<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/embassy-of-india-jakarta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 07:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Embassy of India Jakarta &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-88509/india-soroti-stabilitas-energi-dan-keselamatan-warga-di-tengah-konflik-iran-as</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 07:38:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-88509/india-soroti-stabilitas-energi-dan-keselamatan-warga-di-tengah-konflik-iran-as</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Kamis (12/3/2026), untuk membahas perkembangan konflik di kawasan Asia Barat yang terus meningkat sejak akhir Februari.</p>
<p>Percakapan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran global mengenai stabilitas kawasan serta potensi dampaknya terhadap jalur energi internasional dan keselamatan warga negara asing di wilayah tersebut.</p>
<p>India Serukan Dialog dan Diplomasi</p>
<p>Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Pezeshkian menyampaikan kepada Modi mengenai situasi terkini di Iran serta pandangannya mengenai perkembangan regional. Menanggapi hal itu, Modi menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang telah menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.</p>
<p>“Saya melakukan percakapan dengan Presiden Iran, Dr. Masoud Pezeshkian, untuk membahas situasi serius di kawasan. Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan serta jatuhnya korban sipil dan kerusakan pada infrastruktur sipil. Keselamatan dan keamanan warga negara India, bersama dengan kebutuhan untuk memastikan kelancaran transit barang dan energi, tetap menjadi prioritas utama India. Saya juga menegaskan kembali komitmen India terhadap perdamaian dan stabilitas serta mendorong penyelesaian melalui dialog dan diplomasi,” ujar Modi dalam unggahannya di platform X.</p>
<p>India menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi merupakan pendekatan yang konsisten diambil oleh New Delhi dalam menghadapi ketegangan regional.</p>
<p>Kekhawatiran Terhadap Jalur Energi Global</p>
<p>Percakapan tersebut juga terjadi di tengah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat tersebut, menjadikannya koridor vital bagi kebutuhan energi banyak negara, termasuk India.</p>
<p>Sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan terganggu.</p>
<p>India dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk memastikan lebih dari 20 kapal tanker dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut membawa minyak mentah, gas petroleum cair (LPG), serta gas alam cair (LNG) yang dibutuhkan untuk pasokan energi domestik India.</p>
<p>Beberapa kapal tersebut mengangkut LPG yang dikontrak oleh perusahaan energi India seperti Indian Oil Corporation dan Hindustan Petroleum Corporation.</p>
<p>India sendiri sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah untuk pasokan energi. Sekitar setengah impor minyak mentah India berasal dari wilayah tersebut, sementara dua pertiga impor LNG dan hampir seluruh impor LPG juga berasal dari kawasan yang sama.</p>
<p>Dampak Konflik Mendekati Kawasan Strategis India</p>
<p>Ketegangan di kawasan juga meluas ke wilayah Samudra Hindia. Pekan lalu, sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di dekat perairan Sri Lanka setelah diserang kapal selam Amerika Serikat. Insiden tersebut memperluas dampak konflik ke wilayah yang berada dalam lingkungan strategis India.</p>
<p>Situasi ini menambah kompleksitas bagi pemerintah India yang berupaya menjaga keseimbangan diplomatik di tengah hubungan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah India juga memantau keselamatan warganya di Iran. Diperkirakan terdapat sekitar 9.000 warga India di negara tersebut, termasuk pelajar, profesional, pelaut, dan peziarah. Sejumlah warga telah dipindahkan dari Teheran ke lokasi yang lebih aman, sementara sebagian lainnya meninggalkan Iran melalui Azerbaijan dan Armenia untuk kembali ke India.</p>
<p>Komunikasi Diplomatik dengan Indonesia</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, komunikasi diplomatik juga berlangsung dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar melakukan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono mengenai perkembangan konflik di Asia Barat.</p>
<p>“Senang dapat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Kami bertukar pandangan mengenai konflik di Asia Barat, membahas hubungan bilateral, serta sepakat untuk menyelenggarakan pertemuan Komisi Bersama dalam waktu dekat,” tulis Jaishankar di X.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi atas percakapan tersebut dan menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral.</p>
<p>“Terima kasih kepada Menteri Luar Negeri India Dr. S. Jaishankar atas percakapan yang produktif. Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral pada pertemuan Komisi Bersama berikutnya yang akan diselenggarakan secepatnya sesuai waktu yang disepakati bersama, serta tetap berkoordinasi erat mengenai perkembangan regional dan global,” tulis Sugiono.</p>
<p>Indonesia dan India menjalin hubungan strategis di kawasan Indo-Pasifik, termasuk kerja sama di bidang ekonomi, energi, dan keamanan maritim. Di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat, komunikasi diplomatik antara kedua negara mencerminkan upaya untuk terus menjaga koordinasi mengenai perkembangan regional yang berpotensi mempengaruhi stabilitas perdagangan dan energi global.</p>
<p>India dalam beberapa kesempatan menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di Asia Barat. Pemerintah India menilai stabilitas kawasan tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga pada kelancaran perdagangan global serta stabilitas pasokan energi dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/16/India-Soroti-Stabilitas-Energi-dan-Keselamatan-Warga-di-Tengah-Konflik-Iran–AS-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="805">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/16/India-Soroti-Stabilitas-Energi-dan-Keselamatan-Warga-di-Tengah-Konflik-Iran–AS-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India Soroti Stabilitas Energi dan Keselamatan Warga di Tengah Konflik Iran–AS (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Lewat India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-87811/indonesia-dan-india-perkuat-kemitraan-strategis-lewat-india-indonesia-critical-minerals-conference-di-jakarta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 22:07:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-87811/indonesia-dan-india-perkuat-kemitraan-strategis-lewat-india-indonesia-critical-minerals-conference-di-jakarta</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah India dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui India–Indonesia Critical Minerals Conference yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diadakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama IndCham, dengan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, dan lembaga keuangan dari kedua negara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah India dan Indonesia memperkuat kemitraan strategis di sektor baja dan mineral kritis melalui India–Indonesia Critical Minerals Conference yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Konferensi ini diadakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama IndCham, dengan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku industri, asosiasi pertambangan, dan lembaga keuangan dari kedua negara.</p>
<p>Forum ini menjadi momentum penting dalam kunjungan resmi Secretary Ministry of Steel Pemerintah India ke Indonesia, sekaligus menandai keseriusan kedua negara dalam memperkuat kerjasama rantai pasok baja dan mineral strategis di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap nikel, baja nirkarat, dan bahan baku transisi energi.</p>
<p><strong>Komitmen Tingkat Tinggi Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis</strong></p>
<p>Konferensi dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menekankan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam arsitektur rantai pasok mineral global.</p>
<p>“Acara ini membuka berbagai peluang baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama lebih erat dalam membangun ketahanan rantai pasok dan menciptakan nilai tambah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara tidak hanya berorientasi pada perdagangan bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri hilir dan investasi jangka panjang.</p>
<p>Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sandeep Poundrik, Secretary di Ministry of Steel Government of India. Ia menyoroti ambisi India dalam meningkatkan kapasitas produksi baja nasional secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, yang membutuhkan dukungan pasokan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan.</p>
<p>“India sedang dalam fase ekspansi besar industri bajanya. Untuk itu, kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia menjadi sangat strategis,” katanya.</p>
<p>Dari pihak Indonesia, Jisman P. Hutajulu, Staf Ahli Menteri ESDM untuk Perencanaan Strategis, menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara kedua negara dalam mendukung hilirisasi dan transisi energi.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan bahwa penguatan sektor mineral kritis juga harus didukung oleh transformasi digital dan tata kelola berbasis teknologi. Ia menyebut bahwa digitalisasi rantai pasok akan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing global.</p>
<p>Dengan kehadiran pejabat tinggi dan pelaku industri utama dari kedua negara, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk membahas ketahanan rantai pasok baja, kebijakan mineral kritis, investasi, serta penguatan kerja sama industri Indonesia–India secara lebih konkret.</p>
<p><strong>Ketahanan Rantai Pasok Baja dan Bahan Baku</strong>
Forum berlanjut dengan presentasi yang disampaikan oleh Subrato Kumar Ghosh, Practice Leader and Corporate Consultant di SRK Consulting.</p>
<p>Ia memaparkan lanskap global mineral kritis dari sudut pandang geologi, eksplorasi, serta kelayakan proyek tambang. Menurutnya, lonjakan permintaan terhadap nikel, kobalt, dan mineral strategis lainnya didorong oleh percepatan kendaraan listrik dan energi terbarukan.</p>
<p>Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan cadangan saja tidak cukup. Proyek tambang harus memenuhi standar pelaporan internasional, memiliki tata kelola yang transparan, serta mampu menarik pembiayaan global agar dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p><strong>Membangun Ketahanan Rantai Pasok Baja di Tengah Ketidakpastian Global</strong></p>
<p>Diskusi Panel 1 bertajuk Steel &amp; Raw Materials Supply Chain Resilience berlangsung dinamis dengan fokus pada ketahanan rantai pasok baja dan bahan baku strategis. Panel dimoderatori oleh Abhijit Narendra, Joint Secretary di Ministry of Steel Government of India, yang membuka diskusi dengan menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik, volatilitas harga komoditas, dan kebijakan proteksionisme.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa India tengah memperluas kapasitas baja nasional secara signifikan dan membutuhkan mitra yang dapat menjamin pasokan bahan baku jangka panjang. “Ketahanan rantai pasok bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis,” ujarnya.</p>
<p>Manish Raj Gupta dari Steel Authority of India Limited menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi baja India harus diiringi dengan diversifikasi sumber bahan baku. Ia menekankan pentingnya kemitraan dengan negara produsen seperti Indonesia agar ketergantungan pada satu kawasan dapat dikurangi.</p>
<p>Sementara itu, Vijay Sharma dari Jindal Stainless Limited menyoroti pentingnya integrasi hulu dan hilir dalam industri stainless steel. Ia menyatakan bahwa kestabilan pasokan nikel dan bahan baku lainnya sangat menentukan daya saing industri baja nirkarat India di pasar global. “Kolaborasi jangka panjang akan menciptakan kepastian bagi industri dan investor,” katanya.</p>
<p>Dari sisi Indonesia, Hernowo dari PT Krakatau Steel menegaskan bahwa industri baja nasional tengah bertransformasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ia menyambut baik peluang kolaborasi dengan India dalam bidang teknologi, pembiayaan, serta pengembangan pasar regional.</p>
<p>Rori Surya Perdana dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia mengingatkan bahwa ketahanan industri baja juga bergantung pada ketersediaan energi. Ia menekankan bahwa batubara metalurgi tetap menjadi komponen penting dalam proses produksi baja konvensional.</p>
<p>Perspektif investor disampaikan oleh Anirudh Misra dari IMR Group, yang menekankan bahwa proyek-proyek tambang dan baja memerlukan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum. “Investor membutuhkan kejelasan regulasi dan visi jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Patricia Lumbangaol dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk menyoroti potensi mineral metalurgi Indonesia yang dapat mendukung industri baja regional. Yohanes Kurniawan dari Indonesian Stainless Steel Development Association menambahkan bahwa penguatan industri stainless steel domestik harus diiringi kolaborasi teknologi dan pengembangan pasar.</p>
<p>Secara keseluruhan, panel ini menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan India memiliki fondasi kuat untuk membangun rantai pasok baja yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Indonesia dan Strategi Pengendalian Pasar Nikel</strong>
Sesi selanjutnya dibuka oleh Meidy Katrin Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini menguasai sekitar 65 hingga 67 persen pasokan nikel dunia.</p>
<p>“Indonesia sekarang terlihat seperti OPEC-nya nikel. Kami adalah pengendali. Kami adalah penentu pasar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kebijakan pengurangan kuota produksi 2026 telah mendorong kenaikan harga global secara cepat, sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan surplus pasar.</p>
<p>Selain itu, ia memaparkan keberhasilan hilirisasi nikel sejak larangan ekspor bijih mentah diberlakukan, yang kini menghasilkan puluhan fasilitas pengolahan dan produksi bahan baku baterai.</p>
<p>Ia juga mengajak investor India untuk masuk lebih aktif dalam ekosistem hilirisasi nikel Indonesia.</p>
<p><strong>Mineral Kritis dan Perebutan Masa Depan Industri Global</strong></p>
<p>Panel kedua bertajuk Critical Minerals: Policy, Technology and Future memperluas diskusi ke sektor mineral kritis yang menjadi tulang punggung transisi energi global.</p>
<p>Diskusi menghadirkan Charles Kho dari HSBC, Amitava Mukherjee dari NMDC Ltd, Manoj Kumar Behera dari PT Jindal Steel, serta Luke Mahony dari Danantara.</p>
<p>Amitava Mukherjee menekankan bahwa mineral kritis kini menjadi isu strategis nasional bagi banyak negara. Ia menyebut bahwa kerja sama antarnegara produsen dan konsumen menjadi kunci dalam menciptakan rantai pasok yang stabil. “Keamanan pasokan mineral adalah bagian dari keamanan ekonomi,” ujarnya.</p>
<p>Manoj Kumar Behera menyoroti peluang integrasi industri baja dan nikel antara Indonesia dan India. Menurutnya, kolaborasi dalam pengolahan dan hilirisasi akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan sekadar perdagangan bahan mentah.</p>
<p>Dari perspektif pembiayaan dan manajemen kinerja, Luke Mahony menekankan pentingnya efisiensi operasional dan tata kelola yang kuat agar proyek-proyek mineral kritis tetap kompetitif. Ia menyebut bahwa investor global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan transparansi.</p>
<p>Charles Kho dari HSBC menambahkan bahwa lembaga keuangan global siap mendukung proyek mineral kritis yang memenuhi standar tata kelola dan keberlanjutan internasional. “Proyek yang memiliki kepastian regulasi dan standar ESG yang jelas akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan,” katanya.</p>
<p>Panel ini menggarisbawahi bahwa masa depan industri global akan sangat ditentukan oleh bagaimana negara produsen dan konsumen membangun kemitraan yang berbasis teknologi, kebijakan yang adaptif, serta investasi berkelanjutan</p>
<p><strong>Awal Babak Baru Kemitraan Industri</strong></p>
<p>Acara ditutup oleh Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta.</p>
<p>Ia menyebut acara ini sangat sukses dan membuka banyak peluang konkret bagi perusahaan kedua negara.</p>
<p>“Acara ini telah membuka beberapa jalan baru di mana perusahaan Indonesia dan India dapat bekerja sama,” ujarnya.</p>
<p>Forum ini menandai penguatan diplomasi ekonomi Indonesia–India, khususnya di sektor baja dan mineral kritis yang semakin strategis dalam peta ekonomi global.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/03/Indonesia-dan-India-Perkuat-Kemitraan-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Indonesia dan India Perkuat Kemitraan (3)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/03/03/Indonesia-dan-India-Perkuat-Kemitraan-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Indonesia dan India Perkuat Kemitraan (3)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Memajukan Masa Depan AI yang Inklusif bagi Global South</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 05:05:08 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-87400/memajukan-masa-depan-ai-yang-inklusif-bagi-global-south</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India akan menjadi tuan rumah Global AI Impact Summit 2026 di New Delhi pada 16–20 Februari 2026. KTT ini akan mempertemukan lebih dari 100 negara dan organisasi internasional, dengan tujuh kelompok kerja khusus, atau “Chakras,” yang diketuai bersama oleh India dan dua negara lainnya, untuk merumuskan hasil yang relevan bagi Global North maupun Global South.</p>
<p>Melalui sidang pleno para pemimpin, forum diskusi CEO, tantangan inovasi pemuda, serta simposium riset berdampak tinggi, tujuan KTT ini adalah membangun visi bersama bahwa masa depan kecerdasan buatan harus bersifat inklusif, transparan, dan dikelola melalui tata kelola kolaboratif. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong dampak nyata dan dapat ditingkatkan skalanya dalam berbagai bidang, mulai dari prediksi pandemi hingga efisiensi pertanian, pemantauan iklim, serta peningkatan keterampilan digital bagi komunitas yang kurang terlayani.</p>
<p>Indonesia memainkan peran aktif dalam membentuk hasil nyata dari KTT ini, yang dapat berkontribusi pada pengembangan solusi berbasis AI yang berpusat pada manusia dan berlandaskan etika. Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia, bersama Belanda, telah memberikan kontribusi signifikan dalam Kelompok Kerja “AI untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kebaikan Sosial.” Mengingat banyaknya kesamaan pendekatan India dan Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang human-centric, partisipasi aktif Indonesia, baik dalam proses pembentukan hasil KTT maupun dalam pelaksanaan KTT itu sendiri, akan memberikan manfaat besar bagi Global South secara keseluruhan.</p>
<p>Strategi AI Nasional Indonesia (Stranas KA), sejalan dengan visi AI yang berpusat pada manusia dan beretika. Visi jangka panjang menuju tahun 2045 menekankan pengembangan talenta serta penerapan AI secara terarah di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam menerjemahkan inovasi menjadi nilai sosial yang nyata. Pengalaman Indonesia dalam membangun “Sahabat,” sebuah ekosistem model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dirancang untuk beroperasi dalam Bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah lainnya, merupakan upaya pionir yang patut dibagikan untuk direplikasi secara global.</p>
<p>Indonesia juga melakukan investasi penting dalam kapasitas GPU (graphics processing unit) serta pusat data. Berdasarkan Stanford AI Index Report 2025 dan sumber lainnya, Indonesia termasuk dalam 10 negara teratas dalam pertumbuhan talenta AI, dengan peningkatan konsentrasi talenta AI hampir 200 persen antara tahun 2016 hingga 2024. Hal yang menggembirakan adalah Indonesia termasuk negara paling optimistis di dunia terhadap AI, dengan 80 persen penduduk memandang AI sebagai sesuatu yang bermanfaat. Indonesia juga diakui sebagai pemimpin regional di Asia Tenggara dalam hal adopsi AI.</p>
<p>Pendekatan India terhadap AI tidak terbatas pada kemajuan teknis dan keuntungan ekonomi semata. India menargetkan dampak sosial-ekonomi yang nyata, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan layanan kesehatan, mengoptimalkan pertanian, mentransformasi pendidikan, serta memperkuat ketahanan iklim. Ambisi India adalah memberdayakan setiap warga negara dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, khususnya bagi Global South. Laporan Stanford menempatkan India pada posisi ketiga secara global dalam hal daya saing AI. Peringkat ini menyoroti pertumbuhan pesat India dalam lanskap AI global. Laporan tersebut mengukur pertumbuhan dan inovasi AI dari tahun 2017 hingga 2024, yang mencerminkan meningkatnya talenta AI India, kapabilitas riset yang kuat, ekosistem startup yang dinamis, investasi dan dampak ekonomi, infrastruktur, serta kebijakan dan tata kelola.</p>
<p>Berlandaskan visi “Making AI in India and Making AI Work for India,” India meluncurkan IndiaAI Mission pada Maret 2024, dengan alokasi anggaran sekitar US$100 miliar selama lima tahun. Misi ini menjadi langkah penting dalam menjadikan India pemimpin global dalam kecerdasan buatan.</p>
<p>Sejak diluncurkan, misi ini telah menunjukkan kemajuan besar dalam memperluas infrastruktur komputasi nasional. Dari target awal 10.000 GPU, India kini telah mencapai 38.000 GPU, sehingga menyediakan akses terjangkau terhadap sumber daya AI berkelas dunia. GPU tersebut tersedia bagi para pengembang aplikasi dengan tarif bersubsidi, yaitu kurang dari satu dolar per jam. Salah satu pilar IndiaAI Mission, yaitu “AIKosh,” mengembangkan kumpulan data besar untuk melatih model AI. Platform ini mengintegrasikan data dari sumber pemerintah maupun nonpemerintah. AIKosh memiliki lebih dari 5.500 dataset serta 251 model AI dan teknologi bahasa yang mencakup 20 sektor. Melalui inisiatif seperti BHASHINI dan BharatGen, India mendemokratisasi akses terhadap alat AI multibahasa.</p>
<p>India dan Indonesia memiliki pendekatan bersama terhadap AI yang inklusif, yang didasarkan pada keyakinan kuat bahwa teknologi harus meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang. AI tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penggerak pembangunan yang sejalan dengan visi Viksit Bharat atau India Maju 2047 dan Indonesia Emas 2045. Dengan skala besar, demografi muda, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang, kedua negara berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam AI yang bertanggung jawab.</p>
<p>Kedua negara kita juga menyadari bahwa keberagaman dan keseimbangan gender dalam ekosistem AI bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Bias dalam data akan menghasilkan bias dalam hasil. Inklusi dalam desain menentukan inklusi dalam dampak. Hal ini juga memperkuat alasan untuk mengembangkan bersama model AI multibahasa serta sumber daya bahasa yang dikembangkan secara lokal guna mengurangi bias data dan memastikan relevansi kontekstual bagi masyarakat Global South.</p>
<p>Patut dicatat bahwa Stranas KA dan kerangka etika AI Indonesia menekankan kepercayaan, transparansi, pengembangan talenta, serta akuntabilitas dalam mengintegrasikan AI ke sektor-sektor prioritas nasional. Berdasarkan Indeks Kesiapan AI IMF, muncul alasan kuat bagi terbentuknya aliansi AI antara India dan Indonesia, karena skor masing-masing negara menunjukkan “kekuatan” institusional yang saling melengkapi.</p>
<p>Kekuatan India terletak pada skala, keterampilan STEM, Digital Public Infrastructure (DPI, India Stack), riset dan pengembangan (volume paten AI yang tinggi), perusahaan teknologi besar, serta investasi asing yang signifikan di sektor ini. Sementara itu, Indonesia memiliki skor yang kuat dalam kesiapan infrastruktur, regulasi dan etika, serta konektivitas telekomunikasi.</p>
<p>Dengan menyelaraskan kerangka regulasi dan kebijakan, dua raksasa Asia ini dapat mencegah Global South menjadi “lahan uji coba” bagi model bisnis pihak lain yang bersifat oportunistik, sekaligus menetapkan standar yang adil dan berpusat pada manusia sesuai semangat “AI untuk Semua.” Bidang kerja sama lain yang layak dipertimbangkan adalah investasi kolaboratif serta pengembangan bersama pusat data dan kapasitas pemrosesan, yang juga dapat berguna secara strategis. Isu-isu tersebut menjadi inti pembahasan dalam acara pra-KTT Global AI Impact Summit yang diselenggarakan di Jakarta. Diskusi tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada langkah-langkah konkret untuk membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan menjelang Global AI Impact Summit 2026.</p>
<p>Bagi negara seperti India dan Indonesia, pertanyaan seputar AI bukanlah hal yang abstrak atau jauh. Isu ini bersifat segera, berdampak besar, dan sangat terkait dengan jalur pembangunan nasional. Dengan populasi yang besar dan beragam, sistem pemerintahan demokratis, keragaman bahasa, serta prioritas pembangunan yang masih terus berkembang, pilihan yang kita ambil terkait AI akan membentuk tidak hanya hasil nasional tetapi juga norma global tentang bagaimana AI dikelola, diterapkan, dan dialami.</p>
<p>Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Nezar Patria dalam acara pra-KTT, kemitraan antara Indonesia dan India dapat menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kecerdasan buatan yang berorientasi pada kepentingan Global South secara lebih luas, serta membentuk wacana masa depannya melalui pendekatan yang berpusat pada manusia.</p>
<p>Secara keseluruhan, diskusi pra-KTT menegaskan perlunya pergeseran dari strategi menuju implementasi, dengan kerja sama Selatan–Selatan muncul sebagai jalur utama menuju AI yang inklusif dan akuntabel. Hanya melalui aksi kolektif kesenjangan AI dapat dijembatani. India tetap berkomitmen kuat untuk memajukan AI yang inklusif dan dapat ditingkatkan skalanya, serta siap bermitra dan menciptakan solusi bersama.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/02/23/public-3-65-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 10:45:20 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86139/india-rayakan-hari-republik-ke-77-di-jakarta-tegaskan-kemitraan-strategis-dengan-indonesia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South.</p>
<p>Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara.</p>
<h3>Konstitusi India sebagai Fondasi Demokrasi dan Kebijakan Luar Negeri</h3>
<p>Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa.</p>
<p>“Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty.</p>
<p>Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati.</p>
<h3>Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia</h3>
<p>Duta Besar Sandeep menyoroti bahwa tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat.</p>
<p>“Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang.</p>
<h3>Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South</h3>
<p>Dalam bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia.</p>
<p>“Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep.</p>
<p>Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim.</p>
<h3>AHY: India dan Indonesia Memilih untuk Berjalan Bersama</h3>
<p>Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77.</p>
<p>“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ujar AHY.</p>
<p>AHY menekankan bahwa di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar.</p>
<p>“Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital.</p>
<h3>Kehadiran Tokoh-Tokoh Penting</h3>
<p>Perayaan Hari Republik India ke-77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik.</p>
<h3>Mitra Selamanya</h3>
<p>Menutup sambutannya, Duta Besar Sandeep Chakraborty menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil.</p>
<p>“Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.</p>
<p>Perayaan ini menegaskan bahwa persahabatan India dan Indonesia tidak hanya berakar pada sejarah dan budaya, tetapi juga diarahkan pada kerja sama nyata untuk menghadapi tantangan global dan membangun masa depan bersama.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/30/India-Rayakan-Hari-Republik-ke-77-di-Jakarta-Tegaskan-Kemitraan-Strategis-dengan-Indonesia-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Visi India tentang Indo-Pasifik: Menjaga Stabilitas Maritim dan Mendorong Kemakmuran Bersama</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 06:07:21 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-86064/visi-india-tentang-indo-pasifik-menjaga-stabilitas-maritim-dan-mendorong-kemakmuran-bersama</guid>

					<description><![CDATA[<b>JAKARTA, </b> aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>JAKARTA, </b><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — India terus menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan berbasis aturan, dengan menempatkan stabilitas maritim, kerja sama regional, serta kemitraan pembangunan sebagai pilar utama kebijakan luar negerinya. Visi ini mencerminkan peran India sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kemakmuran bersama di kawasan yang semakin strategis secara global.</p>
<h3>Samudra Hindia sebagai Poros Strategis</h3>
<p>Pada 20 Oktober 2025, bertepatan dengan perayaan Deepavali, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pidato dari INS Vikrant, kapal induk pertama buatan dalam negeri India. Dalam pidato tersebut, ia menekankan sentralitas Samudra Hindia dalam arsitektur strategis global, mengingat sekitar 66 persen pasokan minyak dunia dan 50 persen lalu lintas peti kemas internasional melintasi perairan ini. India, melalui Angkatan Lautnya, berkomitmen menjaga jalur-jalur vital tersebut demi stabilitas perdagangan global.</p>
<h3>Evolusi Konsep Indo-Pasifik</h3>
<p>Gagasan Indo-Pasifik sebagai satu ruang strategis mulai berkembang sejak pertengahan 2000-an, termasuk melalui pidato Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Parlemen India pada 2007 tentang <i>“Confluence of the Two Seas”</i>. Konsep ini kemudian memperoleh pengakuan global dan semakin menguat dalam diskursus internasional. India secara resmi mengartikulasikan visinya mengenai Indo-Pasifik melalui pidato Perdana Menteri Modi di Dialog Shangri-La pada Juni 2018, yang menegaskan kawasan ini sebagai ruang kerja sama yang menyatukan negara-negara di dalam dan di luar kawasan.</p>
<h3>Reorientasi Maritim dan Kebijakan Act East</h3>
<p>Visi Indo-Pasifik India merupakan kelanjutan alami dari evolusi kebijakan luar negeri dan keamanan nasionalnya. Sejak liberalisasi ekonomi pada awal 1990-an, India memperkuat keterlibatan dengan Asia Tenggara melalui Kebijakan <i>Look East </i>yang kemudian ditingkatkan menjadi Kebijakan <i>Act East </i>pada 2014. ASEAN dipandang sebagai mitra sentral, dengan hubungan yang kini telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif.</p>
<h3>SAGAR dan MAHASAGAR: Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua</h3>
<p>Pada 2015, India meluncurkan doktrin SAGAR <i>(Security and Growth for All in the Region) </i>sebagai kerangka kerja sama di kawasan Samudra Hindia. Kebijakan ini menekankan keamanan maritim, pembangunan kapasitas, kerja sama kolektif, pembangunan berkelanjutan, dan kepemilikan kawasan oleh negara-negara di dalamnya. Pada 2025, India memperkenalkan MAHASAGAR sebagai evolusi dari SAGAR, memperluas visi tersebut ke skala global dengan fokus yang lebih kuat pada Global South.</p>
<h3>Komitmen Kemanusiaan dan Kemitraan Pembangunan</h3>
<p>India telah menunjukkan kredibilitasnya sebagai mitra kemanusiaan yang andal melalui berbagai operasi bantuan dan penanggulangan bencana, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, hingga Pasifik. Model kerja sama pembangunan India menekankan transparansi, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap prioritas negara mitra, tanpa syarat politik.</p>
<h3>Keamanan Maritim dan Kebebasan Navigasi</h3>
<p>Sebagai mitra keamanan maritim pilihan di kawasan Indo-Pasifik, India aktif dalam latihan bersama, pembangunan kapasitas, serta berbagi informasi melalui Information Fusion Centre–Indian Ocean Region. Upaya ini diperkuat dengan komitmen menjaga kebebasan navigasi dan kelancaran perdagangan internasional, termasuk melalui pengerahan Angkatan Laut India untuk melindungi jalur pelayaran strategis.</p>
<h3>Peran India dalam Tatanan Global</h3>
<p>Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, India terus memainkan peran konstruktif dalam mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Melalui visi Indo-Pasifiknya, India menegaskan tekad untuk berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama di kawasan dan dunia.</p>
<p><i>Artikel ini ditulis oleh Suchitra Durai, mantan Duta Besar untuk Kenya dan Thailand.</i></p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="677">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Embassy of India Jakarta]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/29/public-5-26-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-85999/kedutaan-besar-india-di-jakarta-peringati-hari-republik-india-ke-77</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 09:29:38 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-85999/kedutaan-besar-india-di-jakarta-peringati-hari-republik-india-ke-77</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA,</strong> <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India.</p>
<p>Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Nasional India oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, diikuti dengan lagu kebangsaan India yang dibawakan oleh anggota senior komunitas India di Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai konstitusional India dan memperkuat ikatan antara India, diaspora India, serta masyarakat Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Sandeep Chakravorty membacakan kutipan dari Pidato Kenegaraan Presiden Republik India, Smt. Droupadi Murmu, yang disampaikan pada malam menjelang Hari Republik India. Presiden Murmu menekankan makna Hari Republik sebagai tonggak perjalanan India sebagai republik demokratis yang berlandaskan Konstitusi.</p>
<p>“Konstitusi kami adalah dokumen dasar republik terbesar dalam sejarah dunia. Nilai-nilai keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan yang tertuang di dalamnya mendefinisikan Republik India,” ujar Presiden Murmu.</p>
<p>Presiden Murmu juga menegaskan bahwa Konstitusi telah menjadi fondasi kuat bagi persatuan nasional dan semangat kebangsaan, serta membimbing India dalam perjalanan menuju masa depan yang inklusif dan berkeadilan.</p>
<h3>Perempuan dan Generasi Muda dalam Visi Viksit Bharat</h3>
<p>Dalam surat resminya, Presiden Murmu memberikan penekanan kuat pada peran perempuan dan generasi muda sebagai kekuatan utama pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan prasyarat penting bagi kemajuan India.</p>
<p>“Dengan meningkatnya kontribusi perempuan, India akan menjadi contoh republik inklusif yang berlandaskan kesetaraan gender,” tegasnya.</p>
<p>Presiden Murmu juga menyampaikan keyakinannya bahwa generasi muda India akan memainkan peran sentral dalam mewujudkan visi Viksit Bharat atau India Maju pada 2047, bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan India.</p>
<p>“Saya yakin bahwa kekuatan generasi muda akan memainkan peran utama dalam mewujudkan Viksit Bharat pada tahun 2047,” katanya.</p>
<h3>Pernyataan Duta Besar India untuk Indonesia</h3>
<p>Dalam sambutannya kepada para undangan, Duta Besar Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa pidato Presiden Murmu mencerminkan arah pembangunan India yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda, dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.</p>
<p>“Pidato Presiden sangat berfokus pada perempuan, generasi muda, dan kelompok rentan dalam masyarakat. Penekanan ini menunjukkan bagaimana India tengah mempersiapkan diri menuju Viksit Bharat pada 2047 dengan pendekatan yang inklusif,” ujar Duta Besar Chakravorty.</p>
<p>Ia juga menegaskan komitmen Kedutaan Besar India di Jakarta untuk memperkuat hubungan dengan komunitas India dan para sahabat India di Indonesia.</p>
<p>“Kami berupaya membawa pemerintah lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya di India tetapi juga melalui seluruh perwakilan India di luar negeri. Kedutaan ini berkomitmen untuk menjadi kedutaan yang terbuka, mudah diakses, dan dekat dengan komunitas,” tambahnya.</p>
<h3>Rangkaian Acara Budaya dan Partisipasi Komunitas</h3>
<p>Selain upacara resmi, peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya. Acara menampilkan lagu-lagu patriotik serta pertunjukan tari yang dibawakan oleh siswa-siswi dari sekolah internasional dan komunitas India di Jakarta.</p>
<p>Penampilan seni tersebut mencerminkan keberagaman budaya India sekaligus memperkuat hubungan antar generasi dalam komunitas diaspora India di Indonesia. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para undangan untuk saling berinteraksi dan mempererat persahabatan.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Republik India ke-77 ini, Kedutaan Besar India di Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara India dan Indonesia, sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, persatuan, dan perdamaian yang menjadi fondasi Republik India.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/28/Kedutaan-Besar-India-di-Jakarta-Peringati-Hari-Republik-India-ke-77-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke 77 (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/28/Kedutaan-Besar-India-di-Jakarta-Peringati-Hari-Republik-India-ke-77-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke 77 (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerjasama Strategis dengan Sumatera Selatan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-85445/kedutaan-besar-india-tegaskan-komitmen-perluasan-kerjasama-strategis-dengan-sumatera-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 01:25:00 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-85445/kedutaan-besar-india-tegaskan-komitmen-perluasan-kerjasama-strategis-dengan-sumatera-selatan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerjasama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/01/2026).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong><a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India untuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas kerjasama strategis dengan pemerintah daerah di Indonesia melalui dialog langsung dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, didampingi Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goel, kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Griya Agung, Palembang, Rabu (14/01/2026).</p>
<p>Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, menjadi platform penting untuk memperdalam pemahaman bersama serta menjajaki peluang kerja sama konkret yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Diskusi mencakup sektor pertambangan batu bara, penguatan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, serta pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran pemuda.</p>
<p>Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan apresiasi atas perhatian dan ketertarikan India terhadap potensi daerah, serta menegaskan kesiapan Sumatera Selatan untuk bermitra secara aktif.</p>
<p>“Sumatera Selatan memiliki sumber daya alam yang kuat dan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor. Kami memandang kerja sama dengan India sebagai peluang strategis, termasuk melalui pertukaran pemuda untuk mempererat hubungan budaya dan memperluas wawasan generasi muda,” ujar Gubernur Herman Deru.</p>
<p>Duta Besar Sandeep Chakravorty menyambut positif pandangan tersebut dan menegaskan bahwa India melihat Sumatera Selatan sebagai mitra penting dalam penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah.</p>
<p>“India memandang Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan potensi besar, baik dalam hal sumber daya alam maupun kapasitas sumber daya manusia. Kami ingin membangun kemitraan yang konkret, saling menguntungkan, dan berkelanjutan, sejalan dengan eratnya hubungan India dan Indonesia,” kata Dubes Chakravorty.</p>
<p>Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, Kedutaan Besar India juga menegaskan keterbukaan terhadap partisipasi pemuda Sumatera Selatan dalam program pertukaran dan peluang beasiswa pendidikan tinggi di India, dengan mekanisme seleksi yang akan disepakati bersama.</p>
<p>“Investasi terbaik adalah investasi pada generasi muda. Melalui pertukaran dan pendidikan, kami berharap dapat memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang kedua negara,” tambahnya.</p>
<p>Kedutaan Besar India memandang pertemuan ini sebagai langkah signifikan dalam memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia di tingkat subnasional, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru yang lebih terstruktur dan berdampak. Pertemuan turut dihadiri oleh para kepala OPD dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.</p>
<p>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/20/Kedutaan-Besar-India-Tegaskan-Komitmen-Perluasan-Kerjasama-Strategis-dengan-Sumatera-Selatan-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="800">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerjasama Strategis dengan Sumatera Selatan (1)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/01/20/Kedutaan-Besar-India-Tegaskan-Komitmen-Perluasan-Kerjasama-Strategis-dengan-Sumatera-Selatan-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kedutaan Besar India Tegaskan Komitmen Perluasan Kerjasama Strategis dengan Sumatera Selatan (1)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>InvestorTrust Capital Market Forum 2025: Teknologi, Integrasi India Indonesia, dan Jalan Cepat Menuju Pasar Modal Masa Depan</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-83687/investortrust-capital-market-forum-2025-teknologi-integrasi-india-indonesia-dan-jalan-cepat-menuju-pasar-modal-masa-depan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 04:03:43 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-83687/investortrust-capital-market-forum-2025-teknologi-integrasi-india-indonesia-dan-jalan-cepat-menuju-pasar-modal-masa-depan</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; InvestorTrust Capital Market Forum 2025 memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa masa depan pasar modal Indonesia akan ditentukan oleh tiga kekuatan utama, yaitu teknologi, integrasi regional, dan partisipasi investor yang lebih luas. Forum yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta pada Kamis (4/12/2025) lalu ini, menghadirkan pejabat pemerintah Indonesia, regulator, CEO bursa, pakar teknologi India, serta industri keuangan global yang menyampaikan satu pesan yang sama. Indonesia berada di titik peluang yang jarang terjadi dan dapat melakukan lompatan besar bila bergerak cepat dan terkoordinasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; InvestorTrust Capital Market Forum 2025 memperlihatkan dengan sangat jelas bahwa masa depan pasar modal Indonesia akan ditentukan oleh tiga kekuatan utama, yaitu teknologi, integrasi regional, dan partisipasi investor yang lebih luas. Forum yang digelar di JW Marriott Hotel Jakarta pada Kamis (4/12/2025) lalu ini, menghadirkan pejabat pemerintah Indonesia, regulator, CEO bursa, pakar teknologi India, serta industri keuangan global yang menyampaikan satu pesan yang sama. Indonesia berada di titik peluang yang jarang terjadi dan dapat melakukan lompatan besar bila bergerak cepat dan terkoordinasi.</p>
<h2>India Mendorong Integrasi dan Menawarkan Playbook Digital</h2>
<p>Forum dibuka oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menegaskan bahwa meski hubungan ekonomi antara kedua negara kuat, pasar modal mereka masih berjalan di jalur yang terpisah. Ia menyebut adanya “air gap” yang perlu dijembatani melalui integrasi sistem pembayaran, settlement lintas negara, dan kolaborasi teknologi. India hari ini, katanya, adalah salah satu pasar modal terbesar di dunia dengan kapitalisasi lebih dari US$5 triliun, digerakkan oleh penetrasi investor ritel yang kini mencapai 225 juta orang.</p>
<p>Chakravorty mengungkapkan bahwa langkah teknis seperti Local Currency Settlement antara BI dan RBI serta integrasi sistem pembayaran UPI dengan QRIS telah bergerak maju dan berada di ambang implementasi. Ketika infrastruktur ini tersambung, banyak sekat biaya dan waktu antara kedua negara akan menghilang. Ia menegaskan bahwa pelajaran dari India jauh lebih relevan bagi Indonesia daripada contoh dari negara negara Barat. Dengan demografi dan dinamika pertumbuhan yang mirip, dua negara ini dapat bergerak bersama dan saling mempercepat transformasi.</p>
<h2>Arief Wibisono Soroti Kebutuhan Infrastruktur Keuangan yang Lebih Modern dan Inklusif</h2>
<p>Selanjutnya, Dr. Arief Wibisono, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, membingkai pertemuan ini dalam konteks ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi tekanan global dan perubahan teknologi yang sangat cepat. Ia menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan pasar modal yang lebih besar, tetapi juga lebih dalam, lebih inklusif, dan lebih efisien. Target kapitalisasi pasar 120 persen PDB pada 2045 merupakan tulang punggung dari agenda Indonesia Emas.</p>
<p>Arief menekankan bahwa akselerasi digitalisasi dan otomatisasi akan mengubah cara masyarakat memproduksi, berdagang, dan mengonsumsi. Jika dikelola dengan baik, gelombang transformasi ini dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi, terutama bagi UMKM yang menjadi penggerak utama ekonomi domestik. Namun ia menekankan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Sinergi antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan investor menjadi syarat utama untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang modern dan tangguh.</p>
<h2>CEO Bursa Efek Bombay Serukan Pasar Modal Sebagai ‘Public Good’</h2>
<p>Selanjutnya CEO Bursa Efek Bombay, Sundararaman Ramamurthy mengatakan bursa modern bukan sekadar arena perdagangan, tetapi institusi publik yang berfungsi sebagai pendorong pembentukan modal nasional. Ia mencontohkan bagaimana India berhasil mengubah US$800 juta modal yang dihimpun 671 UMKM menjadi US$15 miliar nilai pasar, bukti bahwa pasar modal dapat menjadi jembatan pertumbuhan usaha kecil.</p>
<p>Ramamurthy juga membawa peserta forum ke dalam perjalanan digital India, ketika bursa beralih dari sistem manual menjadi ekosistem digital penuh yang kini dapat memproses lebih dari satu miliar order derivatif per hari, dengan kemampuan mencapai dua juta order per detik pada jam perdagangan tersibuk. Pertumbuhan investor ritel sebesar 400 persen dalam lima tahun terakhir, katanya, adalah hasil dari kemudahan akses, keamanan, dan transparansi yang didorong oleh teknologi. Ia menutup dengan menawarkan kerja sama penuh kepada Indonesia, seraya menyatakan bahwa kesamaan struktur ekonomi kedua negara menjadikan pertukaran pengalaman ini sangat relevan.</p>
<h2>Mencari Ritme Bersama untuk Transformasi Sistem</h2>
<p>Setelah paparan keynote, diskusi panel mengambil alih panggung dan membawa audiens lebih dalam ke tantangan praktis yang dihadapi Indonesia. Panel yang dipandu oleh Direktur InvestorTrust, Sachin Gopalan, mempertemukan regulator dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), KSEI, KPEI, serta perwakilan industri seperti UBS, Jarvis Asset Management, dan Remiges. Hasilnya adalah gambaran yang jujur sekaligus optimistis mengenai apa yang harus dilakukan Indonesia untuk mencapai pasar modal berkelas dunia.</p>
<p>Broto Endianto, Kepala Pengembangan IT BEI, mengungkapkan bahwa Indonesia sudah berada di jalur yang benar. BEI menargetkan pembaruan trading engine pada 2026 dengan teknologi yang jauh lebih modern, termasuk penggunaan kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola transaksi abnormal dan meningkatkan kapasitas sistem. Namun Broto mengingatkan bahwa bursa tidak dapat bekerja sendiri. Dengan 93 broker anggota dan banyak titik simpul lain di ekosistem pasar modal, peningkatan kapasitas teknologi harus terjadi secara menyeluruh, bukan hanya pada satu lembaga.</p>
<p>Dari sisi regulator, Pepek Marsiah dari OJK memberikan gambaran bahwa pengawasan manual sudah tidak relevan dalam pasar dengan 2.3 juta transaksi harian. OJK kini menggunakan big data dan machine learning untuk mendeteksi anomali secara real time. Pepek menegaskan bahwa koordinasi antara regulator, SRO, dan pelaku industri harus diperkuat agar pasar modal Indonesia mampu tumbuh tidak hanya besar, tetapi juga sehat dan terpercaya. “Kita perlu bekerja bersama. Dengan koordinasi, kita bisa tumbuh lebih tinggi lagi,” ujarnya.</p>
<p>Suara industri memberi perspektif tambahan. Ranju Parambi, Managing Director UBS, mengingatkan bahwa Indonesia tidak akan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi bila hanya mengandalkan konglomerat atau BUMN. Entrepreneur, katanya, adalah pencipta lapangan kerja dan penggerak inovasi. Namun tanpa akses modal risiko, mereka tidak dapat berkembang menjadi perusahaan skala besar. Baginya, memperluas jalur IPO dan meningkatkan daya tarik pasar modal adalah prioritas.</p>
<p>Dari sisi manajemen aset, Kartika Sutandi dari Jarvis menyoroti isu paling mendasar: likuiditas. Bobot Indonesia di indeks global MSCI turun dari 4 persen menjadi 1.3 persen dalam satu dekade. Ketika bobot suatu negara terlalu kecil, manajer dana global berhenti memberikan perhatian aktif. Menurut Kartika, likuiditas domestik yang dalam adalah kunci untuk menarik kembali minat global.</p>
<p>Panel juga mengangkat tiga kasus besar penipuan di Indonesia yang menyerupai tragedi keuangan India di masa lalu, seperti manipulasi saham tidak likuid, pencurian akun melalui phishing, dan kompromi API antara broker dan bank RDN. Penjelasan ini diberikan oleh Lily Widjaja dari Asosiasi Perusahaan Efek, yang menekankan bahwa masalah ini terjadi bukan karena kelemahan sistem inti bursa, melainkan celah dalam proses di tingkat anggota. Analisis ini kemudian ditegaskan oleh Shuvam Misra dari Remiges Technologies, yang mengatakan bahwa pola ini identik dengan apa yang terjadi di India sebelum reformasi teknologinya.</p>
<p>Di akhir diskusi, Sachin Gopalan menggambarkan ekosistem Indonesia sebagai orkestra dengan banyak pemain berbakat namun belum memiliki konduktor. Panel sepakat bahwa Indonesia memiliki semua elemen yang diperlukan untuk melakukan lompatan besar. Tantangannya bukan pada kemampuan, tetapi pada ritme dan koordinasi. Bila seluruh pemangku kepentingan bergerak serempak, transformasi lima sampai tujuh tahun seperti India bukanlah mimpi.</p>
<h2>Saatnya India Indonesia Bergerak Bersama</h2>
<p>InvestorTrust Capital Market Forum 2025 berakhir dengan kesadaran kolektif bahwa Indonesia memiliki kesempatan langka untuk mempercepat pendalaman pasar modalnya dan mengejar ketertinggalan dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan negara lain. Tiga keynote dari India dan Indonesia menunjukkan bahwa visi dan arah sudah jelas. Diskusi panel memperlihatkan bahwa infrastruktur, regulasi, dan pelaku industri kini berada di titik yang sama dalam memahami urgensi transformasi.</p>
<p>Namun seluruh pembicara sepakat bahwa keberhasilan Indonesia tidak akan ditentukan oleh satu lembaga atau satu kebijakan. Transformasi ini hanya akan terwujud bila seluruh pihak — pemerintah, regulator, bursa, pelaku industri, bank, dan investor — bergerak dalam ritme yang sama. Teknologi dapat mempercepat, regulasi dapat memperkuat, dan edukasi dapat memperluas dampak, tetapi koordinasi lah yang akan menentukan seberapa cepat Indonesia mencapai tujuan.</p>
<p>Indonesia berada di titik awal perjalanan baru. Dengan ekosistem yang semakin terhubung, visi yang semakin selaras, dan kemauan politik yang semakin jelas, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk menjadi mesin pertumbuhan yang inklusif, modern, dan berdaya saing global. Seperti yang disampaikan di forum, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia dapat mengejar ketertinggalan, tetapi apakah kita dapat bergerak cukup cepat — dan bergerak bersama.</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/11/InvestorTrust-Capital-Market-Forum-2025-Teknologi-Integrasi-India-Indonesia-dan-Jalan-Cepat-Menuju-Pasar-Modal-Masa-Depan.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1155"
				height="768">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[InvestorTrust Capital Market Forum 2025 Teknologi Integrasi India Indonesia dan Jalan Cepat Menuju Pasar Modal Masa Depan]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/11/InvestorTrust-Capital-Market-Forum-2025-Teknologi-Integrasi-India-Indonesia-dan-Jalan-Cepat-Menuju-Pasar-Modal-Masa-Depan-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[InvestorTrust Capital Market Forum 2025 Teknologi Integrasi India Indonesia dan Jalan Cepat Menuju Pasar Modal Masa Depan]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>India dan ASEAN Perkuat Konektivitas Maritim Melalui Dialog Kapal Pesiar Perdana di Chennai</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-77202/india-dan-asean-perkuat-konektivitas-maritim-melalui-dialog-kapal-pesiar-perdana-di-chennai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 06:18:04 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-77202/india-dan-asean-perkuat-konektivitas-maritim-melalui-dialog-kapal-pesiar-perdana-di-chennai</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta dengan bangga menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan ASEAN–India Cruise Dialogue pertama yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025 di Chennai, India. Pertemuan bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama maritim antara India dan negara-negara anggota ASEAN, khususnya dalam pengembangan pariwisata kapal pesiar yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Indo-Pasifik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Kedutaan Besar India di Jakarta dengan bangga menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan ASEAN–India Cruise Dialogue pertama yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025 di Chennai, India. Pertemuan bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam mempererat kerja sama maritim antara India dan negara-negara anggota ASEAN, khususnya dalam pengembangan pariwisata kapal pesiar yang berkelanjutan dan inklusif di kawasan Indo-Pasifik.</p>
<p>Dialog dua hari ini diselenggarakan oleh Kementerian Pelabuhan, Perkapalan, dan Jalur Air Pemerintah India (MoPSW) dan dihadiri oleh seluruh negara anggota ASEAN—termasuk Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam—serta Timor Leste. Dialog ini berlangsung di atas kapal MV Empress milik Cordelia Cruises yang bersandar di Pelabuhan Chennai, dengan lebih dari 30 delegasi serta pemangku kepentingan sektor maritim dari kawasan.</p>
<p>Menteri Persatuan MoPSW, Shri Sarbananda Sonowal, dalam sambutan pembukaan menyampaikan visi strategis India dalam memodernisasi infrastruktur pelabuhan dan memperluas jaringan kapal pesiar melalui Sagar Mala Initiative. Beliau menegaskan bahwa Pemerintah India menargetkan satu juta wisatawan kapal pesiar pada tahun 2029 dengan pengembangan lebih dari 5.000 km jalur air yang dapat dilayari, serta peningkatan jumlah kunjungan kapal dari hanya 102 pada 2013–2014 menjadi lebih dari 14.000 kunjungan saat ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Menteri Sonowal menyampaikan, “Di bawah kepemimpinan visioner Perdana Menteri Shri Narendra Modi ji, India berkomitmen memperkuat konektivitas pesisir dan memodernisasi proses bea cukai serta imigrasi, sejalan dengan semangat kolaborasi bersama ASEAN. Kita tengah membangun jaringan kapal pesiar yang terintegrasi, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan India dengan destinasi ASEAN yang didukung pelacakan waktu nyata dan terminal modern.”</p>
<p>Beliau menekankan bahwa pengembangan sirkuit kapal pesiar antara kota-kota pesisir yang kaya budaya di kawasan Samudra Hindia akan sejalan dengan visi jangka panjang Viksit Bharat 2047 dan ASEAN Community Vision 2045. India dan ASEAN bersama-sama mengupayakan terciptanya kawasan pusat kapal pesiar Global South yang menawarkan pengalaman perjalanan terbaik dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pertukaran budaya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Negara MoPSW, Shri Shantanu Thakur, menyatakan, “ASEAN merupakan mitra utama dalam Act East Policy India dan pilar penting dalam membentuk Indo-Pasifik yang damai dan sejahtera. Konektivitas maritim yang telah terjalin sejak lama kini diperkuat kembali melalui kerja sama ekonomi biru dan pariwisata kapal pesiar.”</p>
<p>Dialog ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi Pemerintah India, antara lain Sekretaris MoPSW Shri T.K. Ramachandran, Penasihat Cruise Bharat Mission Shri Rajeev Jalota, serta perwakilan pemerintah daerah Tamil Nadu. Delegasi ASEAN juga dijadwalkan mengunjungi situs warisan dunia UNESCO di Mamallapuram, memperkuat tema pariwisata kapal pesiar berbasis warisan budaya dan kerja sama lintas negara.</p>
<p>Dialog ini menjadi wadah strategis untuk membahas celah konektivitas, penyelarasan regulasi, pengembangan infrastruktur pelabuhan, dan perencanaan rute kapal pesiar yang menghubungkan pusat budaya dan ekonomi di kawasan Teluk Benggala dan sekitarnya. Visi jangka panjang India mencakup pembentukan ASEAN–India Cruise Tourism Corridor sebagai bagian integral dari misi maritim nasional, yakni Maritime India Vision 2030 dan Maritime Amrit Kaal Vision 2047.</p>
<p>Kedutaan Besar India di Jakarta meyakini bahwa dialog ini merupakan langkah awal yang kuat dalam mengukuhkan peran India dan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan pariwisata kapal pesiar di kawasan Indo-Pasifik. Kolaborasi ini tidak hanya mempererat hubungan ekonomi dan budaya, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan kemitraan berkelanjutan antar bangsa.</p>
<p>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/03/India-dan-ASEAN-Perkuat-Konektivitas-Maritim-Melalui-Dialog-Kapal-Pesiar-Perdana-di-Chennai.jpeg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="800"
				height="533">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[India dan ASEAN Perkuat Konektivitas Maritim Melalui Dialog Kapal Pesiar Perdana di Chennai]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/03/India-dan-ASEAN-Perkuat-Konektivitas-Maritim-Melalui-Dialog-Kapal-Pesiar-Perdana-di-Chennai-100x75.jpeg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[India dan ASEAN Perkuat Konektivitas Maritim Melalui Dialog Kapal Pesiar Perdana di Chennai]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kashmir: Lembah Indah yang Mengisahkan Luka Warga Sipil</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-74694/kashmir-lembah-indah-yang-mengisahkan-luka-warga-sipil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 01:30:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Embassy of India Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-74694/kashmir-lembah-indah-yang-mengisahkan-luka-warga-sipil</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO — Di atas bentangan alam yang memesona, Kashmir menyimpan kisah luka dan kehilangan yang tak terucapkan. Bukan dari medan perang militer, tetapi dari tragedi yang menimpa warga sipil yang datang hanya untuk mencari kedamaian. Ketika kekerasan bersenjata menjadi bagian dari lanskap harian, siapa pun bisa menjadi korban—bahkan mereka yang tak tahu-menahu soal konflik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> — Di atas bentangan alam yang memesona, Kashmir menyimpan kisah luka dan kehilangan yang tak terucapkan. Bukan dari medan perang militer, tetapi dari tragedi yang menimpa warga sipil yang datang hanya untuk mencari kedamaian. Ketika kekerasan bersenjata menjadi bagian dari lanskap harian, siapa pun bisa menjadi korban—bahkan mereka yang tak tahu-menahu soal konflik.</p>
<h2>Neeraj Udhwani: Liburan yang Berubah Menjadi Tragedi</h2>
<p>Neeraj Udhwani (33), hanya ingin menikmati waktu bersama istrinya. Mereka datang ke Kashmir setelah menghadiri pernikahan, berharap menutup momen bahagia dengan liburan singkat. Namun, dentuman senjata merenggut segalanya. Aarushi, istrinya, menemukan Neeraj sudah tak bernyawa. Dalam sekejap, harapan berubah menjadi duka, dan kini keluarganya hanya menuntut satu hal: keadilan.</p>
<h2>Sanjay Lele dan Dua Sepupu: Satu Liburan, Tiga Korban</h2>
<p>Bersama dua sepupunya dan keluarga mereka, Sanjay Lele hanya ingin melepas penat dalam kebersamaan. Tapi ketenangan itu hancur di hadapan anak dan istrinya sendiri. Ia ditembak di kepala, sepupunya Atul di perut, dan Hemant di dada. Ketiganya tewas seketika. Mereka tidak salah apa-apa—tidak lebih dari menjadi turis yang ingin menikmati keindahan Kashmir. Tetapi dalam konflik ini, bahkan kenormalan pun bisa menjadi hal yang fatal.</p>
<h2>Shailesh Himmat Kalathiya: Surga yang Berubah Menjadi Duka</h2>
<p>Pahalgam, salah satu destinasi terindah di Kashmir, menjadi saksi bisu tragedi lain. Shailesh Himmat Kalathiya datang bersama istri dan dua anaknya untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-46. Mereka datang sebagai keluarga berempat. Namun, pulang hanya bertiga. Di antara kabut dan pegunungan, dentuman senjata menorehkan duka yang tak akan pernah hilang dari ingatan keluarganya.</p>
<h2>Kemanusiaan yang Hilang dalam Senyap</h2>
<p>Cerita-cerita ini bukan tentang statistik atau berita singkat. Mereka adalah manusia—suami, ayah, saudara—yang hidupnya direnggut oleh kekerasan yang tak mereka pahami, apalagi pilih. Kekerasan yang tidak membedakan antara pejuang dan pendatang, antara militan dan pelancong.</p>
<p>Warga sipil di Kashmir, baik penduduk asli maupun tamu sementara, terus menjadi korban dalam pusaran konflik bersenjata dan aksi terorisme. Mereka dibungkam oleh peluru, bukan karena kesalahan, tetapi karena berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.</p>
<p>Lebih tragis lagi, banyak dari mereka yang meninggal tidak dikenang sebagai pribadi, melainkan sebagai bagian dari peristiwa. Nama-nama mereka hanya disebut dalam laporan media sesaat, lalu dilupakan. Padahal di balik setiap nama ada keluarga yang menanti, anak-anak yang kehilangan ayah, pasangan hidup yang kehilangan sandaran, dan orang tua yang menanggung duka abadi.</p>
<p>Setiap nyawa yang hilang bukan sekadar kehilangan satu manusia, tapi kehilangan ratusan potensi cerita, harapan, dan cinta yang tak sempat tumbuh. Ketika kekerasan menjadi hal biasa, maka kita perlahan kehilangan kemanusiaan kita sendiri.</p>
<h2>Saatnya Menempatkan Kemanusiaan di Atas Segalanya</h2>
<p>Konflik Kashmir terlalu lama didominasi oleh narasi politik, agama, dan kekuasaan. Tapi narasi-narasi itu tidak bisa mengembalikan Neeraj kepada istrinya, tidak bisa menghapus trauma dari mata anak Sanjay, dan tidak bisa mengisi kekosongan di keluarga Shailesh.</p>
<p>Kita harus bertanya: sampai kapan kekerasan ini akan terus dianggap sebagai dampak sampingan dari konflik? Sampai kapan warga sipil dijadikan collateral damage dari perang yang tidak mereka pilih?</p>
<p>Dunia harus mendengar, tidak dari para jenderal atau diplomat, tapi dari keluarga yang kehilangan, dari anak-anak yang tak bisa memahami kenapa ayah mereka tidak pulang, dari ibu-ibu yang menggenggam foto usang sambil berharap keajaiban yang tak kunjung datang.</p>
<p>Kashmir tidak hanya membutuhkan solusi politik. Ia butuh keadilan untuk mereka yang telah pergi, dan ruang aman bagi mereka yang masih tinggal. Dan yang paling penting, ia butuh kita semua—untuk tidak membisu saat kemanusiaan dikoyak dalam senyap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/09/Kashmir-Lembah-Indah-yang-Mengisahkan-Luka-Warga-Sipil.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="430">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Kashmir Lembah Indah yang Mengisahkan Luka Warga Sipil]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/09/Kashmir-Lembah-Indah-yang-Mengisahkan-Luka-Warga-Sipil-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Kashmir Lembah Indah yang Mengisahkan Luka Warga Sipil]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
