<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos hilirisasi mineral &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/hilirisasi-mineral/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2026 15:50:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos hilirisasi mineral &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97687/pemerintah-kembangkan-industri-intermediate-mineral-regulasi-dan-insentif-jadi-tantangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 15:50:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[advanced materials]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi mineral]]></category>
		<category><![CDATA[industri manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[investasi dan regulasi]]></category>
		<category><![CDATA[material strategis nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97687/pemerintah-kembangkan-industri-intermediate-mineral-regulasi-dan-insentif-jadi-tantangan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kepastian regulasi serta jaminan insentif fiskal menjadi kunci utama bagi Pemerintah dalam mendorong pengembangan industri antara (intermediate industry) dan material lanjut (advanced materials) di Indonesia.</p>
<p>Langkah ini mendesak dilakukan agar potensi hilirisasi mineral nasional tidak terhenti pada produk setengah jadi, melainkan mampu menembus industri manufaktur strategis bernilai tambah tinggi.</p>
<p>Padahal, Indonesia memiliki keunggulan pada sisi hulu berkat cadangan mineral yang melimpah. Komoditas tersebut meliputi nikel, tembaga, bauksit, timah, silika, rare earth elements (REE), besi, hingga emas, perak, galium, dan tantalum.</p>
<p>Berbagai komoditas tersebut saat ini telah diolah menjadi produk hilirisasi dasar. Untuk nikel misalnya telah menghasilkan feronikel (FeNi), nickel pig iron (NPI), mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan kobalt sulfat, sementara tembaga telah diolah menjadi copper cathode, wire rod, kabel, tube, dan strip.</p>
<p>Sementara itu, bauksit telah menghasilkan alumina, aluminium ingot, billet, extrusion, plate, hingga foil. Adapun timah telah diolah menjadi tin ingot, hingga solder wire, sedangkan silika menghasilkan silica, dan REE menjadi material magnet. Tak lupa, emas perak diproduksi menjadi materi elektronik.</p>
<p>Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi &amp; Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar mengatakan, saat ini Indonesia sudah melakukan hilirisasi. Mesi demikian, produknya hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir.</p>
<p>&#8220;Secara umum saat ini kita sudah hilirisasi namun hanya sampai produk setengah jadi atau belum produk akhir, sehingga nilai tambahnya tidak maksimal. Karena nilai tambah terbesar justru berada pada tahapan industri lanjutan dan sampai produk akhir,&#8221; ungkap Bisman.</p>
<p>Masalahnya, Indonesia masih dihadapi dengan kesenjangan terbesar pada industri antara (intermediate industry) dan advanced materials yang berfungsi sebagai penghubung antara hasil hilirisasi mineral dengan industri manufaktur strategis. Akibatnya, banyak material berteknologi tinggi masih harus dipenuhi melalui impor.</p>
<p>Melalui laporan di forum Danantara&#8217;s Advanced Materials Industry Dialogue 2026, material tersebut antara lain meliputi aluminium alloy, baja khusus, battery-grade aluminium foil dan copper foil, silicon wafer, hingga magnet permanen NdFeB. Material-material tersebut merupakan komponen penting dalam industri elektronik, energi, hingga kendaraan listrik.</p>
<p>Selain material khusus, Indonesia juga dinilai masih memiliki keterbatasan dalam memproduksi komponen industri bernilai tinggi. Komponen tersebut mencakup chip, transistor MOSFET dan IGBT, printed circuit board (PCB), sensor, radar, modul komunikasi, motor BLDC, battery cell hingga battery pack dan battery management system (BMS), serta komponen presisi untuk industri dirgantara.</p>
<p>&#8220;Untuk pengembangan material lanjut, maka yg penting itu Pemerintah perlu memberikan jaminan hukum, kepastian regulasi dan insentif baik fiskal dan non fiskal,&#8221; terang Bisman.</p>
<p>Lebih jauh, ia mendorong adanya kebijakan pemerintah agar setiap kerja sama dengan asing harus dengan transfer teknologi, alih-alih hanya investasi modal. Selain itu, Indonesia juga mesti mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) dan membangun ekosistem industri berbasis mineral.</p>
<p>Adapun, Danantara Indonesia menggelar Danantara&#8217;s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing di Wisma Danantara Indonesia belum lama ini.</p>
<p>Forum ini menjadi inisiasi untuk pengembangan material maju (critical minerals downstreaming ) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perminas (Persero).</p>
<p>Kerja sama ini bertujuan untuk optimalisasi supply-offtake mineral kritis dan material maju untuk kebutuhan industri strategis dalam negeri, mengakselerasi terwujudnya industri material maju nasional berskala besar melalui pengembangan teknologi bersama, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional bernilai tambah tinggi melalui program-program industri strategis seperti, namun tidak terbatas pada, mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/29/Pemerintah-Kembangkan-Industri-Intermediate-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/29/Pemerintah-Kembangkan-Industri-Intermediate-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-94926/mind-id-targetkan-pangkas-2-juta-ton-emisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 13:45:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dekarbonisasi]]></category>
		<category><![CDATA[emisi gas rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi mineral]]></category>
		<category><![CDATA[MIND ID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-94926/mind-id-targetkan-pangkas-2-juta-ton-emisi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5% atau setara sekitar 2 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) pada 2030.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5% atau setara sekitar 2 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e) pada 2030.</p>
<p>Target ini dicanangkan di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat seiring progam hilirisasi mineral strategis nasional.</p>
<p>Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, menyampaikan bahwa tantangan dekarbonisasi sektor pertambangan semakin kompleks justru di tengah ekspansi program hilirisasi yang menjadi mandat utama perusahaan yang bergerak di sektor industri pertambangan.</p>
<p>Program hilirisasi membutuhkan energi yang tinggi dan MIND ID terus mengintegrasikan program keberlanjutan terkait agar upaya pengendalian emisi GRK menjadi lebih optimal.</p>
<p>&#8220;Dengan mandat hilirisasi yang diberikan kepada MIND ID, kebutuhan energi operasional kami diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada 2030. Terlebih, emisi ini diproyeksikan bisa meningkat sekitar 2,1 kali lipat apabila tidak dilakukan intervensi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan proyeksi perusahaan, kebutuhan energi Grup MIND ID akan meningkat dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030, yakni lonjakan lebih dari 90%.</p>
<p>Tanpa intervensi, emisi GRK diproyeksikan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e dalam periode yang sama.</p>
<p>Lonjakan ini mencerminkan skala ekspansi yang sedang dijalankan, mulai dari pengembangan tambang di Kalimantan, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, ekspansi fasilitas aluminium, pembangunan smelter, hingga proyek penambangan bawah laut.</p>
<p>Karena itu, MIND ID menempuh sejumlah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan program hilirisasi ini berjalan dengan program lingkungan yang terintegrasi dan berdampak nyata.</p>
<p>Langkah pertama adalah konversi menuju bahan bakar rendah karbon, yang meliputi peningkatan penggunaan biodiesel dari B35 menuju B40, penggantian High Speed Diesel (HSD) menjadi liquefied natural gas (LNG), hingga optimalisasi pemanfaatan listrik dari jaringan PLN.</p>
<p>PT Bukit Asam Tbk telah mengimplementasikan langkah ini melalui penggunaan Bucket Wheel Excavator (BWE) untuk coal handling di Unit Pertambangan Tanjung Enim, menggantikan dump truck berbahan bakar fosil dan berhasil menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun.</p>
<p>PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga melakukan konversi dari HSD ke LNG pada fasilitas baking plant, menghasilkan penurunan emisi sekitar 3.700 ton CO2e sekaligus meningkatkan efisiensi energi operasional.</p>
<p>Di sisi energi terbarukan, MIND ID memperluas pemanfaatan biomassa dan energi surya. PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) telah menerapkan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian batu bara, menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e.</p>
<p>PT Timah Tbk mengoperasikan instalasi PLTS berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) yang mampu mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di kawasan industri.</p>
<p>Sebagai pelengkap strategi reduksi langsung, MIND ID mengembangkan skema offset karbon melalui proyek berbasis alam atau nature-based solutions (NBS), pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC), serta partisipasi dalam perdagangan karbon.</p>
<p>Binahidra menegaskan bahwa upaya dekarbonisasi bukan sekadar kewajiban lingkungan, melainkan juga faktor penentu daya saing produk mineral Indonesia di pasar global.</p>
<p>Investor, lembaga keuangan, dan rantai pasok internasional kini semakin ketat mensyaratkan aspek keberlanjutan sebagai syarat akses pasar.</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen mendukung target Indonesia dalam mencapai Second NDC tahun 2030 serta aspirasi Net Zero Emissions Indonesia. Karena itu seluruh strategi kami harus mengintegrasikan aspek ESG ke dalam operasional perusahaan,&#8221; ujar Binahidra.</p>
<p>Melalui berbagai inisiatif ini, MIND ID transformasi menuju operasional dengan emisi karbon yang lebih terkelola merupakan komitmen nyata untuk memastikan ekspansi hilirisasi menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat lingkungan bagi Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/30/MIND-ID-Targetkan-Pangkas-2-Juta-Ton-Emisi-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/30/MIND-ID-Targetkan-Pangkas-2-Juta-Ton-Emisi-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[MIND ID Targetkan Pangkas 2 Juta Ton Emisi]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-93864/investasi-hilirisasi-mineral-tembus-rp983-triliun-komoditas-grup-mind-id-jadi-magnet-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 06:26:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[hilirisasi mineral]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[MIND ID]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan sumber daya alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-93864/investasi-hilirisasi-mineral-tembus-rp983-triliun-komoditas-grup-mind-id-jadi-magnet-utama</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional.</p>
<p>Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun.</p>
<p>Besarnya investasi tersebut ditopang oleh sejumlah komoditas strategis yang menjadi bagian dari portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit.</p>
<p>Kondisi ini menegaskan posisi holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.</p>
<p>Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan sektor hilirisasi kini berkontribusi semakin besar terhadap investasi nasional.</p>
<p>Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun.</p>
<p>&#8220;Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun,&#8221; kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.</p>
<p>Rosan menjelaskan, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total Rp98,3 triliun investasi mineral, komoditas nikel menyumbang Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen.</p>
<p>Di posisi berikutnya terdapat tembaga dengan investasi Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun.</p>
<p>Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang.</p>
<p>Data tersebut menunjukkan investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global.</p>
<p>Bagi MIND ID, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aset-aset strategis yang dikelola grup berperan besar dalam menarik investasi.</p>
<p>ANTAM menjadi pemain utama pada rantai nilai nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada komoditas tembaga, serta PT Timah pada industri timah nasional.</p>
<p>Investasi besar yang masuk ke sektor mineral juga berdampak langsung pada pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah.</p>
<p>Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa.</p>
<p>Investasi tersebut terutama terkonsentrasi di wilayah penghasil mineral seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menjadi pusat pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik.</p>
<p>Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026.</p>
<p>Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan investasi Rp25,2 triliun atau 5 persen.</p>
<p>Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa.</p>
<p>Secara nasional, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional.</p>
<p>Angka tersebut bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencatat investasi Rp51,9 triliun.</p>
<p>Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis agar nilai tambah ekonomi yang tercipta semakin besar.</p>
<p>&#8220;Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.</p>
<p>Dalam mencapai target tersebut, hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama investasi nasional.</p>
<p>Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit juga menunjukkan bahwa agenda hilirisasi tidak lagi sekadar kebijakan pengolahan bahan mentah, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/18/Komoditas-Grup-MIND-ID-Jadi-Magnet-Utama-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/06/18/Komoditas-Grup-MIND-ID-Jadi-Magnet-Utama-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89622/mind-id-perkuat-keunggulan-kompetitif-industri-melalui-ekosistem-industri-ev-battery-di-karawang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 10:50:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Energi Bersih]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi mineral]]></category>
		<category><![CDATA[industri baterai]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[MIND ID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89622/mind-id-perkuat-keunggulan-kompetitif-industri-melalui-ekosistem-industri-ev-battery-di-karawang</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional.</p>
<p>Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri.</p>
<p>Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, yang dapat diolah menjadi bahan baku utama baterai.</p>
<p>Lewat fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Grup MIND ID memperkuat penguasaan teknologi, integrasi rantai pasok pengolahan sumber daya alam mineral, dan kualitas SDM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.</p>
<p>Adapun, fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Indonesia Battery Corporation (IBC/Anggota Grup MIND ID) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, Lygend (CBL) bernama CBL International Development Pte Ltd (Singapore-CBL).</p>
<p>Fasilitas ini berfokus pada produksi sel baterai dan battery pack untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh per tahun yang akan ditingkatkan hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya.</p>
<p>Ekosistem ini merupakan upaya MIND ID memperkuat rantai pasok baterai, mempercepat transisi energi, dan membuka peluang nilai tambah industri demi membangun peradaban masa depan Indonesia.</p>
<p>Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan terhadap proyek ini untuk memastikan kesiapan industri baterai nasional sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif industri yang khususnya akan mendukung transisi energi nasional.</p>
<p>Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR Putri Zulkifli Hasan menyampaikan transformasi industri yang mendukung energi bersih dan ekonomi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.</p>
<p>&#8220;Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi dari sektor hulu pertambangan hingga hilir industri manufaktur baterai. Hal ini menjadikan keterkaitan antara sektor energi, minerba, dan industri semakin erat dan strategis,&#8221; jelas Putri.</p>
<p>Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyampaikan fasilitas produksi baterai di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal tiga tahun ini.</p>
<p>&#8220;IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Aditya menyampaikan fasilitas produksi baterai ini memproduksi baterai ion lithium dengan komposisi kimia NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate), yang mana kedua tipe ini dibutuhkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional.</p>
<p>Saat ini, pasar baterai LFP di dunia dan Indonesia sudah terbentuk namun untuk pasar baterai NMC masih dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, IBC konsisten mendukung pemerintah untuk terus menstimulasi pengembangan pasar baterai nikel.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun oleh IBC, mobil listrik yang menggunakan baterai jenis NMC di dunia telah mencapai 40%, namun di Indonesia pasar baterai NMC baru berkisar 4%.</p>
<p>Hal itu juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang baru-baru ini dirilis.</p>
<p>Tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit.</p>
<p>&#8220;Kami mendukung pemerintah dan legislatif untuk membuat kebijakan bagi penguatan pasar domestik bagi kendaraan baterai berbasis nikel, guna memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global, sehingga pada akhirnya akan semakin memperkuat keunggulan kompetitif nasional,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/20/MIND-ID-Perkuat-Keunggulan-Kompetitif-Industri-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/20/MIND-ID-Perkuat-Keunggulan-Kompetitif-Industri-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
