<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos FLOQ &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/floq/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 07:57:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos FLOQ &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8% dalam Setahun</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101049/badan-usaha-pemilik-aset-kripto-di-indonesia-melonjak-928-dalam-setahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 07:57:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101049/badan-usaha-pemilik-aset-kripto-di-indonesia-melonjak-928-dalam-setahun</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Jumlah badan usaha dalam negeri yang memiliki aset kripto naik 92,8% secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlahnya mencapai 943 badan usaha per Juni 2026, naik dari 489 badan usaha pada Juni 2025.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Jumlah badan usaha dalam negeri yang memiliki aset kripto naik 92,8% secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlahnya mencapai 943 badan usaha per Juni 2026, naik dari 489 badan usaha pada Juni 2025.</p>
<p>Lonjakan ini menunjukkan adopsi aset keuangan digital di Indonesia tidak lagi hanya digerakkan investor individu. Sektor bisnis kini ikut masuk dan menjadikan aset kripto bagian dari strategi pengelolaan aset perusahaan.</p>
<p>Naik Konsisten dalam Tiga Periode</p>
<p>Pertumbuhan terjadi bertahap dan konsisten. Pada Juni 2025 tercatat 489 badan usaha pemilik aset kripto, seperti USDT, Bitcoin dan lainnya. Angka ini naik menjadi 712 pada Desember 2025, lalu mencapai 943 pada Juni 2026.</p>
<p>Dalam setahun, terdapat tambahan 454 badan usaha baru. Pada semester kedua 2025, jumlahnya naik 45,6%. Pada semester pertama 2026, jumlahnya kembali naik 32,4%.</p>
<p>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai data ini sebagai penanda pergeseran penting di pasar aset digital Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat sekaligus meningkatnya peran aset digital dalam ekosistem keuangan nasional.</p>
<p>“Ketika jumlah perusahaan pemilik aset kripto hampir dua kali lipat dalam setahun, artinya keputusan ini sudah melewati meja direksi dan bagian keuangan. Perusahaan tidak masuk karena ikut tren. Mereka masuk karena ekosistemnya kini diawasi OJK, infrastrukturnya lengkap, dan tata kelolanya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Yudho.</p>
<p>Menurut Yudho, fase industri kini bergeser dari adopsi menuju integrasi. Aset kripto mulai diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan kas, diversifikasi aset, hingga persiapan menghadapi tokenisasi dan stablecoin.</p>
<p>“Badan usaha punya standar yang jauh lebih ketat dibanding investor ritel, mulai dari kepatuhan, kustodian, sampai pelaporan. Karena itu, kenaikan 92,8% ini kami baca sebagai mosi kepercayaan terhadap ekosistem yang dibangun bersama regulator dan pelaku industri,” tambahnya.</p>
<p>Basis Konsumen Terus Bertambah di Tengah Fluktuasi Pasar</p>
<p>Tren di sektor bisnis sejalan dengan pertumbuhan basis konsumen secara keseluruhan. OJK mencatat jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026, naik 1,03% dari 22,69 juta pada Juni 2026.</p>
<p>Nilai transaksi bulanan memang berfluktuasi. Transaksi aset kripto Juli 2026 tercatat Rp20,52 triliun, turun 28,2% dari Rp28,58 triliun pada Juni. Meski begitu, OJK menilai kepercayaan konsumen tetap terjaga. Secara kumulatif, transaksi Januari–Juli 2026 mencapai Rp171,12 triliun.</p>
<p>Infrastruktur pasar juga makin lengkap. OJK mencatat 33 entitas berizin, terdiri dari dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 pedagang aset keuangan digital. Bursa CFX mencatat 1.214 aset dan 49 derivatif yang dapat diperdagangkan per Juli 2026.</p>
<p>Regulatory sandbox OJK pun telah meluluskan tujuh model bisnis baru. Di antaranya tokenisasi emas, tokenisasi properti, stablecoin rupiah, kustodian nonperdagangan, dan manajer dana kripto.</p>
<p>Di tingkat global, tren serupa terlihat pada perusahaan publik. Per Agustus 2026, perusahaan tercatat yang dipantau CoinGecko memegang sekitar 1,28 juta BTC, setara 6,11% dari total pasokan maksimum Bitcoin.</p>
<p>“Indonesia sedang mengikuti arah yang sama dengan pasar global, tetapi dengan fondasi regulasi yang lebih jelas. Kami melihat semakin banyak pelaku usaha, dari UMKM digital hingga korporasi, mulai bertanya soal kustodian dan pelaporan, bukan lagi soal harga,” terang Yudho.</p>
<p>Edukasi dan Tata Kelola Jadi Kunci</p>
<p>Yudho menegaskan, pertumbuhan adopsi oleh badan usaha perlu diimbangi edukasi dan perlindungan konsumen. FLOQ berkomitmen mendukung ekosistem yang aman, transparan, dan patuh pada ketentuan OJK.</p>
<p>“Tugas kami sebagai pelaku industri adalah memastikan setiap pengguna, baik individu maupun perusahaan, mendapatkan akses yang aman, likuid, dan teregulasi. Kepercayaan yang sudah terbangun ini harus kita jaga bersama,” tutup Yudho.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/Badan-Usaha-Pemilik-Aset-Kripto-di-Indonesia-Melonjak-92-8-dalam-Setahun-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92 8 dalam Setahun]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/Badan-Usaha-Pemilik-Aset-Kripto-di-Indonesia-Melonjak-92-8-dalam-Setahun-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92 8 dalam Setahun]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Sinyal The Fed Berubah, Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83.000</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100987/sinyal-the-fed-berubah-bitcoin-belum-lepas-dari-konsolidasi-us83-000</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2026 05:52:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100987/sinyal-the-fed-berubah-bitcoin-belum-lepas-dari-konsolidasi-us83-000</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed pada Oktober berubah dalam sepekan terakhir. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga kini mencapai 52,9%, berbalik dari ekspektasi sepekan sebelumnya yang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 54–55%.</p>


<p>Di tengah perubahan tersebut, Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$83.400–83.800 setelah sebelumnya sempat menguat hingga mendekati US$87.000. Hal ini tercantum dalam Market Outlook mingguan FLOQ Trading Desk yang dirilis Kamis (1/10).</p>
<h3>Ekspektasi The Fed Berubah, Bitcoin Masih Konsolidasi</h3>
<p>Perubahan ekspektasi suku bunga dipengaruhi sejumlah perkembangan ekonomi AS, termasuk komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada 29 September serta perlambatan inflasi PCE inti menjadi 3,3%.</p>
<p>Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00%.</p>
<p>“Pergeseran ekspektasi dari kenaikan ke penahanan suku bunga hanya dalam sepekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap setiap sinyal The Fed. Dalam jangka pendek, arah Bitcoin masih sangat ditentukan oleh kebijakan moneter AS,” ujar <b>Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.</b></p>
<p>Dalam tujuh hari terakhir, BTC bergerak pada rentang US$82.581–85.518 atau turun sekitar 1%. FLOQ Trading Desk mencatat US$82.500 sebagai level support dan US$85.500 sebagai resistance.</p>
<p>“Dua level itu menjadi batas penting pekan ini. Data Non-Farm Payrolls AS pada 2 Oktober akan menjadi salah satu katalis yang dapat menentukan apakah BTC menembus resistance atau kembali menguji support,” kata Yudho.</p>
<h3>Inflow ETF Bitcoin Tertinggi 2026, tetapi Melambat</h3>
<p>Arus dana institusional masih menjadi perhatian pasar. ETF Bitcoin spot mencatat inflow mingguan sebesar US$2,39 miliar pada pekan yang berakhir 26 September, menjadi inflow mingguan tertinggi sepanjang 2026.</p>
<p>IBIT menyerap sekitar US$1,2 miliar, sedangkan FBTC mencatat inflow sekitar US$701,7 juta. Namun, arus dana harian melambat tajam, dari sekitar US$999 juta pada 21 September menjadi US$134 juta pada 25 September atau turun sekitar 87%.</p>
<p>“Inflow mingguan memang tertinggi tahun ini, tetapi momentumnya melambat tajam. Investor sebaiknya membaca tren arus dana, bukan hanya angka puncaknya. Angka besar di headline belum tentu berarti permintaan masih kuat,” analisa Yudho.</p>
<p>Sementara itu, ETF Ethereum spot mencatat inflow US$689,8 juta pada pekan 25 September setelah sebelumnya mengalami outflow US$140 juta. Pada 29 September, ETF Ethereum kembali mencatat outflow tipis US$2,81 juta.</p>
<h3>Strategy Berbalik Diskon</h3>
<p>Strategy (MSTR) terus menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan membeli 950 BTC pada 14–20 September dengan harga rata-rata US$79.670 dan 1.665 BTC pada 21–27 September dengan harga rata-rata US$85.681.</p>
<p>Total kepemilikan Strategy kini mencapai 847.665 BTC dengan nilai sekitar US$70,77 miliar. Namun, rasio mNAV perusahaan berbalik dari premium 1,16 kali menjadi diskon 0,90 kali dalam sepekan.</p>
<p>“Saat mNAV turun di bawah 1x, kemampuan Strategy menerbitkan saham baru untuk membeli Bitcoin menjadi terbatas. Ini perlu dicermati karena mekanisme itulah mesin akumulasi utama salah satu pembeli institusional terbesar di pasar,” ujar Yudhono.</p>
<p>Dari sisi regulasi, CLARITY Act masih tertahan di Senat AS setelah pemungutan suara cloture pada 15 September berakhir 49–50. DPR AS juga membatalkan sidang pada 21 dan 28 September sehingga pembahasan berpotensi tertunda hingga periode lame-duck setelah pemilu 3 November.</p>
<p>Meski demikian, BTC masih bergerak relatif stabil di US$83.000–85.000. FLOQ Trading Desk menilai kebijakan The Fed dan arus dana saat ini lebih dominan memengaruhi harga dibandingkan perkembangan regulasi.</p>
<h3>Minyak, Rupiah, dan Agenda Pasar</h3>
<p>Harga minyak Brent masih berada di kisaran US$97–102 per barel. Sementara itu, aliran minyak melalui Selat Hormuz masih sekitar 677 ribu barel per hari, jauh di bawah sekitar 3,6 juta barel per hari sebelum konflik.</p>
<p>FLOQ Trading Desk menilai eskalasi geopolitik dapat mendorong harga Brent bertahan di atas US$100 per barel, meningkatkan tekanan inflasi, dan mempersempit ruang The Fed untuk bersikap dovish.</p>
<p>Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada RDG 22–23 September. Rupiah sempat melemah ke kisaran Rp17.950–17.998 per dolar AS sebelum menguat ke Rp17.894 pada 30 September.</p>
<p>“Penguatan rupiah pekan ini patut dicatat, tetapi ini masih pemulihan parsial, belum tren penguatan baru. Investor domestik perlu memperhitungkan faktor kurs dan harga minyak saat menyusun portofolio,” jelas Yudho.</p>
<p>Untuk pekan ini, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi AS. ISM Manufacturing PMI dirilis pada 1 Oktober, disusul Non-Farm Payrolls pada 2 Oktober. Pada tanggal yang sama, opsi mingguan BTC dan ETH di Deribit akan jatuh tempo.</p>
<p>Pasar kemudian menunggu ISM Services PMI pada 5 Oktober dan risalah FOMC September pada 7 Oktober. Perkembangan konflik Iran dan Selat Hormuz juga tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.</p>
<p>FLOQ Trading Desk menilai data Payrolls yang kuat dapat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dan menekan BTC. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih lemah serta risalah FOMC bernada dovish dapat membuka ruang bagi BTC untuk kembali menguji US$85.500.</p>
<p>“Ketika ekspektasi pasar bisa berbalik dalam hitungan hari, disiplin manajemen risiko jauh lebih penting daripada menebak arah. Kami mendorong investor menghindari leverage berlebihan dan menyiapkan rencana untuk dua skenario,” pungkas Yudho.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FLOQ</h3>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/05/Sinyal-The-Fed-Berubah-Bitcoin-Belum-Lepas-dari-Konsolidasi-US83.000-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Sinyal The Fed Berubah Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83 000]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/05/Sinyal-The-Fed-Berubah-Bitcoin-Belum-Lepas-dari-Konsolidasi-US83.000-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Sinyal The Fed Berubah Bitcoin Belum Lepas dari Konsolidasi US$83 000]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100825/bitcoin-bisa-lanjut-naik-di-oktober-ini-katalis-yang-perlu-dicermati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 00:56:30 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<category><![CDATA[Katalis]]></category>
		<category><![CDATA[Oktober]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100825/bitcoin-bisa-lanjut-naik-di-oktober-ini-katalis-yang-perlu-dicermati</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September dengan momentum yang masih relatif kuat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan menuju Oktober diperkirakan tidak akan sepenuhnya mulus, dengan area US$82.900–US$83.000 menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan apakah reli berlanjut atau pasar memasuki fase koreksi.</p>
<p>Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (28/9), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam. Meski terkoreksi secara harian, BTC masih menguat sekitar 7,5% dalam 30 hari terakhir.</p>
<p>CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Bitcoin memasuki Oktober dalam posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya, tetapi investor perlu memperhatikan kemampuan harga mempertahankan area support terdekat.</p>
<p>“Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka,” ungkap Yudho.</p>
<p><b>US$83.000 Jadi Level Kunci</b></p>
<p>Secara teknikal, area US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area tersebut bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji US$88.600 hingga US$92.200.</p>
<p>Sebaliknya, penurunan yang konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600, sebelum area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian.</p>
<p>Yudho menilai koreksi tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Setelah kenaikan yang cepat, pasar justru membutuhkan periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.</p>
<p>“Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam,” jelas Yudho.</p>
<p><b>Dana Institusi Masih Mengalir Deras</b></p>
<p>Salah satu faktor yang masih menopang prospek Bitcoin adalah permintaan dari investor institusional.</p>
<p>ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September, menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif.</p>
<p>BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, diikuti Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta. Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September.</p>
<p>“Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan,” kata Yudho.</p>
<p>Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu, bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga. Reli tersebut antara lain didukung arus dana ETF, short covering, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.</p>
<p><b>Oktober Punya Sejumlah Katalis Besar</b></p>
<p>Meski faktor teknikal dan institusional masih mendukung, arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan oleh kondisi makro AS.</p>
<p>The Fed pada 16 September telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, dengan alasan inflasi masih berada pada level yang tinggi.</p>
<p>Selanjutnya, pasar kripto akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober, disusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober dan data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober. The Fed kemudian kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober.</p>
<p>Menurut Yudho, kombinasi data tersebut membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.</p>
<p>“Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” terangnya.</p>
<p>Di sisi lain, inflasi yang kembali meningkat atau sinyal pengetatan lebih lanjut dari The Fed dapat mendorong yield obligasi AS naik dan membuat investor kembali lebih defensif.</p>
<p><b>Peluang Reli Masih Terbuka, tapi Waspadai Koreksi</b></p>
<p>FLOQ melihat prospek Bitcoin memasuki Oktober masih konstruktif selama harga mampu menjaga struktur support utama dan permintaan institusional tetap kuat.</p>
<p>Area US$83.000 menjadi level pertama yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali mendapatkan momentum dan menembus resistance berikutnya, area US$88.600–US$92.200 dapat menjadi zona yang kembali diperhatikan pasar.</p>
<p>Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhitungkan, terutama setelah kenaikan kuat sejak Agustus. Penembusan support secara berkelanjutan dapat membawa Bitcoin menuju US81.600hinggaareaUS78.700 sebelum pembeli kembali menguji kekuatan pasar.</p>
<p>“Outlook Oktober menurut kami bukan soal apakah Bitcoin harus terus naik tanpa koreksi. Yang lebih penting adalah apakah setiap koreksi masih direspons oleh permintaan spot dan institusional. Selama struktur tersebut terjaga, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Tetapi investor tetap perlu disiplin karena volatilitas berpotensi meningkat menjelang data inflasi dan pertemuan The Fed berikutnya,” tutup Yudho.</p>
<p><b>About FLOQ</b></p>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.   </p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/02/Bitcoin-Bisa-Lanjut-Naik-di-OktoberIni-Katalis-yang-Perlu-Dicermati-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Bisa Lanjut Naik di OktoberIni Katalis yang Perlu Dicermati]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/02/Bitcoin-Bisa-Lanjut-Naik-di-OktoberIni-Katalis-yang-Perlu-Dicermati-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Bisa Lanjut Naik di OktoberIni Katalis yang Perlu Dicermati]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil, Level US$87.000 Jadi Sorotan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100797/bitcoin-berpotensi-hadapi-oktober-yang-volatil-level-us87-000-jadi-sorotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 14:41:51 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100797/bitcoin-berpotensi-hadapi-oktober-yang-volatil-level-us87-000-jadi-sorotan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September 2026 dengan prospek yang kembali menjadi perhatian menjelang Oktober. Secara historis, Oktober kerap menjadi salah satu bulan positif bagi Bitcoin, tetapi sejumlah indikator pasar menunjukkan potensi pergerakan volatil masih membayangi aset kripto terbesar tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September 2026 dengan prospek yang kembali menjadi perhatian menjelang Oktober. Secara historis, Oktober kerap menjadi salah satu bulan positif bagi Bitcoin, tetapi sejumlah indikator pasar menunjukkan potensi pergerakan volatil masih membayangi aset kripto terbesar tersebut.</p>


<p>Data historis menunjukkan Bitcoin menguat dalam 10 dari 15 periode Oktober terakhir, dengan median return sekitar 11,2%. Setelah September ditutup positif, Bitcoin juga tercatat mengalami kenaikan pada empat dari enam periode Oktober berikutnya.</p>
<p>Namun, pola historis tersebut belum menjadi jaminan bagi Bitcoin untuk kembali mencatat reli pada Oktober 2026.</p>
<p>Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah melambatnya arus dana ke spot Bitcoin ETF. Data internal FLOQ mencatat ETF Bitcoin spot mencatat inflow selama tujuh sesi berturut-turut sejak 17 September dengan total sekitar US$2,98 miliar.</p>
<p>Namun, inflow pada 25 September tercatat hanya US$134,47 juta, jauh lebih rendah dibandingkan rekor harian sebesar US$998,95 juta yang tercatat pada 21 September.</p>
<h2>Bitcoin Berada di Persimpangan</h2>
<p>Dari sisi teknikal, area US$84.433 menjadi level yang perlu direbut kembali Bitcoin sebelum menguji resistance yang lebih tinggi. Sementara, level US$87.360 menjadi resisten penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikan di area tersebut.</p>
<p>Sebaliknya, penurunan di bawah US$80.811 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$74.957.</p>
<p>Penempatan area US$82.900-US$83.000 sebagai support penting untuk menjaga tren jangka pendek Bitcoin. Selama area tersebut bertahan, BTC masih memiliki ruang untuk bergerak menuju US$88.600-US$92.200. Namun, penurunan berkelanjutan di bawah zona tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih dalam.</p>
<p><b></b><b></b><b></b><b>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis,</b> menilai Oktober berpotensi menjadi fase penting bagi Bitcoin karena pasar akan menguji apakah momentum kenaikan September dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi.</p>
<p>“Memasuki Oktober, Bitcoin berada di fase yang cukup krusial. Secara historis, Oktober memang sering menjadi periode positif bagi Bitcoin, tetapi kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa investor perlu melihat konfirmasi dari sisi arus dana ETF, likuiditas, dan respons harga terhadap level resistance utama,” ungkap Yudho.</p>
<p>“Jika Bitcoin mampu mempertahankan area support dan kembali mendapatkan dorongan dari arus dana institusional, peluang untuk melanjutkan momentum kenaikan masih terbuka. Namun, volatilitas tetap perlu diantisipasi karena posisi leverage yang cukup besar dapat mempercepat pergerakan harga ketika terjadi breakout maupun koreksi.”</p>
<h3>Data Ekonomi AS Jadi Katalis Oktober</h3>
<p>Selain faktor teknikal dan arus ETF, arah Bitcoin pada awal Oktober juga berpotensi dipengaruhi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.</p>
<p>Yudho mencatat Bitcoin berada di sekitar US$83.000 pada 28 September, dengan US$85.000 sebagai resistance dan US$80.000 sebagai support utama. Pada saat yang sama, yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,15%, sehingga tekanan terhadap aset berisiko masih menjadi perhatian pasar.</p>
<p>Sejumlah data penting dijadwalkan keluar pada pergantian September menuju Oktober. Data PCE AS dijadwalkan pada 30 September, disusul initial jobless claims pada 1 Oktober dan laporan pekerjaan AS untuk September pada 2 Oktober.</p>
<p>Data tersebut menjadi penting karena dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.</p>
<p>“Laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, misalnya, dapat meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan berpotensi memberikan ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Sebaliknya, data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dapat mempertahankan tekanan dari yield obligasi dan dolar AS,” jelas Yudho.</p>
<h3>Risiko Leverage Masih Membayangi</h3>
<p>Selain faktor makro, struktur posisi leverage juga menjadi perhatian memasuki Oktober.</p>
<p>Posisi long Bitcoin dalam peta likuidasi 30 hari mencapai sekitar US$4,35 miliar hingga area US$74.179. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan posisi short sekitar US$1,65 miliar. Kondisi ini membuat Bitcoin tetap rentan terhadap aksi likuidasi apabila terjadi koreksi tajam.</p>
<p>Risiko tersebut menjadi semakin relevan karena Bitcoin sebelumnya telah mengalami pergerakan tajam pada Oktober 2025, ketika lebih dari US$19 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam satu hari pada 10 Oktober.</p>
<p>Di sisi lain, tekanan jual dari holder jangka panjang belum sepenuhnya dominan. Data menunjukkan indikator Hodler Net Position Change kembali berada di zona positif sejak 31 Agustus, dengan posisi tersebut meningkat dari 16.415 BTC pada 25 September menjadi 23.172 BTC pada 27 September.</p>
<p>Menurut Yudho, kombinasi antara permintaan institusional, kondisi makro, dan struktur leverage akan menjadi faktor yang menentukan karakter pergerakan Bitcoin pada Oktober.</p>
<p>“Oktober kemungkinan bukan hanya soal apakah Bitcoin naik atau turun, tetapi seberapa kuat demand yang menopang pergerakan tersebut. Jika arus ETF kembali menguat dan Bitcoin mampu melewati resistance utama dengan volume yang sehat, pasar bisa mendapatkan konfirmasi bahwa momentum masih berlanjut. Sebaliknya, jika inflow melemah sementara tekanan dari yield dan posisi leverage meningkat, risiko koreksi perlu diperhitungkan,” kata Yudho.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FLOQ</h3>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/01/Bitcoin-Berpotensi-Hadapi-Oktober-yang-Volatil-Level-US87.000-Jadi-Sorotan-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil Level US$87 000 Jadi Sorotan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/01/Bitcoin-Berpotensi-Hadapi-Oktober-yang-Volatil-Level-US87.000-Jadi-Sorotan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil Level US$87 000 Jadi Sorotan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kripto Tak Lagi Sekadar Soal Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100660/kripto-tak-lagi-sekadar-soal-harga-ini-kunci-memahami-masa-depannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 14:02:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100660/kripto-tak-lagi-sekadar-soal-harga-ini-kunci-memahami-masa-depannya</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO — Kripto tidak lagi cukup dipahami hanya dari pergerakan harga. Seiring industri yang semakin matang, pemahaman terhadap risiko, strategi, hingga peran teknologi blockchain dalam sistem keuangan menjadi semakin penting, terutama bagi investor pemula.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Kripto tidak lagi cukup dipahami hanya dari pergerakan harga. Seiring industri yang semakin matang, pemahaman terhadap risiko, strategi, hingga peran teknologi blockchain dalam sistem keuangan menjadi semakin penting, terutama bagi investor pemula.</p>
<p>Hal tersebut menjadi salah satu benang merah dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di BINUS Crypto Week 2026, yang menghadirkan Founder Crypstock, Andy Lynn, bersama CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis.</p>
<p>Dalam sesi tersebut, Andy membawa perspektif dari sisi edukasi dan pengalaman investor. Sementara Yudho melihat perkembangan kripto dari sisi industri dan bagaimana aset digital mulai terhubung semakin erat dengan sistem keuangan yang lebih luas.</p>
<h2>Pemula Perlu Belajar Market Sebelum Mengejar Return</h2>
<p>Sebagai praktisi yang telah aktif di pasar kripto sejak 2017, Andy selama ini banyak menekankan pentingnya memahami market, risiko, dan strategi secara bertahap. Crypstock sendiri memosisikan edukasinya tidak sekadar sebagai ruang diskusi, tetapi juga menyediakan materi terstruktur, analisis pasar, data on-chain, hingga pembelajaran manajemen risiko.</p>
<p>Menurut Andy, tantangan utama bagi investor baru bukan sekadar memilih aset yang dianggap berpotensi naik, tetapi membangun pemahaman terhadap bagaimana pasar bekerja.</p>
<p>“Buat yang baru masuk kripto, jangan mulai dari pertanyaan ‘coin apa yang harus dibeli’, tapi mulai dari memahami market-nya dulu. Pelajari risikonya, kenali karakter asetnya, lalu bangun strategi yang sesuai dengan profil masing-masing,” kata Andy.</p>
<p>Pendekatan ini juga berangkat dari perjalanan Andy yang telah melewati beberapa siklus pasar, termasuk periode bearish 2018 dan berbagai fase volatilitas kripto setelahnya. Dalam sejumlah diskusi sebelumnya, ia juga membagikan pengalaman mengenai pentingnya proses belajar setelah menghadapi berbagai dinamika pasar.</p>
<p>Bagi Andy, semakin mudahnya akses terhadap aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya justru membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting.</p>
<p>“Informasi di kripto sangat cepat dan banyak. Karena itu, pemula perlu punya fondasi supaya tidak hanya mengikuti hype atau keputusan orang lain. Kalau fondasinya kuat, kita bisa mengambil keputusan dengan lebih rasional,” tambahnya.</p>
<h2>Masa Depan Kripto Bergerak ke Arah Utilitas dan Integrasi Keuangan</h2>
<p>Berbeda dari Andy yang menyoroti kesiapan investor, Yudho melihat perkembangan industri kripto dari perspektif yang lebih luas.</p>
<p>Menurutnya, ruang pertumbuhan kripto masih terbuka karena ukuran pasar aset digital secara global masih relatif kecil dibandingkan pasar keuangan tradisional. Namun, ia menilai fase pertumbuhan berikutnya tidak akan sama dengan siklus sebelumnya.</p>
<p>“Kripto masih sangat menarik karena secara ukuran market masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Jadi ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi future-nya akan berbeda, bukan lagi sekadar cerita get rich quick,” ujar Yudho.</p>
<p>Ia menilai katalis pertumbuhan berikutnya akan semakin banyak datang dari perkembangan regulasi dan integrasi antara aset digital dengan produk keuangan konvensional.</p>
<p>Perkembangan seperti produk ETF kripto, pembayaran berbasis aset digital, hingga tokenisasi dinilai menjadi indikator bahwa industri mulai bergerak ke fase yang lebih matang.</p>
<p>“Regulasi justru bisa menjadi katalis. Kita sekarang melihat ETF, crypto payment, sampai tokenisasi mulai berkembang. Ini menunjukkan bahwa kripto perlahan menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih besar,” jelasnya.</p>
<p>Tokenisasi menjadi salah satu tema yang menurut Yudho patut diperhatikan karena memungkinkan berbagai aset tradisional direpresentasikan melalui teknologi blockchain.</p>
<p>“Traditional market akan tetap tumbuh, tetapi blockchain menciptakan cara baru untuk mengakses dan memperdagangkan aset. Di sini saya melihat tokenisasi punya peran besar untuk fase berikutnya,” kata Yudho.</p>
<h2>Dari Mengejar Tren ke Membangun Perspektif Jangka Panjang</h2>
<p>Diskusi antara Andy dan Yudho memperlihatkan dua tantangan yang saling berkaitan dalam perkembangan industri kripto.</p>
<p>Dari sisi investor, literasi dan manajemen risiko menjadi fondasi agar masyarakat tidak hanya masuk karena tren. Sementara dari sisi industri, inovasi, regulasi, dan integrasi dengan keuangan tradisional menjadi faktor yang akan menentukan arah pertumbuhan berikutnya.</p>
<p>Yudho menilai peluang tetap ada, tetapi investor perlu menyesuaikan ekspektasi dengan industri yang semakin matang.</p>
<p>“Masih ada chance, tapi mungkin tidak akan semasif seperti dulu. Karena itu, menurut saya pendekatannya harus berubah. Stay for the long game,” terangnya.</p>
<p>BINUS Crypto Week 2026 sendiri menghadirkan sejumlah agenda edukasi terkait cryptocurrency, blockchain, dan perkembangan ekosistem Web3. Sebelumnya, agenda FLOQ di acara tersebut juga diarahkan untuk membahas literasi keuangan, perbedaan antara investasi dan spekulasi, serta pemahaman dasar yang perlu dimiliki pengguna baru sebelum masuk ke pasar aset digital.</p>
<p>Melalui sesi “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance”, pesan yang disampaikan bukan sekadar mengenai potensi pertumbuhan kripto, melainkan pentingnya membangun pemahaman sejak awal agar generasi baru investor dapat mengikuti perkembangan industri secara lebih terukur dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/29/Founder-Crypstock-Andy-Lynn-bersama-CEO-Founder-FLOQ-Yudhono-Rawis-dalam-fireside-session-Crypto-for-Beginners-Exploring-the-Future-of-Finance-di-BINUS-Crypto-Week-2026-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Founder Crypstock Andy Lynn bersama CEO &amp; Founder FLOQ Yudhono Rawis dalam fireside session “Crypto for Beginners Exploring the Future of Finance” di BINUS Crypto Week 2026 (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/29/Founder-Crypstock-Andy-Lynn-bersama-CEO-Founder-FLOQ-Yudhono-Rawis-dalam-fireside-session-Crypto-for-Beginners-Exploring-the-Future-of-Finance-di-BINUS-Crypto-Week-2026-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Founder Crypstock Andy Lynn bersama CEO &amp; Founder FLOQ Yudhono Rawis dalam fireside session “Crypto for Beginners Exploring the Future of Finance” di BINUS Crypto Week 2026 (2)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Peluang Kripto Belum Habis, tapi Cara Mainnya Sudah Berubah</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100593/peluang-kripto-belum-habis-tapi-cara-mainnya-sudah-berubah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 06:46:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100593/peluang-kripto-belum-habis-tapi-cara-mainnya-sudah-berubah</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Industri aset kripto dinilai tengah memasuki fase yang lebih matang, seiring berkembangnya regulasi, produk investasi institusional, hingga tokenisasi aset tradisional. Perubahan ini menjadi salah satu topik utama dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di ajang BINUS Crypto Week 2026, yang mempertemukan Founder Crypstock, Andy Lynn, dan CEO &#38; Founder FLOQ, Yudhono Rawis.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Industri aset kripto dinilai tengah memasuki fase yang lebih matang, seiring berkembangnya regulasi, produk investasi institusional, hingga tokenisasi aset tradisional. Perubahan ini menjadi salah satu topik utama dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di ajang BINUS Crypto Week 2026, yang mempertemukan Founder Crypstock, Andy Lynn, dan CEO &amp; Founder FLOQ, Yudhono Rawis.</p>


<p>Dalam diskusi tersebut, Yudho menilai prospek industri kripto masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ia menyoroti kapitalisasi pasar kripto global yang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pasar aset tradisional seperti saham global.</p>
<p>“Kalau kita melihat <i>crypto market</i> secara keseluruhan, skalanya masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Artinya, ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi fase berikutnya kemungkinan akan berbeda dengan periode sebelumnya, karena industrinya juga sudah semakin matang,” kata Yudho.</p>
<p>Menurutnya, perkembangan regulasi menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan industri ke depan. Kehadiran produk seperti <i>spot crypto</i> ETF, berkembangnya penggunaan aset digital untuk pembayaran, serta kemungkinan semakin luasnya instrumen investasi berbasis kripto menunjukkan bahwa aset digital mulai masuk lebih dalam ke sistem keuangan konvensional.</p>
<p>Yudho juga menyoroti tokenisasi sebagai salah satu perkembangan yang berpotensi mempertemukan dunia aset tradisional dengan teknologi blockchain.</p>
<p>“Tokenisasi menurut saya akan menjadi salah satu bagian penting dari masa depan industri ini. Traditional market juga akan terus bertumbuh, tetapi teknologi blockchain membuka cara baru bagaimana aset bisa diterbitkan, diperdagangkan, dan diakses oleh investor,” jelasnya.</p>
<h3>Bukan Lagi Sekadar Mengejar Keuntungan Cepat</h3>
<p>Diskusi turut menyoroti perubahan karakter pasar kripto, terutama pergerakan Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada fase awal industri banyak investor masuk karena mengejar kenaikan harga dalam waktu singkat, Yudho menilai pendekatan tersebut perlu berubah seiring semakin matangnya pasar.</p>
<p>“<i>Future of crypto</i> bukan lagi sekadar soal get rich quick. Peluang tetap ada, tetapi mungkin tidak akan semasif atau sesederhana siklus sebelumnya. Investor perlu lebih memahami fundamental, teknologi, regulasi, dan bagaimana industri ini berkembang dalam jangka panjang,” ujar Yudho.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa mereka yang ingin bertahan di industri aset digital perlu memiliki perspektif jangka panjang.</p>
<p>“<i>Stay for the long game.</i> Karena kita sekarang berada di fase baru industri. Banyak hal yang sedang dibangun dan mungkin dampaknya baru benar-benar terlihat dalam beberapa tahun ke depan,” tambahnya.</p>
<p>Pandangan mengenai pentingnya memahami perubahan siklus pasar juga menjadi salah satu tema yang sebelumnya banyak dibawa Andy Crypstock dalam diskusi komunitasnya. Dalam agenda AMA bersama FLOQ sebelumnya, Andy membahas bagaimana perubahan sentimen, capital rotation, market cycle, hingga risk management semakin penting untuk memahami peluang di pasar kripto yang terus berubah.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, investor dinilai perlu semakin selektif dalam melihat peluang. Strategi maupun narasi yang bekerja pada satu siklus pasar belum tentu menghasilkan pola yang sama pada siklus berikutnya. Andy juga menekankan pentingnya memahami pergerakan modal di antara berbagai segmen pasar, termasuk aset utama, altcoin, hingga aset dengan kapitalisasi yang lebih kecil.</p>
<h3>Edukasi Jadi Fondasi Adopsi</h3>
<p>Kehadiran FLOQ dan Crypstock di BINUS Crypto Week 2026 juga menegaskan pentingnya edukasi, terutama bagi generasi muda yang mulai mengenal aset digital sebagai bagian dari perkembangan industri keuangan.</p>
<p>Bagi Yudho, semakin luasnya adopsi tidak cukup hanya didukung oleh bertambahnya produk maupun akses terhadap aset kripto. Pemahaman mengenai risiko, teknologi, dan dinamika pasar juga harus berkembang bersamaan.</p>
<p>“Semakin mature industrinya, semakin penting juga kualitas investornya. Bukan hanya tahu bagaimana membeli aset, tetapi memahami apa yang mereka beli, risikonya, dan apa yang sebenarnya sedang dibangun oleh industri ini,” jelasnya.</p>
<p>Melalui sesi tersebut, FLOQ dan Crypstock mendorong generasi muda untuk melihat aset kripto tidak semata sebagai instrumen spekulatif, tetapi sebagai bagian dari transformasi teknologi dan sistem keuangan yang terus berkembang.</p>
<p>Dengan regulasi yang semakin terbentuk, berkembangnya produk institusional, serta munculnya inovasi seperti tokenisasi aset, fase berikutnya dari industri kripto diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh utilitas dan integrasinya dengan sektor keuangan yang lebih luas.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FLOQ</h3>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/28/Peluang-Kripto-Belum-Habis-tapi-Cara-Mainnya-Sudah-Berubah-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Peluang Kripto Belum Habis tapi Cara Mainnya Sudah Berubah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/28/Peluang-Kripto-Belum-Habis-tapi-Cara-Mainnya-Sudah-Berubah-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Peluang Kripto Belum Habis tapi Cara Mainnya Sudah Berubah]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>OJK Blokir 228 PAKD Ilegal, Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100594/ojk-blokir-228-pakd-ilegal-pengguna-kripto-diimbau-pilih-platform-legal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 06:37:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100594/ojk-blokir-228-pakd-ilegal-pengguna-kripto-diimbau-pilih-platform-legal</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Maraknya Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan dan kepercayaan terhadap industri aset kripto di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Maraknya Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) ilegal menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keamanan dan kepercayaan terhadap industri aset kripto di Indonesia.</p>
<p>Isu tersebut menjadi pembahasan dalam sesi Risiko Penggunaan PAKD Ilegal dan Pengamanan Ekosistem AKD pada gelaran FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (24/9). Sesi tersebut membahas pentingnya regulasi, perlindungan konsumen, hingga kolaborasi antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem aset keuangan digital yang lebih aman.</p>
<p>Tantangan platform ilegal masih cukup besar. Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat telah menghentikan kegiatan 228 PAKD ilegal sepanjang Januari-Mei 2026. Masyarakat juga diminta memastikan legalitas platform, memahami aset yang diperdagangkan, serta tidak mudah tergiur penawaran keuntungan yang tidak masuk akal.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga telah menerbitkan whitelist PAKD berizin dan CPAKD terdaftar yang dapat menjadi rujukan resmi masyarakat sebelum memilih platform untuk bertransaksi. Daftar tersebut tidak hanya mencantumkan nama perusahaan, tetapi juga aplikasi dan alamat situs resmi yang dapat digunakan pengguna untuk memeriksa legalitas suatu platform.</p>
<p>Deputi Direktur KSLK OJK, Andry Samudra dalam diskusi tersebut mengatakan, “OJK memiliki whitelist yang bisa menjadi rujukan masyarakat untuk memastikan platform yang digunakan legal. Pengawasan juga terus dilakukan bersama asosiasi dan Satgas PASTI. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, sebanyak 228 PAKD ilegal telah dihentikan. Tantangannya, pelaku ilegal terus beradaptasi dan sering berganti domain, sehingga monitoring harus berjalan secara berkelanjutan serta dibarengi edukasi dan literasi kepada masyarakat.”</p>
<p>Pengawasan terhadap promosi platform ilegal juga semakin diperketat. Pada Juni 2026, Satgas PASTI menghentikan kegiatan sejumlah Key Opinion Leader (KOL) yang menawarkan PAKD tidak berizin. Beberapa KOL kemudian melakukan penghapusan maupun penyesuaian konten setelah dimintai klarifikasi.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi penting karena platform ilegal, khususnya yang beroperasi dari luar negeri, dapat menimbulkan tantangan dalam proses penelusuran dan penanganan ketika terjadi masalah. OJK sebelumnya menyatakan platform yang berada dalam pengawasannya relatif lebih mudah ditelusuri dan ditindaklanjuti, sementara platform tidak terdaftar dapat menjadi lebih sulit ditangani.</p>
<p>“Literasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen. Pengguna perlu memastikan platform yang digunakan masuk dalam daftar resmi atau whitelist OJK, sekaligus lebih berhati-hati terhadap penawaran maupun platform yang legalitasnya tidak jelas,” ujar Andry.</p>
<h3>Platform Legal Perkuat Ekosistem Dalam Negeri</h3>
<p>Dari sisi pelaku industri, CEO &amp; Founder FLOQ Yudhono Rawis, menilai pemilihan platform yang legal tidak hanya penting dari aspek keamanan pengguna, tetapi juga berhubungan dengan upaya membangun industri aset digital nasional yang lebih sehat.</p>
<p>“Bertransaksi melalui exchange legal yang berada dalam pengawasan OJK bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga memberikan kepastian dan perlindungan yang lebih jelas bagi pengguna. Semakin banyak aktivitas aset kripto yang berlangsung di ekosistem resmi dalam negeri, semakin besar pula kesempatan kita memperkuat tata kelola industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Yudho.</p>
<p>Keberadaan platform yang berada dalam ekosistem resmi memungkinkan standar tata kelola, pengawasan, perlindungan konsumen, dan ketentuan pemasaran diterapkan secara lebih terstruktur. OJK sendiri mengatur agar pemasaran produk aset keuangan digital dilakukan secara transparan, disertai informasi mengenai risiko dan volatilitas, serta tidak memberikan kesan adanya keuntungan tinggi yang pasti.</p>
<p>“Industri kripto Indonesia sudah berkembang cukup jauh, sehingga tantangannya sekarang bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi memastikan pertumbuhannya terjadi di ekosistem yang sehat. Aktivitas yang tumbuh di dalam negeri akan membantu membangun industri yang lebih kuat, mulai dari peningkatan standar layanan, inovasi produk, hingga terciptanya nilai ekonomi yang bisa kembali ke ekosistem nasional,” terang CEO FLOQ.</p>
<p>Di tengah pertumbuhan industri aset digital, literasi pengguna menjadi lapisan perlindungan yang tidak kalah penting. Selain memeriksa nama platform, pengguna juga perlu memperhatikan alamat situs dan kanal resmi karena pelaku ilegal dapat menggunakan domain yang menyerupai platform resmi maupun berpindah domain untuk menghindari pemblokiran. OJK secara khusus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik tersebut.</p>
<p>Kolaborasi antara regulator, asosiasi, pelaku industri, komunitas, hingga pengguna pada akhirnya menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak PAKD ilegal. Dengan aktivitas transaksi yang semakin banyak berlangsung melalui platform legal dan diawasi, perkembangan industri kripto diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen serta penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.</p>
<h3>Tentang FLOQ</h3>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/28/OJK-Blokir-228-PAKD-Ilegal-Pengguna-Kripto-Diimbau-Pilih-Platform-Legal-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[OJK Blokir 228 PAKD Ilegal Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/28/OJK-Blokir-228-PAKD-Ilegal-Pengguna-Kripto-Diimbau-Pilih-Platform-Legal-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[OJK Blokir 228 PAKD Ilegal Pengguna Kripto Diimbau Pilih Platform Legal]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100522/bitcoin-makin-diminati-di-indonesia-investor-kripto-kembali-ramai-bertransaksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 12:16:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100522/bitcoin-makin-diminati-di-indonesia-investor-kripto-kembali-ramai-bertransaksi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO — Adopsi Bitcoin di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Momentum tersebut kembali terlihat ketika harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sekitar 13 persen dalam sepekan, yang turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi investor kripto di dalam negeri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Adopsi Bitcoin di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Momentum tersebut kembali terlihat ketika harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sekitar 13 persen dalam sepekan, yang turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi investor kripto di dalam negeri.</p>
<p>Berdasarkan data internal FLOQ per 23 September 2026, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$86.000. Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat menguat sekitar 13 persen dan sempat menyentuh level US$87.363 pada 21 September 2026. Penguatan tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di pasar kripto, termasuk di kalangan investor domestik.</p>
<p>Sejumlah laporan pasar mencatat penguatan Bitcoin dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, seiring meningkatnya arus modal dan aktivitas pasar. Penguatan tersebut turut didukung oleh arus masuk ke ETF Bitcoin spot serta aksi short squeeze, ketika posisi short yang tertekan memicu likuidasi dan mendorong tekanan beli di pasar.</p>
<h2>Indonesia Jadi Salah Satu Pasar dengan Adopsi Bitcoin Tinggi</h2>
<p>Tren tersebut sejalan dengan temuan Cornell Bitcoin Adoption Index, sebuah riset global yang dikembangkan oleh Cornell Brooks Tech Policy Institute. Studi tersebut menghimpun lebih dari 25.000 respons dari 25 negara untuk melihat bagaimana Bitcoin diadopsi dan digunakan di berbagai kelompok masyarakat.</p>
<p>Dalam data yang dirujuk, sekitar 18 persen populasi dewasa di Indonesia pernah atau sedang memiliki Bitcoin. Angka tersebut berada di atas Amerika Serikat sebesar 14 persen dan Jepang sebesar 10 persen.</p>
<p>Riset Cornell sendiri dirancang untuk melihat adopsi Bitcoin tidak hanya dari sisi kepemilikan, tetapi juga kaitannya dengan kondisi ekonomi, inklusi keuangan, persepsi masyarakat, serta penggunaan aset digital. Cornell menyebut penelitian tersebut mencakup lebih dari 25.000 responden dan 250 wawancara di 25 negara.</p>
<p>Profil kepemilikan Bitcoin di Indonesia juga menunjukkan keterlibatan kelompok masyarakat berpenghasilan dan berpendidikan tinggi. Berdasarkan data riset yang dirujuk, tingkat kepemilikan pada kelompok berpenghasilan tinggi mencapai 20 persen, sementara kelompok dengan pendidikan sarjana atau lebih tinggi juga berada di angka 20 persen.</p>
<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Bitcoin di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan aktivitas spekulasi harga. Dalam konteks negara berkembang, riset Cornell juga menemukan bahwa Bitcoin dapat dipandang sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi persoalan ekonomi seperti pelemahan mata uang dan keterbatasan akses terhadap sistem keuangan tertentu.</p>
<p>Namun, peningkatan adopsi masih menghadapi tantangan dari sisi literasi. Riset tersebut mencatat sekitar 58 persen responden secara global belum mengetahui bahwa Bitcoin memiliki batas suplai maksimum sebanyak 21 juta koin.</p>
<p>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan tingginya tingkat kepemilikan Bitcoin di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok.</p>
<p>“Data adopsi Bitcoin di Indonesia menunjukkan bahwa aset digital semakin dikenal dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok. Ketika tingkat kepemilikan Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara maju, ini menjadi sinyal bahwa minat terhadap Bitcoin di dalam negeri memiliki basis yang cukup luas. Tantangannya sekarang adalah memastikan pertumbuhan adopsi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan pemahaman terhadap risiko,” kata Yudho.</p>
<p>Menurut Yudho, kenaikan harga Bitcoin dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset digital. Namun, pertumbuhan adopsi perlu diikuti pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan risiko aset kripto.</p>
<p>“Kenaikan harga tentu dapat meningkatkan awareness dan mendorong lebih banyak orang untuk melihat Bitcoin sebagai bagian dari aset digital. Namun, pertumbuhan adopsi yang sehat bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang membeli Bitcoin, melainkan juga dari seberapa baik investor memahami apa yang mereka miliki, bagaimana volatilitasnya, dan risiko yang menyertainya,” ujarnya.</p>
<h2>Volume Transaksi FLOQ Naik Lebih dari 15 Persen</h2>
<p>Meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin juga tercermin dari aktivitas perdagangan di platform aset kripto. Berdasarkan data internal FLOQ, volume transaksi di platform tersebut meningkat lebih dari 15 persen seiring dengan penguatan harga Bitcoin dalam sepekan terakhir.</p>
<p>Kenaikan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa momentum pasar masih menjadi salah satu faktor yang mendorong investor untuk kembali memantau dan berpartisipasi dalam perdagangan aset kripto.</p>
<p>Yudho mengatakan peningkatan volume transaksi tersebut mencerminkan respons investor terhadap perubahan kondisi pasar, sekaligus menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin masih menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar aset digital di Indonesia.</p>
<p>“Kami melihat kenaikan volume transaksi lebih dari 10 persen seiring dengan penguatan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan, investor kembali meningkatkan perhatian dan aktivitasnya di pasar. Bagi kami, momentum seperti ini perlu diimbangi dengan edukasi agar investor tidak hanya mengikuti pergerakan harga, tetapi juga memahami faktor yang mempengaruhi pasar dan risiko dari setiap keputusan transaksi,” jelas Yudho.</p>
<p>Pertumbuhan aktivitas perdagangan tersebut berlangsung di tengah perkembangan ekosistem aset digital Indonesia yang semakin luas. Jumlah masyarakat yang memiliki akun pada platform aset keuangan digital terus bertambah, sementara kerangka regulasi dan pengawasan industri juga semakin berkembang.</p>
<p>Kondisi tersebut menciptakan dinamika baru bagi pasar kripto domestik. Di satu sisi, kenaikan harga Bitcoin dan meningkatnya arus modal dapat mendorong perhatian serta aktivitas investor. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pengguna perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman mengenai volatilitas dan risiko aset digital.</p>
<p>“Bagi pelaku industri, perkembangan adopsi Bitcoin di Indonesia menjadi indikasi bahwa aset digital semakin masuk ke dalam perhatian masyarakat sebagai salah satu bagian dari ekosistem investasi. Momentum kenaikan harga Bitcoin sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun pertumbuhan pasar yang diikuti edukasi dan pemahaman risiko,” pungkas Yudho.</p>
<p><strong>Tentang FLOQ</strong>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.</p>
<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.</p>
<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/24/Ilustrasi-FLOQ-platform-jual-beli-aset-kripto-Bitcoin-yang-banyak-diminati-oleh-investor-di-Indonesia-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi FLOQ platform jual beli aset kripto Bitcoin yang banyak diminati oleh investor di Indonesia (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/24/Ilustrasi-FLOQ-platform-jual-beli-aset-kripto-Bitcoin-yang-banyak-diminati-oleh-investor-di-Indonesia-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi FLOQ platform jual beli aset kripto Bitcoin yang banyak diminati oleh investor di Indonesia (2)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100503/pajak-kripto-indonesia-tembus-rp215-triliun-apa-artinya-bagi-industri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 00:48:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100503/pajak-kripto-indonesia-tembus-rp215-triliun-apa-artinya-bagi-industri</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Transaksi aset kripto di Indonesia terus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp268,95 miliar hingga 31 Agustus 2026.</p>
<p>Jika diakumulasikan sejak 2022, total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto telah mencapai Rp2,15 triliun.</p>
<p>Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti mengatakan, penerimaan pajak kripto sepanjang 2022 hingga Agustus 2026 mencapai Rp2,15 triliun.</p>
<p>“Penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp2,15 triliun,” ujar Inge, dikutip Jumat (18/9/2026).</p>
<p>Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto tercatat Rp246,54 miliar pada 2022. Angka tersebut kemudian mencapai Rp220,89 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp620,38 miliar pada 2024, dan mencapai Rp796,74 miliar sepanjang 2025.</p>
<p>Sementara itu, hingga akhir Agustus 2026, penerimaan pajak dari transaksi aset kripto, seperti Bitcoin dan lainnya telah mencapai Rp268,95 miliar.</p>
<h3>PPh 22 Jadi Kontributor Terbesar</h3>
<p>Penerimaan pajak kripto hingga Agustus 2026 berasal dari dua jenis pungutan, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri.</p>
<p>DJP mencatat penerimaan PPh Pasal 22 dari transaksi aset kripto mencapai Rp1,27 triliun. Sementara itu, penerimaan PPN Dalam Negeri tercatat sebesar Rp881,82 miliar.</p>
<p>Dengan demikian, PPh Pasal 22 menjadi kontributor terbesar terhadap total penerimaan pajak dari transaksi aset kripto.</p>
<p>Penerimaan pajak kripto tersebut merupakan bagian dari penerimaan pajak ekonomi digital Indonesia. Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026.</p>
<p>Selain aset kripto, penerimaan tersebut berasal dari Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), pajak fintech, dan pajak yang dipungut melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP).</p>
<p>PPN PMSE menjadi penyumbang terbesar dengan penerimaan Rp44,05 triliun. Kemudian pajak SIPP mencapai Rp5,75 triliun dan pajak fintech sebesar Rp5,28 triliun.</p>
<h3>Industri Kripto Makin Terintegrasi</h3>
<p>CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kontribusi pajak dari transaksi aset kripto menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas aset digital semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi formal.</p>
<p>Menurut dia, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang semakin besar, tetapi juga mencerminkan meningkatnya keterhubungan industri aset digital dengan sistem perpajakan dan regulasi di Indonesia.</p>
<p>“Penerimaan pajak kripto yang sudah mencapai Rp2,15 triliun menunjukkan bahwa aktivitas aset digital telah menjadi bagian dari ekonomi formal dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Ini juga menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia semakin terintegrasi dengan sistem perpajakan dan regulasi,” ujar Yudho.</p>
<p>Yudho mengatakan, kepastian regulasi dan perpajakan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem aset digital yang lebih terstruktur.</p>
<p>“Bagi industri, kejelasan mekanisme perpajakan penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kepatuhan. Di sisi lain, pemerintah juga memperoleh basis penerimaan yang semakin terukur dari perkembangan ekonomi digital,” katanya.</p>
<p>Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan perpajakan atas transaksi aset kripto.</p>
<p>Dalam ketentuan tersebut, transaksi aset kripto melalui penyelenggara perdagangan dalam negeri dikenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen dari nilai transaksi.</p>
<p>Perubahan ketentuan perpajakan tersebut juga menghapus pengenaan PPN atas transaksi jual beli aset kripto. Sementara itu, jasa tertentu dalam ekosistem aset kripto tetap memiliki ketentuan perpajakan sesuai dengan jenis transaksinya.</p>
<h3>Kepatuhan Jadi Bagian dari Pertumbuhan Industri</h3>
<p>Dengan semakin besarnya aktivitas perdagangan aset digital, aspek kepatuhan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kripto di Indonesia.</p>
<p>CEO FLOQ ini menilai pertumbuhan industri perlu berjalan seiring dengan transparansi dan kepastian regulasi agar perkembangan aset digital dapat berlangsung secara berkelanjutan.</p>
<p>“Pertumbuhan industri ke depan tidak hanya soal meningkatnya jumlah transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat berkembang dengan mengedepankan kepatuhan, transparansi, perlindungan konsumen, dan inovasi,” ujar Yudho.</p>
<p>Menurut dia, meningkatnya kontribusi pajak dapat menjadi salah satu gambaran mengenai semakin formalnya aktivitas aset digital di Indonesia.</p>
<p>“Ketika aktivitas aset digital semakin terdata dan terintegrasi dengan sistem ekonomi formal, ruang untuk membangun industri yang lebih transparan dan berkelanjutan juga semakin terbuka,” pungkas Yudho.</p>
<h3>Tentang FLOQ</h3>
<p>FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/25/Pajak-Kripto-Indonesia-Tembus-Rp2-15-Triliun-Apa-Artinya-bagi-Industri-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2 15 Triliun Apa Artinya bagi Industri]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/25/Pajak-Kripto-Indonesia-Tembus-Rp2-15-Triliun-Apa-Artinya-bagi-Industri-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2 15 Triliun Apa Artinya bagi Industri]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100431/bitcoin-tembus-us87-000-seberapa-tinggi-btc-bisa-melaju</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 03:46:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FLOQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100431/bitcoin-tembus-us87-000-seberapa-tinggi-btc-bisa-melaju</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9/2026). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah menembus level US$86.000 dan sempat bergerak mendekati US$87.000 pada Selasa (22/9/2026). Kenaikan tersebut membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam sekitar delapan bulan sekaligus membuka perhatian pasar terhadap potensi pergerakan harga berikutnya.</p>


<p>Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat mencapai sekitar US$86.500–US$87.000, dengan penguatan harian sekitar 6%. Pergerakan ini terjadi setelah BTC sebelumnya bertahan di atas level US$80.000.</p>
<p>Kenaikan Bitcoin juga berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas di pasar derivatif dan arus dana ke produk investasi Bitcoin. Data internal FLOQ menunjukkan open interest Bitcoin meningkat 9,38% dalam 24 jam menjadi sekitar US$61,33 miliar, sementara volume perdagangan gabungan meningkat 39%.</p>
<p>Di pasar spot ETF Amerika Serikat, arus dana juga kembali menunjukkan momentum positif. Data mencatat ETF Bitcoin spot membukukan arus masuk bersih sekitar US$68,1 juta pada 21 September, setelah sebelumnya mencatat inflow sekitar US$433 juta pada 18 September.</p>
<h2>FOMO Bitcoin Kembali Meningkat</h2>
<p>Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah meningkatnya sentimen <i>fear of missing out</i> (FOMO). Coinpedia mengutip data Santiment yang menunjukkan FOMO Bitcoin telah mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.</p>
<p>Kondisi tersebut muncul ketika Bitcoin berhasil melewati sejumlah level teknikal penting. Berdasarkan analisis teknikal, Bitcoin telah menembus moving average 50 minggu di sekitar US$78.320 dan sebelumnya juga melewati swing high yang terbentuk pada Mei.</p>
<p>Dalam skenario teknikal tersebut, level US$85.000 disebut sebagai target minimum dari pola kenaikan. Sementara itu, area US$88.600–US$92.220 menjadi zona target berikutnya, dengan potensi ekstensi hingga sekitar US$97.637 apabila momentum berlanjut.</p>
<p>Namun, level-level tersebut merupakan proyeksi teknikal dan bukan jaminan bahwa Bitcoin akan mencapai harga tertentu.</p>
<h2>Pembelian Korporasi Ikut Menopang Sentimen</h2>
<p>Minat korporasi terhadap Bitcoin juga kembali menjadi perhatian. Strategy, perusahaan yang dikenal dengan strategi treasury Bitcoin, pada pekan yang berakhir 20 September membeli tambahan 950 BTC senilai sekitar US$75,7 juta.</p>
<p>Pembelian tersebut membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 846.000 BTC. Berdasarkan laporan perusahaan, pembelian dilakukan dengan menggunakan kas perusahaan.</p>
<p>Menurut <b>CEO dan Founder FLOQ,</b> <b>Yudhono Rawis, </b>kombinasi antara arus dana institusional, pembelian korporasi, dan aktivitas pasar derivatif menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca reli Bitcoin saat ini.</p>
<p>“Kenaikan Bitcoin ke area US$87.000 menunjukkan bahwa momentum pasar kembali menguat setelah sebelumnya BTC mengalami tekanan di bawah US$80.000. Yang menarik bukan hanya pergerakan harganya, tetapi juga adanya kombinasi arus dana ETF, akumulasi korporasi, dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif,” kata Yudho.</p>
<p>Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin saat ini memiliki beberapa katalis yang berjalan secara bersamaan. Namun, peningkatan FOMO juga perlu menjadi perhatian karena dapat membuat volatilitas meningkat apabila ekspektasi pasar bergerak terlalu cepat.</p>
<p>“Di sisi lain, kenaikan yang berlangsung cepat juga perlu dibaca dengan hati-hati. Ketika FOMO meningkat dan posisi derivatif bertambah, ruang volatilitas menjadi lebih besar. Karena itu, level harga sebaiknya tidak dilihat sebagai kepastian arah pasar, melainkan sebagai area yang perlu dipantau bersama dengan volume, arus ETF, likuiditas, dan kondisi makroekonomi,” lanjutnya.</p>
<h2>US$90.000 Jadi Level yang Kembali Disorot</h2>
<p>Setelah berhasil melewati US$86.000, level US$90.000 kembali menjadi perhatian pelaku pasar.</p>
<p>Sejumlah analisis teknikal menempatkan US$88.600–US$92.220 sebagai area yang perlu diperhatikan apabila momentum kenaikan berlanjut. Pada kerangka waktu yang lebih pendek, area sekitar US$80.120 disebut sebagai level penting untuk mempertahankan struktur kenaikan jangka pendek.</p>
<p>Sementara itu, jika terjadi koreksi, area US$82.000–US$84.000 menjadi salah satu zona yang dipantau pasar. Analisis lain yang dikutip Coinpedia juga menempatkan sekitar US$75.000 sebagai area dukungan yang lebih luas apabila koreksi berlangsung lebih dalam.</p>
<p>Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa setelah reli tajam, pasar Bitcoin kini berada dalam fase yang membutuhkan konfirmasi lanjutan, bukan sekadar melihat kenaikan harga dalam jangka pendek.</p>
<p>Yudho menambahkan bahwa pasar kripto saat ini perlu melihat Bitcoin dalam konteks yang lebih luas.</p>
<p>“Bitcoin sudah menunjukkan kemampuan untuk kembali berada di atas level teknikal penting, tetapi keberlanjutan tren akan sangat bergantung pada apakah permintaan spot dapat terus menopang harga. Jika kenaikan semakin banyak didorong leverage dan FOMO, risiko koreksi juga perlu diperhitungkan. Bagi investor, memahami volatilitas dan mengelola risiko tetap menjadi bagian penting ketika pasar bergerak cepat,” jelas Yudho.</p>
<p>Dengan Bitcoin berada di sekitar US$86.000–US$87.000, perhatian pasar selanjutnya tertuju pada kemampuan BTC mempertahankan level tersebut sekaligus menguji area US$90.000. Di sisi lain, arus ETF, aktivitas korporasi, kondisi likuiditas, serta perkembangan makroekonomi akan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah pasar berikutnya.</p>
<p>Pergerakan harga aset kripto bersifat volatil dan memiliki risiko. Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual aset kripto.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FLOQ</h3>
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/23/Bitcoin-Tembus-US87.000-Seberapa-Tinggi-BTC-Bisa-Melaju-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bitcoin Tembus US$87 000 Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/23/Bitcoin-Tembus-US87.000-Seberapa-Tinggi-BTC-Bisa-Melaju-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bitcoin Tembus US$87 000 Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
