<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos PT Aset Kripto Internasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/pt-aset-kripto-internasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 00:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos PT Aset Kripto Internasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Di Era AI, Generasi Muda Perlu Lebih dari Sekadar Kemampuan Teknis</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101181/di-era-ai-generasi-muda-perlu-lebih-dari-sekadar-kemampuan-teknis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 00:59:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT Aset Kripto Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101181/di-era-ai-generasi-muda-perlu-lebih-dari-sekadar-kemampuan-teknis</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.NFO  &#8211; Melalui BINUS Crypto Week, BTSE Indonesia menyoroti pentingnya literasi AI, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan finansial dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, CILACAP.NFO  &#8211; Melalui BINUS Crypto Week, BTSE Indonesia menyoroti pentingnya literasi AI, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan finansial dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.</p>


<p>Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara generasi muda belajar, bekerja, menyelesaikan masalah, dan mempersiapkan karier. Kemampuan menggunakan teknologi kini menjadi semakin penting, tetapi kecakapan teknis saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan dunia kerja. Ketika akses terhadap AI semakin terbuka, kemampuan memahami konteks, memeriksa kualitas informasi, dan mengambil keputusan secara mandiri akan menjadi pembeda. Perubahan kebutuhan tersebut tercermin dalam Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum. Laporan itu menempatkan AI dan big data, jaringan dan keamanan siber, serta literasi teknologi sebagai keterampilan dengan pertumbuhan kebutuhan tercepat menuju 2030.</p>
<p>AI dan Masa Depan Karier Generasi Muda, menjadi salah satu pembahasan dalam panel “Impact of AI on Your Future Career” pada BINUS Crypto Week yang diselenggarakan pada 26 September 2026. Panel tersebut menghadirkan Muhammad Wendy Taufiq Hidayah, Chief Technology Officer BTSE Indonesia, bersama sejumlah pelaku industri teknologi, AI, blockchain, dan aset digital. Diskusi mengeksplorasi bagaimana AI membentuk ulang cara profesional muda belajar, bekerja, membangun keterampilan, dan mengembangkan karier. “Di BTSE Indonesia, kami meyakini bahwa generasi talenta berikutnya tidak hanya perlu memahami teknologi, tetapi juga mengetahui cara menggunakannya secara bertanggung jawab dan mengubahnya menjadi dampak nyata. AI dapat membantu manusia bekerja lebih efektif, tetapi kemampuan untuk menilai informasi, memahami konteks, dan mengambil keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia,” ujar Muhammad Wendy Taufiq Hidayah, Chief Technology Officer BTSE Indonesia.</p>
<p>Prinsip yang sama berlaku ketika generasi muda berinteraksi dengan layanan keuangan digital, Web3, dan aset kripto. Kemampuan menggunakan aplikasi dan mengakses teknologi tidak selalu sama dengan kemampuan mengambil keputusan finansial secara tepat. Perkembangan industri aset digital di Indonesia menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat, terutama generasi muda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta. Nilai transaksi aset kripto juga mendekati Rp122 triliun selama lima bulan pertama 2026. OJK menyebut mayoritas pengguna aset kripto merupakan generasi muda. “Literasi teknologi dan literasi finansial memiliki prinsip dasar yang sama. Keduanya menuntut kita untuk tidak langsung menerima informasi atau mengikuti tren, tetapi memahami manfaat, keterbatasan, dan risikonya terlebih dahulu” lanjut Wendy.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pengalaman perdagangan aset digital secara lebih terukur, BTSE Indonesia juga menyelenggarakan kampanye “Trade Dapet Cashback Batch 2” pada 24 September–10 Oktober 2026. Pengguna yang telah menyelesaikan KYC Level 1 dan melakukan transaksi pertama dengan nilai minimum Rp1 juta berkesempatan mengikuti lucky draw cashback sebesar 25 persen. Kampanye tidak berlaku untuk pasangan IDR/USDT dan mengikuti seluruh syarat serta ketentuan yang berlaku. Kampanye tersebut menegaskan bahwa dana yang digunakan harus merupakan dana pribadi dan bukan berasal dari utang atau pinjaman. Peserta juga perlu memahami risiko yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan aset kripto sebelum mengambil keputusan. Informasi selengkapnya mengenai kampanye dapat diakses melalui : https://activity.btse.id/en</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang PT Aset Kripto Internasional</h3>
Tentang BTSE Indonesia BTSE Indonesia merupakan platform perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto yang berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap ekonomi digital melalui solusi blockchain yang aman, transparan, dan inovatif. Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BTSE Indonesia menggabungkan teknologi bursa global dengan standar kepatuhan lokal untuk menghadirkan akses terpercaya ke lebih dari 200+ aset digital dengan pasangan perdagangan IDR dan USDT. Melalui fokus yang kuat pada keamanan, kepatuhan regulasi, serta edukasi keuangan digital, BTSE Indonesia berupaya memberdayakan individu maupun institusi agar dapat berpartisipasi secara percaya diri dalam masa depan sistem keuangan digital.



<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/08/PT-Aset-Kripto-Internasional-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[PT Aset Kripto Internasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/08/PT-Aset-Kripto-Internasional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[PT Aset Kripto Internasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko, Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98551/merdeka-finansial-dimulai-dari-manajemen-risiko-bukan-mengejar-imbal-hasil-cepat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 17:22:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[PT Aset Kripto Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98551/merdeka-finansial-dimulai-dari-manajemen-risiko-bukan-mengejar-imbal-hasil-cepat</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; BTSE Indonesia mendorong investor aset digital untuk memasukkan aset kripto sebagai komponen yang terukur dalam perencanaan keuangan, dengan tetap memperhatikan biaya transaksi karena dapat mengurangi hasil investasi bersih yang diperoleh]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; BTSE Indonesia mendorong investor aset digital untuk memasukkan aset kripto sebagai komponen yang terukur dalam perencanaan keuangan, dengan tetap memperhatikan biaya transaksi karena dapat mengurangi hasil investasi bersih yang diperoleh</p>
<p>Di tengah partisipasi masyarakat dalam investasi aset keuangan digital yang semakin besar, makna “merdeka finansial” perlu dikembalikan pada hal yang paling mendasar: kemampuan mengendalikan keputusan keuangan, bukan mengejar hasil cepat.</p>
<p>BTSE Indonesia menilai merdeka finansial dibangun dari kendali atas pendapatan, pengeluaran, tabungan, utang, dan keputusan-keputusan investasi. Dalam hal ini, aset kripto dapat menjadi salah satu komponen portofolio investasi sesuai profil risiko masing-masing personal, namun bukan merupakan keseluruhan strategi pengelolaan keuangannya.</p>
<p>Pernyataan tersebut sangat relevan karena secara data akses terhadap layanan keuangan tumbuh lebih cepat daripada pemahaman finansial. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS mencatat indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%. Adanya selisih 14,05% tersebut menunjukkan bahwa akses layanan dan produk investasi yang meluas bagi masyarakat harus berjalan bersama dengan peningkatan kemampuan untuk memahami potensi produk keuangannya, risikonya, biaya yang dikenakan, dan konsekuensi-konsekuensi lainnya terkait keputusan keuangan,seperti dana kebutuhan rumah tangga sehari-hari, dana darurat, dan uang hasil pinjaman tidak semestinya digunakan untuk aktivitas investasi berisiko tinggi.</p>
<p>Empat langkah pengendalian sebelum berinvestasi di pasar yang berfluktuasi:</p>
<p>1. Pisahkan dana untuk kebutuhan utama. Pastikan dana yang dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, pembayaran cicilan, serta dana darurat tidak bergantung pada hasil investasi.</p>
<p>2. Tetapkan batas toleransi risiko. Tetapkan jumlah kerugian yang masih dapat diterima baik dari sisi kemampuan finansial maupun kesiapan emosional, sebelum mulai berinvestasi.</p>
<p>3. Sesuaikan investasi dengan jangka waktu tujuan keuangan. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan pada aset investasi dengan potensi fluktuasi harga yang tinggi dalam jangka pendek.</p>
<p>4. Lakukan diversifikasi portofolio. Menyebarkan investasi ke berbagai jenis aset dapat mengurangi risiko sehingga kinerja satu kelas aset tidak memberikan dampak yang terlalu besar terhadap kondisi keuangan secara keseluruhan.</p>
<p>Di pasar sideways, biaya dapat lebih terasa</p>
<p>Ketika pasar berada dalam kondisi sideways, yaitu harga bergerak relatif datar tanpa menunjukkan tren yang jelas, potensi perubahan nilai aset antar transaksi umumnya terbatas. Pada situasi ini, frekuensi transaksi yang tinggi dapat menyebabkan akumulasi biaya perdagangan semakin besar sehingga mengurangi hasil investasi yang diperoleh.</p>
<p>Biaya transaksi tidak hanya terdiri atas trading fee, tetapi juga mencakup spread, slippage, serta berbagai biaya lain yang mungkin timbul selama proses eksekusi. Oleh karena itu, trading fee hanya merupakan salah satu komponen biaya, sedangkan besarnya modal yang benar-benar digunakan untuk membuka posisi ditentukan oleh keseluruhan biaya eksekusi transaksi.</p>
<p>Biaya trading yang lebih rendah memberikan manfaat yang semakin nyata bagi investor yang melakukan transaksi secara berulang. Dana yang telah digunakan untuk membayar biaya transaksi tidak dapat dimanfaatkan kembali sebagai modal pada transaksi berikutnya. Oleh sebab itu, meskipun dua investor mengambil keputusan investasi yang serupa, hasil investasi bersih yang diperoleh dapat berbeda karena adanya perbedaan biaya per transaksi dan intensitas aktivitas perdagangan.
Contoh ilustratif: Pada transaksi pembelian senilai Rp10 juta, platform yang menawarkan trading fee 0% tetapi memiliki spread efektif sekitar 1% akan menimbulkan total biaya sekitar Rp100.000. Sementara itu, platform dengan trading fee sebesar 0,22% dan spread sekitar 0,08% menghasilkan biaya transaksi keseluruhan sekitar 0,30% atau setara dengan Rp30.000, sebelum memperhitungkan slippage maupun biaya lainnya. Ilustrasi ini tidak dimaksudkan sebagai perbandingan tarif dari platform tertentu, melainkan untuk menunjukkan bahwa klaim zero fee tidak selalu mencerminkan biaya eksekusi transaksi yang paling rendah.</p>
<p>Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia, menyampaikan bahwa sejalan dengan meningkatnya kebutuhan investor untuk memahami biaya transaksi secara menyeluruh, BTSE Indonesia mengedepankan proposisi nilai (unique selling proposition/USP) berupa &#8220;lowest fee and tight spreads&#8221;. Menurutnya, perusahaan mengombinasikan biaya trading yang diklaim sebagai salah satu yang terendah di Indonesia dengan spread yang kompetitif untuk membantu investor mengurangi biaya transaksi serta mempertahankan porsi modal yang lebih besar dalam setiap posisi trading, tanpa memengaruhi risiko yang berasal dari fluktuasi harga aset kripto. Ia juga menekankan bahwa sebelum melakukan transaksi, investor tetap perlu mencermati tarif maker dan taker, spread yang berlaku secara live, kedalaman order book, ukuran order, serta berbagai biaya lain yang dapat memengaruhi biaya eksekusi secara keseluruhan.</p>
<p>Gebyar Merdeka: partisipasi tetap dimulai dari dana pribadi</p>
<p>BTSE Indonesia menyelenggarakan Gebyar Merdeka Campaign pada 6-28 Agustus 2026. Campaign  bertema “Deposit dan trading, raih hadiah spesial Kemerdekaan” ini menawarkan lima misi. Peserta dapat memilih salah satu misi atau menyelesaikan seluruhnya; ketentuan dan hadiah berbeda pada tiap misi.</p>
<p>Syarat campaign  menegaskan bahwa dana yang digunakan harus berupa dana pribadi, bukan utang atau pinjaman. Peserta cukup menyelesaikan KYC Level 1, mendaftar melalui halaman Campaign Centre dan menjalankan berbagai misi yang dipilih. Ketentuan dana pribadi tersebut memperkuat pesan bahwa partisipasi di pasar aset digital tidak semestinya mengorbankan kebutuhan pokok atau menambah beban utang. Gebyar Merdeka menawarkan total hadiah senilai Rp100 juta*, yang mencakup USDT, BTSE Cash (bukan biaya trading tapi merupakan potongan biaya trading), iPhone 16 (128 GB), Garmin Forerunner, serta hadiah utama iPhone 17 (256 GB). *Nilai total dan bentuk hadiah mengikuti mekanisme, kriteria kelayakan, kuota, serta syarat dan ketentuan kampanye yang berlaku.</p>
<p>Misi campaign mencakup insentif bagi pengguna baru, program deposit, referral,  volume perdagangan, serta aktivitas media sosial terkait Gebyar Merdeka Campaign.</p>
<p>“Merdeka finansial bukan berarti selalu menang di pasar, namun artinya, kita tetap memegang kendali ketika pasar bergerak berlawanan: dana kebutuhan pokok tetap aman, risiko sudah diperhitungkan, dan setiap biaya dipahami sebelum transaksi dilakukan,” ujar Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer BTSE Indonesia</p>
<p>DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli</p>
<p>Sumber publik :</p>
<p>&#8211; OJK &amp; BPS, Hasil SNLIK 2025 (2 Mei 2025): https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx</p>
<p>&#8211; OJK, RDKB Mei 2026 &#8211; data akun konsumen dan transaksi April 2026: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Mei-2026.aspx</p>
<p>&#8211; OJK, RDKB Juli 2026 &#8211; transaksi kripto Juni 2026: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/RDKB-Juli-2026.aspx</p>
<p>&#8211; Bank Indonesia, Survei Konsumen Juni 2026: https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2813326.aspx</p>
<p>&#8211; BTSE Indonesia, Trading Fee blog article : https://blog.btse.id/read/31203680-02a9-46b2-99dc-83635e25109c/biaya-trading-btse-indonesia</p>
<p>About PT Aset Kripto Internasional
BTSE Indonesia merupakan platform perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto yang berkomitmen memperluas akses masyarakat terhadap ekonomi digital melalui solusi blockchain yang aman, transparan, dan inovatif. Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BTSE Indonesia menggabungkan teknologi bursa global dengan standar kepatuhan lokal untuk menghadirkan akses terpercaya ke lebih dari 200+ aset digital dengan pasangan perdagangan IDR dan USDT. Melalui fokus yang kuat pada keamanan, kepatuhan regulasi, serta edukasi keuangan digital, BTSE Indonesia berupaya memberdayakan individu maupun institusi agar dapat berpartisipasi secara percaya diri dalam masa depan sistem keuangan digital.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/12/Merdeka-Finansial-Dimulai-dari-Manajemen-Risiko-Bukan-Mengejar-Imbal-Hasil-Cepat-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/12/Merdeka-Finansial-Dimulai-dari-Manajemen-Risiko-Bukan-Mengejar-Imbal-Hasil-Cepat-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Merdeka Finansial Dimulai dari Manajemen Risiko Bukan Mengejar Imbal Hasil Cepat]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
