<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/embassy-of-india-jakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Aug 2026 05:29:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>India–Indonesia Golf Cup 2026: Lebih dari Sekedar Turnamen Golf</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99303/india-indonesia-golf-cup-2026-lebih-dari-sekedar-turnamen-golf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 05:29:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99303/india-indonesia-golf-cup-2026-lebih-dari-sekedar-turnamen-golf</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Turnamen tahunan Kedutaan Besar India telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, dunia usaha, diaspora India, dan masyarakat Indonesia, dengan semangat filantropi sebagai bagian penting di dalamnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Turnamen tahunan Kedutaan Besar India telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, dunia usaha, diaspora India, dan masyarakat Indonesia, dengan semangat filantropi sebagai bagian penting di dalamnya.</p>
<p>Ada banyak cara untuk menjalankan diplomasi. Sebagian berlangsung di meja perundingan, melalui kunjungan kenegaraan, atau dalam bentuk perjanjian resmi. Namun, beberapa hubungan paling langgeng antara dua negara justru dibangun melalui persahabatan, hubungan bisnis, komunitas yang saling terhubung, serta berbagai kesempatan yang mempertemukan masyarakat.</p>
<p>Itulah cerita di balik penyelenggaraan India–Indonesia Golf Cup keempat, yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada 22 Agustus. Apa yang dimulai pada 2022 sebagai inisiatif Kedutaan Besar India kini berkembang menjadi pertemuan tahunan bagi individu dan institusi yang menjaga hubungan India dan Indonesia tetap hidup melampaui diplomasi antar pemerintah.</p>
<p>Edisi tahun ini mempertemukan 144 pegolf dan lebih dari 300 tamu, termasuk pejabat pemerintah, diplomat, pemimpin perusahaan, kalangan profesional, serta anggota komunitas India dan Indonesia. Di antara peserta yang hadir adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, bersama pejabat senior Kementerian Luar Negeri dan perwakilan dari berbagai institusi.</p>
<p>Diplomasi yang Dibangun oleh Manusia</p>
<p>Perkembangan Golf Cup tidak terlepas dari pendekatan Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia, yang mengusung diplomasi melampaui agenda dan pertemuan resmi.</p>
<p>Hubungan strategis India dan Indonesia memang dibangun melalui pemerintah, tetapi kekuatannya juga bergantung pada dunia usaha yang saling berinvestasi, para profesional yang membangun jaringan, komunitas yang saling memahami, dan masyarakat yang merasa memiliki kepentingan dalam kemitraan tersebut.</p>
<p>Golf Cup semakin menjadi salah satu sarana Kedutaan Besar India untuk membangun komunitas seperti itu. Seperti yang disampaikan Chakravorty dalam acara penghargaan, turnamen ini telah berkembang menjadi “lebih dari sekadar acara olahraga”, menjadi platform yang mempertemukan diplomat, pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan berbagai komunitas melalui semangat kemitraan, kebersamaan, dan goodwill.</p>
<p>Ekosistem Korporasi yang Mencerminkan Hubungan yang Lebih Luas</p>
<p>Karakter komunitas Golf Cup juga terlihat dari keragaman organisasi yang mendukungnya. Ekosistem sponsor dan mitra mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dan energi, otomotif, telekomunikasi, teknologi, perbankan dan jasa keuangan, kesehatan, FMCG, hingga perhotelan, ritel, dan gaya hidup.</p>
<p>Para sponsor yang mendukung acara ini antara lain Advanced Offshore, GMR Group, AM/NS Indonesia, Trias Rejeki, Minda Asean Automotive, Adani Global, Tata Motors, Republikorp, BMW Eurokars Indonesia, XLSMART, MAP Active, Mayapada Hospital, Godrej, Amar Bank, Greenfields, Gojek, TVS Motors, Grand Hyatt, serta berbagai perusahaan dan merek lainnya.</p>
<p>Partisipasi tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar sponsorship. Kehadiran perusahaan India, Indonesia, korporasi multinasional, dan bisnis yang tumbuh dari komunitas diaspora menggambarkan semakin luasnya hubungan komersial dan komunitas yang berkembang di sekitar kemitraan India dan Indonesia.</p>
<p>Memberikan Tujuan Sosial pada Sebuah Pertemuan</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup juga tidak semata-mata menjadi ajang networking korporasi tahunan. Sejak awal penyelenggaraannya, setiap edisi selalu dikaitkan dengan sebuah tujuan sosial. Turnamen sebelumnya telah mendukung pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, inisiatif lingkungan, serta komunitas penenun tradisional di Sulawesi.</p>
<p>Tahun ini, perhatian tersebut diberikan kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. India–Indonesia Golf Cup bekerja sama dengan Yayasan Lions Indonesia untuk mendukung perluasan Rumah Singgah Lions, yang menyediakan tempat tinggal sementara dan bantuan bagi anak-anak serta keluarga yang datang dari berbagai daerah ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.</p>
<p>Sejak awal penyelenggaraannya, setiap edisi Golf Cup selalu dikaitkan dengan sebuah tujuan sosial. Turnamen-turnamen sebelumnya telah mendukung pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, inisiatif lingkungan termasuk kegiatan pembersihan sungai, serta komunitas penenun tradisional di Sulawesi.</p>
<p>Dalam gala dinner, Chakravorty menyerahkan donasi sebesar Rp100 juta atas nama India–Indonesia Golf Cup kepada Yayasan Lions Indonesia. Para peserta dan tamu kemudian menyumbangkan tambahan Rp30 juta melalui penggalangan dana dari tiket raffle, sehingga total kontribusi yang terkumpul mencapai Rp130 juta.</p>
<p>Golf sebagai Ruang Pertemuan</p>
<p>Golf tetap menjadi bagian penting dari alasan mengapa formula ini berhasil. Tidak seperti sebuah resepsi yang mungkin hanya memberikan kesempatan berbincang selama beberapa menit, turnamen golf menciptakan ruang interaksi selama berjam-jam di antara orang-orang dengan latar belakang profesional dan budaya yang berbeda.</p>
<p>Pejabat pemerintah dapat bermain bersama pengusaha, diplomat dapat mengenal eksekutif perusahaan, sementara pemimpin bisnis Indonesia dapat berinteraksi dengan investor dan profesional India dalam suasana yang lebih santai. Persahabatan dan hubungan baru pun dapat tumbuh tanpa formalitas yang biasanya melekat dalam pertemuan bisnis.</p>
<p>Tim Adani Global keluar sebagai pemenang turnamen 2026, dengan tim-tim unggulan lainnya terdiri dari pejabat Indonesia, eksekutif bisnis, dan anggota komunitas golf yang lebih luas. Namun, hasil pertandingan hanyalah satu bagian dari sebuah hari yang memiliki tujuan lebih besar, yaitu mempertemukan orang-orang.</p>
<p>Duta Besar sebagai Pembangun Komunitas</p>
<p>Keberhasilan inisiatif seperti Golf Cup juga memperlihatkan peran seorang duta besar sebagai pembangun komunitas. Selain mewakili pemerintah dan memajukan hubungan politik serta ekonomi, seorang duta besar dapat menciptakan ruang bagi berbagai kelompok yang terlibat dalam hubungan bilateral untuk saling mengenal dan berinteraksi.</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup menjadi salah satu contoh nyata. Acara ini secara bersamaan mempertemukan Kedutaan Besar India dan pemerintah Indonesia, dunia usaha India dan Indonesia, diaspora, kalangan profesional, masyarakat sipil, serta organisasi amal.</p>
<p>Setelah empat kali penyelenggaraan, India–Indonesia Golf Cup mulai memiliki karakter sebagai sebuah institusi, bukan sekadar acara. Edisi 2026 diikuti oleh 144 pegolf, menarik lebih dari 300 tamu, memobilisasi ekosistem sponsor yang beragam, serta mengumpulkan Rp130 juta untuk mendukung anak-anak dan keluarga yang menghadapi kanker. Kedutaan Besar India menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, mitra, relawan, Pondok Indah Golf Course, peserta, serta penyelenggara acara 3SIXTY Sports dan Chairos International Ventures yang telah membantu mewujudkan turnamen tersebut.</p>
<p>Edisi kelima pada 2027 akan menjadi penanda lima tahun perjalanan sebuah inisiatif yang memanfaatkan olahraga sebagai sarana diplomasi, networking bisnis, keterlibatan diaspora, dan tanggung jawab sosial.</p>
<p>Pesan Duta Besar dan Hasil Turnamen</p>
<p>Dalam sambutannya, Chakravorty menyampaikan bahwa India–Indonesia Golf Cup telah berkembang menjadi platform yang merayakan persahabatan antara India dan Indonesia. Ia juga mengapresiasi seluruh sponsor, mitra, pegolf, relawan, dan panitia yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan acara tersebut.</p>
<p>Duta Besar turut menyampaikan selamat kepada tim Adani Global yang menjadi juara India–Indonesia Golf Cup 2026. Tim yang terdiri dari Didik Haryadi, Raffles Panjaitan, Hadi Wijaya, dan I Nyoman Suyasa tersebut berhasil meraih trofi juara.</p>
<p>Posisi runner-up diraih oleh tim yang terdiri dari Brigjen Pol. Sigit Widodo, Brigjen Pol. Rosidi, Brigjen Sigit Karyadi, dan Laksma Nazarudin. Sementara posisi juara ketiga diraih oleh Vikram Vardhan, Noah Haji, Aryan Gambhir, dan Majid Khan.</p>
<p>Siddharth Taparia, Global Country Head Adani Group, menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar India, 3SIXTY Sports, dan Chairos atas penyelenggaraan turnamen. Ia mengatakan bahwa acara tersebut menjadi platform yang baik untuk memperkuat persahabatan dan mendorong hubungan India–Indonesia yang lebih erat melalui olahraga.</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup mungkin merupakan sebuah turnamen, tetapi pencapaiannya melampaui lapangan pertandingan. Golf mempertemukan orang-orang di lapangan. Kedutaan Besar India kemudian mengubah pertemuan itu menjadi sebuah komunitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/29/India–Indonesia-Golf-Cup-2026-Lebih-dari-Sekedar-Turnamen-Golf-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India–Indonesia Golf Cup 2026 Lebih dari Sekedar Turnamen Golf]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/29/India–Indonesia-Golf-Cup-2026-Lebih-dari-Sekedar-Turnamen-Golf-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India–Indonesia Golf Cup 2026 Lebih dari Sekedar Turnamen Golf]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99046/dari-ondc-ke-ion-tokoh-dan-gagasan-di-balik-perjalanan-india-menuju-kemandirian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 03:28:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99046/dari-ondc-ke-ion-tokoh-dan-gagasan-di-balik-perjalanan-india-menuju-kemandirian</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.</p>
<p>Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia.</p>
<p>Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka.</p>
<p>Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI).</p>
<p>Kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri.</p>
<p>Dari ONDC India ke ION Indonesia</p>
<p>Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia.</p>
<p>Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup.</p>
<p>Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama.</p>
<p>Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace.</p>
<p>Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia.</p>
<p>Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung.</p>
<p>ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia.</p>
<p>Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain.</p>
<p>Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.</p>
<p>Kemandirian India Melampaui Satu Sektor</p>
<p>Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital.</p>
<p>Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor.</p>
<p>Sanjay Mehrotra, Chairman, President &amp; CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global.</p>
<p>Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri</p>
<p>Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge.</p>
<p>Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India.</p>
<p>Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan.</p>
<p>Membawa India ke Bulan</p>
<p>Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa.</p>
<p>Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya.</p>
<p>Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan.</p>
<p>Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik.</p>
<p>Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global.</p>
<p>Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran</p>
<p>Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital.</p>
<p>Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI.</p>
<p>Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India.</p>
<p>Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat</p>
<p>Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar.</p>
<p>Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar.</p>
<p>Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta.</p>
<p>Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan.</p>
<p>Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global</p>
<p>Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global.</p>
<p>Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan.</p>
<p>Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain.</p>
<p>Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya.</p>
<p>Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India.</p>
<p>Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia</p>
<p>Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor.</p>
<p>Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda.</p>
<p>Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri.</p>
<p>Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal.</p>
<p>80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai</p>
<p>India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh.</p>
<p>Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya.</p>
<p>Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India.</p>
<p>Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif.</p>
<p>Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi.</p>
<p>Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/25/Dari-ONDC-ke-ION-Tokoh-dan-Gagasan-di-Balik-Perjalanan-India-Menuju-Kemandirian-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dari ONDC ke ION Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/25/Dari-ONDC-ke-ION-Tokoh-dan-Gagasan-di-Balik-Perjalanan-India-Menuju-Kemandirian-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dari ONDC ke ION Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membangun Bersama Indonesia: Apa yang Diungkap Komitmen Jangka Panjang Google tentang Kemitraan Teknologi yang Dibutuhkan Negara</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98842/membangun-bersama-indonesia-apa-yang-diungkap-komitmen-jangka-panjang-google-tentang-kemitraan-teknologi-yang-dibutuhkan-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 02:54:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98842/membangun-bersama-indonesia-apa-yang-diungkap-komitmen-jangka-panjang-google-tentang-kemitraan-teknologi-yang-dibutuhkan-negara</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b>CILACAP.INFO — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momentum baru dalam hubungan Indonesia-India, termasuk dalam kerja sama di bidang teknologi dan ekonomi digital. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan Digital Public Infrastructure. Salah satu pengumuman penting dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), jaringan digital terbuka Indonesia yang dikembangkan dengan mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momentum baru dalam hubungan Indonesia-India, termasuk dalam kerja sama di bidang teknologi dan ekonomi digital. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan Digital Public Infrastructure. Salah satu pengumuman penting dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), jaringan digital terbuka Indonesia yang dikembangkan dengan mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.</p>
<p>Peluncuran ION menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan bukan hanya untuk melayani konsumen, tetapi juga untuk membangun kemampuan dan ekosistem digital suatu negara. Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika Indonesia memasuki fase baru transformasi digital, ketika kebutuhan akan infrastruktur terbuka, talenta digital, kecerdasan buatan, dan kemampuan nasional untuk berinovasi semakin besar.</p>
<p>Di tengah momentum tersebut, penting untuk melihat kembali bagaimana kemitraan teknologi jangka panjang dapat membantu membentuk ekosistem digital Indonesia. Dalam konteks inilah pengalaman Google di Indonesia menawarkan sebuah perspektif yang menarik tentang apa yang seharusnya diberikan oleh perusahaan teknologi global kepada negara tempat mereka beroperasi.</p>
<p>Setiap hari, jutaan masyarakat Indonesia menyalakan ponsel Android, melakukan pencarian melalui Google, menggunakan Maps untuk bernavigasi, berkolaborasi melalui Google Docs, belajar melalui YouTube, mengikuti pertemuan melalui Google Meet, dan berkomunikasi menggunakan Gmail.</p>
<p>Bagi sebagian besar masyarakat, berbagai produk tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari hingga keberadaannya hampir tidak lagi terasa. Semuanya menjadi bagian dari rutinitas digital, membantu pelajar menyelesaikan tugas, pengusaha menjalankan bisnis, keluarga tetap terhubung, serta pekerja beraktivitas di tengah dunia yang semakin terkoneksi secara digital.</p>
<p>Namun, di balik aplikasi-aplikasi yang begitu familiar tersebut terdapat sebuah cerita yang jauh lebih besar.</p>
<p>Selama dua dekade terakhir, Google secara perlahan telah membantu menurunkan biaya untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Hal tersebut tidak dicapai semata-mata dengan membangun produk-produk yang sukses. Sebaliknya, Google menciptakan berbagai platform yang dapat menjadi fondasi bagi jutaan orang, bisnis, dan pengembang untuk membangun sesuatu di atasnya, sehingga kemampuan digital yang kuat dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki koneksi internet, terlepas dari lokasi geografis maupun tingkat pendapatan.</p>
<p>Pada saat Indonesia memasuki fase berikutnya dalam transformasi digital, perbedaan tersebut layak mendapat perhatian lebih dekat. Masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh perusahaan yang memperkenalkan teknologi terbaru atau model kecerdasan buatan paling canggih. Masa depan juga akan semakin ditentukan oleh pihak-pihak yang bersedia membantu negara membangun kemampuan digitalnya sendiri, memperkuat ekosistem lokal, serta meninggalkan pengetahuan yang mampu terus menciptakan nilai jauh setelah produk tertentu mengalami perubahan.</p>
<p>Bagi Indonesia, hal tersebut memunculkan sebuah pertanyaan penting. Di era ketika perusahaan teknologi global bersaing secara agresif untuk mendapatkan pengguna, beban kerja cloud, dan kepemimpinan di bidang kecerdasan buatan, apa yang seharusnya diharapkan sebuah negara dari mitra teknologinya? Apakah keberhasilan hanya diukur dari jumlah pengguna Indonesia yang berhasil dijangkau sebuah platform, atau juga dari seberapa besar kemampuan yang dibantu perusahaan tersebut untuk dibangun Indonesia bagi dirinya sendiri?</p>
<p>Perbedaan inilah yang mungkin akan menentukan babak berikutnya dari ekonomi digital Indonesia.</p>
<h3>Lebih dari Sekedar Portofolio Produk</h3>
<p>Ketika memikirkan Google, masyarakat tentu akan mengingat berbagai produk yang digunakan setiap hari. Google Search mengubah cara manusia mengakses informasi. Google Maps mengubah cara masyarakat bernavigasi di kota, menemukan bisnis, dan merencanakan perjalanan. YouTube mendemokratisasi publikasi dengan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memiliki smartphone untuk mengedukasi, menghibur, atau membangun audiens tanpa harus memiliki stasiun televisi atau perusahaan penerbitan. Android secara fundamental mengubah industri seluler dengan memungkinkan produsen di berbagai belahan dunia membangun smartphone yang terjangkau, sehingga internet dapat dijangkau oleh miliaran orang yang sebelumnya mungkin tidak memiliki akses terhadap ekonomi digital.</p>
<p>Filosofi yang sama juga terlihat dalam ekosistem teknologi Google yang lebih luas. Gmail membuat komunikasi kelas dunia dapat diakses secara gratis. Chrome mempercepat akses ke internet. Google Docs, Sheets, Drive, dan Meet menghadirkan perangkat kolaborasi berkualitas bagi perusahaan kepada pelajar, startup, dan usaha kecil tanpa memerlukan lisensi perangkat lunak yang mahal. Google Translate menurunkan hambatan bahasa yang selama ini memisahkan pasar dan budaya. Google Classroom memperluas akses terhadap pendidikan, sementara Google Play menciptakan sebuah pasar yang memungkinkan pengembang dari berbagai penjuru dunia menjangkau audiens global.</p>
<p>Secara individual, masing-masing produk tersebut menyelesaikan persoalan praktis. Namun secara kolektif, semuanya menunjukkan sesuatu yang jauh lebih signifikan. Kontribusi terbesar Google bukanlah satu aplikasi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten untuk menurunkan berbagai hambatan yang sebelumnya menghalangi masyarakat biasa berpartisipasi dalam ekonomi digital. Google mengurangi biaya untuk mencari informasi, menyampaikan gagasan, berkolaborasi dengan rekan kerja, mempelajari keterampilan baru, dan membangun bisnis. Dengan demikian, Google turut mendemokratisasi akses terhadap teknologi itu sendiri.</p>
<p>Filosofi tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan digital modern sehingga sering kali luput dari perhatian. Padahal, filosofi ini merupakan salah satu karakteristik penting dari kontribusi Google terhadap internet global, bukan sekadar menciptakan produk yang sukses, tetapi memperluas akses terhadap peluang digital dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.</p>
<h3>Membangun Platform yang Dapat Dikembangkan oleh Pihak Lain</h3>
<p>Mungkin kontribusi Google yang paling bertahan lama adalah kesediaannya untuk membangun platform, bukan sekadar produk.</p>
<p>Keberhasilan Android, misalnya, tidak pernah hanya berkaitan dengan smartphone. Melalui Android Open Source Project, Google memungkinkan ratusan produsen berinovasi di atas fondasi teknologi yang sama, alih-alih mengunci industri dalam satu ekosistem proprietary. Perangkat Android yang terjangkau menjadi pintu masuk bagi miliaran orang, termasuk jutaan masyarakat Indonesia, untuk pertama kalinya terhubung dengan internet.</p>
<p>Filosofi yang sama juga terlihat dalam portofolio teknologi Google yang lebih luas. TensorFlow mempercepat penelitian kecerdasan buatan dengan menyediakan perangkat machine learning canggih secara terbuka bagi peneliti dan pengembang di seluruh dunia. Kubernetes secara fundamental mengubah komputasi cloud dengan menjadi standar global untuk orkestrasi container. Flutter menyederhanakan pengembangan aplikasi di berbagai sistem operasi. Firebase memungkinkan startup meluncurkan layanan digital canggih tanpa harus terlebih dahulu berinvestasi besar dalam infrastruktur backend. Chromium turut membentuk perkembangan browser modern, sementara bahasa pemrograman Go menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk membangun sistem digital berskala besar.</p>
<p>Masing-masing teknologi tersebut mengikuti pola yang sama. Alih-alih memusatkan inovasi hanya di dalam produk Google sendiri, teknologi-teknologi tersebut memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem. Pengembang, universitas, startup, dan perusahaan dapat menciptakan nilai dengan lebih cepat karena teknologi dasar yang dibutuhkan telah tersedia.</p>
<p>Pendekatan ini secara fundamental mengubah ekonomi inovasi. Daripada setiap perusahaan harus menciptakan kembali infrastruktur dasar yang sama, para pengusaha dapat berfokus pada penyelesaian persoalan nyata. Daripada mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk membangun infrastruktur dasar, startup dapat mengarahkan perhatian pada pelanggan dan pengembangan gagasan baru.</p>
<p>Bagi negara berkembang seperti Indonesia, hal ini sangat penting. Inovasi menjadi semakin tidak bergantung pada akses terhadap modal dalam jumlah besar dan semakin bergantung pada akses terhadap pengetahuan, talenta, dan fondasi teknologi yang terbuka. Dalam konteks tersebut, kontribusi terbesar Google mungkin bukan hanya teknologi yang dibangunnya sendiri, tetapi berbagai inovasi yang dimungkinkan oleh teknologi tersebut.</p>
<h3>Babak Digital Indonesia Berikutnya</h3>
<p>Transformasi digital Indonesia kini memasuki tahap yang secara fundamental berbeda.</p>
<p>Babak pertama berfokus pada menghubungkan masyarakat dengan internet. Babak kedua ditandai dengan pertumbuhan pesat e-commerce, pembayaran digital, fintech, dan aplikasi seluler yang mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi, berbelanja, dan menjalankan bisnis. Namun, babak berikutnya jauh lebih ambisius. Fokusnya adalah membangun kapasitas nasional dalam kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure (DPI), komputasi cloud, keamanan siber, identitas digital, semikonduktor, serta keterampilan tingkat lanjut yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang berubah dengan cepat.</p>
<p>Hal-hal tersebut kini bukan lagi sekadar inisiatif teknologi. Semuanya telah menjadi prioritas pembangunan nasional.</p>
<p>Negara-negara yang menguasai kemampuan tersebut akan semakin mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri. Sebaliknya, negara yang hanya menjadi konsumen teknologi yang dikembangkan di tempat lain berisiko menjadi bergantung pada ekosistem digital yang tidak mereka kendalikan.</p>
<p>Karena itu, visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Visi tersebut juga berbicara tentang membangun bangsa yang tangguh, inovatif, dan memiliki kemampuan teknologi untuk bersaing secara global, sekaligus memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>Di sinilah peran mitra teknologi menjadi sangat penting. Pertanyaannya tidak lagi sekadar perusahaan mana yang menawarkan produk paling menarik. Pertanyaannya adalah perusahaan mana yang bersedia membantu Indonesia memperkuat kapasitasnya sendiri untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan menciptakan peluang bagi generasi mendatang.</p>
<h3>Dari Platform Terbuka Menuju Jaringan Terbuka</h3>
<p>Dalam konteks tersebut, dukungan Google terhadap ekosistem digital terbuka bukanlah perubahan strategi yang baru terjadi. Hal tersebut merupakan kelanjutan alami dari filosofi yang telah membentuk perusahaan sejak awal: teknologi menciptakan nilai terbesar ketika mampu menurunkan hambatan, memperluas partisipasi, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.</p>
<p>Filosofi yang sama kini menjadi dasar bagi generasi baru Digital Public Infrastructure (DPI). Di berbagai belahan dunia, pemerintah semakin menyadari bahwa tahap berikutnya dari transformasi digital tidak dapat sepenuhnya bergantung pada platform proprietary yang beroperasi secara terpisah. Sebaliknya, negara-negara mulai berinvestasi dalam infrastruktur digital bersama yang memungkinkan bisnis, pemerintah, dan masyarakat berinteraksi melalui standar yang sama, sebagaimana jalan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi mendorong pertumbuhan ekonomi pada generasi sebelumnya.</p>
<p>Open Network for Digital Commerce (ONDC) India merupakan salah satu contoh paling ambisius dari pendekatan ini. Alih-alih menciptakan marketplace e-commerce lainnya, ONDC membangun jaringan terbuka tempat pembeli, penjual, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, dan platform teknologi dapat saling terhubung dan berinteroperabilitas, terlepas dari aplikasi yang mereka gunakan. Persaingan pun bergeser, dari sekadar menguasai pelanggan menjadi menghadirkan produk, layanan, dan inovasi yang lebih baik.</p>
<p>Indonesia kini mengambil jalur serupa melalui Indonesia Open Network (ION). Terinspirasi oleh ONDC dan dibangun di atas arsitektur Beckn 2.0, ION berupaya membangun jaringan perdagangan yang terbuka dan interoperabel, tempat UMKM, koperasi, penyedia logistik, lembaga keuangan, dan aplikasi digital dapat berpartisipasi melalui standar bersama, bukan melalui silo digital yang terpisah. Tujuannya bukan menggantikan marketplace atau aplikasi yang sudah ada, melainkan menciptakan infrastruktur digital yang memungkinkan seluruh pihak tersebut terhubung secara lebih efisien sekaligus memberikan kebebasan lebih besar kepada pelaku usaha dalam menentukan cara mereka menjangkau pelanggan.</p>
<p>Bagi lebih dari 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, implikasinya sangat besar. Partisipasi digital tidak seharusnya lagi bergantung pada keharusan bergabung dengan satu platform dominan. Koperasi kopi di Aceh, produsen furnitur di Jepara, pelaku usaha perikanan di Maluku, maupun produsen batik di Pekalongan seharusnya dapat mengakses pembeli, logistik, pembayaran, pembiayaan, dan layanan digital melalui jaringan terbuka yang mendorong persaingan, bukan ketergantungan.</p>
<p>Visi tersebut sejalan dengan tujuan Indonesia yang lebih luas untuk memastikan transformasi digital tidak hanya memberikan manfaat kepada korporasi besar dan pusat-pusat perkotaan, tetapi juga kepada para pengusaha dan masyarakat di seluruh penjuru nusantara.</p>
<p>Kesediaan Google untuk mendukung berbagai ekosistem terbuka seperti ini karena itu sepenuhnya konsisten dengan pendekatan teknologi yang telah dijalankannya selama ini. Hal tersebut mencerminkan pemahaman bahwa infrastruktur digital menjadi semakin bernilai ketika mampu memberdayakan sebuah ekosistem, bukan hanya satu platform. Dalam ekonomi digital yang semakin terhubung, memungkinkan kolaborasi pada akhirnya dapat terbukti lebih bernilai daripada mengendalikannya.</p>
<h3>Perbedaan antara Kehadiran dan Partisipasi</h3>
<p>Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menjadikannya pasar prioritas bagi hampir setiap perusahaan teknologi global. Jutaan masyarakat Indonesia menggunakan mesin pencari internasional, platform media sosial, layanan cloud, dan perangkat kecerdasan buatan setiap hari. Dari perspektif komersial, Indonesia merupakan salah satu pasar digital paling menarik di Asia.</p>
<p>Namun, terdapat perbedaan penting antara melayani sebuah pasar dan berpartisipasi dalam pembangunannya.</p>
<p>Banyak perusahaan teknologi global menghadirkan produk unggulan kepada pengguna Indonesia melalui layanan digital lintas batas. Platform mereka digunakan secara luas, teknologi mereka sangat inovatif, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari tidak dapat disangkal. Namun, tahap berikutnya dari perjalanan digital Indonesia membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar produk. Indonesia membutuhkan kemitraan jangka panjang yang berkontribusi pada kemampuan negara untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan mengembangkan talenta.</p>
<p>Selama dua dekade terakhir, Google semakin menunjukkan komitmen yang lebih luas tersebut. Di luar produk komersialnya, perusahaan ini telah membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia, berinvestasi dalam tim lokal, mengembangkan komunitas pengembang, bermitra dengan universitas, serta bekerja sama dengan lembaga pemerintah dalam bidang literasi digital, keamanan daring, dan pengembangan tenaga kerja. Melalui Google.org, Google juga mendukung pendidikan, organisasi nonprofit, ketahanan digital, serta berbagai inisiatif yang membantu masyarakat beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berubah dengan cepat.</p>
<p>Investasi semacam ini jarang mendapatkan perhatian sebesar peluncuran produk baru atau kemajuan dalam kecerdasan buatan. Investasi tersebut tidak selalu menghasilkan berita utama secara langsung dan juga tidak mudah diukur melalui hasil keuangan kuartalan. Nilainya baru terlihat seiring waktu, ketika semakin banyak pengembang membangun bisnis yang sukses, semakin banyak pelajar memperoleh keterampilan digital, semakin banyak startup muncul, dan semakin banyak institusi memperkuat kemampuan teknologinya.</p>
<p>Inilah perbedaan antara kehadiran perusahaan dan partisipasi yang sesungguhnya. Yang pertama terutama berfokus pada melayani pelanggan. Yang kedua berkontribusi pada penguatan ekosistem tempat para pelanggan tersebut hidup dan bekerja.</p>
<p>Seiring Indonesia terus membangun ekonomi digitalnya, perbedaan ini akan menjadi semakin penting. Negara-negara yang menginginkan daya saing teknologi jangka panjang secara alami akan memilih mitra yang bersedia berinvestasi bukan hanya dalam pertumbuhan pasar, tetapi juga dalam membangun kapasitas nasional.</p>
<h3>Membangun Menuju Indonesia Emas 2045</h3>
<p>Ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di dunia pada 2045 tidak akan tercapai hanya melalui peningkatan PDB atau koneksi internet yang lebih cepat. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan negara dalam membangun institusi, talenta, kapasitas riset, dan infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang semakin berbasis pengetahuan.</p>
<p>Kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure, manufaktur semikonduktor, komputasi cloud, keamanan siber, dan keterampilan digital tingkat lanjut dengan cepat menjadi fondasi penting bagi daya saing nasional. Sebagaimana jalan, pelabuhan, dan listrik menjadi penentu pembangunan industri pada abad ke-20, infrastruktur digital akan semakin menentukan peluang ekonomi pada abad ke-21.</p>
<p>Pemerintah tidak dapat membangun masa depan ini sendirian. Begitu pula sektor swasta, universitas, maupun startup jika bergerak secara independen. Untuk mewujudkan ambisi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan sebuah ekosistem tempat kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan mitra teknologi bekerja bersama untuk memperluas peluang dan memperkuat kapasitas nasional.</p>
<p>Mungkin inilah pelajaran yang lebih luas dari keterlibatan Google selama bertahun-tahun di Indonesia. Kontribusi terbesarnya mungkin bukan satu produk, platform, atau terobosan teknologi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten dalam menurunkan hambatan, memperluas akses, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.</p>
<p>Filosofi tersebut sejalan dengan ambisi digital Indonesia sendiri: menciptakan ekonomi di mana teknologi memberdayakan semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki neraca keuangan terbesar, kekuatan pasar terbesar, atau keahlian teknis paling mendalam.</p>
<p>Perusahaan teknologi sering kali menggambarkan negara sebagai pasar. Indonesia seharusnya mengharapkan sesuatu yang lebih. Indonesia perlu mencari mitra yang memandang negara ini sebagai tempat untuk membangun, berinvestasi, dan berinovasi bersama dalam jangka panjang. Perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap masa depan Indonesia belum tentu merupakan perusahaan dengan pangsa pasar terbesar, melainkan perusahaan yang investasinya meninggalkan fondasi paling kuat untuk terus dikembangkan oleh pihak lain.</p>
<p>Jika Indonesia berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejarah kemungkinan tidak akan mengingat aplikasi mana yang paling banyak diunduh atau model kecerdasan buatan mana yang paling banyak menjadi berita utama. Sejarah justru akan mengingat kemitraan yang membantu memperkuat kapasitas Indonesia untuk berinovasi, bersaing, dan berkembang dengan caranya sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya, ukuran keberlanjutan sebuah mitra teknologi bukanlah seberapa besar nilai yang diambilnya dari sebuah negara, melainkan seberapa besar kemampuan yang ditinggalkannya bagi negara tersebut.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/20/Embassy-of-India-Jakarta-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/20/Embassy-of-India-Jakarta-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98726/dna-presiden-menandai-bangkitnya-diplomasi-peradaban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 02:23:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98726/dna-presiden-menandai-bangkitnya-diplomasi-peradaban</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama.</p>
<p>Keduanya sedang menghidupkan kembali ikatan yang telah terjalin selama berabad-abad untuk menegaskan bahwa Indonesia dan India bukan sekadar negara bertetangga secara geografis, melainkan juga memiliki hubungan sebagai sesama pewaris sejarah dan peradaban. Sejak saat itu, istilah “diplomasi peradaban” (civilizational diplomacy) semakin sering bergema, baik di Jakarta maupun New Delhi, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India pada 26 Januari 2025 dan menyampaikan pernyataan bahwa dirinya juga memiliki “DNA India.” Pernyataan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan mencerminkan pendekatan diplomasi yang bertumpu bukan hanya pada kedekatan geografis, tetapi juga pada kesamaan akar peradaban, pengakuan budaya, dan kepentingan strategis yang terus berkembang. Menariknya, berbagai kesamaan sejarah, bahasa, dan budaya yang selama ini terlupakan kini kembali ditemukan dan diangkat, termasuk melalui kajian mengenai kejayaan Sriwijaya, sehingga semakin memperkuat kesadaran bersama di Indonesia maupun India mengenai akar historis yang mereka miliki.</p>
<p>Alasan di balik kedekatan tersebut sesungguhnya sudah sangat jelas. Selama lebih dari dua milenium, kepulauan Nusantara dan anak benua India dihubungkan oleh jalur perdagangan muson yang menjadi nadi perdagangan maritim pada masanya. Jalur tersebut tidak hanya mengangkut rempah-rempah dan kain, tetapi juga membawa gagasan, pengetahuan, sistem aksara, agama, filsafat politik, hingga tradisi istana yang menyebar melintasi Teluk Benggala. Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram banyak dipengaruhi oleh tradisi Brahmanisme dan kemudian Buddhisme yang berasal dari India. Jejak pengaruh tersebut bahkan masih dapat ditemukan hingga kini melalui berbagai nama tempat di Jawa dan Sumatra yang berasal dari bahasa Sanskerta. Bali pun tetap menjadi salah satu contoh paling nyata dari peradaban yang mempertahankan warisan budaya pra-Islam yang berakar kuat pada tradisi India. Begitu pula kisah Ramayana dan Mahabharata, yang di Indonesia tidak lagi dipandang sebagai kisah asing, melainkan telah menyatu dengan identitas budaya lokal sebagai bagian dari warisan bersama kedua bangsa.</p>
<p>Meski demikian, kedekatan sejarah dan budaya saja tidak cukup untuk membangun hubungan strategis yang berkelanjutan. Setelah masing-masing negara meraih kemerdekaan, kebijakan luar negeri India lebih banyak difokuskan pada kawasan Asia Selatan serta dinamika Perang Dingin, sementara Indonesia pada era Orde Baru lebih berkonsentrasi pada konsolidasi politik dalam negeri dan integrasi kawasan ASEAN. Semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955 memang sempat menjadi simbol tujuan bersama yang mempererat hubungan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Konferensi tersebut memberikan dorongan besar bagi semangat dekolonisasi sekaligus membuka ruang bagi Indonesia dan India untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam percaturan global. Sayangnya, momentum Bandung kemudian meredup di tengah berbagai tantangan politik dan pembangunan ekonomi yang dihadapi kedua negara pada masa-masa awal kemerdekaan.</p>
<p>Memasuki abad ke-21, hubungan Indonesia dan India kembali memperoleh momentum baru. Kebangkitan ini didorong oleh sejumlah perubahan struktural yang saling memperkuat. Faktor pertama adalah ekonomi. Reformasi ekonomi India sejak tahun 1991 menjadikan negara tersebut sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus mendorong kebutuhan untuk mempererat hubungan dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yaitu Indonesia. Nilai perdagangan bilateral yang pada tahun 2004 baru mencapai sekitar US$3,5 miliar meningkat menjadi hampir US$38 miliar pada 2022, sebelum kemudian turun menjadi sekitar US$29 miliar akibat fluktuasi harga komoditas global, bukan karena melemahnya hubungan ekonomi kedua negara. Struktur perdagangan Indonesia dan India menunjukkan tingkat saling melengkapi yang sangat kuat. Indonesia memasok batu bara, minyak sawit, dan nikel—komoditas yang permintaannya terus meningkat di India. Sebaliknya, India mengekspor produk farmasi, mesin industri, produk minyak olahan, layanan teknologi informasi, serta tekstil ke Indonesia. Di masa depan, salah satu peluang terbesar terletak pada pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sementara India tengah mempercepat ambisinya menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Kombinasi tersebut menjadikan kedua negara sebagai mitra yang sangat ideal.</p>
<p>Perubahan kedua datang dari dinamika kawasan Indo-Pasifik yang melahirkan kebutuhan strategis baru bagi Indonesia dan India, terlepas dari siapa pun yang sedang memimpin pemerintahan di masing-masing negara. Kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga tatanan internasional yang berbasis aturan, menjamin kebebasan navigasi, serta mempertahankan sentralitas ASEAN. Indonesia maupun India sama-sama mempromosikan visi Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif. Pilihan Indonesia untuk mempertahankan otonomi strategis sejalan dengan pendekatan India yang dikenal sebagai multi-alignment, yakni menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terikat pada satu blok tertentu. Dalam konteks inilah diplomasi peradaban menjadi sangat relevan, karena menyediakan bahasa diplomasi yang tidak bersifat konfrontatif maupun berpihak, melainkan berakar pada pemahaman bersama sebagai dua peradaban besar yang memiliki tradisi strategisnya masing-masing.</p>
<p>Perkembangan hubungan pertahanan juga menjadi salah satu pilar penting yang memperkuat kemitraan Indonesia dan India. Jika sebelum tahun 2001 hampir tidak terdapat kerja sama pertahanan yang berarti, kini kedua negara telah membangun berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari latihan angkatan laut bersama, pertukaran intelijen, hingga kerja sama industri pertahanan. Patroli maritim terkoordinasi antara Angkatan Laut India dan TNI Angkatan Laut telah berlangsung sejak 2012 dan terus berkembang, termasuk melalui latihan antikapal selam. Di sisi lain, rudal jelajah BrahMos buatan India juga menarik perhatian Indonesia sebagai salah satu opsi untuk memperkuat kemampuan pertahanannya. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan bilateral kini telah bergerak jauh melampaui diplomasi tradisional dan semakin menyentuh kepentingan strategis kedua negara.</p>
<p>Hal lain yang patut dicermati adalah konsistensi komitmen Indonesia terhadap hubungan dengan India di bawah tiga pemerintahan yang berbeda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemimpin yang pertama kali meningkatkan hubungan kedua negara menjadi Kemitraan Strategis pada 2005. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Narendra Modi memperkuat fondasi tersebut melalui pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) pada 2018. Kini, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan momentum tersebut setelah kunjungannya ke India pada 2025 dengan memperluas ruang kerja sama ke bidang pembiayaan pertahanan, ketahanan pangan, dan berbagai sektor strategis lainnya. Keberlanjutan kebijakan ini menunjukkan bahwa diplomasi peradaban bukanlah agenda yang bergantung pada satu pemerintahan atau koalisi politik tertentu, melainkan telah berkembang menjadi orientasi strategis Indonesia dalam menjalin hubungan dengan India.</p>
<p>Lingkungan strategis global pada 2025 semakin memperkuat alasan bagi kedua negara untuk mempererat kemitraan. Tatanan dunia pasca-Perang Dingin yang sebelumnya ditandai oleh globalisasi dan stabilitas keamanan kini bergeser menuju dunia yang lebih multipolar, kompetitif, dan transaksional. Berkurangnya intensitas globalisasi mendorong negara-negara menengah seperti Indonesia dan India untuk mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan besar melalui diversifikasi kemitraan ekonomi maupun strategis. Dalam konteks ini, kebijakan hilirisasi industri Indonesia dan upaya India menjadi pusat manufaktur global yang baru justru saling melengkapi, sehingga masing-masing negara dapat menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan ekonomi satu sama lain.</p>
<p>Selain kepentingan ekonomi dan keamanan, hubungan Indonesia dan India juga memiliki dimensi normatif yang sangat kuat. India merupakan negara demokrasi terbesar di dunia, sedangkan Indonesia adalah demokrasi terbesar ketiga sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar yang menerapkan sistem demokrasi. Bersama-sama, kedua negara menaungi lebih dari 1,75 miliar penduduk, atau lebih dari seperlima populasi dunia. Jumlah tersebut bahkan sudah mendekati total populasi seluruh negara demokrasi lainnya jika digabungkan. Lebih menarik lagi, ketika banyak negara demokrasi menghadapi penuaan penduduk atau pertumbuhan populasi yang melambat, Indonesia dan India justru masih menikmati bonus demografi. Jika tren tersebut berlanjut, pada 2040—kecuali terjadi gelombang demokratisasi besar di berbagai belahan dunia—jumlah penduduk Indonesia dan India saja diperkirakan dapat melampaui total populasi seluruh negara demokrasi lainnya.</p>
<p>Di titik inilah cita-cita nasional kedua negara bertemu secara sangat jelas. India mengusung visi Viksit Bharat 2047, yaitu tekad menjadi negara maju tepat pada satu abad kemerdekaannya. Indonesia memiliki visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan. Meski hanya terpaut dua tahun, kedua visi tersebut bertumpu pada keyakinan yang sama, yaitu memanfaatkan bonus demografi dan tenaga kerja muda sebagai mesin pertumbuhan sebelum jendela peluang tersebut tertutup akibat penuaan penduduk. Indonesia dan India sama-sama menghadapi perlombaan melawan waktu, sekaligus memiliki alasan yang kuat untuk saling mendukung agar visi besar masing-masing dapat terwujud.</p>
<p>Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan terwujud secara otomatis. Semangat diplomasi peradaban hanya akan memiliki arti apabila dibarengi dengan penguatan kelembagaan yang melampaui pertemuan-pertemuan tingkat tinggi, peningkatan investasi yang nyata, serta hubungan antarmasyarakat yang semakin erat melalui pertukaran mahasiswa, pariwisata, diaspora, dan berbagai bentuk interaksi lainnya. Warisan sejarah harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang hidup dan dirasakan oleh masyarakat kedua negara dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pada akhirnya, sejarah, budaya, dan rasa saling percaya merupakan fondasi hubungan Indonesia dan India. Perdagangan menjadi penggerak utamanya. Kerja sama pertahanan menyediakan arah strategisnya. Sementara demokrasi menjadi kerangka nilai yang menyatukan kedua negara. Ketika kawasan Indo-Pasifik semakin menjadi pusat dinamika geopolitik abad ke-21, hubungan antara demokrasi terbesar di dunia dan negara demokrasi dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia memiliki potensi untuk menjadi salah satu kemitraan paling menentukan di kawasan. Ini bukan lagi sekadar sebuah gagasan yang menarik, melainkan sebuah momentum yang waktunya telah tiba—dan hampir tidak mungkin untuk diputar kembali.</p>
<p>Dr. Satish Chandra Mishra adalah Pendiri The Arthashastra Institute serta akademisi yang berfokus pada hubungan peradaban antara India dan Indonesia. Ia banyak menulis mengenai isu-isu strategis, diplomasi ekonomi, serta perkembangan kemitraan Indonesia–India. The Arthashastra Institute Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi memperkuat hubungan historis dan kemitraan strategis antara India, Indonesia, dan Asia Tenggara. Seluruh pandangan yang disampaikan dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/test_article_1_image-1200x675.avif"
				type="image/avif"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[test article 1 image]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/test_article_1_image-100x75.avif"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[test article 1 image]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97860/akreditasi-media-brics-summit-2026-resmi-dibuka-pendaftaran-hingga-31-agustus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 12:55:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97860/akreditasi-media-brics-summit-2026-resmi-dibuka-pendaftaran-hingga-31-agustus</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Akreditasi media untuk BRICS Summit ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari seluruh dunia untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik paling penting tahun ini di bawah Keketuaan BRICS India 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Akreditasi media untuk BRICS Summit ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari seluruh dunia untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik paling penting tahun ini di bawah Keketuaan BRICS India 2026.</p>
<p>KTT BRICS akan diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026, sementara pendaftaran akreditasi media dibuka hingga 31 Agustus 2026.</p>
<p>Pertemuan tingkat tinggi tersebut diperkirakan akan mempertemukan para kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara anggota BRICS, bersama negara mitra dan organisasi internasional, guna membahas berbagai isu strategis seperti kerja sama ekonomi, perdagangan, inovasi, pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, hingga reformasi tata kelola global.</p>
<p>Sebagai Ketua BRICS tahun 2026, India menempatkan penyelenggaraan KTT ini sebagai momentum untuk memperkuat suara negara-negara Global South sekaligus memperdalam kolaborasi antar negara berkembang.</p>
<h3><strong>BRICS Perkuat Peran Negara Berkembang di Panggung Global</strong></h3>
<p>BRICS awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan sebagai wadah kerja sama ekonomi di antara negara-negara berkembang.</p>
<p>Seiring perkembangannya, kelompok ini kini beranggotakan 11 negara, yaitu Brasil, Tiongkok, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.</p>
<p>Dengan mewakili sebagian besar populasi dunia serta porsi signifikan terhadap perekonomian global, BRICS telah berkembang menjadi salah satu forum multilateral paling berpengaruh dalam mendorong kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation), memperkuat perdagangan dan investasi, mendorong inovasi digital, serta mengupayakan sistem tata kelola global yang lebih inklusif dan representatif.</p>
<h3><strong>India Pimpin BRICS Sepanjang 2026</strong></h3>
<p>India resmi memegang Keketuaan BRICS sejak 1 Januari 2026, menandai keempat kalinya negara tersebut memimpin forum tersebut setelah sebelumnya menjabat sebagai ketua pada 2012, 2016, dan 2021.</p>
<p>Sepanjang tahun, India telah menyelenggarakan berbagai pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja sebagai rangkaian menuju KTT BRICS ke-18.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability&#8221;, India berupaya memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi, teknologi, keuangan, kesehatan, serta pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>KTT BRICS 2026 di New Delhi akan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum utama bagi para pemimpin untuk merumuskan arah kerjasama BRICS ke depan.</p>
<h3><strong>Pendaftaran Akreditasi Dibuka Hingga 31 Agustus</strong></h3>
<p>Organisasi media, media penyiaran, media digital, fotografer, maupun jurnalis independen yang berminat meliput BRICS Summit 2026 diimbau untuk segera mengajukan akreditasi sebelum batas waktu 31 Agustus 2026.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai Keketuaan BRICS India 2026 dapat diakses melalui situs resmi:<b>https://www.brics2026.gov.in/</b></p>
<p>Sementara pendaftaran akreditasi media tersedia melalui:<b>https://events.brics2026.gov.in/media-accreditation</b></p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/31/Akreditasi-Media-BRICS-Summit-2026-Resmi-Dibuka-Pendaftaran-Hingga-31-Agustus.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran Hingga 31 Agustus]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/31/Akreditasi-Media-BRICS-Summit-2026-Resmi-Dibuka-Pendaftaran-Hingga-31-Agustus-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran Hingga 31 Agustus]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97529/google-org-kucurkan-hibah-usd-15-juta-untuk-ion-perkuat-fondasi-perdagangan-digital-terbuka-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 01:28:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97529/google-org-kucurkan-hibah-usd-15-juta-untuk-ion-perkuat-fondasi-perdagangan-digital-terbuka-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia.</p>
<p>Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google &amp; YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026), yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia.</p>
<p>Dukungan ini menandai kolaborasi antara Google.org dan ION dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang lebih terbuka, inklusif, dan interoperabel.</p>
<p>Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha, khususnya di wilayah perdesaan, memasuki pasar digital dengan lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar.</p>
<p><strong>Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Berbasis ONDC</strong></p>
<p>Indonesia Open Network (ION) merupakan inisiatif yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka (open digital commerce network) di Indonesia dengan mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC), sebuah inisiatif Pemerintah India yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu platform tertentu.</p>
<p>ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta berbagai mitra strategis lainnya.</p>
<p>Berbeda dengan model marketplace konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli dalam satu aplikasi, ION membangun jaringan terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, perusahaan logistik, lembaga keuangan, hingga berbagai aplikasi digital melalui standar teknologi yang sama.</p>
<p>Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha beserta katalog produknya satu kali ke dalam jaringan ION.</p>
<p>Setelah itu, produk dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut tanpa harus membuka dan mengelola toko secara terpisah di setiap platform.</p>
<p>Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie menegaskan bahwa ION bukan dibangun sebagai marketplace baru, melainkan sebagai infrastruktur digital publik yang menghubungkan seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan digital.</p>
<p>&#8220;ION bukan marketplace. ION adalah jaringan digital terbuka yang memungkinkan seluruh pelaku ekosistem perdagangan digital saling terhubung,&#8221; ujar Bayu.</p>
<p>Menurut Bayu, perdagangan digital saat ini masih didominasi oleh closed network, yaitu ekosistem tertutup yang dikendalikan oleh masing-masing platform.</p>
<p>Sebaliknya, ION mengusung konsep open network yang memungkinkan marketplace, sistem pembayaran, perbankan, perusahaan logistik, hingga pelaku UMKM saling terhubung melalui protokol yang sama.</p>
<p>&#8220;Yang kami bangun adalah infrastrukturnya. Marketplace tetap ada, tetapi semuanya dapat saling terhubung dalam jaringan yang sama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.</p>
<p>Semakin banyak pelaku yang bergabung ke dalam jaringan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat tercipta melalui efek jaringan (network effect).</p>
<p><strong>AI Berpotensi Tambah Rp910 Triliun bagi Perekonomian Indonesia</strong></p>
<p>Pengumuman hibah tersebut juga bertepatan dengan peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.</p>
<p>Laporan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI secara lebih luas berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun (US$55 miliar) atau setara sekitar 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, apabila usaha kecil dan menengah mampu mengadopsi AI pada tingkat yang setara dengan perusahaan besar.</p>
<p>Saat ini, baru sekitar 14,5% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI, dibandingkan dengan 62,5% perusahaan berskala besar.</p>
<p>Menurut Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, kesenjangan tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Jadi, peluang besar ada di depan kita,&#8221; kata Markham.</p>
<p>Menurutnya, apabila tingkat adopsi AI di kalangan UMKM dapat ditingkatkan hingga setara dengan perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus menciptakan lebih dari 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru.</p>
<p>Selain itu, pemanfaatan generative AI di sektor kreatif dan media diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi tahunan hingga Rp66 triliun.</p>
<p>Teknologi tersebut juga berpotensi menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun bagi pekerja kreatif, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan ide, kreativitas, dan storytelling.</p>
<p>Sementara itu, teknologi lokalisasi berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, subtitling, dan dubbing diperkirakan dapat membuka potensi ekspor ekonomi kreatif hingga Rp6,7 triliun setiap tahun.</p>
<p><strong>Fondasi Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia</strong></p>
<p>Google juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.</p>
<p>Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu kreator dan pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pasar digital, tetapi juga sebagai pusat lahirnya karya kreatif dan kekayaan intelektual.</p>
<p>&#8220;Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,&#8221; ujar Irene.</p>
<p>Melalui dukungan Google.org, pengembangan ION sebagai jaringan perdagangan digital terbuka diharapkan mampu mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperluas akses mereka terhadap pembayaran digital, logistik, pembiayaan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas.</p>
<p>Dengan mengadaptasi model ONDC dari India dan menargetkan pemberdayaan 100.000 usaha mikro pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem perdagangan digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif, sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang diproyeksikan terus tumbuh di era AI.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/28/Google.org-Kucurkan-Hibah-USD-1-5-Juta-untuk-ION-Perkuat-Fondasi-Perdagangan-Digital-Terbuka-Indonesia-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Google org Kucurkan Hibah USD 1 5 Juta untuk ION Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/28/Google.org-Kucurkan-Hibah-USD-1-5-Juta-untuk-ION-Perkuat-Fondasi-Perdagangan-Digital-Terbuka-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Google org Kucurkan Hibah USD 1 5 Juta untuk ION Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-96467/indonesia-luncurkan-ion-untuk-perkuat-ekosistem-perdagangan-digital-terbuka-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 03:01:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-96467/indonesia-luncurkan-ion-untuk-perkuat-ekosistem-perdagangan-digital-terbuka-nasional</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel.</p>
<p>Melalui ION, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi dan platform tanpa terikat pada satu ekosistem digital tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION merupakan salah satu pengumuman strategis yang disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan inovasi digital.</p>
<p>Dalam Pernyataan Bersama kedua pemimpin, Indonesia Open Network (ION), yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun pasar digital yang terbuka dan saling terhubung.</p>
<p>Melalui pendekatan ini, UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat menjangkau lebih banyak pasar melalui berbagai aplikasi dan platform tanpa harus bergantung pada satu platform e-commerce tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION menjadi salah satu kolaborasi paling strategis di Asia Tenggara dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) untuk sektor perdagangan.</p>
<p>Inisiatif ini mempertemukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), APINDO, SMESCO Indonesia, konsorsium pakar Digital Public Infrastructure dan perusahaan teknologi dari India yang berkontribusi dalam pengembangan ONDC, bersama Indonesia Open Network (ION) beserta para mitra ekosistemnya untuk membangun fondasi baru perdagangan digital Indonesia.</p>
<p>Dalam beberapa bulan mendatang, lebih banyak kementerian, penyedia layanan, serta pelaku industri akan bergabung untuk memperkuat ION sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia.</p>
<p><strong>Memberdayakan UMKM Indonesia</strong></p>
<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Namun demikian, jutaan UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha informal masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital.</p>
<p>Fragmentasi marketplace, sistem logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan integrasi teknologi yang kompleks, keterbatasan akses pembiayaan, hingga tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi pelaku usaha di daerah.</p>
<p>Implementasi ION dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi.</p>
<p>Bersama Kementerian UMKM, ION memperkuat inisiatif nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan perdagangan digital interoperabel yang mengembangkan platform UMKM milik pemerintah menjadi ekosistem transaksi digital yang lebih komprehensif.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, UMKM yang terdaftar akan memperoleh akses ke jaringan pembeli, penyedia logistik, sistem pembayaran digital, layanan pembiayaan, asuransi, hingga berbagai layanan pendukung usaha lainnya melalui arsitektur jaringan terbuka.</p>
<p>Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang ukuran maupun lokasi usahanya. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif.&#8221;</p>
<p>Di tingkat komunitas, ION Hyperlokal akan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, koperasi, petani, serta penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah.</p>
<p>Model ini memungkinkan transaksi perdagangan, distribusi logistik, dan layanan lainnya dipenuhi dari dalam komunitas setempat sekaligus membuka akses menuju pasar nasional.</p>
<p>Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong partisipasi komunitas inovasi digital Indonesia, termasuk pengembang aplikasi, startup, dan penyedia layanan digital agar menjadi bagian dari infrastruktur digital nasional yang interoperabel.</p>
<p><strong>Membangun Infrastruktur Digital Bersama</strong></p>
<p>Indonesia Open Network hadir bukan sebagai platform e-commerce baru, melainkan sebagai infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan layanan digital saling terhubung dalam satu jaringan terbuka.</p>
<p>Dengan pendekatan ini, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terus berkembang.</p>
<p>Prinsip utama ION adalah: Join Once. Sell Everywhere.</p>
<p>Dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menurunkan biaya teknologi, serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku usaha maupun konsumen.</p>
<p><strong>Infrastruktur Digital yang Dirancang untuk Indonesia</strong></p>
<p>Mengacu pada pengalaman India melalui ONDC, Indonesia mengembangkan ION dengan menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, karakteristik ekonomi, serta prioritas pembangunan Indonesia.</p>
<p>Alih-alih menyalin model India, Indonesia mengadaptasi prinsip jaringan terbuka untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, kedaulatan digital, serta pemanfaatan AI dalam skala nasional.</p>
<p>Managing Director dan CEO ONDC sekaligus Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip yang telah terbukti sesuai dengan kebutuhan lokal. Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional. Kami merasa terhormat dapat mendukung perjalanan penting ini.&#8221;</p>
<p><strong>Kolaborasi Seluruh Ekosistem</strong></p>
<p>ION dibangun atas keyakinan bahwa keberhasilan Digital Public Infrastructure hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi.</p>
<p>Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri.</p>
<p>Melalui interoperabilitas, pelaku usaha dari berbagai skala dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, dan konektivitas digital yang lebih baik.</p>
<p>Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Sektor swasta telah lama memahami bahwa interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. APINDO bangga mendukung inisiatif nasional ini.&#8221;</p>
<p>Sebagai bagian dari implementasi ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperluas partisipasi digital UMKM, meningkatkan akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, serta mengembangkan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem.</p>
<p>Untuk mempercepat implementasi, Indonesia Open Network (ION) juga mengumumkan dukungan dari Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia.</p>
<p>Dukungan ini bertujuan mempercepat terwujudnya perdagangan digital yang inklusif bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro dan wirausahawan di wilayah pedesaan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini juga menyambut Networks for Humanity (NFH) sebagai Mitra Pengetahuan (Knowledge Partner), yang akan memberikan keahlian global sebagai lembaga pemikir (think tank) internasional, jaringan laboratorium inovasi, serta pengembang infrastruktur digital universal yang berkomitmen mendorong ekosistem digital yang terbuka, interoperabel, dan inklusif di seluruh dunia.</p>
<p>Indonesia Open Network (ION) juga mengumumkan dukungan dari Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia, guna mempercepat perdagangan digital inklusif bagi komunitas seperti usaha mikro dan wirausahawan pedesaan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini juga menyambut Networks for Humanity (NFH) sebagai Mitra Pengetahuan, yang menyumbangkan keahlian global sebagai lembaga pemikir internasional, jaringan laboratorium inovasi, dan pembangun infrastruktur digital universal yang berdedikasi untuk memajukan ekosistem digital yang terbuka, dapat dioperasikan secara bersamaan, dan inklusif di seluruh dunia.</p>
<p>Mitra Ekosistem Pendiri meliputi Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, ThoughtLine, Ayantram, dan Blitz, bersama dengan semakin banyak organisasi Indonesia dan internasional yang mendukung pengembangan ION.</p>
<p>Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman internasional dengan kepemimpinan Indonesia, memastikan bahwa ION mencerminkan praktik terbaik global sekaligus tetap selaras sepenuhnya dengan prioritas nasional dan kerangka kelembagaan Indonesia.</p>
<p><strong>Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia–India</strong></p>
<p>Peluncuran Indonesia Open Network menjadi salah satu implementasi nyata pertama dari kemitraan Indonesia dan India di bidang pengembangan digital. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis antarnegara dapat menghasilkan infrastruktur digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas.</p>
<p>Dengan memadukan visi Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif serta pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure, kedua negara menghadirkan model baru kolaborasi internasional yang berlandaskan keterbukaan, interoperabilitas, inovasi bersama, dan kesejahteraan bersama.</p>
<p>Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan, mengatakan:</p>
<p>&#8220;ION bukan sekadar platform e-commerce baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan seluruh marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang mendorong kolaborasi sebagai sumber inovasi. Peran Chairos adalah mempertemukan pemerintah, industri, mitra teknologi, dan para ahli internasional untuk mewujudkan visi ini menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki oleh Indonesia.&#8221;</p>
<p><strong>Menuju Indonesia Emas 2045</strong></p>
<p>Seiring langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.</p>
<p>Indonesia Open Network bukan sekadar inisiatif teknologi, tetapi awal dari arsitektur baru ekonomi digital Indonesia, di mana interoperabilitas menggantikan fragmentasi, kolaborasi menggantikan eksklusivitas, dan Digital Public Infrastructure menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.</p>
<p>Bersama, Indonesia dan India menunjukkan bagaimana kemitraan strategis dapat membangun infrastruktur digital terbuka yang memperluas peluang, memperkuat kedaulatan digital, dan menghadirkan kesejahteraan bagi jutaan masyarakat.</p>
<p><strong>Tentang Indonesia Open Network (ION)</strong>
Indonesia Open Network (ION) merupakan Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang dibangun menggunakan arsitektur jaringan terbuka dan dirancang khusus sesuai kebutuhan Indonesia.</p>
<p>ION memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia layanan logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital untuk saling terhubung melalui satu infrastruktur nasional bersama.</p>
<p>Melalui prinsip &#8220;Join Once. Sell Everywhere.&#8221;, ION memperluas akses pasar, menurunkan hambatan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.</p>
<p><strong>Tentang PT Chairos International Ventures</strong>
PT Chairos International Ventures merupakan perusahaan pengembangan venture dan inovasi strategis asal Indonesia yang berperan sebagai incubation agency bagi Indonesia Open Network (ION).</p>
<p>Chairos bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, mitra teknologi, serta berbagai organisasi internasional dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure dan ekosistem inovasi yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.</p>
<p><strong>Kontak Media</strong>
Indonesia Open Network (ION)</p>
<p>Email: <b>tika@chairos.id</b></p>
<p>Website: <b>https://ion.id</b></p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/Indonesia-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-untuk-Membangun-Ekosistem-Perdagangan-Digital-Terbuka-Nasional-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/Indonesia-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-untuk-Membangun-Ekosistem-Perdagangan-Digital-Terbuka-Nasional-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-96462/india-dan-indonesia-luncurkan-tahun-tagore-dewantara-rayakan-satu-abad-warisan-budaya-dan-pendidikan-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 02:23:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-96462/india-dan-indonesia-luncurkan-tahun-tagore-dewantara-rayakan-satu-abad-warisan-budaya-dan-pendidikan-bersama</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan, tetapi juga melahirkan sebuah inisiatif yang menyoroti kedekatan hubungan budaya kedua negara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan, tetapi juga melahirkan sebuah inisiatif yang menyoroti kedekatan hubungan budaya kedua negara.</p>
<p>Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, kedua pemimpin mengumumkan Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan, sebuah rangkaian peringatan selama 15 bulan yang akan berlangsung dari Juli 2026 hingga September 2027.</p>
<p>Program ini menjadi salah satu dari enam pengumuman strategis yang disampaikan selama kunjungan Modi ke Indonesia dan akan menghadirkan festival budaya, pemutaran film, pameran tekstil, pertunjukan fesyen, kegiatan sastra, pertukaran akademik, hingga program pendidikan di kedua negara.</p>
<p>Peringatan tersebut sekaligus menandai 100 tahun perjalanan Rabindranath Tagore ke Indonesia, sebuah momen bersejarah yang menjadi simbol hubungan intelektual dan budaya antara India dan Indonesia.</p>
<p><strong>Mengenang Perjalanan Tagore ke Nusantara</strong></p>
<p>Pada tahun 1927, Rabindranath Tagore, penyair, filsuf, pendidik, sekaligus penerima Hadiah Nobel pertama dari Asia, melakukan perjalanan ke Pulau Jawa dan Bali.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Tagore menyaksikan masyarakat yang tengah membangun identitas nasionalnya melalui seni, pendidikan, dan kebudayaan.</p>
<p>Seratus tahun kemudian, India dan Indonesia memilih untuk mengenang perjalanan tersebut dengan menetapkan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan, sebagai simbol hubungan peradaban yang telah berkembang selama berabad-abad.</p>
<p><strong>Tagore dan Ki Hadjar Dewantara, Dua Tokoh dengan Visi yang Sama</strong></p>
<p>Nama &#8220;Tagore–Dewantara&#8221; dipilih untuk menghormati dua tokoh pendidikan yang memiliki cita-cita serupa dalam membangun generasi masa depan melalui pendidikan yang memerdekakan.</p>
<p>Rabindranath Tagore mendirikan Shantiniketan pada tahun 1901 dengan keyakinan bahwa pendidikan harus menumbuhkan kebebasan berpikir, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kegembiraan belajar.</p>
<p>Dua dekade kemudian, pada tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta dengan filosofi yang hampir sama, yakni menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun karakter, kebebasan, dan kemandirian, berbeda dari sistem pendidikan kolonial yang lebih menekankan perintah dan hukuman.</p>
<p>Hubungan antara kedua tokoh tersebut bukan sekadar kesamaan gagasan. Sejumlah akademisi mencatat bahwa pemikiran pendidikan Tagore turut menginspirasi Ki Hadjar Dewantara.</p>
<p>Hubungan antara Shantiniketan dan Taman Siswa juga berkembang melalui berbagai pertukaran pendidikan, termasuk pengiriman siswa Taman Siswa seperti Ki Subroto dan Ki Rusli untuk belajar di Shantiniketan.</p>
<p>Pertukaran tersebut mempertemukan dua tradisi pendidikan yang tumbuh di India dan Indonesia. Hingga kini, warisan Ki Hadjar Dewantara tetap menjadi landasan sistem pendidikan Indonesia melalui semboyan Tut Wuri Handayani, sementara gagasan Tagore terus dikenang sebagai salah satu filosofi pendidikan paling berpengaruh di Asia.</p>
<p><strong>Modi dan Prabowo Soroti Warisan Bersama</strong></p>
<p>Dalam pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kedua negara akan memperingati satu abad kunjungan bersejarah Gurudev Rabindranath Tagore ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Perjalanan Indonesia dalam membangun bangsa banyak dipengaruhi oleh pendidik visioner sekaligus Menteri Pendidikan pertamanya, Ki Hajar Dewantara. Falsafah pendidikan beliau sangat dipengaruhi oleh gagasan Gurudev Tagore. Sebagai penghormatan terhadap warisan intelektual dan budaya bersama tersebut, India dan Indonesia akan memperingatinya sebagai Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan,&#8221; ujar Modi.</p>
<p>Presiden Prabowo Subianto juga menyambut baik peluncuran inisiatif tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, serta penetapan Tahun Tagore–Dewantara 2026–2027, mencerminkan eratnya hubungan peradaban antara Indonesia dan India.</p>
<p>Menurut Prabowo, berbagai inisiatif tersebut sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, serta hubungan antar masyarakat.</p>
<p><strong>Diawali Pameran Foto dan Peluncuran Buku</strong></p>
<p>Peluncuran Tahun Tagore–Dewantara bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026.</p>
<p>Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Kedutaan Besar India menyelenggarakan pameran foto perjalanan Rabindranath Tagore di Indonesia di Jakarta International Convention Centre (JICC), lokasi penyelenggaraan acara komunitas yang dihadiri Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, penulis Arindam Mukherjee menyerahkan bukunya yang berjudul Rabindranath Tagore&#8217;s Indonesian Odyssey: A Cultural Pilgrimage kepada Perdana Menteri Modi sebagai penghormatan terhadap perjalanan bersejarah Tagore di Indonesia.</p>
<p><strong>Beragam Agenda Budaya Hingga September 2027</strong></p>
<p>Selama 15 bulan ke depan, berbagai kegiatan budaya dan pendidikan akan diselenggarakan di Indonesia untuk melibatkan masyarakat luas.</p>
<p>Di bidang fesyen, Indonesia Fashion Week akan menghadirkan desainer Shantiniketan Papri Basak, yang akan memadukan motif khas India dengan batik Indonesia pada Agustus 2026.</p>
<p>Di bidang perfilman, Tagore Film Festival akan menghadirkan adaptasi sinematik berbagai karya Rabindranath Tagore bagi masyarakat umum dan kalangan akademisi di Jakarta pada September 2026.</p>
<p>Di sektor pendidikan, akan diselenggarakan Kuis Tagore–Dewantara di sejumlah kota di Indonesia.</p>
<p>Program ini juga akan diikuti dengan pengenalan pembelajaran bahasa Sanskerta di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur dan Bali, mengingat bahasa daerah di kedua wilayah tersebut memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan bahasa Sanskerta.</p>
<p>Berbagai kegiatan masyarakat juga akan digelar, termasuk pertunjukan budaya dalam rangka Bijoya Sammeloni oleh Jakarta Bengali Association pada Oktober 2026, simposium sastra dan akademik mengenai pengaruh Tagore terhadap pemikiran Asia Tenggara pada November 2026, serta festival Tahun Baru Bengali Borsho Boron pada April 2027 yang merayakan tradisi pergantian tahun yang dimiliki kedua negara.</p>
<p>Selain itu, pameran foto mengenai perjalanan Tagore di Indonesia akan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia sepanjang tahun dengan dukungan jaringan relawan muda serta berbagai platform digital untuk menjangkau generasi muda.</p>
<p><strong>Perayaan Digelar di India dan Indonesia</strong></p>
<p>Perayaan Tahun Tagore–Dewantara tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di India.</p>
<p>Memasuki Januari 2027, pameran warisan tekstil “Sarong to Saree” akan membuka rangkaian kegiatan tahun kedua.</p>
<p>Pameran tersebut menghubungkan tradisi tenun Indonesia dengan Shantiniketan dan akan disertai peluncuran buku karya pakar tekstil Darshan Shah dari Weavers Studio, Kolkata.</p>
<p>Pada Agustus 2026, Nalanda University dan Universitas Jambi juga akan memulai kemitraan pendidikan yang mencakup pemasangan patung Atisha Dipankara di Museum Muara Jambi serta penyerahan replika Prasasti Tembaga Nalanda kepada Museum Balaputradewa di Palembang.</p>
<p>Kedua inisiatif tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan kembali hubungan sejarah yang telah terjalin lebih dari seribu tahun.</p>
<p>Selain itu, India dan Indonesia juga tengah mengusulkan penerbitan perangko peringatan bersama oleh Pos Indonesia dan India Post sebagai simbol persahabatan kedua negara.</p>
<p>Rangkaian Tahun Tagore–Dewantara dijadwalkan ditutup pada Agustus atau September 2027 melalui penyelenggaraan konferensi internasional di Bali yang akan mempertemukan para akademisi dan cendekiawan dari berbagai negara di kawasan.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, lokasi, dan mekanisme pendaftaran setiap kegiatan akan diumumkan secara bertahap melalui Kedutaan Besar India di Jakarta, Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC), serta berbagai organisasi masyarakat India di Indonesia yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798289-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/1000798289-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, Lanjutkan Lawatan ke Australia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-96103/pm-india-narendra-modi-akhiri-kunjungan-kenegaraan-ke-indonesia-lanjutkan-lawatan-ke-australia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 00:24:24 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-96103/pm-india-narendra-modi-akhiri-kunjungan-kenegaraan-ke-indonesia-lanjutkan-lawatan-ke-australia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi resmi mengakhiri kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Indonesia dan bertolak menuju Melbourne, Australia, untuk melanjutkan etape kedua lawatan tiga negaranya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi resmi mengakhiri kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Indonesia dan bertolak menuju Melbourne, Australia, untuk melanjutkan etape kedua lawatan tiga negaranya.</p>
<p>Sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan antara kedua negara, Presiden Prabowo Subianto secara langsung melepas keberangkatan PM Modi di Bandara Internasional Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).</p>
<p>Momen pelepasan tersebut menjadi penutup dari kunjungan yang dinilai kedua negara berhasil memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dan India melalui berbagai kesepakatan baru di bidang pertahanan, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, budaya, hingga keamanan maritim.
Kunjungan Hasilkan Berbagai Kesepakatan Strategis</strong>
Selama berada di Indonesia, PM Modi menjalani rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo yang menghasilkan berbagai capaian penting dalam hubungan bilateral.</p>
<p>Kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan 14 nota kesepahaman (MoU) serta mengumumkan enam inisiatif strategis, yang mencakup kerja sama di bidang pertahanan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, pendidikan, keamanan maritim, hingga ekonomi digital.</p>
<p>Salah satu pengumuman yang menjadi sorotan adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION) yang mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.</p>
<p>Inisiatif tersebut diharapkan memperkuat ekosistem perdagangan digital Indonesia sekaligus memperluas akses UMKM terhadap pasar digital yang lebih terbuka dan inklusif.
Perkuat Hubungan Politik dan Diplomasi Budaya</strong>
Selain menghasilkan berbagai kesepakatan konkret, kunjungan PM Modi juga memperkuat hubungan politik dan diplomasi budaya antara kedua negara.</p>
<p>PM Modi menjadi Perdana Menteri India pertama yang menyampaikan pidato di hadapan DPR RI.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan Visi Gangga-Mahakam sebagai kerangka baru hubungan Indonesia dan India yang berorientasi pada kerja sama jangka panjang di bidang ekonomi, teknologi, keamanan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Di luar agenda resmi, Modi dan Presiden Prabowo juga menghadiri Indian Community Reception di Jakarta bersama diaspora India sebelum menutup kunjungan dengan lawatan ke Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta.</p>
<p>Di situs Warisan Dunia UNESCO tersebut, kedua pemimpin meluncurkan kolaborasi konservasi warisan budaya bertajuk Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple.</p>
<p>Yang mana menjadikannya simbol baru diplomasi budaya sekaligus menegaskan ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun.
Sambutan Hangat Indonesia Tinggalkan Kesan Mendalam</strong>
Pemerintah India menyebut kunjungan PM Modi ke Indonesia sebagai salah satu kunjungan yang paling berkesan.</p>
<p>Selain berbagai hasil strategis yang dicapai, India mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Indonesia, mulai dari penyambutan langsung Presiden Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, pengawalan pesawat kepresidenan India oleh pesawat tempur TNI Angkatan Udara, hingga penganugerahan Bintang Republik Indonesia Adipurna, tanda kehormatan tertinggi Republik Indonesia, kepada PM Modi.</p>
<p>Menurut Pemerintah India, seluruh rangkaian kunjungan tidak hanya menghasilkan capaian konkret, tetapi juga semakin memperkuat fondasi persahabatan dan saling percaya antara kedua negara.
Lanjutkan Lawatan ke Australia</strong>
Usai menyelesaikan seluruh agenda di Indonesia, PM Modi bertolak menuju Melbourne untuk melanjutkan etape kedua lawatan tiga negaranya yang juga mencakup Australia dan Selandia Baru.</p>
<p>Pemerintah India menilai kunjungan ke Indonesia telah menghasilkan berbagai capaian penting yang menempatkan hubungan bilateral pada fondasi yang semakin kuat sekaligus membuka agenda kerja sama yang lebih ambisius di masa depan.</p>
<p>Menjelang keberangkatannya ke Australia, PM Modi menyampaikan rasa puas atas hasil kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.</p>
<p>Melalui unggahan di media sosial, ia mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia atas sambutan hangat yang diberikan selama lawatannya.</p>
<p>&#8220;Saat saya mengakhiri kunjungan ke Indonesia, saya meninggalkan negara ini dengan kepuasan yang besar atas berbagai capaian yang telah kita raih bagi masa depan kemitraan kedua negara. Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada masyarakat Indonesia dan kepada Presiden Prabowo Subianto atas sambutan yang luar biasa serta komitmen pribadinya untuk membawa hubungan India dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,&#8221; tulis Modi.</p>
<p>Menurut Modi, kunjungan tersebut telah membuka peluang baru bagi kerja sama Indonesia dan India di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan keamanan, kerja sama maritim, teknologi kritis dan teknologi baru, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), inovasi digital, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.</p>
<p>&#8220;Kunjungan ini telah membuka jalan baru bagi kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, kolaborasi maritim, teknologi kritis dan teknologi baru, kecerdasan buatan, inovasi digital, serta pengembangan kapasitas,&#8221; ujar Modi.</p>
<p>Dengan berakhirnya kunjungan tersebut, Indonesia dan India memasuki babak baru hubungan bilateral yang tidak hanya ditandai oleh penguatan kerjasama strategis di berbagai sektor.</p>
<p>Tetapi juga oleh komitmen bersama untuk memperdalam hubungan antarmasyarakat, memperluas kolaborasi ekonomi, serta menjaga warisan budaya yang telah menghubungkan kedua bangsa selama lebih dari satu milenium.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/12/PM-India-Narendra-Modi-Akhiri-Kunjungan-Kenegaraan-ke-Indonesia-Lanjutkan-Lawatan-ke-Australia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia Lanjutkan Lawatan ke Australia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/12/PM-India-Narendra-Modi-Akhiri-Kunjungan-Kenegaraan-ke-Indonesia-Lanjutkan-Lawatan-ke-Australia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[PM India Narendra Modi Akhiri Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia Lanjutkan Lawatan ke Australia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-96094/prabowo-dan-pm-modi-perkuat-kemitraan-indonesia-india-sepakati-14-mou-dan-enam-inisiatif-strategis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 16:44:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-96094/prabowo-dan-pm-modi-perkuat-kemitraan-indonesia-india-sepakati-14-mou-dan-enam-inisiatif-strategis</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (<em>Comprehensive Strategic Partnership</em>) Indonesia dan India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif (<em>Comprehensive Strategic Partnership</em>) Indonesia dan India.</p>
<p>Yakni melalui penandatanganan 14 nota kesepahaman (MoU) serta pengumuman enam inisiatif strategis yang mencakup sektor pertahanan, keamanan maritim, kesehatan, pertanian, pendidikan, teknologi digital, hingga pelestarian warisan budaya.</p>
<p>Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7), yang menjadi agenda utama kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia.</p>
<p>Selain membahas hubungan bilateral, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik serta peluang memperluas kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.</p>
<p>Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke India sebelumnya dan menjadi bagian dari upaya kedua negara menjaga momentum hubungan yang terus berkembang sejak Indonesia dan India meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2018.</p>
<h2>14 MoU Perluas Kerja Sama Strategis</h2>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan India menyepakati 14 nota kesepahaman yang memperluas cakupan kerja sama di berbagai bidang strategis.</p>
<p>Di sektor keamanan, kedua negara memperpanjang protokol kerjasama keselamatan dan keamanan maritim serta menandatangani nota kesepahaman mengenai penanggulangan bencana.</p>
<p>Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik sekaligus meningkatkan kapasitas menghadapi berbagai tantangan keamanan non-tradisional dan bencana alam.</p>
<p>Pada sektor industri, kedua negara menyepakati kerja sama di bidang mineral dan teknologi untuk rantai pasok industri baja.</p>
<p>Kesepakatan ini sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia dan upaya memperkuat rantai pasok mineral kritis yang dibutuhkan dalam industri kendaraan listrik, energi bersih, serta manufaktur berteknologi tinggi.</p>
<p>Kerja sama tersebut turut diperkuat melalui pembentukan usaha patungan strategis antara Steel Authority of India Limited (SAIL) dan PT Krakatau Steel.</p>
<p>Kerja sama di bidang kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama melalui kolaborasi pengembangan tenaga kesehatan dan regulasi produk medis.</p>
<p>Dengan pengalaman India sebagai salah satu produsen obat dan vaksin terbesar di dunia, kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri kesehatan Indonesia sekaligus mendorong transfer pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi.</p>
<p>Selain itu, kedua negara memperluas kolaborasi di bidang telekomunikasi, pertanian, pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu, serta riset, teknologi, dan inovasi.</p>
<p>Sejumlah kemitraan antar pelaku industri juga diumumkan, termasuk kontrak sistem pertahanan rudal BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Indonesia, kerja sama rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics Limited (BDL) dan Republikorp, kolaborasi pengembangan material logam, serta kerja sama pendidikan manajemen antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Intelligentsia Grahatama.
Enam Inisiatif Baru, ION Jadi Sorotan</strong>
Selain penandatanganan MoU, Presiden Prabowo dan PM Modi juga mengumumkan enam inisiatif strategis yang akan menjadi arah baru kerja sama Indonesia dan India.</p>
<p>Salah satu pengumuman yang paling mendapat perhatian adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah ekosistem perdagangan digital terbuka yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India.</p>
<p>Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem perdagangan digital yang lebih inklusif, terbuka, dan interoperabel di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi kedua negara dalam transformasi ekonomi digital.</p>
<p>Melalui konsep jaringan terbuka, ION dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha, penyedia layanan, institusi keuangan, perusahaan logistik, hingga platform digital dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.</p>
<p>Model tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelaku usaha, khususnya UMKM, terhadap pasar digital tanpa bergantung pada satu platform tertentu, sebagaimana implementasi ONDC yang telah dikembangkan India.</p>
<p>Selain ION, kedua negara juga mengumumkan dukungan India terhadap konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, penempatan Indonesian Liaison Officer di Information Fusion Centre–Indian Ocean Region (IFC-IOR) guna memperkuat koordinasi keamanan maritim, serta pengiriman 100 ton benih gandum unggul varietas DWR-162 untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian Indonesia.</p>
<p>Di bidang pendidikan dan kebudayaan, Indonesia dan India meluncurkan peringatan &#8220;Tagore-Dewantara Year of Cultural and Educational Diplomacy&#8221; sebagai simbol eratnya hubungan kedua bangsa melalui pertukaran budaya dan pendidikan.</p>
<p>Kedua negara juga mengumumkan rencana pembukaan kampus cabang Indian Institute of Management (IIM) Bangalore di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Jawa Timur, yang diharapkan menjadi pusat pendidikan manajemen dan inovasi bisnis bertaraf internasional di Indonesia.
Prabowo dan Modi Akan Kunjungi Candi Prambanan</strong>
Rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi akan berlanjut pada Rabu (8/7/2026), ketika Presiden Prabowo dan PM Modi dijadwalkan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta.</p>
<p>Agenda tersebut menjadi salah satu simbol penting dalam hubungan Indonesia dan India yang tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi dan politik, tetapi juga melalui kedekatan sejarah dan budaya.</p>
<p>Kunjungan tersebut berkaitan dengan pengumuman kerjasama konservasi dan restorasi Prambanan yang disepakati kedua negara.</p>
<p>Sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan Situs Warisan Dunia UNESCO, Prambanan menjadi simbol hubungan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad melalui pertukaran budaya, agama, seni, dan arsitektur.</p>
<p>Kunjungan bersama kedua pemimpin diharapkan semakin memperkuat diplomasi budaya sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pelestarian warisan budaya, penelitian arkeologi, serta pengembangan pariwisata budaya.
Modi Terima Bintang Republik Indonesia Adipurna</strong>
Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Perdana Menteri Narendra Modi.</p>
<p>Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Negara Republik Indonesia kepada individu yang dinilai memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara.</p>
<p>Presiden Prabowo mengatakan penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Modi serta kontribusinya dalam mempererat hubungan Indonesia dan India.</p>
<p>Menurutnya, Modi juga terus mendukung berbagai program dan proyek yang memberikan manfaat bagi pembangunan Indonesia.</p>
<p>Prabowo juga menyampaikan bahwa penghargaan serupa sebelumnya pernah dianugerahkan kepada Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru, atas perannya dalam memperkuat hubungan Indonesia dan India serta kontribusinya sebagai salah satu pelopor Gerakan Non-Blok.</p>
<p>Penganugerahan Bintang Republik Indonesia Adipurna menjadi penutup rangkaian agenda utama di Istana Merdeka sekaligus menegaskan eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan India.</p>
<p>Dengan 14 MoU, enam inisiatif strategis, serta agenda bersama di Candi Prambanan, kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi diharapkan membuka babak baru kerja sama kedua negara di bidang politik, ekonomi, keamanan, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/Presiden-Prabowo-bersama-PM-Modi-2-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Presiden Prabowo bersama PM Modi]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/08/Presiden-Prabowo-bersama-PM-Modi-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Presiden Prabowo bersama PM Modi]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
