<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Geopolitik &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/geopolitik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jan 2026 16:49:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Geopolitik &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Harga Emas Berupaya Pulih Jelang Risalah FOMC</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-85057/harga-emas-berupaya-pulih-jelang-risalah-fomc</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 16:49:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[analisis pasar]]></category>
		<category><![CDATA[emasan]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[pasar keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-85057/harga-emas-berupaya-pulih-jelang-risalah-fomc</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (30/12), emas spot (XAU/USD) tercatat bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan di atas level USD 4.350 pada awal sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah harga emas sebelumnya merosot sekitar 4,5%, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Oktober lalu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Selasa (30/12), emas spot (XAU/USD) tercatat bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan di atas level USD 4.350 pada awal sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah harga emas sebelumnya merosot sekitar 4,5%, yang menjadi penurunan harian terdalam sejak Oktober lalu.</p>
<p>Tekanan jual tersebut muncul setelah Chicago Mercantile Exchange (CME) Group mengumumkan kenaikan persyaratan margin pada kontrak berjangka emas dan perak. Kebijakan ini mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung sekaligus penyesuaian posisi investasi. Kondisi likuiditas pasar yang menurun menjelang libur Tahun Baru turut memperbesar dampak koreksi harga emas.</p>
<p>Memasuki perdagangan hari Rabu (31/12), harga emas masih berada di bawah tekanan. XAU/USD tercatat melemah lebih dari 4% dari level tertinggi sepanjang masa di sekitar USD 4.555, mencatatkan kinerja terburuk dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, harga mulai berupaya bangkit dengan bertahan di atas area USD 4.300, seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah memburuknya sentimen risiko global.</p>
<p>Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai bahwa secara teknikal pergerakan emas saat ini mengindikasikan melemahnya tren naik. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa momentum bullish XAU/USD mulai berkurang. Situasi ini membuka peluang terjadinya fase konsolidasi, bahkan koreksi lanjutan dalam jangka pendek.</p>
<p>Andy Nugraha menjelaskan bahwa pada perdagangan hari ini, peluang penguatan emas masih ada, namun cenderung terbatas. Apabila tekanan beli kembali mendominasi pasar, XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD 4.403. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali tertekan, maka potensi pelemahan terdekat diperkirakan mengarah ke area support di kisaran USD 4.308.</p>
<p>Dari sisi fundamental, dinamika geopolitik global masih menjadi faktor yang menopang pergerakan harga emas. Rusia pada awal pekan ini menyatakan akan mengevaluasi kembali sikapnya terkait pembicaraan damai dengan Ukraina, menyusul tuduhan serangan pesawat tak berawak terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin. Meski klaim tersebut dibantah oleh pihak Ukraina, ketegangan ini tetap meningkatkan kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik.</p>
<p>Di kawasan Asia, situasi geopolitik juga memanas setelah Tiongkok memperpanjang latihan militernya di sekitar Taiwan untuk hari kedua berturut-turut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan peringatan terkait kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran jika negara tersebut melanjutkan program senjata nuklirnya. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.</p>
<p>Fokus pelaku pasar kini beralih ke agenda ekonomi utama, yakni rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dari Federal Reserve AS. Dokumen ini diperkirakan akan memberikan sinyal tambahan terkait arah kebijakan suku bunga ke depan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas. Meski volatilitas jangka pendek masih tinggi dan volume perdagangan diprediksi tetap tipis, Andy Nugraha menilai risiko penurunan emas relatif terbatas. Prospek penurunan suku bunga The Fed pada 2026, serta ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut, dinilai masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas dalam jangka menengah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/Harga-Emas-Berupaya-Pulih.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1079"
				height="735">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Harga Emas Berupaya Pulih]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/07/Harga-Emas-Berupaya-Pulih-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Harga Emas Berupaya Pulih]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Harga Minyak WTI Naik Tipis, Didukung Ketegangan Geopolitik dan Permintaan Tiongkok</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-67104/harga-minyak-wti-naik-tipis-didukung-ketegangan-geopolitik-dan-permintaan-tiongkok</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Nov 2024 13:20:10 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Dupoin Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Naik]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Dupoin Futures Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[West Texas Intermediate]]></category>
		<category><![CDATA[WTI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-67104/harga-minyak-wti-naik-tipis-didukung-ketegangan-geopolitik-dan-permintaan-tiongkok</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 14 sen, atau 0,2%, menjadi $69,53 per barel pada perdagangan hari Rabu (20/11). Peningkatan ini didorong oleh sejumlah faktor global, seperti meningkatnya ketegangan dalam perang Rusia-Ukraina dan tanda-tanda peningkatan impor minyak mentah oleh Tiongkok.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 14 sen, atau 0,2%, menjadi $69,53 per barel pada perdagangan hari Rabu (20/11). Peningkatan ini didorong oleh sejumlah faktor global, seperti meningkatnya ketegangan dalam perang Rusia-Ukraina dan tanda-tanda peningkatan impor minyak mentah oleh Tiongkok.</p>
<p>Namun, kenaikan harga tetap dibatasi oleh laporan lonjakan stok minyak mentah AS yang mencapai 4,75 juta barel dalam pekan yang berakhir 15 November, menurut data dari American Petroleum Institute (API).</p>
<p>Andy Nugraha, analis Dupoin Indonesia, memproyeksikan secara teknikal bahwa, indikator teknikal menunjukkan potensi terbentuknya kembali tren bullish pada WTI. Berdasarkan kombinasi Moving Average, harga minyak berpeluang naik hingga $70,5 per barel sebagai target utama. Namun, jika harga gagal melanjutkan kenaikan dan mengalami pembalikan arah (reversal), level $66,5 menjadi target penurunan terdekat.</p>
<p>Situasi geopolitik terus memengaruhi pasar minyak global. Perang Rusia-Ukraina kembali memanas setelah Ukraina menggunakan rudal ATACMS buatan AS untuk menyerang wilayah Rusia, yang disebut Moskow sebagai serangan besar pertama. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan memperingatkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut, termasuk serangan nuklir. Ketegangan ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak, mendukung sentimen bullish di pasar.</p>
<p>Selain itu, data terbaru dari pelacak kapal Kpler menunjukkan bahwa impor minyak mentah Tiongkok berada di jalur untuk mencapai atau mendekati rekor tertinggi pada November ini. Setelah periode impor yang lemah sepanjang tahun, peningkatan permintaan dari importir terbesar dunia ini menjadi katalis penting yang menopang harga minyak. Brent, patokan harga minyak global, sebelumnya sempat merosot 20% dari level puncaknya di bulan April sebesar $92 per barel akibat melemahnya impor Tiongkok.</p>
<p>Namun, kenaikan harga minyak WTI juga dibatasi oleh kondisi di AS. Meskipun stok minyak mentah naik, persediaan bensin dan minyak sulingan justru menurun, masing-masing sebesar 2,48 juta barel dan 688.000 barel, menurut laporan API.  Data resmi stok minyak AS yang akan dirilis pemerintah pada hari ini juga menjadi perhatian utama untuk menentukan arah harga selanjutnya.</p>
<p>Secara keseluruhan, pasar minyak tengah menghadapi tekanan dari sisi fundamental dan geopolitik. Lonjakan stok minyak AS dan penurunan permintaan sebelumnya menjadi tantangan, namun ketegangan geopolitik dan lonjakan impor Tiongkok memberikan harapan akan stabilnya harga minyak di level yang lebih tinggi. Dengan tren bullish yang mulai terlihat pada grafik teknikal, WTI diharapkan mampu mempertahankan momentum positifnya dalam beberapa waktu mendatang.</p>
<p><strong>Tentang Dupoin Indonesia (PT. Dupoin Futures Indonesia)</strong></p>
<p>Dupoin adalah perusahaan pialang di bidang perdagangan Forex, Metal, Futures, dan Stocks. Dupoin merupakan pialang berjangka yang telah mengantongi izin usaha resmi dari BAPPEBTI Nomor. 423/BAPPEBTI/SI/VII/2004. Dupoin juga anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor. SPAB-064/BBJ/04/04 dan terdaftar sebagai member aktif dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesian Derivatives Clearing House (IDCH) Nomor. 26/AK-KBI/IX/2004, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia dengan Nomor: 0013/ASPEBTINDO/ANG-B/05/2024.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/11/25/Ilustrasi-Harga-Minyak-WTI-Dupoin-Indonesia-PT.-Dupoin-Futures-Indonesia.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Harga Minyak WTI Dupoin Indonesia (PT Dupoin Futures Indonesia)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/11/25/Ilustrasi-Harga-Minyak-WTI-Dupoin-Indonesia-PT.-Dupoin-Futures-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Harga Minyak WTI, Dupoin Indonesia (PT. Dupoin Futures Indonesia)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
