<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos QR Menu &amp; POS Tantri &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/qr-menu-pos-tantri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 05:46:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos QR Menu &amp; POS Tantri &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Riset F&#038;B: 83% Bisnis Kuliner Lolos Tahun Ke-1 Tapi Beguguran karena 5 Faktor Ini</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-91768/riset-fb-83-bisnis-kuliner-lolos-tahun-ke-1-tapi-beguguran-karena-5-faktor-ini</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 05:03:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[QR Menu & POS Tantri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-91768/riset-fb-83-bisnis-kuliner-lolos-tahun-ke-1-tapi-beguguran-karena-5-faktor-ini</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Salah satu mitos bisnis industri F&#38;B yang paling sering diulang adalah &#8220;Sebagian besar restoran 70-80% gagal di tahun pertama.&#8221; dan ini ulang diberbagai media dan blog.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Salah satu mitos bisnis industri F&amp;B yang paling sering diulang adalah &#8220;Sebagian besar restoran 70-80% gagal di tahun pertama.&#8221; dan ini ulang diberbagai media dan blog.</p>
<p>Namun, Tim Riset Tantri menemukan menemukan hasil riset yang berbeda.</p>
<p>Berdasarkan data UC Berkeley, OECD, BLS AS, dan Cornell menemukan 70–83% bisnis F&amp;B bertahan di tahun pertama.</p>
<p>Tantangan terbesar justru muncul pada tahun ke-3 hingga ke-5 akibat lemahnya sistem operasional dan cashflow.</p>
<p>Data dalam riset ini disusun berdasarkan cross-analysis berbagai penelitian dan dataset internasional, termasuk studi UC Berkeley terhadap 1,9 juta bisnis dan 81.000 restoran independen, data business survival U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS), framework OECD, serta Cornell Hospitality Research terkait operasional, cashflow, dan customer experience bisnis restoran.</p>
<h2>5 Faktor Utama Tingkat Survival Rate Bisnis Cafe dan Resto</h2>
<p>Melalui &#8220;Weighted Operational Survival Analysis&#8221;, Tim Riset Tantri mengidentifikasi lima faktor operasional yang paling konsisten berkorelasi dengan survival bisnis cafe dan restoran dalam jangka panjang.</p>
<p>Temuan ini juga memperlihatkan bahwa banyak kegagalan bisnis restoran sebenarnya bukan disebabkan oleh kurangnya permintaan pasar, melainkan akumulasi masalah operasional yang terjadi secara perlahan dalam beberapa tahun pertama bisnis berjalan.</p>
<h2>1. Financial dan Cashflow Control (30%)</h2>
<p>Masalah yang paling sering terjadi pada bisnis F&amp;B terlihat ramai secara penjualan, tetapi sebenarnya memiliki margin yang sangat tipis.</p>
<p>Kenaikan food cost, biaya operasional, dan labor cost sering kali tidak diikuti kontrol cashflow yang baik. (Deloitte Restaurant Industry Outlook, Restaurant365 Industry Reports)</p>
<p>Dalam banyak kasus, owner baru menyadari masalah ketika:</p>
<p>cashflow mulai seret, pembayaran vendor terlambat, atau profit tidak sebanding dengan omzet.</p>
<p>tindakan yang tepat seharusnya melakukan: monitoring food cost, laporan cashflow realtime, kontrol margin per menu, serta visibility terhadap biaya operasional harian.</p>
<h2>2. Operational Systems dan SOP (25%)</h2>
<p>Kasus kedua tertinggi bisnis cafe dan restoran masih bergantung pada owner atau staff tertentu. Ketika volume order meningkat atau tim bertambah, operasional mulai tidak konsisten:</p>
<p>antrean lebih panjang, salah input order, stok tidak terkontrol, hingga kualitas pelayanan menurun.</p>
<p>solusi fase ini adalah membangun sistem sepert:</p>
<p>SOP operasional, workflow kerja, inventory system, serta reporting system yang terstandarisasi. (Cornell Hospitality Quarterly, National Restaurant Association Research)</p>
<h2>3. Customer Experience Consistency (20%)</h2>
<p>Fokus mencari customer baru tetapi kurang menjaga konsistensi customer experience merupakan faktor ketiga yang kruisial.</p>
<p>Padahal customer loyal akan membawa keberlanjutan bisnis sedangkan customer baru tanda perkembangan namun konsekuensi biaya promosi.</p>
<p>Akibatnya:</p>
<p>rasa berubah-ubah, pelayanan tidak stabil, waiting time terlalu lama, atau pengalaman pelanggan berbeda setiap kunjungan.</p>
<p>Hal ini membuat repeat order dan loyalitas pelanggan sulit terbentuk.</p>
<p>Pemilik Bisnis perlu menjaga hal &#8211; hal berikut:</p>
<p>konsistensi rasa, kecepatan pelayanan, customer flow, dan quality control operasional. (PwC Consumer Insights Survey ,Deloitte Consumer Experience Research)</p>
<h2>4. Adaptability to Consumer Trends (15%)</h2>
<p>Perubahan perilaku konsumen di industri F&amp;B saat ini terjadi jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya. sementara operasional bisnis cafe / restoran belum mampu beradaptasi dengan cepat.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, tren konsumen F&amp;B global mulai bergeser ke arah:</p>
<p>delivery &amp; online ordering, cashless &amp; QR payment, convenience experience, self-service ordering, digital loyalty program, personalized customer experience, hingga fast-response service.</p>
<p>Adaptasi terhadap tren bukan hanya mengikuti teknologi baru, tetapi bagaimana bisnis mampu membuat pengalaman pelanggan menjadi:</p>
<p>lebih cepat, lebih praktis, lebih nyaman, dan lebih konsisten. (Deloitte Digital Consumer Trends, McKinsey Perspectives on the future of restaurants, Euromonito Key Consumer Foodservice Trends )</p>
<h2>5. Sustainable Expansion Pace (10%)</h2>
<p>Mengejar momentum dengan terlalu cepat sebelum sistem bisnis benar-benar matang. Dalam banyak kasus:</p>
<p>kualitas mulai tidak konsisten, kontrol operasional melemah, cashflow terganggu, dan manajemen tim menjadi lebih kompleks.</p>
<p>Bisnis perlu memastikan:</p>
<p>operasional stabil, cashflow sehat, SOP berjalan konsisten, dan tim siap sebelum melakukan ekspansi besar.</p>
<p>salah satu studi kasus di indonesia adalah warung SSB awal bisnis 2002 dan baru tahun 2012 mulai membuka cabang perlahan hingga 86 gerai secara keseluruhan, dengan rincian 85 gerai tersebar di berbagai wilayah Indonesia (mulai dari Pekanbaru, Malang, hingga Denpasar) dan 1 gerai internasional yang berada di Arab Saudi.</p>
<h2>Viral Belum Tentu Sustainable</h2>
<p>Fokus membantu fondasi yang kuat akan lebih membantu bisnis cafe dan resto tidak hanya bertahan namun berkembang dalam jangka panjang.</p>
<p>Tidak hanya melalui riset di dunia F&amp;B, Tantri.id telah membantu 2000+ cafe dan restoran Sejak 2023 agar lebih efisien &amp; rapi dengan QR Menu ordering yang terhubung ke POS &amp; Sistem Dapur mengurangi salah orderan dan efisiensi waktu.</p>
<p>Integrasi Inventory mampu menjaga foodcost lebih terkontrol, hingga kelola cabang memastikan perfoma dan SOP terjaga.</p>
<p>160+ fitur digital lainya membuat bisnis kuliner tidak ketinggalan trend sehingga 5 malasah survival rate yang sudah dibahas mampu teratasi dalam 1 aplikasi.</p>
<p><strong>About QR Menu &amp; POS Tantri</strong> </p>
<p>Tantri.id adalah aplikasi kasir berbasis cloud yang dikembangkan oleh PT Sasana Solusi Digital, sebuah perusahaan teknologi asal Bandung yang berfokus pada solusi digital untuk bisnis kuliner.</p>
<p>Tantri.id telah digunakan oleh 2000+ F&amp;B di Indonesia per Mei 2026, dan terus berkembang sebagai partner terpercaya dalam perjalanan bisnis para pemilik usaha kuliner—baik itu coffee shop, restoran, dan bisnis kuliner lainnya.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/21/Global-Restaurant-Survival-Data-3-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Global Restaurant Survival Data (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/21/Global-Restaurant-Survival-Data-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Global Restaurant Survival Data (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-79423/70-bisnis-kuliner-gagal-di-tahun-pertama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 09:13:50 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[QR Menu & POS Tantri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-79423/70-bisnis-kuliner-gagal-di-tahun-pertama</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bisnis kuliner sering terlihat menjanjikan, tapi tahukah kamu bahwa sebagian besar bisnis ini gagal dalam waktu singkat? Menurut laporan CNN Indonesia, sekitar 54% pengusaha makanan dan minuman hanya mampu bertahan selama 5 bulan, terutama saat pandemi COVID-19. Sementara itu, dalam artikel VOI disebutkan bahwa lebih dari 70% bisnis kuliner gagal bertahan dalam 1–3 tahun pertama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bisnis kuliner sering terlihat menjanjikan, tapi tahukah kamu bahwa sebagian besar bisnis ini gagal dalam waktu singkat? Menurut laporan CNN Indonesia, sekitar 54% pengusaha makanan dan minuman hanya mampu bertahan selama 5 bulan, terutama saat pandemi COVID-19. Sementara itu, dalam artikel VOI disebutkan bahwa lebih dari 70% bisnis kuliner gagal bertahan dalam 1–3 tahun pertama.</p>
<p>Lantas, apa penyebabnya? Dan yang terpenting, bagaimana caranya agar bisnis kulinermu bisa bertahan dan berkembang? Berikut beberapa tips berdasarkan riset akademik dan panduan dari para ahli.
<strong>1. Manajemen Fokus pada Makanan, Bukan Strategi Bisnis yang Holistik</strong> </strong>
Sebuah studi dari Journal of Culinary Science &amp; Technology (2022) yang dilakukan di Jakarta menemukan bahwa pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan memperkuat kemampuan digital secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis kuliner.</p>
<p>Temuan ini menunjukkan bahwa alih-alih hanya fokus pada resep atau kualitas makanan semata, pemilik bisnis kuliner perlu mengadopsi strategi bisnis besar yang mencakup kepemimpinan efektif, pengelolaan harga, pemasaran, serta operasional produksi secara terintegrasi. Tanpa strategi holistik ini, bisnis akan menghadapi margin keuntungan yang tipis bahkan cenderung merugi.</p>
<p><strong>Tips singkat:</strong>  untuk strategi harga ideal dengan keuntungan maksimal coba kalkulator F&amp;B dari tantri kalkulatorhpp.tantri.id
<strong>2. Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir</strong> </strong>
Masalah utama yang diidentifikasi pada poin &#8220;Laporan Keuangan dan Penjualan yang Tidak Terorganisir&#8221; adalah ketidakefisienan dan ketidakakuratan dalam pengelolaan data transaksi dan stok, yang menyebabkan kesulitan dalam pengambilan keputusan bisnis.</p>
<p>Tanpa sistem yang terintegrasi dan laporan real-time, pemilik bisnis kesulitan mendapatkan gambaran yang jelas mengenai performa usaha, stok bahan baku, dan arus kas. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan dan menurunkan daya saing bisnis.</p>
<p>Menurut hasil penelitian dari Binus University Jakarta, penggunaan aplikasi kasir (POS) terbukti mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan stok, transaksi, dan laporan keuangan pada bisnis kuliner seperti coffee shop.</p>
<p><strong>Tips singkat:</strong>  untuk pengelolaan laporan dan transaksi yang terorganisir gunakan POS Tantri di tantri.id
<strong>3. Pelayanan Lambat Meski Kualitas Makanan Bagus</strong> </strong>
Dalam studi yang diterbitkan oleh Jurnal Sustainability tahun 2025, disebutkan bahwa penggunaan QR menu secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan, efisiensi pelayanan, dan persepsi modernitas bisnis. QR menu juga mengurangi kebutuhan mencetak ulang menu setiap kali ada perubahan harga atau produk. Selain itu, pelanggan merasa lebih nyaman karena tidak perlu bersentuhan langsung dengan benda fisik, sebuah nilai tambah sejak pandemi.</p>
<p>Tempel QR code di tiap meja untuk pemesanan langsung agar pelayanan lebih cepat, higienis, dan praktis. Gunakan QR menu dinamis supaya kamu bisa update menu atau harga tanpa cetak ulang, serta pastikan desain menu digital mudah dipahami dengan foto makanan, deskripsi, dan harga yang jelas.Tips singkat: gunakan QR Menu yang terintegrasi dengan POS seprti tantri.id
<strong>4. Idealisme Tinggi tapi Kurang Inovasi</strong> </strong>
Masih dari jurnal Sustainability 2025, inovasi dalam model bisnis dan proses operasional terbukti menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan UMKM kuliner. Pemilik bisnis harus aktif mengevaluasi menu, strategi pemasaran, serta saluran distribusi secara berkala.</p>
<p>Memanfaatkan diskusi komunitas bisnis, benchmarking pesaing, serta eksplorasi ide-ide kreatif melalui kolaborasi dengan mitra usaha atau pakar kuliner bisa membuka wawasan baru tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teknologi canggih. Pendekatan ini mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan sekaligus menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan konsumen dan persaingan yang dinamis.
<strong>5. Standarisasi Operasional dan SOP yang Kurang Ketat</strong> </strong>
publikasi jurnal Why Restaurants Fail 2005 oleh Cornell University menyatakan penerapan SOP (Standard Operating Procedure) yang ketat menjadi fondasi utama agar bisnis kuliner dapat berjalan efisien dan konsisten. Bisnis yang mengabaikan ketatnya pengawasan dalam SOP operasional sering menghadapi risiko kesalahan berulang, inkonsistensi kualitas layanan, dan kurangnya respons cepat terhadap kendala di lapangan.</p>
<p>Pemilik bisnis dapat mulai dengan menyusun SOP yang jelas dan praktis, melibatkan tim dalam proses penyusunan agar mereka paham dan terlibat, serta rutin melakukan training dan evaluasi penerapan SOP di setiap lini operasional.
<strong>Kesimpulan</strong> </strong>
Membangun bisnis kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang manajemen yang cermat dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Tingginya angka kegagalan seharusnya jadi pengingat bahwa strategi bisnis harus disiapkan sejak awal.</p>
<p>Dengan menerapkan kepemimpinan yang adaptif, memanfaatkan aplikasi kasir seperti Tantri, dan menyediakan QR menu sebagai bagian dari layanan pelanggan, kamu bisa meningkatkan peluang sukses di tahun-tahun pertama bisnismu.
<strong>About QR Menu &amp; POS Tantri</strong> </strong>
About Tantri.id &#8211; PT Sasana Solusi Digital</p>
<p>Tantri adalah aplikasi kasir berbasis cloud yang dikembangkan oleh PT Sasana Solusi Digital, sebuah perusahaan teknologi asal Bandung yang berfokus pada solusi digital untuk bisnis kuliner.</p>
<p>Tantri telah digunakan oleh 1200+ F&amp;B di Indonesia, dan terus berkembang sebagai partner terpercaya dalam perjalanan bisnis para pemilik usaha kuliner—baik itu coffee shop, restoran, hingga bisnis makanan rumahan.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/08/25/70-Bisnis-Kuliner-Gagal-di-Tahun-Pertam-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/08/25/70-Bisnis-Kuliner-Gagal-di-Tahun-Pertam-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[70% Bisnis Kuliner Gagal di Tahun Pertama]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
