<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos FLOQ &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/floq/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Sep 2026 07:33:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos FLOQ &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100158/menkeu-baru-dilantik-bagaimana-arah-kebijakan-kripto-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 07:33:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100158/menkeu-baru-dilantik-bagaimana-arah-kebijakan-kripto-di-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian industri aset kripto Indonesia, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan perpajakan di sektor aset digital. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian industri aset kripto Indonesia, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan perpajakan di sektor aset digital. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.</p>
<p>Meski pengaturan dan pengawasan aset kripto berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan tetap memiliki peran dalam menentukan kebijakan fiskal dan perpajakan sektor tersebut.</p>
<p>Saat ini, ketentuan perpajakan aset kripto mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025. Regulasi tersebut menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan aset kripto, namun tetap mengenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen atas transaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dalam negeri.</p>
<p>Dari rekam jejak publiknya, Suahasil belum secara spesifik menyatakan sikap mendukung atau menolak aset kripto sebagai instrumen investasi. Pandangannya selama ini lebih banyak berkaitan dengan perkembangan fintech, transformasi keuangan digital, serta pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas sistem keuangan.</p>
<p>Suahasil juga pernah terlibat dalam riset akademik mengenai central bank digital currency (CBDC) pada 2022. Namun, pembahasan mengenai CBDC tersebut tidak secara langsung menunjukkan sikap terhadap aset kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin.</p>
<h3><strong>Industri Soroti Daya Saing Pasar Kripto Indonesia</strong></h3>
<p>Selain arah kebijakan fiskal, struktur perpajakan juga menjadi perhatian pelaku industri aset kripto. Pajak transaksi dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya saing platform domestik, terutama ketika industri Indonesia berhadapan dengan pasar global.</p>
<p><strong>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,</strong> mengatakan pelaku industri terus mencermati perkembangan kebijakan perpajakan aset kripto di Indonesia. Menurutnya, dialog antara industri dan regulator menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem aset digital yang dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p>“Kami melihat pentingnya dialog yang konstruktif antara industri dan regulator untuk terus menyempurnakan ekosistem aset digital di Indonesia, termasuk dari sisi kebijakan perpajakan,” ujar Yudho.</p>
<p>Ia menilai kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal, kepatuhan, dan pertumbuhan industri akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem aset digital Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, penyesuaian kebijakan tetap menjadi bagian dari pembahasan untuk menciptakan kondisi industri yang lebih sehat. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pelaku industri tetap perlu menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p>Yudho juga menilai tantangan Indonesia untuk berkembang sebagai pusat industri kripto global tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengguna maupun nilai transaksi domestik. “Menjadi pasar besar berbeda dengan menjadi pusat kripto global,” ujarnya.</p>
<p>Pandangan dia, Indonesia perlu membangun produk dan ekosistem yang kompetitif agar mampu menarik likuiditas serta pelaku industri dari pasar global.</p>
<p>Dengan fondasi regulasi aset digital yang semakin terbentuk, tahap berikutnya dinilai akan berkaitan dengan bagaimana Indonesia meningkatkan daya saing ekosistem domestik sekaligus menciptakan ruang bagi inovasi dan partisipasi pelaku global.</p>
<h3><strong>Potensi Pajak Kripto Global Capai US$457 Miliar</strong></h3>
<p>Perhatian terhadap perpajakan aset kripto juga muncul di tengah besarnya potensi penerimaan pajak dari aktivitas aset digital secara global.</p>
<p>Laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis yang dirilis pada 26 Agustus 2026 mencatat aktivitas kripto on-chain global yang berpotensi dikenakan pajak mencapai sedikitnya US$457 miliar sepanjang 2025.</p>
<p>Aktivitas tersebut mencakup capital gain dari central exchange maupun terdesentralisasi, pendapatan dari staking dan mining, serta aktivitas pinjaman dan pembayaran berbasis aset kripto.</p>
<p>Amerika Serikat tercatat memiliki potensi terbesar dengan nilai US$112,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati Jerman, China, Inggris, dan India. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan potensi aktivitas kena pajak mencapai sekitar US$10,1 miliar. Angka tersebut terdiri dari sekitar US$3,6 miliar capital gain, US$2,6 miliar pendapatan dari imbal hasil, dan US$3,9 miliar dari aktivitas pembayaran.</p>
<p>Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh sistem pengawasan pajak transaksi aset, seperti Bitcoin yang ada. Chainalysis memperkirakan kerangka pelaporan pajak internasional OECD, Crypto-Asset Reporting Framework (CARF), baru mencakup sekitar 14 persen aktivitas transaksi kena pajak di jaringan blockchain.</p>
<p>Sejumlah aktivitas seperti <i>decentralized finance</i> (DeFi), transaksi <i>peer-to-peer</i>, dan aktivitas melalui <i>self-custody wallet</i> juga menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas pajak karena tidak seluruhnya dapat dipantau melalui mekanisme pelaporan konvensional.</p>
<p>Pergantian Menteri Keuangan dan besarnya aktivitas ekonomi aset kripto yang berpotensi menjadi sumber penerimaan negara, arah kebijakan fiskal sektor aset digital diperkirakan masih akan menjadi perhatian industri.</p>
<p>Di tengah perkembangan tersebut, Yudho melihat Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di industri aset digital global, selama pengembangan ekosistem berjalan seiring dengan kepastian regulasi.</p>
<p>“Indonesia memiliki pasar dan potensi yang besar. Tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kompetitif secara global, dengan tetap mengedepankan kepatuhan dan perlindungan konsumen,” pungkas CEO FLOQ.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong></p>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/16/Menkeu-Baru-Dilantik-Bagaimana-Arah-Kebijakan-Kripto-di-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Menkeu Baru Dilantik Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/16/Menkeu-Baru-Dilantik-Bagaimana-Arah-Kebijakan-Kripto-di-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Menkeu Baru Dilantik Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Hadapi Tekanan Baru, Mampukah Kembali ke US$80 Ribu?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100115/bitcoin-hadapi-tekanan-baru-mampukah-kembali-ke-us80-ribu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 07:28:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100115/bitcoin-hadapi-tekanan-baru-mampukah-kembali-ke-us80-ribu</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$77.000 setelah sempat menembus US$80.000 pada pekan sebelumnya. Koreksi terjadi ketika pasar menghadapi tekanan makro yang meningkat menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16 September.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$77.000 setelah sempat menembus US$80.000 pada pekan sebelumnya. Koreksi terjadi ketika pasar menghadapi tekanan makro yang meningkat menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16 September.</p>
<p>Di tengah pelemahan tersebut, Bitcoin baru saja membentuk golden cross pada 8 September, ketika rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke atas rata-rata 200 hari. Pola ini secara historis sering dipandang sebagai sinyal momentum positif dalam jangka menengah, meski tidak menjamin harga akan langsung melanjutkan kenaikan.</p>
<p>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi pasar saat ini menunjukkan tarik-menarik yang cukup kuat antara sinyal teknikal positif dan tekanan makro global.</p>
<p>“Golden cross menunjukkan struktur teknikal Bitcoin mulai membaik, tetapi pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Karena itu, sinyal teknikal ini tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga setelah keputusan The Fed,” ujar Yudho.</p>
<h3>Faktor Penekan BItcoin</h3>
<p>Tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data tersebut kembali memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.</p>
<p>Ekspektasi kenaikan suku bunga juga mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Dalam laporan Market Outlook FLOQ, probabilitas kenaikan suku bunga pada FOMC September berada di kisaran 56–59%, berbalik naik setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar 31,6% pada akhir Agustus.</p>
<p>Menurut Yudho, perubahan ekspektasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin belum mampu mempertahankan momentum kenaikannya meski secara teknikal menunjukkan sinyal yang lebih positif.</p>
<p>“Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Ketika pasar mulai memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi atau bahkan naik, investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Namun, selama permintaan spot masih bertahan, tekanan seperti ini juga bisa menjadi fase konsolidasi sebelum pasar menemukan arah baru,” jelasnya.</p>
<h3>Permintaan Institusi</h3>
<p>Di sisi lain, permintaan institusional masih memberikan sinyal konstruktif. ETF Bitcoin dan Ethereum di AS mencatat inflow gabungan sekitar US$3,8 miliar dalam tiga pekan berturut-turut hingga awal September. Pada pekan yang berakhir 4 September saja, spot Bitcoin ETF membukukan inflow sekitar US$986,7 juta, dengan BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar.</p>
<p>Arus dana tersebut menjadi faktor penting karena menunjukkan bahwa minat investor institusional masih bertahan di tengah ketidakpastian makro. Namun, FLOQ menilai tren inflow masih perlu berlanjut untuk memberikan konfirmasi bahwa pasar benar-benar memasuki fase akumulasi yang lebih kuat.</p>
<p>“Kalau inflow ETF tetap bertahan ketika harga Bitcoin bergerak sideways atau bahkan terkoreksi, itu akan menjadi sinyal yang lebih kuat bahwa investor institusional tidak hanya mengejar momentum, tetapi mulai melakukan alokasi dengan horizon yang lebih panjang,” kata Yudho.</p>
<p>Pasar kini akan fokus pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Selain keputusan suku bunga, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi serta arah kebijakan Federal Reserve untuk beberapa bulan berikutnya.</p>
<p>Bagi Bitcoin, hasil FOMC berpotensi menjadi katalis penting untuk menentukan apakah momentum golden cross dapat berlanjut atau justru tertahan lebih lama. Sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi menjaga tekanan terhadap aset berisiko, sedangkan nada yang lebih moderat dapat membuka ruang bagi pemulihan.</p>
<p>Menurut Yudho, kemampuan Bitcoin untuk kembali merebut area US$79.000–US$80.000 akan menjadi salah satu indikator awal pemulihan. Jika momentum semakin kuat, area di atas US$80.000 dapat kembali diuji. Sebaliknya, tekanan makro yang meningkat dapat membuat Bitcoin tetap berada dalam fase konsolidasi.</p>
<p>“Beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting. Bitcoin sudah memiliki sinyal teknikal positif dari golden cross, tetapi konfirmasi sesungguhnya akan terlihat setelah pasar mengetahui arah kebijakan The Fed. Jika Bitcoin mampu bertahan dan permintaan institusional tetap kuat, peluang pemulihan jangka menengah masih terbuka,” tutupnya.</p>
<p>Prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Golden cross menjadi sinyal positif dari sisi teknikal, tetapi arah suku bunga, likuiditas global, serta keberlanjutan arus dana institusional akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan Bitcoin selanjutnya.</p>
<h3>Tentang FLOQ</h3>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/15/Bitcoin-Hadapi-Tekanan-Baru-Mampukah-Kembali-ke-US-80-Ribu-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Hadapi Tekanan Baru Mampukah Kembali ke US 80 Ribu]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/15/Bitcoin-Hadapi-Tekanan-Baru-Mampukah-Kembali-ke-US-80-Ribu-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Hadapi Tekanan Baru Mampukah Kembali ke US 80 Ribu]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100087/bitcoin-tertekan-jelang-keputusan-the-fed-harga-btc-bertahan-di-bawah-us80-000</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 06:24:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100087/bitcoin-tertekan-jelang-keputusan-the-fed-harga-btc-bertahan-di-bawah-us80-000</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%.</p>
<p>Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.</p>
<p>Pergerakan Bitcoin saat ini juga menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan pasar saham AS, khususnya saham berkapitalisasi kecil yang tercermin dalam indeks Russell 2000. Korelasi Bitcoin dengan indeks tersebut berada di sekitar 83%, menunjukkan bahwa pergerakan BTC semakin sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risk-off di pasar global.</p>
<p>Selain tekanan dari faktor makroekonomi, penurunan Bitcoin turut diperkuat oleh aksi likuidasi posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, nilai posisi kripto yang dilikuidasi mencapai lebih dari US$378 juta, dengan posisi long menjadi bagian terbesar dari likuidasi tersebut.</p>
<p>Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual tambahan. Ketika harga Bitcoin turun, posisi leverage yang tidak lagi memenuhi persyaratan margin terpaksa ditutup. Penutupan posisi ini kemudian meningkatkan tekanan jual dan dapat mempercepat penurunan harga.</p>
<h2>Pasar Menanti Data Inflasi AS</h2>
<p>Perhatian investor saat ini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.</p>
<p>Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan instrumen berpendapatan tetap, sementara aset seperti Bitcoin dan saham cenderung menghadapi tekanan ketika investor mengurangi eksposur terhadap risiko.</p>
<p>Pasar saat ini memperkirakan terdapat peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 16 September.</p>
<p>Namun, ekspektasi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi terbaru, terutama apabila angka inflasi AS menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan.</p>
<p>Bagi pasar kripto, kondisi ini membuat data CPI menjadi katalis penting dalam menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.</p>
<p>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan volatilitas Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks kondisi pasar global, terutama perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.</p>
<p>“Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global. Ketika ekspektasi suku bunga berubah, investor akan menyesuaikan kembali tingkat risiko dalam portofolionya, dan Bitcoin ikut merespons perubahan tersebut,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Yudho, tekanan harga dalam jangka pendek tidak serta-merta menunjukkan perubahan fundamental jangka panjang terhadap pasar kripto. Investor perlu membedakan antara volatilitas yang dipicu faktor makro dan perubahan struktur pasar yang lebih mendasar.</p>
<p>“Bagi investor, yang penting bukan hanya melihat penurunan harga harian, tetapi memahami apa yang menjadi pemicunya. Data inflasi, kebijakan The Fed, arus likuiditas, hingga tingkat leverage di pasar menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan,” katanya.</p>
<h2>Level US$78.000 Jadi Area Penting Bitcoin</h2>
<p>Dari sisi teknikal, level US$78.000 menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek.</p>
<p>Apabila BTC mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan harga berpotensi memasuki fase konsolidasi pada kisaran US$78.000 hingga US$79.200. Kondisi ini dapat mencerminkan upaya pasar untuk mencari keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir.</p>
<p>Sebaliknya, apabila Bitcoin menembus ke bawah US$78.000, risiko koreksi lebih lanjut akan meningkat. Area US$76.300 hingga US$77.000 menjadi zona yang perlu diperhatikan sebagai potensi target berikutnya.</p>
<p>Level US$76.230 juga menjadi salah satu titik terendah yang terbentuk sebelumnya dan dapat berfungsi sebagai area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual berlanjut.</p>
<p>Di sisi atas, Bitcoin perlu kembali menembus US$79.200 untuk menunjukkan adanya pemulihan momentum. Penutupan candle empat jam di atas level tersebut berpotensi membuka ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area US$80.000 hingga US$80.500.</p>
<p>Sementara itu, struktur pemulihan Bitcoin secara lebih luas masih belum sepenuhnya rusak. Harga BTC masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar US$70.242 berdasarkan data teknikal yang tersedia.</p>
<h2>Leverage Tinggi Perbesar Tekanan Jual</h2>
<p>Selain faktor The Fed, tingginya penggunaan leverage menjadi salah satu alasan mengapa penurunan Bitcoin dapat berlangsung lebih cepat.</p>
<p>Penurunan harga yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran makro dapat memicu likuidasi posisi long. Ketika posisi tersebut ditutup secara otomatis, tekanan jual semakin besar dan dapat mendorong harga turun lebih jauh.</p>
<p>Dengan lebih dari US$378 juta posisi kripto yang dilikuidasi dalam 24 jam, pasar menunjukkan bahwa sebagian pelaku masih menggunakan tingkat leverage yang cukup tinggi.</p>
<p>Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek. Sedikit penurunan dapat memicu likuidasi tambahan, sementara pemulihan harga juga dapat berlangsung cepat ketika tekanan leverage mulai mereda.</p>
<p>Yudho menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bagi investor untuk mempertimbangkan risiko volatilitas ketika mengambil keputusan di pasar aset digital.</p>
<p>“Ketika leverage meningkat, pergerakan pasar bisa menjadi jauh lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah. Karena itu, pengelolaan risiko menjadi semakin penting, terutama ketika pasar sedang menghadapi katalis besar seperti data CPI dan keputusan suku bunga,” ujar Yudho.</p>
<h2>Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Pasar Altcoin</h2>
<p>Tekanan terhadap Bitcoin terjadi bersamaan dengan kondisi pasar altcoin yang relatif lebih rapuh. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, sementara Bitcoin masih mempertahankan posisinya di sekitar level US$78.000.</p>
<p>Sebelumnya, Bitcoin juga bergerak dalam rentang yang relatif sempit di bawah US$83.000 selama hampir dua pekan. Pola tersebut menunjukkan pasar masih menunggu katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah berikutnya.</p>
<p>Dalam beberapa periode sebelumnya, fase konsolidasi serupa sempat diikuti oleh pergerakan harga yang lebih besar setelah Bitcoin berhasil menembus batas atas atau bawah rentang perdagangan.</p>
<p>Di sisi sentimen, indeks Fear and Greed masih berada di area Greed dengan skor sekitar 69. Artinya, meskipun Bitcoin mengalami tekanan dan bergerak sideways, kepercayaan investor terhadap pasar kripto belum sepenuhnya menghilang.</p>
<p>Investor kini menghadapi dua skenario utama. Jika Bitcoin mampu mempertahankan US$78.000 dan tekanan jual mereda setelah rilis CPI, BTC berpotensi kembali bergerak menuju US$79.200 dan selanjutnya menguji US$80.000.</p>
<p>Namun, apabila data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dapat berlanjut. Penembusan US$78.000 berpotensi membawa harga menguji US$76.300 hingga US$77.000.</p>
<p>Untuk jangka pendek, menurut data FLOQ, pasar Bitcoin masih berada dalam fase menunggu katalis. Data CPI AS pada 11 September dan keputusan The Fed pada 16 September menjadi dua agenda utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan BTC berikutnya.</p>
<p>“Pasar sedang berada pada fase yang sangat sensitif terhadap data ekonomi. Investor sebaiknya tetap disiplin dalam mengelola risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” tutup Yudho.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/12/Ilustrasi-pergerakan-BItcoin-BTC-di-aplikasi-FLOQ-3-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi pergerakan BItcoin (BTC) di aplikasi FLOQ (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/12/Ilustrasi-pergerakan-BItcoin-BTC-di-aplikasi-FLOQ-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi pergerakan BItcoin (BTC) di aplikasi FLOQ]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100072/floq-buka-peluang-pengguna-dapat-tiket-konser-kanye-west-di-jakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 04:23:31 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100072/floq-buka-peluang-pengguna-dapat-tiket-konser-kanye-west-di-jakarta</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Penantian penggemar Kanye West di Indonesia akan segera berakhir. Musisi yang kini dikenal dengan nama YE tersebut dijadwalkan tampil untuk pertama kalinya di Indonesia dalam konser YE Live in Jakarta 2026 pada 24 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Penantian penggemar Kanye West di Indonesia akan segera berakhir. Musisi yang kini dikenal dengan nama YE tersebut dijadwalkan tampil untuk pertama kalinya di Indonesia dalam konser YE Live in Jakarta 2026 pada 24 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.</p>
<p data-start="606" data-end="1023">Konser ini dipromotori oleh Raw Vision Collective (RVC), kolektif kreatif yang sebelumnya telah menghadirkan sejumlah pertunjukan musik internasional di Jakarta. RVC memastikan visi kreatif yang menjadi ciri khas pertunjukan YE turut hadir di Jakarta, dengan musik, visual, tata panggung, fashion, lighting, hingga storytelling menjadi satu pengalaman artistik yang utuh, termasuk melalui konsep panggung Globe Stage.</p>
<p data-start="1025" data-end="1229">Menjelang konser tersebut, FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi OJK, berkolaborasi dengan Raw Vision Collective untuk menghadirkan sejumlah pengalaman dan kesempatan khusus bagi komunitasnya.</p>
<p data-start="1231" data-end="1493">Kolaborasi ini menjadi menarik karena YE bukan hanya dikenal sebagai salah satu nama besar di industri musik dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, namanya juga sempat bersinggungan dengan perkembangan aset digital melalui ekosistem yang menggunakan identitas YE.</p>
<p data-start="1495" data-end="1657">Bagi FLOQ, persinggungan antara musik, budaya populer, dan aset digital tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan komunitas.</p>
<p data-start="1659" data-end="1848">Melalui program &#8220;Modal Beda, Peluang Tetap Ada&#8221;, pengguna FLOQ berkesempatan mengikuti undian untuk mendapatkan tiket konser YE. Program berlangsung mulai 9 September hingga 8 Oktober 2026.</p>
<p data-start="1850" data-end="2120">Kesempatan tersebut terbuka dalam beberapa kategori. Pengguna dapat mulai mengikuti undian untuk tiket Festival setelah melakukan transaksi dengan nilai akumulasi minimal Rp100.000. Sementara kategori CAT 2 dapat diikuti mulai Rp1 juta dan Premium CAT 1 mulai Rp50 juta.</p>
<p data-start="2122" data-end="2322">Selain tiket konser, pengguna juga mendapatkan kesempatan mengikuti undian untuk memperoleh akses ke acara eksklusif After Party dengan melakukan kombinasi trading menggunakan aset Ripple USD (RLUSD).</p>
<p data-start="2324" data-end="2653">Secara keseluruhan, terdapat 40 tiket konser yang disiapkan untuk pengguna FLOQ. Tiket tersebut diberikan melalui undian sehingga memenuhi batas transaksi tidak otomatis berarti pengguna mendapatkan tiket. Setiap pengguna hanya dapat mengikuti satu kategori sesuai kategori tertinggi yang berhasil dicapai selama periode program.</p>
<h2 data-start="2655" data-end="2699">FLOQ dan RVC Satukan Musik dan Dunia Digital</h2>
<p data-start="2795" data-end="2880">Kolaborasi antara FLOQ dan RVC hadir di tengah semakin dekatnya konser YE di Jakarta.</p>
<p data-start="2882" data-end="3082">Bagi RVC, konser ini tidak hanya menjadi kesempatan membawa salah satu nama terbesar dalam musik dunia ke Indonesia, tetapi juga menghadirkan pengalaman pertunjukan dengan skala produksi yang berbeda.</p>
<p data-start="3084" data-end="3322">Sebelumnya, RVC menyebut konsep pertunjukan YE di Jakarta akan mempertahankan elemen utama dari produksi konsernya, termasuk panggung Globe Stage 360 derajat. Konsep tersebut memungkinkan penonton menikmati pertunjukan dari berbagai sisi.</p>
<p data-start="3324" data-end="3767">&#8220;Kami melihat kolaborasi dengan FLOQ sebagai kesempatan untuk mempertemukan komunitas digital dengan salah satu momentum konser terbesar di tahun ini. YE Live in Jakarta bukan hanya menjadi momen perdana YE tampil di Indonesia, tetapi juga menjadi satu-satunya pertunjukan YE di Asia Tenggara. Karena itu, kami senang dapat mengajak pengguna FLOQ untuk menjadi bagian dari pengalaman spesial ini,&#8221; kata Micha Ananda, CEO Raw Vision Collective.</p>
<p data-start="3769" data-end="4279">&#8220;YE akan membawa konsep dan produksi konser kelas dunia ke Jakarta, termasuk Globe Stage 360 derajat yang ikonik, yang memungkinkan penonton menikmati pertunjukan dari berbagai sisi. Dengan energi dan atmosfer yang hanya bisa dirasakan ketika hadir secara langsung, kami percaya ini akan menjadi pengalaman once-in-a-lifetime bagi para penonton. Jadi, bagi pengguna FLOQ yang mendapatkan kesempatan untuk hadir, jangan sampai melewatkan momen ini untuk menyaksikan YE secara langsung di Jakarta,&#8221; tambah Micha.</p>
<p data-start="4281" data-end="4444">Dari sisi FLOQ, kolaborasi dengan RVC dinilai menjadi kesempatan untuk membawa dunia aset digital lebih dekat dengan pengalaman yang sudah akrab dengan masyarakat.</p>
<p data-start="4446" data-end="4599">CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini berangkat dari perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi dan budaya populer.</p>
<p data-start="4601" data-end="4895">&#8220;Kami melihat ada irisan yang menarik antara crypto, musik, dan budaya digital. Hari ini, orang tidak lagi memisahkan teknologi dari pengalaman sehari-hari. Karena itu, kolaborasi dengan RVC untuk menghadirkan pengalaman di sekitar konser YE menjadi sesuatu yang relevan bagi kami,&#8221; ujar Yudho.</p>
<p data-start="4897" data-end="5052">Menurut Yudho, FLOQ ingin memperluas cara masyarakat mengenal dunia aset digital tanpa selalu menempatkannya dalam konteks transaksi atau pergerakan harga.</p>
<p data-start="5054" data-end="5347">&#8220;Kami ingin kripto hadir dalam pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat. Musik dan budaya populer punya kemampuan untuk mempertemukan banyak orang, dan kami melihat momentum YE di Jakarta sebagai salah satu kesempatan untuk membawa komunitas kripto masuk ke pengalaman tersebut,&#8221; katanya.</p>
<h2 data-start="5349" data-end="5386">Ada Benefit Tiket untuk Pengguna FLOQ</h2>
<p data-start="5438" data-end="5738">Selain kesempatan mendapatkan tiket melalui undian, FLOQ juga menghadirkan FLOQ Reward bagi pengguna yang ingin membeli tiket konser YE. Melalui program tersebut, pengguna berkesempatan memperoleh benefit sebesar 20 persen dari harga tiket resmi melalui jalur pembelian yang ditentukan FLOQ di Loket.</p>
<p data-start="5740" data-end="5943">Program ini memiliki kuota terbatas yang dibagi ke lima kategori tiket, yaitu CAT 1, CAT 2, CAT 3, Festival, serta Superfan Festival. Ketentuan penggunaan dan batas benefit mengikuti aturan yang berlaku.</p>
<p data-start="5945" data-end="6088">Yudho mengatakan program tersebut dirancang agar pengguna dengan tingkat aktivitas yang berbeda tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi.</p>
<p data-start="6090" data-end="6354">&#8220;Kami memahami bahwa setiap pengguna punya kemampuan dan aktivitas yang berbeda. Karena itu, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih terbuka. Selama memenuhi ketentuan program, pengguna tetap punya peluang untuk menjadi bagian dari pengalaman ini,&#8221; ujar Yudho.</p>
<p data-start="6356" data-end="6586">Konser YE Live in Jakarta 2026 akan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Penjualan tiket konser telah dibuka melalui kanal resmi yang ditentukan promotor. RVC menjadi promotor resmi konser tersebut.</p>
<p data-start="6588" data-end="6784">Melalui kolaborasi dengan RVC, FLOQ berharap momentum kedatangan YE dapat menjadi pengalaman yang tidak hanya dinikmati oleh penggemar musik, tetapi juga komunitas digital dan crypto di Indonesia.</p>
<p data-start="6786" data-end="6911">Informasi lengkap mengenai program, mekanisme undian, serta ketentuannya dapat dilihat melalui aplikasi dan situs resmi FLOQ.</p>
<h3 data-start="6913" data-end="6923">Tentang FLOQ</h3>
<p data-start="6925" data-end="7145">FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p data-start="6925" data-end="7145"><strong>Press release juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/14/FLOQ-Buka-Peluang-Pengguna-Dapat-Tiket-Konser-Kanye-West-di-Jakarta-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/14/FLOQ-Buka-Peluang-Pengguna-Dapat-Tiket-Konser-Kanye-West-di-Jakarta-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99975/bitcoin-masuki-pekan-penentuan-mampukah-kembali-tembus-us85-000</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 13:14:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99975/bitcoin-masuki-pekan-penentuan-mampukah-kembali-tembus-us85-000</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar level US$79.000 setelah reli menuju US$82.000 belum mampu berlanjut. Meski momentum jangka pendek cenderung tertahan, peluang Bitcoin untuk kembali menguji US$85.000 masih terbuka seiring pasar bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ke depan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar level US$79.000 setelah reli menuju US$82.000 belum mampu berlanjut. Meski momentum jangka pendek cenderung tertahan, peluang Bitcoin untuk kembali menguji US$85.000 masih terbuka seiring pasar bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Data internal FLOQ menunjukkan Bitcoin diperdagangkan sekitar US$79.522, dengan rentang perdagangan 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494. Sementara itu, dalam tujuh hari terakhir, BTC sempat bergerak hingga US$82.108 sebelum kembali terkoreksi.</p>
<p>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi saat ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi penting. Menurutnya, area US$82.000 menjadi salah satu level yang perlu ditembus agar momentum kenaikan menuju US$85.000 kembali mendapatkan konfirmasi.</p>
<p>“Bitcoin saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru. Area US$82.000 menjadi level yang cukup penting karena beberapa kali menjadi resistance. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume dan permintaan yang kuat, peluang untuk melihat Bitcoin kembali menguji US$85.000 akan semakin terbuka,” ujar Yudho.</p>
<p>Jalan Menuju US$85.000 Masih Terbuka
Secara teknikal, Bitcoin masih menghadapi resistance di kisaran US$80.000 hingga US$82.000. Kemampuan BTC merebut kembali area tersebut akan menjadi salah satu sinyal penting untuk menentukan apakah tren pemulihan dapat berlanjut.</p>
<p>Sentimen pasar terhadap kemungkinan kenaikan juga masih relatif positif. Laporan mencatat pasar prediksi pergerakan Bitcoin sebelumnya memberikan probabilitas sekitar 77% bahwa BTC akan melewati US$85.000 sebelum 2 Oktober 2026. Meski demikian, probabilitas di prediction market bersifat dinamis dan bukan merupakan proyeksi harga yang pasti.</p>
<p>Yudho mengatakan target US$85.000 masih realistis apabila beberapa katalis makro bergerak sesuai harapan pasar.</p>
<p>“Untuk menuju US$85.000, Bitcoin tidak hanya membutuhkan faktor teknikal. Pasar juga membutuhkan dukungan dari sisi likuiditas dan sentimen makro. Karena itu, pergerakan minggu ini penting untuk melihat apakah investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko atau justru memilih lebih defensif menjelang keputusan The Fed,” jelasnya.</p>
<h2>Arus Dana ETF Masih Jadi Penopang</h2>
<p>Di tengah volatilitas harga, permintaan institusional terhadap Bitcoin masih menunjukkan sinyal positif.</p>
<p>ETF Bitcoin di AS membukukan net inflow sekitar US$175 juta pada 4 September, menandai tiga sesi berturut-turut arus dana positif. BlackRock IBIT menyumbang sekitar US$117 juta, sedangkan Fidelity mencatat arus masuk sekitar US$57,22 juta. Sehari sebelumnya, total inflow ETF Bitcoin bahkan mencapai sekitar US$731 juta.</p>
<p>Menurut Yudho, kesinambungan arus dana ETF menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa investor institusional masih memiliki minat terhadap Bitcoin meskipun volatilitas jangka pendek meningkat.</p>
<p>“ETF inflow menjadi salah satu indikator yang menarik karena memperlihatkan bahwa permintaan institusional masih ada ketika Bitcoin mengalami konsolidasi. Apabila tren arus masuk ini berlanjut, tekanan dari sisi permintaan bisa membantu Bitcoin mempertahankan struktur kenaikannya dan kembali mencoba resistance yang lebih tinggi,” katanya.</p>
<h2>Bitcoin Hadapi Tiga Ujian Besar Pekan Ini</h2>
<p>Selain pergerakan harga, perhatian investor pekan ini akan tertuju pada serangkaian agenda ekonomi AS yang berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.</p>
<p>Ujian pertama datang dari pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS dijadwalkan melelang kembali Treasury Note tenor 10 tahun pada 9 September 2026, dengan settlement pada 15 September. Hasil lelang menjadi penting karena permintaan yang lemah berpotensi mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi, sementara permintaan yang kuat dapat membantu menahan kenaikan yield.</p>
<p>Pada hari yang sama, kebijakan baru Treasury untuk meningkatkan kapasitas program buyback obligasi berjangka panjang juga mulai berlaku. Treasury meningkatkan batas maksimum operasi liquidity-support buyback dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi untuk sejumlah surat utang berjangka panjang. Kebijakan ini berlaku mulai 9 September hingga awal November.</p>
<p>Setelah itu, pasar kripto akan menghadapi dua laporan inflasi utama. Bureau of Labor Statistics (BLS) dijadwalkan merilis Producer Price Index (PPI) Agustus pada 10 September, disusul Consumer Price Index (CPI) Agustus pada 11 September. CPI AS terakhir tercatat meningkat 3,4% secara tahunan pada Juli.</p>
<p>Data tersebut menjadi semakin penting setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif kuat membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.</p>
<p>“PPI dan CPI akan menjadi dua data yang sangat penting. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar bisa kembali melihat ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif ke depan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mendorong yield dan dolar AS naik, yang biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” jelas Yudho.</p>
<h2>FOMC Jadi Penentu Arah Berikutnya</h2>
<p>Puncak perhatian pasar kemudian akan tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 16 September, disertai pembaruan proyeksi ekonomi dan jalur suku bunga dari para pejabat The Fed.</p>
<p>Menurut Yudho, keputusan suku bunga saja belum tentu menjadi faktor terpenting. Panduan The Fed mengenai prospek inflasi, ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya juga berpotensi menentukan sentimen pasar hingga akhir September.</p>
<p>“Pasar pada akhirnya tidak hanya melihat apakah The Fed menaikkan atau mempertahankan suku bunga. Investor akan membaca bagaimana The Fed melihat inflasi dan arah kebijakan beberapa bulan ke depan. Nada yang lebih dovish dapat menjadi katalis positif bagi likuiditas pasar, sementara sikap yang tetap hawkish berpotensi membuat Bitcoin bertahan dalam fase konsolidasi lebih lama,” ujar Yudho.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, US$82.000 menjadi resistance penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Keberhasilan Bitcoin menembus dan mempertahankan level tersebut dapat membuka kembali peluang menuju US$85.000.</p>
<p>Sebaliknya, apabila tekanan makro kembali meningkat, Bitcoin masih berpotensi bergerak volatil di sekitar area US$79.000 dan menguji support yang lebih rendah.</p>
<p>Namun, kombinasi antara arus dana ETF yang masih positif, minat institusional, serta rangkaian katalis makro dalam beberapa hari ke depan membuat September berpotensi menjadi periode penting dalam menentukan fase berikutnya bagi Bitcoin.</p>
<p>“Kami melihat September sebagai periode yang akan memberikan lebih banyak kejelasan mengenai arah pasar. US$85.000 masih sangat mungkin dicapai, tetapi jalannya tidak akan linear. Investor perlu memperhatikan data makro, arus dana institusional, dan bagaimana Bitcoin merespons level-level penting, bukan hanya mengejar pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” tutup Yudho.</p>
<p>Disclaimer: Materi ini disampaikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset kripto.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/CEO-Founder-FLOQ-Yudhono-Rawis-menilai-kondisi-saat-ini-menempatkan-Bitcoin-pada-fase-konsolidasi-penting-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[CEO &amp; Founder FLOQ Yudhono Rawis menilai kondisi saat ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi penting (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/CEO-Founder-FLOQ-Yudhono-Rawis-menilai-kondisi-saat-ini-menempatkan-Bitcoin-pada-fase-konsolidasi-penting-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi saat ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi penting]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Tokenisasi Saham ETF AS untuk Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99967/ondo-finance-dan-floq-kolaborasi-hadirkan-tokenisasi-saham-etf-as-untuk-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 07:21:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99967/ondo-finance-dan-floq-kolaborasi-hadirkan-tokenisasi-saham-etf-as-untuk-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui teknologi blockchain. Ondo Finance dan platform aset digital FLOQ menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF AS bagi masyarakat di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui teknologi blockchain. Ondo Finance dan platform aset digital FLOQ menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF AS bagi masyarakat di Indonesia.</p>
<p>MoU tersebut ditandatangani dalam ajang Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 di Jakarta, setelah diskusi panel mengenai perkembangan tokenisasi saham dan ETF AS serta masa depan akses pasar global.</p>
<p>Kesepakatan ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengevaluasi potensi integrasi produk, distribusi lokal, edukasi pengguna, serta kesiapan teknis sebelum produk tokenisasi pasar modal dapat tersedia melalui FLOQ.</p>
<h2><strong>Ondo Finance Bawa Lebih dari 430 Saham dan ETF ke Blockchain</strong></h2>
<p>Ondo Finance saat ini menawarkan lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF melalui Ondo Stocks. Produk tersebut memungkinkan investor yang memenuhi syarat di luar AS memperoleh eksposur ekonomi secara onchain terhadap berbagai saham dan ETF yang diperdagangkan di pasar AS.</p>
<p>Sejumlah aset yang masuk dalam pembahasan kerja sama antara lain saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. ETF seperti SPDR S&amp;P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga termasuk aset yang sedang dipertimbangkan.</p>
<p>Meski demikian, belum ada aset atau produk tertentu yang dikonfirmasi akan diluncurkan melalui FLOQ di Indonesia.</p>
<p>Ondo Stocks dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi terhadap saham dan ETF yang mendasarinya. Aset pendukung tersebut disimpan melalui broker-dealer yang terdaftar di AS.</p>
<p>Kolaborasi dengan FLOQ menjadi langkah bagi Ondo Finance untuk menjajaki bagaimana infrastruktur tokenisasi sekuritas tersebut dapat menjangkau pengguna di salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara.</p>
<h2><strong>FLOQ dan Ondo Jajaki Akses Pasar Global</strong></h2>
<p>Kerja sama ini berlangsung ketika ekosistem aset digital Indonesia terus berkembang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026, meningkat 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya.</p>
<p>Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Angka tersebut turun 28,20 persen secara bulanan dari Rp28,58 triliun pada Juni 2026.</p>
<p>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, perkembangan ekosistem aset digital Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah aset, tetapi juga bagaimana pengguna dapat memperoleh akses terhadap perkembangan pasar keuangan global.</p>
<p>“Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” kata Yudho.</p>
<p>Menurut Yudho, Ondo Finance telah membangun kapabilitas dalam membawa sekuritas tradisional ke infrastruktur <i>onchain</i>. Sementara itu, FLOQ memiliki distribusi lokal serta pemahaman terhadap karakteristik pasar Indonesia.</p>
<p><b>Senior Director for Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja,</b> mengatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi perkembangan tokenisasi sekuritas karena memiliki komunitas aset digital yang besar dan aktif.</p>
<p>“Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara <i>onchain</i>. FLOQ memberi kami mitra lokal yang kuat untuk menjajaki bagaimana aset pasar tokenisasi dapat menjangkau masyarakat di Indonesia secara bertanggung jawab,” ujar Rania.</p>
<p>Selain menjajaki integrasi produk, FLOQ dan Ondo Finance juga akan mengevaluasi potensi program edukasi bagi komunitas. Materi tersebut dapat mencakup cara kerja tokenisasi saham dan ETF, hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, mekanisme penerbitan dan penebusan, serta risiko yang perlu dipahami pengguna.</p>
<p>Dengan kolaborasi ini, kedua perusahaan menjajaki kemungkinan menghubungkan ekosistem aset digital Indonesia dengan pasar publik global melalui teknologi blockchain.</p>
<p>Bagi FLOQ, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengguna Indonesia terhadap perkembangan produk keuangan global. Sementara bagi Ondo Finance, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan infrastruktur tokenisasi ke pasar Indonesia.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong></p>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/10/Ondo-Finance-dan-FLOQ-Kolaborasi-Hadirkan-Akses-Tokenisasi-Saham-ETF-AS-di-Indonesia-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Tokenisasi Saham ETF AS untuk Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/10/Ondo-Finance-dan-FLOQ-Kolaborasi-Hadirkan-Akses-Tokenisasi-Saham-ETF-AS-di-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Tokenisasi Saham ETF AS untuk Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99916/bitcoin-kembali-tertekan-cpi-dan-the-fed-jadi-penentu-arah-berikutnya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 14:02:01 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99916/bitcoin-kembali-tertekan-cpi-dan-the-fed-jadi-penentu-arah-berikutnya</guid>

					<description><![CDATA[<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="382" data-end="744">JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah sempat menembus US$82.000 pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="382" data-end="744"><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah sempat menembus US$82.000 pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.</p>
<p data-start="746" data-end="975">Per sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu (5/9), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$79.578, melemah sekitar 1,9% dalam 24 jam. Dalam periode yang sama, BTC sempat menyentuh level tertinggi US$82.108 dan terendah sekitar US$78.706.</p>
<p data-start="977" data-end="1432">Tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah Bureau of Labor Statistics (BLS) AS melaporkan penambahan 162.000 lapangan kerja nonpertanian pada Agustus 2026, jauh di atas perkiraan ekonom. Tingkat pengangguran juga bertahan di level 4,1%. Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat dan memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga.</p>
<p data-start="1434" data-end="1621">CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi masih menjadi salah satu penggerak utama pasar aset kripto dalam jangka pendek.</p>
<p data-start="1623" data-end="2017">“Pergerakan Bitcoin saat ini memperlihatkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Data tenaga kerja AS yang kuat membuat investor kembali menghitung kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat. Jadi, koreksi ini lebih banyak mencerminkan perubahan sentimen makro dibandingkan perubahan fundamental Bitcoin itu sendiri,” ujar Yudho.</p>
<h2 data-start="2019" data-end="2063">Bitcoin Uji Area Penting US$78.500–US$79.200</h2>
<p data-start="2065" data-end="2324">Dari sisi teknikal, data internal FLOQ melihat area US$78.500–US$79.200 menjadi zona yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Kemampuan Bitcoin mempertahankan area tersebut dapat menjadi fondasi untuk kembali menguji US$80.600 dan kemudian area US$82.000.</p>
<p data-start="2326" data-end="2483">Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan BTC kehilangan US$78.500 secara meyakinkan, ruang koreksi menuju area sekitar US$76.800 dapat kembali terbuka.</p>
<p data-start="2485" data-end="2824">“Selama Bitcoin masih mampu mempertahankan area US$78.500 sampai US$79.200, kami melihat struktur pemulihannya belum sepenuhnya hilang. Pasar membutuhkan buying momentum baru untuk merebut kembali US$80.600 dan terutama US$82.000. Jika US$82.000 berhasil ditembus secara konsisten, ruang menuju US$85.000 akan kembali terbuka,” kata Yudho.</p>
<p data-start="2826" data-end="3212">Meski tekanan makro meningkat, terdapat sinyal positif dari sisi permintaan institusional. Spot Bitcoin ETF di AS mencatat sekitar US$730,9 juta net inflow pada 3 September, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Arus dana tersebut terjadi ketika Bitcoin kembali menembus level US$82.000 sebelum akhirnya terkoreksi pascarilis data tenaga kerja AS.</p>
<p data-start="3214" data-end="3368">Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan makro jangka pendek dan minat investor institusional terhadap aset kripto.</p>
<p data-start="3370" data-end="3737">“Hal yang menarik adalah ketika harga mengalami volatilitas akibat faktor makro, kita masih melihat arus modal institusional masuk melalui ETF. Ini memberikan gambaran bahwa investor besar belum sepenuhnya meninggalkan Bitcoin. Karena itu, investor perlu membedakan volatilitas jangka pendek dengan perkembangan permintaan struktural yang terjadi di pasar,” jelasnya.</p>
<h2 data-start="3739" data-end="3788">CPI dan Keputusan The Fed Jadi Katalis Berikutnya</h2>
<p data-start="3790" data-end="4109">Perhatian pasar kini beralih ke laporan inflasi AS untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data tersebut menjadi semakin penting setelah CPI AS pada Juli tercatat naik 3,4% secara tahunan. Angka inflasi berikutnya berpotensi menentukan seberapa agresif The Fed perlu merespons kondisi ekonomi AS.</p>
<p data-start="4111" data-end="4344">Setelah laporan CPI, investor akan menghadapi agenda yang lebih besar melalui pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 16 September.</p>
<p data-start="4346" data-end="4489">Menurut FLOQ, kombinasi data inflasi dan keputusan The Fed akan menjadi dua katalis terpenting bagi arah Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.</p>
<p data-start="4491" data-end="4963">“Untuk beberapa hari ke depan, fokusnya bukan hanya apakah Bitcoin berada di US$79.000 atau US$80.000. Yang lebih penting adalah bagaimana data inflasi mengubah ekspektasi kebijakan The Fed. Jika tekanan inflasi mulai melandai dan The Fed memilih mempertahankan suku bunga, ruang pemulihan risk assets termasuk Bitcoin bisa kembali terbuka. Sebaliknya, inflasi yang masih tinggi dan sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi mempertahankan volatilitas,” ungkap Yudho.</p>
<p data-start="4965" data-end="5264">Dengan kondisi tersebut, prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Area US$78.500 menjadi level penting untuk menjaga struktur pemulihan, sementara US$82.000 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk memberikan konfirmasi bullish yang lebih kuat.</p>
<p data-start="5266" data-end="5636">Namun, di luar fluktuasi jangka pendek, berlanjutnya arus dana institusional menjadi salah satu faktor yang dapat menopang prospek pasar. Karena itu, pergerakan Bitcoin sepanjang September diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh interaksi antara inflasi AS, kebijakan The Fed, kondisi likuiditas global, serta keberlanjutan permintaan dari investor institusional.</p>
<p data-start="5638" data-end="5790">Disclaimer:
Materi ini disampaikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset kripto.</p>
<h3 data-start="5792" data-end="5802">Tentang FLOQ</h3>
<p data-start="5804" data-end="6175">FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p data-start="5804" data-end="6175"><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/09/Bitcoin-Kembali-Tertekan-CPI-dan-The-Fed-Jadi-Penentu-Arah-Berikutnya-1200x675.webp"
				type="image/webp"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Kembali Tertekan CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/09/Bitcoin-Kembali-Tertekan-CPI-dan-The-Fed-Jadi-Penentu-Arah-Berikutnya-100x75.webp"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Kembali Tertekan CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99832/bitcoin-berpeluang-menuju-us100-000-jika-konflik-as-iran-mereda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 07:20:57 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99832/bitcoin-berpeluang-menuju-us100-000-jika-konflik-as-iran-mereda</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di area krusial setelah diperdagangkan di kisaran US$77.000–US$78.000. Di tengah pergerakan harga yang relatif terbatas, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menjadi salah satu faktor eksternal yang mendapat perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi, ekspektasi suku bunga, hingga minat investor terhadap aset berisiko.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di area krusial setelah diperdagangkan di kisaran US$77.000–US$78.000. Di tengah pergerakan harga yang relatif terbatas, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menjadi salah satu faktor eksternal yang mendapat perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi, ekspektasi suku bunga, hingga minat investor terhadap aset berisiko.</p>
<p>Pada perdagangan Kamis (3/9), Bitcoin berada di sekitar US$77.759 dan masih bergerak di bawah level US$78.000. Pasar kripto juga masih menghadapi sentimen hati-hati akibat konflik AS-Iran dan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.</p>
<p>Sejumlah analis teknikal melihat area US$78.000 sebagai salah satu level penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut. Apabila momentum positif mampu berlanjut, target psikologis US$100.000 kembali menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pasar. Sebaliknya, pelemahan signifikan dan penutupan mingguan di bawah area US$70.000 berpotensi meningkatkan tekanan jual.</p>
<p>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin dalam kondisi saat ini tidak dapat hanya dilihat melalui indikator teknikal. Perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi menjadi faktor penting yang dapat menentukan perubahan sentimen investor secara lebih luas.</p>
<p>“Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara faktor teknikal dan makro. Level resistance memang penting, tetapi katalis yang lebih besar bisa datang dari perubahan persepsi risiko global. Jika tensi geopolitik mereda, tekanan terhadap harga energi ikut berkurang dan sentimen risk-on kembali, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang menerima aliran modal lebih cepat,” ujar Yudho.</p>
<h3>Meredanya Konflik Bisa Mengubah Sentimen Pasar</h3>
<p>Spekulasi mengenai potensi meredanya konflik meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump memberi sinyal bahwa gelombang serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Pada saat bersamaan, laporan media menyebut Trump telah mendiskusikan dengan penasihat senior kemungkinan untuk secara resmi menyatakan konflik dengan Iran berakhir, meskipun belum ada keputusan final.</p>
<p>Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. AS dan Iran kembali bertukar serangan pada awal September setelah periode yang relatif lebih tenang. AS menyerang sejumlah fasilitas radar dan kemampuan penempatan ranjau Iran di sekitar wilayah pesisir selatan, sementara Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap posisi AS di kawasan Timur Tengah.</p>
<p>Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru. Bagi aset berisiko seperti saham dan kripto, meredanya konflik dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset defensif dan membuka ruang bagi kembalinya risk appetite.</p>
<p>“Perlu diperhatikan bukan semata-mata apakah perang dinyatakan berakhir, tetapi efek berantainya. Jika eskalasi mereda, risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang, harga minyak berpotensi terkoreksi, tekanan inflasi bisa lebih terkendali, dan ruang kebijakan bank sentral menjadi lebih fleksibel. Kombinasi faktor tersebut secara historis lebih kondusif bagi aset berisiko, termasuk kripto,” kata Yudho.</p>
<h3>Harga Minyak Jadi Indikator Penting</h3>
<p>Pasar minyak menjadi salah satu indikator utama dalam membaca dampak konflik tersebut. Harga Brent sempat turun ke sekitar US$95,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$90,77 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Pergerakan itu terjadi setelah sesi yang sangat volatil akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.</p>
<p>Harga minyak yang tetap tinggi menjadi perhatian karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membatasi kemampuan bank sentral, terutama The Fed, untuk melonggarkan kebijakan moneter.</p>
<p>Sebaliknya, penurunan harga minyak yang konsisten akibat deeskalasi konflik dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Pada Kamis (3/9), harga minyak dan imbal hasil obligasi mulai turun setelah komentar Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran berlangsung singkat, sementara sebagian pasar saham Asia menguat.</p>
<p>Menurut Yudho, hubungan inilah yang membuat perkembangan konflik menjadi relevan bagi investor kripto.</p>
<p>“Pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika likuiditas global. Karena itu, investor perlu melihat Bitcoin bukan sebagai aset yang bergerak sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pasar global yang juga merespons minyak, inflasi, yield obligasi, dolar AS, dan ekspektasi suku bunga,” jelasnya.</p>
<h3>US$100.000 Masih Skenario, Bukan Kepastian</h3>
<p>Meski peluang Bitcoin kembali menuju US$100.000 dapat terbuka apabila kondisi makro membaik dan resistance teknikal berhasil ditembus, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan tingginya ketidakpastian.</p>
<p>Konflik AS-Iran masih berlangsung, harga minyak tetap berada pada level tinggi, sementara arah kebijakan moneter AS terus menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.</p>
<p>Yudho menilai investor sebaiknya tidak menjadikan satu peristiwa geopolitik sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.</p>
<p>“Target US$100.000 sebaiknya dipandang sebagai sebuah skenario, bukan kepastian. Deeskalasi geopolitik bisa menjadi katalis positif, tetapi pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga, likuiditas, kondisi makro, serta sentimen investor. Dalam situasi volatil seperti sekarang, manajemen risiko tetap menjadi hal yang utama,” tutup CEO FLOQ.</p>
<h3>Tentang FLOQ</h3>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/Bitcoin-Berpeluang-Menuju-US-100.000-Jika-Konflik-AS-Iran-Mereda-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Berpeluang Menuju US 100 000 Jika Konflik AS Iran Mereda]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/Bitcoin-Berpeluang-Menuju-US-100.000-Jika-Konflik-AS-Iran-Mereda-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Berpeluang Menuju US 100 000 Jika Konflik AS Iran Mereda]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kesehatan dan Kemandirian Finansial Jadi Bekal Penting Perempuan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99801/kesehatan-dan-kemandirian-finansial-jadi-bekal-penting-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:27:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99801/kesehatan-dan-kemandirian-finansial-jadi-bekal-penting-perempuan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; FLOQ kembali menghadirkan The FLOQ Circle: Sisterhood melalui edisi terbaru bertajuk Wellness &#38; Wealth di FLOQ HQ, Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan komunitas perempuan dalam ruang diskusi yang menghubungkan dua aspek penting dalam kehidupan, yakni kesehatan dan kemampuan mengelola finansial.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; FLOQ kembali menghadirkan The FLOQ Circle: Sisterhood melalui edisi terbaru bertajuk Wellness &amp; Wealth di FLOQ HQ, Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan komunitas perempuan dalam ruang diskusi yang menghubungkan dua aspek penting dalam kehidupan, yakni kesehatan dan kemampuan mengelola finansial.</p>
<p>Menghadirkan Meisya Eadyana, S.Gz, RD, Nutritionist U by Prodia, serta Ajeng Vera, Financial Content Creator dan Founder Ajeng Talks, Sisterhood: Wellness &amp; Wealth mengajak peserta melihat bahwa membangun masa depan tidak hanya berkaitan dengan kondisi finansial, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menjaga kesehatan dan membuat keputusan secara lebih sadar.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diisi dengan pembahasan mengenai kesehatan perempuan, literasi finansial, hingga pengenalan aset kripto. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti BMI (Body Mass Index) Test, serta berinteraksi langsung melalui sesi fireside chat dan tanya jawab.</p>
<h3>Kesehatan Jadi Fondasi untuk Bertumbuh</h3>
<p>Dalam sesi kesehatan, Meisya menyoroti pentingnya membangun kesadaran terhadap kondisi tubuh melalui kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar, melainkan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.</p>
<p>“Menjaga kesehatan bukan hanya soal angka di timbangan atau bagaimana kita terlihat, tetapi bagaimana kita memahami kebutuhan tubuh dan membangun kebiasaan yang bisa dijalankan secara berkelanjutan. Ketika perempuan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tubuhnya, mereka juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalani berbagai aspek kehidupannya,” ujar Meisya Eadyana, S.Gz, RD, Nutritionist U by Prodia.</p>
<p>Pembahasan tersebut memperkuat pesan bahwa kesejahteraan perempuan perlu dilihat secara menyeluruh. Kondisi kesehatan fisik dan mental dapat memengaruhi banyak keputusan dalam kehidupan, termasuk bagaimana seseorang merencanakan dan mengelola masa depannya.</p>
<h3>Literasi Finansial Dimulai dari Memahami Diri Sendiri</h3>
<p>Sementara itu, Ajeng Vera mengajak peserta melihat pengelolaan finansial sebagai proses yang harus disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, dan profil risiko masing-masing.</p>
<p>Menurutnya, berkembangnya berbagai instrumen keuangan dan aset digital membuka semakin banyak pilihan bagi masyarakat. Namun, bertambahnya akses tersebut juga perlu diimbangi dengan kemampuan memahami risiko sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>“Literasi finansial bukan tentang mengikuti instrumen yang sedang populer, tetapi memahami tujuan keuangan kita terlebih dahulu. Termasuk ketika berbicara mengenai aset kripto, penting untuk tahu karakteristik dan risikonya, kemudian menempatkannya sesuai dengan kondisi finansial dan profil risiko masing-masing,” kata Ajeng, Financial Content Creator dan Founder Ajeng Talks.</p>
<p>Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah semakin luasnya pilihan instrumen finansial yang dapat diakses masyarakat. Edukasi menjadi salah satu fondasi agar keputusan finansial tidak hanya didorong oleh tren, tetapi berdasarkan pemahaman dan perencanaan yang matang.</p>
<h3>FLOQ Dorong Edukasi Kripto Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari</h3>
<p>Bagi FLOQ, Sisterhood merupakan bagian dari upaya membawa edukasi finansial dan aset digital melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.</p>
<p>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan bahwa pertumbuhan ekosistem aset digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi. Menurutnya, membuka akses terhadap teknologi dan produk finansial saja belum cukup apabila masyarakat belum memiliki pemahaman yang memadai untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.</p>
<p>“Adopsi aset digital yang sehat tidak cukup hanya dengan menghadirkan akses. Industri juga perlu membangun pemahaman dan kepercayaan. Melalui Sisterhood, kami ingin membawa pembicaraan mengenai finansial dan aset digital ke ruang yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan dapat belajar, bertanya, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ujar Yudho.</p>
<p>Yudho menambahkan, keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam perluasan literasi finansial di Indonesia. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan kegiatan komunitas yang tidak hanya membicarakan aset digital dari sisi pasar, tetapi juga menghubungkannya dengan kebutuhan dan tantangan nyata masyarakat.</p>
<h3>Sisterhood sebagai Ruang Belajar dan Bertumbuh</h3>
<p>Wellness &amp; Wealth melanjutkan rangkaian Sisterhood yang sebelumnya telah dihadirkan FLOQ dengan berbagai pendekatan. Pada edisi Bloom &amp; Bond, misalnya, peserta mengikuti workshop flower arrangement sekaligus mengenal investasi kripto untuk pemula. Sementara melalui konsep Balance &amp; Build, pembahasan difokuskan pada mindful movement serta dasar-dasar aset kripto dengan pendekatan yang ringan dan ramah bagi pemula.</p>
<p>Melalui setiap edisinya, FLOQ Circle: Sisterhood berupaya membangun ruang di mana perempuan dapat berdiskusi, membangun koneksi, sekaligus memperoleh perspektif baru mengenai kesehatan, finansial, hingga perkembangan aset digital.</p>
<p>Ke depan, Yudho berencana untuk terus mengembangkan FLOQ Circle sebagai wadah edukasi dan komunitas yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami.</p>
<p>Bagi FLOQ, semakin luasnya adopsi aset digital perlu dibarengi dengan semakin kuatnya kemampuan masyarakat dalam memahami peluang sekaligus risikonya. Melalui kolaborasi dan pendekatan berbasis komunitas, literasi diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengambil keputusan finansial secara lebih matang.</p>
<h3>Tentang FLOQ</h3>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/Kesehatan-dan-Kemandirian-Finansial-Jadi-Bekal-Penting-Perempuan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kesehatan dan Kemandirian Finansial Jadi Bekal Penting Perempuan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/08/Kesehatan-dan-Kemandirian-Finansial-Jadi-Bekal-Penting-Perempuan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kesehatan dan Kemandirian Finansial Jadi Bekal Penting Perempuan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99700/ojk-siapkan-era-baru-kripto-sid-investor-stablecoin-hingga-tokenisasi-aset</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 02:38:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99700/ojk-siapkan-era-baru-kripto-sid-investor-stablecoin-hingga-tokenisasi-aset</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).</p>
<p>Arah tersebut disampaikan <b>Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso,</b> dalam Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 20–21 Agustus 2026.</p>
<p>“Hari ini, di forum Coinfest Asia, saya ingin menyatakan bahwa ekonomi on-chain Indonesia akan segera hadir,” ujar Adi.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan industri aset digital nasional mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan kripto menuju integrasi yang lebih luas dengan infrastruktur keuangan.</p>
<p><b>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis,</b> menilai arah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki tahap perkembangan yang lebih matang.</p>
<p>“Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan bukan hanya tentang memperluas penggunaan teknologi blockchain. Yang lebih penting adalah membangun fondasi industri yang memiliki tata kelola, transparansi, perlindungan konsumen, dan infrastruktur yang semakin setara dengan sektor jasa keuangan lainnya,” ujar Yudho.</p>
<h3><strong>Industri Kripto Masuk Fase Baru</strong></h3>
<p>Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset kripto di Indonesia.</p>
<p>Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, meningkat dari 22,40 juta pada Mei. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,2 persen dibandingkan Rp23,01 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.</p>
<p>Infrastruktur pasar aset kripto Indonesia juga terus berkembang dengan keberadaan 26 pedagang aset keuangan digital berizin, dua bursa, dua lembaga kliring, dan dua kustodian.</p>
<p>Salah satu agenda yang tengah disiapkan OJK adalah memperkuat posisi penyedia layanan aset kripto sebagai bagian dari industri jasa keuangan, sejalan dengan perkembangan regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).</p>
<p>Menurut Adi, perubahan tersebut bukan hanya sebatas perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan peningkatan standar industri.</p>
<p>“Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi benar-benar menunjukkan peningkatan kelas industri,” katanya.</p>
<p>Yudho melihat penguatan status tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap industri sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar operasionalnya.</p>
<p>“Ketika aset digital semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional, ekspektasi terhadap pelaku industri juga akan semakin tinggi. Governance, manajemen risiko, keamanan aset, hingga transparansi harus ikut berkembang. Bagi industri, ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” kata Yudho.</p>
<h3><strong>Investor Kripto Bakal Punya SID</strong></h3>
<p>OJK juga berencana menerapkan Single Investor Identification bagi investor aset kripto. Mekanisme serupa selama ini digunakan di pasar modal untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada investor.</p>
<p>Menurut OJK, penerapan SID dapat membuat infrastruktur pasar aset digital semakin selaras dengan pasar modal sekaligus memperkuat transparansi aktivitas investor.</p>
<p>“Hal ini akan menyelaraskan ekosistem kripto dengan pasar modal, meningkatkan kredibilitas serta mendorong transparansi dan efisiensi secara bersamaan,” ujar Adi.</p>
<p>Yudho menilai SID dapat menjadi salah satu fondasi penting jika Indonesia ingin membangun ekosistem aset digital yang lebih terintegrasi.</p>
<p>“Identitas investor yang terintegrasi berpotensi membuat ekosistem lebih transparan sekaligus mempermudah pengembangan produk dan layanan keuangan digital di masa depan. Hal yang perlu dijaga adalah implementasinya tetap efisien, aman, dan tidak menciptakan hambatan yang berlebihan bagi masyarakat untuk mengakses layanan,” jelasnya.</p>
<h3><strong>Stablecoin Mulai Masuk Agenda Regulasi</strong></h3>
<p>Selain infrastruktur investor, stablecoin menjadi salah satu sektor yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari regulator.</p>
<p>OJK berencana menempatkan stablecoin sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran. Pengaturannya akan tetap dikoordinasikan dengan Bank Indonesia sesuai kewenangan masing-masing lembaga.</p>
<p>“Stablecoin diposisikan sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran,” kata Adi.</p>
<p>Pembahasan mengenai stablecoin menjadi semakin relevan seiring peningkatan penggunaannya secara global. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, suplai stablecoin dunia meningkat dari sekitar US$200 miliar pada awal 2025 menjadi sekitar US$317 miliar–US$320 miliar pada awal 2026.</p>
<p>Sejumlah model bisnis stablecoin di Indonesia juga telah melewati proses regulatory sandbox OJK dan bersiap memasuki tahap pengembangan berikutnya.</p>
<p>Menurut Yudho, kejelasan regulasi menjadi faktor penting agar inovasi stablecoin dapat berkembang tanpa menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pengguna.</p>
<p>“Stablecoin memiliki banyak potensi penggunaan, terutama untuk efisiensi transaksi dan penyelesaian berbasis blockchain. Namun, karena bersinggungan langsung dengan sistem keuangan dan pembayaran, batas kewenangan serta aturan mainnya harus jelas. Kepastian regulasi justru akan memberikan ruang yang lebih sehat bagi inovasi,” ujarnya.</p>
<h3><strong>Tokenisasi Emas, SBN hingga Properti</strong></h3>
<p>Agenda lain yang berpotensi membuka babak baru industri aset digital Indonesia adalah tokenisasi aset dunia nyata.</p>
<p>OJK tengah menyusun kerangka regulasi yang lebih luas untuk pengembangan real-world assets. Sejumlah model tokenisasi yang telah dikembangkan melalui regulatory sandbox antara lain mencakup emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi atas properti.</p>
<p>“Kami sedang menyusun regulasi OJK yang komprehensif untuk memastikan skalabilitas dan keamanannya,” kata Adi.</p>
<p>Secara global, perkembangan RWA juga berlangsung cepat. Data yang dipaparkan OJK menunjukkan nilai pasar RWA meningkat sekitar 256,7 persen dari kuartal pertama 2025 hingga kuartal pertama 2026, dengan nilai mendekati US$33,5 miliar pada pertengahan 2026.</p>
<p>Yudho melihat tokenisasi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan terbesar antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional.</p>
<p>“RWA bisa menjadi salah satu use case blockchain yang paling relevan bagi sektor keuangan karena teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk merepresentasikan aset dan hak ekonomi yang nyata. Jika regulasi, kustodian, likuiditas, dan perlindungan investor dibangun dengan baik, tokenisasi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan model pembiayaan baru,” jelas Yudho.</p>
<h3><strong>Dari Trading Menuju Ekonomi On-Chain</strong></h3>
<p>Berbagai agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan aset digital Indonesia mulai berkembang melampaui aktivitas jual beli kripto.</p>
<p>Identitas investor, standardisasi penyedia layanan, stablecoin, dan tokenisasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan berbasis teknologi yang lebih terintegrasi.</p>
<p>OJK juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan agenda ekonomi nasional, termasuk transformasi digital, pendalaman pasar keuangan, serta perluasan akses investasi dan pembiayaan.</p>
<p>“Kami berkomitmen penuh menjadikan Indonesia sebagai pusat kripto Asia, pusat inovasi, investasi, dan transaksi kripto di kawasan ini,” ujar Adi.</p>
<p>Menurut Yudho, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan aset digital di kawasan apabila inovasi dan regulasi dapat bergerak secara seimbang.</p>
<p>“Fase berikutnya dari industri aset digital tidak hanya akan berbicara tentang harga aset atau volume perdagangan. Kita akan semakin banyak melihat blockchain masuk ke infrastruktur investasi, tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai layanan keuangan lainnya. Indonesia punya basis pengguna yang besar dan ekosistem yang terus berkembang. Jika regulasi mampu memberikan kepastian sekaligus ruang inovasi, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekonomi <i>on-chain</i> di Asia semakin terbuka,” tutup CEO FLOQ.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong></p>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/OJK-Siapkan-Era-Baru-Kripto-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/04/OJK-Siapkan-Era-Baru-Kripto-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
