<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Keamanan Siber &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/keamanan-siber/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2026 10:27:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Keamanan Siber &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Human Firewall: Kenapa Karyawan Anda adalah Benteng Pertahanan Siber Terkuat</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99734/human-firewall-kenapa-karyawan-anda-adalah-benteng-pertahanan-siber-terkuat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 10:26:54 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Human Firewall]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[Kesadaran Keamanan Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Phishing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Engineering]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99734/human-firewall-kenapa-karyawan-anda-adalah-benteng-pertahanan-siber-terkuat</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Human firewall jadi lini pertahanan pertama dari serangan siber. Simak cara membangunnya, mengapa penting, dan strategi efektif menerapkannya di tim]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Human firewall jadi lini pertahanan pertama dari serangan siber. Simak cara membangunnya, mengapa penting, dan strategi efektif menerapkannya di tim</p>
<p>Bayangkan perusahaan Anda baru saja menghabiskan miliaran rupiah untuk firewall tercanggih, sistem deteksi berbasis AI, dan enkripsi berlapis. Lalu satu email palsu yang tampak meyakinkan berhasil membuat seorang staf keuangan mengklik tautan dan memasukkan kredensialnya. Semua investasi teknologi itu pun jadi sia-sia dalam hitungan detik.</p>
<p>Ini bukan skenario langka. Riset Data Breach Investigations Report 2025 dari Verizon menemukan bahwa unsur manusia terlibat dalam sekitar 60% insiden kebocoran data, dengan definisi yang dirancang untuk mencerminkan hal-hal yang benar-benar bisa diperbaiki lewat pelatihan dan kesadaran keamanan. Artinya, celah keamanan terbesar organisasi bukan ada di server, melainkan di kotak masuk email karyawan.</p>
<p>Di sinilah konsep human firewall menjadi relevan: bukan sekadar istilah keren, tapi strategi nyata untuk mengubah orang-orang di organisasi Anda dari titik lemah menjadi lini pertahanan pertama.</p>
<h3>Apa Itu Human Firewall?</h3>
<p>Human firewall adalah istilah untuk menggambarkan karyawan, manajemen, hingga mitra kerja dalam suatu organisasi yang memiliki kesadaran dan keterampilan keamanan siber yang cukup tinggi untuk mendeteksi, menolak, dan melaporkan upaya serangan sebelum menyentuh sistem teknologi.</p>
<p>Berbeda dengan firewall teknis yang bekerja otomatis menyaring lalu lintas data, human firewall bekerja lewat kewaspadaan dan insting verifikasi setiap individu. Sehebat apa pun sistem keamanan yang dipasang, semuanya bisa runtuh jika satu orang secara sukarela menyerahkan kredensial login karena termakan manipulasi psikologis alias social engineering.</p>
<h3>Mengapa Manusia Jadi Target Favorit Peretas?</h3>
<p>Peretas modern jarang repot membobol kode enkripsi yang rumit. Jauh lebih efisien bagi mereka untuk memanipulasi psikologi manusia. Laporan resmi Verizon 2025 DBIR mencatat bahwa 22% insiden kebocoran data diawali penyalahgunaan kredensial curian dan 16% diawali serangan phishing — dua vektor akses yang berakar dari kelalaian manusia, bukan celah teknis semata.</p>
<p>Beberapa pola serangan berbasis manipulasi psikologis yang paling sering muncul:</p>
<p>1. <strong>Urgensi palsu.</strong> Korban dibuat panik, misalnya lewat ancaman pemblokiran akun kerja, sehingga bertindak cepat tanpa berpikir logis.</p>
<p>2. <strong>Kamuflase identitas.</strong> Pelaku menyamar sebagai atasan, rekan kerja, atau vendor resmi lewat email dan pesan yang tampilannya nyaris identik dengan aslinya. Pola ini juga sering muncul lewat SMS palsu (smishing) yang meniru notifikasi resmi — selengkapnya bisa dibaca di Waspada Phishing dan Smishing.</p>
<p>3. <strong>Eksploitasi momen lengah.</strong> Serangan phishing sengaja dilancarkan saat hari libur panjang, ketika kewaspadaan staf operasional biasanya menurun.</p>
<p>4. <strong>Kode QR berbahaya (quishing).</strong> Modus terbaru menyisipkan tautan phishing di balik kode QR pada poster, invoice, atau email, sehingga korban langsung memindai tanpa sempat memeriksa alamat situs tujuan — bahaya ini dibahas lebih lengkap di Waspadai Quishing.</p>
<p>Dampaknya bisa sangat besar. Salah satu contoh nyata adalah kasus Toyota Boshoku, pemasok komponen otomotif Grup Toyota, yang pada 2019 kehilangan lebih dari 37 juta dolar AS setelah stafnya mengikuti instruksi pembayaran palsu lewat skema Business Email Compromise (BEC) — bukti bahwa komunikasi kerja sehari-hari saja bisa menembus pertahanan teknis paling canggih sekalipun kalau karyawan tidak terlatih melakukan verifikasi.</p>
<h3>Strategi Efektif Membangun Human Firewall</h3>
<p>Membangun budaya keamanan siber tidak bisa selesai lewat satu seminar tahunan yang membosankan. Dibutuhkan pendekatan berkelanjutan, interaktif, dan bisa diukur hasilnya.</p>
<h3>1. Edukasi Berbasis Simulasi Nyata</h3>
<p>Pelatihan berbentuk slide presentasi panjang sering kali tidak membekas. Pendekatan yang jauh lebih efektif adalah simulasi serangan mandiri secara berkala, seperti simulasi phishing terkendali. Efeknya terbukti signifikan: laporan tahunan KnowBe4 tahun 2024 yang menganalisis lebih dari 11,9 juta pengguna di 57.000 organisasi mencatat rata-rata 34,3% karyawan gagal dalam simulasi phishing pertama sebelum mendapat pelatihan, namun angka itu turun menjadi hanya 4,6% setelah setahun menjalani program kesadaran keamanan secara konsisten.</p>
<p>Dengan mengalami langsung skenario &#8220;terjebak&#8221; dalam lingkungan yang aman, karyawan jadi jauh lebih waspada saat menghadapi situasi serupa di dunia nyata.</p>
<h3>2. Tanamkan Prinsip Zero Trust pada Setiap Individu</h3>
<p>Konsep Zero Trust — &#8220;jangan pernah percaya, selalu verifikasi&#8221; — tidak hanya berlaku untuk mesin, tapi juga manusia. Setiap karyawan perlu dilatih memiliki insting verifikasi:</p>
<p>Jika menerima permintaan data sensitif atau transfer dana mendesak dari atasan lewat pesan teks, lakukan verifikasi silang lewat saluran komunikasi lain.</p>
<p>Jika menerima pembaruan dokumen kerja yang mencurigakan, pastikan kebenarannya dulu sebelum membuka file tersebut.</p>
<p>Insting sederhana ini sering kali cukup untuk menggagalkan skema Business Email Compromise (BEC) yang secara global tercatat merugikan korban hingga miliaran dolar AS setiap tahun.</p>
<h3>3. Buat Jalur Pelaporan Insiden yang Mudah</h3>
<p>Karyawan sering enggan melaporkan kesalahan karena takut disalahkan. Organisasi perlu membangun budaya di mana melaporkan potensi ancaman atau kesalahan sendiri dianggap sebagai tindakan yang tepat, bukan aib. Jalur pelaporan idealnya sesederhana satu tombol &#8220;Report Phishing&#8221; di email kerja, sehingga tidak ada friksi yang membuat karyawan malas melapor.</p>
<h3>4. Jadikan Keamanan Siber Bagian dari Budaya Kerja</h3>
<p>Gunakan pendekatan gamification — pembelajaran berbasis kompetisi atau poin — untuk menjaga keterlibatan karyawan tetap tinggi. Berikan apresiasi bagi divisi atau individu dengan rekor keamanan terbaik atau paling cepat mendeteksi simulasi serangan. Pendekatan ini mengubah keamanan siber dari kewajiban yang membebani menjadi bagian dari identitas tim.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Cybersecurity bukan lagi tugas eksklusif tim IT atau divisi keamanan informasi. Sehebat apa pun teknologi pengamanan yang dipasang, benteng itu akan tetap runtuh jika pintunya dibukakan dari dalam oleh satu klik yang salah.</p>
<p>Dengan memperkuat human firewall, organisasi tidak hanya melindungi aset digital dari serangan bermotif finansial, tapi juga membangun reputasi dan kepercayaan di mata nasabah maupun regulator. Mulailah dari langkah kecil: audit tingkat kewaspadaan tim Anda lewat simulasi phishing pertama, lalu bangun jalur pelaporan yang mudah diakses semua orang.</p>
<p>Kesadaran ini juga berlaku untuk aktivitas keuangan sehari-hari. BPR KS mendorong setiap nasabah untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan bank, termasuk phishing, smishing, hingga quishing. Kenali ciri-cirinya lebih lanjut di halaman edukasi keamanan digital BPR KS.</p>
<h3>Sumber</h3>
<p>[1] Verizon Business. 2025 Data Breach Investigations Report. https://www.verizon.com/business/resources/reports/2025-dbir-data-breach-investigations-report.pdf</p>
<p>[2] BleepingComputer. Over $37 Million Lost by Toyota Boshoku Subsidiary in BEC Scam. https://www.bleepingcomputer.com/news/security/over-37-million-lost-by-toyota-boshoku-subsidiary-in-bec-scam/</p>
<p>[3] KnowBe4. 2024 Phishing by Industry Benchmarking Report. https://blog.knowbe4.com/knowbe4-2024-phishing-by-industry-benchmarking-report</p>
<h3>Tentang BPR KS</h3>
<p>PT. BPR KS adalah lembaga perbankan yang berfokus pada transformasi digital dan peningkatan layanan untuk tumbuh berkembang setiap saat bersama nasabah. BPR KS menghadirkan berbagai solusi keuangan inovatif, mulai dari tabungan digital hingga fasilitas kredit.</p>
<p>Sebagai lembaga keuangan yang terpercaya, BPR KS berizin dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI (Bank Indonesia) serta merupakan peserta penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). BPR KS terus berkomitmen untuk tidak hanya sekadar menjadi mitra finansial, tetapi juga membangun ekosistem gaya hidup positif melalui wadah Komunitas KS.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/Human-Firewall-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Human Firewall]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/Human-Firewall-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Human Firewall]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah, ITSEC Asia (IDX:CYBR) Perkenalkan Bronyx.AI</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-93859/mengapa-pen-test-tahunan-sudah-tidak-lagi-cukup-di-tengah-lanskap-ancaman-siber-yang-terus-berubah-itsec-asia-idxcybr-perkenalkan-bronyx-ai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 06:22:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[artificial intelligence AI]]></category>
		<category><![CDATA[continuous security validation]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Siber]]></category>
		<category><![CDATA[penetration testing]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-93859/mengapa-pen-test-tahunan-sudah-tidak-lagi-cukup-di-tengah-lanskap-ancaman-siber-yang-terus-berubah-itsec-asia-idxcybr-perkenalkan-bronyx-ai</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih berjalan dengan ritme yang sama seperti satu dekade lalu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan banyak organisasi masih berjalan dengan ritme yang sama seperti satu dekade lalu.</p>
<p>Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Namun, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh.</p>
<p>Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu.</p>
<p>Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p><strong>Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber.</strong> </p>
<p>Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan.</p>
<p>Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya.</p>
<p>Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang.</p>
<p><strong>Namun situasinya berbeda saat ini.</strong> </p>
<p>Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks.</p>
<p>Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus.</p>
<p>Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini.</p>
<p>Hal tersebut memunculkan pertanyaan yang mulai banyak diajukan para pemimpin keamanan informasi:</p>
<p><strong>Apakah melakukan penetration test setahun sekali masih cukup?</strong> </p>
<p>Menurut Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, keamanan siber pada dasarnya bukanlah sesuatu yang bersifat statis.</p>
<p>&#8220;Penetration test tradisional tetap memiliki peran yang sangat penting. Namun, lingkungan digital saat ini berubah jauh lebih cepat dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan sebagian besar organisasi. Karena itu, organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berkembang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada dasarnya, penetration test memberikan gambaran kondisi keamanan pada suatu titik waktu tertentu. Hasil tersebut tetap memiliki nilai yang sangat penting, tetapi tidak selalu merepresentasikan kondisi lingkungan yang sama beberapa bulan kemudian.</p>
<p>Aplikasi mengalami pembaruan. Infrastruktur berubah. Layanan baru ditambahkan. Integrasi baru dilakukan. Setiap perubahan tersebut berpotensi menghadirkan risiko yang sebelumnya tidak ada.</p>
<p><strong>Hal ini bukan berarti penetration test tradisional sudah tidak relevan.</strong> </p>
<p>Sebaliknya, pengalaman dan kreativitas seorang ethical hacker masih menjadi komponen yang sangat berharga dalam menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku ancaman.</p>
<p>Tantangan utamanya terletak pada kecepatan perubahan lingkungan digital yang kini jauh lebih tinggi dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan.</p>
<p>Sementara itu, pelaku kejahatan siber tidak bekerja berdasarkan jadwal audit atau kebutuhan compliance perusahaan.</p>
<p>Mereka secara aktif melakukan scanning terhadap aset yang terhubung ke internet, memantau kerentanan yang baru dipublikasikan, dan mencari celah yang dapat dimanfaatkan.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, waktu antara sebuah kerentanan diumumkan dan upaya eksploitasi pertama dilakukan menjadi semakin singkat. Dalam banyak kasus, serangan sudah mulai terjadi hanya dalam hitungan jam atau beberapa hari setelah kerentanan dipublikasikan.</p>
<p>Kondisi tersebut menciptakan ketimpangan yang cukup besar.</p>
<p>Organisasi memvalidasi keamanan secara berkala.</p>
<p>Sementara penyerang mengujinya setiap saat.</p>
<p>Karena itulah semakin banyak organisasi mulai mengubah cara pandangnya terhadap keamanan siber.</p>
<p>Penetration test tahunan tetap penting, tetapi tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya mekanisme untuk memahami tingkat risiko yang dimiliki organisasi.</p>
<p><strong>Konsep continuous security validation mulai mendapatkan perhatian lebih besar.</strong> </p>
<p>Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka serta mendeteksi potensi risiko lebih awal.</p>
<p>Tujuannya bukan menggantikan penetration test tradisional, melainkan melengkapinya.</p>
<p>ITSEC Asia meyakini bahwa masa depan offensive security akan ditentukan oleh kolaborasi antara manusia dan artificial intelligence.</p>
<p>&#8220;Masa depan offensive security bukan tentang manusia melawan AI. Justru kombinasi Human dan AI memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik serta menjalankan validasi keamanan secara lebih konsisten di tengah lingkungan yang terus berubah,&#8221; tambah Patrick.</p>
<p>Sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang semakin AI-driven, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memperkenalkan Bronyx.ai, platform AI-powered autonomous penetration testing yang dirancang untuk membantu organisasi menjalankan continuous security validation melalui kombinasi kemampuan Human dan AI.</p>
<p>Bronyx.ai memungkinkan organisasi memperoleh hasil pengujian yang lebih cepat, cakupan validasi yang lebih luas, serta laporan yang siap mendukung kebutuhan audit dan compliance.</p>
<p>Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menjaga tingkat keamanan yang lebih konsisten seiring berkembangnya lingkungan digital dan meningkatnya kompleksitas ancaman.
Saatnya Beralih ke Pendekatan yang Lebih Berkelanjutan</strong>
Pada akhirnya, tujuan utama keamanan siber bukan sekadar memenuhi kewajiban compliance atau menghasilkan laporan tahunan.</p>
<p>Yang lebih penting adalah memastikan bahwa organisasi memiliki visibilitas terhadap risiko yang terus berkembang.</p>
<p>Sama seperti menjaga kesehatan, keamanan siber bukan sesuatu yang cukup diperiksa setahun sekali.</p>
<p>Karena pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah sistem aman enam bulan yang lalu.</p>
<p>Melainkan, apakah sistem tersebut masih aman hari ini.</p>
<p>Bagi organisasi yang ingin memahami bagaimana pendekatan continuous security validation dapat diterapkan di lingkungan mereka, informasi lebih lanjut mengenai Bronyx.ai dapat diakses melalui https://bronyx.ai.</p>
<p>Untuk menjadwalkan sesi diskusi dan demo bersama para spesialis ITSEC Asia, kunjungi https://itsec.asia/contact.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/18/ITSEC-Asia-Perkenalkan-Bronyx-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ITSEC Asia Perkenalkan Bronyx]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/18/ITSEC-Asia-Perkenalkan-Bronyx-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ITSEC Asia Perkenalkan Bronyx]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89798/partner-day-doctor-web-di-jakarta-membuka-peluang-baru-dalam-kerja-sama-keamanan-siber</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 00:00:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Keamanan Siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89798/partner-day-doctor-web-di-jakarta-membuka-peluang-baru-dalam-kerja-sama-keamanan-siber</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Doctor Web, perusahaan keamanan siber yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses menyelenggarakan acara Partner Day di Jakarta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Doctor Web, perusahaan keamanan siber yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses menyelenggarakan acara Partner Day di Jakarta.</p>
<p>Acara ini mempertemukan mitra yang sudah ada maupun calon mitra untuk membahas pengembangan kerja sama dan prospek pasar keamanan siber.</p>
<p>Sejak hadir di Indonesia, Doctor Web terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi keamanan siber yang andal. Partner Day kali ini menjadi langkah lanjutan dalam memperluas jaringan mitra sekaligus menunjukkan meningkatnya minat komunitas IT lokal terhadap teknologi keamanan siber.</p>
<p>Svetlana Teodorovich, Head of Partner Sales Development Doctor Web, menyampaikan:</p>
<p>&#8220;Pasar keamanan siber di Indonesia berkembang sangat cepat, dan kami melihat minat yang besar dari perusahaan terhadap solusi Dr.Web. Penyelenggaraan Partner Day di Jakarta merupakan langkah penting dalam membangun hubungan jangka panjang. Kami tidak hanya fokus memperluas jaringan mitra, tetapi juga menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan, di mana setiap mitra mendapatkan dukungan penuh untuk berkembang bersama.&#8221;</p>
<p>Dalam acara tersebut, perwakilan Doctor Web bersama distributor resmi PT Pacific Tech Distribution Indonesia mempresentasikan program kemitraan terbaru, berbagai alat dukungan pemasaran dan teknis, serta peluang baru untuk pertumbuhan bisnis bersama.</p>
<p>Sesi khusus juga membahas perkembangan lanskap ancaman siber serta evolusi teknologi perlindungan Dr.Web. Peserta mendapatkan wawasan terkini mengenai jenis serangan dan cara efektif melindungi infrastruktur perusahaan.</p>
<p>Selain itu, acara ini mencakup sesi pelatihan penjualan yang bersifat praktis, termasuk pembahasan studi kasus nyata, teknik menangani keberatan pelanggan, serta identifikasi peluang pertumbuhan baru. Peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap sesi interaktif seperti role play dan diskusi langsung.</p>
<p>Dalam suasana yang lebih santai, para mitra juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Doctor Web mengenai proyek yang sedang berjalan serta rencana kerja sama ke depan. Banyak peserta menilai acara ini sangat bermanfaat dan menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama.</p>
<p>Doctor Web akan terus mengembangkan ekosistem kemitraannya di Indonesia melalui pelatihan rutin, dukungan teknis, serta aktivitas pemasaran bersama untuk memperkuat industri keamanan siber di kawasan ini.</p>
<p>Tertarik untuk menjadi partner Dr.Web? 🤝
Isi formulir di website doctorweb.id, dan tim kami akan segera menghubungi Anda untuk menjawab pertanyaan serta membahas peluang kerja sama yang paling sesuai untuk bisnis Anda.</p>
<p>Press Release ini juga tayang di VRITIMES</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/22/Partner-Day-Doctor-Web-di-Jakarta-Membuka-Peluang-Baru-dalam-Kerja-Sama-Keamanan-Siber-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Partner Day Doctor Web di Jakarta Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/22/Partner-Day-Doctor-Web-di-Jakarta-Membuka-Peluang-Baru-dalam-Kerja-Sama-Keamanan-Siber-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Partner Day Doctor Web di Jakarta Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
