<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos KEHATI Foundation &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/kehati-foundation/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2025 08:20:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos KEHATI Foundation &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Tokoh Agama dan Penghayat Kepercayaan Serukan Transformasi Sistem Pangan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-83812/tokoh-agama-dan-penghayat-kepercayaan-serukan-transformasi-sistem-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 08:20:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KEHATI Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-83812/tokoh-agama-dan-penghayat-kepercayaan-serukan-transformasi-sistem-pangan</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Lebih dari 20 tokoh agama, penghayat kepercayaan, serta perwakilan organisasi keagamaan berkumpul dalam Lokakarya Sistem Pangan untuk Tokoh Agama dan Kepercayaan yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) pada 7–10 Desember 2025 di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini menghasilkan Deklarasi Bersama Tokoh Agama &#38; Kepercayaan yang menegaskan komitmen lintas iman dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional yang adil, berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai spiritualitas nusantara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Lebih dari 20 tokoh agama, penghayat kepercayaan, serta perwakilan organisasi keagamaan berkumpul dalam Lokakarya Sistem Pangan untuk Tokoh Agama dan Kepercayaan yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) pada 7–10 Desember 2025 di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini menghasilkan Deklarasi Bersama Tokoh Agama &amp; Kepercayaan yang menegaskan komitmen lintas iman dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional yang adil, berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai spiritualitas nusantara.</p>
<p>Dalam lokakarya tersebut, para peserta menyoroti krisis sistem pangan yang ditandai oleh hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan fungsi lahan, ketimpangan akses pangan bagi kelompok rentan, hingga pola konsumsi yang semakin menjauh dari kearifan lokal.</p>
<p>Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Puji Sumedi menekankan bahwa pangan harus dipandang secara holistik. “Pangan adalah ruang spiritual, ekologis, dan sosial. Ia bukan sekadar komoditas. Transformasi sistem pangan tidak akan terjadi tanpa memulihkan relasi manusia dengan alam sebagai anugerah Tuhan,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menambahkan bahwa pendekatan teknokratik tidak cukup dalam menjawab krisis pangan. “Nilai agama dan kearifan lokal memberikan landasan moral yang kuat untuk menggerakkan perubahan. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan pilihan konsumsi masyarakat,” jelasnya.</p>
<p><strong>Peran Strategis Komunitas Agama dan Kepercayaan</strong></p>
<p>Di acara yang sama, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas iman. “Transformasi sistem pangan merupakan agenda besar dalam RPJMN, dan partisipasi tokoh agama sangat diperlukan agar kebijakan diversifikasi pangan serta perlindungan sumber daya lokal dapat berkembang menjadi gerakan luas di masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Beberapa perwakilan tokoh agama dan kepercayaan turut menyuarakan beberapa poin penting peran strategis agama dalam program pangan lokal berkelanjutan. Perwakilan tokoh Katolik dari JPIC, Sr. Maria Monika menyatakan bahwa dimensi spiritual harus tercermin dalam perilaku konsumsi umat, dan menurutnya bumi adalah rumah bersama sehingga memilih pangan lokal, mengurangi sampah, dan menjaga tanah merupakan bagian dari praktik iman sehari-hari.</p>
<p>Dari kalangan penghayat kepercayaan, Kento Subarman menekankan bahwa pangan memiliki keterhubungan erat dengan adat dan kosmos. Ia menyatakan bahwa merusak tanah sama artinya dengan merusak diri sendiri, sehingga regenerasi petani dan perlindungan lahan harus dipahami sebagai laku spiritual, bukan sekadar upaya teknis.</p>
<p><strong>Deklarasi Bersama</strong></p>
<p>Deklarasi yang disepakati para tokoh agama dan penghayat kepercayaan menegaskan komitmen untuk memperkuat pangan lokal dan kedaulatan benih dengan melindungi benih-benih lokal, mendorong diversifikasi pangan, dan mengembangkan inovasi olahan pangan yang dapat menarik minat generasi muda. Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya integrasi spiritualitas ekologis dalam pendidikan dan kebijakan dengan mengarusutamakan ajaran agama dan kearifan lokal tentang rasa syukur, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam dalam pendidikan formal, khutbah, ritual, serta perayaan keagamaan.</p>
<p>Selain itu, para tokoh menyatakan perlunya perlindungan lahan dan ekosistem melalui penolakan terhadap alih fungsi lahan subur, penguatan upaya restorasi lingkungan, dan penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak alam. Mereka juga mendorong regenerasi petani dengan membuka akses lahan, menyediakan pendidikan pertanian ekologis, dan membangun kemitraan yang dapat menarik anak muda untuk kembali bergerak di sektor pertanian. Deklarasi tersebut turut menegaskan bahwa tata kelola sistem pangan harus dilakukan secara lintas sektor dan melibatkan kementerian terkait, lembaga agama, komunitas adat, serta organisasi masyarakat sipil secara setara dan kolaboratif.</p>
<p><strong>Pembentukan Forum Lintas Iman dan Komitmen Bersama Untuk Sistem Pangan Lestari</strong></p>
<p>Dengan menggunakan pendekatan System Thinking, para peserta lokakarya merumuskan Teori Perubahan Sistem Pangan Berkelanjutan, menyusun rencana aksi yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas, dan menyepakati pembentukan Forum Lintas Agama dan Kepercayaan untuk Sistem Pangan Lestari. Wakil Kementerian Agama, Deva Sebayang, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral yang besar, serta bahwa gerakan lintas iman untuk pangan berkelanjutan merupakan bukti bahwa spiritualitas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan nasional.</p>
<p>Deklarasi penutup menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar sekaligus titipan Tuhan yang harus dijaga, konsumsi pangan harus dilakukan secara beragam, bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan, serta komunitas agama, penghayat kepercayaan, dan masyarakat adat memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Para tokoh lintas iman sepakat bahwa transformasi sistem pangan merupakan gerakan spiritual kolektif yang perlu diwujudkan demi masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.</p>
<h3><strong>About KEHATI Foundation</strong></h3>
<p>Yayasan KEHATI adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.</p>
<p>Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) merupakan koalisi organisasi yang bekerja untuk memperkuat sistem pangan Indonesia melalui riset, advokasi kebijakan, serta penguatan komunitas.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/12/TOKOH-AGAMA-DAN-PENGHAYAT-KEPERCAYAAN-SERUKAN-TRANSFORMASI-SISTEM-PANGAN-BERBASIS-SPIRITUALITAS-DAN-KEBERLANJUTAN.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="525">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Tokoh Agama dan Penghayat Kepercayaan Serukan Transformasi Sistem Pangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/12/TOKOH-AGAMA-DAN-PENGHAYAT-KEPERCAYAAN-SERUKAN-TRANSFORMASI-SISTEM-PANGAN-BERBASIS-SPIRITUALITAS-DAN-KEBERLANJUTAN-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Tokoh Agama dan Penghayat Kepercayaan Serukan Transformasi Sistem Pangan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kesadaran Publik, KEHATI Rilis Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-80597/tingkatkan-kesadaran-publik-kehati-rilis-buku-putih-advokasi-keanekaragaman-hayati-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 02:11:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KEHATI Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-80597/tingkatkan-kesadaran-publik-kehati-rilis-buku-putih-advokasi-keanekaragaman-hayati-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) meluncurkan Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia, Selasa (16/09/2025).  Buku Putih Advokasi ini berisi refleksi gerakan advokasi masyarakat sipil Indonesia di isu lingkungan hidup sekaligus refleksi perjalanan Panjang advokasi KEHATI bersama elemen masyarakat sipil lain dan para mitranya dalam memperjuangkan kebijakan yang adil dan lestari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) meluncurkan Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia, Selasa (16/09/2025).  Buku Putih Advokasi ini berisi refleksi gerakan advokasi masyarakat sipil Indonesia di isu lingkungan hidup sekaligus refleksi perjalanan Panjang advokasi KEHATI bersama elemen masyarakat sipil lain dan para mitranya dalam memperjuangkan kebijakan yang adil dan lestari.</p>
<p>Buku berjudul “Melawan Ketidakseimbangan: Buku Putih Advokasi Keanekaragaman Hayati Indonesia” ini ditulis oleh Muhamad Burhanudin, Manajer Kebijakan Lingkungan Yayasan KEHATI.</p>
<p>Dalam buku ini terekam pelajaran berharga, tentang strategi, kegigihan, kisah perjuangan, kolaborasi, keberhasilan, kegagalan, serta asa yang terus menyala demi memperjuangkan kelestarian alam dan menjaga bumi bagi generasi mendatang.</p>
<p>Lebih dari sekadar buku, karya ini juga menjadi salah satu medium dalam mendorong kesadaran publik agar terlibat dan berjuang bersama demi membela keanekaragaman hayati.</p>
<p>Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos mengatakan buku ini menyingkap kenyataan pahit yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Dalam 50 tahun terakhir, gas rumah kaca membanjiri atmosfer, memicu perubahan iklim ekstrem, bencana alam kerap terjadi, dan ekosistem yang menopang kehidupan mulai tergerus.</p>
<p>“Di balik kemajuan ekonomi, ada jejak pemanfaatan alam yang eksploitatif dan berlebihan, dan kita semua menjadi penggerak utamanya. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang tak luput dari jejak eksploitatif tersebut,” Riki, dalam siaran persnya, 16 September 2025.</p>
<p>Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada Mei 2023 mengungkapkan suhu rata-rata global pada 2011-2020 adalah 1,1 derajat celcius lebih tinggi dari periode pra-industri. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer juga melampaui 400 ppm (<i>parts per million</i>), melebihi ambang batas aman 350 ppm. Dalam dua dekade terakhir, kenaikan rata-rata suhu di Indonesia 0,9 derajat celcius, di atas rata-rata global.</p>
<p>“Selain kian mengancam keanekaragaman hayati Indonesia, tingginya laju perubahan iklim ini juga semakin memperparah kerentanan sosio-ekonomi dan menimbulkan tantangan bagi mata pencaharian yang penting,” kata Riki.</p>
<p>Selama dua dekade terakhir, peristiwa hidrometeorologi juga menyumbang lebih dari 75% bencana di Indonesia dan 60% kerusakan ekonomi. Pada tahun-tahun mendatang, tren ini diperkirakan akan semakin meningkat.</p>
<p>The World Bank, 2021, menganalisis Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan muka air laut, dengan peringkat kelima tertinggi di dunia dalam hal jumlah penduduk yang tinggal di pesisir dengan elevasi lebih rendah. Tanpa adaptasi, total penduduk yang terancam terpapar banjir permanen bisa mencapai 4,2 juta jiwa lebih pada 2.070–2.100.</p>


<p>World Bank juga memperkirakan 95% wilayah pesisir Jakarta berpotensi tenggelam pada 2050. Indonesia juga sering mengalami bencana alam, dengan total 3.622 bencana pada 2019.</p>
<p>Dalam 40 tahun terakhir, Indonesia kehilangan sekitar 33 juta hektare hutan, atau hampir 30% dari total kawasan hutan seluas 125 juta hektare. Hutan primer yang tersisa hanya 47,2 juta hektar. Deforestasi tersebut sebagian besar disebabkan oleh konversi lahan untuk ekspansi perkebunan sawit, hutan tanaman industri, tambang, dan pembangunan infrastruktur lain.</p>
<p>Dalam kesempatan itu,  penulis buku ini, Muhamad Burhanudin, mengatakan kerusakan alam saat ini bukan semata akibat kelalaian, tapi juga berakar pada desain politik pembangunan yang menempatkan ekologi sebagai korban.</p>
<p>Regulasi seperti UU Cipta Kerja dan UU Minerba, pun melemahkan perlindungan lingkungan demi kepentingan investasi jangka pendek.</p>
<p>“Kebijakan dibuat minim partisipasi publik yang memadai, lebih didorong kepentingan oligarki dan korporasi, serta minimnya akuntabilitas. Pembangunan berkelanjutan dan transisi hijau sering menjadi <i>tagline</i>, tapi perlu komitmen keberlanjutan realisasi,” katanya.</p>
<p>Oleh sebab itu, katanya, di sinilah advokasi masyarakat sipil mengambil peran penting karena hadir sebagai jalan untuk “melawan ketidakseimbangan” dalam proses pembuatan kebijakan publik.</p>
<p>“Sebagai pengawal keseimbangan dan sekaligus pengingat bahwa pembangunan sejati tak bisa lepas dari keberlanjutan ekologi. Advokasi menjadi suara bagi yang tak terdengar—alam, masyarakat adat, dan generasi masa depan,” kata Muhamad.</p>
<p><b>Temuan dan Upaya KEHATI</b></p>
<p>●     Riset KEHATI bersama Semeru Institute, 2024 menemukan gerakan advokasi menghadapi kendala internal: keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi, dan sumber dana umumnya tergantung donor luar negeri.</p>
<p>●     Data Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN mencatat, 2019-2024, ada 2,57 juta hektare wilayah adat dirampas, kerap disertai kriminalisasi.</p>
<p>●     Kesadaran global akan krisis lingkungan juga meningkat pesat. Aksi protes global juga melonjak, lebih dari 4.500 demonstrasi di 150 negara pada 2019.</p>
<p>●     Sejak 2014, KEHATI menginisiasi Biodiversity Warriors, gerakan kaum muda yang kini memiliki lebih dari 7.000 anggota di seluruh Indonesia.</p>
<p>●     KEHATI mendorong kebijakan pengelolaan sumber daya alam dalam 2 dekade terakhir bersama mitra: akademisi, masyarakat sipil, hingga generasi muda.</p>
<p>●     Advokasi meluas ke sektor keuangan dengan merilis Indeks SRI-KEHATI pada 2009, mendorong investasi berkelanjutan, atasi pendanaan dalam advokasi.<i></i></p>
<p>Muhamad menegaskan bahwa peran masyarakat sipil vital dalam mendorong kebijakan berbasis bukti, melindungi lingkungan, mencegah korupsi, serta memastikan suara masyarakat lokal dan adat ikut didengar. Meski penuh tantangan, gerakan ini adalah harapan bagi masa depan bumi.</p>
<p>“Advokasi harus berfungsi sebagai alat membangun akuntabilitas dan transparansi. Advokasi organisasi sipil juga harus memperkuat suara masyarakat lemah, dan memastikan mereka didengar,” katanya.</p>
<p>Sayangnya, advokasi bukan jalan mudah bagi para pembela lingkungan, seperti aktivis, jurnalis, dan masyarakat adat, yang kerap menghadapi represi. Walhi mencatat, 1.131 orang menjadi korban kekerasan dan kriminalisasi karena membela lingkungan pada periode 2014-2024.</p>
<p>“Melawan ketidakseimbangan berarti menjaga bumi bagi generasi mendatang. Jalan panjang advokasi ini adalah panggilan kita semua. Semua pihak harus bergandengan tangan memastikan anak cucu kita mewarisi bumi yang lestari, adil, dan layak huni untuk semua. Advokasi adalah jalan panjang, namun bukan tidak mungkin.”</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang KEHATI Foundation</h3>
Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim. Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mengelola dana hibah lebih dari US$ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral, sektor swasta, filantrofi, crowd funding, dan endowment fund. Terdapat 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan circular, sustainable investment dan Biodiversity Warriors. Selain itu, Yayasan KEHATI juga mengelola program khusus antara lain Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), Ananta Fund, dan Program Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI). Yayasan KEHATI merupakan pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, KEHATI mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks saham SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Visi Alam Lestari Untuk Manusia Kini dan Masa Depan Anak Negeri.
<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/22/public-10.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="467">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KEHATI Foundation]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/09/22/public-10-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KEHATI Foundation]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Festival Wana Lestari Promosikan Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-72099/festival-wana-lestari-promosikan-program-perhutanan-sosial-masyarakat-desa-banyurip</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 14:32:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KEHATI Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-72099/festival-wana-lestari-promosikan-program-perhutanan-sosial-masyarakat-desa-banyurip</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Sejak lama, Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen menghadapi beberapa masalah lingkungan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sejak lama, Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen menghadapi beberapa masalah lingkungan.</p>
<p>Salah satunya adalah tingginya ketergantungan pada komoditi jagung dan tebu di sekitar kawasan hutan. Hal ini berdampak pada kurang terpeliharanya tanaman produktif. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap tumbuh kembang tanaman produktif bukan tanpa sebab. Hal itu dilakukan agar tanaman produktif tersebut tidak mengganggu pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang tumbuh di area tersebut. Pertumbuhan tanaman produktif yang baik, dianggap mengancam pertumbuhan tanaman jagung dan tebu yang ditanam petani.</p>
<p>Alhasil, kerusakan tanaman pokok mengakibatkan sumber–sumber air mengering, sehingga menyebabkan bagi hasil dari hasil tanaman pokok bagi penggarap rendah, dan membuat ketersediaan rumput untuk ternak terbatas.</p>
<p>Ketua Badan Pengurus Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan Surakarta, Sumino, SE mengatakan bahwa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengembalikan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan melalui program perhutanan sosial, sehingga dapat mengembalikan fungsi ekologi, ekonomi dan sosial.</p>
<p>Secara ekologi, hutan bisa menjadi wilayah menjadi resapan air dan memulihkan sumber – sumber air yang selama ini mati, dan memulihkan sumber keragaman hayati untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Secara ekonomi masyarakat dapat mengambangkan komoditas tanaman produksi  yang dapat hidup selaras dengan ekosistem hutan dan dapat menjadi sumber pendapatan. Secara sosial kawasan hutan dapat menjadi pusat edukasi dan penelitian terkait keragaman dan pengelolaan ekosistem hutan.</p>
<p>Tujuan-tujuan tersebut diwujudkan melalui program perhutanan sosial yang sudah dijalankan. Maka itu, untuk menyebarluaskan pembelajaran, dan mendapatkan dukungan dari para pihak, LPTP bersama Yayasan KEHATI menggelar acara festival lingkungan bertajuk Festival Wana Lestari. Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini diharapkan dapat  membangun kerja sama dari para pemangku kepentingan yang hadir terkait strategi pengelolaan kawasan perhutanan sosial berkelanjutan di Desa Banyurip.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama Direktur Program Yayasan KEHATI Dr. Rony Megawanto mengatakan bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia hidup harmonis dan selaras dengan alam alam. Hal ini dimulai dari wilayah perdesaan, khususnya yang tinggal dekat dengan kawasan hutan. Begitu pun dengan Desa Banyurip. Jika ekosistemnya rusak, maka yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat sekitar.</p>
<p>Hal ini pernah dirasakan dengan mengeringnya sumber-sumber air yang mengakibatkan tingginya pengeluaran masyarakat untuk membeli air bersih.</p>
<h3>Festival Wana Lestari</h3>
<p>LPTP bersama Yayasan KEHATI mengadakan Festival Wana Lestari kegiatan ini yang dikoordinatori oleh Niken Prihartari kegiatan ini dilaksanakan di Balai Kesenian Rakyat Desa Banyurip Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen (27/2). Tujuannya yaitu untuk mempromosikan praktik baik yang dilakukan masyarakat Desa Banyurip dalam mengembalikan tata guna kawasan sesuai dengan fungsinya melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan pengelolaan kawasan perhutanan sosial.</p>
<p>Beberapa program perhutanan sosial yang sudah dijalankan, antara lain pengembangan model pengelolaan perutanan sosial yang dikelola dengan vegetasi multistrata, diversivikasi sumber pangan untuk  mendukung ketahanan pangan dan pendapatan melalui optimalisasi lahan pekarangan dan marginal dengan komoditas palawija, umbi-umbian, tanaman obat, dan sayuran melalui pendekatan sekolah lapang; peningkatan daya dukung pertanian melalui perbaikan manajemen unit pengolahan pupuk organik dan pestisida alami; pengembangan industri rumah tangga makanan olahan yang dikelola perempuan berbasis hasil hutan bukan kayu seperti umbi-umbian koro-koroan dan buah-buahan; dan penguatan tata kelola kelembagaan LMDH dalam mengelola organisasi, bisnis, jaringan, dan kawasan hutan secara mandiri.</p>
<p>Selain itu, Festival Wana Lestari turut mempromosikan beberapa hasil hutan bukan kayu yang diproduksi di kawasan hutan, seperti cabe jawa, gula merah berbahan tebu, mangga red ivory, mangga kiojay, mangga Hong Guo Fei dan juga sayuran dan tanaman pangan lain yang diproduksi dari perkarangan rumah, antara lain produk olahan kacang sacha inchi dan olahannya (susu sachi,  susu bubuk sachi, kacang oven sachi, minyak sachi, cokelat sachi, teh sachi, sabun sachi), dan sayur hasil budi daya pekarangan. Dalam pameran tersebut juga ditampilkan aneka olahan pangan berbahan komoditas hasil panen masyarakat setempat.</p>
<p>Selain menambah penghasilan, sayur-mayur yang dihasilkan dapat menjadi pemenuhan gizi keluarga.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, turut hadir multistakeholder, yaitu :</p>
<p>1.     Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>2.     Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>3.     Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>4.     Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>5.     Dinas Koperasi usaha Kecil dan Menegah Provinsi Jawa Tengah</p>
<p>6.     Balai  Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) wilayah Jawa Tengah</p>
<p>7.     Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDas) Solo</p>
<p>8.     Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS)</p>
<p>9.     Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah X</p>
<p>10.  Perum Perhutani KPH Surakarta</p>
<p>11.  Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan perikanan Kabupaten Sragen</p>
<p>12.  Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen</p>
<p>13.  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen</p>
<p>14.  Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Sragen</p>
<p>15.  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sragen</p>
<p>16.  Perum Perhutani BKPH Tangen</p>
<p>17.  Camat Kecamatan Jenar</p>
<p>18.  Koramil Kecamatan Jenar</p>
<p>19.  Polsek Kecamatan Jenar</p>
<p>20.  UNS Fakultas Pertanian Prodi Pengelolaan Hutan</p>
<p>21.  UNS Fakultas Pertanian Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian</p>
<p>22.  Pemerintah Desa Banyurip</p>
<p>23.  LMDH Banyurip Lestari Desa Banyurip</p>
<p>24.  KUPS Kembang Pilang Desa Banyurip</p>
<p>25.  KUPS Banyurip  Lestari I</p>
<p>26.  KUPS Banyurip Lestari II</p>
<p>27.  Pengelola lahan demplot/pesanggem</p>
<p>28.  CV Abana Green Garden</p>
<p>29.  Ketua LMDH  Wonolerso Desa Kadang sapi</p>
<p>30.  Ketua LMDH Wonodadi Japoh</p>
<p>31.  Ketua LMDH Sumber Rejeki I Desa Dawung</p>
<p>32.  Ketua LMDH Dadi Mulyo Jenar</p>
<p>33.  KTH Anting Putri Desa Ngepringan</p>
<p>34.  KTH Wono Tirto Lestari Ngepringan</p>
<p>35.  Ketua MMP Wono Asri Kecamatan Jenar</p>
<p>36.  SMP Negeri 1 Jenar</p>
<p>37.  SMP Negeri 2 Jenar</p>
<p>38.  SMP Negeri 3 Satu Atap Jenar</p>
<p>39.  SD Negeri Banyurip 1</p>
<p>40.  Yayasan KEHATI</p>
<h3>Tentang KEHATI Foundation</h3>
<p>Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.</p>
<p>Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mengelola dana hibah lebih dari US$ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral, sektor swasta, filantrofi, crowd funding, dan endowment fund.</p>
<p>Terdapat 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan circular, sustainable investment dan Biodiversity Warriors. Selain itu, Yayasan KEHATI juga mengelola program khusus antara lain Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), USAID Konservasi Laut Efektif (Kolektif), Ananta Fund, Program Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI) dan Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA).
Yayasan KEHATI merupakan pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia, KEHATI mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks saham SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Yayasan KEHATI juga aktif mempromosikan Impact Investment, memfasilitasi impact enterpreneurs, serta berinvestasi dan menggalang investor untuk mendukung usaha rintisan berdampak lingkungan dan sosial.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/03/04/Potret-Direktur-Program-Yayasan-KEHATI-Rony-Megawanto.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="740"
				height="555">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Potret Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/03/04/Potret-Direktur-Program-Yayasan-KEHATI-Rony-Megawanto-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Potret Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>KEHATI Award 2024 Wujud Apresiasi Bagi Para Penyelamat Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan Hidup Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-67627/kehati-award-2024-wujud-apresiasi-bagi-para-penyelamat-keanekaragaman-hayati-dan-lingkungan-hidup-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 09:09:58 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[KEHATI Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-67627/kehati-award-2024-wujud-apresiasi-bagi-para-penyelamat-keanekaragaman-hayati-dan-lingkungan-hidup-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) resmi mengumumkan para peraih KEHATI Award 2024, penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan di Indonesia, yang terdiri dari lima kategori berbeda yakni Forestry, Marine, Agriculture, Climate Change, dan Waste and Pollution.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) resmi mengumumkan para peraih KEHATI Award 2024, penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan di Indonesia, yang terdiri dari lima kategori berbeda yakni Forestry, Marine, Agriculture, Climate Change, dan Waste and Pollution.</p>
<p>Penghargaan tersebut diumumkan dalam Malam Penghargaan KEHATI Award 2024 yang diselenggarakan secara <em>offline</em> dan daring di Gedung Kesenian Jakarta, pada Selasa 3 Desember 2024.</p>
<p>Apresiasi ini diikuti oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), akademisi-masyarakat ilmiah, masyarakat adat, jurnalis, generasi muda, pekerja seni-seniman, budayawan-agamawan, dan <em>champion-local leader</em>.</p>
<p>Berdasarkan tahapan seleksi sejak 1 Agustus hingga penilaian terakhir di Oktober, dewan juri menetapkan para peraih penghargaan, yakni Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan, Lampung (Kategori Forestry), Natural Aceh, Banda Aceh (Kategori Marine), Gestianus Sino, Kupang (Kategori Agriculture), Komunitas Banyu Bening, Sleman (Kategori Climate Change), dan Yogi Tujuliarto, Jakarta (Kategori Waste and Pollution).</p>
<p>Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos mengatakan penghargaan tertinggi di bidang keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup di tanah air ini digelar untuk mengapresiasi upaya yang dilakukan para individu dan kelompok yang telah melakukan penyelamatan dan berusaha keras mengurangi kerusakan alam.</p>
<p>“Penghargaan yang diberikan sejak tahun 2000 ini adalah bentuk apresiasi terhadap upaya luar biasa dari perseorangan dan lembaga yang peduli terhadap lestarinya keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup di Indonesia,” kata Riki di Jakarta, Selasa (3/12/2024).</p>
<p>Riki menjelaskan ada tiga tujuan penyelenggaraan <em>award</em> ini yakni mendorong upaya serta inovasi di bidang pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, memacu semangat dan motivasi masyarakat dalam pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, dan memberikan inspirasi dan pembelajaran dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di tingkat tapak.</p>
<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia dan masuk salah satu dari 17 ‘Negara Megadiversitas’ dunia yang secara total memiliki 70% keanekaragaman hayati dunia. World Economic Forum (WEF) mencatat, keanekaragaman hayati di Indonesia tertinggi nomor dua di dunia setelah Brazil.</p>
<p>Riki menjelaskan bahwa upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati kini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan tata guna lahan dan laut, kurangnya pemanfaatan yang berkelanjutan, pencemaran lingkungan, dan perubahan iklim.</p>
<p>Padahal, keanekaragaman hayati berperan penting menciptakan keseimbangan ekosistem, melestarikan ragam budaya, mendukung pertumbuhan ekonomi, sumber penghidupan masyarakat adat, serta menyediakan jasa lingkungan yang dapat dinikmati masyarakat luas.</p>
<p><strong>Tantangan 2045</strong></p>
<p>Oleh sebab itu, dengan tantangan ini, KEHATI mendorong solusi berbasis alam melalui pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkeadilan. Salah satu arahan strategis adalah mendorong upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan dan inovatif, guna menjawab masalah <em>triple planetary crisis,</em> menguatkan kapasitas masyarakat, serta membuka akses dan pembagian manfaat keanekaragaman hayati yang adil dan inklusif.</p>
<p>Apalagi di tahun 2045, Indonesia diperkirakan menjadi negara industri dan menjadi kekuatan ekonomi keempat di dunia. Karena itu, Indonesia harus mengakar pada kekayaan sumber daya keanekaragaman hayati dan keragaman kebudayaan.</p>
<p>“Keanekaragaman hayati tak terbatas pada upaya konservasi, tapi bisa menjelma menjadi sumber-sumber inspirasi, pengetahuan, paradigma berpikir. Secara strategis, kami di KEHATI, berperan mengangkat inspirasi, inisiatif serta pengetahuan yang ada di masyarakat untuk menjadi pembelajaran, perbaikan kebijakan, dan pengakuan atas upaya masyarakat sipil,” kata Riki.</p>
<p>Terkait dengan penilaian penghargaan ini, Amanda Katili Niode Ketua Dewan Juri KEHATI Award 2024 mengatakan beberapa kriteria yang menjadi penilaian ialah besarnya manfaat dan dampak positif terhadap keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup, serta dampak positif kepada masyarakat, baik di sekitar lokasi maupun masyarakat umum.</p>
<p>Kriteria lain yakni keberlanjutan kegiatan, apakah hanya sesaat atau jangka panjang, serta besarnya upaya dan pengorbanan yang dicurahkan di luar tugas dan kewajiban seseorang atau kelompok/organisasi.</p>
<p>Kriteria berikutnya yakni keterlibatan pihak-pihak lain dalam usaha yang dilakukan demi menunjang kesinambungan kegiatan dan mempertinggi nilai manfaat dan orisinalitas dan inovasi kegiatan/usaha.</p>
<p>“Ajang ini memberikan kesadaran dan inspirasi bagi kita atas upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang tak kenal lelah, bahkan tanpa diketahui banyak orang,” katanya.</p>
<p>“Mereka berjuang dengan cara dan kapasitas masing-masing. Ada yang berhasil membangun pertanian organik dengan lahan terbatas, merehabilitasi lahan yang dirambah, menjalankan <em>sustainable financing,</em> ada juga yang konsisten membentuk <em>community groups,</em> serta berhasil menghasilkan gerakan yang bukan hanya di satu daerah, tapi nasional, bahkan sampai ke Papua, Bali, Ternate, Kalimantan,” kata Amanda.</p>
<p>Para peraih penghargaan akan mendapatkan trofi tetap KEHATI Award 2024, hadiah uang Rp25.000.000, dan kesempatan mendapatkan dana hibah melalui pengajuan proposal.</p>
<p>Selain KEHATI Award, KEHATI juga rutin memberikan penghargaan lain yakni ESG Award by KEHATI yang merupakan pengembangan dan pembaharuan secara signifikan dari konsep SRI-KEHATI Award yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Tiga fokus utama penghargaan ESG ini yakni <em>capital market, impact investment, dan debt and project financing.</em></p>
<p>**</p>
<p><strong>Daftar Peraih Penghargaan KEHATI Award 2024</strong></p>
<p><strong>Kategori Forestry</strong></p>
<p><strong>Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan</strong></p>
<p>Judul program: <em>Giat Konservasi Lokal Untuk Lestarikan Alam Bukit Barisan Selatan</em></p>
<p>Lokasi: Tanggamus, Lampung</p>
<p><strong>Kategori Marine</strong></p>
<p><strong>Natural Aceh</strong></p>
<p>Judul program: <em>Budidaya Tiram Berkelanjutan dengan Memanfaatkan Bahan Daur Ulang di Alue Naga Pasca-Tsunami</em></p>
<p>Lokasi: Desa Alue Naga, Banda Aceh</p>
<p><strong>Kategori Agriculture</strong></p>
<p>Gestianus Sino</p>
<p>Judul program: <em>Pertanian Organik Terintegrasi di Lahan Gersang Kupang: Menuju Kemandirian Pangan dan Kelestarian Lingkungan</em></p>
<p>Lokasi: Kupang, Nusa Tenggara Timur</p>
<p><strong>Kategori Climate Change</strong></p>
<p>Komunitas Banyu Bening</p>
<p>Judul program: <em>Pengelolaan dan Pemanfaatan air Hujan sebagai Sumber Air Bersih (Air Minum) Saat Ini dan Kedepan</em></p>
<p>Lokasi: Sleman, D.I Yogyakarta</p>
<p><strong>Kategori Waste and Pollution</strong></p>
<p>Yogi Tujuliarto</p>
<p>Judul program: <em>Karya Liputan Jurnalistik (News &amp; Dokumenter) IN-DEPTH Reporting tentang Waste &amp; Pollution untuk Membangun Kesadaran Masyarakat dan Mendorong Solusi dari Pemangku Kebijakan</em></p>
<p>Tema Utama: <em>Belenggu Sampah Impor di Indonesia dan Asia Tenggara (Negara Berkembang)</em></p>
<p>Lokasi: Senen, DKI Jakarta</p>
<p><strong>About KEHATI Foundation</strong></p>
<p>Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.</p>
<p>Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mengelola dana hibah lebih dari US$ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral, sektor swasta, filantrofi, crowd funding, dan endowment fund.</p>
<p>Terdapat 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan circular, sustainable investment dan Biodiversity Warriors. Selain itu, Yayasan KEHATI juga mengelola program khusus antara lain Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), USAID Konservasi Laut Efektif (Kolektif), Ananta Fund, Program Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia (SOLUSI) dan Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA).</p>
<p>Yayasan KEHATI merupakan pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia, KEHATI mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks saham SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI. Yayasan KEHATI juga aktif mempromosikan Impact Investment, memfasilitasi impact enterpreneurs, serta berinvestasi dan menggalang investor untuk mendukung usaha rintisan berdampak lingkungan dan sosial.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/05/KEHATI-Award-2024.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="472">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[KEHATI Award 2024]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/05/KEHATI-Award-2024-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[KEHATI Award 2024]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
