<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos PT HM Sampoerna Tbk &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/pt-hm-sampoerna-tbk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2026 05:06:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos PT HM Sampoerna Tbk &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101440/penjualan-online-belum-maksimal-ini-strategi-yang-bisa-dicoba-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 05:06:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101440/penjualan-online-belum-maksimal-ini-strategi-yang-bisa-dicoba-umkm</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Memasarkan produk secara daring telah menjadi keniscayaan bagi pengusaha UMKM di tengah era digital. Sayangnya, belum semua pengusaha UMKM dapat mengoptimalkan penjualan secara daring untuk menambah omzet.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Memasarkan produk secara daring telah menjadi keniscayaan bagi pengusaha UMKM di tengah era digital. Sayangnya, belum semua pengusaha UMKM dapat mengoptimalkan penjualan secara daring untuk menambah omzet.</p>
<p>Memasarkan produk secara daring telah menjadi keniscayaan bagi pengusaha UMKM di tengah era digital. Sayangnya, belum semua pengusaha UMKM dapat mengoptimalkan penjualan secara daring untuk menambah omzet.</p>
<p>Weliyan Tanoyo, Founder Digifolium, mengatakan bahwa terdapat dua kendala umum pengusaha UMKM belum dapat memaksimalkan penjualan daring, yakni tidak terbiasa dengan beragam fitur di lokapasar (<i>marketplace</i>) dan keterbatasan jumlah sumber daya manusia (SDM).</p>
<p>&#8220;Jadi sebenarnya bukan gaptek (gagap teknologi), hanya belum terbiasa. Yang berikutnya banyak UMKM masih <i>single fighter,</i> sehingga kemampuannya terbatas. Pelatihan dan materi yang bagus tidak segera dikerjakan sehingga lupa,&#8221; ujarnya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).</p>
<p>Weliyan menuturkan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi <i>Digitalization Bootcamp </i>yang merupakan rangkaian kegiatan <i>Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global.</i></p>
<p>Kegiatan <i>bootcamp </i>UMKM itu diselenggarakan oleh <i>Sampoerna Entrepreneurship Training Center </i>(SETC) yang menghadirkan 230 pelaku UMKM, termasuk 180 UMKM binaan SETC dan 50 pengusaha UMKM yang tergabung dalam Jakpreneur. SETC merupakah bagian dari program pemberdayaan UMKM oleh PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia”.</p>
<p>Weliyan menuturkan, pengusaha UMKM perlu secara konsisten melakukan pengelolaan waktu untuk meningkatkan kemampuan pemasaran daring. Pengelolaan waktu yang konsisten membantu pelaku UMKM menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usahanya.</p>
<p>UMKM juga perlu cermat dan bijak mengakali lesunya penjualan. Jika produk andalan sedang sepi, pengusaha UMKM dapat mencoba produk lain yang masih terkait untuk mempertahankan kinerja penjualan. Dia mencontohkan ketika penjualan sepatu sepi, pengusaha UMKM dapat mencoba menjual sabuk atau ikat pinggang.</p>
<p><b>Manfaatkan Fitur Live Streaming</b></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Rika Yeo, Womanpreneur &amp; E-Commerce Coach membagikan kiat memanfaatkan dan mempraktikan <i>live streaming </i>untuk memasarkan produk UMKM. <i>Live streaming </i>harus punya tujuan yang jelas yakni memasarkan produk yang direncanakan dan dapat dikombinasikan dengan produk unggulan.</p>
<p>Menurutnya, kunci keberhasilan penjualan secara <i>live streaming </i>ialah harus mampu berinteraksi secara aktif dengan penonton. Makin banyak interaksi menandakan aktivitas <i>live streaming </i>berjalan baik dan bakal disarankan oleh lokapasar.</p>
<p>&#8220;Rumusnya sederhana, cukup ingat SKSD Aja. SKSD Aja itu singkatan dari <b>S</b>apa atau menyapa penonton. Berikutnya <b>K</b>enalan, <b><i>S</i></b><i>pill </i>problem konsumen, lalu <b>D</b>iskon. Jangan lupa untuk selalu selipkan <b>Aja</b>kan untuk membeli,&#8221; katanya.</p>
<p>Rika lantas membagikan kiat agar konsumen membeli produk yang dipasarkan secara <i>live streaming</i>. Menurutnya, produk yang dipasarkan harus mampu menyelesaikan masalah konsumen, memberikan manfaat, dan tunjukkan bukti yang kemudian ditutup dengan ajakan membeli.</p>
<p>&#8220;Kita bisa mulai dari masalah yang dihadapi konsumen, lalu tunjukkan bukti, dan demonstrasikan hal yang mau ditonjolkan dari produk. Calon pembeli akan tertarik ketika melihat bukti. Diskon dapat diberikan saat konsumen melakukan <i>check out</i>,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/13/Penjualan-Online-Belum-Maksima-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/13/Penjualan-Online-Belum-Maksima-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101372/kolaborasi-jadi-cara-umkm-naik-kelas-dan-perluas-pasar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 04:52:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101372/kolaborasi-jadi-cara-umkm-naik-kelas-dan-perluas-pasar</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan usaha secara individual. Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan usaha secara individual. Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p>Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan usaha secara individual. Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p>Director of Stakeholder Relations and Sustainability PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Romulus Sutanto mengatakan semangat berbagi dan gotong royong memungkinkan manfaat pengembangan usaha menjangkau lebih banyak pelaku UMKM dan komunitas di sekitarnya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan usaha tidak semata-mata tecermin dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga manfaat yang dapat diberikan kepada pelaku usaha lain.</p>
<p>“Semakin banyak menabur, semakin banyak kita menuai,” ujarnya dalam “Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global” di Jakarta, Rabu (30/9/2026).</p>
<p>Bootcamp yang digelar Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) pada 29–30 September 2026 tersebut melibatkan lebih dari 180 pelaku UMKM binaan SUI/SETC dari seluruh Indonesia, serta 50 UMKM Jakpreneur. Acara di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” itu menjadi bagian dari upaya jangka panjang Sampoerna dalam membangun ekosistem kewirausahaan melalui peningkatan kapasitas dan perluasan akses pasar bagi UMKM.</p>
<p>Sejak 2007, SETC telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM. Program tersebut juga memfasilitasi penetrasi ekspor UMKM, di antaranya, ke Tiongkok melalui The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair 2026, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta. Pengusaha binaan SETC juga turut berpartisipasi di acara Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX).</p>
<p>Ekosistem itu turut diperkuat Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina lebih dari 250.000 toko kelontong. Jaringan tersebut mencatatkan total omzet Rp251 triliun per tahun atau setara dengan 9,46% dari PDB ritel nasional 2025.</p>
<p>Memperluas Dampak Pendampingan</p>
<p>Dalam memperluas jangkauan pembinaan, SETC mengembangkan Collaborator Hub sebagai jejaring penggerak pemberdayaan UMKM di tingkat lokal. Saat ini, sebanyak 30 Collaborator Hub tersebar di 17 provinsi dan secara berkelanjutan mendampingi lebih dari 2.300 UMKM.</p>
<p>Jejaring tersebut menjalankan pendampingan berbasis praktik, membangun kolaborasi, serta membantu pelaku usaha mengakses pasar. Perannya diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas suatu usaha, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas di daerah.</p>
<p>Romulus menilai pendekatan tersebut penting karena pelaku UMKM yang telah berkembang dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada pengusaha lain. Efek berantai dari proses itu selanjutnya berpotensi menjangkau keluarga hingga komunitas di sekitar usaha.</p>
<p>“Bayangkan, ada berapa jumlah kepala keluarga yang Bapak dan Ibu bantu semua di sini. Itu yang membuat saya merinding,” kata dia kepada para Collaborator Hub yang hadir.</p>
<p>Menurut Romulus, semangat tersebut juga ditemuinya selama 18 tahun membina ekosistem SRC. Sejumlah pemilik toko kelontong anggota SRC, misalnya, bersedia memberikan pendampingan kepada toko lain kendati menjual produk serupa dan berpotensi menjadi pesaing.</p>
<p>“Ketika saya tanya, Bapak, Ibu, kenapa mau bina tetangga sebelah, warung yang juga saingan kamu, terus nanti kamu dapat apa?” katanya.</p>
<p>Jawaban para pemilik warung kelontong tersebut kemudian melekat di hati Romulus.</p>
<p>Mereka mengingatkan pada prinsip bahwa semakin banyak kebaikan yang ditabur, semakin banyak pula berkah yang akan dituai.</p>
<p>Praktik itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa kolaborasi tidak selalu harus berhenti ketika pelaku usaha berhadapan dengan kompetisi.</p>
<p>Romulus juga memperkenalkan Falsafah Tiga Tangan yang menjadi salah satu landasan Sampoerna dalam menjalankan bisnis dan program pemberdayaan. Ketiga prinsip itu meliputi menghasilkan produk berkualitas bagi konsumen dewasa, memberikan nilai kepada pemangku kepentingan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Prinsip tersebut dinilainya relevan bagi UMKM, terutama ketika produk lokal mulai diarahkan pada pasar yang lebih luas.</p>
<p>Cerita Pemberdayaan dari Daerah</p>
<p>Model pendampingan tersebut antara lain dijalankan Collaborator Hub asal Balikpapan, Nurul Ahdaniyah. Melalui PT Bungas Food Nusantara, dia mengembangkan minuman herbal Bungas Wedang Dayak sekaligus bekerja sama dengan 10 kelompok tani yang menanam bawang dayak.</p>
<p>“Melalui SETC ini saya bisa sharing dengan teman-teman bagaimana usaha bisa berkembang. Dan memang benar, ketika kita menanam kebaikan, kita akan menuai,” kata dia.</p>
<p>Selama mengikuti SETC, Nurul juga mempelajari cara ekspor ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Malaysia, Nigeria, dan Australia. Dia berharap produk berbasis bawang dayak dapat memperoleh pasar yang semakin luas.</p>
<p>Cerita lain datang dari Collaborator Hub asal Kebumen, Novita atau Ovi, melalui Komunitas Pelepah Berdaya. Komunitas tersebut memanfaatkan limbah pelepah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi sekaligus memberikan pelatihan kepada warga lembaga pemasyarakatan.</p>
<p>“Saya itu grassroot, langsung ke masyarakat bawah banget, karena saya membina warga lembaga pemasyarakatan,” ujar dia.</p>
<p>Menurut Ovi, pengolahan pelepah tidak hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai jual, tetapi juga membantu warga binaan memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri.</p>
<p>“Saat mereka (warga binaan) tahu bagaimana cara memanfaatkan pelepah pisang tadi, oh ternyata produk yang saya buat bisa laku di pasaran, mereka itu dengan bangga bercerita ke keluarganya. Saya melakukan pelatihan di rutan, mereka sangat antusias,” ucap Ovi, menceritakan pengalamannya membina warga binaan.</p>
<p>Dengan pola tersebut, pendampingan UMKM bergerak dari peningkatan kemampuan pengusaha secara individual menuju pembentukan jejaring yang memungkinkan pengetahuan, akses pasar, dan manfaat ekonomi diteruskan kepada pelaku usaha maupun komunitas lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/12/Kolaborasi-Jadi-Cara-UMKM-Naik-Kelas-dan-Perluas-Pasar-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/12/Kolaborasi-Jadi-Cara-UMKM-Naik-Kelas-dan-Perluas-Pasar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101209/inilah-kiat-produk-umkm-tembus-pasar-ekspor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 05:11:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101209/inilah-kiat-produk-umkm-tembus-pasar-ekspor</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.</p>
<p>Fasilitator Ekspor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan  (PPEJP) Dede Saputra mengatakan, pengusaha UMKM perlu mengubah pendekatan dari produk sebagai pusat (product centric) menjadi kebutuhan pembeli (buyer centric) di negara tujuan ekspor.</p>
<p>&#8220;Produk yang bagus saja tidak cukup. Buyer tidak hanya membeli produk tapi keberlanjutan dan kepatuhan pada regulasi di negaranya. Pengusaha UMKM harus paham bagaimana negara tujuan ekspor memutuskan dalam memilih pemasok,&#8221; ujar Dede di Jakarta, Selasa (29/9/2026).</p>
<p>Dia menegaskan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi Export Bootcamp yang merupakan rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global. Acara yang diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” ini menghadirkan lebih dari 180 UMKM dari seluruh Nusantara.</p>
<p>Dede yang juga Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu melanjutkan terdapat tiga pilar yang menjadi pertimbangan buyer untuk memilih pemasok, khususnya jika menggunakan skema Business-to-Business (B2B).</p>
<p>Pertama, kepatuhan regulasi dan sertifikasi. Buyer internasional, katanya, akan melakukan mitigasi risiko seperti kontainer barang yang tertahan di bea cukai atau pemanggilan kembali produk (recall). Untuk menghindari hal itu, pengusaha UMKM wajib memenuhi kelayakan mutu produk dan sejumlah syarat sertifikasi di negara tujuan.</p>
<p>Dia mencontohkan untuk ekspor produk pangan ke pasar China, pengusaha UMKM wajib memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People&#8217;s Republic of China (GACC), sementara untuk masuk ke pasar Amerika Serikat, suatu produk wajib memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).</p>
<p>Kedua, pengusaha UMKM harus memperhatikan keandalan pasokan produk. Keandalan pasokan produk, tambahnya, terkait dengan jaminan kelancaran stok, memenuhi standar operasional perusahaan (SOP), dan kualitas produk secara konsisten.</p>
<p>Dede mengingatkan ketika UMKM membawa contoh produk pada pameran internasional atau business matching, pengusaha usaha harus bisa memastikan pasokan jangka panjang. Ukuran keberhasilan dari pameran internasional pertama-tama ialah mendapatkan buyer berkelanjutan, bukan tentang produk yang laris.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap segala macamnya,&#8221; tegas Dede.</p>
<p>Pilar ketiga, lanjut Dede, berkaitan dengan skema perdagangan khususnya B2B. Buyer umumnya menghitung berdasarkan satuan palet atau kontainer dan bukan berdasarkan produk eceran. Pengusaha UMKM perlu merinci penetapan harga, kapasitas produksi bulanan, kemampuan mesin, jumlah SDM, manajemen pasokan, hingga biaya jalur pengiriman (forwarder).</p>
<p>&#8220;Perlu diingat untuk B2B, lebih dari 78% buyer mengeliminasi calon pemasok jika spesifikasi teknis, kualitas, sertifikasi food safety, kapasitas tidak tercantum secara transparan sejak awal,&#8221; tegasnya.</p>
<h3>Tren Pasar Global</h3>
<p>Dede menambahkan pengusaha UMKM juga perlu belajar untuk membaca tren kebutuhan pasar global atau validasi pasar. Cara paling sederhana, katanya, ialah dengan melihat produk asal Indonesia yang paling laris di pasar global.</p>
<p>&#8220;Siapa pembeli terbesar, bagaimana tren pertumbuhan suatu produk, karakter produk seperti apa, termasuk mapping Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang bisa membantu ekspor,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain membaca tren pasar global, pengusaha UMKM juga perlu mengecek produk yang potensial asal Indonesia yang diterima di pasar global. Saat ini, tiga produk UMKM Indonesia yang banyak diminati antara lain kopi, cokelat, dan sepatu olahraga.</p>
<p>Selain mengubah pola pikir, Dede meminta pengusaha UMKM untuk menghindari empat hal yang membuat produk tidak diterima pasar global. Pertama, materi promosi atau brosur yang tidak sesuai dengan pasar negara tujuan.</p>
<p>&#8220;Jangan buat profil perusahaan dalam bahasa Indonesia ketika mengincar pasar ekspor,&#8221; paparnya.</p>
<p>Kedua, hindari membuat klaim palsu terkait kapasitas produksi. Alih-alih menyebut mampu memproduksi dalam skala tak terbatas, pengusaha UMKM lebih tepat menjelaskan secara rinci kapasitas produksi riil secara jujur. Ketiga, pengusaha UMKM juga perlu memperjelaskan minimum order quantity (MOQ) yang jelas dan realistis.</p>
<p>&#8220;Terakhir, pahami ada perbedaan zona waktu dengan buyer sehingga harus responsif ketika berkomunikasi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/08/Inilah-Kiat-Produk-UMKM-Tembus-Pasar-Ekspor-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/08/Inilah-Kiat-Produk-UMKM-Tembus-Pasar-Ekspor-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya, Omzet Bisa Miliaran</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101017/5-ide-bisnis-umkm-dan-cara-menjalankannya-omzet-bisa-miliaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 04:01:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101017/5-ide-bisnis-umkm-dan-cara-menjalankannya-omzet-bisa-miliaran</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Memulai usaha sering kali bukan soal keberanian, tetapi menemukan ide bisnis yang tepat untuk dijalankan. Banyak calon pengusaha ingin terjun ke dunia bisnis, namun masih mencari peluang yang realistis, memiliki pasar, dan dapat dikembangkan dalam jangka panjang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Memulai usaha sering kali bukan soal keberanian, tetapi menemukan ide bisnis yang tepat untuk dijalankan. Banyak calon pengusaha ingin terjun ke dunia bisnis, namun masih mencari peluang yang realistis, memiliki pasar, dan dapat dikembangkan dalam jangka panjang.</p>
<p>Di tengah beragamnya kebutuhan konsumen, peluang usaha bisa muncul dari berbagai sektor. Produk sederhana pun dapat memiliki nilai ekonomi lebih besar ketika dikembangkan melalui inovasi, strategi pemasaran, dan perluasan pasar.</p>
<p>Simak lima contoh bisnis dari para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Program Pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center” (SETC) yang disampaikan pada acara Program Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global. Bukan hanya soal produk, tetapi juga bagaimana bisnis dikembangkan hingga mampu membuka pasar baru dan berpotensi mencapai omzet miliaran.</p>
<p><b> 1.  Custom Seragam Korporasi</b></p>
<p>Temasira mengembangkan produk fashion <i>custom </i>yang tidak hanya mengandalkan logo, tetapi mengangkat cerita dan identitas perusahaan ke dalam desain. Owner Temasira, Ali Eunoia, mengatakan proses tersebut dimulai dengan memahami nilai, ideologi, dan kebutuhan klien sebelum diterjemahkan menjadi desain dan produk.</p>
<p>Dari media sosial dan iklan digital, Temasira mulai membuka peluang ke pasar korporasi. Menurut Ali, pada awalnya ia belum secara khusus memikirkan strategi mendekati pasar <i>corporate</i>. Namun, iklan yang ditayangkan justru mendatangkan pemilik bisnis yang membutuhkan produk dalam jumlah besar.</p>
<p>“Awalnya kami tidak kepikiran bagaimana <i>approaching corporate</i>. Ternyata dari iklan saja ada <i>business owner</i> yang datang,” ujar Ali.</p>
<p>Temasira kemudian mengembangkan pendekatan <i>one-on-one </i>untuk menggali kebutuhan calon klien. Kebutuhan tersebut tidak hanya berupa seragam kerja, tetapi juga <i>apparel event </i>dan<i> merchandise. </i>Dari pendekatan tersebut, Temasira bahkan menemukan calon klien dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk kebutuhan <i>apparel</i> dan <i>merchandise</i>.</p>
<p>Selain menawarkan <i>custom</i> motif dengan minimum order mulai 30 <i>pieces</i>, Temasira juga memberikan rekomendasi material dan desain sesuai kebutuhan klien serta menyediakan opsi express production.</p>
<p><b>2.  Memanfaatkan Pisang</b></p>
<p>Bananania melihat keterbatasan daya simpan pisang sebagai peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah. Owner Bananania, Sofyani Mirah, mengatakan pihaknya mengolah pisang menjadi keripik, selai, tepung pisang <i>gluten-free</i>, hingga cookies berbahan 100 persen pisang.</p>
<p>Bisnis tersebut juga dibangun dengan melibatkan petani. Karena hasil kebun sendiri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku, Bananania bekerja sama dengan sejumlah petani dan menerapkan SOP serta <i>quality control</i> untuk menjaga kualitas. Bananania juga telah menerapkan standar <i>Hazard Analysis Critical Control Point</i> (HACCP) dan <i>Good Manufacturing Practices</i> (GMP).</p>
<p>Dari sisi pasar, produk Bananania telah masuk ke lebih dari 600 outlet dan dipasarkan melalui kanal <i>online</i> maupun <i>offline</i>. Bananania juga telah melakukan ekspor ke Kanada, Malaysia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat, serta mempersiapkan ekspansi ke Korea Selatan.</p>
<p>Ke depan, Bananania membuka peluang melalui perluasan distribusi, ekspor, dan <i>co-branding</i>. Bananania juga mengembangkan konsep <i>zero waste</i> dengan memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku enzim yang kemudian digunakan sebagai pupuk. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi lebih besar dari komoditas lokal.</p>
<p><b> 3.  Budaya Makan Sambal</b></p>
<p>Quinn of Spicy melihat budaya makan masyarakat Indonesia yang sulit dipisahkan dari sambal sebagai peluang bisnis. Produk ini memadukan cabai dengan andaliman, rempah khas Sumatera Utara, yang memberikan sensasi pedas dan aroma khas.</p>
<p>“Kami menggabungkannya dengan rempah khas, namanya andaliman. Menghasilkan rasa pedas dan aroma yang khas,” ujar Owner Quinn of Spicy, Rudy Yanto.</p>
<p>Sejak berdiri pada 2020, Quinn of Spicy memperluas bisnis dari kanal digital ke <i>modern trade</i>. Produknya disebut telah terjual lebih dari 400 ribu unit di lokapasar dengan <i>rating</i> 4,5 dari lebih dari 30 ribu penilaian konsumen. Kapasitas produksi kini mencapai sekitar 20 ribu <i>pieces</i> per bulan dengan dukungan sekitar 25 pekerja lokal.</p>
<p>Selain memperluas distribusi ke jaringan <i>modern trade</i> di Sumatera, Quinn of Spicy juga memberdayakan tenaga kerja lokal, memberikan edukasi kepada UMKM, serta mengolah limbah produksi menjadi pupuk kompos.</p>
<p>Setelah membangun pasar domestik, Quinn of Spicy mulai membidik pasar internasional dengan mengikuti World Food Expo dan Food Hall di Singapura.</p>
<p><b>4.  Makanan Sehat</b></p>
<p><b></b>Granola Addict mengembangkan produk berbasis sereal seperti granola, muesli, premix, hingga biskuit. Bisnis yang dikembangkan Owner Granola Addict, Steven Kurniawan, tersebut awalnya bertumbuh melalui lokapasar sebelum memperluas penjualan ke pasar <i>offline</i> dan <i>business-to-business</i> (B2B), termasuk sektor perhotelan.</p>
<p>Pandemi COVID-19 sempat menekan penjualan <i>online.</i> Kondisi tersebut mendorong Granola Addict mencari kanal pasar baru dengan masuk ke hotel-hotel. Strategi ini kemudian membuka peluang baru, terutama di Bali yang kini menjadi salah satu pasar utama perusahaan.</p>
<p>Steven menyebut masih terdapat ribuan hotel di Indonesia yang belum digarap. Karena itu, sektor perhotelan dinilai masih memberikan ruang ekspansi, dengan dukungan relasi bisnis dan jaringan vendor yang telah dibangun.</p>
<p>“Untuk pengembangan ke depannya, kita mungkin akan masuk ke daerah-daerah dengan pasar yang potensial ataupun nanti ke luar negeri,” kata Steven.</p>
<p><b>5.  Camilan Sehat Kaya Rasa</b></p>
<p>Casa Grata hadir sejak 2018 dengan menawarkan camilan yang menggabungkan aspek kesehatan dan cita rasa. Owner Casa Grata, Jane Tanuwijaya, mengatakan produknya dirancang bagi konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa mengesampingkan gaya hidup sehat.</p>
<p>Diferensiasi Casa Grata terletak pada produk <i>gluten-free</i>, <i>sugar-free</i>, vegan, yang telah memenuhi ketentuan halal. Saat ini, Casa Grata memiliki 10 varian rasa dan terus mengembangkan produk melalui <i>product extension</i>, termasuk <i>cake flavors</i> dan <i>dip</i>.</p>
<p>Selain menyasar konsumen individu melalui B2C, Casa Grata mengembangkan pasar B2B melalui kanal <i>online, offline event, retail</i>, supermarket, <i>corporate</i>, hingga ekspor. Mereka juga melihat peluang di sektor maskapai penerbangan, hotel, dan resort serta menjajaki kerja sama dengan <i>buyer</i> internasional.</p>
<p>Perluasan pasar tersebut diikuti dengan peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi. Dengan diferensiasi produk sehat yang tetap mengedepankan rasa, pilihan varian, dan fleksibilitas distribusi, Casa Grata menargetkan produknya semakin mudah diakses konsumen di pasar Indonesia maupun internasional.</p>
<p>Sebagai informasi, SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.</p>
<p>SETC juga memiliki 30 Collaborator Hub di 17 provinsi yang mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan. Jejaring tersebut berperan sebagai <i>local enabler </i>dalam memperkuat kapabilitas pengusaha UMKM, membuka akses pasar, dan meningkatkan daya saing.</p>
<p>Melalui pelatihan, pendampingan, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, SETC berupaya membantu pelaku UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/5-Ide-Bisnis-UMKM-dan-Cara-Menjalankannya-Omzet-Bisa-Miliaran-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya Omzet Bisa Miliaran]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/5-Ide-Bisnis-UMKM-dan-Cara-Menjalankannya-Omzet-Bisa-Miliaran-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[5 Ide Bisnis UMKM dan Cara Menjalankannya Omzet Bisa Miliaran]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100925/setc-perkuat-kolaborasi-pemerintah-dan-swasta-untuk-dorong-umkm-naik-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 08:43:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100925/setc-perkuat-kolaborasi-pemerintah-dan-swasta-untuk-dorong-umkm-naik-kelas</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO  &#8211; Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan menembus pasar ekspor.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>  &#8211; Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan menembus pasar ekspor.</p>
<p>Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan menembus pasar ekspor.</p>
<p>Dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, UMKM yang naik kelas akan berdampak pada pertumbuhan Indonesia.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatakan, kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM sangat penting karena ketika UMKM naik kelas, maka perekonomian Indonesia juga ikut tumbuh. Pasalnya, UMKM menyumbang sekitar 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja.</p>
<p>Dia mengapresiasi pendampingan dan pelatihan UMKM yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” yang konsisten mendampingi UMKM naik kelas termasuk untuk ekspor.</p>
<p>&#8220;Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, perusahaan, dapat menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bangsa. Ketika UMKM naik kelas, pasti Jakarta naik kelas, pasti Indonesia juga naik kelas,&#8221; ujarnya pada pembukaan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global di Jakarta, Selasa (29/9/2026).</p>
<p>Program SETC – UUI 2026 merupakan komitmen jangka panjang Sampoerna dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Didirikan pada tahun 2007, SETC telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM serta memfasilitasi penetrasi ekspor UMKM ke Jepang dan Tiongkok melalui program WikiExport KADIN. Keberadaan SETC diperkuat oleh sinergi Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina lebih dari 250.000 toko kelontong dan menghasilkan total omzet Rp251 triliun per tahun (berkontribusi 9,46% terhadap PDB Ritel Nasional 2025).</p>
<p>Elisabeth menegaskan, pemerintah, lewat berbagai cara, seperti business matching, pameran dan lainnya, telah membantu UMKM untuk mendapatkan akses pembeli di luar negeri. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka akses pengusaha UMKM untuk mendapatkan mitra atau pembeli yang berkelanjutan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Untuk itu, dia berharap UMKM dapat memanfaatkan secara optimal peluang dan dukungan pemerintah dan swasta.</p>
<p>&#8220;Yang kita cari dari event dan pameran di luar negeri itu buyer yang berkelanjutan, bukan jual semua produk yang dibawa, lalu pulang dengan koper kosong,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Director of Stakeholder Relations &amp; Sustainability Sampoerna, Romulus Sutanto, mengatakan bahwa bootcamp yang diselenggarakan SETC bertujuan membantu pengusaha UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan peluang lewat digitalisasi, memperluas networking, dan mempersiapkan diri untuk memasuki pasar yang lebih luas termasuk ekspor.</p>
<p>Adapun, bootcamp yang dilaksanakan SETC selama 2 hari ini (29-30 September 2026) melibatkan lebih dari 180 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Romulus menuturkan, SETC terus berinovasi, salah satunya lewat Collaborator Hub yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia sehingga bisa lebih menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM. Saat ini SETC telah memiliki 30 Collaborator Hub yang mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan, mendukung UMKM naik kelas, dan semakin berdaya saing. Jejaring Collaborator Hub tersebut telah hadir di 17 provinsi dan berperan sebagai local enabler yang mengaktifkan ekosistem pemberdayaan UMKM di berbagai daerah, terutama melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia agar pelaku usaha dapat terus naik kelas dan berdaya saing.</p>
<p>Melalui pendampingan berbasis praktik, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, Collaborator Hub menjadi mitra bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang kerja baru di tingkat lokal. Kehadiran jejaring ini juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program SETC agar pendampingan dapat menjangkau UMKM di berbagai daerah.</p>
<p>“Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan mitra, SETC berupaya menghadirkan lebih dari sekadar ruang belajar. SETC membantu pengusaha UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/04/SETC-Perkuat-Kolaborasi-Pemerintah-dan-Swasta-untuk-Dorong-UMKM-Naik-Kelas-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/04/SETC-Perkuat-Kolaborasi-Pemerintah-dan-Swasta-untuk-Dorong-UMKM-Naik-Kelas-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Dampak Positif Produk Bebas Asap</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-77595/kolaborasi-lintas-sektor-perluas-dampak-positif-produk-bebas-asap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 23:36:57 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-77595/kolaborasi-lintas-sektor-perluas-dampak-positif-produk-bebas-asap</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bersama perusahaan induk Philip Morris International (PMI), terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan inovasi berbasis sains dan teknologi melalui pengembangan produk bebas asap di Indonesia. Sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 2019, perjalanan produk bebas asap ini telah membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang berdampak positif, baik bagi konsumen dewasa, pelaku usaha, maupun ekosistem yang lebih luas.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bersama perusahaan induk Philip Morris International (PMI), terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan inovasi berbasis sains dan teknologi melalui pengembangan produk bebas asap di Indonesia. Sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 2019, perjalanan produk bebas asap ini telah membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang berdampak positif, baik bagi konsumen dewasa, pelaku usaha, maupun ekosistem yang lebih luas.</p>
<p>Sales Director Sampoerna, Yohan Lesmana, mengatakan, Sampoerna percaya inovasi hadir saat produk yang lebih baik dapat diakses oleh konsumen dewasa. Ia menambahkan, Sampoerna melihat mitra usaha sebagai kolaborator kunci dalam membangun ekosistem yang bertanggung jawab, membantu perokok dewasa beralih ke alternatif produk bebas asap berbasis sains.</p>
<p>&#8220;Ini bukan hanya tentang menciptakan teknologi canggih di laboratorium; ini tentang bagaimana kita menjembatani sains dengan realitas sehari-hari, membawanya langsung ke tangan konsumen dewasa yang berhak atas pilihan yang lebih baik,&#8221; ujar Yohan dalam acara Technovation 2025 di Jakarta, Rabu (2/7/2025).</p>
<p>Menurut Yohan, upaya ini telah membuahkan hasil. Saat ini, program kemitraan produk bebas asap Sampoerna telah melibatkan lebih dari 600 UMKM lokal yang tersebar di 20 kota di seluruh Indonesia. Kemitraan ini tidak hanya menciptakan peluang usaha baru, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi lebih dari 1.300 tenaga kerja lokal serta melibatkan lebih dari 150.000 toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC).</p>
<p>Selain tetap memperkuat jaringan SRC, Sampoerna juga berhasil memperluas kemitraan baru dengan pelaku industri yang sebelumnya belum tersentuh, seperti industri perhotelan dan kafe.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi secara mendalam, kita tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga berkontribusi pada tujuan yang lebih luas, yaitu menyediakan alternatif yang lebih baik bagi konsumen dewasa. Kemitraan ini bukan hanya bersifat transaksional semata, ini adalah program berkelanjutan yang berfokus pada nilai, inovasi, dan dampak positif jangka panjang bagi komunitas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah satu mitra strategis yang sudah merasakan dampak positif dari produk bebas asap adalah The Trans Luxury Hotel. Melalui konversi sebagian kamar merokok menjadi kamar ramah IQOS, Trans Hotel Group menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan bersih, baik bagi staf dan tamu dewasa pengguna nikotin.</p>
<p>&#8220;Kami di dunia hospitality sangat menjunjung tinggi kenyamanan dan kebersihan. Kehadiran produk bebas asap ini sangat membantu kami mempertahankan standar pelayanan,&#8221; kata Anggia Elgana, Director of Marketing and Communication The Trans Luxury Hotel.</p>
<p>Anggia menjelaskan, setelah melakukan konversi sebagian kamar menjadi kamar ramah IQOS, pihaknya mencatat penurunan biaya operasional pengelolaan kamar merokok secara signifikan.</p>
<p>Sebelumnya, kamar merokok memerlukan perawatan yang jauh lebih intensif mulai dari pembersihan mendalam untuk menghilangkan bau asap rokok yang membandel, penggunaan ozon generator, hingga penggantian furnishing dan linen yang lebih sering akibat kerusakan atau bau yang terserap.</p>
<p>Dengan diterapkannya kamar ramah IQOS, yang tidak menghasilkan asap, api, maupun abu, intensitas pembersihan dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini tidak hanya memperpanjang usia pakai aset, tetapi juga memungkinkan efisiensi anggaran yang kemudian dapat dialokasikan untuk peningkatan kualitas layanan lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya sangat optimis dan yakin bahwa masa depan industri perhotelan akan semakin bergerak menuju lingkungan yang lebih bersih dan bertanggung jawab, dan produk bebas asap akan memainkan peran penting dalam transformasi ini. Pengalaman kami di Trans Luxury Hotel membuktikan bahwa adaptasi terhadap produk bebas asap bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ini adalah investasi yang akan memberikan keuntungan ganda, efisiensi operasional dan peningkatan reputasi,&#8221; tutur Anggia.</p>
<p>Sampoerna juga menjalin kemitraan serupa dengan pengusaha UMKM di sektor kuliner. Chief Marketing Officer Maja Family, Omar Karim Prawiranegara, mengungkapkan trafik dan loyalitas pelanggan sejak menyediakan area ramah produk bebas asap mengalami peningkatan yang signifikan. Ia juga menyebut bahwa pendapatannya meningkat sekitar 25%.</p>
<p>&#8220;Kami berhasil menarik segmen pelanggan baru konsumen dewasa yang mencari tempat nyaman untuk bersantai tanpa mengganggu orang lain dengan asap atau bau. Mereka cenderung datang lebih sering, lebih lama, konsumsi makanan dan minuman lebih banyak. Tak jarang, mereka juga sering membawa teman sesama pengguna nikotin dewasa untuk ikut. Ini berdampak langsung pada peningkatan penjualan kami,&#8221; ujar Omar.</p>
<p>International Graffiti Artist, Darbotz, mengatakan bahwa sebagai pengguna IQOS, dirinya mengapresiasi keberadaan tempat khusus IQOS di beberapa tempat. Dengan demikian, ia tetap dapat menggunakan produk tembakau tanpa bau.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengakui bahwa keputusannya untuk beralih merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun pada awalnya sempat skeptis karena banyaknya informasi yang simpang siur mengenai produk bebas asap, pandangannya mulai berubah setelah mendapatkan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai IQOS, serta melakukan riset mandiri. Dari situ, ia memahami bahwa produk ini tidak melalui proses pembakaran dan secara ilmiah lebih baik ketimbang rokok.</p>
<p>&#8220;Saya jadi paham. Ternyata, produk ini tidak melalui proses pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya. Dan yang paling penting, ini bukan cuma klaim, tapi berbasis kajian ilmiah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Darbotz meyakini bahwa di era saat ini, seni dan teknologi merupakan dua elemen yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, teknologi telah menjadi medium eksplorasi yang memungkinkan seniman untuk mewujudkan ide-ide kreatif yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan. Ia melihat inovasi sebagai upaya untuk tujuan yang lebih baik.</p>
<p>&#8220;Di seni, saya terus mencari teknik baru, bahan baru, biar karya makin mantap. Di hidup, ya sama, saya cari alternatif yang jelas lebih baik. Nah, IQOS ini persis seperti itu, alternatif yang lebih baik,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/11/Kolaborasi-Lintas-Sektor-Perluas-Dampak-Positif-Produk-Bebas-Asap-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Dampak Positif Produk Bebas Asap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/11/Kolaborasi-Lintas-Sektor-Perluas-Dampak-Positif-Produk-Bebas-Asap-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Dampak Positif Produk Bebas Asap]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sampoerna Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan untuk Kemandirian Ekonomi Nasional Bersama Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan Perkumpulan Impala</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-76580/sampoerna-dorong-pemberdayaan-umkm-perempuan-untuk-kemandirian-ekonomi-nasional-bersama-gerakan-solidaritas-nasional-gsn-dan-perkumpulan-impala</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 09:02:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-76580/sampoerna-dorong-pemberdayaan-umkm-perempuan-untuk-kemandirian-ekonomi-nasional-bersama-gerakan-solidaritas-nasional-gsn-dan-perkumpulan-impala</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersama dengan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (Impala), sukses menyelenggarakan malam puncak atau Awarding Night program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari Payung Program Keberlanjutan &#8220;Sampoerna untuk Indonesia&#8221; yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM di Jawa Tengah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersama dengan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (Impala), sukses menyelenggarakan malam puncak atau Awarding Night program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari Payung Program Keberlanjutan &#8220;Sampoerna untuk Indonesia&#8221; yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM di Jawa Tengah.</p>
<p>Semarang, Jawa Tengah, 11 Juni 2025 – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bersama dengan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (Impala), sukses menyelenggarakan malam puncak atau Awarding Night program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari Payung Program Keberlanjutan &#8220;Sampoerna untuk Indonesia&#8221; yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha UMKM di Jawa Tengah.</p>
<p>Program WEC Season 2 berhasil menjaring lebih dari 1.000 peserta perempuan wirausaha. Melalui pelatihan intensif, pendampingan, dan peluang jejaring, program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pengusaha UMKM perempuan, seperti keterbatasan akses pasar, penggunaan teknologi, pendanaan, dan pengembangan kapasitas usaha. Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Malam puncak yang digelar di The Legacy Hall, Semarang, menjadi ajang apresiasi bagi 20 peserta terbaik yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Enam UMKM unggulan menerima penghargaan langsung dari Bapak Bobby Gafur Umar selaku Sekretaris Jenderal GSN mewakili Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum GSN, Rosan Roeslani serta Bapak Sumarno selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.</p>
<p>Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Romulus Sutanto, menekankan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Ia berharap pelatihan dalam program WEC Season 2 dapat mengakselerasi kesiapan para peserta untuk menjadi penggerak ekonomi yang tangguh dan berdaya saing.</p>
<p>&#8220;Sampoerna berupaya untuk selalu berperan aktif untuk turut mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi nasional yang salah satunya melalui pemberdayaan UMKM. Program ini dikhususkan bagi pengusaha UMKM perempuan karena mereka memiliki peran penting dan strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Sebagai perusahaan yang juga berawal dari UMKM, kami bangga dapat terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, berdaya saing, dan sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekonomi nasional yang tangguh dan berkelanjutan,&#8221; ujar Romulus.</p>
<p>Dalam sambutan yang disampaikan melalui rekaman video, Bapak Rosan Roeslani selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum GSN mengatakan bahwa program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2 sejalan dengan misi GSN dalam memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi kerakyatan.</p>
<p>&#8220;Di tengah tantangan global, partisipasi perempuan di sektor usaha, khususnya UMKM adalah kekuatan nyata yang harus kita dukung. Saat ini, perempuan mengelola lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia</p>
<p>yang menyumbang 61 persen terhadap PDB. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat penggerak ekonomi bangsa. Program ini terbukti berdampak pada lebih dari 2.000 pengusaha perempuan telah mengikuti pelatihan, mentoring, dan networking ini sejak tahun lalu,&#8221; ujar Rosan.</p>
<p>Rosan turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2. &#8220;Kami mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk., Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas inisiatif penyelenggaraan program Women Ecosystem Catalyst (WEC) Season 2 yang tahun ini turut melibatkan Gerakan Solidaritas Nasional yang dibentuk atas inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam mendorong perekonomian yang inklusif, terutama untuk perempuan pelaku usaha,&#8221; tutup Rosan.</p>
<p>Bapak Bobby Gafur Umar selaku Sekretaris Jenderal GSN menambahkan posisi strategis yang dimiliki UMKM dalam mencapai target perekonomian nasional Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketangguhan dan keberlanjutan UMKM menjadi kunci dari ekonomi Indonesia yang kuat.</p>
<p>&#8220;UMKM merupakan motor perekonomian kita. UMKM menyerap 97% tenaga kerja kita. Jadi kalau UMKM kita bergerak ekonominya, ekonomi nasional kita juga akan bergerak. Presiden Prabowo mencanangkan pertumbuhan ekonomi nasional naik menjadi 8 persen dalam lima tahun ke depan. Hal ini salah satunya bisa dicapai dengan bantuan UMKM perempuan,&#8221; ujar Bobby.</p>
<p>Bobby mengapresiasi dampak yang diberikan program World Ecosystem Catalyst Season 2 bagi UMKM di Jawa Tengah. Ia turut menyatakan kesiapan GSN untuk terus berkolaborasi dengan Sampoerna untuk memberikan dampak perekonomian yang lebih luas kepada masyarakat.</p>
<p>&#8220;Program Woman Ecosystem Catalyst di Jawa Tengah ini bisa menjadi contoh di kota-kota lain, di mana para UMKM perempuan menjadi suatu kontributor ekonomi besar yang tidak kita sangka-sangka. Dengan adanya kegiatan ini, kami berterima kasih kepada Sampoerna. GSN siap berkolaborasi lebih lanjut agar program seperti ini bisa teramplifikasi secara nasional,&#8221; tutup Bobby.</p>
<p>Acara puncak ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Bapak Sumarno, yang mengapresiasi upaya nyata Sampoerna dalam mendukung pengembangan UMKM di wilayahnya. Ia berharap pelatihan yang telah diberikan dapat terus bergulir dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pelaku usaha, masyarakat, dan perekonomian daerah.</p>
<p>&#8220;Saya ucapkan selamat kepada para peserta pelatihan dan pemenang penghargaan. Mudah-mudahan para UMKM perempuan peserta WEC bisa benar-benar menjadi katalisator bisnis di Jawa Tengah, sejalan dengan rencana program jangka panjang Provinsi Jawa Tengah yang ditetapkan sebagai provinsi penumpu pangan dan industri. Dengan demikian, butuh kolaborasi dengan semua pihak sehingga bisa berjalan seimbang dan tumbuh bersama, sehingga ujungnya kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah meningkat,&#8221; ujar Sumarno.</p>
<p>Melalui program-program berkelanjutan seperti WEC, Sampoerna terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Inisiatif ini juga mencerminkan dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo dan visi besar Indonesia yang tangguh dan mandiri.</p>
<p>&#8220;Sebagai perusahaan yang telah beroperasi lebih dari 111 tahun di Indonesia, kami berkomitmen untuk memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Melalui berbagai program unggulan, Sampoerna memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan UMKM demi terwujudnya kemandirian ekonomi nasional,&#8221; tutup Romulus.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/19/Pemberdayaan-UMKM-Perempuan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemberdayaan UMKM Perempuan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/19/Pemberdayaan-UMKM-Perempuan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemberdayaan UMKM Perempuan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sampoerna Raih Penghargaan Digital Innovation Awards 2025: Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Digital yang Berdampak</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-76051/sampoerna-raih-penghargaan-digital-innovation-awards-2025-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-inovasi-digital-yang-berdampak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 05:06:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-76051/sampoerna-raih-penghargaan-digital-innovation-awards-2025-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-inovasi-digital-yang-berdampak</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali meraih penghargaan Digital Innovation for Sustainable Impact dalam ajang Digital Innovation Awards 2025 di Jakarta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali meraih penghargaan Digital Innovation for Sustainable Impact dalam ajang Digital Innovation Awards 2025 di Jakarta.</p>
<p>JAKARTA – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) kembali meraih penghargaan Digital Innovation for Sustainable Impact dalam ajang Digital Innovation Awards 2025 di Jakarta.</p>
<p>Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi nyata Sampoerna dalam memperkuat daya saing UMKM melalui dua program unggulan di bawah Payung Program Keberlanjutan &#8220;Sampoerna untuk Indonesia&#8221;, yaitu Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Kedua program ini telah menjadi katalisator penting dalam mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di tengah tantangan era digital.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini kami dedikasikan kepada 347.000 UMKM binaan Sampoerna yang tersebar di seluruh Indonesia, yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi digitalisasi UMKM,&#8221; ujar Ivan Cahyadi, Presiden Direktur Sampoerna.</p>
<h2>SRC: Ekosistem Digital untuk Toko Kelontong yang Lebih Kompetitif</h2>
<p>Melalui program SRC, Sampoerna telah memberdayakan lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Inovasi digital diwujudkan melalui pengembangan aplikasi AYO by SRC, yang menghubungkan toko kelontong dengan mitra grosir dan konsumen. Aplikasi ini telah memfasilitasi lebih dari 11,5 juta transaksi dengan nilai lebih dari USD 1 miliar, dan berkontribusi terhadap omzet tahunan sebesar Rp236 triliun, atau setara dengan 11,4% dari total PDB Retail Nasional 2022.</p>
<p>Lebih dari sekadar platform transaksi, AYO by SRC juga menjadi alat bantu manajemen usaha, pemasaran, dan pengembangan kapasitas digital bagi para pelaku toko kelontong. Saat ini, lebih dari 90% anggota SRC telah aktif menggunakan aplikasi ini, menjadikannya salah satu contoh nyata digitalisasi UMKM yang berhasil diterapkan secara luas dan inklusif.</p>
<h2>SETC: Mendorong UMKM Naik Kelas dan Cakap Teknologi</h2>
<p>Sementara itu, SETC telah menjadi pusat pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam aspek manajerial, pemasaran digital, dan inovasi produk. Sejak didirikan, SETC telah melatih lebih dari 97.000 peserta, dengan lebih dari 1.600 UMKM binaan aktif, dan 80% di antaranya telah terdigitalisasi.</p>
<p>Program pelatihan SETC tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis. Peserta dibekali dengan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana membangun bisnis yang berkelanjutan, relevan dengan kebutuhan pasar, serta mampu memberikan kontribusi sosial dan lingkungan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang membuka akses dan memperluas peluang. Kami melihat langsung bagaimana pengusaha UMKM yang sebelumnya terbatas secara geografis kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing mereka di tengah perubahan zaman,&#8221; kata Ivan.</p>
<h2>Kolaborasi Strategis untuk Dampak Lebih Luas</h2>
<p>Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Sampoerna terus memperluas kolaborasi strategis lintas sektor. Baru-baru ini, SRC menjalin kemitraan dengan sejumlah BUMN seperti Perusahaan Umum (Perum) BULOG, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pos Indonesia, dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.</p>
<p>Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Sampoerna terus memperluas kolaborasi strategis. Baru-baru ini, SRC menjalin kemitraan dengan sejumlah BUMN seperti Perusahaan Umum (Perum) BULOG, BRI, Pos Indonesia, dan Telkomsel. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa peningkatan taraf hidup masyarakat dimulai dari pemberdayaan di tingkat akar rumput, termasuk pengusaha UMKM. Melalui pelatihan, pendampingan, dan akses jaringan, kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi ekonomi nasional,&#8221; ucap Ivan.</p>
<p>Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi Sampoerna untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif melalui inovasi digital yang berdampak nyata. Dengan pendekatan berbasis komunitas, teknologi, dan kolaborasi, Sampoerna berkomitmen untuk terus mencetak lebih banyak UMKM yang tangguh, adaptif, dan transformatif.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/08/Sampoerna-Digital-Innovation-Awards-1200x675.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Sampoerna Digital Innovation Awards]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/08/Sampoerna-Digital-Innovation-Awards-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Sampoerna Digital Innovation Awards]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Presdir Sampoerna Ivan Cahyadi Dinobatkan sebagai CEO of the Year</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-74998/presdir-sampoerna-ivan-cahyadi-dinobatkan-sebagai-ceo-of-the-year</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 04:36:14 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-74998/presdir-sampoerna-ivan-cahyadi-dinobatkan-sebagai-ceo-of-the-year</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, meraih penghargaan prestisius CEO of the Year dalam ajang Mata Lokal Award (MLA) 2025 yang diselenggarakan oleh Tribun Network. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner dan komitmen Ivan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, meraih penghargaan prestisius CEO of the Year dalam ajang Mata Lokal Award (MLA) 2025 yang diselenggarakan oleh Tribun Network. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner dan komitmen Ivan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.</p>
<p>Sebagai bagian dari Mata Lokal Fest 2025, penghargaan ini diberikan kepada sosok pemimpin yang dinilai berhasil menciptakan perubahan nyata melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Proses penilaian Mata Lokal Award 2025 dilakukan oleh para panelis juri yang terdiri dari Lembu Wiworo Jati (Executive Creative Director FCN-Finch), Defri Dwipaputra (Executive Creative Director of Dentsu Creative), Dian Gemiano (CMO of KG Media), dan Rika Anggraini (Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI).</p>
<p>Ivan Cahyadi dinilai berhasil mengimplementasikan prinsip panduan Sampoerna yang dikenal dengan &#8220;Falsafah Tiga Tangan&#8221;, yaitu komitmen untuk menciptakan nilai tambah kepada konsumen dewasa; karyawan, mitra usaha, dan pemegang saham; serta masyarakat luas. Di bawah kepemimpinannya, Sampoerna berkomitmen untuk memberdayakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk membangun dari desa dan dari bawah, memastikan setiap individu mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi pada ekonomi nasional.</p>
<p>Penghargaan ini diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPR RI Komisi XI, Kamrussamad, dalam sesi penganugerahan yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (8/5/2025). Dalam pidatonya, Kamrussamad, yang hadir mewakili Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa Sampoerna memainkan peran strategis dalam ekosistem industri nasional. Ia menyebut kontribusi Sampoerna sebagai contoh nyata bagaimana kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pemerintahan Indonesia saat ini sangat berharap agar kolaborasi ke depan supaya bisa disinergikan dengan industri nasional, seperti Sampoerna, yang dimulai dari penguatan atau pembangunan ekosistem yang berkelanjutan, dari hulu hingga ke hilir, sehingga ekonomi di desa bisa tumbuh dan melahirkan sumber produksi baru,&#8221; ujar Kamrussamad.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ivan Cahyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan ini dan menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja kolektif dari seluruh pemangku kepentingan Sampoerna.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini saya persembahkan untuk dedikasi dan kontribusi semua pemangku kepentingan di Sampoerna, mulai dari petani, pekerja, mitra koperasi dan pengusaha daerah, peritel, hingga pengusaha UMKM. Mereka adalah pahlawan yang bersinergi bersama kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan efek berganda yang memperkuat ekonomi daerah dan nasional,&#8221; ujar Ivan.</p>
<p>Melalui Payung Program Keberlanjutan &#8220;Sampoerna untuk Indonesia,&#8221; Ivan Cahyadi berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Sampoerna bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih di seluruh Indonesia, memberikan bimbingan teknis, akses permodalan, dan jaminan pembelian. Program ini juga meningkatkan keterampilan petani dalam menanam padi, untuk mendukung kemandirian pangan.</p>
<p>Di bawah kepemimpinannya, Sampoerna menyerap lebih dari 90.000 karyawan, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang tersebar di 9 fasilitas produksi dan 43 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dimiliki oleh koperasi dan pengusaha daerah yang tersebar di Pulau Jawa.</p>
<p>Selain itu, Sampoerna memberdayakan lebih dari 347.000 UMKM di Indonesia melalui program Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). Pada tahun 2025, SRC memiliki lebih dari 250.000 anggota di seluruh Indonesia. Berdasarkan riset Kompas Gramedia (KG) Media tahun 2023, omzet toko SRC mencapai Rp236 triliun per tahun, setara dengan 11,4% dari total PDB Retail Nasional tahun 2022. Sedangkan, program SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 97.000 peserta di seluruh Indonesia. Melalui program <em>business matching</em> dengan berbagai mitra, sejumlah UMKM binaan SETC telah berhasil melakukan ekspor ke mancanegara.</p>
<p>&#8220;Mari kita bergotong-royong membangun bangsa dan menciptakan perubahan nyata bagi Indonesia yang kita cintai,&#8221; tutup Ivan Cahyadi.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/15/Presdir-Sampoerna-Ivan-Cahyadi-Dinobatkan-sebagai-CEO-of-the-Year-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Presdir Sampoerna Ivan Cahyadi Dinobatkan sebagai CEO of the Year]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/15/Presdir-Sampoerna-Ivan-Cahyadi-Dinobatkan-sebagai-CEO-of-the-Year-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Presdir Sampoerna Ivan Cahyadi Dinobatkan sebagai CEO of the Year]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Jadi Kunci Optimalkan UMKM agar Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-72996/kolaborasi-jadi-kunci-optimalkan-umkm-agar-berkontribusi-pada-pertumbuhan-ekonomi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2025 19:12:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[CNN Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Panel]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[PT HM Sampoerna Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-72996/kolaborasi-jadi-kunci-optimalkan-umkm-agar-berkontribusi-pada-pertumbuhan-ekonomi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dan CNN Indonesia telah sukses menyelenggarakan Diskusi panel bertajuk &#8220;Mengoptimalkan UMKM: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia&#8221; yang merupakan bagian dari acara The Big Idea Forum di Jakarta pada Senin (17/3/2025). Acara ini dihadiri oleh 1.000 UMKM binaan Sampoerna dan menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dan CNN Indonesia telah sukses menyelenggarakan Diskusi panel bertajuk &#8220;Mengoptimalkan UMKM: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia&#8221; yang merupakan bagian dari acara The Big Idea Forum di Jakarta pada Senin (17/3/2025). Acara ini dihadiri oleh 1.000 UMKM binaan Sampoerna dan menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.</p>
<p>PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) dan CNN Indonesia telah sukses menyelenggarakan Diskusi panel bertajuk &#8220;Mengoptimalkan UMKM: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia&#8221; yang merupakan bagian dari acara The Big Idea Forum  di Jakarta pada Senin (17/3/2025). Acara ini dihadiri oleh 1.000 UMKM binaan Sampoerna dan menekankan pentingnya peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Diskusi panel ini menghadirkan narasumber terkemuka, yaitu Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, Presiden Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi, Direktur Bisnis Perusahaan Umum (Perum) BULOG, Febby Novita, Direktur Retail and Funding Distribution PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Andrijanto.</p>
<p>Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, mengapresiasi Sampoerna yang tidak hanya mendampingi tetapi juga menciptakan pasar bagi UMKM. Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, lanjut Maman, UMKM memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan pasar sebesar 40% dari total pengadaan barang pemerintah lewat APBN.</p>
<p>Langkah yang dilakukan Sampoerna melalui SRC menjadi contoh klaster UMKM segmen ritel yang sukses. Ke depan, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan untuk membentuk klaster bagi produk-produk yang dibutuhkan oleh institusi pemerintah guna mengoptimalkan pangsa 40% belanja pemerintah. &#8220;Apa yang dilakukan Sampoerna ini semakin memotivasi saya. Sampoerna sudah luar biasa, kami di Kementerian UMKM harus bisa lebih luar biasa lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Pada saat yang sama, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyatakan bahwa salah satu strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% adalah dengan mendorong ekspansi pasar dalam negeri dan ekspor. Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki tiga program utama untuk mendorong pertumbuhan pasar. Pertama, mengamankan pasar dalam negeri. Pasar domestik yang besar harus diisi oleh industri dan UMKM lokal.</p>
<p>Ia mengatakan bahwa program yang dilakukan Sampoerna melalui Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) sangat tepat untuk memperkuat pasar dalam negeri. &#8220;Program-program Sampoerna ini sangat tepat karena mampu mengisi pasar dalam negeri,&#8221; ujarnya saat berbicara pada sesi Diskusi Panel.</p>
<p>Mendag Budi melanjutkan, program kedua Kemendag adalah meningkatkan pasar ekspor. Kemendag terus berupaya membuka pasar ekspor baru melalui berbagai perjanjian dagang. Program ketiga adalah meningkatkan kemampuan UMKM untuk ekspor. Untuk bisa ekspor, UMKM harus memiliki manajemen dan kualitas produk yang baik serta menjamin kontinuitas produk.</p>
<p>&#8220;Kami akan membantu memasarkan produk-produk (UMKM) tersebut untuk ekspor. Kami memiliki perwakilan perdagangan, ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) di 33 negara,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>Konsistensi Komitmen Sampoerna dan Kolaborasi dengan BUMN</strong> </p>
<p>Dalam sesi diskusi panel, Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, mengatakan bahwa Sampoerna tidak melupakan sejarah di mana perusahaan memulai usaha dari toko kelontong di Surabaya, Jawa Timur pada 1913. UMKM  memiliki peluang yang sama seperti perjalanan Sampoerna.</p>
<p>Dalam perjalanan lebih dari satu abad itu, Sampoerna memegang teguh Falsafah Tiga Tangan di mana perusahaan selalu berupaya memberikan yang terbaik, tidak hanya bagi konsumen dewasa, tetapi juga karyawan, mitra usaha, pemegang saham, serta masyarakat luas, termasuk pelaku UMKM. &#8220;Setelah melakukan pembinaan UMKM, baik melalui SRC maupun SETC untuk ekspor dan lainnya, kami belajar bahwa yang paling penting adalah optimisme. Dengan optimisme, banyak hal bisa dicapai, dan UMKM harus memulainya dari suatu titik awal,&#8221; katanya.</p>
<p>Sampoerna, melalui program SRC, memberikan inspirasi, melatih, memfasilitasi dan menyediakan aplikasi digital sehingga bisa membantu UMKM tumbuh berkembang. Ia berharap melalui konsistensi pendampingan, pelatihan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, UMKM, khususnya toko kelontong, bisa tumbuh menjadi lebih maju.</p>
<p>Berkat ekosistem digital AYO by SRC yang tersebar di seluruh Indonesia, peluang kolaborasi menjadi lebih mudah. Salah satunya adalah dengan Perum BULOG untuk program &#8220;Rumah Pangan Kita,&#8221; yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau dan mendukung stabilitas harga pangan nasional.</p>
<p>Berbagai kerja sama ini menunjukkan kekuatan jaringan SRC sebagai mitra strategis bagi berbagai usaha berkat jangkauannya yang luas di seluruh Indonesia dan dukungan digitalisasi. Melalui kolaborasi yang kuat dan dukungan berbagai pihak, Sampoerna terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/03/24/Acara-Diskusi-Panel-Mengoptimalkan-UMKM-PT-HM-Sampoerna-Tbk-X-CNN-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Acara Diskusi Panel Mengoptimalkan UMKM PT HM Sampoerna Tbk X CNN Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/03/24/Acara-Diskusi-Panel-Mengoptimalkan-UMKM-PT-HM-Sampoerna-Tbk-X-CNN-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Acara Diskusi Panel Mengoptimalkan UMKM, PT HM Sampoerna Tbk X CNN Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
