<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Indonesia Economic Forum &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/indonesia-economic-forum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2026 03:18:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Indonesia Economic Forum &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>IEF 2026: Open Network Jadi Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86720/ief-2026-open-network-jadi-mesin-baru-layanan-keuangan-inklusif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 03:18:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86720/ief-2026-open-network-jadi-mesin-baru-layanan-keuangan-inklusif</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Sesi IEF Talks Panel 1 bertema “The Open Network: Powering Financial Services” digelar pada hari pertama Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (5/2/2026). Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia Open Network (ION) dapat mengubah lanskap layanan keuangan digital menjadi lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Sesi IEF Talks Panel 1 bertema “The Open Network: Powering Financial Services” digelar pada hari pertama Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 di ARTOTEL Suites Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (5/2/2026). Diskusi menyoroti bagaimana Indonesia Open Network (ION) dapat mengubah lanskap layanan keuangan digital menjadi lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif.</p>
<h3>Membuka akses keuangan yang lebih adil</h3>
<p>Keynote disampaikan oleh Nilay Patel (Founder, Easypay) yang menekankan bahwa jaringan terbuka bisa mendemokratisasi akses keuangan digital. “Selama ini, banyak UMKM bergantung pada satu atau dua platform besar. Open network memberi mereka pilihan, daya tawar, dan kesempatan yang lebih setara,” ujar Nilay.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal akses pembayaran, tetapi juga akses pembiayaan dan data yang adil. “Jika data transaksi lebih interoperabel, UMKM bisa lebih mudah dinilai kelayakannya untuk kredit,” katanya.</p>
<h3>Cloud, UMKM, dan interoperabilitas</h3>
<p>Diskusi panel dipandu oleh dr. Bayu Prawira Hie dengan panelis Siddharth Prakash (Google Cloud), Ronald Walla (APINDO), dan Sourabh Gupta (Flip). Siddharth Prakash menekankan peran infrastruktur cloud dalam mempercepat adopsi ION. “ION bukan sekadar konsep kebijakan, tetapi infrastruktur yang membutuhkan teknologi yang andal, aman, dan skalabel,” katanya.</p>
<p>“Cloud memungkinkan UMKM mengakses teknologi kelas global tanpa investasi mahal,” tambahnya.</p>
<p>Ronald Walla menyoroti tantangan UMKM dalam mengakses layanan keuangan. “Banyak UMKM masih informal dan kesulitan mendapat pembiayaan. ION bisa membantu menciptakan jejak digital yang lebih kredibel,” ujar Ronald.</p>
<p>“Namun, ini harus dibarengi literasi digital dan perlindungan konsumen yang kuat,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sourabh Gupta menekankan pentingnya interoperabilitas pembayaran. “Ke depan, konsumen tidak perlu memikirkan platform apa yang dipakai. Yang penting transaksi berjalan mulus lintas aplikasi,” jelasnya.</p>
<p>“Standar terbuka akan menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi ekosistem,” tambah Sourabh.</p>
<h3>Kesimpulan panel</h3>
<p>Panel sepakat bahwa keberhasilan ION akan bergantung pada kombinasi regulasi yang jelas, kepercayaan pasar, dan kolaborasi antara pemerintah, fintech, dan UMKM.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/11/IEF-2026-Open-Network-Jadi-Mesin-Baru-Layanan-Keuangan-Inklusif-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="799">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IEF 2026 Open Network Jadi Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/11/IEF-2026-Open-Network-Jadi-Mesin-Baru-Layanan-Keuangan-Inklusif-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[IEF 2026 Open Network Jadi Mesin Baru Layanan Keuangan Inklusif (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86677/indonesia-economic-forum-luncurkan-ion-untuk-umkm-digital-inklusif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 04:46:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86677/indonesia-economic-forum-luncurkan-ion-untuk-umkm-digital-inklusif</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 resmi dibuka di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Kamis (5/1/2026). Ditandai dengan peluncuran simbolis Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dirancang untuk memperluas akses pasar, menurunkan biaya transaksi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia dalam ekonomi digital.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ajang tahunan Indonesia Economic Forum (IEF) ke-12 resmi dibuka di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Kamis (5/1/2026). Ditandai dengan peluncuran simbolis Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dirancang untuk memperluas akses pasar, menurunkan biaya transaksi, dan memperkuat daya saing UMKM Indonesia dalam ekonomi digital.</p>
<p>Mengusung tema <i>“Digital Archipelago: Building Inclusive Digital Commerce in Indonesia”</i>, forum ini mempertemukan pemimpin pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional dari Indonesia dan India untuk membahas masa depan ekonomi digital berbasis interoperabilitas, inklusi, dan kepercayaan.</p>
<h3>Pembukaan IEF 2026: Dari Platform ke Jaringan Terbuka</h3>
<p>Forum diawali dengan sambutan Sachin V. Gopalan, CEO &amp; Founder Indonesia Economic Forum, yang menegaskan bahwa tantangan Indonesia kini bukan lagi sekadar konektivitas fisik, tetapi konektivitas digital yang benar-benar inklusif. “Digital infrastruktur hari ini bukan hanya soal kecepatan atau skala, tetapi tentang inklusi, interoperabilitas, dan kepercayaan. ION bukan platform tunggal, tetapi jaringan dari jaringan,” ujar Sachin.</p>
<p>Pidato pengantar kemudian berlangsung sebagai dialog visi lintas sektor. Dr. Ilham A. Habibie, Ketua PII (Persatuan Insinyur Indonesia) menekankan bahwa Indonesia membutuhkan ekosistem teknik dan kebijakan yang selaras agar inovasi digital benar-benar berdampak pada industri nasional.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Suresh Sethi, <i>Managing Director </i>&amp; CEO Protean (India) menyoroti pentingnya standar terbuka dan interoperabilitas dalam mempercepat adopsi ekonomi digital, seraya menyebut bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat lebih jauh dengan belajar dari pengalaman India.</p>
<p>Dari sisi infrastruktur digital, Siddharth Prakash, <i>Head of Product Strategy Emerging Markets</i>, Google Cloud, menekankan bahwa jaringan terbuka seperti ION akan mempercepat adopsi teknologi berbasis data dan AI bagi UMKM, bukan hanya perusahaan besar.</p>
<p>Sementara itu, Vikram Sinha, CEO Indosat, menegaskan bahwa konektivitas yang merata menjadi prasyarat utama agar manfaat ION dapat dirasakan hingga daerah terpencil di seluruh Nusantara.</p>
<h3><strong>ION sebagai Fondasi Ekonomi Digital Indonesia</strong></h3>
<p>Dalam <i>keynote speech</i>, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, menegaskan bahwa ION bukan sekadar inisiatif teknologi, melainkan strategi nasional untuk pemerataan ekonomi digital.</p>
<p>“ION bukan <i>super-app </i>baru. Ini adalah jaringan terbuka dan terdesentralisasi yang menghubungkan pembeli, penjual, dan penyedia logistik melalui standar interoperabel. Tujuannya jelas: lebih banyak pilihan, lebih banyak visibilitas, dan lebih banyak kendali bagi UMKM,” ujar Nezar.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa ION akan terintegrasi dengan program Garuda Spark untuk mendorong lahirnya 2 juta technopreneur Indonesia.</p>
<h3><strong>ION Menjawab Ketimpangan Digital</strong></h3>
<p>Maman Abdurahman, Menteri UMKM RI, menempatkan ION sebagai terobosan penting bagi sektor UMKM. “Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang menyumbang lebih dari 60 persen PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Namun, banyak yang masih terjebak dalam ekosistem tertutup dengan biaya tinggi. ION dirancang untuk membuka akses yang lebih adil,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan ION akan diukur dari seberapa banyak pedagang kecil, warung, dan usaha mikro yang benar-benar terhubung ke pasar digital nasional.</p>
<h3><strong>Infrastruktur Terbuka Menjadi Kunci Skalabilitas UMKM</strong></h3>
<p>Dalam sesi presentasi ION, Shinta Kamdani, Ketua APINDO, menegaskan bahwa kesiapan UMKM harus dibarengi infrastruktur yang tepat.</p>
<p>“Kesiapan UMKM adalah modal awal, tetapi skalabilitas hanya bisa tercapai melalui infrastruktur digital terbuka seperti ION. Tanpa itu, digitalisasi tidak akan benar-benar menghasilkan pertumbuhan yang inklusif,” jelasnya.</p>
<h3><strong>Indonesia Bisa Jadi Negara Tercepat Mengadopsi Jaringan Terbuka</strong></h3>
<p>Dalam pidato utamanya sekaligus interaksi dengan media, Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia, menegaskan bahwa ION merupakan adaptasi terbaik dari pengalaman India melalui <i>Open Network for Digital Commerce</i> (ONDC).</p>
<p>“ION dibangun berdasarkan pengalaman ONDC di India, tetapi sepenuhnya dirancang untuk kebutuhan Indonesia. Biaya jaringan akan jauh lebih rendah dibanding platform konvensional yang bisa mencapai 20 persen. Di ION, biayanya hanya sekitar 2–3 persen.”</p>
<p>Ia menekankan bahwa jaringan ini akan membuka akses pasar bagi jutaan pelaku usaha kecil.</p>
<p>“Indonesia memiliki lebih dari 62 juta UMKM yang membutuhkan pasar. ION akan menyediakan pasar itu dengan biaya rendah, hambatan masuk minimal, dan standar yang terbuka.”</p>
<p>Terkait regulasi, ia menilai Indonesia berada di posisi yang sangat kondusif.</p>
<p>“Dengan dukungan penuh pemerintah, APINDO, dan ekosistem digital Indonesia, saya tidak melihat hambatan regulasi yang berarti. Semua pihak justru antusias menjadi bagian dari jaringan terbuka ini.”</p>
<p>Sandeep juga menyampaikan visi percepatan Indonesia dibanding India.</p>
<p>“Jika India menjadi yang pertama, Indonesia berpotensi menjadi yang tercepat, belajar dari keberhasilan dan kesalahan kami di ONDC.”</p>
<h3><strong>Dari Platform Tertutup ke ‘Internet Transaksi’</strong></h3>
<p>T. Koshy, <i>Founding </i>CEO &amp; <i>Managing Director </i>ONDC, menjelaskan bahwa ION merepresentasikan pergeseran paradigma digital commerce. “Arsitektur ION bersifat <i>network-centric</i>, bukan <i>platform-centric</i>. Ini berarti tidak ada satu pemain yang mendominasi pasar, tetapi banyak aktor yang saling terhubung.”</p>
<p>Ia menegaskan bahwa dampak ION melampaui perdagangan barang semata. “Bukan hanya barang yang bisa diperdagangkan, tetapi juga jasa seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga layanan keuangan. ION berpotensi menjadi ‘internet transaksi’ bagi Indonesia.”</p>
<p>Soal logistik, ia menambahkan, “Logistik akan menjadi layanan yang melekat dalam jaringan, bukan penghalang. UMKM di daerah terpencil bisa terhubung ke pasar nasional secara lebih efisien.”</p>
<p>Koshy menutup dengan menekankan bahwa Indonesia memulai dari titik yang lebih matang berkat pembelajaran India.</p>
<p>“Apa pun kesalahan yang kami buat di India akan menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia, sehingga ION tidak mulai dari nol, tetapi dari pengalaman tiga tahun ONDC.”</p>
<h3><strong>ION sebagai Fondasi AI dan Inklusi Digital</strong></h3>
<p>Dr. R.S. Sharma, mantan Ketua ONDC India, mengaitkan ION dengan perkembangan AI dan inklusi digital. “AI tidak bisa berdiri sendiri. AI membutuhkan data transaksi digital. Semakin banyak UMKM yang masuk ke ION, semakin kaya dan representatif data yang dihasilkan.”</p>
<p>Ia mengingatkan risiko bias data jika hanya berfokus pada pelaku ekonomi besar. “Jika AI hanya dilatih dengan data elite perkotaan, manfaatnya akan terbatas. ION memungkinkan data dari pedagang kaki lima, pengrajin desa, dan UMKM pulau terpencil masuk ke ekosistem digital.”</p>
<p>Menurutnya, inti ION adalah menurunkan biaya dan friksi ekonomi. “Digital memungkinkan transaksi bernilai kecil tetapi bervolume besar. Ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat akar rumput.”</p>
<p>Sharma juga menegaskan pentingnya pendekatan <i>Digital Public Infrastructure </i>(DPI). “DPI seperti ION paling cocok bagi negara Global South: inklusif, berbiaya rendah, dan tidak mematikan ekonomi tradisional. Teknologi harus meningkatkan efisiensi warung, toko kelontong, dan usaha kecil, bukan menggantikannya.”</p>
<h3><strong>ION dan Arah Baru Transformasi Digital Indonesia</strong></h3>
<p>Indonesia Economic Forum ke-12 menegaskan bahwa ION bukan sekadar proyek teknologi, melainkan strategi transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia sebagai <i>Top 5 Global Economy </i>pada 2045.</p>
<p>Melalui ION, Indonesia tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga membentuk model pertumbuhan baru yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Jaringan terbuka ini diharapkan mampu menurunkan biaya transaksi, memperluas akses pasar bagi UMKM, mempercepat adopsi inovasi digital, serta memperkuat kedaulatan data dan ekonomi nasional.</p>
<p>Dengan dukungan lintas sektor, kemitraan strategis Indonesia–India, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas teknologi, ION diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya akan menghubungkan pelaku ekonomi di seluruh Nusantara, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam pengembangan digital public infrastructure berbasis jaringan terbuka.</p>
<p>Ke depan, ION diharapkan menjadi katalis pertumbuhan inklusif yang memastikan bahwa transformasi digital tidak hanya menguntungkan pemain besar, tetapi juga memberdayakan jutaan UMKM, pedagang kecil, dan pelaku usaha di tingkat akar rumput untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital Indonesia.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/10/Indonesia-Economic-Forum-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-sebagai-Infrastruktur-Digital-Inklusif-untuk-UMKM.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="465">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/10/Indonesia-Economic-Forum-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-sebagai-Infrastruktur-Digital-Inklusif-untuk-UMKM-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia Economic Forum Luncurkan ION untuk UMKM Digital Inklusif]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-81378/diskusi-panel-isf-2025-tentang-pertanian-soroti-kolaborasi-menuju-ketahanan-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 02:14:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-81378/diskusi-panel-isf-2025-tentang-pertanian-soroti-kolaborasi-menuju-ketahanan-pangan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Dalam rangkaian <i>Indonesia International Sustainability Forum </i>(ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul <i>“Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”</i>.<i> </i>Sesi ini dimoderatori oleh Sachin Gopalan, CEO dan pendiri Indonesia Economic Forum, dengan pembicara Anita Neville dari Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Peter Bakker dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Djap Tet Fa dari Astra Agro Lestari, dan Rahmad Pribadi dari Pupuk Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dalam rangkaian <i>Indonesia International Sustainability Forum </i>(ISF) 2025, para pemimpin dan pakar dari sektor agribisnis dan keberlanjutan berkumpul untuk membahas bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mendorong transformasi sektor pertanian demi memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang dalam sesi panel diskusi berjudul <i>“Feeding the Future: Sustainable Innovation to Boost Agriculture Productivity”</i>.<i> </i>Sesi ini dimoderatori oleh Sachin Gopalan, CEO dan pendiri Indonesia Economic Forum, dengan pembicara Anita Neville dari Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART), Peter Bakker dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), Djap Tet Fa dari Astra Agro Lestari, dan Rahmad Pribadi dari Pupuk Indonesia.</p>
<p><strong>Kolaborasi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan</strong></p>
<p>Dalam pembukaannya, Sachin Gopalan menyoroti perubahan wajah pertanian, di mana generasi muda semakin enggan terjun ke dunia pertanian. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan teknologi untuk menjadikan sektor ini lebih efisien, berkelanjutan, dan menarik bagi generasi penerus.</p>
<p>Djap Tet Fa menekankan pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam menjaga ketahanan pangan jangka panjang. “Ketahanan pangan tidak bisa dicapai oleh satu sektor saja. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus berkolaborasi,” ujarnya. Ia menjelaskan berbagai inisiatif Astra Agro Lestari seperti peremajaan perkebunan, pengembangan pupuk hayati, serta dukungan bagi petani kecil melalui pelatihan, pembiayaan, dan akses teknologi. “Tidak boleh ada yang tertinggal,” tambahnya.</p>
<p><strong>Menguatkan Petani Kecil melalui Pertumbuhan Inklusif</strong></p>
<p>Anita Neville memperkuat pandangan tersebut dengan menyoroti bahwa petani kecil berkontribusi sekitar 40 persen terhadap produksi kelapa sawit di Indonesia. “Perusahaan besar seperti kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi pelaku usaha yang lebih kecil. Melalui model inclusive closed loop, kami membantu petani kecil menerapkan praktik berkelanjutan, mengakses benih unggul, dan meningkatkan produktivitas,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya aksi kolektif serta kebijakan yang mendorong inovasi dan investasi berkelanjutan.</p>
<p><strong>Meningkatkan Produktivitas dan Ketahanan terhadap Perubahan Iklim</strong></p>
<p>Peter Bakker memberikan perspektif global dengan merujuk pada temuan terbaru laporan <em>EAT-Lancet</em>, yang menyoroti tiga prioritas utama sektor pertanian: pertanian regeneratif, transformasi digital, dan ketahanan terhadap dampak iklim. “Perubahan iklim bukan lagi isu konseptual. Dampaknya sudah nyata, dan inovasi harus difokuskan tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga ketahanan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Rahmad Pribadi menegaskan peran penting pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian, yang menyumbang lebih dari 60 persen terhadap hasil panen. Ia menjelaskan bagaimana teknologi pertanian presisi berbasis satelit membantu mengoptimalkan penggunaan pupuk sekaligus mengurangi limbah. “Keberlanjutan tidak hanya soal pertanian, tetapi juga ketahanan energi. Pertanian dapat berperan penting dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” jelasnya.</p>
<p><strong>Investasi untuk Generasi Petani Berikutnya</strong></p>
<p>Diskusi ditutup dengan pandangan mengenai cara memperluas skala inovasi dan memberdayakan generasi muda di sektor pertanian. Neville menyoroti bahwa sebagian besar program pemberdayaan masih menargetkan petani berusia di atas 45 tahun, sementara kelompok muda kurang terlibat. “Kita perlu memikirkan kembali cara mendukung mereka yang berusia 18 hingga 35 tahun dan memperlakukan mereka sebagai pelaku usaha kecil, bukan sekadar penerima manfaat,” ujarnya.</p>
<p>Menutup sesi, para panelis sepakat bahwa sepuluh tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk memperkuat penelitian, memperluas penerapan pertanian regeneratif, memperbesar akses pembiayaan, dan mempercepat transformasi digital di sektor pertanian. Inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan masa depan pangan yang tangguh.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/10/14/Diskusi-Panel-ISF-2025-tentang-Pertanian-Soroti-Kolaborasi-sebagai-Jalan-Menuju-Ketahanan-Panga.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="467">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/10/14/Diskusi-Panel-ISF-2025-tentang-Pertanian-Soroti-Kolaborasi-sebagai-Jalan-Menuju-Ketahanan-Panga-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Diskusi Panel ISF 2025 tentang Pertanian Soroti Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Emmsons Group Siap Investasi Besar di Indonesia: Gasifikasi Batubara dan Komitmen CSR Jadi Prioritas</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-75788/emmsons-group-siap-investasi-besar-di-indonesia-gasifikasi-batubara-dan-komitmen-csr-jadi-prioritas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 03:30:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-75788/emmsons-group-siap-investasi-besar-di-indonesia-gasifikasi-batubara-dan-komitmen-csr-jadi-prioritas</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh InvestorTrust dan Indonesia Economic Forum dengan tema “Batu Bara dan Kedaulatan Energi Nasional: Menjembatani Realitas Ekonomi dan Komitmen Iklim” yang digelar di Artotel Mangkuluhur Jakarta, Rabu (28/5/2025), Chairman Emmsons Group, Anil Kumar Monga, mengungkapkan komitmen jangka panjang perusahaannya untuk berinvestasi di sektor energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh InvestorTrust dan Indonesia Economic Forum dengan tema “Batu Bara dan Kedaulatan Energi Nasional: Menjembatani Realitas Ekonomi dan Komitmen Iklim” yang digelar di Artotel Mangkuluhur Jakarta, Rabu (28/5/2025), Chairman Emmsons Group, Anil Kumar Monga, mengungkapkan komitmen jangka panjang perusahaannya untuk berinvestasi di sektor energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.</p>
<h3><strong>India: Salah Satu Pembeli Batubara Terbesar dari Indonesia</strong></h3>
<p>Dalam sesi bertajuk “Perspektif Investor Global: Batu Bara vs Energi Bersih di Indonesia”, Anil memaparkan bahwa India adalah salah satu pembeli utama batubara Indonesia. Setiap tahunnya, Negeri Bollywood itu mengimpor sekitar 100 hingga 210 juta ton batubara dari Indonesia, menjadikan hubungan dagang kedua negara semakin strategis dalam sektor energi.</p>
<p>&#8220;Indonesia adalah salah satu negara terkaya dalam sumber daya alam, dan itu menjadikan negara ini sangat penting dalam peta energi global,&#8221; ujar Anil.</p>
<h3><strong>Investasi Strategis Emmsons Group: Dari Tambang hingga Gasifikasi</strong></h3>
<p>Anil menyebutkan bahwa Emmsons Group telah mengantongi konsesi tambang batubara sebesar 230 juta ton di Kalimantan Timur. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaannya di Indonesia tidak semata-mata untuk mengekstraksi sumber daya alam, tetapi untuk membangun nilai tambah melalui proyek hilirisasi, khususnya gasifikasi batubara.</p>
<p>&#8220;Gasifikasi batubara adalah masa depan bahan bakar industri yang lebih bersih. Ini bukan hanya tentang menambang, tetapi mengolah batubara menjadi gas yang lebih ramah lingkungan dan bernilai tinggi bagi industri,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Gasifikasi batubara merupakan proses konversi batubara menjadi gas yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri maupun bahan baku kimia. Proses ini melibatkan reaktor, sistem pendingin gas, penangkap tar, pemisah uap, blower, hingga kolam penampungan limbah tar. Dengan teknologi ini, Emmsons berharap dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.</p>
<h3><strong>Rencana Pembangunan Pabrik Urea dan Dukungan untuk Ketahanan Pangan</strong></h3>
<p>Tak hanya berhenti pada gasifikasi, Emmsons Group juga merancang pembangunan pabrik urea di Indonesia untuk mendukung sektor pertanian dan mengurangi ketergantungan pada impor pupuk.</p>
<p>&#8220;Langkah ini kami tempuh untuk mendukung industrialisasi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan ekosistem industri yang berdaya saing tinggi,&#8221; tambah Anil.</p>
<h3><strong>Komitmen Sosial: CSR Berbasis Komunitas</strong></h3>
<p>Dalam paparannya, Anil menekankan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan. Emmsons Group merancang program CSR komprehensif yang menyasar pendidikan, kesehatan, olahraga, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan komunitas di sekitar wilayah tambang.</p>
<p>&#8220;CSR kami bukan hanya simbolik. Kami ingin menyediakan akses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, beasiswa, dan pelatihan kerja untuk pemuda lokal. Kami percaya bahwa kemajuan sejati adalah yang dibagikan bersama,&#8221; tuturnya.</p>
<h3><strong>Permintaan Dukungan Kebijakan Jangka Panjang</strong></h3>
<p>Anil juga mengapresiasi pemerintah Indonesia atas berbagai insentif yang telah diberikan, namun menyampaikan harapannya agar dukungan kebijakan bisa ditingkatkan, khususnya dalam bentuk perizinan yang lebih mudah, insentif pajak, dan kebijakan jangka panjang yang konsisten.</p>
<p>&#8220;Kami ingin Indonesia menjadi model pembangunan energi yang bertanggung jawab dan inklusif. Kami percaya pada kekuatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,&#8221; pungkasnya.</p>
<h3><strong>Tentang Emmsons Group</strong></h3>
<p>Emmsons Group merupakan perusahaan perdagangan global yang berbasis di India dan beroperasi di berbagai negara. Perusahaan ini memiliki bisnis inti di bidang perdagangan fisik komoditas seperti produk pertanian, bahan baku, pupuk, dan batubara. Komitmen mereka di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di sektor energi bersih dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/02/Emmsons-Group-Siap-Investasi-Besar-di-Indonesia-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="467">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Emmsons Group Siap Investasi Besar di Indonesia: Gasifikasi Batubara dan Komitmen CSR Jadi Prioritas]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/02/Emmsons-Group-Siap-Investasi-Besar-di-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Emmsons Group Siap Investasi Besar di Indonesia: Gasifikasi Batubara dan Komitmen CSR Jadi Prioritas]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Roundtable Teknologi Menyatukan Industri dan Pemerintah untuk Mendorong Pertumbuhan Energi Berkelanjutan Menuju Target PDB 8%</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-75553/roundtable-teknologi-menyatukan-industri-dan-pemerintah-untuk-mendorong-pertumbuhan-energi-berkelanjutan-menuju-target-pdb-8</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 00:53:23 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-75553/roundtable-teknologi-menyatukan-industri-dan-pemerintah-untuk-mendorong-pertumbuhan-energi-berkelanjutan-menuju-target-pdb-8</guid>

					<description><![CDATA[CIKARANG,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; 19 Mei 2025 Edisi kedua Tech Forum mengumpulkan para pemangku kepentingan utama dari industri, pemerintah, dan sektor teknologi untuk mempercepat transisi Indonesia menuju emisi net zero. Diselenggarakan berkolaborasi dengan Net Zero Industrial Cluster Community (NZICC), acara ini berfokus pada langkah-langkah praktis, penyelarasan kebijakan, dan solusi teknologi yang diperlukan untuk meng dekarbonisasi operasi industri dan meningkatkan skala solusi energi berkelanjutan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIKARANG</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; 19 Mei 2025 Edisi kedua Tech Forum mengumpulkan para pemangku kepentingan utama dari industri, pemerintah, dan sektor teknologi untuk mempercepat transisi Indonesia menuju emisi net zero. Diselenggarakan berkolaborasi dengan Net Zero Industrial Cluster Community (NZICC), acara ini berfokus pada langkah-langkah praktis, penyelarasan kebijakan, dan solusi teknologi yang diperlukan untuk meng dekarbonisasi operasi industri dan meningkatkan skala solusi energi berkelanjutan.</p>
<p>Forum dibuka dengan keynote yang menekankan korelasi antara konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi. &#8220;Jika konsumsi energi tumbuh 12%, perekonomian dapat menargetkan pertumbuhan PDB 8%,&#8221; Ujar Sachin Gopalan, Founder &amp; CEO, Indonesia Economic Forum sebagai moderator, menyoroti kebutuhan ekspansi energi bersih untuk mendorong tujuan Visi Indonesia 2045.</p>
<p>Menekankan kebutuhan pertumbuhan industri yang bertanggung jawab, roundtable menyoroti bahwa konsumsi energi harus meningkat seiring dengan industri, namun dengan cara yang mendukung target net zero. &#8220;Konsumsi energi naik ke pertumbuhan 12%, otomatis seluruh perekonomian akan terangkat, menuju pertumbuhan 8%. Jadi, itu adalah KTRA Anda. Bagaimana kita bisa memastikan konsumsi energi mencapai pertumbuhan 12%? Nah, energi tidak bisa tumbuh jika industri tidak tumbuh, kan? Karena konsumsi terbesar tidak akan datang dari penggunaan pribadi, melainkan dari penggunaan industri,&#8221; kata moderator. &#8220;Jadi, forum teknologi ini mencoba mengidentifikasi teknologi-teknologi yang akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Karena ada banyak sektor manufaktur atau industrialisasi yang tidak berkontribusi pada pertumbuhan dengan cara yang sama. Jadi, kami ingin memprioritaskan kelompok teknologi tertentu yang akan membantu hal ini.&#8221;Diskusi menggarisbawahi peran penting penggunaan energi industri, bukan konsumsi rumah tangga, dalam mendorong pertumbuhan nasional dan menekankan bahwa transisi harus memanfaatkan teknologi bersih dan cerdas.</p>
<p>Roundtable, yang diselenggarakan dalam format Focus Group Discussion (FGD), melayani dua tujuan utama: untuk membongkar realitas praktis manajemen energi di sektor industri dan infrastruktur, serta menguraikan langkah-langkah yang jelas dan dapat ditindaklanjuti untuk diimplementasikan selama 6–12 bulan ke depan. Para peserta meneliti bagaimana menyelaraskan pertumbuhan energi industri dengan tujuan iklim Indonesia, menekankan bahwa tidak semua aktivitas industri berkontribusi sama terhadap PDB. Memprioritaskan sektor berdampak tinggi dan teknologi yang tepat dianggap penting untuk mencapai Key Performance Indicators (KPI) nasional.</p>
<p>Sorotan utama dari sesi ini adalah keterlibatan Thermax, salah satu pemimpin global India dalam teknologi transisi energi. Diwakili oleh Samina Khalid, Global Head-Corporate Communications, Thermax Limited, Rabindranath Pillai, President Director, PT. Thermax International Indonesia, dan Sujit Vargis, Head-Sales and Marketing, PT Thermax International Indonesia, Thermax membagikan keahliannya dalam membantu industri bertransisi ke sistem energi yang lebih bersih dan efisien. Rabindranath Pillai mempresentasikan teknologi kunci dan cerita sukses, sementara Samina membuka dengan wawasan tentang strategi net zero yang dapat diskalakan.</p>
<p>Roundtable juga menampilkan Net Zero Industrial Cluster Center (NZICC) Grup Jababeka, yang diwakili oleh Regi Risman Sandi, Head of Task Force, Jababeka NZICC dan timnya, yang memperkenalkan upaya mereka untuk membangun ekosistem industri siap net zero pertama di Indonesia melalui inovasi dan kolaborasi publik-swasta. Partisipasi pemerintah dipimpin oleh Ibnu Chasyim Affandi Napitupulu, Energy Utilization Analyst dari Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi, yang menyampaikan pernyataan pembukaan tentang prioritas pemerintah daerah dalam kepatuhan, pembangunan komunitas, dan reformasi energi. Remarksnya menggarisbawahi peran penting kepemimpinan regional dalam mendukung ambisi nasional dan menciptakan jaringan champion yang berdedikasi pada praktik net zero.</p>
<h2><strong>Kolaborasi Pemerintah: Kerangka Regulasi dan Strategi Provinsi</strong></h2>
<p>Sesi ini juga mengungkap arah kebijakan kunci dan strategi teknologi dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Ibnu Chasyim Affandi Napitupulu, yang mewakili Divisi Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, menjelaskan: &#8220;Di provinsi Jawa Barat, kami memiliki peraturan daerah nomor 13, 2024 tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah. Dan dalam pemerintahan memiliki indeks ekonomi hijau dan memiliki total 50 indikator termasuk lingkungan, ekonomi dan sosial untuk pembangunan hijau.&#8221; Dia lebih lanjut menjelaskan, &#8220;Pada tahun 2023, porsi energi terbarukan di Jawa Barat mencapai 24,36%. Dalam tiga tahun terakhir, porsi energi terbarukan telah melampaui target. Target baru yang telah kami hitung untuk target bauran terbarukan pada tahun 2050 adalah 70,29%.&#8221;</p>
<p>Ibnu membagikan visi terbaru provinsi: meningkatkan bauran energi terbarukan hingga lebih dari 70% pada 2050, dan memperkenalkan langkah-langkah yang dapat ditegakkan melalui peraturan presiden dan menteri. Dia menguraikan pergeseran kebijakan yang memungkinkan otoritas provinsi mengambil peran lebih aktif dalam mengelola biomassa, biogas, dan energi terbarukan lainnya.</p>
<p>&#8220;Kami saat ini sedang merevisi rencana energi daerah 2019 untuk mencerminkan pembaruan ini,&#8221; ujar Ibnu. &#8220;Masukan dari industri sangat diterima saat kami mengembangkan roadmap yang akan bekerja bukan hanya di atas kertas, tetapi di lapangan.&#8221;</p>
<p>Indeks Ekonomi Hijau Jawa Barat, yang menggabungkan 50 indikator di seluruh lingkungan, ekonomi, dan masyarakat, digunakan sebagai benchmark untuk menyelaraskan rencana pembangunan dengan tujuan iklim.</p>
<p>Dalam merinci strategi sektoral provinsi, dia menyatakan, &#8220;Yang kami usulkan kebijakan dan strategi dalam lampiran tingkat pembaruan untuk sektor industri adalah yang pertama adalah fuel switching, meningkatkan penggunaan listrik, pengurangan batubara dan penggunaan gas dan hidrogen. Yang kedua adalah efisiensi energi, peralatan dengan potensi mengurangi konsumsi energi sebesar 50% hingga 60%.&#8221; Dia menambahkan, &#8220;Kami menempatkan pada industri proses suhu rendah seperti makanan dan minuman, tekstil dan kulit, perangkat elektronik dengan asumsi mencapai elektrifikasi 55% pada 2026. Selanjutnya adalah hidrogen sebagai pengganti gas, hidrogen hijau untuk menggantikan gas alam untuk proses pemanasan suhu tinggi mulai dari 2041.&#8221; Dia menyimpulkan dengan fokus pada teknologi berdampak tinggi: &#8220;Yang kelima adalah substitusi biomassa menggantikan bahan bakar fosil untuk proses pemanasan suhu tinggi terutama di industri semen tetapi juga diterapkan di subsektor lain dengan jumlah yang lebih kecil. Dan kemudian teknologi penyimpanan penangkapan karbon untuk industri semen dan baja dimulai dari 2036.&#8221;</p>
<h2><strong>Jababeka NZICC: Memimpin dengan Contoh melalui Dekarbonisasi Industri</strong></h2>
<p>Regi Risman Sandi, Head of Task Force, Jababeka NZICC, yang mewakili Jababeka NZICC, memperkenalkan tujuan berani cluster untuk mencapai net zero pada 2050 satu dekade penuh lebih cepat dari target nasional. Didirikan selama KTT B20 pada 2022 dan didukung oleh anchor global seperti L&#8217;Oréal dan Hitachi, NZICC saat ini terdiri dari 90 perusahaan anggota dan bertujuan untuk mengikutsertakan 100 perusahaan pada 2026.</p>
<p>Pendekatan dekarbonisasi ganda Jababeka meliputi:</p>
<p>Core Decarbonization, di mana penyewa mengimplementasikan solusi di bawah kendali langsung mereka (misalnya, audit energi, integrasi terbarukan), dan</p>
<p>Systemic Decarbonization, di mana Jababeka memfasilitasi kolaborasi lintas industri, pencocokan solusi, dan transfer pengetahuan.</p>
<h2><strong>Thermax Menampilkan Teknologi dan Solusi Energi yang Dapat Diskalakan</strong></h2>
<p>Pemimpin teknologi energi dan lingkungan berbasis India, Thermax Ltd., memainkan peran sentral dalam forum dengan mempresentasikan aplikasi energi bersih dunia nyata di seluruh pabrik Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun, Thermax mengkhususkan diri dalam efisiensi energi, boiler biomassa, sistem waste-to-energy, hidrogen hijau, dan teknologi penangkapan karbon.</p>
<p>&#8220;Kami melihat diri kami sebagai mitra terpercaya dalam perjalanan transisi energi klien kami,&#8221; kata Rabindranath Pillai President Director di Thermax International Indonesia. &#8220;Dari boiler yang ditenagai oleh tempurung kelapa hingga sistem air zero-liquid-discharge, tujuan kami adalah mengkarbonisasi operasi di setiap level.&#8221;</p>
<p>Jejak Thermax di Indonesia meliputi fasilitas manufaktur di Cilegon dan lebih dari 95% tenaga kerja lokalnya adalah orang Indonesia. Mereka mempresentasikan beberapa studi kasus termasuk:</p>
<p>Chiller absorpsi yang ditenagai oleh limbah biomassa di industri pengolahan kelapa,</p>
<p>Precipitator elektrostatik yang mengurangi emisi hingga di bawah 50 mg/Nm³—jauh melampaui persyaratan regulasi,</p>
<p>Menara pendingin loop tertutup yang menghemat lebih dari 10.000 liter air per jam, dan</p>
<p>Sistem zero-liquid discharge untuk pabrik kimia di Jakarta.</p>
<h2><strong>PLN Mengkonfirmasi Komitmen terhadap Investasi Energi Terbarukan</strong></h2>
<p>Perwakilan dari PLN, utilitas listrik negara Indonesia, membagikan pembaruan tentang rencana energi RUPTL negara, menyatakan bahwa semua kapasitas pembangkit baru hingga 2040 akan berasal dari sumber terbarukan. Mereka juga menegaskan kembali dukungan mereka untuk alat seperti Renewable Energy Certificates (RECs) dan kerangka kredit karbon, yang dirancang untuk memungkinkan industri mengimbangi jejak mereka melalui penggunaan energi bersih di grid nasional.</p>
<p>&#8220;Sistem REC di Indonesia transparan, dapat diaudit, dan dapat diskalakan,&#8221; kata PLN, mengakui kolaborasi mereka dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BAPPEBTI untuk menciptakan pasar karbon yang fungsional.</p>
<h2><strong>Urgensi dan Akuntabilitas: Industri Menuntut Aksi Nyata</strong></h2>
<p>Salah satu diskusi paling animasi berpusat pada keseimbangan antara dorongan dan penegakan. Beberapa suara industri, termasuk konsultan veteran Naresh Makhijani, CEO, OTI Indonesia, mengadvokasi pendekatan yang lebih mendesak dan bertanggung jawab.</p>
<p>&#8220;Banyak perusahaan berisiko tertinggal. Kita perlu berhenti bersembunyi di balik &#8216;awareness&#8217; dan mulai mendorong kepatuhan dengan konsekuensi nyata,&#8221; kata Naresh. &#8220;Jika pabrik ingin ekspor, mereka harus memenuhi standar karbon global. Sesederhana itu.&#8221;</p>
<p>Remarksnya beresonansi dengan banyak peserta, mendorong diskusi terbuka tentang kelayakan pajak karbon, insentif terkait kinerja, dan peran tekanan komunitas dalam mendorong adopsi.</p>
<h2><strong>Langkah Selanjutnya: Rencana Kerja untuk Implementasi</strong></h2>
<p>Forum diakhiri dengan komitmen kuat dari NZICC dan mitranya untuk mengkonversi diskusi menjadi aksi. Inisiatif yang direncanakan meliputi:</p>
<p>Seri Tech Forum dua bulanan, yang mempertemukan pembuat kebijakan, penyedia solusi, dan manajer pabrik,</p>
<p>Program champion net zero, mengidentifikasi 100 pabrik yang berkomitmen untuk transformasi,</p>
<p>Kelompok kerja terstruktur untuk audit energi, roadmap kepatuhan, dan pencocokan solusi.</p>
<h2><strong>Tentang Tech Forum</strong></h2>
<p>Technology Forum tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama, termasuk Kementerian Pemerintah kunci, pengembang kawasan industri, dan penyedia teknologi industri. Forum ini berfokus pada pemanfaatan teknologi canggih untuk mendorong industrialisasi dan transformasi ekonomi negara. Forum ini mengeksplorasi bagaimana kawasan industri dapat berfungsi sebagai hub untuk inovasi dan manufaktur, mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.</p>
<p>Forum ini sejalan dengan visi Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan, industri yang didorong inovasi, dan realisasi target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8%. Melalui transformasi digital, manufaktur cerdas, dan teknologi hijau, negara ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing globalnya dan memposisikan diri sebagai pemimpin dalam industri bernilai tinggi.</p>
<p>Untuk kemitraan, wawancara, atau pertanyaan media, silakan hubungi:</p>
<p>Indonesia Economic Forum (Media Partner)</p>
<p>📧 polikarpus@indonesiaeconomicforum.com 📞 +62-878-532-98-306 🌐 https://www.indonesiaeconomicforum.com/</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/27/Roundtable-Teknologi-Menyatukan-Industri-dan-Pemerintah-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="396">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Roundtable Teknologi Menyatukan Industri dan Pemerintah untuk Mendorong Pertumbuhan Energi Berkelanjutan Menuju Target PDB 8%]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/27/Roundtable-Teknologi-Menyatukan-Industri-dan-Pemerintah-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Roundtable Teknologi Menyatukan Industri dan Pemerintah untuk Mendorong Pertumbuhan Energi Berkelanjutan Menuju Target PDB 8%]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Merayakan Inovasi dan Dampak Positif: Pengumuman Pemenang ASEAN Fintech Awards</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-75496/merayakan-inovasi-dan-dampak-positif-pengumuman-pemenang-asean-fintech-awards</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 02:04:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-75496/merayakan-inovasi-dan-dampak-positif-pengumuman-pemenang-asean-fintech-awards</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; ASEAN Fintech Awards berkolaborasi dengan Indonesia Economic Forum dan Asean Economic Forum dengan bangga mengumumkan deretan pemenang tahun ini, yang merupakan organisasi yang dan individu visioner dalam membentuk masa depan dunia keuangan di kawasan Asia Tenggara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; ASEAN Fintech Awards berkolaborasi dengan Indonesia Economic Forum dan Asean Economic Forum dengan bangga mengumumkan deretan pemenang tahun ini, yang merupakan organisasi yang dan individu visioner dalam membentuk masa depan dunia keuangan di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p>Diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian ASEAN Fintech Forum, penghargaan ini menjadi ajang apresiasi atas pencapaian luar biasa dalam bidang inovasi, keberlanjutan, inklusi keuangan, transformasi digital, dan kepemimpinan di industri fintech. Para pemenang tahun ini mencerminkan semangat kolaborasi, keberanian dalam berinovasi, serta ketangguhan yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di kawasan.</p>
<h2><strong>Daftar Pemenang ASEAN Fintech Awards 2025</strong></h2>
<p>• Bank dengan Pengalaman Pelanggan Terbaik – Rizal Commercial Banking Corporation (RCBC), Filipina</p>
<p>• Bank Paling Berorientasi pada Pelanggan – East West Bank, Filipina</p>
<p>• Bank Pembayaran Terbaik – Maybank, Malaysia</p>
<p>• Pemberi Kredit UKM Terbaik – CIMB, Malaysia</p>
<p>• Bank Pendatang Baru Terbaik – Trust Bank, Singapura</p>
<p>• Pembiayaan Hijau Terbaik – Land Bank of the Philippines, Filipina</p>
<p>• Perusahaan Asuransi Paling Inklusif – MSIG Insurance, Indonesia</p>
<p>• Perusahaan Asuransi dengan Pertumbuhan Tercepat – FWD Group</p>
<p>• Pemimpin Inklusi Keuangan – Novian Supriatno, Regional CEO, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Indonesia</p>
<p>• Penggerak Go Green – Tran Hung Huy, Chairman, Asia Joint Commercial Stock Exchange Bank, Vietnam</p>
<p>• Perempuan Inspiratif di Fintech – Gina Virginia, Chief Information Officer, HSBC Indonesia, Indonesia</p>
<p>• CIO Terbaik Tahun Ini – Victor Korompis, SEVP dan Anggota Direksi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Indonesia</p>
<p>• Pemimpin Teknologi Perbankan ASEAN – Voranuch Dejakaisaya, Executive Chairman, Kasikorn Banking Technology Group (KBTG), Thailand</p>
<p>Tahun ini, kami menerima hampir 116 entri dari seluruh Asia Tenggara, sebagian besar berasal dari perbankan, dengan sejumlah entri diajukan oleh vendor atas nama klien mereka. Proses seleksi awal dilakukan oleh analis industri perbankan dan fintech dengan menitikberatkan pada inisiatif yang benar-benar unik. Selanjutnya, nominasi diseleksi secara ketat oleh jajaran juri ASEAN Fintech Forum yang terdiri dari para mantan bankir dan regulator berpengalaman untuk memastikan validitas dan integritas hasil akhir.</p>
<p>“Penghargaan ini tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga mendorong seluruh ekosistem untuk terus melampaui batas dan berinovasi,” ujar Cyrus Daruwala, Ketua ASEAN Fintech Forum.</p>
<h2><strong>Tentang ASEAN Fintech Forum:</strong></h2>
<p>ASEAN Fintech Forum (AFF) adalah platform utama bagi para pemimpin teknologi keuangan di Asia Tenggara. Forum ini mempertemukan para eksekutif senior, pembuat kebijakan, dan pelaku inovasi untuk bersama-sama mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis digital. Fokus utama AFF mencakup kecerdasan buatan (AI), open banking, keuangan hijau, dan sistem pembayaran digital — menjadikannya katalisator dalam membentuk masa depan industri keuangan di ASEAN.</p>
<h2><strong>Tentang ASEAN Fintech Awards:</strong></h2>
<p>ASEAN Fintech Awards merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi institusi dan individu yang telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap inovasi, inklusivitas, dan keunggulan di sektor keuangan. Penghargaan ini memberikan sorotan kepada para pelaku industri yang tidak hanya berkembang di tengah dinamika pasar, tetapi juga menghadirkan solusi transformatif yang membawa dampak positif nyata.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/26/Merayakan-Inovasi-dan-Dampak-Positif-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="465">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Merayakan Inovasi dan Dampak Positif: Pengumuman Pemenang ASEAN Fintech Awards]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/26/Merayakan-Inovasi-dan-Dampak-Positif-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Merayakan Inovasi dan Dampak Positif: Pengumuman Pemenang ASEAN Fintech Awards]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Aptech dan Orbit Future Academy Menjalin Aliansi Strategis di Indonesia Economic Forum untuk Mendorong Ekonomi Digital dan Kreatif Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-74004/aptech-dan-orbit-future-academy-menjalin-aliansi-strategis-di-indonesia-economic-forum-untuk-mendorong-ekonomi-digital-dan-kreatif-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 14:06:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Indonesia Economic Forum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-74004/aptech-dan-orbit-future-academy-menjalin-aliansi-strategis-di-indonesia-economic-forum-untuk-mendorong-ekonomi-digital-dan-kreatif-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Dalam acara bergengsi Indonesia Economic Forum – Technology Forum yang mengusung tema “The Innovation Edge: India-Indonesia Collaboration for a Future-Ready Economy”, Aptech, pemimpin global dalam pelatihan keterampilan vokasi, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Orbit Future Academy, platform pendidikan dan inovasi terkemuka di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM), Jakarta, menandai tonggak sejarah penting dalam kerja sama bilateral antara India dan Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Dalam acara bergengsi Indonesia Economic Forum – Technology Forum yang mengusung tema “The Innovation Edge: India-Indonesia Collaboration for a Future-Ready Economy”, Aptech, pemimpin global dalam pelatihan keterampilan vokasi, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan Orbit Future Academy, platform pendidikan dan inovasi terkemuka di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi (BKPM), Jakarta, menandai tonggak sejarah penting dalam kerja sama bilateral antara India dan Indonesia.</p>
<p>Forum ini dihadiri oleh pejabat pemerintah senior, pakar kebijakan, dan pemimpin bisnis yang berkomitmen dalam mendorong inovasi strategis serta kemitraan teknologi. Acara dibuka oleh sambutan dari CEO Indonesia Economic Forum, Sachin Gopalan, dilanjutkan dengan pidato utama oleh Nurul Ichwan, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta panelis pada diskusi panel yang membahas kolaborasi strategis antara India dan Indonesia.</p>
<p>Penandatanganan resmi MoU dilakukan oleh Bapak Kallol Mukherjee, EVP &amp; International Business Head Aptech, dan Bapak Nalin K. Singh, CEO Orbit Future Academy, disaksikan oleh para tamu kehormatan serta tokoh industri terkemuka.</p>
<p>Kemitraan strategis ini bertujuan untuk menghadirkan program pelatihan unggulan di bidang Desain Digital, Pembuatan Film Digital, Animasi, Efek Visual (VFX), Desain Game, dan Penciptaan Konten Digital yang akan diterapkan di lebih dari 200 universitas di seluruh Indonesia. Program ini dirancang selaras dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta standar global, dengan pendekatan blended learning, pemanfaatan teknologi pendidikan terkini, dan kurikulum berbasis keterampilan.</p>
<p>Orbit Future Academy, yang didirikan berdasarkan visi dan warisan Presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, telah memainkan peran kunci dalam memperluas inisiatif pengembangan keterampilan di Indonesia dan kawasan ASEAN. Kolaborasi antara keahlian lokal Orbit dan pengalaman internasional Aptech menghadirkan solusi pendidikan transformatif bagi generasi muda Indonesia.</p>
<p><strong>Terkait kerja sama ini, Bapak Nalin K. Singh menyampaikan::</strong></p>
<p>“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Aptech untuk menghadirkan kursus-kursus kelas dunia ke Indonesia. Aptech merupakan pemimpin global, dan konten mereka yang digabungkan dengan program kesiapan kerja dari Orbit akan memberikan keunggulan luar biasa bagi para peserta didik dalam mempersiapkan masa depan karier mereka.”</p>
<p><strong>Sementara itu, Bapak Kallol Mukherjee turut menyampaikan optimisme terhadap kolaborasi ini:</strong></p>
<p>“Kolaborasi kami dengan Orbit Future Academy merupakan langkah penting dalam komitmen berkelanjutan Aptech untuk memberdayakan generasi muda di berbagai negara. Dengan menggabungkan keahlian pelatihan internasional Aptech dan wawasan lokal mendalam dari Orbit, kami berharap dapat mencetak talenta-talenta unggul yang mampu mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di sektor kreatif, media, dan hiburan Indonesia.”</p>
<p>Kolaborasi ini juga mencakup pembentukan Creative Education Labs (EduLabs) sebagai pusat inovasi, program pengembangan dosen, serta solusi pembelajaran berbasis teknologi untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.</p>
<p>Forum ditutup dengan sambutan penutup dari Bapak Sachin Gopalan, dilanjutkan dengan sesi networking interaktif, yang semakin menegaskan peran penting kolaborasi ini dalam memperkuat fondasi ekonomi masa depan yang inovatif dan siap menghadapi tantangan global.</p>
<h3>Tentang Aptech</h3>
<p>Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam pendidikan vokasi, Aptech adalah pemimpin global yang mengoperasikan lebih dari 840 pusat pelatihan di seluruh dunia. Aptech menawarkan pelatihan keterampilan di berbagai sektor, termasuk Teknologi Informasi, Media &amp; Hiburan, Kecantikan &amp; Kesehatan, Ritel, Penerbangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Diakui secara internasional atas inovasinya, Aptech terus mencetak profesional yang siap kerja untuk berbagai industri global. Kunjungi aptechglobaltraining.com untuk informasi lebih lanjut.</p>
<h3>Tentang Orbit Future Academy</h3>
<p>Didirikan pada tahun 2016, Orbit Future Academy adalah organisasi pendidikan dan inovasi terdepan di Indonesia yang berkomitmen pada pengembangan keterampilan berskala besar di kawasan ASEAN. Berlandaskan pada warisan dan visi Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, Orbit menghadirkan program pelatihan, reskilling, dan upskilling yang berdampak melalui metodologi khas “OrbitWay.”</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi orbitfutureacademy.id.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/27/Aptech-dan-Orbit-Future-Academy-Menjalin-Aliansi-Strategis.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="679">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Aptech dan Orbit Future Academy Menjalin Aliansi Strategis]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/27/Aptech-dan-Orbit-Future-Academy-Menjalin-Aliansi-Strategis-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Aptech dan Orbit Future Academy Menjalin Aliansi Strategis]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
