<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Industri Baja Nasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/industri-baja-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 07:48:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Industri Baja Nasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90322/hasil-kuartal-i-2026-krakatau-steel-kras-fokus-pada-efisiensi-dan-keberlanjutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:48:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[efisiensi perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90322/hasil-kuartal-i-2026-krakatau-steel-kras-fokus-pada-efisiensi-dan-keberlanjutan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.</p>
<h3>Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan</h3>
<p>Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p>“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap  menjaga agar  selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.</p>
<h3>Posisi Keuangan dan Operasional</h3>
<p>Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4 juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD 4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7 juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.</p>
<p>Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.</p>
<h3>Optimalisasi Produksi dan Kontribusi Nasional</h3>
<p>Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton. Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.</p>
<p>Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung visi kemandirian ekonomi nasional.</p>
<p>“Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan  produk baja yang lebih kompetitif  dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan ,” tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (The Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association) dan ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.</p>
<p>Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/28/Krakatau-Steel-KRAS-Fokus-pada-Efisiensi-dan-Keberlanjutan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="788"
				height="525">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/28/Krakatau-Steel-KRAS-Fokus-pada-Efisiensi-dan-Keberlanjutan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89217/momentum-penguatan-industri-baja-nasional-di-tengah-gejolak-selat-hormuz</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 16:49:18 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[gejolak geopolitik Teluk]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan baja global]]></category>
		<category><![CDATA[Selat Hormuz]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89217/momentum-penguatan-industri-baja-nasional-di-tengah-gejolak-selat-hormuz</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.</p>
<h3>Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan</h3>
<p>Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif.</p>
<p>Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri.</p>
<p>“Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,” ujar Dr. Akbar Djohan.</p>
<p>Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik.</p>
<h3>Tekanan Ganda Industri Nasional</h3>
<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel &amp; Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global.</p>
<p>Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/09/Momentum-Penguatan-Industri-Baja-Nasional.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1152"
				height="768">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Momentum Penguatan Industri Baja Nasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/09/Momentum-Penguatan-Industri-Baja-Nasional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Momentum Penguatan Industri Baja Nasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural bagi Daya Saing Baja Nasional</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86849/cbam-ue-2026-jadi-tantangan-struktural-bagi-daya-saing-baja-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 15:25:52 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[CBAM Uni Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Dekarbonisasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Baja Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86849/cbam-ue-2026-jadi-tantangan-struktural-bagi-daya-saing-baja-nasional</guid>

					<description><![CDATA[Pemberlakuan penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai Januari 2026 dinilai akan menjadi ujian struktural bagi keberlanjutan ekspor baja nasional, khususnya bagi segmen baja karbon dan stainless steel non-captive yang selama ini menjadikan pasar Uni Eropa sebagai tujuan strategis.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberlakuan penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai Januari 2026 dinilai akan menjadi ujian struktural bagi keberlanjutan ekspor baja nasional, khususnya bagi segmen baja karbon dan stainless steel non-captive yang selama ini menjadikan pasar Uni Eropa sebagai tujuan strategis.</p>
<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel &amp; Mining Insights menegaskan bahwa CBAM perlu dibaca dari perspektif pelaku industri, bukan semata statistik perdagangan agregat. Menurutnya, pendekatan agregat justru berisiko menutupi tekanan nyata yang dihadapi segmen industri baja bernilai tambah tinggi akibat perubahan rezim perdagangan berbasis karbon.</p>
<h3>CBAM Ubah Akses Pasar Uni Eropa</h3>
<p>Berbeda dengan instrumen perdagangan konvensional, CBAM dirancang sebagai mekanisme proteksi permanen dengan mengaitkan akses pasar langsung pada intensitas emisi karbon. Mulai 2026, eksportir baja wajib membeli sertifikat CBAM seiring meningkatnya harga karbon dan penghapusan bertahap izin emisi gratis di Uni Eropa.</p>
<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji mencatat, untuk baja karbon berbasis BF–BOF, beban CBAM diperkirakan mencapai €40–90 per ton, sementara untuk stainless steel berbasis RKEF dapat menembus €470–630 per ton. “Pada level tersebut, biaya karbon secara praktis melampaui margin normal industri dan menghilangkan kelayakan ekspor ke pasar Uni Eropa,” tulisnya.</p>
<p>Dari sisi total volume ekspor baja nasional, ekspor ke Uni Eropa memang relatif kecil. Namun, jika difokuskan pada ekspor produk semi-finished dan finished yang bersifat non-captive market, porsi ekspor ke Uni Eropa justru signifikan, mencapai sekitar 18% dari total ekspor baja Indonesia pada 2024–YTD September 2025. Bagi pelaku usaha di segmen ini, termasuk Krakatau Steel Group (Krakatau Posco), pasar Uni Eropa berperan cukup penting. Oleh karena itu, penerapan penuh CBAM mulai 2026 merupakan salah satu faktor kunci yang perlu menjadi perhatian bersama.</p>
<h3>Krakatau Steel Tekankan Perlindungan Basis Industri Nasional</h3>
<p>Menanggapi dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara agenda dekarbonisasi dan keberlanjutan industri nasional. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menilai transisi menuju industri hijau harus disertai dengan kebijakan yang adil dan terukur.</p>
<p>“Transisi menuju industri baja rendah karbon perlu dijalankan dengan sequencing dan timing kebijakan yang tepat agar tidak melemahkan basis industri strategis nasional sebelum transformasi itu sendiri berjalan optimal,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai</p>
<p>Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).</p>
<h3>Pasar Domestik sebagai Penyangga Utama</h3>
<p>Dalam kondisi pasar ekspor yang semakin protektif, Krakatau Steel memandang penguatan pasar domestik sebagai jangkar utama menjaga keberlangsungan industri baja nasional. Perlindungan pasar dalam negeri, pengendalian impor, serta penguatan penggunaan produksi dalam negeri dinilai menjadi bagian dari strategi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi.</p>
<h3>Tentang Krakatau Steel Tbk</h3>
<p>PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.</p>
<p>Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi melalui semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform dan saat ini bertransformasi menjadi KS Reborn yang bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan melalui membangun kepercayaan dan transparansi dengan para pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berkarya melalui meritokasi, transparansi dan prakmatis dalam berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan penguatan bisnis infrastruktur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/12/CBAM-UE-2026-Jadi-Tantangan-Struktural.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1152"
				height="768">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/12/CBAM-UE-2026-Jadi-Tantangan-Struktural-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
