<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Isu Lingkungan &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/isu-lingkungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 20:06:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Isu Lingkungan &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>POLUTREE, Program Baru LindungiHutan untuk Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-64534/polutree-program-baru-lindungihutan-untuk-pengurangan-emisi-gas-rumah-kaca</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 20:06:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Isu Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[LindungiHutan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurangan Emisi Gas]]></category>
		<category><![CDATA[Program POLUTREE]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Kaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-64534/polutree-program-baru-lindungihutan-untuk-pengurangan-emisi-gas-rumah-kaca</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Program baru LindungiHutan, POLUTREE, sebagai upaya kolaborasi perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia. Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 134 negara dengan kualitas udara terburuk di dunia tahun 2023 (IQ Air, 2024).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Program baru LindungiHutan, POLUTREE, sebagai upaya kolaborasi perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia. Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 134 negara dengan kualitas udara terburuk di dunia tahun 2023 (IQ Air, 2024).</p>
<p>Hal ini menandakan adanya permasalahan lingkungan yang serius, terkait dengan polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Bahkan, sektor transportasi menyumbang 27% emisi gas rumah kaca di Indonesia, paling banyak dari subsektor transportasi darat (WRI Indonesia, 2023).</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, LindungiHutan meluncurkan program baru bernama POLUTREE—sebuah inisiatif yang berfokus pada aksi penanaman pohon guna mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Terutama yang timbul dari sektor transportasi dan logistik dalam menyumbang jejak karbon serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendukung kampanye <em>Clean Air Day</em> di Indonesia.</p>
<p>“POLUTREE dirancang untuk rekan-rekan perusahaan dan pegiat lingkungan sebagai tahap awal pengurangan polusi. Harapannya melalui program dan momentum ini, semakin banyak orang terlibat untuk aktif sadar diri untuk kurangi pencemaran udara”, ujar Maharani Ayu Shandraputri &#8211; B2B Sales &amp; Account Manager LindungiHutan.
<strong>Skema POLUTREE</strong>
Dalam program POLUTREE, terdapat dua skema kolaborasi yang memungkinkan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya bersama untuk mengurangi emisi karbon.</p>
<p>1. Imbangi untuk B2B</p>
<p>Skema ini dirancang khusus untuk perusahaan yang ingin memperkuat komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Layanan ini mencakup penghitungan emisi, penanaman pohon, hingga pemantauan dan pelaporan dari hasil penanaman.</p>
<p>2. Offset Campaign</p>
<p>Melalui skema ini, perusahaan dapat mengajak konsumen dan pengguna untuk ikut berkontribusi dalam penanaman pohon. Dalam skema <i>Offset Campaign</i> memungkinkan integrasi fitur kampanye penanaman pohon melalui API IMBANGI, setiap transaksi atau interaksi dengan konsumen dapat secara langsung berkontribusi dalam aksi penghijauan. Skema ini meliputi <i>API Integration</i> dan <i>Offset Report</i>.</p>
<p><strong>Tentang LindungiHutan</strong></p>
<p>LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 848 ribu pohon telah ditanam bersama 547 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/23/Program-POLUTREE-LindungiHutan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Program POLUTREE LindungiHutan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/23/Program-POLUTREE-LindungiHutan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Program POLUTREE, LindungiHutan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi, Tantangan dan Etika dalam Peliputan Isu Lingkungan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-64523/kolaborasi-tantangan-dan-etika-dalam-peliputan-isu-lingkungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 03:55:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Isu Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[LindungiHutan]]></category>
		<category><![CDATA[start-up lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Webinar Jurnalisme Lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-64523/kolaborasi-tantangan-dan-etika-dalam-peliputan-isu-lingkungan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Webinar Jurnalisme Lingkungan oleh LindungiHutan telah digelar pada 4-5 September 2024. LindungiHutan telah menyelenggarakan webinar bertajuk &#8220;Jurnalisme Lingkungan&#8221; pada 4-5 September 2024.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Webinar Jurnalisme Lingkungan oleh LindungiHutan telah digelar pada 4-5 September 2024. LindungiHutan telah menyelenggarakan webinar bertajuk &#8220;Jurnalisme Lingkungan&#8221; pada 4-5 September 2024.</p>
<p>Dengan mengundang empat pembicara ahli yaitu Adi Ahdiat (Editor Databoks-Katadata), Miftah Faridl (Anggota Aliansi Jurnalis Independen Indonesia), Lusia Arumningtyas (Jurnalis Mongabay.co.id), dan Aditya Widya Putri (Editor Deduktif.id).</p>
<p>Dalam webinar, membahas berbagai tantangan yang dihadapi jurnalis dalam meliput isu-isu lingkungan, cara mengolah data menjadi informasi, hingga menjaga etika dalam peliputan.</p>
<p>Dimulai webinar hari pertama, Adi Ahdiat, memberikan pandangan mengenai peran data dalam dunia jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa data memiliki peran sebagai informasi yang kemudian bisa digunakan untuk memahami suatu isu dan membantu dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>&#8220;Dalam praktik jurnalistik, data merupakan hal-hal yang terukur dan tercatat. Data digunakan untuk mengurangi ketidakpastian, serta bisa dipakai untuk menyusun informasi,&#8221; jelas Adi.</p>
<p>Bagi Adi, penting untuk jurnalis dalam menyaring data dari berbagai sumber sehingga publik dapat memahami isu dengan lebih baik.</p>
<p>&#8220;Saat mencari data sekunder, kita harus menyisir banyak sumber. Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah fokus mencari kata kunci yang diperlukan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selanjutnya, Miftah Faridl, seorang jurnalis yang berfokus pada peliputan lingkungan, menyampaikan peran jurnalis sebagai penghubung antara publik dengan sumber isu. Tantangan terbesar menurut Miftah adalah membangun narasi yang relevan bagi publik luas. Narasi tersebut diharapkan bisa menarik perhatian dan kepedulian semua lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang terdampak langsung oleh isu lingkungan.</p>
<p>&#8220;Jurnalis bisa saja tidak berkaitan langsung dengan suatu lokasi atau &#8216;<i>hot spot</i>&#8216;. Namun, mereka bisa berkolaborasi dengan masyarakat dan NGO, yang kemudian hasil liputannya ditayangkan kepada publik. Ini menjadi tantangan terberat bagi jurnalis dan NGO, yaitu bagaimana menarasikan apa yang terjadi di lapangan sehingga memiliki kedekatan isu dengan publik secara luas,&#8221; jelas Miftah.</p>
<p>Dalam webinar hari kedua, Lusia Arumingtyas, Jurnalis Mongabay.co.id, menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam jurnalisme. Menurut Lusia, jurnalis perlu mampu mempertanyakan setiap langkah dalam proses peliputan untuk memastikan bahwa berita yang dihasilkan benar-benar mewakili fakta di lapangan.</p>
<p>&#8220;Setelah melihat suatu hal atau kegelisahan, kita bisa me-metakannya dengan metode 5W1H (W<i>hat, Why, When, Where, Who, </i>dan <i>How</i>). Ketika menemukan sebuah ide, kita harus menjadi seorang yang kritis, dengan mempertanyakan ide kita sendiri,&#8221; ungkap Lusia.</p>
<p>Aditya Putri, Editor Deduktif.id, menekankan penerapan etika dalam meliput isu-isu di lapangan.</p>
<p>&#8220;Memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan netral. Sebagai jurnalis, kita juga harus memberikan ruang bagi pihak-pihak yang kurang mampu untuk menyuarakan pendapatnya,&#8221; ungkap Aditya.</p>
<p>Ia menambahkan, &#8220;Jurnalis harus menghormati hak narasumber terkait informasi, serta menjaga kerahasiaan narasumber&#8221;. Menurutnya, menghormati etika jurnalistik adalah kunci dalam menjaga kepercayaan publik dan integritas jurnalis itu sendiri.</p>
<p>Melalui webinar ini, para jurnalis diharapkan mampu mengedukasi publik serta mendorong tindakan nyata untuk melindungi lingkungan.</p>
<p><strong>Tentang LindungiHutan</strong></p>
<p>LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 848 ribu pohon telah ditanam bersama 547 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/22/Webinar-Jurnalisme-Lingkungan-LindungiHutan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Webinar Jurnalisme Lingkungan LindungiHutan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/09/22/Webinar-Jurnalisme-Lingkungan-LindungiHutan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Webinar Jurnalisme Lingkungan, LindungiHutan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
