<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/embassy-of-india-jakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 10:51:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-102028/bali-tech-week-2026-catat-900-pertemuan-bisnis-pengalaman-india-dalam-ondc-jadi-sorotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2026 10:51:32 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-102028/bali-tech-week-2026-catat-900-pertemuan-bisnis-pengalaman-india-dalam-ondc-jadi-sorotan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan bisnis untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pengalaman India dalam mengembangkan infrastruktur perdagangan digital terbuka melalui Open Network for Digital Commerce (ONDC) turut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam forum teknologi tersebut.</p>
<p>Berlangsung pada 19 hingga 23 Oktober 2026, Bali Tech Week menghadirkan pelaku industri, pendiri startup, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk memperkuat konektivitas bisnis dan mendorong inovasi digital. Bagi Indonesia dan India, forum ini juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan infrastruktur digital serta peluang kerja sama dalam ekonomi digital.</p>
<p>Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah mengatakan Bali Tech Week menjadi momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah.</p>
<p>Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.</p>
<p>“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).</p>
<p>Melalui Bali Tech Week, Kemkomdigi ingin memastikan pertemuan antarpelaku industri tidak berhenti pada diskusi atau pameran teknologi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Dalam rangkaian Bali Tech Week 2026, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan melalui HUB.ID, di samping pertemuan informal yang turut membuka peluang kerja sama baru.</p>
<p>“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.</p>
<p>Pengalaman India dalam Pengembangan Pasar Digital Terbuka</p>
<p>Dimensi kerja sama digital India dan Indonesia turut tercermin dalam sesi fireside chat bertajuk “Designing Open &amp; Interoperable Digital Markets: What We Can Learn from ONDC”. Sesi yang berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Garuda Stage, Ballroom 2, sebagai bagian dari program Fair Digital Markets ini menghadirkan Thampy Koshy, dengan Alvin Evander sebagai moderator.</p>
<p>Thampy Koshy dikenal atas perannya dalam pengembangan ONDC, inisiatif India yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Pendekatan tersebut memungkinkan berbagai pelaku usaha dan platform terhubung dalam ekosistem perdagangan digital, dengan tujuan memperluas akses dan partisipasi pelaku pasar.</p>
<p>Pembahasan mengenai ONDC relevan dengan upaya Indonesia mengembangkan infrastruktur digital yang dapat menghubungkan pelaku usaha dan memperluas akses terhadap pasar. Salah satu inisiatif yang mengusung pendekatan tersebut adalah Indonesia Open Network (ION), jaringan perdagangan digital terbuka di Indonesia yang mengadaptasi arsitektur ONDC dari India.</p>
<p>ION dikembangkan untuk mendukung interoperabilitas dalam ekosistem perdagangan digital, sehingga pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berpeluang menjangkau pasar melalui konektivitas yang lebih luas. Pengalaman India melalui ONDC menjadi salah satu referensi dalam memahami bagaimana pendekatan berbasis jaringan terbuka dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.</p>
<p>Keterlibatan Thampy Koshy dalam Bali Tech Week memberikan ruang bagi pertukaran gagasan mengenai pengembangan pasar digital terbuka, sekaligus memperluas diskusi tentang peluang penerapan pendekatan serupa di Indonesia. Pembahasan ini juga menempatkan interoperabilitas dan konektivitas bisnis sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan digital lintas negara.</p>
<p>Mempertemukan Ekosistem Digital Regional dan Global</p>
<p>Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.</p>
<p>Penyelenggaraan perdana ini menargetkan keterlibatan luas dari komunitas teknologi nasional dan internasional. Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara.</p>
<p>Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara.</p>
<p>Edwin menilai keberagaman peserta tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Bali Tech Week. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global.</p>
<p>Semangat tersebut tercermin dalam tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menegaskan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.</p>
<p>“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.</p>
<p>Melalui rangkaian pertemuan bisnis dan diskusi lintas sektor, Bali Tech Week 2026 diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan pasar. Bagi Indonesia dan India, pertukaran pengalaman dalam pengembangan infrastruktur perdagangan digital juga membuka ruang untuk memperkuat konektivitas bisnis dan menjajaki peluang kolaborasi dalam ekonomi digital regional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/24/Bali-Tech-Week-2026-Catat-900-Pertemuan-Bisnis-Pengalaman-India-dalam-ONDC-Jadi-Sorotan-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/24/Bali-Tech-Week-2026-Catat-900-Pertemuan-Bisnis-Pengalaman-India-dalam-ONDC-Jadi-Sorotan-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-101301/dua-puluh-lima-tahun-narendra-modi-dan-posisi-india-di-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 05:13:37 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-101301/dua-puluh-lima-tahun-narendra-modi-dan-posisi-india-di-dunia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Narendra Modi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua Menteri Gujarat. Dua puluh lima tahun kemudian, ia masih menjabat sebagai kepala pemerintahan, pertama di Gandhinagar dan sejak Mei 2014 di New Delhi, di mana masa jabatannya tidak pernah terputus. Sangat sedikit negara demokrasi yang memungkinkan keberlanjutan seperti itu. Angela Merkel dan Helmut Kohl masing-masing memimpin Jerman selama enam belas tahun. Lee Kuan Yew memimpin Singapura selama tiga puluh satu tahun dan Mahathir Mohamad memimpin Malaysia selama dua puluh dua tahun pada masa jabatan pertamanya, keduanya di negara yang jauh lebih kecil.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Narendra Modi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Ketua Menteri Gujarat. Dua puluh lima tahun kemudian, ia masih menjabat sebagai kepala pemerintahan, pertama di Gandhinagar dan sejak Mei 2014 di New Delhi, di mana masa jabatannya tidak pernah terputus. Sangat sedikit negara demokrasi yang memungkinkan keberlanjutan seperti itu. Angela Merkel dan Helmut Kohl masing-masing memimpin Jerman selama enam belas tahun. Lee Kuan Yew memimpin Singapura selama tiga puluh satu tahun dan Mahathir Mohamad memimpin Malaysia selama dua puluh dua tahun pada masa jabatan pertamanya, keduanya di negara yang jauh lebih kecil.</p>
<p>Masa jabatan Perdana Menteri Modi telah melalui berbagai pemilihan umum yang berulang, pertama di tingkat negara bagian dan kemudian di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa. Sepanjang kepemimpinan Perdana Menteri Modi, kedudukan India di tingkat global terus meningkat, memelopori penyampaian kebutuhan dan aspirasi kawasan Global South, serta terlibat aktif dalam isu-isu kompleks terkait teknologi, kesehatan, iklim, dan pertukaran pengetahuan. India telah mengedepankan filosofi “Vasudhaiva Kutumbakam” serta kekuatan hubungan budaya, pengetahuan, dan perdagangan masa lampau sebagai kontribusi nyata bagi dunia abad ke-21 yang penuh tantangan.</p>
<p>Memperluas Agenda Global</p>
<p>Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Modi, India memegang Presidensi G20 dari 1 Desember 2022 hingga 30 November 2023 dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Satu Masa Depan”. Presidensi sebelum-sebelumnya sebagian besar mengelola agenda negara-negara ekonomi terbesar. India bertekad mengubah siapa saja yang duduk di meja perundingan.</p>
<p>KTT New Delhi pada September 2023 resmi menerima Uni Afrika sebagai anggota tetap. Benua yang terdiri dari 55 negara tersebut sebelumnya tidak memiliki keterwakilan. Secara luar biasa, Deklarasi Para Pemimpin berhasil disahkan secara konsensus. Indonesia telah berhasil melewati ujian serupa setahun sebelumnya di Bali. Delhi mengikuti preseden tersebut, yang kemudian dilanjutkan oleh Brasil pada tahun 2024 dan Afrika Selatan pada tahun 2025, menjadikan G20 dipegang oleh empat negara ekonomi berkembang secara berturut-turut.</p>
<p>Dimensi maritim diplomasi India terus berkembang seiring meluasnya agenda Global South. Konsep SAGAR, yang diumumkan pada tahun 2015, berkembang menjadi MAHASAGAR di Mauritius pada Maret 2025 dengan dukungan penempatan kekuatan angkatan laut. Indonesia berada di gerbang timur samudra ini, di mana Selat Malaka, Sunda, dan Lombok menjadi jalur perdagangan bagi kedua negara. Konsep Poros Maritim Dunia milik Jakarta dan SAGAR milik New Delhi muncul dalam rentang waktu satu tahun satu sama lain, dan pada tahun 2018 kedua pemerintah menandatangani Visi Bersama tentang kerja sama maritim di Indo-Pasifik.</p>
<p>Bagi Indonesia, relevansi hal ini sangat langsung. Jakarta dan New Delhi sama-sama menegaskan pentingnya otonomi strategis. Selama masa jabatan PM Modi, Kemitraan Strategis Komprehensif yang disepakati saat kunjungan beliau ke Jakarta pada tahun 2018 memberikan struktur formal bagi konvergensi tersebut. Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan pada Hari Republik India pada Januari 2025, di bulan yang sama saat Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, dan kepemimpinan India di BRICS pada tahun 2026 kembali mempertemukan keduanya dalam satu meja. Penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (local-currency settlement) antar kedua negara turut menekan biaya transaksi.</p>
<p>Prioritas Utama Abad ke-21</p>
<p>Di bawah kepemimpinan PM Modi, India memberikan penekanan kuat pada diplomasi teknologi abad ke-21 yang bertumpu pada infrastruktur publik digitalnya: trinitas JAM (akun Jan Dhan, identitas Aadhaar, dan konektivitas seluler), serta Unified Payments Interface (UPI), yang memproses hampir separuh dari volume pembayaran real-time dunia. Standar pembayaran QRIS di Indonesia menerapkan logika yang sama. Inisiatif TRUST (Transforming the Relationship Utilizing Strategic Technology) bersama Amerika Serikat serta EU Trade and Technology Council dibangun di atas fondasi ini.</p>
<p>Perjanjian dengan Mauritius pada tahun 2021, UEA dan Australia pada tahun 2022, Britania Raya pada tahun 2025, serta Uni Eropa pada tahun 2026 telah membuka akses pasar di seluruh Afrika, Teluk, Pasifik, dan Eropa.</p>
<p>Mineral kritis menjadi bagian dari strategi yang sama. Di bawah arahan Perdana Menteri Modi, Khanij Bidesh India Ltd telah mengamankan kesepakatan dengan Argentina, Australia, dan Cile, serta India meluncurkan National Critical Mineral Mission pada tahun 2025. Indonesia menambang lebih dari separuh nikel dunia. India membutuhkan pasokan yang aman dan Indonesia menginginkan investasi hilirisasi serta mitra teknologi. Keselarasan ini sangat jelas, meskipun ketentuan mengenai akses, pengolahan, dan harga masih harus dinegosiasikan.</p>
<p>Iklim, Kesehatan, dan Budaya</p>
<p>Inisiatif India di bidang-bidang krusial ini tetap mengagumkan. Ambil contoh isu iklim. India meluncurkan International Solar Alliance bersama Prancis pada tahun 2015. India juga turut mendirikan Coalition for Disaster Resilient Infrastructure pada tahun 2019 dan Global Biofuels Alliance pada tahun 2023. Pada tahun 2025, energi non-fosil telah mencapai 50 persen dari total kapasitas daya terpasang; lima tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan. Angka ini terus meningkat pada tahun 2026.</p>
<p>Di bidang kesehatan, hasilnya tidak kalah impresif. Selama pandemi Covid-19, di bawah kepemimpinan luar biasa Perdana Menteri Modi, melalui diplomasi vaksin (Vaccine Maitri), India memasok vaksin ke negara-negara mitra, dan WHO Global Traditional Medicine Centre resmi dibuka di Jamnagar pada tahun 2022. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 21 Juni sebagai Hari Yoga Internasional pada tahun 2014 dengan rekor jumlah negara pendukung (co-sponsors). India juga aktif memperjuangkan pengembalian benda-benda bersejarah era kolonial, sebuah pemulihan yang memiliki nilai moral bagi setiap negara yang memiliki sejarah penjajahan, termasuk Indonesia.</p>
<p>Pertukaran Pengetahuan dan Penanggulangan Krisis</p>
<p>Kemitraan mobilitas tenaga kerja, yang dimulai dengan Prancis pada tahun 2018, kini mencakup Britania Raya, Jerman, Portugal, Australia, Austria, Italia, dan Denmark. India memiliki angkatan kerja muda di saat banyak negara mitra mengalami penuaan populasi. Jalur kredit, hibah, dan pelatihan dari India telah menjangkau lebih dari 160 negara. Kampus baru Universitas Nalanda di Rajgir dibuka pada Juni 2024 dengan 18 negara mitra, serta Indian Institutes of Technology (IIT) cabang Madras dan Delhi membuka kampus di Zanzibar dan Abu Dhabi.</p>
<p>Sepanjang masa jabatan Perdana Menteri Modi, India telah membangun reputasi sebagai pihak yang sigap hadir saat bencana melanda melalui Operasi Maitri, Dost, Sadbhav, Brahma, dan Sagar Bandhu. Pasca gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada tahun 2018, kapal-kapal Angkatan Laut India membawa bantuan ke Sulawesi Tengah di bawah Operasi Samudra Maitri. Misi Vande Bharat berhasil memulangkan lebih dari tujuh juta orang selama pandemi, dan evakuasi dari wilayah konflik kerap kali turut mengangkut warga negara lain.</p>
<p>Indonesia dan India: Kedekatan Berbasis Budaya</p>
<p>Kedua negara berbagi samudera yang sama, warisan peradaban kuno yang majemuk, tatanan demokratis yang harus memenuhi kebutuhan populasi yang besar dan beragam, serta preferensi terhadap dunia multipolar di mana ASEAN tetap memegang peranan penting.</p>
<p>Di balik kedekatan ini, tantangan masih ada dalam menyeimbangkan arus perdagangan. Perdagangan bilateral mencapai puluhan miliar dolar, yang surplus bagi Indonesia, didominasi oleh batu bara dan minyak kelapa sawit. Mengalihkannya ke barang manufaktur, jasa, pembayaran digital, dan mineral olahan merupakan tugas bagi pelaku usaha dan regulator, sebagaimana halnya bagi pemerintah. Sektor keuangan, energi, mineral, sistem digital, dan kelautan dapat terus maju tanpa harus menunggu KTT berikutnya.</p>
<p>Warisan Kepemimpinan Modi</p>
<p>Dua puluh lima tahun menjabat dalam pemerintahan adalah pencapaian yang langka dalam negara demokrasi mana pun. Di India, hal tersebut mendekati sebuah keajaiban. Jumlah pemilih terdaftar mencapai 980 juta orang pada pemilu 2024; dengan 646 juta pemilih memberikan suara. Media di India sangat beragam, multibahasa, dan kritis; lembaga peradilannya tegas; dan setiap pemilu di tingkat negara bagian sekaligus menjadi tolok ukur penilaian terhadap pemerintah pusat.</p>
<p>Periode ini juga diwarnai gejolak yang tidak biasa. Profil pemilih mengalami perubahan selama masa kepemimpinannya. Generasi baru, yang tumbuh bersama ponsel pintar dan ekspektasi yang kian tinggi, mulai masuk dalam daftar pemilih. Pada saat yang sama, tatanan ekonomi dan politik global ditata ulang: pandemi, perang di Eropa, gangguan rantai pasok, serta tekanan pada lembaga-lembaga multilateral. Krisis-krisis tersebut bisa saja menjatuhkan pemimpin lain. Namun Perdana Menteri Modi berhasil melewati setiap krisis tersebut dan tampil semakin tangguh. Ia dengan cepat meraih reputasi, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai sosok yang berkarisma sekaligus penggerak yang tidak tergoyahkan, yang fokus sepenuhnya pada tujuan mewujudkan India sebagai negara maju pada tahun 2047, saat peringatan satu abad kemerdekaan India.</p>
<p>Ia telah memegang jabatan selama dua puluh lima tahun tanpa ada tuduhan korupsi pribadi yang terbukti dan tanpa upaya membangun dinasti politik. Dalam budaya politik di mana suksesi keluarga adalah hal umum, hal ini saja sudah menjadikan Modi sebuah pengecualian Jika digabungkan, faktor-faktor di atas tidak hanya melahirkan satu warisan kepemimpinan saja, melainkan beberapa sekaligus: sebuah pencapaian yang patut dibanggakan baik oleh Modi maupun India.</p>
<p>*Satish Chandra Mishra adalah Direktur Eksekutif Arthashastra Institute Indonesia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/10/Dua-Puluh-Lima-Tahun-Narendra-Modi-dan-Posisi-India-di-Dunia-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dua Puluh Lima Tahun Narendra Modi dan Posisi India di Dunia]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/10/10/Dua-Puluh-Lima-Tahun-Narendra-Modi-dan-Posisi-India-di-Dunia-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dua Puluh Lima Tahun Narendra Modi dan Posisi India di Dunia]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>BRICS 2026: Memperkuat Suara Global South dari New Delhi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-100315/brics-2026-memperkuat-suara-global-south-dari-new-delhi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 02:34:50 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-100315/brics-2026-memperkuat-suara-global-south-dari-new-delhi</guid>

					<description><![CDATA[<b>NEW DELHI, </b>CILACAP.INFO — Negara-negara BRICS memperkuat komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>NEW DELHI, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Negara-negara BRICS memperkuat komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung pada 12–13 September 2026 tersebut menghasilkan Deklarasi New Delhi, yang menjadi arah bersama negara-negara BRICS dalam memperkuat kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta hubungan antar masyarakat. KTT tahun ini digelar di bawah kepemimpinan India dengan tema <i>“Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.”</i></p>
<p>Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam KTT tersebut sebagai salah satu pemimpin negara anggota BRICS. Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan bahwa kekuatan kolektif BRICS dapat digunakan untuk memperkuat ketahanan global sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara-negara berkembang.</p>
<p>“BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” ujar Prabowo.</p>
<h2>BRICS dan Perubahan Tatanan Global</h2>
<p>BRICS telah berkembang jauh dari kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China. Setelah Afrika Selatan bergabung, kelompok tersebut kemudian mengalami ekspansi dan kini mencakup negara-negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.</p>
<p>Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan kepentingan yang semakin beragam. Forum ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh isu teknologi, energi, pangan, perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.</p>
<p>Deklarasi New Delhi menegaskan kembali komitmen BRICS terhadap multilateralisme dan sistem internasional yang lebih representatif. Negara-negara anggota juga menyerukan partisipasi yang lebih bermakna bagi negara-negara berkembang dan <i>emerging markets</i> dalam proses pengambilan keputusan global.</p>
<h2>Global South Harus Ikut Membentuk Aturan</h2>
<p>Sebagai Ketua BRICS 2026, India mendorong agar BRICS menjadi salah satu wadah untuk memperkuat suara negara-negara berkembang.</p>
<p>Dalam sesi KTT mengenai tata kelola global dan penguatan multilateralisme, Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti ketimpangan antara besarnya dampak yang dirasakan Global South dan keterwakilannya dalam pengambilan keputusan dunia.</p>
<p>“Global South berada di barisan terdepan dalam menghadapi krisis global, tetapi berada di barisan belakang dalam pengambilan keputusan,” kata Modi.</p>
<p>Modi menyerukan agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi rule-taker, tetapi berkembang menjadi rule-shaper dalam tata kelola global. BRICS, menurutnya, dapat menjadi platform untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang.</p>
<p>Pandangan tersebut sejalan dengan Deklarasi New Delhi yang menekankan pentingnya memperluas partisipasi dan representasi negara-negara berkembang dalam institusi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).</p>
<h2>Ekonomi dan Ketahanan Menjadi Fondasi</h2>
<p>Deklarasi New Delhi menekankan pentingnya rantai pasok yang lebih tangguh serta peningkatan kapasitas produksi negara berkembang agar dapat masuk ke segmen manufaktur dan produksi bernilai tambah lebih tinggi. Kerja sama tersebut juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, fasilitasi perdagangan, dan investasi.</p>
<p>BRICS juga melanjutkan pembahasan mengenai sistem pembayaran lintas batas dan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan serta investasi antaranggota, dengan tetap mempertimbangkan prioritas nasional masing-masing negara.</p>
<p>Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi serta menciptakan peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang.</p>
<h2>Dari Teknologi hingga Riset</h2>
<p>BRICS juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan sains, teknologi, dan inovasi.</p>
<p>Deklarasi New Delhi menempatkan kerjasama <i>Science, Technology and Innovation</i> (STI) sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Negara-negara anggota mendukung kerja kelompok-kelompok kerja STI serta pengembangan BRICS Science and Research Repository sebagai platform berbagi pengetahuan dan hasil penelitian.</p>
<p>Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan kepada periset, perguruan tinggi, industri, dan peneliti dari negara-negara anggota BRICS. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat mobilitas peneliti dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang lebih konkret.</p>
<h2>Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang</h2>
<p>Selain ekonomi dan teknologi, pendidikan menjadi bagian penting dari upaya BRICS membangun sumber daya manusia.</p>
<p>Deklarasi New Delhi mendorong peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, program pertukaran dan beasiswa pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, termasuk dalam bidang <i>Science, Technology, Engineering and Mathematics</i> (STEM).</p>
<p>BRICS Network University menjadi salah satu mekanisme yang didukung untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian antarnegara. Jaringan tersebut mendorong program bersama, mobilitas akademik, serta pertukaran pengetahuan lintas disiplin.</p>
<p>Menariknya, agenda pendidikan BRICS juga mencakup tahap paling awal dalam perkembangan manusia. Deklarasi mendorong pertukaran praktik terbaik dalam <i>Early Childhood Care and Education</i> (ECCE) serta <i>Foundational Literacy and Numeracy</i> (FLN). Penggunaan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam pendidikan juga didorong dengan prinsip aman, etis, dan berpusat pada manusia.</p>
<h2>Indonesia Memperkuat Posisi di BRICS</h2>
<p>Bagi Indonesia, KTT BRICS 2026 menjadi salah satu momentum penting setelah Indonesia bergabung sebagai anggota penuh.</p>
<p>Kehadiran Prabowo di New Delhi menunjukkan upaya Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam forum yang semakin berpengaruh terhadap pembahasan ekonomi dan tata kelola global. Pemerintah Indonesia menempatkan keanggotaan BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang.</p>
<p>Indonesia memiliki kepentingan untuk memastikan keanggotaannya menghasilkan kerja sama konkret, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pangan, energi, teknologi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Dengan pasar yang luas dan sumber daya yang dimiliki negara-negara BRICS, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus membangun kapasitas nasional melalui pertukaran teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia.</p>
<h2>Deklarasi New Delhi dan Tantangan ke Depan</h2>
<p>Deklarasi New Delhi menjadi salah satu hasil utama KTT BRICS 2026. Dokumen tersebut mencakup agenda yang luas, mulai dari reformasi tata kelola global dan kerja sama ekonomi hingga teknologi, pendidikan, perubahan iklim, kesehatan, dan hubungan antar masyarakat.</p>
<p>Dengan anggota yang memiliki sistem politik, struktur ekonomi, serta kepentingan nasional yang berbeda, konsensus menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas kerja sama.</p>
<p>Karena itu, keberhasilan BRICS tidak hanya akan diukur dari banyaknya deklarasi yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana kesepakatan tersebut dapat diterapkan melalui program, investasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas negara.</p>
<h2>Dari Suara Menjadi Aksi</h2>
<p>Dua dekade setelah pembentukannya, BRICS kini memasuki fase yang berbeda. Ekspansi keanggotaan telah memperluas cakupan kelompok tersebut, sementara agenda kerja sama semakin masuk ke berbagai aspek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.</p>
<p>India, melalui kepemimpinannya pada 2026, mendorong BRICS untuk memperkuat ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Indonesia, sebagai anggota penuh, memiliki kesempatan untuk ikut membentuk agenda tersebut sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang tetap mendapat tempat dalam pembahasan global.</p>
<p>Bagi negara-negara Global South, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peningkatan suara juga diikuti dengan peningkatan pengaruh.</p>
<p>Prabowo melihat kekuatan tersebut sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,” ujar Prabowo dalam KTT BRICS.</p>
<p>Menurut Prabowo, BRICS memiliki kesempatan untuk menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki negara-negara anggotanya untuk menghasilkan perubahan yang nyata bagi dunia.</p>
<p>Pandangan tersebut bertemu dengan pesan yang disampaikan Modi dalam menutup sesi mengenai tata kelola global. Bagi India, masa depan BRICS bukan sekadar tentang seberapa besar suara yang dimiliki kelompok tersebut, tetapi bagaimana suara itu diterjemahkan menjadi pengaruh dan kemitraan yang lebih setara.</p>
<p>“Jika masa depan kita adalah milik bersama, maka hak untuk membentuk masa depan itu pun harus menjadi milik bersama. <i>From voice to impact</i>. <i>From privilege to partnership</i>.”</p>
<p>Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama India dalam kepemimpinan BRICS 2026: mengubah suara menjadi dampak dan privilese menjadi kemitraan.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/21/Embassy-of-India-Jakarta-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/09/21/Embassy-of-India-Jakarta-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India–Indonesia Golf Cup 2026: Lebih dari Sekedar Turnamen Golf</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99303/india-indonesia-golf-cup-2026-lebih-dari-sekedar-turnamen-golf</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 05:29:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99303/india-indonesia-golf-cup-2026-lebih-dari-sekedar-turnamen-golf</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Turnamen tahunan Kedutaan Besar India telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, dunia usaha, diaspora India, dan masyarakat Indonesia, dengan semangat filantropi sebagai bagian penting di dalamnya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Turnamen tahunan Kedutaan Besar India telah berkembang menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, dunia usaha, diaspora India, dan masyarakat Indonesia, dengan semangat filantropi sebagai bagian penting di dalamnya.</p>
<p>Ada banyak cara untuk menjalankan diplomasi. Sebagian berlangsung di meja perundingan, melalui kunjungan kenegaraan, atau dalam bentuk perjanjian resmi. Namun, beberapa hubungan paling langgeng antara dua negara justru dibangun melalui persahabatan, hubungan bisnis, komunitas yang saling terhubung, serta berbagai kesempatan yang mempertemukan masyarakat.</p>
<p>Itulah cerita di balik penyelenggaraan India–Indonesia Golf Cup keempat, yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada 22 Agustus. Apa yang dimulai pada 2022 sebagai inisiatif Kedutaan Besar India kini berkembang menjadi pertemuan tahunan bagi individu dan institusi yang menjaga hubungan India dan Indonesia tetap hidup melampaui diplomasi antar pemerintah.</p>
<p>Edisi tahun ini mempertemukan 144 pegolf dan lebih dari 300 tamu, termasuk pejabat pemerintah, diplomat, pemimpin perusahaan, kalangan profesional, serta anggota komunitas India dan Indonesia. Di antara peserta yang hadir adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, bersama pejabat senior Kementerian Luar Negeri dan perwakilan dari berbagai institusi.</p>
<p>Diplomasi yang Dibangun oleh Manusia</p>
<p>Perkembangan Golf Cup tidak terlepas dari pendekatan Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia, yang mengusung diplomasi melampaui agenda dan pertemuan resmi.</p>
<p>Hubungan strategis India dan Indonesia memang dibangun melalui pemerintah, tetapi kekuatannya juga bergantung pada dunia usaha yang saling berinvestasi, para profesional yang membangun jaringan, komunitas yang saling memahami, dan masyarakat yang merasa memiliki kepentingan dalam kemitraan tersebut.</p>
<p>Golf Cup semakin menjadi salah satu sarana Kedutaan Besar India untuk membangun komunitas seperti itu. Seperti yang disampaikan Chakravorty dalam acara penghargaan, turnamen ini telah berkembang menjadi “lebih dari sekadar acara olahraga”, menjadi platform yang mempertemukan diplomat, pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan berbagai komunitas melalui semangat kemitraan, kebersamaan, dan goodwill.</p>
<p>Ekosistem Korporasi yang Mencerminkan Hubungan yang Lebih Luas</p>
<p>Karakter komunitas Golf Cup juga terlihat dari keragaman organisasi yang mendukungnya. Ekosistem sponsor dan mitra mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dan energi, otomotif, telekomunikasi, teknologi, perbankan dan jasa keuangan, kesehatan, FMCG, hingga perhotelan, ritel, dan gaya hidup.</p>
<p>Para sponsor yang mendukung acara ini antara lain Advanced Offshore, GMR Group, AM/NS Indonesia, Trias Rejeki, Minda Asean Automotive, Adani Global, Tata Motors, Republikorp, BMW Eurokars Indonesia, XLSMART, MAP Active, Mayapada Hospital, Godrej, Amar Bank, Greenfields, Gojek, TVS Motors, Grand Hyatt, serta berbagai perusahaan dan merek lainnya.</p>
<p>Partisipasi tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar sponsorship. Kehadiran perusahaan India, Indonesia, korporasi multinasional, dan bisnis yang tumbuh dari komunitas diaspora menggambarkan semakin luasnya hubungan komersial dan komunitas yang berkembang di sekitar kemitraan India dan Indonesia.</p>
<p>Memberikan Tujuan Sosial pada Sebuah Pertemuan</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup juga tidak semata-mata menjadi ajang networking korporasi tahunan. Sejak awal penyelenggaraannya, setiap edisi selalu dikaitkan dengan sebuah tujuan sosial. Turnamen sebelumnya telah mendukung pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, inisiatif lingkungan, serta komunitas penenun tradisional di Sulawesi.</p>
<p>Tahun ini, perhatian tersebut diberikan kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan kanker. India–Indonesia Golf Cup bekerja sama dengan Yayasan Lions Indonesia untuk mendukung perluasan Rumah Singgah Lions, yang menyediakan tempat tinggal sementara dan bantuan bagi anak-anak serta keluarga yang datang dari berbagai daerah ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.</p>
<p>Sejak awal penyelenggaraannya, setiap edisi Golf Cup selalu dikaitkan dengan sebuah tujuan sosial. Turnamen-turnamen sebelumnya telah mendukung pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, inisiatif lingkungan termasuk kegiatan pembersihan sungai, serta komunitas penenun tradisional di Sulawesi.</p>
<p>Dalam gala dinner, Chakravorty menyerahkan donasi sebesar Rp100 juta atas nama India–Indonesia Golf Cup kepada Yayasan Lions Indonesia. Para peserta dan tamu kemudian menyumbangkan tambahan Rp30 juta melalui penggalangan dana dari tiket raffle, sehingga total kontribusi yang terkumpul mencapai Rp130 juta.</p>
<p>Golf sebagai Ruang Pertemuan</p>
<p>Golf tetap menjadi bagian penting dari alasan mengapa formula ini berhasil. Tidak seperti sebuah resepsi yang mungkin hanya memberikan kesempatan berbincang selama beberapa menit, turnamen golf menciptakan ruang interaksi selama berjam-jam di antara orang-orang dengan latar belakang profesional dan budaya yang berbeda.</p>
<p>Pejabat pemerintah dapat bermain bersama pengusaha, diplomat dapat mengenal eksekutif perusahaan, sementara pemimpin bisnis Indonesia dapat berinteraksi dengan investor dan profesional India dalam suasana yang lebih santai. Persahabatan dan hubungan baru pun dapat tumbuh tanpa formalitas yang biasanya melekat dalam pertemuan bisnis.</p>
<p>Tim Adani Global keluar sebagai pemenang turnamen 2026, dengan tim-tim unggulan lainnya terdiri dari pejabat Indonesia, eksekutif bisnis, dan anggota komunitas golf yang lebih luas. Namun, hasil pertandingan hanyalah satu bagian dari sebuah hari yang memiliki tujuan lebih besar, yaitu mempertemukan orang-orang.</p>
<p>Duta Besar sebagai Pembangun Komunitas</p>
<p>Keberhasilan inisiatif seperti Golf Cup juga memperlihatkan peran seorang duta besar sebagai pembangun komunitas. Selain mewakili pemerintah dan memajukan hubungan politik serta ekonomi, seorang duta besar dapat menciptakan ruang bagi berbagai kelompok yang terlibat dalam hubungan bilateral untuk saling mengenal dan berinteraksi.</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup menjadi salah satu contoh nyata. Acara ini secara bersamaan mempertemukan Kedutaan Besar India dan pemerintah Indonesia, dunia usaha India dan Indonesia, diaspora, kalangan profesional, masyarakat sipil, serta organisasi amal.</p>
<p>Setelah empat kali penyelenggaraan, India–Indonesia Golf Cup mulai memiliki karakter sebagai sebuah institusi, bukan sekadar acara. Edisi 2026 diikuti oleh 144 pegolf, menarik lebih dari 300 tamu, memobilisasi ekosistem sponsor yang beragam, serta mengumpulkan Rp130 juta untuk mendukung anak-anak dan keluarga yang menghadapi kanker. Kedutaan Besar India menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, mitra, relawan, Pondok Indah Golf Course, peserta, serta penyelenggara acara 3SIXTY Sports dan Chairos International Ventures yang telah membantu mewujudkan turnamen tersebut.</p>
<p>Edisi kelima pada 2027 akan menjadi penanda lima tahun perjalanan sebuah inisiatif yang memanfaatkan olahraga sebagai sarana diplomasi, networking bisnis, keterlibatan diaspora, dan tanggung jawab sosial.</p>
<p>Pesan Duta Besar dan Hasil Turnamen</p>
<p>Dalam sambutannya, Chakravorty menyampaikan bahwa India–Indonesia Golf Cup telah berkembang menjadi platform yang merayakan persahabatan antara India dan Indonesia. Ia juga mengapresiasi seluruh sponsor, mitra, pegolf, relawan, dan panitia yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan acara tersebut.</p>
<p>Duta Besar turut menyampaikan selamat kepada tim Adani Global yang menjadi juara India–Indonesia Golf Cup 2026. Tim yang terdiri dari Didik Haryadi, Raffles Panjaitan, Hadi Wijaya, dan I Nyoman Suyasa tersebut berhasil meraih trofi juara.</p>
<p>Posisi runner-up diraih oleh tim yang terdiri dari Brigjen Pol. Sigit Widodo, Brigjen Pol. Rosidi, Brigjen Sigit Karyadi, dan Laksma Nazarudin. Sementara posisi juara ketiga diraih oleh Vikram Vardhan, Noah Haji, Aryan Gambhir, dan Majid Khan.</p>
<p>Siddharth Taparia, Global Country Head Adani Group, menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar India, 3SIXTY Sports, dan Chairos atas penyelenggaraan turnamen. Ia mengatakan bahwa acara tersebut menjadi platform yang baik untuk memperkuat persahabatan dan mendorong hubungan India–Indonesia yang lebih erat melalui olahraga.</p>
<p>India–Indonesia Golf Cup mungkin merupakan sebuah turnamen, tetapi pencapaiannya melampaui lapangan pertandingan. Golf mempertemukan orang-orang di lapangan. Kedutaan Besar India kemudian mengubah pertemuan itu menjadi sebuah komunitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/29/India–Indonesia-Golf-Cup-2026-Lebih-dari-Sekedar-Turnamen-Golf-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India–Indonesia Golf Cup 2026 Lebih dari Sekedar Turnamen Golf]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/29/India–Indonesia-Golf-Cup-2026-Lebih-dari-Sekedar-Turnamen-Golf-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India–Indonesia Golf Cup 2026 Lebih dari Sekedar Turnamen Golf]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-99046/dari-ondc-ke-ion-tokoh-dan-gagasan-di-balik-perjalanan-india-menuju-kemandirian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 03:28:06 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-99046/dari-ondc-ke-ion-tokoh-dan-gagasan-di-balik-perjalanan-india-menuju-kemandirian</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.</p>
<p>Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia.</p>
<p>Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka.</p>
<p>Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI).</p>
<p>Kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri.</p>
<p>Dari ONDC India ke ION Indonesia</p>
<p>Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia.</p>
<p>Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup.</p>
<p>Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama.</p>
<p>Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace.</p>
<p>Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia.</p>
<p>Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung.</p>
<p>ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia.</p>
<p>Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain.</p>
<p>Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.</p>
<p>Kemandirian India Melampaui Satu Sektor</p>
<p>Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital.</p>
<p>Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor.</p>
<p>Sanjay Mehrotra, Chairman, President &amp; CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global.</p>
<p>Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri</p>
<p>Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge.</p>
<p>Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India.</p>
<p>Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan.</p>
<p>Membawa India ke Bulan</p>
<p>Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa.</p>
<p>Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya.</p>
<p>Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan.</p>
<p>Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik.</p>
<p>Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global.</p>
<p>Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran</p>
<p>Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital.</p>
<p>Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI.</p>
<p>Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India.</p>
<p>Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat</p>
<p>Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar.</p>
<p>Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar.</p>
<p>Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta.</p>
<p>Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan.</p>
<p>Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global</p>
<p>Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global.</p>
<p>Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan.</p>
<p>Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain.</p>
<p>Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya.</p>
<p>Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India.</p>
<p>Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia</p>
<p>Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor.</p>
<p>Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda.</p>
<p>Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri.</p>
<p>Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal.</p>
<p>80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai</p>
<p>India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh.</p>
<p>Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya.</p>
<p>Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India.</p>
<p>Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif.</p>
<p>Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi.</p>
<p>Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/25/Dari-ONDC-ke-ION-Tokoh-dan-Gagasan-di-Balik-Perjalanan-India-Menuju-Kemandirian-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dari ONDC ke ION Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/25/Dari-ONDC-ke-ION-Tokoh-dan-Gagasan-di-Balik-Perjalanan-India-Menuju-Kemandirian-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dari ONDC ke ION Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Membangun Bersama Indonesia: Apa yang Diungkap Komitmen Jangka Panjang Google tentang Kemitraan Teknologi yang Dibutuhkan Negara</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98842/membangun-bersama-indonesia-apa-yang-diungkap-komitmen-jangka-panjang-google-tentang-kemitraan-teknologi-yang-dibutuhkan-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 02:54:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98842/membangun-bersama-indonesia-apa-yang-diungkap-komitmen-jangka-panjang-google-tentang-kemitraan-teknologi-yang-dibutuhkan-negara</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b>CILACAP.INFO — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momentum baru dalam hubungan Indonesia-India, termasuk dalam kerja sama di bidang teknologi dan ekonomi digital. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan Digital Public Infrastructure. Salah satu pengumuman penting dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), jaringan digital terbuka Indonesia yang dikembangkan dengan mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 menandai momentum baru dalam hubungan Indonesia-India, termasuk dalam kerja sama di bidang teknologi dan ekonomi digital. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, kedua negara membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan Digital Public Infrastructure. Salah satu pengumuman penting dalam kunjungan tersebut adalah peluncuran Indonesia Open Network (ION), jaringan digital terbuka Indonesia yang dikembangkan dengan mengadopsi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India.</p>
<p>Peluncuran ION menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan bukan hanya untuk melayani konsumen, tetapi juga untuk membangun kemampuan dan ekosistem digital suatu negara. Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika Indonesia memasuki fase baru transformasi digital, ketika kebutuhan akan infrastruktur terbuka, talenta digital, kecerdasan buatan, dan kemampuan nasional untuk berinovasi semakin besar.</p>
<p>Di tengah momentum tersebut, penting untuk melihat kembali bagaimana kemitraan teknologi jangka panjang dapat membantu membentuk ekosistem digital Indonesia. Dalam konteks inilah pengalaman Google di Indonesia menawarkan sebuah perspektif yang menarik tentang apa yang seharusnya diberikan oleh perusahaan teknologi global kepada negara tempat mereka beroperasi.</p>
<p>Setiap hari, jutaan masyarakat Indonesia menyalakan ponsel Android, melakukan pencarian melalui Google, menggunakan Maps untuk bernavigasi, berkolaborasi melalui Google Docs, belajar melalui YouTube, mengikuti pertemuan melalui Google Meet, dan berkomunikasi menggunakan Gmail.</p>
<p>Bagi sebagian besar masyarakat, berbagai produk tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari hingga keberadaannya hampir tidak lagi terasa. Semuanya menjadi bagian dari rutinitas digital, membantu pelajar menyelesaikan tugas, pengusaha menjalankan bisnis, keluarga tetap terhubung, serta pekerja beraktivitas di tengah dunia yang semakin terkoneksi secara digital.</p>
<p>Namun, di balik aplikasi-aplikasi yang begitu familiar tersebut terdapat sebuah cerita yang jauh lebih besar.</p>
<p>Selama dua dekade terakhir, Google secara perlahan telah membantu menurunkan biaya untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. Hal tersebut tidak dicapai semata-mata dengan membangun produk-produk yang sukses. Sebaliknya, Google menciptakan berbagai platform yang dapat menjadi fondasi bagi jutaan orang, bisnis, dan pengembang untuk membangun sesuatu di atasnya, sehingga kemampuan digital yang kuat dapat diakses oleh siapa pun yang memiliki koneksi internet, terlepas dari lokasi geografis maupun tingkat pendapatan.</p>
<p>Pada saat Indonesia memasuki fase berikutnya dalam transformasi digital, perbedaan tersebut layak mendapat perhatian lebih dekat. Masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh perusahaan yang memperkenalkan teknologi terbaru atau model kecerdasan buatan paling canggih. Masa depan juga akan semakin ditentukan oleh pihak-pihak yang bersedia membantu negara membangun kemampuan digitalnya sendiri, memperkuat ekosistem lokal, serta meninggalkan pengetahuan yang mampu terus menciptakan nilai jauh setelah produk tertentu mengalami perubahan.</p>
<p>Bagi Indonesia, hal tersebut memunculkan sebuah pertanyaan penting. Di era ketika perusahaan teknologi global bersaing secara agresif untuk mendapatkan pengguna, beban kerja cloud, dan kepemimpinan di bidang kecerdasan buatan, apa yang seharusnya diharapkan sebuah negara dari mitra teknologinya? Apakah keberhasilan hanya diukur dari jumlah pengguna Indonesia yang berhasil dijangkau sebuah platform, atau juga dari seberapa besar kemampuan yang dibantu perusahaan tersebut untuk dibangun Indonesia bagi dirinya sendiri?</p>
<p>Perbedaan inilah yang mungkin akan menentukan babak berikutnya dari ekonomi digital Indonesia.</p>
<h3>Lebih dari Sekedar Portofolio Produk</h3>
<p>Ketika memikirkan Google, masyarakat tentu akan mengingat berbagai produk yang digunakan setiap hari. Google Search mengubah cara manusia mengakses informasi. Google Maps mengubah cara masyarakat bernavigasi di kota, menemukan bisnis, dan merencanakan perjalanan. YouTube mendemokratisasi publikasi dengan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memiliki smartphone untuk mengedukasi, menghibur, atau membangun audiens tanpa harus memiliki stasiun televisi atau perusahaan penerbitan. Android secara fundamental mengubah industri seluler dengan memungkinkan produsen di berbagai belahan dunia membangun smartphone yang terjangkau, sehingga internet dapat dijangkau oleh miliaran orang yang sebelumnya mungkin tidak memiliki akses terhadap ekonomi digital.</p>
<p>Filosofi yang sama juga terlihat dalam ekosistem teknologi Google yang lebih luas. Gmail membuat komunikasi kelas dunia dapat diakses secara gratis. Chrome mempercepat akses ke internet. Google Docs, Sheets, Drive, dan Meet menghadirkan perangkat kolaborasi berkualitas bagi perusahaan kepada pelajar, startup, dan usaha kecil tanpa memerlukan lisensi perangkat lunak yang mahal. Google Translate menurunkan hambatan bahasa yang selama ini memisahkan pasar dan budaya. Google Classroom memperluas akses terhadap pendidikan, sementara Google Play menciptakan sebuah pasar yang memungkinkan pengembang dari berbagai penjuru dunia menjangkau audiens global.</p>
<p>Secara individual, masing-masing produk tersebut menyelesaikan persoalan praktis. Namun secara kolektif, semuanya menunjukkan sesuatu yang jauh lebih signifikan. Kontribusi terbesar Google bukanlah satu aplikasi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten untuk menurunkan berbagai hambatan yang sebelumnya menghalangi masyarakat biasa berpartisipasi dalam ekonomi digital. Google mengurangi biaya untuk mencari informasi, menyampaikan gagasan, berkolaborasi dengan rekan kerja, mempelajari keterampilan baru, dan membangun bisnis. Dengan demikian, Google turut mendemokratisasi akses terhadap teknologi itu sendiri.</p>
<p>Filosofi tersebut telah begitu melekat dalam kehidupan digital modern sehingga sering kali luput dari perhatian. Padahal, filosofi ini merupakan salah satu karakteristik penting dari kontribusi Google terhadap internet global, bukan sekadar menciptakan produk yang sukses, tetapi memperluas akses terhadap peluang digital dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.</p>
<h3>Membangun Platform yang Dapat Dikembangkan oleh Pihak Lain</h3>
<p>Mungkin kontribusi Google yang paling bertahan lama adalah kesediaannya untuk membangun platform, bukan sekadar produk.</p>
<p>Keberhasilan Android, misalnya, tidak pernah hanya berkaitan dengan smartphone. Melalui Android Open Source Project, Google memungkinkan ratusan produsen berinovasi di atas fondasi teknologi yang sama, alih-alih mengunci industri dalam satu ekosistem proprietary. Perangkat Android yang terjangkau menjadi pintu masuk bagi miliaran orang, termasuk jutaan masyarakat Indonesia, untuk pertama kalinya terhubung dengan internet.</p>
<p>Filosofi yang sama juga terlihat dalam portofolio teknologi Google yang lebih luas. TensorFlow mempercepat penelitian kecerdasan buatan dengan menyediakan perangkat machine learning canggih secara terbuka bagi peneliti dan pengembang di seluruh dunia. Kubernetes secara fundamental mengubah komputasi cloud dengan menjadi standar global untuk orkestrasi container. Flutter menyederhanakan pengembangan aplikasi di berbagai sistem operasi. Firebase memungkinkan startup meluncurkan layanan digital canggih tanpa harus terlebih dahulu berinvestasi besar dalam infrastruktur backend. Chromium turut membentuk perkembangan browser modern, sementara bahasa pemrograman Go menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan untuk membangun sistem digital berskala besar.</p>
<p>Masing-masing teknologi tersebut mengikuti pola yang sama. Alih-alih memusatkan inovasi hanya di dalam produk Google sendiri, teknologi-teknologi tersebut memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem. Pengembang, universitas, startup, dan perusahaan dapat menciptakan nilai dengan lebih cepat karena teknologi dasar yang dibutuhkan telah tersedia.</p>
<p>Pendekatan ini secara fundamental mengubah ekonomi inovasi. Daripada setiap perusahaan harus menciptakan kembali infrastruktur dasar yang sama, para pengusaha dapat berfokus pada penyelesaian persoalan nyata. Daripada mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk membangun infrastruktur dasar, startup dapat mengarahkan perhatian pada pelanggan dan pengembangan gagasan baru.</p>
<p>Bagi negara berkembang seperti Indonesia, hal ini sangat penting. Inovasi menjadi semakin tidak bergantung pada akses terhadap modal dalam jumlah besar dan semakin bergantung pada akses terhadap pengetahuan, talenta, dan fondasi teknologi yang terbuka. Dalam konteks tersebut, kontribusi terbesar Google mungkin bukan hanya teknologi yang dibangunnya sendiri, tetapi berbagai inovasi yang dimungkinkan oleh teknologi tersebut.</p>
<h3>Babak Digital Indonesia Berikutnya</h3>
<p>Transformasi digital Indonesia kini memasuki tahap yang secara fundamental berbeda.</p>
<p>Babak pertama berfokus pada menghubungkan masyarakat dengan internet. Babak kedua ditandai dengan pertumbuhan pesat e-commerce, pembayaran digital, fintech, dan aplikasi seluler yang mengubah cara masyarakat Indonesia berkomunikasi, berbelanja, dan menjalankan bisnis. Namun, babak berikutnya jauh lebih ambisius. Fokusnya adalah membangun kapasitas nasional dalam kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure (DPI), komputasi cloud, keamanan siber, identitas digital, semikonduktor, serta keterampilan tingkat lanjut yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang berubah dengan cepat.</p>
<p>Hal-hal tersebut kini bukan lagi sekadar inisiatif teknologi. Semuanya telah menjadi prioritas pembangunan nasional.</p>
<p>Negara-negara yang menguasai kemampuan tersebut akan semakin mampu menentukan masa depan ekonominya sendiri. Sebaliknya, negara yang hanya menjadi konsumen teknologi yang dikembangkan di tempat lain berisiko menjadi bergantung pada ekosistem digital yang tidak mereka kendalikan.</p>
<p>Karena itu, visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi. Visi tersebut juga berbicara tentang membangun bangsa yang tangguh, inovatif, dan memiliki kemampuan teknologi untuk bersaing secara global, sekaligus memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.</p>
<p>Di sinilah peran mitra teknologi menjadi sangat penting. Pertanyaannya tidak lagi sekadar perusahaan mana yang menawarkan produk paling menarik. Pertanyaannya adalah perusahaan mana yang bersedia membantu Indonesia memperkuat kapasitasnya sendiri untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan menciptakan peluang bagi generasi mendatang.</p>
<h3>Dari Platform Terbuka Menuju Jaringan Terbuka</h3>
<p>Dalam konteks tersebut, dukungan Google terhadap ekosistem digital terbuka bukanlah perubahan strategi yang baru terjadi. Hal tersebut merupakan kelanjutan alami dari filosofi yang telah membentuk perusahaan sejak awal: teknologi menciptakan nilai terbesar ketika mampu menurunkan hambatan, memperluas partisipasi, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.</p>
<p>Filosofi yang sama kini menjadi dasar bagi generasi baru Digital Public Infrastructure (DPI). Di berbagai belahan dunia, pemerintah semakin menyadari bahwa tahap berikutnya dari transformasi digital tidak dapat sepenuhnya bergantung pada platform proprietary yang beroperasi secara terpisah. Sebaliknya, negara-negara mulai berinvestasi dalam infrastruktur digital bersama yang memungkinkan bisnis, pemerintah, dan masyarakat berinteraksi melalui standar yang sama, sebagaimana jalan, pelabuhan, dan jaringan telekomunikasi mendorong pertumbuhan ekonomi pada generasi sebelumnya.</p>
<p>Open Network for Digital Commerce (ONDC) India merupakan salah satu contoh paling ambisius dari pendekatan ini. Alih-alih menciptakan marketplace e-commerce lainnya, ONDC membangun jaringan terbuka tempat pembeli, penjual, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, dan platform teknologi dapat saling terhubung dan berinteroperabilitas, terlepas dari aplikasi yang mereka gunakan. Persaingan pun bergeser, dari sekadar menguasai pelanggan menjadi menghadirkan produk, layanan, dan inovasi yang lebih baik.</p>
<p>Indonesia kini mengambil jalur serupa melalui Indonesia Open Network (ION). Terinspirasi oleh ONDC dan dibangun di atas arsitektur Beckn 2.0, ION berupaya membangun jaringan perdagangan yang terbuka dan interoperabel, tempat UMKM, koperasi, penyedia logistik, lembaga keuangan, dan aplikasi digital dapat berpartisipasi melalui standar bersama, bukan melalui silo digital yang terpisah. Tujuannya bukan menggantikan marketplace atau aplikasi yang sudah ada, melainkan menciptakan infrastruktur digital yang memungkinkan seluruh pihak tersebut terhubung secara lebih efisien sekaligus memberikan kebebasan lebih besar kepada pelaku usaha dalam menentukan cara mereka menjangkau pelanggan.</p>
<p>Bagi lebih dari 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, implikasinya sangat besar. Partisipasi digital tidak seharusnya lagi bergantung pada keharusan bergabung dengan satu platform dominan. Koperasi kopi di Aceh, produsen furnitur di Jepara, pelaku usaha perikanan di Maluku, maupun produsen batik di Pekalongan seharusnya dapat mengakses pembeli, logistik, pembayaran, pembiayaan, dan layanan digital melalui jaringan terbuka yang mendorong persaingan, bukan ketergantungan.</p>
<p>Visi tersebut sejalan dengan tujuan Indonesia yang lebih luas untuk memastikan transformasi digital tidak hanya memberikan manfaat kepada korporasi besar dan pusat-pusat perkotaan, tetapi juga kepada para pengusaha dan masyarakat di seluruh penjuru nusantara.</p>
<p>Kesediaan Google untuk mendukung berbagai ekosistem terbuka seperti ini karena itu sepenuhnya konsisten dengan pendekatan teknologi yang telah dijalankannya selama ini. Hal tersebut mencerminkan pemahaman bahwa infrastruktur digital menjadi semakin bernilai ketika mampu memberdayakan sebuah ekosistem, bukan hanya satu platform. Dalam ekonomi digital yang semakin terhubung, memungkinkan kolaborasi pada akhirnya dapat terbukti lebih bernilai daripada mengendalikannya.</p>
<h3>Perbedaan antara Kehadiran dan Partisipasi</h3>
<p>Indonesia telah menjadi salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menjadikannya pasar prioritas bagi hampir setiap perusahaan teknologi global. Jutaan masyarakat Indonesia menggunakan mesin pencari internasional, platform media sosial, layanan cloud, dan perangkat kecerdasan buatan setiap hari. Dari perspektif komersial, Indonesia merupakan salah satu pasar digital paling menarik di Asia.</p>
<p>Namun, terdapat perbedaan penting antara melayani sebuah pasar dan berpartisipasi dalam pembangunannya.</p>
<p>Banyak perusahaan teknologi global menghadirkan produk unggulan kepada pengguna Indonesia melalui layanan digital lintas batas. Platform mereka digunakan secara luas, teknologi mereka sangat inovatif, dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari tidak dapat disangkal. Namun, tahap berikutnya dari perjalanan digital Indonesia membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar produk. Indonesia membutuhkan kemitraan jangka panjang yang berkontribusi pada kemampuan negara untuk berinovasi, mendidik, membangun institusi, dan mengembangkan talenta.</p>
<p>Selama dua dekade terakhir, Google semakin menunjukkan komitmen yang lebih luas tersebut. Di luar produk komersialnya, perusahaan ini telah membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia, berinvestasi dalam tim lokal, mengembangkan komunitas pengembang, bermitra dengan universitas, serta bekerja sama dengan lembaga pemerintah dalam bidang literasi digital, keamanan daring, dan pengembangan tenaga kerja. Melalui Google.org, Google juga mendukung pendidikan, organisasi nonprofit, ketahanan digital, serta berbagai inisiatif yang membantu masyarakat beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berubah dengan cepat.</p>
<p>Investasi semacam ini jarang mendapatkan perhatian sebesar peluncuran produk baru atau kemajuan dalam kecerdasan buatan. Investasi tersebut tidak selalu menghasilkan berita utama secara langsung dan juga tidak mudah diukur melalui hasil keuangan kuartalan. Nilainya baru terlihat seiring waktu, ketika semakin banyak pengembang membangun bisnis yang sukses, semakin banyak pelajar memperoleh keterampilan digital, semakin banyak startup muncul, dan semakin banyak institusi memperkuat kemampuan teknologinya.</p>
<p>Inilah perbedaan antara kehadiran perusahaan dan partisipasi yang sesungguhnya. Yang pertama terutama berfokus pada melayani pelanggan. Yang kedua berkontribusi pada penguatan ekosistem tempat para pelanggan tersebut hidup dan bekerja.</p>
<p>Seiring Indonesia terus membangun ekonomi digitalnya, perbedaan ini akan menjadi semakin penting. Negara-negara yang menginginkan daya saing teknologi jangka panjang secara alami akan memilih mitra yang bersedia berinvestasi bukan hanya dalam pertumbuhan pasar, tetapi juga dalam membangun kapasitas nasional.</p>
<h3>Membangun Menuju Indonesia Emas 2045</h3>
<p>Ambisi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di dunia pada 2045 tidak akan tercapai hanya melalui peningkatan PDB atau koneksi internet yang lebih cepat. Keberhasilan akan bergantung pada kemampuan negara dalam membangun institusi, talenta, kapasitas riset, dan infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global yang semakin berbasis pengetahuan.</p>
<p>Kecerdasan buatan, Digital Public Infrastructure, manufaktur semikonduktor, komputasi cloud, keamanan siber, dan keterampilan digital tingkat lanjut dengan cepat menjadi fondasi penting bagi daya saing nasional. Sebagaimana jalan, pelabuhan, dan listrik menjadi penentu pembangunan industri pada abad ke-20, infrastruktur digital akan semakin menentukan peluang ekonomi pada abad ke-21.</p>
<p>Pemerintah tidak dapat membangun masa depan ini sendirian. Begitu pula sektor swasta, universitas, maupun startup jika bergerak secara independen. Untuk mewujudkan ambisi Indonesia Emas 2045, dibutuhkan sebuah ekosistem tempat kebijakan publik, dunia usaha, akademisi, dan mitra teknologi bekerja bersama untuk memperluas peluang dan memperkuat kapasitas nasional.</p>
<p>Mungkin inilah pelajaran yang lebih luas dari keterlibatan Google selama bertahun-tahun di Indonesia. Kontribusi terbesarnya mungkin bukan satu produk, platform, atau terobosan teknologi tertentu, melainkan filosofi yang konsisten dalam menurunkan hambatan, memperluas akses, dan memungkinkan pihak lain untuk berinovasi.</p>
<p>Filosofi tersebut sejalan dengan ambisi digital Indonesia sendiri: menciptakan ekonomi di mana teknologi memberdayakan semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki neraca keuangan terbesar, kekuatan pasar terbesar, atau keahlian teknis paling mendalam.</p>
<p>Perusahaan teknologi sering kali menggambarkan negara sebagai pasar. Indonesia seharusnya mengharapkan sesuatu yang lebih. Indonesia perlu mencari mitra yang memandang negara ini sebagai tempat untuk membangun, berinvestasi, dan berinovasi bersama dalam jangka panjang. Perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap masa depan Indonesia belum tentu merupakan perusahaan dengan pangsa pasar terbesar, melainkan perusahaan yang investasinya meninggalkan fondasi paling kuat untuk terus dikembangkan oleh pihak lain.</p>
<p>Jika Indonesia berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejarah kemungkinan tidak akan mengingat aplikasi mana yang paling banyak diunduh atau model kecerdasan buatan mana yang paling banyak menjadi berita utama. Sejarah justru akan mengingat kemitraan yang membantu memperkuat kapasitas Indonesia untuk berinovasi, bersaing, dan berkembang dengan caranya sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya, ukuran keberlanjutan sebuah mitra teknologi bukanlah seberapa besar nilai yang diambilnya dari sebuah negara, melainkan seberapa besar kemampuan yang ditinggalkannya bagi negara tersebut.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/20/Embassy-of-India-Jakarta-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/20/Embassy-of-India-Jakarta-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-98726/dna-presiden-menandai-bangkitnya-diplomasi-peradaban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 02:23:56 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-98726/dna-presiden-menandai-bangkitnya-diplomasi-peradaban</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama.</p>
<p>Keduanya sedang menghidupkan kembali ikatan yang telah terjalin selama berabad-abad untuk menegaskan bahwa Indonesia dan India bukan sekadar negara bertetangga secara geografis, melainkan juga memiliki hubungan sebagai sesama pewaris sejarah dan peradaban. Sejak saat itu, istilah “diplomasi peradaban” (civilizational diplomacy) semakin sering bergema, baik di Jakarta maupun New Delhi, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Republik India pada 26 Januari 2025 dan menyampaikan pernyataan bahwa dirinya juga memiliki “DNA India.” Pernyataan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan mencerminkan pendekatan diplomasi yang bertumpu bukan hanya pada kedekatan geografis, tetapi juga pada kesamaan akar peradaban, pengakuan budaya, dan kepentingan strategis yang terus berkembang. Menariknya, berbagai kesamaan sejarah, bahasa, dan budaya yang selama ini terlupakan kini kembali ditemukan dan diangkat, termasuk melalui kajian mengenai kejayaan Sriwijaya, sehingga semakin memperkuat kesadaran bersama di Indonesia maupun India mengenai akar historis yang mereka miliki.</p>
<p>Alasan di balik kedekatan tersebut sesungguhnya sudah sangat jelas. Selama lebih dari dua milenium, kepulauan Nusantara dan anak benua India dihubungkan oleh jalur perdagangan muson yang menjadi nadi perdagangan maritim pada masanya. Jalur tersebut tidak hanya mengangkut rempah-rempah dan kain, tetapi juga membawa gagasan, pengetahuan, sistem aksara, agama, filsafat politik, hingga tradisi istana yang menyebar melintasi Teluk Benggala. Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha seperti Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram banyak dipengaruhi oleh tradisi Brahmanisme dan kemudian Buddhisme yang berasal dari India. Jejak pengaruh tersebut bahkan masih dapat ditemukan hingga kini melalui berbagai nama tempat di Jawa dan Sumatra yang berasal dari bahasa Sanskerta. Bali pun tetap menjadi salah satu contoh paling nyata dari peradaban yang mempertahankan warisan budaya pra-Islam yang berakar kuat pada tradisi India. Begitu pula kisah Ramayana dan Mahabharata, yang di Indonesia tidak lagi dipandang sebagai kisah asing, melainkan telah menyatu dengan identitas budaya lokal sebagai bagian dari warisan bersama kedua bangsa.</p>
<p>Meski demikian, kedekatan sejarah dan budaya saja tidak cukup untuk membangun hubungan strategis yang berkelanjutan. Setelah masing-masing negara meraih kemerdekaan, kebijakan luar negeri India lebih banyak difokuskan pada kawasan Asia Selatan serta dinamika Perang Dingin, sementara Indonesia pada era Orde Baru lebih berkonsentrasi pada konsolidasi politik dalam negeri dan integrasi kawasan ASEAN. Semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955 memang sempat menjadi simbol tujuan bersama yang mempererat hubungan Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru. Konferensi tersebut memberikan dorongan besar bagi semangat dekolonisasi sekaligus membuka ruang bagi Indonesia dan India untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam percaturan global. Sayangnya, momentum Bandung kemudian meredup di tengah berbagai tantangan politik dan pembangunan ekonomi yang dihadapi kedua negara pada masa-masa awal kemerdekaan.</p>
<p>Memasuki abad ke-21, hubungan Indonesia dan India kembali memperoleh momentum baru. Kebangkitan ini didorong oleh sejumlah perubahan struktural yang saling memperkuat. Faktor pertama adalah ekonomi. Reformasi ekonomi India sejak tahun 1991 menjadikan negara tersebut sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia sekaligus mendorong kebutuhan untuk mempererat hubungan dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yaitu Indonesia. Nilai perdagangan bilateral yang pada tahun 2004 baru mencapai sekitar US$3,5 miliar meningkat menjadi hampir US$38 miliar pada 2022, sebelum kemudian turun menjadi sekitar US$29 miliar akibat fluktuasi harga komoditas global, bukan karena melemahnya hubungan ekonomi kedua negara. Struktur perdagangan Indonesia dan India menunjukkan tingkat saling melengkapi yang sangat kuat. Indonesia memasok batu bara, minyak sawit, dan nikel—komoditas yang permintaannya terus meningkat di India. Sebaliknya, India mengekspor produk farmasi, mesin industri, produk minyak olahan, layanan teknologi informasi, serta tekstil ke Indonesia. Di masa depan, salah satu peluang terbesar terletak pada pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan baterai. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, sementara India tengah mempercepat ambisinya menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Kombinasi tersebut menjadikan kedua negara sebagai mitra yang sangat ideal.</p>
<p>Perubahan kedua datang dari dinamika kawasan Indo-Pasifik yang melahirkan kebutuhan strategis baru bagi Indonesia dan India, terlepas dari siapa pun yang sedang memimpin pemerintahan di masing-masing negara. Kedua negara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga tatanan internasional yang berbasis aturan, menjamin kebebasan navigasi, serta mempertahankan sentralitas ASEAN. Indonesia maupun India sama-sama mempromosikan visi Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan inklusif. Pilihan Indonesia untuk mempertahankan otonomi strategis sejalan dengan pendekatan India yang dikenal sebagai multi-alignment, yakni menjalin hubungan dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terikat pada satu blok tertentu. Dalam konteks inilah diplomasi peradaban menjadi sangat relevan, karena menyediakan bahasa diplomasi yang tidak bersifat konfrontatif maupun berpihak, melainkan berakar pada pemahaman bersama sebagai dua peradaban besar yang memiliki tradisi strategisnya masing-masing.</p>
<p>Perkembangan hubungan pertahanan juga menjadi salah satu pilar penting yang memperkuat kemitraan Indonesia dan India. Jika sebelum tahun 2001 hampir tidak terdapat kerja sama pertahanan yang berarti, kini kedua negara telah membangun berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari latihan angkatan laut bersama, pertukaran intelijen, hingga kerja sama industri pertahanan. Patroli maritim terkoordinasi antara Angkatan Laut India dan TNI Angkatan Laut telah berlangsung sejak 2012 dan terus berkembang, termasuk melalui latihan antikapal selam. Di sisi lain, rudal jelajah BrahMos buatan India juga menarik perhatian Indonesia sebagai salah satu opsi untuk memperkuat kemampuan pertahanannya. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan bilateral kini telah bergerak jauh melampaui diplomasi tradisional dan semakin menyentuh kepentingan strategis kedua negara.</p>
<p>Hal lain yang patut dicermati adalah konsistensi komitmen Indonesia terhadap hubungan dengan India di bawah tiga pemerintahan yang berbeda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pemimpin yang pertama kali meningkatkan hubungan kedua negara menjadi Kemitraan Strategis pada 2005. Selanjutnya, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Narendra Modi memperkuat fondasi tersebut melalui pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership) pada 2018. Kini, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan momentum tersebut setelah kunjungannya ke India pada 2025 dengan memperluas ruang kerja sama ke bidang pembiayaan pertahanan, ketahanan pangan, dan berbagai sektor strategis lainnya. Keberlanjutan kebijakan ini menunjukkan bahwa diplomasi peradaban bukanlah agenda yang bergantung pada satu pemerintahan atau koalisi politik tertentu, melainkan telah berkembang menjadi orientasi strategis Indonesia dalam menjalin hubungan dengan India.</p>
<p>Lingkungan strategis global pada 2025 semakin memperkuat alasan bagi kedua negara untuk mempererat kemitraan. Tatanan dunia pasca-Perang Dingin yang sebelumnya ditandai oleh globalisasi dan stabilitas keamanan kini bergeser menuju dunia yang lebih multipolar, kompetitif, dan transaksional. Berkurangnya intensitas globalisasi mendorong negara-negara menengah seperti Indonesia dan India untuk mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan besar melalui diversifikasi kemitraan ekonomi maupun strategis. Dalam konteks ini, kebijakan hilirisasi industri Indonesia dan upaya India menjadi pusat manufaktur global yang baru justru saling melengkapi, sehingga masing-masing negara dapat menjadi mitra strategis yang memperkuat ketahanan ekonomi satu sama lain.</p>
<p>Selain kepentingan ekonomi dan keamanan, hubungan Indonesia dan India juga memiliki dimensi normatif yang sangat kuat. India merupakan negara demokrasi terbesar di dunia, sedangkan Indonesia adalah demokrasi terbesar ketiga sekaligus negara dengan populasi Muslim terbesar yang menerapkan sistem demokrasi. Bersama-sama, kedua negara menaungi lebih dari 1,75 miliar penduduk, atau lebih dari seperlima populasi dunia. Jumlah tersebut bahkan sudah mendekati total populasi seluruh negara demokrasi lainnya jika digabungkan. Lebih menarik lagi, ketika banyak negara demokrasi menghadapi penuaan penduduk atau pertumbuhan populasi yang melambat, Indonesia dan India justru masih menikmati bonus demografi. Jika tren tersebut berlanjut, pada 2040—kecuali terjadi gelombang demokratisasi besar di berbagai belahan dunia—jumlah penduduk Indonesia dan India saja diperkirakan dapat melampaui total populasi seluruh negara demokrasi lainnya.</p>
<p>Di titik inilah cita-cita nasional kedua negara bertemu secara sangat jelas. India mengusung visi Viksit Bharat 2047, yaitu tekad menjadi negara maju tepat pada satu abad kemerdekaannya. Indonesia memiliki visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju pada peringatan 100 tahun kemerdekaan. Meski hanya terpaut dua tahun, kedua visi tersebut bertumpu pada keyakinan yang sama, yaitu memanfaatkan bonus demografi dan tenaga kerja muda sebagai mesin pertumbuhan sebelum jendela peluang tersebut tertutup akibat penuaan penduduk. Indonesia dan India sama-sama menghadapi perlombaan melawan waktu, sekaligus memiliki alasan yang kuat untuk saling mendukung agar visi besar masing-masing dapat terwujud.</p>
<p>Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan terwujud secara otomatis. Semangat diplomasi peradaban hanya akan memiliki arti apabila dibarengi dengan penguatan kelembagaan yang melampaui pertemuan-pertemuan tingkat tinggi, peningkatan investasi yang nyata, serta hubungan antarmasyarakat yang semakin erat melalui pertukaran mahasiswa, pariwisata, diaspora, dan berbagai bentuk interaksi lainnya. Warisan sejarah harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang hidup dan dirasakan oleh masyarakat kedua negara dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pada akhirnya, sejarah, budaya, dan rasa saling percaya merupakan fondasi hubungan Indonesia dan India. Perdagangan menjadi penggerak utamanya. Kerja sama pertahanan menyediakan arah strategisnya. Sementara demokrasi menjadi kerangka nilai yang menyatukan kedua negara. Ketika kawasan Indo-Pasifik semakin menjadi pusat dinamika geopolitik abad ke-21, hubungan antara demokrasi terbesar di dunia dan negara demokrasi dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia memiliki potensi untuk menjadi salah satu kemitraan paling menentukan di kawasan. Ini bukan lagi sekadar sebuah gagasan yang menarik, melainkan sebuah momentum yang waktunya telah tiba—dan hampir tidak mungkin untuk diputar kembali.</p>
<p>Dr. Satish Chandra Mishra adalah Pendiri The Arthashastra Institute serta akademisi yang berfokus pada hubungan peradaban antara India dan Indonesia. Ia banyak menulis mengenai isu-isu strategis, diplomasi ekonomi, serta perkembangan kemitraan Indonesia–India. The Arthashastra Institute Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi memperkuat hubungan historis dan kemitraan strategis antara India, Indonesia, dan Asia Tenggara. Seluruh pandangan yang disampaikan dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/test_article_1_image-1200x675.avif"
				type="image/avif"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[test article 1 image]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/08/18/test_article_1_image-100x75.avif"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[test article 1 image]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hingga 31 Agustus</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97860/akreditasi-media-brics-summit-2026-resmi-dibuka-pendaftaran-hingga-31-agustus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 12:55:33 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97860/akreditasi-media-brics-summit-2026-resmi-dibuka-pendaftaran-hingga-31-agustus</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Akreditasi media untuk BRICS Summit ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari seluruh dunia untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik paling penting tahun ini di bawah Keketuaan BRICS India 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Akreditasi media untuk BRICS Summit ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari seluruh dunia untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik paling penting tahun ini di bawah Keketuaan BRICS India 2026.</p>
<p>KTT BRICS akan diselenggarakan di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026, sementara pendaftaran akreditasi media dibuka hingga 31 Agustus 2026.</p>
<p>Pertemuan tingkat tinggi tersebut diperkirakan akan mempertemukan para kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara anggota BRICS, bersama negara mitra dan organisasi internasional, guna membahas berbagai isu strategis seperti kerja sama ekonomi, perdagangan, inovasi, pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, hingga reformasi tata kelola global.</p>
<p>Sebagai Ketua BRICS tahun 2026, India menempatkan penyelenggaraan KTT ini sebagai momentum untuk memperkuat suara negara-negara Global South sekaligus memperdalam kolaborasi antar negara berkembang.</p>
<h3><strong>BRICS Perkuat Peran Negara Berkembang di Panggung Global</strong></h3>
<p>BRICS awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan sebagai wadah kerja sama ekonomi di antara negara-negara berkembang.</p>
<p>Seiring perkembangannya, kelompok ini kini beranggotakan 11 negara, yaitu Brasil, Tiongkok, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.</p>
<p>Dengan mewakili sebagian besar populasi dunia serta porsi signifikan terhadap perekonomian global, BRICS telah berkembang menjadi salah satu forum multilateral paling berpengaruh dalam mendorong kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation), memperkuat perdagangan dan investasi, mendorong inovasi digital, serta mengupayakan sistem tata kelola global yang lebih inklusif dan representatif.</p>
<h3><strong>India Pimpin BRICS Sepanjang 2026</strong></h3>
<p>India resmi memegang Keketuaan BRICS sejak 1 Januari 2026, menandai keempat kalinya negara tersebut memimpin forum tersebut setelah sebelumnya menjabat sebagai ketua pada 2012, 2016, dan 2021.</p>
<p>Sepanjang tahun, India telah menyelenggarakan berbagai pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja sebagai rangkaian menuju KTT BRICS ke-18.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability&#8221;, India berupaya memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi, teknologi, keuangan, kesehatan, serta pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>KTT BRICS 2026 di New Delhi akan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum utama bagi para pemimpin untuk merumuskan arah kerjasama BRICS ke depan.</p>
<h3><strong>Pendaftaran Akreditasi Dibuka Hingga 31 Agustus</strong></h3>
<p>Organisasi media, media penyiaran, media digital, fotografer, maupun jurnalis independen yang berminat meliput BRICS Summit 2026 diimbau untuk segera mengajukan akreditasi sebelum batas waktu 31 Agustus 2026.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai Keketuaan BRICS India 2026 dapat diakses melalui situs resmi:<b>https://www.brics2026.gov.in/</b></p>
<p>Sementara pendaftaran akreditasi media tersedia melalui:<b>https://events.brics2026.gov.in/media-accreditation</b></p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/31/Akreditasi-Media-BRICS-Summit-2026-Resmi-Dibuka-Pendaftaran-Hingga-31-Agustus.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran Hingga 31 Agustus]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/31/Akreditasi-Media-BRICS-Summit-2026-Resmi-Dibuka-Pendaftaran-Hingga-31-Agustus-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Resmi Dibuka Pendaftaran Hingga 31 Agustus]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-97529/google-org-kucurkan-hibah-usd-15-juta-untuk-ion-perkuat-fondasi-perdagangan-digital-terbuka-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 01:28:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-97529/google-org-kucurkan-hibah-usd-15-juta-untuk-ion-perkuat-fondasi-perdagangan-digital-terbuka-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia.</p>
<p>Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google &amp; YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026), yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia.</p>
<p>Dukungan ini menandai kolaborasi antara Google.org dan ION dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang lebih terbuka, inklusif, dan interoperabel.</p>
<p>Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha, khususnya di wilayah perdesaan, memasuki pasar digital dengan lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar.</p>
<p><strong>Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Berbasis ONDC</strong></p>
<p>Indonesia Open Network (ION) merupakan inisiatif yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka (open digital commerce network) di Indonesia dengan mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC), sebuah inisiatif Pemerintah India yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu platform tertentu.</p>
<p>ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta berbagai mitra strategis lainnya.</p>
<p>Berbeda dengan model marketplace konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli dalam satu aplikasi, ION membangun jaringan terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, perusahaan logistik, lembaga keuangan, hingga berbagai aplikasi digital melalui standar teknologi yang sama.</p>
<p>Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha beserta katalog produknya satu kali ke dalam jaringan ION.</p>
<p>Setelah itu, produk dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut tanpa harus membuka dan mengelola toko secara terpisah di setiap platform.</p>
<p>Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie menegaskan bahwa ION bukan dibangun sebagai marketplace baru, melainkan sebagai infrastruktur digital publik yang menghubungkan seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan digital.</p>
<p>&#8220;ION bukan marketplace. ION adalah jaringan digital terbuka yang memungkinkan seluruh pelaku ekosistem perdagangan digital saling terhubung,&#8221; ujar Bayu.</p>
<p>Menurut Bayu, perdagangan digital saat ini masih didominasi oleh closed network, yaitu ekosistem tertutup yang dikendalikan oleh masing-masing platform.</p>
<p>Sebaliknya, ION mengusung konsep open network yang memungkinkan marketplace, sistem pembayaran, perbankan, perusahaan logistik, hingga pelaku UMKM saling terhubung melalui protokol yang sama.</p>
<p>&#8220;Yang kami bangun adalah infrastrukturnya. Marketplace tetap ada, tetapi semuanya dapat saling terhubung dalam jaringan yang sama,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.</p>
<p>Semakin banyak pelaku yang bergabung ke dalam jaringan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat tercipta melalui efek jaringan (network effect).</p>
<p><strong>AI Berpotensi Tambah Rp910 Triliun bagi Perekonomian Indonesia</strong></p>
<p>Pengumuman hibah tersebut juga bertepatan dengan peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.</p>
<p>Laporan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI secara lebih luas berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun (US$55 miliar) atau setara sekitar 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, apabila usaha kecil dan menengah mampu mengadopsi AI pada tingkat yang setara dengan perusahaan besar.</p>
<p>Saat ini, baru sekitar 14,5% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI, dibandingkan dengan 62,5% perusahaan berskala besar.</p>
<p>Menurut Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, kesenjangan tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Jadi, peluang besar ada di depan kita,&#8221; kata Markham.</p>
<p>Menurutnya, apabila tingkat adopsi AI di kalangan UMKM dapat ditingkatkan hingga setara dengan perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus menciptakan lebih dari 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru.</p>
<p>Selain itu, pemanfaatan generative AI di sektor kreatif dan media diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi tahunan hingga Rp66 triliun.</p>
<p>Teknologi tersebut juga berpotensi menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun bagi pekerja kreatif, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan ide, kreativitas, dan storytelling.</p>
<p>Sementara itu, teknologi lokalisasi berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, subtitling, dan dubbing diperkirakan dapat membuka potensi ekspor ekonomi kreatif hingga Rp6,7 triliun setiap tahun.</p>
<p><strong>Fondasi Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia</strong></p>
<p>Google juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.</p>
<p>Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu kreator dan pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pasar digital, tetapi juga sebagai pusat lahirnya karya kreatif dan kekayaan intelektual.</p>
<p>&#8220;Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,&#8221; ujar Irene.</p>
<p>Melalui dukungan Google.org, pengembangan ION sebagai jaringan perdagangan digital terbuka diharapkan mampu mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperluas akses mereka terhadap pembayaran digital, logistik, pembiayaan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas.</p>
<p>Dengan mengadaptasi model ONDC dari India dan menargetkan pemberdayaan 100.000 usaha mikro pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem perdagangan digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif, sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang diproyeksikan terus tumbuh di era AI.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/28/Google.org-Kucurkan-Hibah-USD-1-5-Juta-untuk-ION-Perkuat-Fondasi-Perdagangan-Digital-Terbuka-Indonesia-1-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Google org Kucurkan Hibah USD 1 5 Juta untuk ION Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/28/Google.org-Kucurkan-Hibah-USD-1-5-Juta-untuk-ION-Perkuat-Fondasi-Perdagangan-Digital-Terbuka-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Google org Kucurkan Hibah USD 1 5 Juta untuk ION Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-96467/indonesia-luncurkan-ion-untuk-perkuat-ekosistem-perdagangan-digital-terbuka-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 03:01:47 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-96467/indonesia-luncurkan-ion-untuk-perkuat-ekosistem-perdagangan-digital-terbuka-nasional</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.INFO &#8211; Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Indonesia dan India menandai babak baru dalam kemitraan strategis di bidang ekonomi digital melalui peluncuran Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang untuk membangun pasar digital yang interoperabel.</p>
<p>Melalui ION, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi dan platform tanpa terikat pada satu ekosistem digital tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION merupakan salah satu pengumuman strategis yang disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2025, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan inovasi digital.</p>
<p>Dalam Pernyataan Bersama kedua pemimpin, Indonesia Open Network (ION), yang dikembangkan berdasarkan arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun pasar digital yang terbuka dan saling terhubung.</p>
<p>Melalui pendekatan ini, UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat menjangkau lebih banyak pasar melalui berbagai aplikasi dan platform tanpa harus bergantung pada satu platform e-commerce tertentu.</p>
<p>Peluncuran ION menjadi salah satu kolaborasi paling strategis di Asia Tenggara dalam membangun Digital Public Infrastructure (DPI) untuk sektor perdagangan.</p>
<p>Inisiatif ini mempertemukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), APINDO, SMESCO Indonesia, konsorsium pakar Digital Public Infrastructure dan perusahaan teknologi dari India yang berkontribusi dalam pengembangan ONDC, bersama Indonesia Open Network (ION) beserta para mitra ekosistemnya untuk membangun fondasi baru perdagangan digital Indonesia.</p>
<p>Dalam beberapa bulan mendatang, lebih banyak kementerian, penyedia layanan, serta pelaku industri akan bergabung untuk memperkuat ION sebagai infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia.</p>
<p><strong>Memberdayakan UMKM Indonesia</strong></p>
<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Namun demikian, jutaan UMKM, petani, koperasi, dan pelaku usaha informal masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membatasi partisipasi mereka dalam ekonomi digital.</p>
<p>Fragmentasi marketplace, sistem logistik yang belum terintegrasi, kebutuhan integrasi teknologi yang kompleks, keterbatasan akses pembiayaan, hingga tingginya biaya memperoleh pelanggan masih menjadi tantangan utama, terutama bagi pelaku usaha di daerah.</p>
<p>Implementasi ION dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi.</p>
<p>Bersama Kementerian UMKM, ION memperkuat inisiatif nasional SAPA UMKM melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan perdagangan digital interoperabel yang mengembangkan platform UMKM milik pemerintah menjadi ekosistem transaksi digital yang lebih komprehensif.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, UMKM yang terdaftar akan memperoleh akses ke jaringan pembeli, penyedia logistik, sistem pembayaran digital, layanan pembiayaan, asuransi, hingga berbagai layanan pendukung usaha lainnya melalui arsitektur jaringan terbuka.</p>
<p>Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Visi kami adalah memastikan setiap UMKM Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, tanpa memandang ukuran maupun lokasi usahanya. Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Digital Public Infrastructure dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif.&#8221;</p>
<p>Di tingkat komunitas, ION Hyperlokal akan menghubungkan desa, kecamatan, pasar tradisional, koperasi, petani, serta penyedia layanan lokal ke dalam ekosistem ekonomi digital berbasis wilayah.</p>
<p>Model ini memungkinkan transaksi perdagangan, distribusi logistik, dan layanan lainnya dipenuhi dari dalam komunitas setempat sekaligus membuka akses menuju pasar nasional.</p>
<p>Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung pengembangan ekosistem ION dengan mendorong partisipasi komunitas inovasi digital Indonesia, termasuk pengembang aplikasi, startup, dan penyedia layanan digital agar menjadi bagian dari infrastruktur digital nasional yang interoperabel.</p>
<p><strong>Membangun Infrastruktur Digital Bersama</strong></p>
<p>Indonesia Open Network hadir bukan sebagai platform e-commerce baru, melainkan sebagai infrastruktur digital bersama yang memungkinkan berbagai marketplace, aplikasi, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan layanan digital saling terhubung dalam satu jaringan terbuka.</p>
<p>Dengan pendekatan ini, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali integrasi untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem digital yang terus berkembang.</p>
<p>Prinsip utama ION adalah: Join Once. Sell Everywhere.</p>
<p>Dengan memisahkan fungsi infrastruktur digital dari aplikasi komersial, ION mendorong inovasi, meningkatkan persaingan yang sehat, menurunkan biaya teknologi, serta memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku usaha maupun konsumen.</p>
<p><strong>Infrastruktur Digital yang Dirancang untuk Indonesia</strong></p>
<p>Mengacu pada pengalaman India melalui ONDC, Indonesia mengembangkan ION dengan menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, karakteristik ekonomi, serta prioritas pembangunan Indonesia.</p>
<p>Alih-alih menyalin model India, Indonesia mengadaptasi prinsip jaringan terbuka untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif, kedaulatan digital, serta pemanfaatan AI dalam skala nasional.</p>
<p>Managing Director dan CEO ONDC sekaligus Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network, T Koshy, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Keberhasilan jaringan digital terbuka tidak terletak pada meniru model negara lain, melainkan mengadaptasi prinsip-prinsip yang telah terbukti sesuai dengan kebutuhan lokal. Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional. Kami merasa terhormat dapat mendukung perjalanan penting ini.&#8221;</p>
<p><strong>Kolaborasi Seluruh Ekosistem</strong></p>
<p>ION dibangun atas keyakinan bahwa keberhasilan Digital Public Infrastructure hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra teknologi.</p>
<p>Sebagai representasi dunia usaha nasional, APINDO bekerja sama dengan ION untuk memperluas partisipasi pelaku usaha sekaligus mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri.</p>
<p>Melalui interoperabilitas, pelaku usaha dari berbagai skala dapat menikmati biaya transaksi yang lebih rendah, akses pasar yang lebih luas, dan konektivitas digital yang lebih baik.</p>
<p>Ketua Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, mengatakan:</p>
<p>&#8220;Sektor swasta telah lama memahami bahwa interoperabilitas merupakan kunci menuju tahap berikutnya dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia. ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital. APINDO bangga mendukung inisiatif nasional ini.&#8221;</p>
<p>Sebagai bagian dari implementasi ION, SMESCO Indonesia dan PT Chairos International Ventures juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperluas partisipasi digital UMKM, meningkatkan akses pasar, memperkuat inklusi keuangan, serta mengembangkan kapasitas usaha melalui berbagai program implementasi dan pengembangan ekosistem.</p>
<p>Untuk mempercepat implementasi, Indonesia Open Network (ION) juga mengumumkan dukungan dari Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia.</p>
<p>Dukungan ini bertujuan mempercepat terwujudnya perdagangan digital yang inklusif bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro dan wirausahawan di wilayah pedesaan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini juga menyambut Networks for Humanity (NFH) sebagai Mitra Pengetahuan (Knowledge Partner), yang akan memberikan keahlian global sebagai lembaga pemikir (think tank) internasional, jaringan laboratorium inovasi, serta pengembang infrastruktur digital universal yang berkomitmen mendorong ekosistem digital yang terbuka, interoperabel, dan inklusif di seluruh dunia.</p>
<p>Indonesia Open Network (ION) juga mengumumkan dukungan dari Google.org untuk fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka nasional Indonesia, guna mempercepat perdagangan digital inklusif bagi komunitas seperti usaha mikro dan wirausahawan pedesaan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Inisiatif ini juga menyambut Networks for Humanity (NFH) sebagai Mitra Pengetahuan, yang menyumbangkan keahlian global sebagai lembaga pemikir internasional, jaringan laboratorium inovasi, dan pembangun infrastruktur digital universal yang berdedikasi untuk memajukan ekosistem digital yang terbuka, dapat dioperasikan secara bersamaan, dan inklusif di seluruh dunia.</p>
<p>Mitra Ekosistem Pendiri meliputi Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Pidge, Remiges, Bajaj-Maxride, PlaceOrder, Haqdarshak, Integra Microsystems, Moving Tech Innovations, Infinys, ThoughtLine, Ayantram, dan Blitz, bersama dengan semakin banyak organisasi Indonesia dan internasional yang mendukung pengembangan ION.</p>
<p>Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman internasional dengan kepemimpinan Indonesia, memastikan bahwa ION mencerminkan praktik terbaik global sekaligus tetap selaras sepenuhnya dengan prioritas nasional dan kerangka kelembagaan Indonesia.</p>
<p><strong>Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia–India</strong></p>
<p>Peluncuran Indonesia Open Network menjadi salah satu implementasi nyata pertama dari kemitraan Indonesia dan India di bidang pengembangan digital. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kerja sama strategis antarnegara dapat menghasilkan infrastruktur digital yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas.</p>
<p>Dengan memadukan visi Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif serta pengalaman India dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure, kedua negara menghadirkan model baru kolaborasi internasional yang berlandaskan keterbukaan, interoperabilitas, inovasi bersama, dan kesejahteraan bersama.</p>
<p>Chief Executive Officer PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan, mengatakan:</p>
<p>&#8220;ION bukan sekadar platform e-commerce baru, melainkan infrastruktur digital bersama yang memungkinkan seluruh marketplace, perusahaan logistik, penyedia pembayaran, perbankan, dan aplikasi bisnis saling terhubung. Dengan memisahkan infrastruktur dari aplikasi, Indonesia sedang membangun ekonomi digital yang mendorong kolaborasi sebagai sumber inovasi. Peran Chairos adalah mempertemukan pemerintah, industri, mitra teknologi, dan para ahli internasional untuk mewujudkan visi ini menjadi ekosistem nasional yang pada akhirnya dimiliki oleh Indonesia.&#8221;</p>
<p><strong>Menuju Indonesia Emas 2045</strong></p>
<p>Seiring langkah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, Digital Public Infrastructure akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.</p>
<p>Indonesia Open Network bukan sekadar inisiatif teknologi, tetapi awal dari arsitektur baru ekonomi digital Indonesia, di mana interoperabilitas menggantikan fragmentasi, kolaborasi menggantikan eksklusivitas, dan Digital Public Infrastructure menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.</p>
<p>Bersama, Indonesia dan India menunjukkan bagaimana kemitraan strategis dapat membangun infrastruktur digital terbuka yang memperluas peluang, memperkuat kedaulatan digital, dan menghadirkan kesejahteraan bagi jutaan masyarakat.</p>
<p><strong>Tentang Indonesia Open Network (ION)</strong>
Indonesia Open Network (ION) merupakan Digital Public Infrastructure (DPI) nasional Indonesia untuk perdagangan digital yang dibangun menggunakan arsitektur jaringan terbuka dan dirancang khusus sesuai kebutuhan Indonesia.</p>
<p>ION memungkinkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia layanan logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital untuk saling terhubung melalui satu infrastruktur nasional bersama.</p>
<p>Melalui prinsip &#8220;Join Once. Sell Everywhere.&#8221;, ION memperluas akses pasar, menurunkan hambatan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.</p>
<p><strong>Tentang PT Chairos International Ventures</strong>
PT Chairos International Ventures merupakan perusahaan pengembangan venture dan inovasi strategis asal Indonesia yang berperan sebagai incubation agency bagi Indonesia Open Network (ION).</p>
<p>Chairos bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, mitra teknologi, serta berbagai organisasi internasional dalam mengembangkan Digital Public Infrastructure dan ekosistem inovasi yang mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.</p>
<p><strong>Kontak Media</strong>
Indonesia Open Network (ION)</p>
<p>Email: <b>tika@chairos.id</b></p>
<p>Website: <b>https://ion.id</b></p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/Indonesia-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-untuk-Membangun-Ekosistem-Perdagangan-Digital-Terbuka-Nasional-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/07/15/Indonesia-Luncurkan-Indonesia-Open-Network-ION-untuk-Membangun-Ekosistem-Perdagangan-Digital-Terbuka-Nasional-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia Luncurkan ION untuk Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Nasional]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
