utama yang harus dihadapi setiap hari.</p>
<p>&#8220;Sampah-sampah yang terbawa dari hulu memenuhi kawasan hilir ini dengan berbagai jenis sampah,&#8221; kata Devid dalam wawancara dengan tim LindungiHutan.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini menyebabkan sampah yang sudah mencapai pesisir tidak dapat kembali ke laut, meskipun area laut terlihat lebih bersih. Oleh karena itu, penting untuk menanam mangrove di pinggiran pantai guna mencegah dampak lebih lanjut.</p>
<p>Untuk menjaga kebersihan kawasan, tim dari Lembaga Ekowisata Mangrove Wonorejo melakukan pembersihan sampah hampir setiap hari. Pembersihan tersebut melibatkan sekitar 7 hingga 8 orang dalam setiap kegiatannya, dan beberapa kali mereka bekerja sama dengan kampus-kampus di Surabaya.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan pembersihan 3 hingga 4 kali selama hari aktif dengan tim internal kami sendiri. Tim kami terdiri dari sekitar 7-8 orang, yang bekerja sama dengan komunitas pecinta lingkungan dan mahasiswa dari beberapa kampus di Surabaya seperti Unair, ITS, dan UPN Surabaya melalui kerja sama MoU yang telah dilakukan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Berdasarkan penelitian mahasiswa ITS, jumlah sampah yang terkumpul di kawasan pesisir Ekowisata Mangrove Wonorejo sangat besar. &#8220;Pada ketinggian air 2,7 meter, sampah yang terkumpul mencapai 1,2 ton, setara dengan 60-70 karung sampah per hari,&#8221; kata Devid.</p>
<p>Sampah yang menumpuk tidak hanya mempengaruhi estetika lingkungan, tetapi juga berdampak pada kelangsungan hidup mangrove di kawasan tersebut. &#8220;Keberhasilan penanaman mangrove sangat bergantung pada pembersihan sampah. Jika sampah tidak dibersihkan, mangrove tidak akan tumbuh dengan baik karena runti lebih tertarik pada bambu daripada mangrove,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa di Ekowisata Mangrove Wonorejo, mangrove banyak yang mati akibat sampah yang terbawa ke kawasan pesisir. &#8220;Sebagian besar mangrove di Indonesia mati karena gangguan runti. Di sini, mangrove mati karena sampah.&#8221;</p>
<p>Di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo terdapat tiga jenis mangrove utama, yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Rhizophora apiculata. &#8220;Ketiga jenis mangrove ini berperan penting sebagai sabuk hijau yang kuat untuk menahan gelombang pasang surut air laut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain masalah sampah, kawasan ini juga dihadapkan dengan tantangan abrasi. &#8220;Kami rutin melakukan kegiatan restorasi atau reboisasi untuk mencegah degradasi tanah lebih lanjut. Kami juga menggunakan peralatan tradisional seperti terucuk bambu untuk melindungi mangrove dari ombak besar. Bambu ini bisa bertahan hingga dua tahun, memberikan waktu bagi mangrove untuk beradaptasi dan tumbuh dengan baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, Lembaga Ekowisata Mangrove Wonorejo terus berkomitmen untuk melestarikan lingkungan pesisir dan menjaga kelangsungan hidup mangrove di kawasan tersebut. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan institusi pendidikan, sangat diperlukan untuk menjamin kesuksesan program restorasi lingkungan ini.
<strong>Tentang LindungiHutan</strong>
LindungiHutan adalah sebuah start-up lingkungan yang fokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Hingga kini, 848 ribu pohon telah ditanam bersama 547 brand dan perusahaan. LindungiHutan bekerja sama dengan masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di seluruh Indonesia, dan menawarkan berbagai program seperti The Green CSR, Collaboratree, serta program Carbon Offset.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/10/Ekowisata-Mangrove-Wonorejo-Hadapi-Tantangan-Besar-Akibat-Sampah-4-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dokumentasi Berita (Sumber: LindungiHutan)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/10/Ekowisata-Mangrove-Wonorejo-Hadapi-Tantangan-Besar-Akibat-Sampah-4-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dokumentasi Berita (Sumber: LindungiHutan)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
