<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos PT Digivla Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/pt-digivla-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 05:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos PT Digivla Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Menembus Arus Selat Madura demi Perempuan Pesisir Timbulsloko: Gerakan Kemanusiaan Xtreme Impact 2026 Resmi Diluncurkan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-102542/menembus-arus-selat-madura-demi-perempuan-pesisir-timbulsloko-gerakan-kemanusiaan-xtreme-impact-2026-resmi-diluncurkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2026 05:55:11 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT Digivla Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-102542/menembus-arus-selat-madura-demi-perempuan-pesisir-timbulsloko-gerakan-kemanusiaan-xtreme-impact-2026-resmi-diluncurkan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO  – Sebuah langkah berani yang menyatukan aksi fisik ekstrem, kepedulian lingkungan, dan solidaritas sosial resmi digulirkan. Sebanyak 19 perenang amatir dari berbagai latar belakang siap menguji batas kemampuan mereka dengan menyeberangi perairan terbuka Selat Madura, tepatnya dari Madura ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> <strong> –</strong> Sebuah langkah berani yang menyatukan aksi fisik ekstrem, kepedulian lingkungan, dan solidaritas sosial resmi digulirkan. Sebanyak 19 perenang amatir dari berbagai latar belakang siap menguji batas kemampuan mereka dengan menyeberangi perairan terbuka Selat Madura, tepatnya dari Madura ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya.</p>
<p>Tantangan renang bertajuk Xtreme Impact 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 ini bukan sekadar perhelatan olahraga atau upaya memecahkan rekor. Setiap bentangan jarak dan kayuhan tangan para perenang diniatkan untuk menggalang donasi demi menyelamatkan masa depan perempuan nelayan dan warga di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang kian terancam tenggelam akibat abrasi parah dan banjir rob.</p>
<p>Desa Timbulsloko kini menjadi potret nyata dari dampak perubahan iklim global. Rumah-rumah warga terendam, akses jalan darat terputus, dan mata pencaharian warga maritim hancur secara perlahan. Di tengah keterbatasan itu, kelompok perempuan nelayan &#8220;Puspita Bahari&#8221; terus berjuang mempertahankan ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil laut sederhana.</p>
<p>Penggagas Xtreme Impact, Arto Biantoro, menegaskan bahwa aksi ekstrem ini sengaja dipilih untuk menarik perhatian publik terhadap tragedi kemanusiaan dan lingkungan yang tertutup oleh gemerlap kemajuan zaman. &#8220;Kami tidak berenang untuk memecahkan rekor personal. Kami berenang untuk mengubah kehidupan. Berenang menyeberangi Selat Madura hanyalah medium; tujuan sebenarnya adalah membangun jembatan harapan bagi saudara-saudara kita yang kehilangan daratan di Timbulsloko. Kami ingin menunjukkan bahwa keberanian individual bisa diubah menjadi dampak sosial yang nyata jika dilakukan bersama-sama,&#8221; ujar Arto.</p>
<p>Sebagai pendukung utama gerakan penggalangan dana, platform sosial BenihBaik.com bersama Bandar Djakarta Group menargetkan penghimpunan dana publik hingga Rp1 miliar. Dana donasi yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan akuntabel untuk pembangunan infrastruktur adaptif—seperti jalan dan jembatan apung—serta fasilitas air bersih dan pembangunan rumah produksi &#8220;Omah Iwak&#8221;. Fasilitas pengolahan hasil laut ini dirancang agar perempuan nelayan Timbulsloko dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki daya tahan menghadapi krisis iklim.</p>
<p>Perwakilan Bandar Djakarta, Wendy Santoso mengakui pihakya adalah pelaku usaha yang hidup dari hasil laut. Dia kemudian menegaskan alasan mendasar di balik dukungan penuh mereka terhadap aksi Extreme Impact. “&#8221;Tentunya pasti Bandar Jakarta mendukung kegiatan ini. Karena dampak yang baik itu memang harus dirasakan di lapangan bukan hanya sekedar di atas kertas. Dan Bandar Jakarta sebagai sebuah restoran seafood, puji Tuhan kita menginjak 25 tahun. Setiap hari kita bekerja dengan hasil laut. Setiap hari kita hidup di laut. Jadi pada saat kita mendengar misi dari rekan-rekan dari Extreme Impact untuk melakukan serangkaian kegiatan yang untuk membantu nelayan perempuan di Kabupaten Demak, kita melihat ini bukan sekedar kegiatan amal tapi ini adalah sebuah kegiatan yang kelihatannya memang harus kita dukung dan Jakarta mendukung.&#8221;</p>
<p>Senada dengan Arto dan Wendy, Pendiri BenihBaik.com, Andy F. Noya, menyampaikan pesan mendalam terkait sisi humanis dari aksi kolaboratif ini. &#8220;Ketika membaca angka statistik abrasi atau perubahan iklim, kita kerap merasa itu jauh. Namun bagi warga Timbulsloko, itu adalah kenyataan pahit harian. Di balik tantangan renang ekstrem ini, ada nilai kemanusiaan yang sangat menyentuh. Perempuan nelayan di sana tidak meminta belas kasihan; mereka adalah sosok-sosok tangguh yang membutuhkan fasilitas dan dukungan nyata agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak berlangsung sendirian,&#8221; ungkap Andy.</p>
<p>Menanggapi ide Xtreme Impact 2026 ini, Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu’ah, menyambut penuh haru aksi kepedulian yang ditujukan untuk desanya. Dia membagikan kenyataan pahit mengenai dampak krisis iklim yang menenggelamkan ruang hidup mereka serta bagaimana warga bertahan dengan solidaritas. “Dulu daratan itu dulu sawah terbentang luas, kebun, ladang, banyak pohon kelapa, padi. Tapi sekarang itu berbeda. Anak-anak saja kehilangan tempat bermain. Akses itu semua hilang, mata pencaharian itu semua hilang. Mereka bertahan secara terhormat, berjuang dengan solidaritas, gotong royong yang luar biasa. Karena prinsip kami, kami terus menjaga kehidupan laut kami. Bagi kami laut adalah ibu yang di mana mungkin tidak hari ini perjuangan kami membuahkan hasil, tapi 10 20 tahun ke depan kami masih tetap bisa mewariskan laut itu untuk anak cucu kami.&#8221;</p>
<p>Selain aksi renang Selat Madura dan penggalangan dana pembangunan pesisir, gerakan Xtreme Impact 2026—yang digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92) dalam rangkaian 100 Tahun Kolese Kanisius—juga merangkai aksi medis berupa Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis bagi hingga 150 pasien prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI AL Surabaya. Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), James W. Prakarsa, mengatakan, “Perayaan 100 tahun Kolese Kanisius ini kami tidak ingin hanya dengan senang-senang, tapi juga kita memberikan dampak.”</p>
<p>Didasari oleh tingginya angka penderita buta katarak di Provinsi Jawa Timur yang terkonfirmasi oleh data Perdami, Erha Clinic turut berkomitmen mendukung kegiatan ini dengan menyelenggarakan operasi katarak gratis berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut di KRI dr. Soeharso. “Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi prevalensi buta katarak di Jawa Timur, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat serta mendekatkan mereka dengan TNI AL,” kata Bayu Aji perwakilan Erha Clinic.</p>
<p>Mewakili Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Kolonel Laut (P) Dr. Rully Riono, Kolonel Marinir Ibnu Sri Mulyadi, M.M., M.Tr.Hanla. (Pusteral) mengatakan komitmen TNI AL dalam mendukung keandalan operasional, keselamatan, serta fasilitasi kegiatan sosial-maritim ini bagi masyarakat. “Pada prinsipnya bahwa TNI Angkatan Laut memang mempunyai tugas pokok untuk salah satunya adalah pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Di mana kita laksanakan dengan pembinaan potensi maritim. Karena di Angkatan Laut juga merupakan fasilitas yang dibiayai oleh negara. Dibiayai juga dari rakyat. Sehingga itu pun bisa digunakan untuk rakyat. Terkait dengan kegiatan renang, nanti juga akan mendukung, menyiapkan standar operasi dan prosedur. Sehingga bisa berjalan dengan lancar. Termasuk pelaksanaan bakti kesehatan di KRI Wahidin Sudirohusodo.&#8221;</p>
<p>Dari sisi aspek medis perenang, Business Development Director RS Abdi Waluyo, dr. Johnny Nurman, Sp.A, memastikan seluruh perenang amatir telah melalui tahapan medical screening yang ketat mencakup fungsi kardiovaskular, paru, dan ketahanan fisik. Ia memaparkan kesiapan dan langkah pencegahan teknis-medis untuk menjaga keselamatan serta stamina para atlet selama menyeberangi perairan terbuka. &#8220;Melihat dari visi misi yang begitu mulia, maka kami dari rumah sakit juga terpanggil untuk berpartisipasi di sini untuk menjaga atau memberikan tindakan preventif kepada para perenang. Jadi, para perenang ini karena akan berenang di open water yakni air laut di mana kandungan natrium dan segala macam itu akan sangat tinggi.&#8221;</p>
<p>Dia melanjutkan cerita, berenang di perairan terbuka berpotensi menyebabkan gangguan elektrolit dan segala macam. Ada ancaman hipotermia itu sangat tinggi. Yang mereka lakukan adalah mulai dari pemeriksaan fisik, hingga cardio pulmonary exercise testing.</p>
<p>Baju dengan desain dan motif khusus</p>
<p>Bagi Mira Hoeng dari Miwa Pattern yang mendesain jaket dan baju renang bertema wave of hope, pihaknya ingin membuat lebih dari sekadar jaket. “Ini adalah lencana kehormatan dan cerita keberanian. Setiap goresan motif pada jaket ini bukan sekadar pola tekstil biasa. Ia lahir dari kisah nyata, keringat, dan keberanian luar biasa dari para perenang yang berjuang membawa gelombang kebaikan.”</p>
<p>Dia meneruskan, jaket ini dirancang agar saat jaket ini dikenakan, para perenang bisa merasakan kebanggaan yang mendalam. “Sebuah badge of honor atas apa yang telah mereka taklukkan bersama. Lebih dari itu, jaket ini juga menjadi pengingat abadi bahwa mereka pernah menjadi bagian dari sebuah gerakan kebaikan yang monumental.”</p>
<p>Mari berdonasi</p>
<p>Panitia Xtreme Impact 2026 mengajak seluruh lapisan masyarakat, insan korporasi, dan komunitas untuk tidak sekadar menjadi penonton di tepi pantai. Keberanian para perenang di tengah laut Selat Madura membutuhkan sambutan tangan yang hangat dari masyarakat luas melalui aksi berdonasi.</p>
<p>Sekecil apa pun kontribusi yang Anda berikan akan langsung berdampak pada ketersediaan air bersih, akses jalan apung para pelajar desa, dan rumah produksi nelayan perempuan di Timbulsloko.</p>
<p>Salurkan donasi terbaik Anda melalui platform resmi BenihBaik.com pada kampanye &#8220;Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak melalui https://m.benihbaik.com/campaign/harapan-untuk-perempuan-nelayan&#8221; atau kunjungi situs resmi www.xtremeimpact.org.</p>
<p>Bersama, kita terjemahkan kepedulian menjadi aksi nyata.</p>
<p>Nama-nama perenang:</p>
<p>Veromika Franslay (Vero)</p>
<p>Desy Sherlydia Wahyuni (Desy)</p>
<p>Tomi Pratomo (Tomi)</p>
<p>Albert Ridwan Soetanto (Iwan)</p>
<p>Benhart Hutabarat (Docben)</p>
<p>Ivan Edi Nooranto (Ivan)</p>
<p>Mathilde Sari Gokmauli (Sherry)</p>
<p>Julet Lawai (Julet)</p>
<p>Alyssa Gabriele Saras Wibisono (Elle)</p>
<p>Christina Yota Prahastuti (Yota)</p>
<p>Arto Biantoro (Arto)</p>
<p>Iqbal Maulana (Iqbal)</p>
<p>Wisnu Wardhana (Wisnu)</p>
<p>Nuraini Adiwati (Menik)</p>
<p>Affan Alamudi (Affan)</p>
<p>Sylvia Djawahir (Sylvie)</p>
<p>Jimmy Sukrisno (Jimmy)</p>
<p>Rafael Vedaputra Ranindyanto (Rafa)</p>
<p>Maskha Fathi Januar (Maskha)</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/11/03/PT-DIGIVLA-INDONESIA-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[PT DIGIVLA INDONESIA]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/11/03/PT-DIGIVLA-INDONESIA-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[PT DIGIVLA INDONESIA]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Fondasi Industri Halal Telah Siap</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101620/jelang-wajib-halal-18-oktober-fondasi-industri-halal-telah-siap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 07:40:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT Digivla Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101620/jelang-wajib-halal-18-oktober-fondasi-industri-halal-telah-siap</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Indonesia memasuki tahap lanjutan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 dengan basis 2,87 juta pelaku industri halal, 99 persen di antaranya berskala kecil dan mikro. Tenggat itu menjadi acuan bagi rangkaian kebijakan yang dibangun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sejak 2020 di bawah Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dicopot dari jabatan Menteri Perindustrian dalam perombakan kabinet bulan ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Indonesia memasuki tahap lanjutan kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026 dengan basis 2,87 juta pelaku industri halal, 99 persen di antaranya berskala kecil dan mikro. Tenggat itu menjadi acuan bagi rangkaian kebijakan yang dibangun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sejak 2020 di bawah Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dicopot dari jabatan Menteri Perindustrian dalam perombakan kabinet bulan ini.</p>
<p>Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tahap ini mencakup sejumlah kelompok produk, termasuk kosmetik, tekstil, keramik serta kelompok makanan dan minuman, sesuai penahapan.</p>
<p><strong>Pasar besar, nilai tambah belum sepenuhnya tertangkap</strong></p>
<p>Peluang yang diperebutkan tidak kecil. State of the Global Islamic Economy Report mencatat belanja konsumen Muslim di sektor ekonomi halal mencapai US$2,6 triliun pada 2024. Angka itu diproyeksikan naik menjadi US$3,56 triliun pada 2029.</p>
<p>Di dalam negeri, sekitar 87 persen penduduk beragama Islam. Industri makanan dan minuman, sektor terbesar ekonomi halal, tumbuh 6,15 persen pada 2025 dan menyumbang sekitar 6,72 persen produk domestik bruto (PDB). Sekitar 65 juta UMKM menyumbang kira-kira 61 persen PDB.</p>
<p>Namun besarnya pasar belum otomatis menjadi kekuatan industri. Pertanyaan yang kini diajukan pengambil kebijakan bukan lagi seberapa besar pasar halal Indonesia, melainkan seberapa besar nilainya yang ditangkap produsen dalam negeri.</p>
<p><strong>Dari sertifikat ke ekosistem produksi</strong></p>
<p>“Ekonomi halal merupakan bagian penting dari perang ekonomi global yang harus kita menangkan,” tegas Agus Gumiwang. Sejak 2020, Kemenperin atas inisiasi Agus Gumiwang membangun industri halal lewat beberapa jalur: kelembagaan, regulasi, infrastruktur, rantai pasok, business model, promosi, dan layanan publik, yang merupakan ekosistem dari ekonomi halal.</p>
<p>Di sisi kelembagaan, kementerian membentuk Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH) pada tahun 2020, yang pada Januari 2025 diubah menjadi Pusat Industri Halal (PIH). Kemenperin juga membentuk Lembaga Pemeriksa Halal, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), serta lembaga pelatihan halal untuk menyiapkan penyelia dan pendamping.</p>
<p>Di sisi infrastruktur, Kemenperin mengatur pembentukan kawasan industri halal melalui Permenperin Nomor 17 Tahun 2020 dan mendorong pembangunan Halal Industrial Park bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI). Arah jangka menengahnya dituangkan dalam Roadmap Pengembangan Industri Halal 2025–2029 (Permenperin Nomor 40 Tahun 2025), yang melengkapi Masterplan Industri Halal Indonesia 2023–2029 di tingkat nasional.</p>
<p>Kemenperin kini memfasilitasi empat kawasan industri halal, yakni di Bintan, Cikande, Jababeka, dan Sidoarjo. Ekosistem pendukungnya mencakup 22 Lembaga Pemeriksa Halal, empat Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, lima lembaga pelatihan jaminan produk halal, dan tiga lembaga sertifikasi profesi.</p>
<p>Pada 2021, Kemenperin memulai Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) dengan tujuan untuk membangun kesadaran, motivasi, apresiasi, dan promosi para pelaku industri dan konsumen. Pada edisi perdana IHYA, sebanyak 145 perusahaan mendaftarkan diri secara mandiri, dan sejak itu digelar setiap tahun. Tingkat partisipasi perusahaan meningkat pada IHYA edisi 2026 menjadi 1.091 perusahaan.</p>
<p><strong>Inisiasi : halal sebagai agenda industrialisasi</strong></p>
<p>Pergeseran paling menonjol selama beberapa tahun terakhir adalah cara pandang. Industri halal tidak diperlakukan semata sebagai urusan sertifikasi, tetapi dikaitkan dengan agenda yang lebih besar: industrialisasi, trade barrier, pendalaman struktur industri, peningkatan utilisasi produksi dan investasi, serta pengembangan kawasan industri. Logikanya, produk halal membutuhkan bahan baku, mesin, kemasan, laboratorium, tenaga kerja, pembiayaan, dan logistik. Makin banyak mata rantai itu tersedia di dalam negeri, makin besar nilai tambah ekonomi yang tumbuh di Indonesia.</p>
<p>Pendekatan ini juga menyasar IKM. Sertifikasi diposisikan sebagai pintu masuk peningkatan mutu, standardisasi, dan keterhubungan dengan rantai pasok industri besar, bukan garis akhir. &#8220;Sertifikasi ini bukan tujuan akhir. Ini adalah instrumen,&#8221; kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Hakam Naja, seperti dikutip Fortune Indonesia awal Oktober.</p>
<p>Hasilnya mulai tercermin di peringkat global. Dalam State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026, sektor makanan halal Indonesia naik dari peringkat keempat pada tahun 2019 ke peringkat ketiga dunia pada tahun 2025. Di sektor fesyen muslim Indonesia saat ini menempati peringkat pertama, naik dari peringkat ketiga pada tahun 2019. Sementara di sektor farmasi dan kosmetik halal Indonesia naik dari posisi keenam pada tahun 2019 ke peringkat keempat pada tahun 2025. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia unggul pada salah satu sektor dengan bobot penilaian terbesar yakni 30 persen.</p>
<p>Menurut data yang dipaparkan Kemenperin, hingga akhir semester I-2026 sebanyak 2,67 juta perusahaan telah bersertifikat halal, dengan 5,49 juta produk dan 2,76 juta sertifikat. Pada 2025, Indonesia menarik investasi asing langsung US$24,2 miliar. Ekspor Indonesia ke negara-negara OKI pada 2024 mencapai US$12,51 miliar, naik 4,61 persen.</p>
<p>Agus Gumiwang sendiri menegaskan arah kebijakan ekonomi halal. &#8220;Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi produsen dan pemain utama industri halal dunia,&#8221; ujarnya akhir September lalu.</p>
<p>&#8220;Kalau industri menengah besar saya yakin sudah siap,&#8221; kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, seperti dikutip Katadata akhir Agustus lalu. Tantangannya ada di sekitar 1,7 juta industri kecil dan rumah tangga, yang kurang dari 1 juta di antaranya sudah bersertifikat. &#8220;Yang tantangan adalah di kecil, kecil rumah tangga, masih banyak yang belum,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/15/JELANG-WAJIB-HALAL-18-OKTOBER-FONDASI-INDUSTRI-HALAL-TELAH-SIAP-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Fondasi Industri Halal Telah Siap]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/15/JELANG-WAJIB-HALAL-18-OKTOBER-FONDASI-INDUSTRI-HALAL-TELAH-SIAP-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Jelang Wajib Halal 18 Oktober, Fondasi Industri Halal Telah Siap]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Regulasi AI Diperketat, Korporasi Indonesia Terancam Risiko Denda Besar</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97646/regulasi-ai-diperketat-korporasi-indonesia-terancam-risiko-denda-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 04:04:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT Digivla Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97646/regulasi-ai-diperketat-korporasi-indonesia-terancam-risiko-denda-besar</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Tata kelola AI di Indonesia bergeser dari sekadar panduan menjadi penegakan pada tahun ini.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tata kelola AI di Indonesia bergeser dari sekadar panduan menjadi penegakan pada tahun ini.</p>
<p>Masa transisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berakhir pada Oktober 2024.</p>
<p>Regulator kini aktif melakukan audit, dan sanksi denda hingga 2 persen dari pendapatan tahunan, ditambah ancaman pidana hingga enam tahun penjara, berlaku bagi setiap organisasi yang memproses data pribadi di Indonesia, tanpa memandang sektor.</p>


<p>Sektor jasa keuangan memikul pengawasan sektoral tambahan di atas ketentuan tersebut.</p>
<p>Pada April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan AI Governance Handbook bagi perbankan Indonesia, yang menetapkan siklus hidup AI dalam enam tahap dan menilainya berdasarkan tiga prinsip: akuntabilitas, pengawasan manusia, dan keandalan.</p>
<p>Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2026 tentang tata kelola teknologi informasi bagi bank umum mulai berlaku pada Maret lalu.</p>
<p>Sementara itu, rancangan Peraturan Presiden tentang Etika dan Keamanan AI, yang diperkirakan ditandatangani tahun ini dan berlaku lintas sektor ekonomi, akan memperkenalkan registri model AI nasional serta kewajiban penilaian risiko bagi sistem berisiko tinggi.</p>
<p>Bank Indonesia mengawasi penggunaan AI pada sistem pembayaran, Komdigi menegakkan kewajiban pendaftaran PSE dan aturan lokalisasi data berdasarkan PP 71/2019, dan BSSN menetapkan standar keamanan siber.</p>
<p>Hasilnya, setiap perusahaan memikul eksposur UU PDP, sementara lembaga keuangan berhadapan dengan sedikitnya empat regulator tambahan yang masing-masing memiliki kewenangan penegakan tersendiri atas sistem AI yang sama.</p>
<p>Pada saat yang sama, eksposurnya sudah berskala besar. BSSN mencatat 3,64 miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos yang berdampak pada 461 organisasi.</p>
<p>Secara global, 68 persen perusahaan melaporkan keberadaan Shadow AI, yaitu penggunaan perangkat AI oleh karyawan tanpa persetujuan tim IT, dan sebagian besar di antaranya tidak mampu menyediakan jejak audit yang sewaktu-waktu diminta regulator.</p>
<p>Perusahaan kini menghadapi kesenjangan dua sisi yang juga terlihat di negara lain di kawasan, dan diperuncing oleh lanskap multiregulator Indonesia.</p>
<p>Di satu sisi, mereka tidak dapat membuktikan kepada Komdigi, atau bagi perbankan juga kepada OJK dan Bank Indonesia, bahwa sistem AI mereka memenuhi standar yang diharapkan masing-masing otoritas.</p>
<p>Di sisi lain, mereka tidak dapat melihat risiko AI yang terbentuk di dalam perimeter mereka sendiri dengan cukup cepat untuk mendahului tenggat notifikasi insiden 72 jam.</p>
<p>Veranthios menjawab keduanya. Platform ini menemukan perangkat dan agen AI yang beroperasi di seluruh organisasi, baik yang telah disetujui maupun tidak.</p>
<p>Seiring perusahaan mengadopsi AI agentik, Veranthios dirancang untuk menata kelolanya pada lapisan protokol (MCP dan A2A) sehingga dapat membakukan apa yang sebenarnya dikerjakan setiap agen, koneksi yang dimilikinya, dan topologi multiagen yang terbentuk di antaranya: melampaui pemeriksaan lapisan identitas yang selama ini menjadi batas sebagian besar perangkat tata kelola.</p>
<p>Setiap klaim kepatuhan dibuktikan melalui bukti berpenanda kriptografis yang mengungkap setiap upaya manipulasi, bukan sekadar log yang masih dapat diubah.</p>
<p>Veranthios memetakan bukti tersebut langsung ke AI Governance Handbook OJK dan UU PDP, di samping cakupan bawaan untuk kerangka utama lain di kawasan: MAS FEAT (Singapura), IMDA AI Verify (Singapura), BNM RMiT (Malaysia), panduan METI/FSA Jepang, ISO/IEC 42001, dan EU AI Act. Dengan demikian, satu paket bukti dapat memenuhi kebutuhan seluruh regulator tempat perusahaan melapor di kawasan Asia Pasifik.</p>
<p><b>Tata kelola tidak berhenti pada tahap penerapan. </b>Veranthios menjalankan pemantauan risiko berkelanjutan atas setiap sistem dan agen AI di lingkungan produksi: deteksi drift secara real-time, observabilitas saat runtime, serta guardrail otomatis yang menilai risiko secara terus-menerus, bukan hanya pada satu titik waktu audit.</p>
<p>Ketika perilaku, akses data, atau koneksi protokol suatu agen bergeser keluar dari batas yang disetujui, Veranthios menandai dan mendokumentasikannya saat itu juga.</p>
<p>Paket bukti pun sudah tersusun dan siap disampaikan kepada regulator jauh sebelum tenggat notifikasi insiden 72 jam yang diwajibkan UU PDP, bukan disusun terburu-buru setelah kejadian.</p>
<p>Untuk menghadirkan solusi ini bagi perusahaan Indonesia, Veranthios menggandeng <b>PT Digivla Indonesia</b> yang berbasis di Jakarta Selatan, memadukan platform tata kelola Veranthios dengan keahlian Digivla di bidang regulasi dan implementasi di pasar jasa keuangan dan korporasi Indonesia.</p>
<p>&#8220;Arah regulasi di Indonesia kini sudah sangat jelas. Tantangannya bukan lagi memahami apa yang diwajibkan aturan, melainkan membuktikan, kapan pun diminta, bahwa sistem AI perusahaan berjalan secara berkelanjutan di dalam koridor tersebut. Banyak organisasi masih belum memiliki visibilitas menyeluruh atas penggunaan AI, terlebih ketika AI agentik makin banyak dipakai. Kemitraan kami dengan Veranthios memungkinkan perusahaan Indonesia menerapkan tata kelola AI dengan bukti yang dapat diverifikasi, sehingga memperkuat kepatuhan, menekan risiko operasional, dan mempercepat adopsi AI yang bertanggung jawab,&#8221; ujar Reza Maulana, Direktur Utama PT Digivla Indonesia.</p>
<p>Veranthios kini tersedia di Indonesia melalui PT Digivla Indonesia.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang PT DIGIVLA INDONESIA</h3>
PT Digivla Indonesia adalah perusahaan AI dan intelijen data asal Indonesia yang berfokus pada media intelligence, analitik berbasis AI, dan solusi command center untuk korporasi.

Melayani institusi pemerintah, badan usaha milik negara, dan organisasi swasta terkemuka, Digivla membantu klien mengubah data berskala besar menjadi wawasan strategis yang dapat ditindaklanjuti melalui pemantauan media, intelijen media sosial, pelaporan berbasis AI, pemantauan krisis, dan platform pendukung pengambilan keputusan.

Sebagai mitra penyalur eksklusif Veranthios di Indonesia, Digivla memadukan kapabilitas implementasi lokal yang mendalam dengan keahlian di bidang tata kelola AI, kepatuhan regulasi, dan transformasi digital korporasi.

Tentang Veranthios: Veranthios adalah platform tata kelola AI bagi perusahaan di sektor teregulasi se-Asia Pasifik, yang menata kelola AI agentik pada lapisan protokol dan membuktikan kepatuhan melalui bukti berpenanda kriptografis yang mengungkap setiap upaya manipulasi.

Veranthios menyediakan cakupan kepatuhan bawaan untuk OJK, UU PDP Indonesia, MAS FEAT, IMDA AI Verify, BNM RMiT, METI/FSA Jepang, ISO/IEC 42001, dan EU AI Act.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/29/Regulasi-AI-Diperketat-Korporasi-Indonesia-Terancam-Risiko-Denda-Besar-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Regulasi AI Diperketat Korporasi Indonesia Terancam Risiko Denda Besar]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/29/Regulasi-AI-Diperketat-Korporasi-Indonesia-Terancam-Risiko-Denda-Besar-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Regulasi AI Diperketat Korporasi Indonesia Terancam Risiko Denda Besar]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
