<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos HRD &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/hrd/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 23:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos HRD &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>HRD Pakai Data Karyawan untuk Pinjol, Kok Ownernya Bisa Kecolongan?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-61596/hrd-pakai-data-karyawan-untuk-pinjol-kok-ownernya-bisa-kecolongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 23:42:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[bisnishack]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian data]]></category>
		<category><![CDATA[Pinjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-61596/hrd-pakai-data-karyawan-untuk-pinjol-kok-ownernya-bisa-kecolongan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, 
Beberapa perusahaan yang terkenal akan proses rekrutmen yang baik antara lain Wardah dan Tiket.com. Wardah dikenal sebagai perusahaan yang sangat ketat saat rekrutmennya. Mereka menerapkan beberapa tahap seperti tes psikologi, wawancara, dan background check.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Di era digital, kabar buruk cepat menyebar. Kali ini, seorang calon karyawan mencuri perhatian netizen dengan cuitannya yang viral. Akun X milik @Deeewrahmawati menumpahkan kekesalannya terhadap seorang oknum HRD yang diduga menggunakan data pribadinya untuk mendaftar pinjaman online (pinjol).
<strong>Bagaimana bisa terjadi kecolongan sebesar ini?</strong>
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna aplikasi pinjol di Indonesia terus meroket setiap tahunnya, seiring dengan kemudahan akses pinjolnya. Pada 2023, tercatat lebih dari 30 juta pengguna aktif yang mengakses layanan pinjol, meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 20 juta pengguna.
<strong>Penyalahgunaan Data: Sebuah Ancaman Nyata</strong>
Namun, kemudahan ini juga membuka celah bagi tindakan kriminal seperti penyalahgunaan data. Pelakunya, seringkali oknum dengan karakter buruk, memanfaatkan posisi mereka untuk melakukan tindakan tidak etis. Ini menunjukkan bahwa karakter seseorang tak bisa diubah hanya dengan pelatihan singkat atau workshop biasa. Dalam konteks ini, penting bagi perusahaan untuk memastikan setiap karyawan memiliki integritas tinggi dan tidak memanfaatkan data pribadi orang lain untuk keuntungan pribadi.
<strong>Pentingnya Seleksi Karyawan yang Ketat</strong>
Beberapa perusahaan yang terkenal akan proses rekrutmen yang baik antara lain Wardah dan Tiket.com. Wardah dikenal sebagai perusahaan yang sangat ketat saat rekrutmennya. Mereka menerapkan beberapa tahap seperti tes psikologi, wawancara, dan background check.</p>
<p>Tiket.com juga memiliki proses seleksi yang tidak kalah ketat. Selain itu, Tiket.com juga melakukan asesmen psikologi dan wawancara panel untuk memastikan calon karyawan memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan. Data menunjukkan bahwa Tiket.com menerima kurang dari 5% dari total pelamar yang mendaftar setiap tahunnya.
<strong>Mengatasi Karyawan dengan Karakter Buruk</strong>
Jika perusahaan sudah terlanjur memiliki karyawan dengan karakter buruk, berarti ada kesalahan dalam sistem kerja dan kekosongan nilai dalam perusahaan tersebut. Ketika sistem nilai dan budaya kerja dalam perusahaan tidak kuat, risiko terjadinya penyalahgunaan data dan tindakan tidak etis lainnya meningkat. Oleh karena itu, perusahaan harus berupaya membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai etika dan integritas yang kuat.
<strong>Mengatasi Kegilaan Karyawan dengan Cara &#8216;Gila&#8217; Juga</strong>
Mengatasi karyawan bermasalah tidak cukup hanya dengan SOP dan KPI. Ketika cara waras tidak berhasil, kita perlu solusi yang sama-sama &#8216;gila&#8217;. Tidak banyak perusahaan yang menerapkan cara ini, padahal ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi karyawan bermasalah tanpa harus marah-marah.
<strong>Solusi &#8216;Gila&#8217; di Sekolah HRD Gila</strong>
Kabar baiknya, kamu bisa mempelajari solusi-solusi &#8216;gila&#8217; ini di Sekolah HRD Gila bersama Satia Pradana. Satia adalah sosok pengusaha lokal Yogyakarta yang menjadi incaran banyak pengusaha lain untuk dijadikan mentor bisnis. Dengan pengalaman dan keahliannya, Satia menawarkan cara manajemen karyawan yang out of the box. Ia memiliki rekam jejak sukses dalam membimbing berbagai perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang positif. Pendekatannya yang &#8216;gila&#8217; namun efektif telah membantu banyak perusahaan mengatasi berbagai masalah HRD dan membangun superteam yang handal. Untuk informasi dan pendaftaran, hubungi Mba Reny di wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/20/public-49-4.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[ilustrasi stock market]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/20/public-49-4-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[ilustrasi stock market]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>9,9 Juta Gen Z Nganggur, Tapi Gen-Z Di Blacklist dari Interview</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-61353/99-juta-gen-z-nganggur-tapi-gen-z-di-blacklist-dari-interview</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 12:30:36 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[bisnishack]]></category>
		<category><![CDATA[HRD]]></category>
		<category><![CDATA[press release]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-61353/99-juta-gen-z-nganggur-tapi-gen-z-di-blacklist-dari-interview</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pernah dengar cerita tentang owner bisnis yang trauma karena hiring tim Gen Z, tapi baru 2-3 hari malah keluar dan bikin masalah? Padahal, harapan owner, ketika nambah karyawan, artinya bisa membantu kerjaan supaya mudah tercapai goalnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pernah dengar cerita tentang owner bisnis yang trauma karena hiring tim Gen Z, tapi baru 2-3 hari malah keluar dan bikin masalah? Padahal, harapan owner, ketika nambah karyawan, artinya bisa membantu kerjaan supaya mudah tercapai goalnya.</p>
<p>Tapi, yang terjadi, mayoritas pengusaha merasa bahwa kalangan Gen Z yang masuk ke perusahaan mereka membawa dampak negatif dan merugikan bisnis.</p>
<h2>Faktanya, baik Gen Z, Milenial, maupun Baby Boomers, tidak bisa semata menyalahkan generasi.</h2>
<p>Mengutip dari Tweet @ribonk: &#8220;Gen Z lemah ngadepi jam kerja nggak manusiawi, Boomers lemah ngadepin otentifikasi digital dan simplifikasi proses, Milenial lemah ngadepin temen kantor yang lagi ada masalah sama pasangannya. Kita semua lemah, yang kuat cuma rezim.&#8221;</p>
<h2>Kondisi Gen Z di Indonesia</h2>
<p>Di Indonesia, Gen Z menghadapi berbagai tantangan di pasar kerja. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada kelompok usia 15-24 tahun mencapai 16,28% pada Agustus 2023. Ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara kelompok usia lainnya.</p>
<p>Sebuah studi dari Deloitte menunjukkan bahwa hampir 50% dari Gen Z di seluruh dunia khawatir tentang keamanan pekerjaan mereka dan merasa stres karena ketidakpastian ekonomi yang dihadapi saat ini.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, tantangan ini diperparah oleh ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki lulusan dan kebutuhan pasar kerja, serta rendahnya kualitas pendidikan di beberapa wilayah</p>
<h2>Faktor yang Membuat Gen Z Dianggap Problematik</h2>
<p>Beberapa faktor kenapa Gen Z sering dianggap &#8216;problematik&#8217; di tempat kerja antara lain:</p>
<p>1. Oknum sudah di hire, baru 3-7 hari keluar nggak pamit</p>
<p>2. Oknum banyak yang memalsukan CV kerja, padahal nggak punya skill.</p>
<p>3. Oknum gede gengsi, mau gaji gede perusahaan bagus, tapi nggak bisa kerja.</p>
<p>4. Oknum lemah mental, sukanya kerja rebahan gaji jutaan.</p>
<p>5. Oknum dianggap nggak punya etika kerja ke &#8216;senior&#8217;.</p>
<p>6. Oknum dicap doyan berhutang tapi tidak mau bayar hutang.</p>
<h2>Realitas yang Harus Dihadapi</h2>
<p>Nggak sedikit owner dan HR yang dibikin trauma sama kelakuan oknum Gen Z. Tapi, mau di-blacklist pun, zaman terus berubah. Mau nggak mau, kita akan masuk eranya mayoritas pekerja adalah Gen Z.</p>
<p>Menurut data dari Pew Research Center, Gen Z akan mendominasi angkatan kerja pada tahun 2030, membawa dinamika baru dalam dunia kerja yang lebih digital dan fleksibel</p>
<h2>Solusi Menghadapi Gen Z di Tempat Kerja</h2>
<p>Kalau sudah terlanjur kerja bareng Gen Z problematik gimana dong?</p>
<p>Setiap generasi punya pola managing sendiri, termasuk Gen Z dan Milenial. Kalau merasa mereka bermasalah, lakukan 3 hal ini:</p>
<p>1. Cek kondisi dan situasi kerja internal </p>
<p>Jangan-jangan perusahaanmu nggak manusiawi?</p>
<p>Studi dari Harvard Business Review menemukan bahwa lingkungan kerja yang mendukung dan sehat dapat meningkatkan produktivitas karyawan hingga 50% dan mengurangi turnover rate secara signifikan</p>
<p>2. Jangan rekrut tim dengan cara biasa dan waras. </p>
<p>Sebuah studi dari McKinsey menyebutkan bahwa metode rekrutmen tradisional sering kali tidak efektif untuk menarik dan mempertahankan talenta dari generasi muda yang lebih mengutamakan fleksibilitas dan kesempatan pengembangan diri</p>
<p>3. Belajar Managing Milenial and Gen Z di Sekolah HRD Gila. </p>
<p>Sekolah ini menawarkan program yang dirancang untuk membantu para manajer dan pemilik bisnis memahami dan mengelola karyawan Gen Z dengan lebih baik.</p>
<h2>Perlu Cara Tidak Biasa untuk Managing Gen Z</h2>
<p>Kalau cara waras nggak mempan buat mengatasi kegilaan tim, berarti kamu butuh Cara Gila Membangun Superteam.</p>
<p>Kabar baiknya, ada formula managing yang sudah dipakai perusahaan-perusahaan besar dunia dan terbukti bisa menjadi &#8220;counter&#8221; bagi Gen Z dan Milenial di kantor.</p>
<p>Formula ini sudah didesain menyesuaikan kultur dan karakter karyawan di Indonesia. Strategi ini juga yang sudah dipakai ribuan alumni Bisnishack untuk mengelola puluhan ribu karyawan mereka.</p>
<p>Sekarang, formula ini bisa Anda pelajari dan praktikkan langsung dengan cara mengikuti Sekolah HRD Gila bersama Satia Pradana.</p>
<p>Satia Pradana adalah salah satu pengusaha ternama dari DI. Yogyakarta yang terkenal karena terobosan dan ide-ide gilanya dalam membangun puluhan bisnis dan berhasil.</p>
<p>Yukk atasi masalah tim problematik dengan cara nggak biasa di Sekolah HRD Gila. Informasi dan pendaftaran hubungi Reny Violeta:  wa.me/6281392077733
renybisnishack@gmail.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/15/2d.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="707">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dokumentasi Foto Jakarta Jobfair]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/07/15/2d-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dokumentasi Foto Jakarta Jobfair ]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
