<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/embassy-of-india-jakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 10:34:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>30 Hakim Indonesia Ikuti Pelatihan di India, Perkuat Kapasitas Peradilan di Era Digital</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90483/30-hakim-indonesia-ikuti-pelatihan-di-india-perkuat-kapasitas-peradilan-di-era-digital</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 06:27:07 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90483/30-hakim-indonesia-ikuti-pelatihan-di-india-perkuat-kapasitas-peradilan-di-era-digital</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia mengikuti program pelatihan intensif di <i>National Judicial Academy </i>(NJA), Bhopal, India, yang berlangsung pada 24–28 April 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Sebanyak 30 hakim dan aparatur peradilan Indonesia mengikuti program pelatihan intensif di <i>National Judicial Academy </i>(NJA), Bhopal, India, yang berlangsung pada 24–28 April 2026.</p>
<p>Program ini menjadi pelatihan terstruktur pertama bagi hakim Indonesia di India dan menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama di bidang hukum dan peradilan.</p>
<p>Delegasi ini ditugaskan oleh Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia dan dipimpin oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA, Andi Akram, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia peradilan.</p>
<h3>Kolaborasi Strategis Dua Negara</h3>
<p>Pelatihan ini merupakan bagian dari skema <i>Indian Technical and Economic Cooperation </i>(ITEC) di bawah Kementerian Luar Negeri India, yang selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen diplomasi kapasitas India untuk negara mitra.</p>
<p>Program ini juga terselenggara berkat kolaborasi erat antara Embassy of India Jakarta dan Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.</p>
<p>Delegasi hakim yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga mewakili berbagai daerah seperti Lombok, Tanjung Pinang, Palu, Pekanbaru, dan Kalimantan Selatan.</p>
<p>Keberagaman latar belakang ini diharapkan memperkaya perspektif dalam diskusi dan memperluas dampak pelatihan saat para peserta kembali ke wilayah masing-masing.</p>
<h3>Fokus pada Tantangan Peradilan Modern</h3>
<p>Program pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan peradilan di era digital dan globalisasi. Beberapa topik utama yang dibahas meliputi penguatan kapasitas di bidang teknologi dan siber, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem peradilan.</p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi komunikasi peradilan dengan media, peningkatan keterampilan yudisial, serta penanganan isu lintas negara seperti kejahatan transnasional, persoalan lingkungan, hingga mekanisme alternatif penyelesaian sengketa.</p>
<p>Pendekatan ini mencerminkan kebutuhan mendesak bagi sistem peradilan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Di tengah meningkatnya kompleksitas perkara, hakim tidak hanya dituntut memahami aspek hukum secara konvensional, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi serta memahami dinamika global yang memengaruhi praktik hukum.</p>
<h3>Belajar Langsung dari Sistem Peradilan India</h3>
<p>Sebagai bagian dari program, para hakim Indonesia juga akan melakukan kunjungan langsung ke pengadilan di India. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana sistem peradilan India beroperasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.</p>
<p>Salah satu inisiatif yang menjadi sorotan adalah proyek e-Courts di India, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan peradilan melalui digitalisasi. Melalui interaksi dengan hakim, pengacara, dan pemangku kepentingan lainnya, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan praktis yang dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia.</p>
<h3>NJA Bhopal, Pusat Pelatihan Peradilan Kelas Dunia</h3>
<p>National Judicial Academy yang menjadi lokasi pelatihan merupakan salah satu pusat pendidikan peradilan terkemuka di dunia. Didirikan pada tahun 1993, akademi ini terletak di kota Bhopal, India, dengan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran, berada di kawasan perbukitan yang menghadap danau dan memiliki luas sekitar 63 hektar.</p>
<p>Reputasi NJA sebagai institusi pelatihan peradilan kelas dunia menjadikannya mitra strategis dalam pengembangan kapasitas hakim Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan digital.</p>
<h3>Menuju Peradilan yang Lebih Adaptif</h3>
<p>Pelatihan ini mencerminkan kesadaran bahwa sistem peradilan tidak bisa berjalan statis di tengah perubahan global. Transformasi digital, meningkatnya kejahatan lintas negara, serta tuntutan transparansi publik mendorong lembaga peradilan untuk terus berinovasi.</p>
<p>Dengan mengikuti program ini, para hakim Indonesia tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan profesional internasional yang dapat memperkuat kerja sama lintas negara di masa depan.</p>
<p>Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi strategis dalam membangun sistem peradilan yang lebih adaptif, responsif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/30/public-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="801">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/30/public-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>INS Sunayna Tiba di Jakarta, Misi “One Ocean, One Mission” Perkuat Sinergi Maritim Indonesia–India</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90377/ins-sunayna-tiba-di-jakarta-misi-one-ocean-one-mission-perkuat-sinergi-maritim-indonesia-india</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:33:29 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90377/ins-sunayna-tiba-di-jakarta-misi-one-ocean-one-mission-perkuat-sinergi-maritim-indonesia-india</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA,</b>  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Kapal patroli lepas pantai milik Indian Navy, INS Sunayna (P57), tiba di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari misi “One Ocean, One Mission” yang menekankan kolaborasi internasional dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan maritim.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA,</b> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Kapal patroli lepas pantai milik Indian Navy, INS Sunayna (P57), tiba di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari misi “One Ocean, One Mission” yang menekankan kolaborasi internasional dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan kawasan maritim.</p>
<p>Penyambutan dilakukan oleh jajaran TNI Angkatan Laut dari Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) III. Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, diwakili oleh Asisten Operasi (Asops), Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, yang hadir langsung di lokasi penyambutan.</p>
<p>Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Laksamana Madya TNI (Purn) Dadi Hartanto serta Atase Pertahanan India Captain (N) Shiv Kumar. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan pentingnya kunjungan tersebut dalam konteks hubungan bilateral kedua negara.</p>
<h3>Perkuat Kerja Sama Maritim</h3>
<p>Dalam pernyataannya, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel , menekankan bahwa kunjungan ini memiliki makna strategis bagi kedua negara.</p>
<p>“Kehadiran INS Sunayna menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan maritim, khususnya di wilayah Indo-Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan di laut,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa momentum ini diharapkan dapat memperluas kerjasama operasional antara kedua angkatan laut.</p>
<p>“Dengan adanya acara ini diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua angkatan laut dalam bidang operasi, latihan bersama serta pertukaran informasi,” tambahnya.</p>
<h3>Misi Multinasional di Samudra Hindia</h3>
<p>INS Sunayna datang ke Jakarta sebagai bagian dari inisiatif IOS SAGAR (Security and Growth for All in the Region), yang merupakan implementasi visi maritim India untuk memperkuat keamanan dan kerja sama di kawasan.</p>
<p>Kapal ini membawa awak multinasional dari berbagai negara sahabat, termasuk Komoro, Kenya, Maladewa, serta Indonesia. Kehadiran awak lintas negara ini menunjukkan bahwa keamanan maritim menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu negara.</p>
<p>Sebelum tiba di Jakarta, kapal ini telah melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura, dua jalur pelayaran strategis dunia, dengan menunjukkan standar navigasi dan interoperabilitas yang tinggi.</p>
<h3>Rangkaian Kegiatan di Jakarta</h3>
<p>Selama berada di Jakarta, INS Sunayna dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan bersama TNI AL. Agenda tersebut mencakup interaksi profesional, pertandingan olahraga persahabatan, kegiatan sosial seperti makan malam resmi, hingga open ship bagi para undangan.</p>
<p>Selain itu, juga direncanakan pelaksanaan Passage Exercise (PASSEX) saat kapal meninggalkan perairan Indonesia, sebagai bentuk latihan bersama untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapan operasional kedua angkatan laut.</p>
<h3>Simbol Diplomasi dan Stabilitas Kawasan</h3>
<p>Kunjungan INS Sunayna ke Jakarta menegaskan komitmen India dan Indonesia dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang aman, terbuka, dan inklusif. Melalui misi “One Ocean, One Mission”, kedua negara menunjukkan bahwa kerja sama maritim menjadi elemen kunci dalam menghadapi tantangan global di laut.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/public-2-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/29/public-2-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia untuk Perkuat Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89724/kedutaan-besar-india-dorong-impor-urea-dari-indonesia-untuk-perkuat-ketahanan-pangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 08:29:22 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89724/kedutaan-besar-india-dorong-impor-urea-dari-indonesia-untuk-perkuat-ketahanan-pangan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono di Jakarta, Kamis (16/4/2026) lalu.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono di Jakarta, Kamis (16/4/2026) lalu.</p>
<p>Pertemuan tersebut dilakukan demi mendorong kerja sama impor pupuk urea dari Indonesia guna mengamankan pasokan pupuk bagi musim tanam India mendatang melalui skema antar pemerintah di tengah dinamika global rantai pasok pertanian.</p>
<p>Langkah ini menegaskan pendekatan aktif India dalam memperluas sumber pasokan pupuk strategis, sekaligus mencerminkan meningkatnya peran Indonesia sebagai mitra potensial dalam menjaga stabilitas pangan kawasan dan global.</p>
<p>Dorongan dari pihak Kedutaan India juga memperlihatkan bahwa isu pupuk kini tidak lagi sekadar persoalan teknis pertanian, tetapi telah menjadi bagian dari diplomasi ekonomi dan ketahanan nasional.</p>
<p>Dalam beberapa tahun terakhir, fluktuasi harga energi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik telah mempengaruhi ketersediaan pupuk di berbagai negara, termasuk India yang memiliki kebutuhan sangat besar untuk menopang sektor pertaniannya.</p>
<p><strong>Kedutaan India Soroti Stabilitas Pasokan Pangan</strong></p>
<p>Kerja sama ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian nasional. Fokus pembahasan tidak hanya terbatas pada perdagangan pupuk, tetapi juga mencakup isu yang lebih luas seperti ketahanan pangan dan ketersediaan sarana produksi.</p>
<p>“Diskusi yang komprehensif dan produktif bersama Pak Sudaryono mengenai kerja sama pertanian bilateral termasuk ketahanan pangan dan ketersediaan input (sarana produksi),” ujar Dubes Sandeep.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa India melihat Indonesia sebagai mitra yang kredibel dalam menjawab kebutuhan pupuk, khususnya urea, yang menjadi komponen penting dalam mendukung produktivitas pertanian.</p>
<p>“Pak Sudaryono telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Jika terdapat surplus, maka kami akan sangat senang untuk membelinya dari Indonesia melalui skema kerja sama antar pemerintah,” tutupnya.</p>
<p>Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa India tidak hanya mencari pemasok, tetapi juga mengedepankan model kerja sama yang stabil, terukur, dan berbasis kesepahaman antar pemerintah.</p>
<p>Skema seperti ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko volatilitas pasar global yang sering kali berdampak pada harga dan ketersediaan pupuk.</p>
<p><strong>Indonesia Buka Peluang, Tetap Prioritaskan Domestik</strong></p>
<p>Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyambut positif minat tersebut, dengan tetap menegaskan prinsip kehati-hatian dalam kebijakan ekspor. Sudaryono menyampaikan bahwa pembahasan ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk berkontribusi tanpa mengorbankan kebutuhan nasional.</p>
<p>“Hari ini kami mendiskusikan salah satu topik utamanya adalah bagaimana India itu kemudian bisa mengamankan kebutuhan pasokan ureanya yang salah satu sumbernya adalah berasal dari Indonesia,” ujar Sudaryono.</p>
<p>Indonesia saat ini memiliki potensi surplus produksi urea sekitar 1,5 juta ton. Namun, ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi secara optimal guna menjaga stabilitas produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Pendekatan ini mencerminkan strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara peluang ekonomi dari ekspor dan tanggung jawab menjaga pasokan domestik. Dalam konteks ini, pupuk menjadi komoditas strategis yang tidak bisa diperlakukan semata-mata sebagai barang dagangan biasa.</p>
<p>Momentum dari Perbedaan Musim Tanam</p>
<p>Kerja sama ini juga diperkuat oleh faktor teknis yang menguntungkan kedua negara, yakni perbedaan siklus musim tanam. India memasuki periode tanam utama pada Juli hingga September, sementara Indonesia berada dalam fase aktivitas yang relatif lebih rendah.</p>
<p>Perbedaan ini memberikan fleksibilitas dalam pengaturan distribusi pupuk, sehingga Indonesia dapat mengalokasikan sebagian produksinya untuk ekspor tanpa mengganggu kebutuhan petani dalam negeri. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa kerja sama ini dinilai realistis untuk direalisasikan dalam waktu dekat.</p>
<p>Selain itu, momentum ini juga memperlihatkan bagaimana koordinasi lintas negara dalam sektor pertanian dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.</p>
<p>Industri Pupuk Nasional Siap, Tapi Selektif</p>
<p>Kesiapan Indonesia turut didukung oleh kapasitas produksi yang kuat. Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa ekspor akan tetap dilakukan secara terukur dan mengikuti siklus pertanian nasional.</p>
<p>“Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri mencukupi. Kalau hitungan total nasional kan ada ekses tapi kita tahu ada musim tanam dan musim di luar tanam. Kita tidak mungkin ekspor saat musim tanam,” jelas Rahmad.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa stok pupuk nasional berada dalam kondisi aman.</p>
<p>“Saat ini (stok pupuk) 1,2 juta ton, ditambah produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Jadi sangat cukup,” ujarnya.</p>
<p>Dengan kapasitas produksi yang mencapai puluhan juta ton per tahun, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memainkan peran lebih besar di pasar global. Namun, kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama agar tidak terjadi gangguan pada distribusi dalam negeri.</p>
<p>Diplomasi Pertanian dan Peran Global Indonesia</p>
<p>Dorongan dari Kedutaan India ini mencerminkan penguatan diplomasi berbasis pangan di tengah tekanan global terhadap rantai pasok pupuk. Kebutuhan pupuk yang tinggi, ditambah dengan ketidakpastian pasokan global, membuat negara-negara mulai mencari mitra yang stabil dan dapat diandalkan.</p>
<p>Bagi India, Indonesia menawarkan kombinasi antara kapasitas produksi, kedekatan geografis, dan hubungan bilateral yang kuat. Sementara itu, bagi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang untuk memperluas pengaruhnya dalam isu ketahanan pangan global.</p>
<p>Lebih jauh, langkah ini juga memperlihatkan transformasi peran Indonesia dari sekadar produsen domestik menjadi aktor strategis dalam ekosistem pangan dunia. Dengan pengelolaan yang tepat, kerja sama seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi internasional berbasis sektor riil.</p>
<p>Pembahasan teknis antara pelaku industri pupuk kedua negara akan menjadi penentu realisasi kerja sama ini. Namun satu hal yang jelas, arah kolaborasi sudah terbentuk menuju kemitraan yang tidak hanya berbasis kebutuhan jangka pendek, tetapi juga visi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/21/Kedutaan-Besar-India-Dorong-Impor-Urea-dari-Indonesia-untuk-Perkuat-Ketahanan-Pangan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1366"
				height="753">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia untuk Perkuat Ketahanan Pangan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/21/Kedutaan-Besar-India-Dorong-Impor-Urea-dari-Indonesia-untuk-Perkuat-Ketahanan-Pangan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kedutaan Besar India Dorong Impor Urea dari Indonesia untuk Perkuat Ketahanan Pangan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-89598/indonesia-india-perkuat-aliansi-tekstil-diplomasi-dan-industri-bersatu-hadapi-tantangan-global</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 06:38:35 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-89598/indonesia-india-perkuat-aliansi-tekstil-diplomasi-dan-industri-bersatu-hadapi-tantangan-global</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO, edisi Senin, 20 April 2026 &#8211; Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a>, edisi Senin, 20 April 2026 &#8211; Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global.</p>
<p>Upaya memperkuat industri tekstil nasional kini tidak hanya digerakkan oleh pelaku industri, tetapi juga didukung langsung oleh diplomasi antarnegara.</p>
<p>Sebuah forum bisnis strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Bandung pada Senin (13/4/2026) lalu ini menjadi titik temu penting bagi kolaborasi kedua negara.</p>
<p>Acara yang dikemas dalam Business Networking Event ini mempertemukan delegasi industri tekstil India dengan puluhan perusahaan tekstil dan rekayasa tekstil Indonesia.</p>
<p>Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penjajakan kerja sama, tetapi juga sebagai ruang diskusi strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.</p>
<p>Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan besarnya potensi sektor ini dalam memperkuat hubungan kedua negara.</p>
<p>“Sektor tekstil memiliki potensi yang sangat besar untuk memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia. Kerangka seperti AITIGA dapat menjadi pendorong utama bagi peningkatan kolaborasi bilateral di bidang ini,” ujarnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Industri sebagai Jawaban atas Tekanan Global</strong></p>
<p>Di tengah meningkatnya tekanan global seperti lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok, kemitraan antara Indonesia dan India menjadi semakin relevan.</p>
<p>Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara kekuatan manufaktur kedua negara.</p>
<p>Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kombinasi strategis yang saling melengkapi.</p>
<p>“India memiliki basis manufaktur mesin tekstil yang kuat di berbagai segmen, mulai dari spinning, weaving hingga processing. Sementara Indonesia memiliki pengalaman manufaktur serta pasar yang besar. Ini adalah kombinasi kekuatan yang akan menciptakan win-win solution bagi kedua negara,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi industri.</p>
<p>“Kolaborasi ini menjadi kunci menghadapi tekanan biaya energi, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi. Kemitraan strategis akan menjadi fondasi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” tambahnya.</p>
<p>Dorongan Modernisasi dan Efisiensi Industri Nasional</p>
<p>Dari sisi Indonesia, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, melihat kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan produktivitas industri tekstil nasional melalui adopsi teknologi baru.</p>
<p>“Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kemajuan India dalam industri permesinan tekstil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi dan produktivitas.</p>
<p>“India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil, sehingga produktivitasnya tinggi. Kami berharap anggota API dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Jemmy juga menegaskan bahwa pelaku industri tekstil Indonesia tengah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk efisiensi energi dan transformasi teknologi sebagai respons terhadap dinamika global.</p>
<p>Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Tenaga Kerja</p>
<p>Meski transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, forum ini juga menekankan pentingnya menjaga karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya.</p>
<p>Jemmy menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan lapangan kerja.</p>
<p>“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” tegasnya.</p>
<p>Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam proses transformasi industri.</p>
<p>“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja juga tetap menjadi prioritas. Transformasi harus berjalan seimbang,” tambahnya.</p>
<p>Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global</p>
<p>Di sisi lain, tantangan global seperti kenaikan harga energi masih menjadi perhatian utama. Ketan Sanghvi mengakui bahwa lonjakan harga minyak mentah telah berdampak pada biaya produksi tekstil, terutama melalui kenaikan harga bahan baku sintetis.</p>
<p>“Harga minyak mentah meningkat, sehingga berdampak pada harga serat sintetis dan biaya produksi. Ini tentu menjadi tantangan bagi industri,” jelasnya.</p>
<p>Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.</p>
<p>Diplomasi Ekonomi sebagai Penggerak Industri Masa Depan</p>
<p>Keterlibatan Kedutaan Besar India dalam forum ini menunjukkan bahwa kerja sama industri kini semakin terintegrasi dengan diplomasi ekonomi. Selain memperkuat hubungan bilateral, forum ini juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih luas.</p>
<p>Indonesia bahkan diundang untuk berpartisipasi dalam Bharat Tex 2026, sebuah ajang tekstil berskala global yang menjadi etalase inovasi dan kolaborasi industri.</p>
<p>Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, kolaborasi Indonesia–India di sektor tekstil diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tantangan global, tetapi juga mendorong transformasi menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/20/Indonesia–India-Perkuat-Aliansi-Tekstil-Diplomasi-dan-Industri-Bersatu-Hadapi-Tantangan-Global-2.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1294"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global (2)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/04/20/Indonesia–India-Perkuat-Aliansi-Tekstil-Diplomasi-dan-Industri-Bersatu-Hadapi-Tantangan-Global-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global (2)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-88509/india-soroti-stabilitas-energi-dan-keselamatan-warga-di-tengah-konflik-iran-as</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 07:38:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-88509/india-soroti-stabilitas-energi-dan-keselamatan-warga-di-tengah-konflik-iran-as</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.</p>
<p>Percakapan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran global mengenai stabilitas kawasan serta potensi dampaknya terhadap jalur energi internasional dan keselamatan warga negara asing di wilayah tersebut.</p>
<p>India Serukan Dialog dan Diplomasi</p>
<p>Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Pezeshkian menyampaikan kepada Modi mengenai situasi terkini di Iran serta pandangannya mengenai perkembangan regional. Menanggapi hal itu, Modi menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.</p>
<p>“Saya melakukan percakapan dengan Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, untuk membahas situasi serius di kawasan. Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan serta jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil. Keselamatan dan keamanan warga negara India, bersama dengan kebutuhan untuk memastikan kelancaran transit barang dan energi, tetap menjadi prioritas utama India. Saya juga menegaskan kembali komitmen India terhadap perdamaian dan stabilitas serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan diplomasi,” ujar Modi dalam unggahannya di platform X.</p>
<p>India menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi merupakan pendekatan yang konsisten diambil oleh New Delhi dalam menghadapi ketegangan regional.</p>
<p>Kekhawatiran Terhadap Jalur Energi Global</p>
<p>Percakapan tersebut juga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut, menjadikannya koridor vital bagi kebutuhan energi banyak negara, termasuk India.</p>
<p>Sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan terganggu.</p>
<p>India dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan lebih dari 20 kapal tanker dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut membawa minyak mentah, gas petroleum cair (LPG), serta gas alam cair (LNG) yang dibutuhkan untuk pasokan energi domestik India.</p>
<p>Beberapa kapal tersebut mengangkut LPG yang dikontrak oleh perusahaan energi India seperti Indian Oil Corporation dan Hindustan Petroleum Corporation.</p>
<p>India sendiri sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk pasokan energi. Sekitar setengah impor minyak mentah India berasal dari wilayah tersebut, sementara dua pertiga impor LNG dan hampir seluruh impor LPG juga berasal dari kawasan yang sama.</p>
<p>Dampak Konflik Mendekati Kawasan Strategis India</p>
<p>Ketegangan di kawasan juga meluas ke wilayah Samudra Hindia. Pekan lalu, sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di dekat perairan Sri Lanka setelah diserang kapal selam Amerika Serikat. Insiden tersebut memperluas dampak konflik ke wilayah yang berada dalam lingkungan strategis India.</p>
<p>Situasi ini menambah kompleksitas bagi pemerintah India yang berupaya menjaga keseimbangan diplomatik di tengah hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah India juga memantau keselamatan warganya di Iran. Diperkirakan terdapat sekitar 9.000 warga India di negara tersebut, termasuk pelajar, profesional, pelaut, dan peziarah. Sejumlah warga telah dipindahkan dari Teheran ke lokasi yang lebih aman, sementara sebagian lainnya meninggalkan Iran melalui Azerbaijan dan Armenia untuk kembali ke India.</p>
<p>Komunikasi Diplomatik dengan Indonesia</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, komunikasi diplomatik juga berlangsung dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar melakukan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono mengenai perkembangan konflik di Asia Barat.</p>
<p>“Senang dapat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Kami bertukar pandangan mengenai konflik di Asia Barat, membahas hubungan bilateral, serta sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan Komisi Bersama dalam waktu dekat,” tulis Jaishankar di X.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi atas percakapan tersebut dan menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral.</p>
<p>“Terima kasih kepada Menteri Luar Negeri India Dr. S. Jaishankar atas percakapan yang produktif. Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral pada pertemuan Komisi Bersama berikutnya yang akan diselenggarakan secepatnya sesuai waktu yang disepakati bersama, serta tetap berkoordinasi erat mengenai perkembangan regional dan global,” tulis Sugiono.</p>
<p>Indonesia dan India menjalin hubungan strategis di kawasan Indo-Pasifik, termasuk kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan keamanan maritim. Di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat, komunikasi diplomatik antara kedua negara mencerminkan upaya untuk terus menjaga koordinasi mengenai perkembangan regional yang berpotensi mempengaruhi stabilitas perdagangan dan energi global.</p>
<p>India dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di Asia Barat. Pemerintah India menilai stabilitas kawasan tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga pada kelancaran perdagangan global serta stabilitas pasokan energi dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/16/India-Soroti-Stabilitas-Energi-dan-Keselamatan-Warga-di-Tengah-Konflik-Iran–AS-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="805">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/16/India-Soroti-Stabilitas-Energi-dan-Keselamatan-Warga-di-Tengah-Konflik-Iran–AS-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Lewat India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-87811/indonesia-dan-india-perkuat-kemitraan-strategis-lewat-india-indonesia-critical-minerals-conference-di-jakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 22:07:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-87811/indonesia-dan-india-perkuat-kemitraan-strategis-lewat-india-indonesia-critical-minerals-conference-di-jakarta</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah India dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui India–Indonesia Critical Minerals Conference yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diadakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama IndCham, dengan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, dan lembaga keuangan dari kedua negara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah India dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui India–Indonesia Critical Minerals Conference yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diadakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama IndCham, dengan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, dan lembaga keuangan dari kedua negara.</p>
<p>Forum ini menjadi momentum penting dalam kunjungan resmi Secretary Ministry of Steel Pemerintah India ke Indonesia, sekaligus menandai keseriusan kedua negara dalam memperkuat kerjasama rantai pasok baja dan mineral strategis di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel, baja nirkarat, dan bahan baku transisi energi.</p>
<p><strong>Komitmen Tingkat Tinggi Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis</strong></p>
<p>Konferensi dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menekankan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam arsitektur rantai pasok mineral global.</p>
<p>“Acara ini membuka berbagai peluang baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama lebih erat dalam membangun ketahanan rantai pasok dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara tidak hanya berorientasi pada perdagangan bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri hilir dan investasi jangka panjang.</p>
<p>Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sandeep Poundrik, Secretary di Ministry of Steel Government of India. Ia menyoroti ambisi India dalam meningkatkan kapasitas produksi baja nasional secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, yang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan.</p>
<p>“India sedang dalam fase ekspansi besar industri bajanya. Untuk itu, kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia menjadi sangat strategis,” katanya.</p>
<p>Dari pihak Indonesia, Jisman P. Hutajulu, Staf Ahli Menteri ESDM untuk Perencanaan Strategis, menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara kedua negara dalam mendukung hilirisasi dan transisi energi.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan bahwa penguatan sektor mineral kritis juga harus didukung oleh transformasi digital dan tata kelola berbasis teknologi. Ia menyebut bahwa digitalisasi rantai pasok akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing global.</p>
<p>Dengan kehadiran pejabat tinggi dan pelaku industri utama dari kedua negara, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk membahas ketahanan rantai pasok baja, kebijakan mineral kritis, investasi, serta penguatan kerja sama industri Indonesia–India secara lebih konkret.</p>
<p><strong>Ketahanan Rantai Pasok Baja dan Bahan Baku</strong>
Forum berlanjut dengan presentasi yang disampaikan oleh Subrato Kumar Ghosh, Practice Leader and Corporate Consultant di SRK Consulting.</p>
<p>Ia memaparkan lanskap global mineral kritis dari sudut pandang geologi, eksplorasi, serta kelayakan proyek tambang. Menurutnya, lonjakan permintaan terhadap nikel, kobalt, dan mineral strategis lainnya didorong oleh percepatan kendaraan listrik dan energi terbarukan.</p>
<p>Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan cadangan saja tidak cukup. Proyek tambang harus memenuhi standar pelaporan internasional, memiliki tata kelola yang transparan, serta mampu menarik pembiayaan global agar dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p><strong>Membangun Ketahanan Rantai Pasok Baja di Tengah Ketidakpastian Global</strong></p>
<p>Diskusi Panel 1 bertajuk Steel &amp; Raw Materials Supply Chain Resilience berlangsung dinamis dengan fokus pada ketahanan rantai pasok baja dan bahan baku strategis. Panel dimoderatori oleh Abhijit Narendra, Joint Secretary di Ministry of Steel Government of India, yang membuka diskusi dengan menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik, volatilitas harga komoditas, dan kebijakan proteksionisme.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa India tengah memperluas kapasitas baja nasional secara signifikan dan membutuhkan mitra yang dapat menjamin pasokan bahan baku jangka panjang. “Ketahanan rantai pasok bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis,” ujarnya.</p>
<p>Manish Raj Gupta dari Steel Authority of India Limited menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi baja India harus diiringi dengan diversifikasi sumber bahan baku. Ia menekankan pentingnya kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia agar ketergantungan pada satu kawasan dapat dikurangi.</p>
<p>Sementara itu, Vijay Sharma dari Jindal Stainless Limited menyoroti pentingnya integrasi hulu dan hilir dalam industri stainless steel. Ia menyatakan bahwa kestabilan pasokan nikel dan bahan baku lainnya sangat menentukan daya saing industri baja nirkarat India di pasar global. “Kolaborasi jangka panjang akan menciptakan kepastian bagi industri dan investor,” katanya.</p>
<p>Dari sisi Indonesia, Hernowo dari PT Krakatau Steel menegaskan bahwa industri baja nasional tengah bertransformasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ia menyambut baik peluang kolaborasi dengan India dalam bidang teknologi, pembiayaan, serta pengembangan pasar regional.</p>
<p>Rori Surya Perdana dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia mengingatkan bahwa ketahanan industri baja juga bergantung pada ketersediaan energi. Ia menekankan bahwa batubara metalurgi tetap menjadi komponen penting dalam proses produksi baja konvensional.</p>
<p>Perspektif investor disampaikan oleh Anirudh Misra dari IMR Group, yang menekankan bahwa proyek-proyek tambang dan baja memerlukan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum. “Investor membutuhkan kejelasan regulasi dan visi jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Patricia Lumbangaol dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk menyoroti potensi mineral metalurgi Indonesia yang dapat mendukung industri baja regional. Yohanes Kurniawan dari Indonesian Stainless Steel Development Association menambahkan bahwa penguatan industri stainless steel domestik harus diiringi kolaborasi teknologi dan pengembangan pasar.</p>
<p>Secara keseluruhan, panel ini menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India memiliki fondasi kuat untuk membangun rantai pasok baja yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Indonesia dan Strategi Pengendalian Pasar Nikel</strong>
Sesi selanjutnya dibuka oleh Meidy Katrin Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini menguasai sekitar 65 hingga 67 persen pasokan nikel dunia.</p>
<p>“Indonesia sekarang terlihat seperti OPEC-nya nikel. Kami adalah pengendali. Kami adalah penentu pasar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kebijakan pengurangan kuota produksi 2026 telah mendorong kenaikan harga global secara cepat, sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan surplus pasar.</p>
<p>Selain itu, ia memaparkan keberhasilan hilirisasi nikel sejak larangan ekspor bijih mentah diberlakukan, yang kini menghasilkan puluhan fasilitas pengolahan dan produksi bahan baku baterai.</p>
<p>Ia juga mengajak investor India untuk masuk lebih aktif dalam ekosistem hilirisasi nikel Indonesia.</p>
<p><strong>Mineral Kritis dan Perebutan Masa Depan Industri Global</strong></p>
<p>Panel kedua bertajuk Critical Minerals: Policy, Technology and Future memperluas diskusi ke sektor mineral kritis yang menjadi tulang punggung transisi energi global.</p>
<p>Diskusi menghadirkan Charles Kho dari HSBC, Amitava Mukherjee dari NMDC Ltd, Manoj Kumar Behera dari PT Jindal Steel, serta Luke Mahony dari Danantara.</p>
<p>Amitava Mukherjee menekankan bahwa mineral kritis kini menjadi isu strategis nasional bagi banyak negara. Ia menyebut bahwa kerja sama antarnegara produsen dan konsumen menjadi kunci dalam menciptakan rantai pasok yang stabil. “Keamanan pasokan mineral adalah bagian dari keamanan ekonomi,” ujarnya.</p>
<p>Manoj Kumar Behera menyoroti peluang integrasi industri baja dan nikel antara Indonesia dan India. Menurutnya, kolaborasi dalam pengolahan dan hilirisasi akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan sekadar perdagangan bahan mentah.</p>
<p>Dari perspektif pembiayaan dan manajemen kinerja, Luke Mahony menekankan pentingnya efisiensi operasional dan tata kelola yang kuat agar proyek-proyek mineral kritis tetap kompetitif. Ia menyebut bahwa investor global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan transparansi.</p>
<p>Charles Kho dari HSBC menambahkan bahwa lembaga keuangan global siap mendukung proyek mineral kritis yang memenuhi standar tata kelola dan keberlanjutan internasional. “Proyek yang memiliki kepastian regulasi dan standar ESG yang jelas akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan,” katanya.</p>
<p>Panel ini menggarisbawahi bahwa masa depan industri global akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara produsen dan konsumen membangun kemitraan yang berbasis teknologi, kebijakan yang adaptif, serta investasi berkelanjutan</p>
<p><strong>Awal Babak Baru Kemitraan Industri</strong></p>
<p>Acara ditutup oleh Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta.</p>
<p>Ia menyebut acara ini sangat sukses dan membuka banyak peluang konkret bagi perusahaan kedua negara.</p>
<p>“Acara ini telah membuka beberapa jalan baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama,” ujarnya.</p>
<p>Forum ini menandai penguatan diplomasi ekonomi Indonesia–India, khususnya di sektor baja dan mineral kritis yang semakin strategis dalam peta ekonomi global.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/03/Indonesia-dan-India-Perkuat-Kemitraan-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia dan India Perkuat Kemitraan (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/03/Indonesia-dan-India-Perkuat-Kemitraan-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia dan India Perkuat Kemitraan (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:05:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.</p>
<p>Melalui sidang pleno para pemimpin, forum diskusi CEO, tantangan inovasi pemuda, serta simposium riset berdampak tinggi, tujuan KTT ini adalah membangun visi bersama bahwa masa depan kecerdasan buatan harus bersifat inklusif, transparan, dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dampak nyata dan dapat ditingkatkan skalanya dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi pandemi hingga efisiensi pertanian, pemantauan iklim, serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas yang kurang terlayani.</p>
<p>Indonesia memainkan peran aktif dalam membentuk hasil nyata dari KTT ini, yang dapat berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis AI yang berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia, bersama Belanda, telah memberikan kontribusi signifikan dalam Kelompok Kerja “AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kebaikan Sosial.” Mengingat banyaknya kesamaan pendekatan India dan Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang human-centric, partisipasi aktif Indonesia, baik dalam proses pembentukan hasil KTT maupun dalam pelaksanaan KTT itu sendiri, akan memberikan manfaat besar bagi Global South secara keseluruhan.</p>
<p>Strategi AI Nasional Indonesia (Stranas KA), sejalan dengan visi AI yang berpusat pada manusia dan beretika. Visi jangka panjang menuju tahun 2045 menekankan pengembangan talenta serta penerapan AI secara terarah di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menerjemahkan inovasi menjadi nilai sosial yang nyata. Pengalaman Indonesia dalam membangun “Sahabat,” sebuah ekosistem model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dirancang untuk beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah lainnya, merupakan upaya pionir yang patut dibagikan untuk direplikasi secara global.</p>
<p>Indonesia juga melakukan investasi penting dalam kapasitas GPU (graphics processing unit) serta pusat data. Berdasarkan Stanford AI Index Report 2025 dan sumber lainnya, Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dalam pertumbuhan talenta AI, dengan peningkatan konsentrasi talenta AI hampir 200 persen antara tahun 2016 hingga 2024. Hal yang menggembirakan adalah Indonesia termasuk negara paling optimistis di dunia terhadap AI, dengan 80 persen penduduk memandang AI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Indonesia juga diakui sebagai pemimpin regional di Asia Tenggara dalam hal adopsi AI.</p>
<p>Pendekatan India terhadap AI tidak terbatas pada kemajuan teknis dan keuntungan ekonomi semata. India menargetkan dampak sosial-ekonomi yang nyata, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan, serta memperkuat ketahanan iklim. Ambisi India adalah memberdayakan setiap warga negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, khususnya bagi Global South. Laporan Stanford menempatkan India pada posisi ketiga secara global dalam hal daya saing AI. Peringkat ini menyoroti pertumbuhan pesat India dalam lanskap AI global. Laporan tersebut mengukur pertumbuhan dan inovasi AI dari tahun 2017 hingga 2024, yang mencerminkan meningkatnya talenta AI India, kapabilitas riset yang kuat, ekosistem startup yang dinamis, investasi dan dampak ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan dan tata kelola.</p>
<p>Berlandaskan visi “Making AI in India and Making AI Work for India,” India meluncurkan IndiaAI Mission pada Maret 2024, dengan alokasi anggaran sekitar US$100 miliar selama lima tahun. Misi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan India pemimpin global dalam kecerdasan buatan.</p>
<p>Sejak diluncurkan, misi ini telah menunjukkan kemajuan besar dalam memperluas infrastruktur komputasi nasional. Dari target awal 10.000 GPU, India kini telah mencapai 38.000 GPU, sehingga menyediakan akses terjangkau terhadap sumber daya AI berkelas dunia. GPU tersebut tersedia bagi para pengembang aplikasi dengan tarif bersubsidi, yaitu kurang dari satu dolar per jam. Salah satu pilar IndiaAI Mission, yaitu “AIKosh,” mengembangkan kumpulan data besar untuk melatih model AI. Platform ini mengintegrasikan data dari sumber pemerintah maupun nonpemerintah. AIKosh memiliki lebih dari 5.500 dataset serta 251 model AI dan teknologi bahasa yang mencakup 20 sektor. Melalui inisiatif seperti BHASHINI dan BharatGen, India mendemokratisasi akses terhadap alat AI multibahasa.</p>
<p>India dan Indonesia memiliki pendekatan bersama terhadap AI yang inklusif, yang didasarkan pada keyakinan kuat bahwa teknologi harus meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang. AI tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penggerak pembangunan yang sejalan dengan visi Viksit Bharat atau India Maju 2047 dan Indonesia Emas 2045. Dengan skala besar, demografi muda, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam AI yang bertanggung jawab.</p>
<p>Kedua negara kita juga menyadari bahwa keberagaman dan keseimbangan gender dalam ekosistem AI bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Bias dalam data akan menghasilkan bias dalam hasil. Inklusi dalam desain menentukan inklusi dalam dampak. Hal ini juga memperkuat alasan untuk mengembangkan bersama model AI multibahasa serta sumber daya bahasa yang dikembangkan secara lokal guna mengurangi bias data dan memastikan relevansi kontekstual bagi masyarakat Global South.</p>
<p>Patut dicatat bahwa Stranas KA dan kerangka etika AI Indonesia menekankan kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, serta akuntabilitas dalam mengintegrasikan AI ke sektor-sektor prioritas nasional. Berdasarkan Indeks Kesiapan AI IMF, muncul alasan kuat bagi terbentuknya aliansi AI antara India dan Indonesia, karena skor masing-masing negara menunjukkan “kekuatan” institusional yang saling melengkapi.</p>
<p>Kekuatan India terletak pada skala, keterampilan STEM, Digital Public Infrastructure (DPI, India Stack), riset dan pengembangan (volume paten AI yang tinggi), perusahaan teknologi besar, serta investasi asing yang signifikan di sektor ini. Sementara itu, Indonesia memiliki skor yang kuat dalam kesiapan infrastruktur, regulasi dan etika, serta konektivitas telekomunikasi.</p>
<p>Dengan menyelaraskan kerangka regulasi dan kebijakan, dua raksasa Asia ini dapat mencegah Global South menjadi “lahan uji coba” bagi model bisnis pihak lain yang bersifat oportunistik, sekaligus menetapkan standar yang adil dan berpusat pada manusia sesuai semangat “AI untuk Semua.” Bidang kerja sama lain yang layak dipertimbangkan adalah investasi kolaboratif serta pengembangan bersama pusat data dan kapasitas pemrosesan, yang juga dapat berguna secara strategis. Isu-isu tersebut menjadi inti pembahasan dalam acara pra-KTT Global AI Impact Summit yang diselenggarakan di Jakarta. Diskusi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang Global AI Impact Summit 2026.</p>
<p>Bagi negara seperti India dan Indonesia, pertanyaan seputar AI bukanlah hal yang abstrak atau jauh. Isu ini bersifat segera, berdampak besar, dan sangat terkait dengan jalur pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar dan beragam, sistem pemerintahan demokratis, keragaman bahasa, serta prioritas pembangunan yang masih terus berkembang, pilihan yang kita ambil terkait AI akan membentuk tidak hanya hasil nasional tetapi juga norma global tentang bagaimana AI dikelola, diterapkan, dan dialami.</p>
<p>Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Nezar Patria dalam acara pra-KTT, kemitraan antara Indonesia dan India dapat menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kepentingan Global South secara lebih luas, serta membentuk wacana masa depannya melalui pendekatan yang berpusat pada manusia.</p>
<p>Secara keseluruhan, diskusi pra-KTT menegaskan perlunya pergeseran dari strategi menuju implementasi, dengan kerja sama Selatan–Selatan muncul sebagai jalur utama menuju AI yang inklusif dan akuntabel. Hanya melalui aksi kolektif kesenjangan AI dapat dijembatani. India tetap berkomitmen kuat untuk memajukan AI yang inklusif dan dapat ditingkatkan skalanya, serta siap bermitra dan menciptakan solusi bersama.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 10:45:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.</p>
<p>Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara.</p>
<h3>Konstitusi India sebagai Fondasi Demokrasi dan Kebijakan Luar Negeri</h3>
<p>Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa.</p>
<p>“Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty.</p>
<p>Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati.</p>
<h3>Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia</h3>
<p>Duta Besar Sandeep menyoroti bahwa tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat.</p>
<p>“Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang.</p>
<h3>Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South</h3>
<p>Dalam bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.</p>
<p>“Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep.</p>
<p>Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim.</p>
<h3>AHY: India dan Indonesia Memilih untuk Berjalan Bersama</h3>
<p>Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77.</p>
<p>“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ujar AHY.</p>
<p>AHY menekankan bahwa di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar.</p>
<p>“Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital.</p>
<h3>Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting</h3>
<p>Perayaan Hari Republik India ke-77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik.</p>
<h3>Mitra Selamanya</h3>
<p>Menutup sambutannya, Duta Besar Sandeep Chakraborty menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil.</p>
<p>“Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.</p>
<p>Perayaan ini menegaskan bahwa persahabatan India dan Indonesia tidak hanya berakar pada sejarah dan budaya, tetapi juga diarahkan pada kerja sama nyata untuk menghadapi tantangan global dan membangun masa depan bersama.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 06:07:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.</p>
<h3>Samudra Hindia sebagai Poros Strategis</h3>
<p>Pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan perayaan Deepavali, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato dari INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India. Dalam pidato tersebut, ia menekankan sentralitas Samudra Hindia dalam arsitektur strategis global, mengingat sekitar 66 persen pasokan minyak dunia dan 50 persen lalu lintas peti kemas internasional melintasi perairan ini. India, melalui Angkatan Lautnya, berkomitmen menjaga jalur-jalur vital tersebut demi stabilitas perdagangan global.</p>
<h3>Evolusi Konsep Indo-Pasifik</h3>
<p>Gagasan Indo-Pasifik sebagai satu ruang strategis mulai berkembang sejak pertengahan 2000-an, termasuk melalui pidato Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Parlemen India pada 2007 tentang <i>“Confluence of the Two Seas”</i>. Konsep ini kemudian memperoleh pengakuan global dan semakin menguat dalam diskursus internasional. India secara resmi mengartikulasikan visinya mengenai Indo-Pasifik melalui pidato Perdana Menteri Modi di Dialog Shangri-La pada Juni 2018, yang menegaskan kawasan ini sebagai ruang kerja sama yang menyatukan negara-negara di dalam dan di luar kawasan.</p>
<h3>Reorientasi Maritim dan Kebijakan Act East</h3>
<p>Visi Indo-Pasifik India merupakan kelanjutan alami dari evolusi kebijakan luar negeri dan keamanan nasionalnya. Sejak liberalisasi ekonomi pada awal 1990-an, India memperkuat keterlibatan dengan Asia Tenggara melalui Kebijakan <i>Look East </i>yang kemudian ditingkatkan menjadi Kebijakan <i>Act East </i>pada 2014. ASEAN dipandang sebagai mitra sentral, dengan hubungan yang kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif.</p>
<h3>SAGAR dan MAHASAGAR: Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua</h3>
<p>Pada 2015, India meluncurkan doktrin SAGAR <i>(Security and Growth for All in the Region) </i>sebagai kerangka kerja sama di kawasan Samudra Hindia. Kebijakan ini menekankan keamanan maritim, pembangunan kapasitas, kerja sama kolektif, pembangunan berkelanjutan, dan kepemilikan kawasan oleh negara-negara di dalamnya. Pada 2025, India memperkenalkan MAHASAGAR sebagai evolusi dari SAGAR, memperluas visi tersebut ke skala global dengan fokus yang lebih kuat pada Global South.</p>
<h3>Komitmen Kemanusiaan dan Kemitraan Pembangunan</h3>
<p>India telah menunjukkan kredibilitasnya sebagai mitra kemanusiaan yang andal melalui berbagai operasi bantuan dan penanggulangan bencana, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, hingga Pasifik. Model kerja sama pembangunan India menekankan transparansi, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap prioritas negara mitra, tanpa syarat politik.</p>
<h3>Keamanan Maritim dan Kebebasan Navigasi</h3>
<p>Sebagai mitra keamanan maritim pilihan di kawasan Indo-Pasifik, India aktif dalam latihan bersama, pembangunan kapasitas, serta berbagi informasi melalui Information Fusion Centre–Indian Ocean Region. Upaya ini diperkuat dengan komitmen menjaga kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan internasional, termasuk melalui pengerahan Angkatan Laut India untuk melindungi jalur pelayaran strategis.</p>
<h3>Peran India dalam Tatanan Global</h3>
<p>Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, India terus memainkan peran konstruktif dalam mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Melalui visi Indo-Pasifiknya, India menegaskan tekad untuk berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama di kawasan dan dunia.</p>
<p><i>Artikel ini ditulis oleh Suchitra Durai, mantan Duta Besar untuk Kenya dan Thailand.</i></p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="677">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-85999/kedutaan-besar-india-di-jakarta-peringati-hari-republik-india-ke-77</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 09:29:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-85999/kedutaan-besar-india-di-jakarta-peringati-hari-republik-india-ke-77</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India.</p>
<p>Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Nasional India oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, diikuti dengan lagu kebangsaan India yang dibawakan oleh anggota senior komunitas India di Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai konstitusional India dan memperkuat ikatan antara India, diaspora India, serta masyarakat Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Sandeep Chakravorty membacakan kutipan dari Pidato Kenegaraan Presiden Republik India, Smt. Droupadi Murmu, yang disampaikan pada malam menjelang Hari Republik India. Presiden Murmu menekankan makna Hari Republik sebagai tonggak perjalanan India sebagai republik demokratis yang berlandaskan Konstitusi.</p>
<p>“Konstitusi kami adalah dokumen dasar republik terbesar dalam sejarah dunia. Nilai-nilai keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan yang tertuang di dalamnya mendefinisikan Republik India,” ujar Presiden Murmu.</p>
<p>Presiden Murmu juga menegaskan bahwa Konstitusi telah menjadi fondasi kuat bagi persatuan nasional dan semangat kebangsaan, serta membimbing India dalam perjalanan menuju masa depan yang inklusif dan berkeadilan.</p>
<h3>Perempuan dan Generasi Muda dalam Visi Viksit Bharat</h3>
<p>Dalam surat resminya, Presiden Murmu memberikan penekanan kuat pada peran perempuan dan generasi muda sebagai kekuatan utama pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan prasyarat penting bagi kemajuan India.</p>
<p>“Dengan meningkatnya kontribusi perempuan, India akan menjadi contoh republik inklusif yang berlandaskan kesetaraan gender,” tegasnya.</p>
<p>Presiden Murmu juga menyampaikan keyakinannya bahwa generasi muda India akan memainkan peran sentral dalam mewujudkan visi Viksit Bharat atau India Maju pada 2047, bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan India.</p>
<p>“Saya yakin bahwa kekuatan generasi muda akan memainkan peran utama dalam mewujudkan Viksit Bharat pada tahun 2047,” katanya.</p>
<h3>Pernyataan Duta Besar India untuk Indonesia</h3>
<p>Dalam sambutannya kepada para undangan, Duta Besar Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa pidato Presiden Murmu mencerminkan arah pembangunan India yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda, dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.</p>
<p>“Pidato Presiden sangat berfokus pada perempuan, generasi muda, dan kelompok rentan dalam masyarakat. Penekanan ini menunjukkan bagaimana India tengah mempersiapkan diri menuju Viksit Bharat pada 2047 dengan pendekatan yang inklusif,” ujar Duta Besar Chakravorty.</p>
<p>Ia juga menegaskan komitmen Kedutaan Besar India di Jakarta untuk memperkuat hubungan dengan komunitas India dan para sahabat India di Indonesia.</p>
<p>“Kami berupaya membawa pemerintah lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya di India tetapi juga melalui seluruh perwakilan India di luar negeri. Kedutaan ini berkomitmen untuk menjadi kedutaan yang terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan komunitas,” tambahnya.</p>
<h3>Rangkaian Acara Budaya dan Partisipasi Komunitas</h3>
<p>Selain upacara resmi, peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya. Acara menampilkan lagu-lagu patriotik serta pertunjukan tari yang dibawakan oleh siswa-siswi dari sekolah internasional dan komunitas India di Jakarta.</p>
<p>Penampilan seni tersebut mencerminkan keberagaman budaya India sekaligus memperkuat hubungan antar generasi dalam komunitas diaspora India di Indonesia. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para undangan untuk saling berinteraksi dan mempererat persahabatan.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Republik India ke-77 ini, Kedutaan Besar India di Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara India dan Indonesia, sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, persatuan, dan perdamaian yang menjadi fondasi Republik India.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/28/Kedutaan-Besar-India-di-Jakarta-Peringati-Hari-Republik-India-ke-77-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke 77 (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/28/Kedutaan-Besar-India-di-Jakarta-Peringati-Hari-Republik-India-ke-77-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke 77 (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
