<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Petani &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/petani/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 02:06:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Petani &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Planting Naturals Digitalisasi 7.224 Petani dalam Rantai Pasok Minyak Sawit Organik Bersertifikasi RSPO Pertama di Sierra Leone</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-84711/planting-naturals-digitalisasi-7-224-petani-dalam-rantai-pasok-minyak-sawit-organik-bersertifikasi-rspo-pertama-di-sierra-leone</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 02:06:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Planting Naturals]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-84711/planting-naturals-digitalisasi-7-224-petani-dalam-rantai-pasok-minyak-sawit-organik-bersertifikasi-rspo-pertama-di-sierra-leone</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Afrika merupakan kawasan dengan laju kehilangan hutan tercepat di dunia, dengan deforestasi mencapai 3,9 juta hektare per tahun sepanjang 2010–2020 akibat ekspansi pertanian, pembalakan, pengambilan kayu bakar, dan pertambangan—sebuah ancaman serius bagi masyarakat lokal dan iklim global (The Conversation, 2025).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Afrika merupakan kawasan dengan laju kehilangan hutan tercepat di dunia, dengan deforestasi mencapai 3,9 juta hektare per tahun sepanjang 2010–2020 akibat ekspansi pertanian, pembalakan, pengambilan kayu bakar, dan pertambangan—sebuah ancaman serius bagi masyarakat lokal dan iklim global (The Conversation, 2025).</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Planting Naturals membangun perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, yang selaras dengan regulasi keberlanjutan global yang kian berkembang, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Bermitra dengan KOLTIVA, Planting Naturals mendigitalisasi dan memverifikasi seluruh jaringan perkebunan sawitnya di Sierra Leone, memberdayakan 7.224 petani kecil, memverifikasi 7.723 petak kebun, serta memastikan perlindungan hutan dan kepatuhan terhadap standar Uni Eropa terkait rantai pasok bebas deforestasi.</p>
<p>Afrika kehilangan hutan dengan laju yang mengkhawatirkan. Sepanjang periode 2010 hingga 2020, benua ini mencatat tingkat kehilangan hutan tertinggi di dunia, yakni sekitar 3,9 juta hektare per tahun, setara dengan 381 juta lapangan sepak bola (The Conversation, 2025). Pendorong utama deforestasi tersebut meliputi ekspansi pertanian, pemanfaatan kayu bakar yang tidak berkelanjutan, pembalakan, serta aktivitas pertambangan.</p>
<p>Di tengah tantangan tersebut, Planting Naturals memulai transformasi baru. Perusahaan ini memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan perkebunannya bersama jaringan petani kecil yang terus berkembang di Afrika, dan kini bermitra dengan KOLTIVA, pemimpin global dalam teknologi rantai pasok berkelanjutan, untuk membangun rantai pasok minyak sawit yang memenuhi standar global terkait ketertelusuran dan keberlanjutan.</p>
<p>Planting Naturals memproduksi minyak sawit mentah organik dan minyak inti sawit untuk pasar ekspor, yang bersumber dari perkebunannya sendiri serta jaringan lebih dari 7.244 petani kecil. Perusahaan ini telah mendirikan perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, beserta model kemitraan petani (outgrower) yang sepenuhnya selaras dengan regulasi yang tengah berkembang, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Dengan dukungan teknologi ketertelusuran dan keahlian lapangan dari KOLTIVA, Planting Naturals mewujudkan tujuan tersebut menjadi capaian yang terukur, dengan menghadirkan visibilitas penuh hingga tingkat petak kebun di seluruh jaringan pasoknya.</p>
<p>Kemitraan ini hadir di tengah meningkatnya tekanan regulasi seperti EUDR yang mewajibkan komoditas yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi, sehingga pelaku agribisnis harus memastikan ketertelusuran penuh di seluruh rantai pasok. Sebuah tantangan besar, sekaligus peluang diferensiasi. Terlepas dari penerapan EUDR yang dilakukan secara bertahap, Planting Naturals tidak memandang kepatuhan sebagai beban, melainkan sebagai katalis untuk membangun bisnis yang siap menghadapi masa depan dan berdaya saing. Dengan memanfaatkan solusi EUDR dari KOLTIVA, perusahaan mengembangkan rantai pasok yang transparan, tertelusur, dan akuntabel, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pemasok internasional yang tepercaya.</p>
<p>“Dengan EUDR yang berpengaruh terhadap perdagangan global, Planting Naturals mengambil langkah tegas untuk memastikan setiap tetes minyak sawit diproduksi secara legal, bebas deforestasi, dan sepenuhnya tertelusur,” ujar Jan Hein De Vroe, Co-Founder &amp; CEO Planting Naturals. “Melalui kemitraan dengan KOLTIVA, kami memanfaatkan KoltiTrace dalam pemetaan rantai pasok dan integrasi data untuk membangun transparansi, memberdayakan petani, dan melindungi hutan. Sebelumnya, kami telah memiliki data geolokasi, namun bersama KOLTIVA kami kini dapat mengintegrasikan informasi tambahan terkait legalitas dan praktik keberlanjutan di lapangan untuk memenuhi persyaratan regulasi.”</p>
<p>Transformasi ini didukung oleh platform ketertelusuran KOLTIVA yang memungkinkan pemetaan hingga tingkat petak kebun, pengumpulan data secara real time, serta pemantauan kepatuhan di seluruh rantai pasok minyak sawit Planting Naturals. Tim lapangan yang telah dilatih mengumpulkan data terverifikasi terkait profil petani, pemetaan lahan, dan praktik keberlanjutan secara langsung di lapangan. Data tersebut kemudian dikonsolidasikan dalam satu sistem terpusat untuk mendukung penilaian risiko EUDR, pelaporan pengiriman, dan kesiapan audit. Pendekatan terintegrasi ini menghadirkan visibilitas menyeluruh sekaligus mempercepat dan meningkatkan keandalan proses kepatuhan.</p>
<p>Dampak Planting Naturals tidak berhenti pada kepatuhan digital semata. Dengan mengintegrasikan lebih dari 7.224 petani kecil ke dalam jaringan yang terverifikasi dan tertelusur, perusahaan membangun model inklusif yang memperkuat mata pencaharian masyarakat pedesaan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Tim KOLTIVA juga melakukan pelatihan lapangan secara langsung terkait penggunaan alat digital dan persyaratan kepatuhan ke dalam praktik operasional sehari-hari. Sesi pelatihan tersebut membekali agen lapangan dan jajaran pimpinan Planting Naturals dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan proses ketertelusuran secara konsisten di seluruh operasional.</p>
<p>“Kolaborasi dengan KOLTIVA membuat operasional lapangan kami menjadi lebih efisien dan transparan,” ujar Marvellous Ogala, Sustainability Manager Planting Naturals. “Melalui aplikasi dari KOLTIVA, agen lapangan kami dapat mengumpulkan data secara lebih akurat dan cepat, serta berkomunikasi dengan petani dalam bahasa lokal mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas data dan kepatuhan, tetapi juga memperkuat hubungan kami dengan komunitas petani.” Dengan sistem lapangan yang kini semakin kuat, pimpinan KOLTIVA menegaskan bahwa peningkatan tersebut membawa dampak yang lebih luas terhadap keberlanjutan dan kepatuhan di sepanjang rantai pasok.</p>
<p>“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pelaku agribisnis Afrika dapat memimpin produksi yang bertanggung jawab dan transparan,” ujar Manfred Borer, Co-Founder dan Chief Executive Officer KOLTIVA. “Dengan mengombinasikan teknologi dan pendampingan lapangan, Planting Naturals memperkuat ketertelusuran, inklusi petani kecil, serta sumber pasok bebas deforestasi.”
Untuk menerjemahkan persyaratan ketertelusuran menjadi aksi nyata di lapangan, tim implementasi KOLTIVA bekerja berdampingan dengan tim lapangan Planting Naturals, dengan fokus pada pelatihan praktis dan penerapan sehari-hari. Sesi ini membantu agen lapangan berinteraksi lebih efektif dengan petani, sekaligus memastikan pengumpulan data yang akurat dan praktik kepatuhan yang konsisten di seluruh operasional. Merefleksikan proses tersebut, Chris Yohan Avié, Customer Success Officer dan Implementation Manager KOLTIVA, mengatakan, “Dari ruang pelatihan hingga ke perkebunan, kami menyaksikan pengetahuan berubah menjadi aksi nyata. Teknologi hanyalah alat—manusialah yang benar-benar membuat perbedaan.”</p>
<p>Investasi pada sumber daya manusia dan sistem ini menghasilkan dampak nyata. Agen lapangan yang lebih terlatih mendorong kualitas data yang lebih tinggi, proses kepatuhan yang lebih cepat, serta produk yang lebih kompetitif di pasar internasional. Dengan mengombinasikan implementasi praktis dan ketertelusuran digital, Planting Naturals menetapkan standar baru bagi produksi minyak sawit yang bertanggung jawab di Sierra Leone, sekaligus membuktikan bahwa rantai pasok yang transparan dan bebas deforestasi dapat diwujudkan dalam skala besar.</p>
<h4>About KOLTIVA</h4>
<p>KOLTIVA merupakan perusahaan global terkemuka dalam bidang pertanian berkelanjutan dan penelusuran rantai pasokan, menawarkan solusi teknologi yang berpusat pada manusia dan dukungan solusi di lapangan dengan melakukan digitalisasi bisnis pertanian dan membantu produsen kecil beralih ke praktik berkelanjutan yang dapat ditelusuri. Sebagai penyedia teknologi global, KOLTIVA membangun rantai pasokan yang etis, transparan, dan berkelanjutan, mendukung perusahaan memperkuat ketahanan dan transparansi bisnis. KOLTIVA membantu bisnis dan pemasok mereka mematuhi peraturan yang berlaku dan tuntutan konsumen di seluruh dunia melalui solusi ketertelusuran. Beroperasi di lebih dari 94 negara dan didukung oleh jaringan kantor dukungan pelanggan di 21 negara, KOLTIVA mendukung lebih dari 19.000 perusahaan dalam membangun rantai pasokan yang transparan dan kuat serta memberdayakan lebih dari 2.000.000 produsen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/31/Planting-Naturals-Digitalisasi-7-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: KOLTIVA)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/31/Planting-Naturals-Digitalisasi-7-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: KOLTIVA)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mulai Implementasi Program Interaksi di Jawa Barat, Eratani Gencarkan Edukasi Teknologi untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-70508/mulai-implementasi-program-interaksi-di-jawa-barat-eratani-gencarkan-edukasi-teknologi-untuk-tingkatkan-produktivitas-dan-kesejahteraan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 21:46:57 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Eratani]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[Interaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas dan]]></category>
		<category><![CDATA[Program]]></category>
		<category><![CDATA[PT Eratani Teknologi Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-70508/mulai-implementasi-program-interaksi-di-jawa-barat-eratani-gencarkan-edukasi-teknologi-untuk-tingkatkan-produktivitas-dan-kesejahteraan-petani</guid>

					<description><![CDATA[KARAWANG,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Eratani, perusahaan agritech yang memberikan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Memasuki tahun 2025, Eratani fokus pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi modern.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KARAWANG</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Eratani, perusahaan agritech yang memberikan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Memasuki tahun 2025, Eratani fokus pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi modern.</p>
<p>Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program “Interaksi” yang diwujudkan melalui sosialisasi dan demonstrasi penggunaan drone di Desa Belendung, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, agronomis Eratani, serta petani lokal yang antusias mempelajari manfaat teknologi ini dalam pertanian.</p>
<p>Peningkatan produktivitas pertanian merupakan faktor kunci dalam mencapai ketahanan pangan Indonesia, terutama di tengah tantangan yang masih dihadapi hingga saat ini. Produktivitas padi Indonesia tercatat mencapai 52,85 kuintal per hektar pada 2023, namun angka ini masih dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik yang terus berkembang. Dalam hal ini, penerapan teknologi seperti <i>drone </i>memiliki potensi signifikan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan. <i>Drone </i>memungkinkan penerapan pupuk dan pestisida secara lebih efisien dan merata pada lahan yang luas. Selain itu, penggunaan <i>drone </i>dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan memastikan penyemprotan yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>&lt;img style=&#8221;width: 100%;&#8221; src=&#8221;https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/69a7cfa6-f5b4-46ce-d71a-b912e367cd00/public&#8221; alt=&#8221;<i>Photo caption: Antusiasme petani binaan Eratani saat demonstrasi drone di Jawa Barat.</i>&#8221; /&gt;</p>
<p>&#8220;Program Interaksi Eratani bertujuan untuk memberikan wawasan kepada petani tentang bagaimana teknologi <i>drone </i>dapat mempercepat transformasi dalam pertanian. Melalui pemanfaatan <i>drone</i>, petani dapat mengelola lahan dengan lebih efisien, mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, dan pestisida, sekaligus meminimalisir risiko paparan langsung terhadap bahan kimia berbahaya. Teknologi ini tidak hanya mendukung peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya hasil pertanian yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan,” ujar <b>Adwin Prama Anas, VP Operations Eratani</b>.</p>
<p><i>Drone </i>yang diperkenalkan oleh Eratani dalam program Interaksi memiliki kapasitas muatan semprot hingga 40 kg dan muatan sebar hingga 50 kg, dilengkapi dengan sistem penyemprotan <i>dual atomizing</i>, <i>radar array </i>fase depan dan belakang, serta teknologi <i>binocular vision </i>yang menjaga stabilitas dan konsistensi operasional. Dengan kemampuan penyemprotan hingga 16 liter per menit dan penyebaran 108 kg per menit, <i>drone </i>ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai kegiatan agribisnis.</p>
<p>&lt;img style=&#8221;width: 100%;&#8221; src=&#8221;https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/66aa9a9d-5359-4d59-7a19-5a5a8d092200/public&#8221; alt=&#8221;<i>Photo caption: Pengenalan drone kepada petani binaan Eratani di Jawa Barat.</i>&#8221; /&gt;</p>
<p>Salah seorang petani yang turut serta dalam sosialisasi, <b>Uja</b>, mengungkapkan, &#8220;Baru pertama kali saya lihat <i>drone</i>, ternyata banyak juga manfaatnya untuk pertanian. Terima kasih banyak kepada Eratani yang sudah mengenalkan teknologi ini kepada kami. Semoga Eratani terus mendukung kami agar bisa pakai <i>drone </i>seperti ini untuk meningkatkan hasil panen, supaya hidup kami sebagai petani bisa lebih baik.&#8221;</p>
<p>Program Interaksi yang telah sukses dijalankan di berbagai wilayah Jawa Barat ini akan terus diperluas ke seluruh area operasional Eratani, dengan memberikan edukasi langsung kepada petani dan demonstrasi penggunaan teknologi canggih. Melalui program ini, Eratani berkomitmen untuk mendorong transformasi pertanian Indonesia menjadi lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Tentang PT Eratani Teknologi Nusantara</strong></p>
Berdiri sejak tahun 2021, Eratani merupakan perusahaan teknologi pertanian yang menyediakan akses pendanaan, pendampingan, serta akses pasar dengan memanfaatkan penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui penyediaan ekosistem yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Eratani saat ini telah menggandeng lebih dari 29,000 petani yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
<p>Dengan pendampingan penuh, saat ini Eratani telah membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sebesar 29%. Sebagai ecosystem builder, Eratani juga telah menjalin kerja sama dengan 600 kios pertanian dan 70 penggilingan padi (Rice Milling Units). Di tahun 2024, Eratani telah memperoleh penghargaan Global Startup Awards, ASEAN Startup Awards, NTT Startup Challenge 2024, serta G20 Digital Innovation Alliance di tahun 2023.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/06/Dokumentasi-Demonstrasi-Drone-di-Jawa-Barat-PT-Eratani-Teknologi-Nusantara.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="400">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dokumentasi Demonstrasi Drone di Jawa Barat PT Eratani Teknologi Nusantara]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/06/Dokumentasi-Demonstrasi-Drone-di-Jawa-Barat-PT-Eratani-Teknologi-Nusantara-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dokumentasi Demonstrasi Drone di Jawa Barat PT Eratani Teknologi Nusantara]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>MacPop, Solusi Inovatif Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur untuk Mendukung Petani dan Mengurangi Limbah Pangan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-69607/macpop-solusi-inovatif-mahasiswa-upn-veteran-jawa-timur-untuk-mendukung-petani-dan-mengurangi-limbah-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 16:31:57 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[MacPop]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[makaroni]]></category>
		<category><![CDATA[Maxy Academy]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[UPN Veteran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-69607/macpop-solusi-inovatif-mahasiswa-upn-veteran-jawa-timur-untuk-mendukung-petani-dan-mengurangi-limbah-pangan</guid>

					<description><![CDATA[SURABAYA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; MacPop, sebuah produk makanan ringan makaroni panggang berbahan dasar labu kuning, berhasil mencuri perhatian sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2023 oleh tim beranggotakan tujuh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT). Produk ini lahir dari program Pengembangan Potensi Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; MacPop, sebuah produk makanan ringan makaroni panggang berbahan dasar labu kuning, berhasil mencuri perhatian sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2023 oleh tim beranggotakan tujuh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT). Produk ini lahir dari program Pengembangan Potensi Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.</p>
<p>MacPop merupakan inovasi makaroni sehat berbahan labu kuning yang memiliki cita rasa dan aroma autentik karena proses produksinya yang dipanggang. Produk ini hadir dalam lima varian rasa: Original, Barbeque, Balado, Coklat, dan Vanilla, dengan harga Rp15.000 per kemasan pouch.</p>
<p>Munculnya MacPop tidak hanya berfokus pada inovasi produk, tetapi juga sebagai solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi petani. Salah satu isu utama yang mendorong pendirian MacPop adalah ketimpangan penghasilan petani, di mana harga hasil panen yang diterima sering kali tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga labu kuning di tingkat petani hanya berkisar antara Rp2.500 hingga Rp5.000 per kilogram, sementara di pasar konsumen harga bisa mencapai lebih dari Rp15.000 per kilogram, menunjukkan ketidakseimbangan yang merugikan petani.</p>
<h2>Mengusung Misi Sosial untuk Petani</h2>
<p>MacPop didirikan dengan visi untuk lebih dari sekadar menciptakan camilan berkualitas. Ketua tim MacPop, yang berasal dari keluarga petani, menyadari bahwa petani sering kali mengalami tantangan besar, terutama dalam hal pendapatan yang tidak sebanding dengan kerja keras mereka. Dengan menggunakan labu kuning sebagai bahan utama, MacPop bertujuan untuk meningkatkan nilai jual hasil panen dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi para petani.</p>
<p>Pemilihan labu kuning sebagai bahan dasar produk MacPop juga dilandasi oleh keinginan untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebelumnya, labu kuning banyak diolah menjadi waluh kukus, sayur, atau minuman, yang terkadang tidak disukai banyak orang dan berakhir terbuang. MacPop hadir untuk memberikan alternatif camilan baru yang memiliki cita rasa menarik dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.</p>
<p>Selain keunikan rasa, labu kuning sebagai bahan dasar MacPop juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Beberapa manfaat utama dari labu kuning antara lain meningkatkan imunitas tubuh, menjaga fungsi pengelihatan, menurunkan risiko kanker, mengontrol kadar gula darah, mengatur berat badan, dan menjaga kesehatan jantung.</p>
<h2>Kemitraan yang Memberdayakan</h2>
<p>MacPop saat ini telah menjalin kemitraan dengan petani dari beberapa desa, seperti Solokuro, Payaman, dan Sugihan. Kerja sama ini bukan hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan. Dengan membeli hasil panen langsung dari petani dengan harga yang lebih adil, MacPop memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan petani.</p>
<h2>Pencapaian dan Rencana Masa Depan</h2>
<p>Meskipun terbilang baru, MacPop telah mencatatkan penjualan yang cukup menggembirakan, yakni sekitar 800 hingga 1.000 kemasan pouch per bulan. Produk ini telah tersedia di berbagai saluran distribusi, termasuk WhatsApp, e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop, serta pameran-pameran bergengsi seperti Pameran Bank Indonesia dan Pameran Pegadaian. Pencapaian ini semakin memotivasi tim MacPop untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk berkualitas tinggi.</p>
<p>MacPop juga sudah tersertifikasi halal dengan nomor ID 35110 00414979 0623, sehingga konsumen dapat merasa tenang dan yakin akan kualitas produk yang dihadirkan.</p>
<p>Ke depan, MacPop memiliki ambisi untuk memperluas pasar ke tingkat internasional. Meskipun demikian, ekspansi ini masih terkendala oleh proses pengurusan izin BPOM. Selain itu, MacPop juga berencana untuk memperluas kemitraan dengan lebih banyak petani dan membangun fasilitas produksi yang lebih besar, mengingat saat ini produksi masih dilakukan di home industry dengan fasilitas sewa.</p>
<p>Untuk semakin mendukung petani, MacPop berencana untuk menyediakan pupuk dan bibit gratis, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Tidak hanya itu, tim MacPop berharap dapat memproduksi tepung berbahan dasar labu kuning sebagaimana kini banyak masyarakat yang mencari opsi makanan gluten free.</p>
<p><strong>Tentang Maxy Academy</strong></p>
Maxy Academy adalah program pengembangan bakat yang berfokus pada pelatihan digital untuk mengakselerasi kemampuan di bidang pemasaran, teknologi, dan desain. Maxy Academy terus berkomitmen untuk memberdayakan generasi muda Indonesia melalui pelatihan praktis dan strategis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang pelatihan dan program lainnya, kunjungi website resmi Maxy Academy di https://maxy.academy</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/01/13/MacPop-Inovatif-Mahasiswa-UPN-Veteran-Maxy-Academy.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[MacPop Inovatif Mahasiswa UPN Veteran Maxy Academy]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/01/13/MacPop-Inovatif-Mahasiswa-UPN-Veteran-Maxy-Academy-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[MacPop Inovatif Mahasiswa UPN Veteran, Maxy Academy]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Manfaat Konversi BBM ke BBG Bagi Nelayan dan Petani</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-29832/manfaat-konversi-bbm-ke-bbg-bagi-nelayan-dan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 17:19:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-29832/manfaat-konversi-bbm-ke-bbg-bagi-nelayan-dan-petani</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kegiatan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas telah dilakukan beberapa tahun lalu kepada nelayan dan petani. Hal itu karena pelaku industri tersebut sadar banyaknya manfaat dari penggunaan BBG untuk kegiatan operasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kegiatan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas telah dilakukan beberapa tahun lalu kepada nelayan dan petani. Hal itu karena pelaku industri tersebut sadar banyaknya manfaat dari penggunaan BBG untuk kegiatan operasional.</p>
<p>Direktur Marketing Sub-holding Commercial &#038; Trading PT Patra Niaga, Jumali mengatakan banyaknya manfaat yang diperoleh bagi semua pihak jika konversi BBM ke BBG untuk nelayan dan petani tersebut terlaksana baik.</p>
<p>Misalnya saja untuk Pertamina, akan meringankan dalam penyediaan energi fosil. Selain itu BBG juga ramah lingkungan.</p>
<p>&#8220;Konversi fuel ke LPG ini mempunya banyak makna, karena banyak yang terlibat dan manfaatnya banyak sekali. Untuk Pertamina ini akan mengurangi energi fuel karena semakin hari semakin terbatas jumlahnya. Kemudian akan terjadi efisiensi karena subsidi LPG lebih rendah. Kemudian dari sisi lingkungan, jika pakai LPG akan lebih ramah lingkungan,&#8221; katanya, pada Kamis, 6 Agustus 2020.</p>
<p>Untuk pengguna seperti nelayan dan petani manfaatnya juga sama. Pertama, akan terjadi efisiensi harga. Sebab harga LPG lebih murah dibandingkan dengan BBM. Kedua, akan minim resiko.</p>
<p>&#8220;Kami harap kegiatan konversi akan memberikan manfaat yang banyak. Pertamina siap menjalankan, karena penugasan dari pemerintah. Semoga ini juga bermanfaat bagi Pertamina,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Senada, Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial mengatakan program ini sudah ditunggu oleh Pemerintah Daerah wilayah pendistribusian karena manfaatnya telah dirasakan langsung.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan testimoni, manfaat langsung yang dirasakan oleh nelayan dan petani sasaran adalah biaya operasional BBM yang berkurang sekitar 50 persen dan perawatan mesinnya lebih mudah,&#8221; tutupnya. *I</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-nelayan-gunakan-bbg.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="393">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi nelayan gunakan bbg]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/ilustrasi-nelayan-gunakan-bbg-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi nelayan gunakan bbg]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>35 Ribu Paket Konverter Kit untuk Nelayan &#038; Petani Siap di Distribusikan Pertamina</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-29783/35-ribu-paket-konverter-kit-untuk-nelayan-petani-siap-di-distribusikan-pertamina</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2020 06:55:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-29783/35-ribu-paket-konverter-kit-untuk-nelayan-petani-siap-di-distribusikan-pertamina</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pertamina siap menindaklanjuti penugasan Pemerintah untuk mendistribusikan 35.000 paket Konverter Kit (Konkit) untuk nelayan dan petani. Rinciannya, sebanyak 25.000 Konkit untuk nelayan di 42 Kabupaten dan kota serta sebanyak 10.000 paket untuk petani di 24 Kabupaten dan kota. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pertamina siap menindaklanjuti penugasan Pemerintah untuk mendistribusikan 35.000 paket Konverter Kit (Konkit) untuk nelayan dan petani. Rinciannya, sebanyak 25.000 Konkit untuk nelayan di 42 Kabupaten dan kota serta sebanyak 10.000 paket untuk petani di 24 Kabupaten dan kota. </p>
<p>Vice Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina mendapat penugasan melakukan konversi BBM ke BBG sebagaimana Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran Tahun Anggaran 2020 yang ditandatangani di Jakarta, Selasa (4/8) oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial didampingi Sesditjen Migas Iwan Prasetya Adhi dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso. Sementara hadir mewakili PT Pertamina dalam acara ini adalah SVP Shipping PT Pertamina (Persero) Joko Eko dan Direktur Marketing PT Pertamina Patra Niaga sebagai Commercial and Trading Business Group Pertamina, Jumali. Perjanjian ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen Konversi BBM k BBG untuk Nelayan, Irene Yulianingsih Sasaran, VP LPG Sales PT Pertamina (Persero), Primarini dan Pejabat Pembuat Komitmen Konversi BBM ke BBG untuk Petani Sasaran, Safriyanto.</p>
<p>&#8220;Setelah penandatanganan perjanjian, Pertamina bergerak cepat, segera melakukan proses pengadaan yang ditargetkan selesai pada akhir September 2020, sehingga pada minggu kedua Oktober 2020 sudah mulai bisa didistribusikan,&#8221; ujar Fajriyah. </p>
<p>Fajriyah menambahkan, Pertamina juga akan menyiapkan pangkalan di wilayah petani dan nelayan yang menjadi sasaran untuk mendukung ketersediaan isi ulang LPG. </p>
<p>Menurut Fajriyah, Pertamina telah mendistribusikan paket Konkit untuk nelayan sejak tahun 2016 dan hingga tahun 2019 telah mendistribusikan 60.859 paket Konkit. Sementara untuk petani, Pertamina telah mendistibusikan paket Konkit sebanyak 1.000 paket yang dilakukan sejak tahun 2019. </p>
<p>Pada tahun 2020, tambah Fajriyah, Pertamina akan mendistribusikan paket konkit untuk nelayan sasaran di 17 provinsi, 42 Kabupaten/kota. Ke 17 provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. </p>
<p>Sedangkan paket konkit untuk petani sasaran akan dibagikan sebanyak 10.000 paket di 6 provinsi, 24 Kabupaten/kota.</p>
<p>&#8220;Pertamina akan menjalankan tugas ini sesuai target dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Paket Konkit ini akan membantu meringankan biaya operasional kapal penangkap ikan bagi nelayan serta mesin pompa air bagi petani, karena lebih hemat, efisien serta lebih ramah lingkungan. Perawatan mesin juga menjadi lebih mudah,&#8221; pungkas Fajriyah.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/logo-pertamina.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[logo pertamina]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/logo-pertamina-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[logo pertamina]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
