<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Industri Baja Nasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/industri-baja-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 03:52:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Industri Baja Nasional &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-92193/ketahanan-rantai-pasok-jadi-fokus-strategi-operasional-di-tengah-geopolitik-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 03:42:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Hilirisasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[rantai pasok global]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-92193/ketahanan-rantai-pasok-jadi-fokus-strategi-operasional-di-tengah-geopolitik-global</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok dan operasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok dan operasional.</p>
<p>Yakni guna menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan pasokan bahan baku industri baja.</p>
<p>Direktur Infrastruktur &amp; Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan reassessment strategi rantai pasok melalui supply chain mapping yang lebih komprehensif.</p>
<p>&#8220;Krakatau Steel juga memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,&#8221; ujar Sidik.</p>
<p>Selain menerapkan diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.</p>
<p><strong>Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok</strong> </p>
<p>Komitmen Krakatau Steel Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.</p>
<p>Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.</p>
<p>Krakatau Steel Group di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel.</p>
<p>Secara strategis, proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar lebih produktif.</p>
<p>Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.</p>
<p>Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global.</p>
<p>&#8220;Krakatau Steel juga memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,&#8221; ujar Sidik.</p>
<p>Selain menerapkan diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.</p>
<p><strong>Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok</strong> </p>
<p>Komitmen Krakatau Steel Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.</p>
<p>Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri.</p>
<p>Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.</p>
<p>Krakatau Steel Group di bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel.</p>
<p>Secara strategis, proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar lebih produktif.</p>
<p>Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.</p>
<p>Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya saing global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/26/Ketahanan-Rantai-Pasok-Jadi-Fokus-Strategi-Operasional-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/26/Ketahanan-Rantai-Pasok-Jadi-Fokus-Strategi-Operasional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Krakatau Steel Perkuat Daya Saing di Tengah Penurunan Produksi Baja Global dan Meningkatnya Tekanan Perdagangan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-91182/krakatau-steel-perkuat-daya-saing-di-tengah-penurunan-produksi-baja-global-dan-meningkatnya-tekanan-perdagangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 07:57:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[ekonomi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[produksi baja global]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-91182/krakatau-steel-perkuat-daya-saing-di-tengah-penurunan-produksi-baja-global-dan-meningkatnya-tekanan-perdagangan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 menjadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk memperkuat daya saing dan posisi di pasar domestik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penurunan produksi baja global pada Januari 2026 menjadi momentum bagi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) untuk memperkuat daya saing dan posisi di pasar domestik.</p>
<p>Seiring meningkatnya arus perdagangan baja dunia yang berpotensi menekan industri nasional.</p>
<p>Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi industri baja nasional.</p>
<p>Data World Steel Association menunjukkan produksi baja global mencapai 147,3 juta ton pada Januari 2026, turun 6,5% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi Tiongkok sebesar 13,9%.</p>
<p>Namun, di tengah penurunan tersebut, arus ekspor baja global justru meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kelebihan kapasitas.
Krakatau Steel Perkuat Fundamental dan Posisi Pasar Domestik</strong>
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat fundamental industri nasional.</p>
<p>&#8220;Krakatau Steel terus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk guna memastikan industri baja nasional tetap kompetitif dan berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Momentum Penguatan Industri Baja Nasional</strong>
Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa penurunan produksi global tidak identik dengan berkurangnya tekanan eksternal.</p>
<p>Menurutnya, ketika permintaan domestik melemah, ekspor meningkat sebagai mekanisme penyesuaian kapasitas.</p>
<p>&#8220;Situasi ini dapat menjadi momentum konsolidasi industri nasional apabila didukung oleh kebijakan perdagangan dan strategi industri yang tepat,&#8221; tambah Widodo.</p>
<p>Upaya penguatan industri baja nasional tentunya sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang tertuang pada Asta Cita dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi.</p>
<p>Sebagai industri strategis, baja memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/Krakatau-Steel-Perkuat-Daya-Saing-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Krakatau Steel Perkuat Daya Saing]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/13/Krakatau-Steel-Perkuat-Daya-Saing-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Krakatau Steel Perkuat Daya Saing]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90322/hasil-kuartal-i-2026-krakatau-steel-kras-fokus-pada-efisiensi-dan-keberlanjutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:48:26 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[efisiensi perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90322/hasil-kuartal-i-2026-krakatau-steel-kras-fokus-pada-efisiensi-dan-keberlanjutan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.<br>
Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan<br>
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian Kuartal I-2026, Perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan ini. Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai memberikan dampak terhadap stabilitas keuangan dan operasional Perusahaan.
Efisiensi sebagai Kunci Keberlanjutan</strong>
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyatakan bahwa hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil yang stabil. Meski demikian, ia menegaskan bahwa disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p>&#8220;Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang bahwa program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini. Dengan hasil kuwartal satu yang mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Krakatau Steel memiliki fondasi yang tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan dalam acara Coffee Morning Media with CEO KRAS bertempat di The Surosowan Jakarta.
Posisi Keuangan dan Operasional</strong>
Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan sebesar USD 262,4 juta pada Kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih sebesar USD 4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas Perusahaan di angka USD 745,7 juta. Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini.</p>
<p>Berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau Steel optimis dalam menargetkan laba bersih sebesar USD 129 juta pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.
Optimalisasi Produksi dan Kontribusi Nasional</strong>
Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton. Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.</p>
<p>Optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung visi kemandirian ekonomi nasional.</p>
<p>&#8220;Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan produk baja yang lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,&#8221; tutup Dr. Akbar Djohan yang juga menjabat sebagai Chairman IISIA (The Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association) dan ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia)/ILFA.</p>
<p>Adapun program kerja ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran Bangsa dan Masyarakat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/28/Krakatau-Steel-KRAS-Fokus-pada-Efisiensi-dan-Keberlanjutan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/28/Krakatau-Steel-KRAS-Fokus-pada-Efisiensi-dan-Keberlanjutan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89217/momentum-penguatan-industri-baja-nasional-di-tengah-gejolak-selat-hormuz</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 16:49:18 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[gejolak geopolitik Teluk]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan baja global]]></category>
		<category><![CDATA[Selat Hormuz]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89217/momentum-penguatan-industri-baja-nasional-di-tengah-gejolak-selat-hormuz</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.<br>
Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan<br>
Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, khususnya gangguan di Selat Hormuz, menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Disrupsi jalur logistik global tidak hanya meningkatkan biaya energi dan distribusi, tetapi juga memicu perubahan arus perdagangan baja dunia.
Perkuat Ketahanan dan Respons Kebijakan</strong>
Merespons kondisi tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, serta penguatan rantai pasok yang lebih adaptif.</p>
<p>Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fundamental industri.</p>
<p>&#8220;Situasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketahanan industri baja nasional melalui efisiensi, keandalan pasokan, dan daya saing yang berkelanjutan agar arah Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tetap terjaga,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan.</p>
<p>Krakatau Steel juga mendorong dukungan kebijakan yang responsif, penguatan pengawasan perdagangan guna menjaga keseimbangan antara kelancaran pasokan dan perlindungan pasar domestik.
Tekanan Ganda Industri Nasional</strong>
Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel &amp; Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, menyebut gangguan tersebut telah berkembang dari hambatan logistik menjadi disrupsi sistemik yang memengaruhi distribusi bahan baku dan produk baja secara global.</p>
<p>Menurutnya, industri baja nasional kini menghadapi tekanan simultan. Di satu sisi, pasokan bahan baku semi-finished seperti slab dan billet berisiko terganggu akibat hambatan distribusi dari kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Di sisi lain, pergeseran arus perdagangan global berpotensi meningkatkan masuknya produk baja impor ke pasar domestik dengan harga kompetitif, sehingga menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/09/Momentum-Penguatan-Industri-Baja-Nasional-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Momentum Penguatan Industri Baja Nasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/09/Momentum-Penguatan-Industri-Baja-Nasional-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Momentum Penguatan Industri Baja Nasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural bagi Daya Saing Baja Nasional</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86849/cbam-ue-2026-jadi-tantangan-struktural-bagi-daya-saing-baja-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 15:25:52 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[CBAM Uni Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Dekarbonisasi Industri]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Baja Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Baja Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau Steel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86849/cbam-ue-2026-jadi-tantangan-struktural-bagi-daya-saing-baja-nasional</guid>

					<description><![CDATA[Pemberlakuan penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai Januari 2026 dinilai akan menjadi ujian struktural bagi keberlanjutan ekspor baja nasional, khususnya bagi segmen baja karbon dan stainless steel non-captive yang selama ini menjadikan pasar Uni Eropa sebagai tujuan strategis.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberlakuan penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa mulai Januari 2026 dinilai akan menjadi ujian struktural bagi keberlanjutan ekspor baja nasional, khususnya bagi segmen baja karbon dan stainless steel non-captive yang selama ini menjadikan pasar Uni Eropa sebagai tujuan strategis.</p>
<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel &amp; Mining Insights menegaskan bahwa CBAM perlu dibaca dari perspektif pelaku industri, bukan semata statistik perdagangan agregat. Menurutnya, pendekatan agregat justru berisiko menutupi tekanan nyata yang dihadapi segmen industri baja bernilai tambah tinggi akibat perubahan rezim perdagangan berbasis karbon.
CBAM Ubah Akses Pasar Uni Eropa</strong>
Berbeda dengan instrumen perdagangan konvensional, CBAM dirancang sebagai mekanisme proteksi permanen dengan mengaitkan akses pasar langsung pada intensitas emisi karbon. Mulai 2026, eksportir baja wajib membeli sertifikat CBAM seiring meningkatnya harga karbon dan penghapusan bertahap izin emisi gratis di Uni Eropa.</p>
<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji mencatat, untuk baja karbon berbasis BF–BOF, beban CBAM diperkirakan mencapai €40–90 per ton, sementara untuk stainless steel berbasis RKEF dapat menembus €470–630 per ton. &#8220;Pada level tersebut, biaya karbon secara praktis melampaui margin normal industri dan menghilangkan kelayakan ekspor ke pasar Uni Eropa,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Dari sisi total volume ekspor baja nasional, ekspor ke Uni Eropa memang relatif kecil. Namun, jika difokuskan pada ekspor produk semi-finished dan finished yang bersifat non-captive market, porsi ekspor ke Uni Eropa justru signifikan, mencapai sekitar 18% dari total ekspor baja Indonesia pada 2024–YTD September 2025. Bagi pelaku usaha di segmen ini, termasuk Krakatau Steel Group (Krakatau Posco), pasar Uni Eropa berperan cukup penting. Oleh karena itu, penerapan penuh CBAM mulai 2026 merupakan salah satu faktor kunci yang perlu menjadi perhatian bersama.
Krakatau Steel Tekankan Perlindungan Basis Industri Nasional</strong>
Menanggapi dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara agenda dekarbonisasi dan keberlanjutan industri nasional. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menilai transisi menuju industri hijau harus disertai dengan kebijakan yang adil dan terukur.</p>
<p>&#8220;Transisi menuju industri baja rendah karbon perlu dijalankan dengan sequencing dan timing kebijakan yang tepat agar tidak melemahkan basis industri strategis nasional sebelum transformasi itu sendiri berjalan optimal,&#8221; ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai</p>
<p>Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Pasar Domestik sebagai Penyangga Utama</strong>
Dalam kondisi pasar ekspor yang semakin protektif, Krakatau Steel memandang penguatan pasar domestik sebagai jangkar utama menjaga keberlangsungan industri baja nasional. Perlindungan pasar dalam negeri, pengendalian impor, serta penguatan penggunaan produksi dalam negeri dinilai menjadi bagian dari strategi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi.
Tentang Krakatau Steel Tbk</strong>
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.</p>
<p>Krakatau Steel saat ini berkomitmen kuat untuk melakukan transformasi melalui semangat &#8220;Revolutionary Movements: Committed to Transform dan saat ini bertransformasi menjadi KS Reborn yang bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan melalui membangun kepercayaan dan transparansi dengan para pemangku kepentingan, serta menarik investor. Transformasi ini mencakup berkarya melalui meritokasi, transparansi dan prakmatis dalam berbagai aspek, termasuk perbaikan Human Capital, pengembangan bisnis hilir, dan penguatan bisnis infrastruktur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/12/CBAM-UE-2026-Jadi-Tantangan-Struktural-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/12/CBAM-UE-2026-Jadi-Tantangan-Struktural-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[CBAM UE 2026 Jadi Tantangan Struktural]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
