<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Gerakan Fermentasi Nusantara &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/gerakan-fermentasi-nusantara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2025 06:43:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Gerakan Fermentasi Nusantara &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Asyiknya Wisata Fermentasi Ke Purwokerto</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-76635/asyiknya-wisata-fermentasi-ke-purwokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 06:43:59 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gerakan Fermentasi Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-76635/asyiknya-wisata-fermentasi-ke-purwokerto</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2025, Gerakan Fermentasi Nusantara mengadakan Tur Fermentasi dengan tujuan Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2025, Gerakan Fermentasi Nusantara mengadakan Tur Fermentasi dengan tujuan Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas.</p>
<p>Budaya fermentasi yang paling terkenal dari Kota Purwokerto adalah tempe mendoan, dengan pusat produksi di Sawangan. Tempe mendoan merupakan tempe yang difermentasi secara khusus, di mana lapisan kacang kedelai difermentasikan lembar demi lembar dengan dibungkus daun pisang, baru kemudian digoreng dengan campuran tepung beras dan tepung sagu serta ditaburi irisan daun bawang.</p>
<p>Sawangan masih hiruk-pikuk, penuh pengunjung ketika rombongan tiba di sana. Tampak rak-rak dengan jajaran bungkusan daun pisang yang berisi tempe mendoan memenuhi satu sisi dinding Eco 21, lokasi yang dikunjungi oleh Tur Fermentasi. Beberapa pelanggan sudah memesan tempe mentahnya, sehingga terlihat nomor-nomor pesanan pada bungkusnya. Wajan-wajan besar siap menggoreng mendoan, dengan pelayan yang sigap menggoreng dan membungkus mendoan matang dalam besek bambu, sebuah kearifan lokal ramah lingkungan. Pelanggan tampak mengantre membeli tempe mendoan, baik mentah maupun matang. Rupanya, tempe di Sawangan masih menjadi primadona</p>
<p>Kemudian, rombongan juga mengunjungi Kabupaten Banyumas. Terletak kira-kira satu jam perjalanan dari Kota Purwokerto, Desa Wlahar menjadi sentra salah satu produk minuman fermentasi tradisional yang bernama ciu. Minuman ini diproduksi turun-temurun selama ratusan tahun dengan proses yang masih otentik. Bahan bakunya adalah ramuan tape singkong, tape ketan, dan air gula aren – semuanya hasil fermentasi tradisional yang kemudian didestilasi dengan peralatan tradisional berupa guci dan pipa bambu sehingga menjadi produk akhir minuman ciu. Penggunaan bahan fermentasi beraroma sedap sebagai bahan dasar menjadikan ciu memiliki rasa dan aroma yang khas, mengingatkan pada minuman kuno seperti tampo yang sudah tercatat ada di Jawa dalam Serat Centhini, sebuah karya sastra dari awal abad ke-19.</p>
<p>Dalam acara santap malam bersama warga di Desa Wlahar, Gerakan Fermentasi Nusantara bersama Punggawa Budaya Nusantara menyampaikan apresiasi kepada Desa Wlahar dan  Deskart Sotyo Jatmiko, S.H., M.I.P., sebagai salah satu pembina budaya di sana. Acara dihadiri juga oleh Narsim/Oho sebagai Kepala Desa Wlahar dan Sugiarto dari Pajatra. Dalam sambutannya, Narsim menjelaskan bahwa peranan budaya sangat penting dalam kehidupan ekonomi desa seraya memberikan harapan agar mendapat dukungan pemerintah untuk regulasi yang lebih akomodatif terhadap produk UMKM. Deskart Jatmiko, dalam kata sambutannya, banyak bercerita mengenai pengalamannya yang mendalam tentang berbagai jalinan budaya di Kabupaten Banyumas sambil terus memberi semangat untuk memajukan budaya.</p>
<p>Setelah acara seremonial selesai, Desa Wlahar menghadirkan sajian khas untuk santap malam: nasi bungkus daun jati dengan kecambah goreng dan tempe yang sedap. Sebagai lauk disajikan juga ayam gecok – hidangan khas yang mirip mangut, tapi menggunakan santan dingin, sehingga menghadirkan sensasi adem yang khas. Gorys Warung dari Jakarta meramaikan suasana dengan membuat cocktail menggunakan ciu, dari aroma jeruk nipis sampai rasa manisan mangga. Suasana guyub dan akrab terus berlanjut sampai larut malam, seiring dengan rasa syukur atas lestarinya kearifan budaya fermentasi di Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto. Harapannya tentu saja agar kegiatan pelestarian budaya ini bisa terus berlanjut di masa depan dan semakin berkembang menjadi produk unggulan Indonesia.</p>
<h3>About Gerakan Fermentasi Nusantara</h3>
<p>Berawal sebagai sebuah gerakan di tahun 2016, Gerakan Fermentasi Nusantara didirikan untuk meningkatkan citra dan cita rasa mahakarya fermentasi lewat sains dan teknologi, serta tentunya membawa uniknya hasil fermentasi nusantara ke dunia lewat strategi komersialisasi Untuk mendukung visinya, di bulan Juli 2021, Gerakan Fermentasi Nusantara mendirikan Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa) dan semakin memperkuat posisinya sebagai Pengayom dan Suporter Industri Fermentasi melalui Koperasi Fermentasi Nusantara yang bertujuan mengadvokasi pemangku kepentingan untuk pemuliaan dan pemajuan Fermentasi Nusantara agar berdaya saing.</p>
<p>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/20/Asyiknya-Wisata-Fermentasi-Ke-Purwokerto.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="800"
				height="475">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Asyiknya Wisata Fermentasi Ke Purwokerto]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/06/20/Asyiknya-Wisata-Fermentasi-Ke-Purwokerto-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Asyiknya Wisata Fermentasi Ke Purwokerto]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-70445/hari-arak-bali-2025-menyingkap-potensi-ekonomi-sebuah-warisan-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2025 06:37:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Gerakan Fermentasi Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-70445/hari-arak-bali-2025-menyingkap-potensi-ekonomi-sebuah-warisan-budaya</guid>

					<description><![CDATA[DENPASAR,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; memperingati Hari Arak Bali yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2025, pemerhati budaya, akademisi dan artisan arak bali berkumpul di Level 21 Mall, Denpasar, Bali dalam sebuah bincang budaya <em>“Talkshow Bali Signature: Arak Bali for The World”.</em>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DENPASAR</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; memperingati Hari Arak Bali yang jatuh pada tanggal 29 Januari 2025, pemerhati budaya, akademisi dan artisan arak bali berkumpul di Level 21 Mall, Denpasar, Bali dalam sebuah bincang budaya <em>“Talkshow Bali Signature: Arak Bali for The World”.</em></p>
<p>Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa), organisasi non-profit berperan aktif dalam mempromosikan, advokasi produk pangan olahan fermentasi Indonesia, bersama Level 21 Mall, Bali dengan bangga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk membuka wawasan masyarakat terhadap potensi minuman arak sebagai industri artisanal berbasis kearifan lokal yang unik untuk pasar dunia.</p>
<p>Hari Arak Bali diresmikan melalui Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-I/HK/2022 sebagai upaya strategis untuk melindungi dan memperkokoh pemberdayaan arak bali sebagai bentuk kearifan lokal (<em>local wisdom</em>). Peringatan Hari Arak Bali diharapkan memicu semangat kebangkitan minuman fermentasi di daerah lain yang turut memiliki keunikan budaya serupa.</p>
<p>Kegiatan diskusi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali nilai budaya dan ekonomi minuman fermentasi asal Bali yang perlu dijaga tradisi dan ritualnya, dikembangan standar dan proses, serta dijaga mata rantainya sehingga dapat dikomersialisasikan dan berdaya saing internasional</p>
<p>Narasumber yang hadir yaitu Luke J. Corbin, seorang peneliti dan penulis dari Australian National University dengan perhatian khusus terhadap sejarah di Asia Tenggara; Ida Bagus Rai Budarsa, pengusaha visioner Arak dan Brem Bali, Dewi Sri dan Edward Speirs, Editor-in-Chief and Culture Advocate majalah Now Bali yang telah lama mengangkat cerita mengenai kekayaan budaya, komunitas pembawa perubahan dan kehidupan sosial di Bali.</p>
<p>Turut membuka acara Gubernur Bali terpilih Wayan Koster, yang menyampaikan bahwa Arak bukan hanya sekedar tradisi namun juga menjadi objek untuk pengembangan wisata berbasis pengalaman (<em>experience tourism</em>) dengan potensi ekonomi yang berdampak pada pendapatan barang dan jasa dan pengembangan industri ekonomi kreatif.</p>
<p>Topik diskusi disampaikan secara menyeluruh mulai dari sejarah fermentasi hingga potensi ekonominya yang berkelanjutan. Para pembicara menekankan aspek kunci dalam pengembangan arak antara lain: Kualitas dan inovasi, branding dan pemasaran dan penghargaan budaya. Dengan pendekatan ini diharapkan arak Bali bisa bersaing secara efektif secara global.</p>
<p>Arak adalah minuman hasil proses fermentasi dan distilasi merupakan budaya nusantara yang diwariskan secara turun temurun yang dihadirkan dalam perayaan-perayaan sebagai bagian dari ritual, obat dan simbol kehidupan sosial Masyarakat.</p>
<p>Saat ini arak diciptakan dari tangan-tangan artisan yang turut berperan sebagai pelindung budaya sehingga layak menjadi barang komoditas ekspor yang bernilai tinggi untuk pasar luar negeri.Tidak hanya di Bali, Arak telah menjadi bagian warisan budaya masyarakat di pulau-pulau lainnya di Indonesia.</p>
<p>Penetapan arak Bali sebagai Warisan budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 414/P/2022. Hari Arak Bali diharapkan dapat menjadi semangat kebangkitan minuman fermentasi di daerah lain.</p>
<p>Keistimewaan Arak Bali merupakan hasil dari fermentasi dan distilasi dari hasil pertanian dan bahan tradisional tanpa campuran alkohol teknis.Prosesnya yang menjadi bagian adat yang turun menurun memberikan perhatian khusus Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatur tata kelola produksi dan kelestariannya melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.</p>
<p>Bambang Britono Ketua Koperasi Gerakan Fermentasi Nusantara mengatakan, “Kami akan terus mengedukasi masyarakat bahwa fermentasi adalah bagian dari identitas bangsa Indonesia. Peringatan Hari Arak Bali ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan literasi mengenai warisan budaya yang keberadaannya sering diabaikan.” Fermenusa hadir sebagai pengayom dan pendukung industri fermentasi untuk memuliakan dan memajukan Fermentasi agar berdaya saing.</p>
<p>Kegiatan diskusi ini ditutup dengan kesepakatan bahwa literasi yang berkelanjutan dan kolaborasi yang solid antara pelaku industri, pemerintah, media dan akademisi dibutuhkan bukan hanya untuk menjaga kelestariannya tapi juga membuka potensinya sebagai minuman fermentasi sebagai budaya Indonesia yang bernilai tinggi di mata dunia, menjadi sebuah <em>nation branding</em> seperti halnya Sake dari Jepang, Soju dari Korea dan Ceylon Arrack Sri Lanka.</p>
<h3><strong>About Gerakan Fermentasi Nusantara</strong></h3>
<p>Berawal sebagai sebuah gerakan di tahun 2016, Gerakan Fermentasi Nusantara didirikan untuk meningkatkan citra dan cita rasa mahakarya fermentasi lewat sains dan teknologi, serta tentunya membawa uniknya hasil fermentasi nusantara ke dunia lewat strategi komersialisasi Untuk mendukung visinya, dibulan Juli 2021, Gerakan Fermentasi Nusantara mendirikan Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa) dan semakin memperkuat posisinya sebagai Pengayom dan Suporter Industri Fermentasi melalui Koperasi Fermentasi Nusantara yang bertujuan mengadvokasi pemangku kepentingan untuk pemuliaan dan pemajuan Fermentasi Nusantara agar berdaya saing.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/04/Hari-Arak-Bali-2025-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/04/Hari-Arak-Bali-2025-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Hari Arak Bali 2025, Menyingkap Potensi Ekonomi Sebuah Warisan Budaya]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
