<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos FisTx Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/fistx-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 05:52:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos FisTx Indonesia &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101865/dulu-cukup-ganti-air-kini-air-penggantinya-harus-steril-fistx-hadirkan-baskara-uv-dan-cakra-elektrolisis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 05:52:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101865/dulu-cukup-ganti-air-kini-air-penggantinya-harus-steril-fistx-hadirkan-baskara-uv-dan-cakra-elektrolisis</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO  – FisTx ajak petambak kembali ke dasar budidaya: ganti air dengan air bersih dan steril. Baskara UV dan Cakra Elektrolisis, tanpa kaporit. Simak caranya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>  – FisTx ajak petambak kembali ke dasar budidaya: ganti air dengan air bersih dan steril. Baskara UV dan Cakra Elektrolisis, tanpa kaporit. Simak caranya.</p>


<p>Ketika kualitas air tambak udang menurun, jawaban paling tua dan paling sederhana tetap sama: ganti air dengan volume yang cukup dan air yang berkualitas. FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengajak petambak kembali ke prinsip dasar itu, sambil memastikan syarat kedua terpenuhi: air pengganti harus bersih dan steril sebelum masuk kolam. Dua teknologi FisTx, <b>Baskara UV dan Cakra Elektrolisis</b>, dirancang untuk itu.</p>
<h3>Ganti Air: Cara Lama Yang Masih Paling Masuk Akal</h3>
<p>Di tambak tradisional, pergantian air memanfaatkan pasang surut dan menjadi cara berbiaya rendah menjaga mutu air. Kajian budidaya udang windu yang dirangkum Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur juga mencatat bahwa kolam tandon (reservoir) sebelum air masuk ke petak membantu memperbaiki kualitas air, mengurangi risiko masuknya organisme pembawa penyakit, dan meningkatkan kelangsungan hidup udang. Prinsipnya sama di tambak intensif: air yang buruk dibuang, diganti dengan air yang lebih baik.</p>
<p>Namun ganti air hanya menolong jika air penggantinya memang lebih baik. Praktisi nutrisi akuakultur Alune mengingatkan bahwa pergantian air membawa risiko patogen ikut masuk, sehingga air sebaiknya diolah lebih dulu sebelum dipakai.</p>
<h3>Masalahnya Ada di Air Penggantinya</h3>
<p>Selama ini jalan pintas yang umum adalah kaporit. Murah di awal, tetapi berulang setiap siklus. Berdasarkan data lapangan FisTx, dosis 30 ppm untuk kolam 1.000 m² dapat menghabiskan hingga Rp 44 juta per siklus. Residu klorinnya dapat menghambat mikroba baik, dan Vibrio bisa muncul kembali ketika efek kaporit memudar karena sterilisasi kimia bekerja sekali sentuh.</p>
<p>Dengan kata lain, mengganti air itu sendiri tidak rumit. Yang rumit adalah mendapatkan air pengganti yang benar-benar bersih.</p>
<h3>Tiga Memudahan: Ganti Air Cepat, Mudah, dan Berkualitas</h3>
<p>FisTx menempatkan dua teknologi pada jalur air masuk dan sistem air tambak agar petambak bisa kembali ke SOP dasar tanpa menambah bahan kimia:</p>
<p><b>Baskara UV</b> mensterilkan air input dengan sinar UV-C pada panjang gelombang 253,7 nanometer yang merusak DNA dan RNA patogen, tanpa residu kimia. Umur lampunya sekitar 12.000 jam. UV bekerja optimal pada air yang jernih, sehingga dipasangkan dengan filtrasi.</p>
<p><b>Cakra Elektrolisis</b> menghasilkan disinfektan asam hipoklorit (HOCl) langsung dari air laut lewat proses elektrokimia, dengan dosis 2 ppm dan debit 50 m³ per jam (hingga 200 m³ per jam). Teknologi ini tetap bekerja pada air keruh, kondisi yang membatasi UV.</p>
<p>Keduanya saling menutup celah. UV memberi disinfeksi cepat di pintu masuk, sedangkan HOCl menjaga air tetap terlindungi setelah masuk ke sistem. Menurut FisTx, sistem ini tidak memerlukan netralisasi residu kimia seperti pada kaporit, sehingga air siap dipakai tanpa langkah tambahan. Bagi petambak, artinya ganti air lebih cepat, lebih mudah dijalankan, dan memakai air yang telah disterilkan dari patogen termasuk Vibrio.</p>
<h3>Bukti Dari Lapangan</h3>
<p>Di sebuah tambak intensif di Pantai Blimbingsari, Banyuwangi, Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dipasang bersama sebagai perlindungan berlapis. Pada Kolam B7 (5.000 m², tebar DOC 80), panen siklus pertama setelah implementasi Cakra Elektrolisis (Juli 2026) mencatat survival rate 82%, FCR 1,21, dan total panen 9.501 kg dengan size 46,8. Angka ini baru dari satu kolam di siklus pertama, dan FisTx akan memperbarui data seiring bertambahnya siklus. Uji laboratorium independen PT Suri Tani Pemuka (JAPFA) Animal Health &amp; Laboratory Service di Banyuwangi juga mengkonfirmasi perbaikan parameter kualitas air pasca instalasi.</p>
<p>Di Tambak Agro Udang Manis, Bali, total panen naik dari 8,76 ton menjadi 13,6 ton setelah Baskara UV dipasang, dengan ukuran panen membaik dari size 86 ke size 37.</p>
<p>Sepanjang 2026, Cakra Elektrolisis terpasang di empat area Pulau Jawa: Banyuwangi (Pantai Blimbingsari), Kota Serang (Banten), Purworejo (pantai selatan), dan Jepara (pantai utara). Petambak bisa berkunjung, mengambil sampel air sendiri, dan mengujinya di laboratorium pilihan masing-masing.</p>
<p>&#8220;<i>Kualitas air itu pondasi. Dulu petambak berhasil bukan karena resep rumit, melainkan karena airnya bersih dan volume pergantianya cukup. Teknologi kami tidak mengubah resep itu, hanya memastikan air yang masuk ke kolam memang bersih dan steril</i>.&#8221; Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia</p>
<p>&#8220;<i>Air yang steril itu pondasi budidaya yang sehat. FDS (fistx disinfektan system) sudah kami buktikan di berbagai daerah, hasilnya konsisten</i>.&#8221; Bachtiar Umar, Head of Farming Expert FisTx</p>
<p><b>Pengamat akuakultur Dr. Hasanuddin Atjo</b> sebelumnya menegaskan bahwa teknologi pengolahan air baku perlu mendapat perhatian lebih dalam budidaya udang, “Teknologi treatment air baku untuk budidaya perlu menjadi perhatian. Inovasi ciptakan infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang murah seperti teknologi UV serta elektrolisis perlu didorong agar tidak lagi menggunakan bahan kimia.” (<i>Oktober 2025</i>)</p>
<h3>Mulai Dari Air</h3>
<p><b>Pesan FisTx sederhana: </b>budidaya udang tidak harus selalu rumit. Mulailah dari memastikan air yang masuk ke kolam bersih dan berkualitas, lalu ganti air dengan volume yang cukup saat kualitas menurun. Petambak yang ingin berkonsultasi atau survei spesifikasi sesuai kondisi tambak dapat menghubungi tim teknologi FisTx melalui WhatsApp +62 821-2399-971.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FisTx Indonesia</h3>
FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta yang selama lebih dari lima tahun menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi kolam, dan pendampingan lapangan bagi pembudidaya ikan dan udang. Berdasarkan data perusahaan, FisTx hadir di 25 provinsi dan tiga negara (Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain), dengan lebih dari 40.000 produk terdistribusi kepada lebih dari 1.500 pembudidaya.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/21/FisTx-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/21/FisTx-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang, Pertemukan Investor, Pemilik Lahan, dan Operator Berpengalaman di Sektor Pangan Strategis</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101790/fistx-indonesia-luncurkan-kso-budidaya-udang-pertemukan-investor-pemilik-lahan-dan-operator-berpengalaman-di-sektor-pangan-strategis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 09:21:25 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101790/fistx-indonesia-luncurkan-kso-budidaya-udang-pertemukan-investor-pemilik-lahan-dan-operator-berpengalaman-di-sektor-pangan-strategis</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, memperkenalkan skema Kerja Sama Operasional (KSO) budidaya udang. Skema ini mempertemukan pemilik modal yang belum punya lahan dan pengalaman, pemilik lahan yang kolamnya terhenti karena keterbatasan modal, dan FisTx sebagai operator yang menjalankan seluruh SOP budidaya dari persiapan air hingga panen.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, memperkenalkan skema Kerja Sama Operasional (KSO) budidaya udang. Skema ini mempertemukan pemilik modal yang belum punya lahan dan pengalaman, pemilik lahan yang kolamnya terhenti karena keterbatasan modal, dan FisTx sebagai operator yang menjalankan seluruh SOP budidaya dari persiapan air hingga panen.</p>
<h2>Masalah Yang Dijawab: Modal dan Lahan ada, Operasional yang tidak</h2>
<p>Budidaya udang menawarkan potensi profit besar, tetapi resiko gagalnya juga tinggi. Dari pengalaman lapangan FisTx, kegagalan umumnya berakar pada tiga hal: konstruksi kolam yang tidak mempertimbangkan hidrodinamika, manajemen harian yang bertumpu pada intuisi alih-alih data, dan input benur, pakan, serta probiotik yang tidak terstandar. Akibatnya, di satu sisi ada pemilik modal yang ragu masuk karena tidak paham teknisnya, di sisi lain ada kolam yang menganggur karena pemiliknya tidak punya dana untuk memulai siklus.</p>
<p>&#8220;<i>KSO kami rancang agar tiga pihak yang saling membutuhkan ini bisa bertemu dalam satu kontrak yang jelas. Investor tidak perlu menjadi petambak, pemilik lahan tidak perlu menunggu modal sendiri terkumpul, dan operasionalnya dijalankan tim yang terbiasa dengan SOP budidaya terukur</i>,&#8221; ujar Bachtiar &#8211; Head Of Farming Division</p>
<h2>Bagaimana KSO Bekerja?</h2>
<p>Dalam skema ini, FisTx bertindak sebagai operator yang menjalankan SOP budidaya milik tim Farming Expert selama beberapa siklus sesuai kesepakatan. Kerja sama berjalan dalam enam tahap: survei dan uji kelayakan lokasi, kontrak KSO, instalasi teknologi dan perbaikan infrastruktur kolam, penyiapan SDM dan SOP, siklus budidaya dengan pencatatan data harian, serta panen dan bagi hasil yang dihitung secara transparan sesuai kontrak.</p>
<p>FisTx menyediakan tiga pilihan skema: Full Operational KSO untuk pengelolaan penuh, Technical Advisory KSO untuk mitra yang sudah punya tim budidaya, dan skema Hybrid atau Performance yang fokus pada modul kritis berbasis target performa. Pada skema penuh, tambak dilengkapi teknologi sterilisasi air seperti Baskara UV, Cakra Elektrolisis, pendampingan teknisi lapangan melalui Program TAMPAN, dan perbaikan infrastruktur melalui AQUADEX.</p>
<h2>Dekat Dengan Agenda Ketahanan Pangan</h2>
<p>Sektor perikanan budidaya menjadi salah satu perhatian pemerintah. Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik nilai ekspor perikanan di atas US$ 6,7 miliar dan produksi perikanan 25,84 juta ton. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan industri udang, dengan kebijakan yang mendukung investasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>&#8220;<i>Udang adalah komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi. Ketika lahan yang menganggur kembali berproduksi dengan manajemen yang disiplin, manfaatnya dirasakan investor, pemilik lahan, tenaga kerja lokal, dan rantai pasok pangan nasional</i>,&#8221; lanjut Rico Wisnu Wibisono &#8211; CEO Fistx</p>
<h2>Rekam Jejak dan Kehati-hatian</h2>
<p>Data internal FisTx mencatat produktivitas hingga 70 ton/ha pada sistem RAS super-intensif di Sumbawa, hingga 60 ton/ha di Bangka, dan hingga 30 ton/ha di Bali. FisTx telah menjangkau lebih dari 25 provinsi dan 3 negara. FisTx menegaskan bahwa hasil budidaya tetap bergantung pada kondisi lapangan di setiap lokasi dan siklus, sehingga skema dan bagi hasil disepakati bersama setelah survei kelayakan, bukan dijanjikan di muka.</p>
<p>&#8220;<i>Kami lebih memilih menilai lokasi dulu sebelum bicara kerjasama. Kalau lahannya belum layak, kami sampaikan apa adanya</i>,&#8221; tambah Bachtiar</p>
<h2>Cara Memulai KSO Budidaya Udang</h2>
<p>Investor, pemilik lahan, maupun pelaku usaha tambak yang tertarik dapat mengajukan survei kelayakan lokasi melalui tim FisTx. Informasi lengkap tersedia di halaman KSO budidaya udang FisTx atau hubungi nomor WhatsApp : +62822-1305-4850</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/20/FisTx-Indonesia-Luncurkan-KSO-Budidaya-Udang-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/20/FisTx-Indonesia-Luncurkan-KSO-Budidaya-Udang-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia Luncurkan KSO Budidaya Udang (2)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101734/target-169-juta-ton-udang-2029-fistx-bagikan-ensiklopedia-budidaya-12-bab</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 07:44:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101734/target-169-juta-ton-udang-2029-fistx-bagikan-ensiklopedia-budidaya-12-bab</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Saat pemerintah menargetkan produksi udang nasional naik ke 1,69 juta ton pada 2029, CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono membuka ilmu budidaya terukur untuk petambak Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Saat pemerintah menargetkan produksi udang nasional naik ke 1,69 juta ton pada 2029, CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono membuka ilmu budidaya terukur untuk petambak Indonesia.</p>
<p>FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur berbasis di Yogyakarta, merilis Ensiklopedia Budidaya Udang, ebook 12 bab karya CEO sekaligus praktisi budidaya udang Rico Wisnu Wibisono. Seluruh seri dapat diunduh gratis oleh petambak, teknisi, dan pelaku usaha udang untuk menyiapkan siklus budidaya 2027 dengan keputusan yang lebih terukur.</p>
<p>Solusi ini hadir ketika arah kebijakan menuntut lompatan. Pemerintah menargetkan produksi udang nasional mencapai 1,69 juta ton pada 2029, sejalan dengan RPJMN. Sebagai pembanding, produksi udang nasional pada 2024 tercatat 844.140 ton menurut data KKP. Artinya, produksi perlu naik hampir dua kali lipat dalam lima tahun.</p>
<h3><strong>Angka Yang Menjadi Latar</strong></h3>
<p>Target produksi. 1,69 juta ton pada 2029. Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda menyebut Indonesia memerlukan &#8220;leverage&#8221; baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan tantangan pada penyakit, sistem budidaya dua tahap, tambak tradisional, dan pemasaran.</p>
<p>Tambak tradisional. Sekitar 82 persen luas tambak udang nasional masih berupa tambak tradisional, sehingga peningkatan produktivitas dan tata kelola kawasan menjadi prioritas.</p>
<p>Ekspor. Indonesia mengekspor 218,87 ribu ton udang senilai US$1,87 miliar pada 2025, dengan pangsa sekitar 6 persen pasar global. Ekuador memimpin dengan 1,41 juta ton.</p>
<p>Perlindungan pasar domestik. Pada September 2026, KKP mengamankan 1.048 ton udang impor di Jawa Timur yang diduga akan beredar di pasar lokal, padahal peruntukannya diolah untuk diekspor kembali. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan udang impor yang seharusnya untuk ekspor masuk ke pasar lokal.</p>
<p>Jalur menuju 2027. Jika produksi naik dengan laju rata-rata sama setiap tahun dari 844.140 ton pada 2024 menuju 1,69 juta ton pada 2029, posisi 2027 berada di kisaran 1,35 juta ton, atau tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Ini hitungan ilustrasi, bukan target resmi KKP untuk 2027.</p>
<p>&#8220;Angka target itu hanya akan tercapai kalau keputusan di tingkat kolam ikut berubah. Karena itu kami membuka ilmu yang selama ini kami pakai di lapangan, secara gratis, supaya petambak bisa menghitung sebelum menebar,&#8221; ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia.</p>
<h3><strong>Apa isi Ensiklopedia Budidaya Udang</strong></h3>
<p>Ensiklopedia terdiri atas 12 bab yang disusun dari pondasi menuju keputusan harian dan ketahanan bisnis:</p>
<p>Pondasi: Shrimpnomic (tebar terukur dan logika kebangkitan Ekuador), Water Thinking (pengelolaan air), Carrying Capacity (daya dukung kolam), dan Oxygen Economics (aerasi, DO, ORP).</p>
<p>Mesin kolam: Hidraulika Tambak, Genetika Ketahanan, Mikrobioma Terukur, dan Pakan Terukur.</p>
<p>Bertahan dan menang: Kesehatan dan Biosekuriti, Monitoring dan Data, Ekonomi Siklus, serta Keberlanjutan dan Masa Depan.</p>
<p>Setiap bab memuat kasus, angka, dan prinsip yang bisa langsung dibawa ke rapat tim tambak, dari menentukan kepadatan tebar sampai menghitung HPP per kilogram.</p>
<p>&#8220;Banyak kolam gagal bukan karena kurang niat, tapi karena keputusan diambil dengan perkiraan. Ensiklopedia ini kami susun supaya perkiraan itu diganti dengan hitungan,&#8221; kata Rico.</p>
<h3><strong>Cara Mengunduh</strong></h3>
<p><b>Ensiklopedia Budidaya Udang dapat diunduh gratis, melalui halaman resmi FisTx: Klik Link Download. </b></p>
<p>Petambak yang ingin membahas angka kolamnya setelah membaca dapat meminta sesi konsultasi singkat dengan tim FisTx melalui halaman resmi Fistx Indonesia.</p>
<p><strong>Tentang FisTx Indonesia</strong></p>
<p>FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta yang selama lebih dari lima tahun menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi kolam, dan pendampingan lapangan bagi pembudidaya ikan dan udang. Berdasarkan data perusahaan, FisTx hadir di 25 provinsi dan tiga negara (Kuwait, Timor Leste, dan Bahrain), dengan lebih dari 40.000 produk terdistribusi kepada lebih dari 1.500 pembudidaya.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/19/Target-1-69-Juta-Ton-Udang-2029-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/19/Target-1-69-Juta-Ton-Udang-2029-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Target 1,69 Juta Ton Udang 2029: FisTx Bagikan Ensiklopedia Budidaya 12 Bab]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101498/cakra-elektrolisis-teknologi-sterilisasi-air-tambak-karya-anak-bangsa-mulai-dipercaya-tambak-besar-di-pulau-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 05:00:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101498/cakra-elektrolisis-teknologi-sterilisasi-air-tambak-karya-anak-bangsa-mulai-dipercaya-tambak-besar-di-pulau-jawa</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa.</p>
<p>Produk karya anak bangsa yang baru diperkenalkan pada awal 2026 ini mulai dipercaya tambak-tambak besar, dan masyarakat dipersilakan datang untuk membuktikan sendiri lewat pengambilan sampel air serta pengecekan kualitas air setelah penggunaan elektrolisis.</p>
<h2>Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau Jawa</h2>
<p>Berikut lokasi Cakra Elektrolisis yang dapat anda jadikan referensi dan perbandingan performa kualitas air dan budidaya setelah proses elektrolisis :</p>
<p>&#8211; <b>Jawa bagian timur </b>: Banyuwangi, Pantai Blimbingsari</p>
<p>&#8211; <b>Jawa bagian barat </b>: Kota Serang, Banten</p>
<p>&#8211; <b>Pantai selatan Jawa </b>: Purworejo, Tambak KSO FisTx</p>
<p>&#8211; <b>Pantai utara Jawa (Pantura) </b>: Jepara, PT Ghana Utamadi Dhuniara</p>
<p>Keempat titik ini mewakili kondisi perairan dan pola budidaya yang berbeda-beda di Pulau Jawa, salah satu wilayah penyumbang pasokan udang nasional. Calon pengguna dapat memilih lokasi yang paling dekat dengan tambak atau kantor mereka.</p>
<h2>Buktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek Kualitasnya</h2>
<p>FisTx mengajak petambak, pengelola tambak, dan pemangku kepentingan industri udang untuk tidak sekadar percaya pada klaim. &#8220;Jika ingin menguji secara langsung dapat mengambil sampel air di lokasi, lalu memeriksa kualitas air pasca penggunaan elektrolisis melalui laboratorium atau alat uji pilihan mereka,&#8221; jelas tim FisTx. Kunjungan dikoordinasikan melalui tim FisTx agar pengambilan sampel berjalan lancar.</p>
<p><i>“Kepercayaan tambak-tambak di Pulau Jawa terhadap Cakra Elektrolisis menunjukkan bahwa petambak Indonesia kini siap memilih teknologi dalam negeri. Cakra lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sebagai pengganti kaporit yang selama ini harus dibeli dan ditangani berulang di setiap siklus. Kami tidak meminta siapa pun percaya begitu saja. Silakan datang ke lokasi, ambil sampel air, dan buktikan sendiri kualitasnya,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia</i></p>
<h2>Mengapa sterilisasi air tambak semakin penting</h2>
<p>Industri udang nasional sedang didorong tumbuh. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut pada April 2026 produksi udang nasional berada di kisaran lebih dari 1 juta ton, dengan target sekitar 2 juta ton per tahun. Dari sisi ekspor, nilai ekspor udang Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai sekitar US$1,4 miliar atau naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan terbesar (63,1%).</p>
<p>Seiring budidaya yang makin intensif, kualitas air dan biosecurity menjadi fondasi utama. Selama ini kaporit menjadi pilihan umum untuk sterilisasi air, namun pemakaiannya berarti membeli, mengangkut, menyimpan, dan menangani bahan kimia secara berulang di setiap siklus. Cakra Elektrolisis hadir sebagai alternatif tanpa kaporit.</p>
<h2>Cakra Elektrolisis alam sistem FDS</h2>
<p>Cakra Elektrolisis merupakan bagian dari FDS (FisTx Disinfectan System) bersama Baskara UV dan Nano Disinfektan. Dalam ajang FARM 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026, demo cara kerja Cakra Elektrolisis menjadi daya tarik utama booth FisTx di hadapan lebih dari 350 pengunjung yang sebagian besar adalah teknisi dan pemilik tambak udang.</p>
<p>Sebagai gambaran data lapangan, pada salah satu Kolam B7 (Tambak Area Banyuwangi &#8211; Pantai Blimbingsari) yang menerapkan Cakra Elektrolisis, hasil panen siklus pertama (periode Juli 2026) mencatat total panen 9.501 kg pada luasan 5.000 m² dengan DOC 80, FCR 1,21, dan SR 82%.</p>
<h2>Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak</h2>
<p>Setiap tambak memiliki luasan, sumber air, salinitas, dan pola operasional yang berbeda. Karena itu, FisTx selalu menyarankan calon pengguna berkonsultasi dengan tim teknologi FisTx untuk mendapatkan spesifikasi Cakra Elektrolisis yang sesuai kondisi lapangan sehingga performanya maksimal.</p>
<p><strong>Tentang FisTx Indonesia</strong></p>
<p>FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur yang berbasis di Yogyakarta. FisTx menghadirkan solusi terlengkap bagi budidaya perikanan, mulai dari teknologi sterilisasi air, nutrisi ikan dan udang, desain dan konstruksi kolam, pendampingan budidaya, hingga pelatihan dan kemitraan.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/13/Empat-titik-Cakra-Elektrolisis-strategis-di-Pulau-Jawa-3-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Empat titik Cakra Elektrolisis strategis di Pulau Jawa (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/13/Empat-titik-Cakra-Elektrolisis-strategis-di-Pulau-Jawa-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Empat titik Cakra Elektrolisis strategis di Pulau Jawa (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cakra Elektrolisis Curi Perhatian di FARM 2026, FisTx Perkenalkan Teknologi Elektrokimia Pertama untuk Sterilisasi Air Tambak di Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101001/cakra-elektrolisis-curi-perhatian-di-farm-2026-fistx-perkenalkan-teknologi-elektrokimia-pertama-untuk-sterilisasi-air-tambak-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 00:40:01 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101001/cakra-elektrolisis-curi-perhatian-di-farm-2026-fistx-perkenalkan-teknologi-elektrokimia-pertama-untuk-sterilisasi-air-tambak-di-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO  — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, tampil sebagai salah satu exhibitor yang paling banyak menyita perhatian pengunjung di ajang FARM 2026 yang diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dari booth nomor 15C, FisTx menghadirkan tiga lini solusi budidaya sekaligus: FDS (Fistx Disinfection System : Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan) untuk sterilisasi air, Nano Silver untuk penanganan udang yang terserang penyakit, hingga Nawasena Water Test Kit untuk monitoring kualitas air tambak secara mudah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>  — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, tampil sebagai salah satu exhibitor yang paling banyak menyita perhatian pengunjung di ajang FARM 2026 yang diselenggarakan Minapoli di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Dari booth nomor 15C, FisTx menghadirkan tiga lini solusi budidaya sekaligus: FDS (Fistx Disinfection System : Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan) untuk sterilisasi air, Nano Silver untuk penanganan udang yang terserang penyakit, hingga Nawasena Water Test Kit untuk monitoring kualitas air tambak secara mudah.</p>
<h2>FARM 2026: Forum Nasional yang Mempertemukan Petambak, Teknisi, dan Asosiasi Industri</h2>
<p>FARM 2026 tercatat dihadiri lebih dari 350 peserta, didominasi oleh teknisi dan pemilik tambak udang dari berbagai daerah. Selain sesi seminar dan area pameran, momen penting lain di ajang ini adalah pengukuhan pengurus daerah Shrimp Club Indonesia (SCI) untuk wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung, yang dilakukan langsung oleh ketua Umum SCI : Prof. Dr. Andi Tamsil, MS., IPM menegaskan posisi FARM 2026 sebagai forum konsolidasi industri udang nasional, bukan sekadar pameran produk.</p>
<h2>Cakra Elektrolisis: Teknologi yang Paling Banyak Menyita Perhatian</h2>
<p>Di antara jajaran produk yang dipamerkan, Cakra Elektrolisis menjadi pusat perhatian pengunjung booth FisTx. Teknologi ini diklaim sebagai sistem sterilisasi air dengan pendekatan elektrokimia pertama yang diterapkan dalam budidaya/akuakultur di Indonesia menggantikan peran kaporit dan disinfektan kimia konvensional.</p>


<p><b>Rico Wisnu Wibisono, Founder &amp; CEO FisTx</b>, mengaku sempat terkejut dengan besarnya antusiasme pengunjung terhadap teknologi ini.</p>
<p>&#8220;Kami sempat kaget dengan antusiasme yang begitu besar terhadap Cakra Elektrolisis. Banyak pemilik tambak yang penasaran karena ini teknologi elektrokimia pertama yang diterapkan di budidaya udang Indonesia — mereka datang bukan cuma untuk lihat, tapi juga untuk memastikan sendiri bagaimana cara kerjanya bisa menggantikan kaporit.&#8221; — <i>Rico Wisnu Wibisono, Founder &amp; CEO FisTx</i></p>
<h2>Manajemen Kualitas Air, Kunci yang Ditekankan dalam Salah Sesi Seminar</h2>
<p>Pentingnya kualitas air juga jadi sorotan dalam salah satu sesi seminar FARM 2026. <b>Martha Mamora, Area Manager Adisseo,</b> menyampaikan bahwa penggunaan feed additive saja tidak cukup untuk menjamin performa budidaya yang optimal.</p>
<p>&#8220;Feed additive memang dapat meningkatkan kecernaan dan kesehatan udang, namun tetap harus diimbangi dengan manajemen kualitas air, pakan, dan biosecurity yang baik.&#8221; — <i>Martha Mamora, Area Manager Adisseo</i></p>
<p>Poin inilah yang selama ini coba dijawab FisTx melalui Cakra Elektrolisis. Sejak mulai diperkenalkan awal tahun 2026, teknologi ini sudah mulai dipercaya dan diterapkan di sejumlah titik budidaya di Pulau Jawa mulai dari Banyuwangi (Jawa Timur), Jepara (pesisir utara), Purworejo (selatan), hingga Serang (Banten, bagian barat), sebuah sebaran yang menunjukkan bahwa kebutuhan akan solusi sterilisasi air bebas kaporit bukan cuma isu di satu wilayah, tapi kebutuhan nasional.</p>
<p>Kehadiran FisTx di FARM 2026 sekaligus menegaskan arah industri budidaya udang yang semakin sadar pentingnya manajemen kualitas air sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap. Dengan animo besar terhadap Cakra Elektrolisis, FisTx membuka peluang lebih lebar bagi solusi sterilisasi air tanpa kaporit untuk diadopsi lebih luas oleh petambak di berbagai wilayah Indonesia.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FisTx Indonesia</h3>
FisTx adalah perusahaan teknologi akuakultur dengan solusi terlengkap dan No.1 di Indonesia, menghadirkan lima solusi terintegrasi meliputi teknologi sterilisasi dan oksigenasi air, nutrisi budidaya melalui AquaSupport, perencanaan dan konstruksi kolam melalui Aquadex, pendampingan budidaya melalui program TAMPAN, serta kemitraan strategis lintas sektor untuk mendukung ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia. FisTx berkantor pusat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/FisTx-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/06/FisTx-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98795/tambak-indonesia-merdeka-dari-produk-impor-fistx-hadirkan-alat-uji-nawasena-test-kit-dan-nano-disinfektan-buatan-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 04:00:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98795/tambak-indonesia-merdeka-dari-produk-impor-fistx-hadirkan-alat-uji-nawasena-test-kit-dan-nano-disinfektan-buatan-lokal</guid>

					<description><![CDATA[<div>
YOGYAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Tambak Indonesia merdeka dari produk impor: FisTx hadirkan Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver buatan lokal untuk petambak Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>YOGYAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Tambak Indonesia merdeka dari produk impor: FisTx hadirkan Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver buatan lokal untuk petambak Indonesia.</p>
<p>FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, terus memperluas lini produk yang dirancang dan diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sebagai bagian dari seruan <b>Tambak Merdeka dari Produk Impor</b> dalam gerakan <b>#Merdeka Bersama FisTx</b> dalam rangka memeriahkan HUT NKRI ke 81 Tahun. Tiga produk yang menjadi sorotan dalam sub-campaign ini adalah Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver.</p>
<p>Selama ini, sebagian kebutuhan alat uji kualitas air maupun bahan desinfeksi tambak di Indonesia masih bergantung pada produk impor, yang umumnya datang dengan harga lebih tinggi dan waktu tunggu distribusi yang lebih lama, terutama bagi petambak di wilayah yang jauh dari pusat distribusi. FisTx menjawab kebutuhan itu dengan mengembangkan dan memproduksi alternatif lokal yang dirancang khusus untuk kondisi perairan tambak di Indonesia.</p>
<p><b>Sekilas tentang ketiga produk:</b></p>
<p><b>&#8211; Nawasena Test Kit </b>adalah alat uji kualitas air yang dapat digunakan langsung di tepi kolam untuk mendeteksi parameter seperti amonia, nitrit, total alkalinitas, dan kadar oksigen terlarut secara realtime, tanpa perlu mengirim sampel ke laboratorium eksternal. Salah fitur menarik dari Nawasena Test Kit, dilengkapi dengan fitur Smart Virtual Assistant selama 7*24 Jam Non Stop. Fitur ini gratis untuk setiap customer yang sudah melakukan pembelian Nawasena test kit. Fitur Smart Virtual Assistant memastikan pengguna mendapatkan panduan instan kapan saja tanpa kendala waktu.</p>
<p><b>&#8211; Nano Disinfektan</b> adalah larutan disinfektan berbasis ion tembaga dengan kandungan 150.000 ppm yang bekerja menekan populasi patogen penyebab penyakit pada air budidaya, digunakan sebagai bagian dari rutinitas sterilisasi air tambak. Dosis pencegahan Nano Disinfektan (nano copper) FisTx adalah 0,05 ppm setiap 7–14 hari, dan dosis pengobatan 0,1 ppm setiap 3 hari hingga mortalitas menurun signifikan, disesuaikan dengan volume air kolam aktual.</p>
<p><b>&#8211; Nano Silver</b> adalah produk desinfektan berbasis ion perak dengan kandungan Mulai Dari 1.000 ppm s/d 10.000 ppm ion nano silver yang bekerja melengkapi perlindungan terhadap patogen memiliki pH netral (8) dan dirancang khusus untuk dicampur pakan dengan dosis pencegahan 0,05 ppt, sehingga aman dikonsumsi udang secara rutin tanpa mengganggu proses hidupnya.</p>
<p>Ketiganya dikembangkan melalui riset internal FisTx dan diproduksi di fasilitas dalam negeri.</p>
<p>Rico Wisnu Wibisono, Founder dan CEO FisTx, mengatakan pengembangan produk lokal ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kemandirian teknologi akuakultur nasional. &#8220;Petambak Indonesia berhak mendapatkan teknologi yang dirancang khusus untuk kondisi perairan Indonesia, dengan harga yang lebih terjangkau dan distribusi yang lebih cepat, tanpa harus bergantung pada produk dari luar negeri,&#8221; kata Rico.</p>
<p>Di Kulon Progo, seorang petambak binaan FisTx sempat mengalami lonjakan kematian udang sejak hari ke-30 budidaya (DOC 30). Setelah rutin menerapkan Nano Disinfektan, kondisi kolam berangsur pulih. &#8220;Alhamdulillah sudah membaik, yang bermasalah kemarin kolam 8 dan kolam 6, sudah mau makan dan kematian menurun,&#8221; tulis petambak tersebut kepada tim FisTx. Tambak ini akhirnya berhasil dipanen tuntas pada DOC 120 dengan size 28, total hasil panen 9,5 ton dari tiga kolam.</p>
<p>Berdasarkan data internal perusahaan, adopsi teknologi FisTx secara keseluruhan selama lebih dari lima tahun terakhir berkontribusi pada peningkatan success rate budidaya hingga 83,6%, dan penurunan biaya produksi hingga 27%. FisTx tercatat telah menjangkau lebih dari 1.500 petambak dan pembudidaya di 25 provinsi di Indonesia.</p>
<p>Seruan <b>Tambak Merdeka dari Produk Impor</b> merupakan salah satu tema dan seruan dalam <b>“Merdeka Bersama FisTx”</b>, yang secara keseluruhan menyasar lima masalah klasik budidaya, mulai dari sterilisasi air, penyakit, efisiensi pakan, kualitas air, hingga ketergantungan produk impor.</p>
<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FisTx Indonesia</h3>
FisTx adalah perusahaan teknologi akuakultur nomor 1 dengan solusi terlengkap di Indonesia, menghadirkan lima solusi terintegrasi meliputi teknologi sterilisasi dan oksigenasi air, nutrisi budidaya melalui AquaSupport, perencanaan dan konstruksi kolam melalui Aquadex, pendampingan budidaya melalui program TAMPAN, serta kemitraan strategis lintas sektor untuk mendukung ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia. FisTx berkantor pusat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/19/FisTx-Indonesia.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/19/FisTx-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Solusi Terlengkap Budidaya: FisTx Tunjukkan Komitmen #MerdekaBersamaFisTx Lewat Kerja Sama Operasional Tambak di Purworejo</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98772/solusi-terlengkap-budidaya-fistx-tunjukkan-komitmen-merdekabersamafistx-lewat-kerja-sama-operasional-tambak-di-purworejo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 10:47:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98772/solusi-terlengkap-budidaya-fistx-tunjukkan-komitmen-merdekabersamafistx-lewat-kerja-sama-operasional-tambak-di-purworejo</guid>

					<description><![CDATA[PURWOREJO, CILACAP.INFO &#8211; Di tengah semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, FisTx melalui divisi Farming Expert menandai babak baru bagi sebuah tambak di kawasan pantai Dewaruci, Purworejo, yang mulai menjalani siklus budidaya dengan skema kerja sama operasional (KSO).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURWOREJO</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Di tengah semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, FisTx melalui divisi Farming Expert menandai babak baru bagi sebuah tambak di kawasan pantai Dewaruci, Purworejo, yang mulai menjalani siklus budidaya dengan skema kerja sama operasional (KSO).</p>
<p>Momentum ini menjadi bagian dari semangat besar #MerdekaBersamaFisTx: membebaskan tambak-tambak Indonesia dari masalah klasik yang selama ini berulang setiap musim, dimulai dari kolam ini.</p>
<p>Tambak ini dikelola melalui skema kerja sama operasional, di mana pemilik lahan dan modal mempercayakan pengelolaan harian budidaya kepada divisi Farming Expert FisTx, mulai dari penerapan sistem teknologi, standar prosedur operasional (SOP), hingga pemantauan performa harian.</p>
<p>Skema ini berbeda dari pola jual-beli produk pada umumnya, karena FisTx turut serta langsung dalam operasional tambak, bukan sekadar menyediakan teknologi.</p>
<p>Sebagai penanda dimulainya siklus ini, tim Farming Expert memasang sistem sterilisasi Baskara UV 4 Inch di kolam budidaya, sekaligus melakukan persiapan menyeluruh menjelang tebar benih. Instalasi ini menjadi langkah pertama dari rangkaian penerapan semangat Merdeka dari Kaporit, di mana air disterilkan tanpa lagi bergantung pada kaporit maupun bahan kimia keras.</p>
<p>Semangat yang sama akan terus dijalankan sepanjang siklus: Merdeka dari FCR Tinggi lewat manajemen pakan yang terukur, Merdeka dari Penyakit lewat program biosecurity air, hingga Merdeka dari Kualitas Air Buruk lewat pemantauan parameter air secara berkala. Bagi tambak ini, kemerdekaan bukan lagi jargon musiman, melainkan satu sistem yang benar-benar dijalankan sejak hari pertama, bukan ditambahkan satu per satu di tengah jalan.</p>
<p><b>Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx</b>, mengatakan tambak KSO Purworejo ini menjadi bukti nyata bahwa FisTx tidak hanya berhenti pada penyediaan teknologi, tetapi juga siap terlibat langsung memastikan penerapannya berjalan optimal di lapangan. &#8220;Bertepatan dengan bulan kemerdekaan, tambak ini menjadi bukti bahwa semangat Merdeka Bersama FisTx merupakan komitmen yang benar-benar kami jalankan dari hari pertama di lapangan. Kami tidak hanya menjual alat, tetapi turut bertanggung jawab atas hasilnya bersama mitra,&#8221; kata Rico.</p>
<p><b>Bachtiar Umar, Head of Farming Expert Division</b> FisTx yang menjadi penanggung jawab utama pengelolaan tambak ini, mengatakan penerapan SOP yang terukur menjadi kunci utama keberhasilan skema KSO. &#8220;Bagi kami, merdeka bukan cuma bebas dari satu masalah, tapi dari seluruh rantai masalah yang selama ini menghambat performa panen. Setiap tahapan di tambak ini kami kelola dengan sistem dan SOP yang terukur, dari kualitas air hingga manajemen pakan, agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada mitra pemilik tambak,&#8221; kata Bachtiar.</p>
<p><b>Eko, kepala teknisi tambak </b>yang mewakili pihak pemilik lahan dan modal, menyambut baik dimulainya kerjasama ini. &#8220;Semoga momentum kemerdekaan ini juga jadi awal kemerdekaan tambak kami dari masalah-masalah yang selama ini kami hadapi setiap musim. Kami berharap kerjasama ini membawa performa yang lebih baik dan konsisten, apalagi dengan sistem dan pendampingan langsung dari tim FisTx,&#8221; kata Eko.</p>
<p>Kerja sama operasional ini merupakan bagian dari semangat dan komitmen <b>#MerdekaBersamaFisTx</b> sekaligus momentum di mana FisTx mengajak petambak di seluruh Indonesia untuk turut &#8220;memerdekakan&#8221; tambaknya dari masalah klasik yang selama ini dianggap sebagai risiko yang harus diterima begitu saja.</p>
<p>Melalui skema KSO, FisTx berharap tambak Purworejo ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan sistem yang terintegrasi mampu menghasilkan panen yang maksimal dan berkelanjutan, sekaligus menjadi rujukan bagi pemilik tambak lain yang ingin merasakan semangat kemerdekaan yang sama di kolamnya masing-masing.</p>
<p><strong>Tentang</strong> <strong>FisTx Indonesia</strong>
FisTx adalah perusahaan teknologi akuakultur dengan solusi terlengkap dan No.1 di Indonesia, menghadirkan lima solusi terintegrasi meliputi teknologi sterilisasi dan oksigenasi air, nutrisi budidaya melalui AquaSupport, perencanaan dan konstruksi kolam melalui Aquadex, pendampingan budidaya melalui program TAMPAN, serta kemitraan strategis lintas sektor untuk mendukung ekosistem akuakultur yang berkelanjutan di Indonesia. FisTx berkantor pusat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/FisTx-Jalin-Kerja-Sama-Operasional-Tambak-di-Purworejo-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Jalin Kerja Sama Operasional Tambak di Purworejo (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/FisTx-Jalin-Kerja-Sama-Operasional-Tambak-di-Purworejo-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Jalin Kerja Sama Operasional Tambak di Purworejo]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono Luncurkan Seri &#8220;Catatan Sang Petambak Udang&#8221;, Bagikan Pengalaman Lapangan Lewat Tiga E-Book Gratis</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98752/ceo-fistx-rico-wisnu-wibisono-luncurkan-seri-catatan-sang-petambak-udang-bagikan-pengalaman-lapangan-lewat-tiga-e-book-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 05:43:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98752/ceo-fistx-rico-wisnu-wibisono-luncurkan-seri-catatan-sang-petambak-udang-bagikan-pengalaman-lapangan-lewat-tiga-e-book-gratis</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono luncurkan seri &#8220;Catatan Sang Petambak Udang&#8221;, bagikan pengalaman lapangan sebagai petambak &#38; konsultan lewat 3 e-book gratis.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; CEO FisTx Rico Wisnu Wibisono luncurkan seri &#8220;Catatan Sang Petambak Udang&#8221;, bagikan pengalaman lapangan sebagai petambak &amp; konsultan lewat 3 e-book gratis.</p>


<p>Yogyakarta, Di balik jabatan CEO Fistx Indonesia, Rico Wisnu Wibisono menghabiskan sebagian besar kariernya bukan di balik meja, melainkan di pematang tambak. Sebelum membangun FisTx menjadi perusahaan teknologi akuakultur, ia lebih dulu turun langsung sebagai pembudidaya udang dan menjadi konsultan bagi puluhan tambak di berbagai wilayah Indonesia pengalaman yang kini ia rangkum dalam sebuah seri catatan lapangan bertajuk &#8220;Catatan Sang Petambak Udang.&#8221;</p>
<p>Seri ini lahir dari keresahan yang sama, yang berulang kali ia temui di lapangan: banyak keputusan teknis di tambak masih diambil berdasarkan kebiasaan atau intuisi, bukan data. Padahal, jarak antara panen gagal dan panen sukses seringkali hanya berjarak satu perhitungan yang keliru, satu indikator yang terlewat, atau satu solusi yang datang terlambat.</p>
<p>&#8220;Catatan Sang Petambak Udang&#8221; memosisikan Rico bukan sekadar sebagai pemimpin perusahaan teknologi, melainkan sebagai seseorang yang pernah dan masih berdiri di titik yang sama dengan petambak: menghadapi udang yang mati mendadak, air yang tiba-tiba keruh, dan kincir yang tak lagi bekerja optimal. Dari titik itulah, ia menulis, bukan sebagai teori, tetapi sebagai catatan dari pengalaman langsung yang kemudian diperkaya dengan riset ilmiah dan solusi teknologi yang dikembangkan FisTx.</p>
<p>Sejauh ini, tiga catatan lapangan telah diterbitkan sebagai bagian dari seri ini, masing-masing membahas satu sisi tantangan yang paling sering dihadapi petambak udang vaname di Indonesia:</p>
<p><b>&#8211; &#8220;Kincir Air untuk Tambak Udang&#8221;</b> catatan tentang rekayasa aerasi tambak, dari sisi yang jarang dibahas tuntas. Baca Selengkapnya</p>
<p><b>&#8211; &#8220;Novel of Vibrio&#8221; </b>catatan tentang bagaimana mengelola, bukan sekadar melawan, ancaman bakteri Vibrio. Baca Selengkapnya</p>
<p><b>&#8211; &#8220;Cerita dari Kasat Mata: Dari Nano ke Makro&#8221;</b> catatan tentang kematian massal udang dan jawaban yang ditemukan di skala nanometer. Baca Selengkapnya</p>
<p>Ketiganya dapat diunduh gratis melalui tautan yang tersedia di masing-masing artikel.</p>
<p>Rico menyampaikan bahwa seri ini akan terus bertambah seiring dengan pengalaman lapangan dan riset yang terus dilakukan oleh tim FisTx bersama para mitra petambak di seluruh Indonesia.</p>



<h3 class="css-1fe22q1">Tentang FisTx Indonesia</h3>
FisTx Indonesia adalah perusahaan teknologi akuakultur nomor satu dengan solusi terlengkap asal Yogyakarta. Fistx menghadirkan solusi terintegrasi untuk industri budidaya perikanan Indonesia, mulai dari teknologi sterilisasi air, nutrisi, desain kolam, hingga pendampingan petambak. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.fistx.co.id.

<strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong>

</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/FisTx-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/FisTx-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Industri Akuakultur Pakistan, Asia Selatan hingga Timur Tengah Bersiap Terapkan Solusi Terlengkap dari Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98394/industri-akuakultur-pakistan-asia-selatan-hingga-timur-tengah-bersiap-terapkan-solusi-terlengkap-dari-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 13:28:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98394/industri-akuakultur-pakistan-asia-selatan-hingga-timur-tengah-bersiap-terapkan-solusi-terlengkap-dari-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Pelaku industri akuakultur di Pakistan, dan kawasan Asia Selatan serta Timur Tengah pada umumnya, selama ini menghadapi tantangan serupa: kualitas air tambak yang sulit dijaga, biaya disinfeksi kimia yang terus naik, hingga serangan patogen yang kerap kambuh.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pelaku industri akuakultur di Pakistan, dan kawasan Asia Selatan serta Timur Tengah pada umumnya, selama ini menghadapi tantangan serupa: kualitas air tambak yang sulit dijaga, biaya disinfeksi kimia yang terus naik, hingga serangan patogen yang kerap kambuh.</p>
<p>Menjawab kebutuhan tersebut, Pak Gharo Agri &amp; Livestock Farms (PGA&amp;LF), perusahaan konsultan dan pengembang proyek akuakultur komersial asal Pakistan, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Aditya Inovasi Makmur (FisTx), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, Indonesia.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, Pak Gharo ditetapkan sebagai Perwakilan Resmi dan Distributor Eksklusif FisTx, sehingga pelaku usaha, investor, hingga institusi pemerintah di kawasan tersebut kini dapat mengakses satu paket solusi akuakultur paling lengkap dari Indonesia, tanpa perlu mencari teknologi dari banyak vendor berbeda.</p>
<p>&#8220;Sektor akuakultur di kawasan kami membutuhkan solusi biosekuriti yang teruji di lapangan, bukan sekadar produk tunggal. Kelengkapan solusi FisTx — mulai dari sterilisasi air hingga pendampingan teknis — melengkapi keahlian kami, dan mempercepat adopsi budidaya berkelanjutan di kawasan,&#8221; kata Arshad Aziz, CEO Pak Gharo Agri &amp; Livestock Farms.</p>
<p>Kelengkapan itu tercermin dari lima solusi terintegrasi yang dibawa <b>FisTx</b>: Teknologi sterilisasi air, nutrisi ikan dan udang (AquaSupport), perencanaan dan konstruksi tambak modern (Aquadex), pendampingan budidaya lapangan (Program TAMPAN), serta pelatihan dan kemitraan strategis. Rangkaian ini disusun untuk menjawab siklus budidaya dari hulu ke hilir dalam satu ekosistem yang saling terhubung.</p>
<p>Solusi yang paling siap diadopsi lebih dulu adalah FisTx Disinfection System (FDS), sistem biosekuriti berlapis untuk air tambak yang memadukan tiga teknologi sekaligus: Baskara UV dengan sinar UV-C 253,7 nanometer untuk sterilisasi air masuk, Cakra Elektrolisis berbasis oksidasi elektrokimia dengan efektivitas 80–90 persen, dan Nano Disinfektan berbahan 150.000 ppm ion nano tembaga yang terbukti mengendalikan bakteri, virus, dan Vibrio hingga 90 persen tanpa risiko resistensi. Kombinasi tiga lapis ini dirancang menekan biaya operasional sekaligus menghilangkan residu berbahaya yang selama ini menyertai disinfeksi berbasis kaporit.</p>
<p>&#8220;Kami merancang FisTx sebagai satu ekosistem solusi, bukan produk yang berdiri sendiri. Kemitraan dengan Pak Gharo memastikan pendekatan lengkap ini dapat diterapkan langsung oleh pelaku budidaya di Pakistan, Asia Selatan, dan Timur Tengah,&#8221; ujar Rico Wisnu Wibisono, Founder &amp; CEO FisTx.</p>
<p>Setelah lima tahun beroperasi di 25 provinsi Indonesia serta hadir di Kuwait, Timor-Leste, dan Bahrain, FisTx mencatat lebih dari 40.000 produk terdistribusi dan peningkatan keberhasilan budidaya hingga 83,6 persen di antara penggunanya. Kedua pihak akan menyusun Perjanjian Kemitraan yang mengikat dalam 90 hari, mencakup indikator kinerja terukur dan tinjauan bersama setiap triwulan, sebagai landasan penerapan solusi ini secara bertahap di kawasan.</p>
<p><strong>Tentang FisTx Indonesia</strong>
FisTx (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta yang menyediakan solusi nomor 1 di Indonesia terlengkap &amp; terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi tambak, dan pendampingan lapangan bagi pelaku perikanan budidaya di Indonesia dan mancanegara.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/08/Kerja-sama-FisTx-Indonesia-dan-Pak-Gharo-Agri-Livestock-Farms-3-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kerja sama FisTx Indonesia dan Pak Gharo Agri &amp; Livestock Farms (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/08/Kerja-sama-FisTx-Indonesia-dan-Pak-Gharo-Agri-Livestock-Farms-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kerja sama FisTx Indonesia dan Pak Gharo Agri &amp; Livestock Farms (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>TAMBAK MERDEKA DARI KAPORIT DAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA: FisTx Disinfection System Hadirkan Standar Baru Budidaya Berkelanjutan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98109/tambak-merdeka-dari-kaporit-dan-bahan-kimia-berbahaya-fistx-disinfection-system-hadirkan-standar-baru-budidaya-berkelanjutan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 03:12:39 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[FisTx Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98109/tambak-merdeka-dari-kaporit-dan-bahan-kimia-berbahaya-fistx-disinfection-system-hadirkan-standar-baru-budidaya-berkelanjutan</guid>

					<description><![CDATA[YOGYAKARTA, CILACAP.INFO  &#8211; FisTx Indonesia perkenalkan sistem sterilisasi air tambak 3 lapis tanpa bahan kimia berbahaya, menjawab keresahan industri udang nasional soal limbah kaporit dan seruan ahli untuk inovasi teknologi air baku dalam negeri]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>  &#8211; FisTx Indonesia perkenalkan sistem sterilisasi air tambak 3 lapis tanpa bahan kimia berbahaya, menjawab keresahan industri udang nasional soal limbah kaporit dan seruan ahli untuk inovasi teknologi air baku dalam negeri</p>
<p>Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, resmi memperkenalkan FisTx Disinfection System (FDS) — sistem sterilisasi air tambak terpadu yang memadukan tiga teknologi non-kimia:</p>
<p><b>Baskara UV, Cakra Elektrolisis, dan Nano Disinfektan</b>. Peluncuran ini diusung dengan tema <b>&#8220;Tambak Merdeka dari Kaporit&#8221;</b>, mengajak industri udang nasional untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada bahan kimia berbahaya dalam sterilisasi air budidaya.</p>
<h2>Fakta yang Jarang Disorot: Kaporit Termasuk Limbah B3</h2>
<p>Selama puluhan tahun, kaporit (kalsium hipoklorit) menjadi andalan petambak udang untuk mensterilkan air tambak. Namun ada fakta yang jarang dibicarakan secara terbuka di industri:</p>
<p>Begitu melewati masa pakai, tumpah, atau dibuang, kaporit termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena sifat pengoksidasinya yang kuat, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</p>
<p>Risiko ini bukan sekadar teori di atas kertas. Pada Februari 2025, Kompas.com melaporkan insiden keracunan di Bekasi setelah bubuk kaporit yang dibuang sembarangan ke selokan memicu gangguan pernapasan pada beberapa warga sekitar.</p>
<p>Sebuah pengingat nyata bahwa bahan kimia yang selama ini dianggap &#8220;biasa&#8221; digunakan di tambak menyimpan risiko serius jika penggunaannya tidak tepat.</p>
<p>Di luar isu limbah B3, ketergantungan pada kaporit juga membebani petambak secara ekonomi. Berdasarkan data lapangan FisTx, dosis kaporit standar 30 ppm untuk kolam seluas 1.000 m² dapat menghabiskan biaya hingga Rp 44 juta per siklus, dengan biaya sterilisasi mencapai Rp 1.200 per m³.</p>
<p>Residu klorin yang tersisa juga kerap menghambat pertumbuhan mikroba baik (beneficial bacteria) dan memicu kembalinya bakteri Vibrio yang resisten setelah efek kaporit memudar.</p>
<h2>Seruan Pakar: Saatnya Inovasi Sterilisasi Air Tanpa Bahan Kimia</h2>
<p>Keresahan ini turut disuarakan kalangan pakar dan praktisi senior industri udang nasional.</p>
<p><b>Dr. Hasanuddin Atjo</b>, petambak udang senior sekaligus Dewan Pakar Shrimp Club Indonesia (SCI) dan pelopor sistem budidaya supra-intensif serta two-step nursery, dalam artikel opininya di All Fish News (Oktober 2025) menegaskan bahwa <b>&#8220;Teknologi treatment air baku untuk budidaya perlu menjadi perhatian.&#8221;</b></p>
<p>Dalam tulisan yang sama, Dr. Atjo mendorong lahirnya inovasi infrastruktur sterilisasi air dalam negeri yang terjangkau — ia secara spesifik menyebut teknologi UV dan elektrolisis — sebagai jalan keluar agar industri budidaya udang nasional tidak lagi bergantung pada bahan kimia dalam proses sterilisasi air baku.</p>
<h2>FisTx Disinfection System: Jawaban atas Seruan Itu</h2>
<p><b>FisTx Disinfection System (FDS)</b> dirancang menjawab persis seruan tersebut, dengan memadukan tiga teknologi non-kimia dalam satu sistem perlindungan berlapis — dari air pertama kali masuk ke tambak hingga hari panen tiba:</p>
<p>1. Baskara UV — sterilisasi air input menggunakan sinar UV-C pada panjang gelombang 253,7 nanometer, dengan umur lampu hingga 12.000 jam (empat kali lebih tahan lama dibanding lampu UV standar), tanpa residu kimia apa pun.</p>
<p>2. Cakra Elektrolisis — teknologi electrochemical oxidation yang menghasilkan disinfektan alami (HOCl) langsung dari air, dengan efektivitas 80–90%, dan tetap bekerja optimal bahkan pada kondisi air keruh — melengkapi keterbatasan UV di air dengan kekeruhan tinggi.</p>
<p>3. Nano Disinfektan — disinfektan cair berbasis 150.000 ppm ion nano tembaga yang bekerja merusak membran sel bakteri, virus, dan alga secara langsung, terbukti efektif mengendalikan bakteri, virus, dan Vibrio hingga 90%, tanpa risiko resistensi, serta aman dicampurkan ke pakan maupun air sepanjang siklus budidaya.</p>
<p>Hasil di lapangan mendukung klaim ini. Di Tambak Agro Udang Manis, Bali, penerapan Baskara UV mendongkrak total panen dari 8,76 ton menjadi 13,6 ton, dengan ukuran udang panen membaik signifikan.</p>
<p>Uji laboratorium independen oleh PT Suri Tani Pemuka (JAPFA) Animal Health &amp; Laboratory Service di Banyuwangi turut mengonfirmasi perbaikan kualitas air pasca-instalasi teknologi FisTx, dengan salah satu kolam mitra mencatat survival rate 82% pada siklus panen pertama pasca implementasi Cakra Elektrolisis.</p>
<p>Petambak yang menggunakan Nano Disinfektan di Pangandaran, Bali, dan Lampung juga melaporkan keberhasilan menekan wabah EHP dan menjaga survival rate di atas 85% pada siklus-siklus berikutnya. Mas Bayu, Petambak di Pangandaran.</p>
<p>“Bakteri vibrio dulu jadi masalah utama di tambak kami. Sekarang bisa kami kendalikan dengan Nano Disinfektan. Kami berhasil pertahankan SR di atas 85% selama 4 siklus terakhir. Ini jadi produk standar wajib di semua kolam tambak kami.”</p>
<h2>&#8220;Tambak Merdeka dari Kaporit&#8221;: Momentum Kemerdekaan untuk Budidaya Berkelanjutan</h2>
<p>Memperkenalkan FDS sengaja diusung berdekatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk menegaskan pesan yang lebih besar: kemandirian teknologi akuakultur nasional.</p>
<p>Setelah lebih dari lima tahun beroperasi di 25 provinsi dan tiga negara (Kuwait, Timor-Leste, dan Bahrain), dengan lebih dari 40.000 unit produk terdistribusi kepada lebih dari 1.500 pembudidaya serta kontribusi pada peningkatan tingkat keberhasilan budidaya hingga 83,6% di lokasi yang mengadopsi teknologinya, FisTx menempatkan FDS sebagai bukti bahwa solusi biosekuriti tambak kelas dunia bisa lahir dari inovasi anak bangsa tanpa harus bergantung pada bahan kimia impor maupun praktik lama yang berisiko.</p>
<p>&#8220;Kemerdekaan bagi kami bukan hanya soal lepas dari penjajahan, tapi juga lepas dari ketergantungan pada cara-cara lama yang sudah terbukti berisiko bagi lingkungan dan kesehatan. FisTx Disinfection System adalah komitmen kami agar petambak Indonesia punya pilihan sterilisasi air yang lebih aman, lebih murah dalam jangka panjang, dan diciptakan oleh anak bangsa sendiri.&#8221; — <b>Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia</b></p>
<h3>Tentang FisTx Indonesia</h3>
<p>FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah Solusi Teknologi Akuakultur Terlengkap &amp; Nomor 1 di Indonesia asal Yogyakarta yang menyediakan solusi terintegrasi biosekuriti air, nutrisi budidaya, konstruksi tambak, dan pendampingan lapangan bagi pelaku perikanan budidaya di Indonesia dan mancanegara.</p>
<p>Lini produk FisTx mencakup Baskara UV, Cakra Elektrolisis, Nano Disinfektan, AquaSupport, TipTopp Pond, dan Nawasena Test Kit.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/04/FisTx-Indonesia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[FisTx Indonesia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/04/FisTx-Indonesia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[FisTx Indonesia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
