<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Media SPTP &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/media-sptp/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Sep 2026 04:41:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Media SPTP &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor, Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100102/jadi-gerbang-utama-ekspor-impor-pelabuhan-tanjung-emas-didorong-naik-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 04:41:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media SPTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100102/jadi-gerbang-utama-ekspor-impor-pelabuhan-tanjung-emas-didorong-naik-kelas</guid>

					<description><![CDATA[SEMARANG, CILACAP.INFO -Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> -Pelabuhan Tanjung Emas Semarang didorong naik kelas menjadi gerbang utama aktivitas ekspor-impor di Jawa Tengah (Jateng). Peningkatan kapasitas dinilai mendesak seiring pesatnya investasi dan perkembangan aktivitas logistik di wilayah tersebut.</p>


<p>Dorongan itu disampaikan sejumlah pelaku usaha dan asosiasi dalam forum diskusi bertema <i>Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Perencanaan Pengembangan TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan di Jateng</i> yang diadakan oleh Pelindo Terminal Petikemas di Kota Semarang, Kamis (10/9/2026).</p>
<p>Ketua Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat Jateng-DIY, Jarot Wibowo, meminta Pelabuhan Tanjung Emas dapat segera dikembangkan menjadi pelabuhan utama yang mendukung aktivitas ekspor-impor di Jateng. Sejak 2024, pihaknya bahkan telah berkomunikasi dengan Bea Cukai hingga Pemerintah Provinsi Jateng untuk mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan tersebut.</p>
<p>“Ekspektasi kami sebenarnya sangat tinggi. Kami sudah estafet sejak 2024, kami sudah menemui pimpinan Bea Cukai dan Gubernur Jateng untuk mendorong Tanjung Emas menjadi pelabuhan utama,” ujar Jarot<i>, </i>Kamis (10/9/2026).</p>
<p>Pertumbuhan investasi dan berkembangnya kawasan industri di Jateng perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur logistik yang memadai. Terutama untuk mengakomodasi barang hasil produksi industri yang akan dikirim ke luar negeri melalui jalur ekspor. Jarot khawatir keterbatasan kapasitas dan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Emas justru mendorong pelaku usaha mengalihkan aktivitas logistiknya ke pelabuhan lain, seperti Tanjung Priok di Jakarta atau Tanjung Perak di Surabaya.</p>
<p>Menurutnya, arus impor yang masuk ke Jateng selama ini relatif besar. Namun, dari sisi ekspor, masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu segera dibenahi. Penambahan peralatan dan perluasan terminal harus berjalan beriringan agar kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas mampu mengikuti pertumbuhan arus barang.</p>
<p>Selain kapasitas terminal, Jarot menyoroti kebutuhan tempat penimbunan sementara (TPS) sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kontainer di area pelabuhan. Keberadaan TPS dinilai dapat mempercepat perpindahan kontainer yang tertahan selama beberapa hari dari terminal.</p>
<p>Bagi dunia usaha, efisiensi waktu menjadi semakin penting karena batas waktu yang diberikan <i>buyer </i>semakin singkat. Jika sebelumnya perusahaan memiliki waktu hingga 150 hari, kini waktu yang tersedia maksimal sekitar 75 hari, mulai dari <i>purchase order </i>(PO) diterbitkan, material datang, hingga barang siap diekspor.</p>
<p>Jarot meminta pengelola Pelabuhan Tanjung Emas memanfaatkan periode <i>low season</i> untuk melakukan mitigasi dan pembenahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi lonjakan arus barang ketika memasuki <i>peak season</i>.</p>
<p>“Jangan sampai Tanjung Emas terlena. Saat ini <i>low season</i>, harus ada mitigasi khusus. Kalau <i>peak season</i> dan cuaca buruk datang, jangan sampai kembali terjadi penumpukan kontainer dan kapal menunggu lama seperti yang pernah terjadi,” paparnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Pertumbuhan Industri Lebih Cepat</b></p>
<p>Kebutuhan pengembangan TPK Semarang juga disampaikan Manager PT CMA-CGM Surabaya-Semarang, Efraim Zakka. “Pertumbuhan pasar sangat cepat, lebih cepat daripada pertumbuhan sarana dan prasarana pelabuhan. Ini tentu harus diakomodasi dengan fasilitas yang memadai,” tegas Efraim.</p>
<p>Pelaku industri membutuhkan kepastian mengenai arah pengembangan pelabuhan. Kepastian tersebut penting agar perusahaan dapat menyusun rencana bisnis dan ekspansi dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas logistik.</p>
<p>Efraim mengapresiasi berbagai upaya TPK Semarang dalam meningkatkan teknologi dan peralatan. Namun, pengembangan ke depan perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas lapangan kontainer serta pendalaman alur dan kolam pelabuhan.</p>
<p>&#8220;Masukannya yang pertama tentu kapasitasnya harus dibesarkan, berarti lapangan kontainernya harus lebih besar. Kemudian untuk menarik kapal-kapal yang lebih besar, kolam dan <i>channel</i>-nya harus cukup supaya kapal dengan draft lebih dalam bisa masuk,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Semarang, Hari Ratmoko berpendapat Pelabuhan Tanjung Emas perlu terus dikembangkan agar mampu menangkap potensi ekonomi Jateng, khususnya arus peti kemas yang masuk dan keluar daerah. Dari sisi jumlah muatan, Hari menilai Tanjung Emas telah mengalami peningkatan kelas dan hampir sejajar dengan Pelabuhan Tanjung Priok maupun Tanjung Perak. Karena itu, pemerintah dan operator diminta bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kapasitas pelabuhan.</p>
<p>“Sudah waktunya jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya ini cepat berkembang dan tumbuh sehingga semua potensi ekonomi bisa kita capture. Bilamana pelabuhan ini besar, semua jenis cargo bisa masuk dan potensi lapangan pekerjaan yang terserap bisa luar biasa,” beber Hari.</p>
<p>Dia menyebut kedalaman alur pelayaran menjadi salah satu tantangan utama Tanjung Emas. Selain itu, kolam pelabuhan perlu dikeruk dan dermaga diperpanjang untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kapal.</p>
<p>“Alur pelayaran harus diperdalam. Kolam di dalam Pelabuhan Tanjung Emas juga harus dikeruk karena kedalamannya sudah berkurang. Kemudian dermaga juga harus diperpanjang,” jelasnya.</p>
<p>Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau ALFI/ILFA Jateng-DIY, Teguh Arif Handoko, turut mengamini berbagai persoalan yang disampaikan pelaku usaha. Menurutnya, pertumbuhan kawasan industri di Semarang Raya membuat Pelabuhan Tanjung Emas menjadi pilihan logistik yang ekonomis sekaligus menjadi jantung distribusi barang ekspor-impor dan domestik antarpulau.</p>
<p>“Pelabuhan Tanjung Emas menjadi pintu gerbang utama memang wajib. Jangan sampai Pemerintah Provinsi Jateng menggenjot investasi luar biasa, tetapi infrastruktur logistiknya tidak terpenuhi,” kata Teguh.</p>
<p>enurutnya, ketidakseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesiapan infrastruktur logistik dapat mendorong pergeseran arus barang ke pelabuhan lain. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya dapat ditangkap Jateng.</p>
<p>Karena itu, Teguh mendorong TPK Semarang memiliki target pengembangan yang realistis dan bertahap. Salah satunya dengan menargetkan kapasitas pelayanan hingga 1,2 juta TEUs pada 2030.</p>
<p>Target tersebut berarti TPK Semarang harus mampu melayani rata-rata sekitar 100.000 TEUs per bulan atau sekitar 3.300 TEUs per hari. Namun, karena volume harian dapat berfluktuasi, sistem pelayanan juga harus memiliki kapasitas cadangan untuk menghadapi lonjakan arus kontainer.</p>
<p>“Kita harus punya patokan, misal patokan awalnya dulu. Kita tidak usah bicara lima atau 10 tahun mendatang bisa empat juta TEUs. Sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta TEUs,” ucap Teguh.</p>
<p><b>Tanjung Emas Siap Dikembangkan</b></p>
<p>Sementara itu, Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan forum tersebut digelar untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder terkait potensi dan kebutuhan pengembangan TPK Semarang. Dia mengatakan salah satu masukan yang banyak disampaikan berkaitan dengan pertumbuhan kawasan industri baru, termasuk pengembangan kawasan industri di Kabupaten Batang. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan rencana pengembangan TPK Semarang.</p>
<p>Di sisi lain, TPK Semarang telah mendapat tambahan empat crane untuk meningkatkan kapasitas pelayanan terminal. Namun, penambahan peralatan tersebut tetap perlu diikuti dengan perencanaan jangka panjang guna mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas.</p>
<p>“Dengan adanya empat crane itu sebenarnya untuk meningkatkan kapasitas di terminal kita sekarang. Tapi kita sudah harus bicara long term-nya seperti apa,” bebernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertumbuhan arus peti kemas di TPK Semarang sendiri menunjukkan tren positif. Nyoman menyebut pertumbuhan pada 2023-2025 mencapai 16%, sedangkan pada 2026 berada di kisaran 9%. Adapun arus peti kemas sepanjang 2025 telah mencapai 1 juta TEUs.</p>
<p>Berdasarkan data PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK Semarang hingga Agustus 2026 mencapai 698.500 TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 661.872 TEUs.</p>
<p>Pertumbuhan terutama ditopang arus peti kemas internasional yang mencapai 625.390 TEUs atau tumbuh 8,53% secara tahunan. Arus impor tercatat 309.128 TEUs, naik 8,14% dibandingkan 285.862 TEUs pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara arus ekspor mencapai 316.159 TEUs atau tumbuh 8,88% dari sebelumnya 290.380 TEUs.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nyoman menilai tren tersebut semakin memperkuat peluang Tanjung Emas menjadi gerbang utama ekspor-impor di Jateng. Terlebih, tambahan empat crane memungkinkan terminal melayani kapal dengan ukuran lebih besar.</p>
<p>Namun, peningkatan kemampuan peralatan tersebut perlu didukung kesiapan alur dan kolam pelabuhan. Kedalaman alur menjadi salah satu faktor penting agar kapal dengan draft lebih dalam dapat masuk dan dilayani di Tanjung Emas.</p>
<p>“Memungkinkan sekali Tanjung Emas menjadi gerbang utama. Saat ini kami sudah punya crane yang bisa meng-handle kapal besar hingga 16 row. Tantangannya hanya draft atau kedalaman alur pelabuhan,” tandasnya.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang Media SPTP</h3>
PT Pelindo Terminal Petikemas adalah sub-holding BUMN yang mengelola terminal peti kemas di seluruh Indonesia, termasuk di bawah naungan Pelindo Terminal Petikemas. SPTP bertugas untuk mengelola, mengembangkan, dan meningkatkan layanan terminal peti kemas secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan tujuan memperkuat logistik nasional dan memenangkan kompetisi bisnis.
<strong>Press release juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/15/Jadi-Gerbang-Utama-Ekspor-Impor-Pelabuhan-Tanjung-Emas-Didorong-Naik-Kelas-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Jadi Gerbang Utama Ekspor Impor Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/15/Jadi-Gerbang-Utama-Ekspor-Impor-Pelabuhan-Tanjung-Emas-Didorong-Naik-Kelas-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Jadi Gerbang Utama Ekspor Impor Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86929/pacu-arus-peti-kemas-pelindo-optimis-ekspor-indonesia-menguat-di-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 08:03:18 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Media SPTP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86929/pacu-arus-peti-kemas-pelindo-optimis-ekspor-indonesia-menguat-di-2026</guid>

					<description><![CDATA[SURABAYA, CILACAP.INFO &#8211; PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026</p>
<p><strong>Surabaya (10/02/2026)</strong>  <strong>&#8211;</strong>  Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs.</p>
<p>Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama.</p>
<p>&#8220;Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,&#8221; ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02/2026).</p>
<p>Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).</p>
<p>Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.</p>
<p>Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.</p>
<p>&#8220;Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,&#8221; seru Widyaswendra.</p>
<p><strong>Penggerak Rantai Logistik</strong> </p>
<p>Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra.</p>
<p>&#8220;FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,&#8221; jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.</p>
<p>Sementara itu, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.</p>
<p>Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik.</p>
<p>&#8220;Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,&#8221; jelas Trismawan.</p>
<p>Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur.</p>
<p>&#8220;Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat.</p>
<p>&#8220;Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain.</p>
<p>Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat. Lebih dari itu, perusahaan ini mengambil peran strategis sebagai penggerak rantai logistik dan penopang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
<strong>About Media SPTP</strong> </strong>
PT Pelindo Terminal Petikemas adalah sub-holding BUMN yang mengelola terminal peti kemas di seluruh Indonesia, termasuk di bawah naungan Pelindo Terminal Petikemas. SPTP bertugas untuk mengelola, mengembangkan, dan meningkatkan layanan terminal peti kemas secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan tujuan memperkuat logistik nasional dan memenangkan kompetisi bisnis.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/14/Pacu-Arus-Peti-Kemas-Pelindo-Optimis-Ekspor-Indonesia-Menguat-di-2026-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pacu Arus Peti Kemas Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/14/Pacu-Arus-Peti-Kemas-Pelindo-Optimis-Ekspor-Indonesia-Menguat-di-2026-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pacu Arus Peti Kemas Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
