<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Digitalisasi &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/digitalisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2025 02:06:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Digitalisasi &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Planting Naturals Digitalisasi 7.224 Petani dalam Rantai Pasok Minyak Sawit Organik Bersertifikasi RSPO Pertama di Sierra Leone</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-84711/planting-naturals-digitalisasi-7-224-petani-dalam-rantai-pasok-minyak-sawit-organik-bersertifikasi-rspo-pertama-di-sierra-leone</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 02:06:34 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Planting Naturals]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-84711/planting-naturals-digitalisasi-7-224-petani-dalam-rantai-pasok-minyak-sawit-organik-bersertifikasi-rspo-pertama-di-sierra-leone</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Afrika merupakan kawasan dengan laju kehilangan hutan tercepat di dunia, dengan deforestasi mencapai 3,9 juta hektare per tahun sepanjang 2010–2020 akibat ekspansi pertanian, pembalakan, pengambilan kayu bakar, dan pertambangan—sebuah ancaman serius bagi masyarakat lokal dan iklim global (The Conversation, 2025).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Afrika merupakan kawasan dengan laju kehilangan hutan tercepat di dunia, dengan deforestasi mencapai 3,9 juta hektare per tahun sepanjang 2010–2020 akibat ekspansi pertanian, pembalakan, pengambilan kayu bakar, dan pertambangan—sebuah ancaman serius bagi masyarakat lokal dan iklim global (The Conversation, 2025).</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Planting Naturals membangun perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, yang selaras dengan regulasi keberlanjutan global yang kian berkembang, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Bermitra dengan KOLTIVA, Planting Naturals mendigitalisasi dan memverifikasi seluruh jaringan perkebunan sawitnya di Sierra Leone, memberdayakan 7.224 petani kecil, memverifikasi 7.723 petak kebun, serta memastikan perlindungan hutan dan kepatuhan terhadap standar Uni Eropa terkait rantai pasok bebas deforestasi.</p>
<p>Afrika kehilangan hutan dengan laju yang mengkhawatirkan. Sepanjang periode 2010 hingga 2020, benua ini mencatat tingkat kehilangan hutan tertinggi di dunia, yakni sekitar 3,9 juta hektare per tahun, setara dengan 381 juta lapangan sepak bola (The Conversation, 2025). Pendorong utama deforestasi tersebut meliputi ekspansi pertanian, pemanfaatan kayu bakar yang tidak berkelanjutan, pembalakan, serta aktivitas pertambangan.</p>
<p>Di tengah tantangan tersebut, Planting Naturals memulai transformasi baru. Perusahaan ini memproduksi minyak sawit secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan perkebunannya bersama jaringan petani kecil yang terus berkembang di Afrika, dan kini bermitra dengan KOLTIVA, pemimpin global dalam teknologi rantai pasok berkelanjutan, untuk membangun rantai pasok minyak sawit yang memenuhi standar global terkait ketertelusuran dan keberlanjutan.</p>
<p>Planting Naturals memproduksi minyak sawit mentah organik dan minyak inti sawit untuk pasar ekspor, yang bersumber dari perkebunannya sendiri serta jaringan lebih dari 7.244 petani kecil. Perusahaan ini telah mendirikan perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat RSPO pertama di Sierra Leone, beserta model kemitraan petani (outgrower) yang sepenuhnya selaras dengan regulasi yang tengah berkembang, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR). Dengan dukungan teknologi ketertelusuran dan keahlian lapangan dari KOLTIVA, Planting Naturals mewujudkan tujuan tersebut menjadi capaian yang terukur, dengan menghadirkan visibilitas penuh hingga tingkat petak kebun di seluruh jaringan pasoknya.</p>
<p>Kemitraan ini hadir di tengah meningkatnya tekanan regulasi seperti EUDR yang mewajibkan komoditas yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi, sehingga pelaku agribisnis harus memastikan ketertelusuran penuh di seluruh rantai pasok. Sebuah tantangan besar, sekaligus peluang diferensiasi. Terlepas dari penerapan EUDR yang dilakukan secara bertahap, Planting Naturals tidak memandang kepatuhan sebagai beban, melainkan sebagai katalis untuk membangun bisnis yang siap menghadapi masa depan dan berdaya saing. Dengan memanfaatkan solusi EUDR dari KOLTIVA, perusahaan mengembangkan rantai pasok yang transparan, tertelusur, dan akuntabel, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pemasok internasional yang tepercaya.</p>
<p>“Dengan EUDR yang berpengaruh terhadap perdagangan global, Planting Naturals mengambil langkah tegas untuk memastikan setiap tetes minyak sawit diproduksi secara legal, bebas deforestasi, dan sepenuhnya tertelusur,” ujar Jan Hein De Vroe, Co-Founder &amp; CEO Planting Naturals. “Melalui kemitraan dengan KOLTIVA, kami memanfaatkan KoltiTrace dalam pemetaan rantai pasok dan integrasi data untuk membangun transparansi, memberdayakan petani, dan melindungi hutan. Sebelumnya, kami telah memiliki data geolokasi, namun bersama KOLTIVA kami kini dapat mengintegrasikan informasi tambahan terkait legalitas dan praktik keberlanjutan di lapangan untuk memenuhi persyaratan regulasi.”</p>
<p>Transformasi ini didukung oleh platform ketertelusuran KOLTIVA yang memungkinkan pemetaan hingga tingkat petak kebun, pengumpulan data secara real time, serta pemantauan kepatuhan di seluruh rantai pasok minyak sawit Planting Naturals. Tim lapangan yang telah dilatih mengumpulkan data terverifikasi terkait profil petani, pemetaan lahan, dan praktik keberlanjutan secara langsung di lapangan. Data tersebut kemudian dikonsolidasikan dalam satu sistem terpusat untuk mendukung penilaian risiko EUDR, pelaporan pengiriman, dan kesiapan audit. Pendekatan terintegrasi ini menghadirkan visibilitas menyeluruh sekaligus mempercepat dan meningkatkan keandalan proses kepatuhan.</p>
<p>Dampak Planting Naturals tidak berhenti pada kepatuhan digital semata. Dengan mengintegrasikan lebih dari 7.224 petani kecil ke dalam jaringan yang terverifikasi dan tertelusur, perusahaan membangun model inklusif yang memperkuat mata pencaharian masyarakat pedesaan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Tim KOLTIVA juga melakukan pelatihan lapangan secara langsung terkait penggunaan alat digital dan persyaratan kepatuhan ke dalam praktik operasional sehari-hari. Sesi pelatihan tersebut membekali agen lapangan dan jajaran pimpinan Planting Naturals dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan proses ketertelusuran secara konsisten di seluruh operasional.</p>
<p>“Kolaborasi dengan KOLTIVA membuat operasional lapangan kami menjadi lebih efisien dan transparan,” ujar Marvellous Ogala, Sustainability Manager Planting Naturals. “Melalui aplikasi dari KOLTIVA, agen lapangan kami dapat mengumpulkan data secara lebih akurat dan cepat, serta berkomunikasi dengan petani dalam bahasa lokal mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas data dan kepatuhan, tetapi juga memperkuat hubungan kami dengan komunitas petani.” Dengan sistem lapangan yang kini semakin kuat, pimpinan KOLTIVA menegaskan bahwa peningkatan tersebut membawa dampak yang lebih luas terhadap keberlanjutan dan kepatuhan di sepanjang rantai pasok.</p>
<p>“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pelaku agribisnis Afrika dapat memimpin produksi yang bertanggung jawab dan transparan,” ujar Manfred Borer, Co-Founder dan Chief Executive Officer KOLTIVA. “Dengan mengombinasikan teknologi dan pendampingan lapangan, Planting Naturals memperkuat ketertelusuran, inklusi petani kecil, serta sumber pasok bebas deforestasi.”
Untuk menerjemahkan persyaratan ketertelusuran menjadi aksi nyata di lapangan, tim implementasi KOLTIVA bekerja berdampingan dengan tim lapangan Planting Naturals, dengan fokus pada pelatihan praktis dan penerapan sehari-hari. Sesi ini membantu agen lapangan berinteraksi lebih efektif dengan petani, sekaligus memastikan pengumpulan data yang akurat dan praktik kepatuhan yang konsisten di seluruh operasional. Merefleksikan proses tersebut, Chris Yohan Avié, Customer Success Officer dan Implementation Manager KOLTIVA, mengatakan, “Dari ruang pelatihan hingga ke perkebunan, kami menyaksikan pengetahuan berubah menjadi aksi nyata. Teknologi hanyalah alat—manusialah yang benar-benar membuat perbedaan.”</p>
<p>Investasi pada sumber daya manusia dan sistem ini menghasilkan dampak nyata. Agen lapangan yang lebih terlatih mendorong kualitas data yang lebih tinggi, proses kepatuhan yang lebih cepat, serta produk yang lebih kompetitif di pasar internasional. Dengan mengombinasikan implementasi praktis dan ketertelusuran digital, Planting Naturals menetapkan standar baru bagi produksi minyak sawit yang bertanggung jawab di Sierra Leone, sekaligus membuktikan bahwa rantai pasok yang transparan dan bebas deforestasi dapat diwujudkan dalam skala besar.</p>
<h4>About KOLTIVA</h4>
<p>KOLTIVA merupakan perusahaan global terkemuka dalam bidang pertanian berkelanjutan dan penelusuran rantai pasokan, menawarkan solusi teknologi yang berpusat pada manusia dan dukungan solusi di lapangan dengan melakukan digitalisasi bisnis pertanian dan membantu produsen kecil beralih ke praktik berkelanjutan yang dapat ditelusuri. Sebagai penyedia teknologi global, KOLTIVA membangun rantai pasokan yang etis, transparan, dan berkelanjutan, mendukung perusahaan memperkuat ketahanan dan transparansi bisnis. KOLTIVA membantu bisnis dan pemasok mereka mematuhi peraturan yang berlaku dan tuntutan konsumen di seluruh dunia melalui solusi ketertelusuran. Beroperasi di lebih dari 94 negara dan didukung oleh jaringan kantor dukungan pelanggan di 21 negara, KOLTIVA mendukung lebih dari 19.000 perusahaan dalam membangun rantai pasokan yang transparan dan kuat serta memberdayakan lebih dari 2.000.000 produsen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/31/Planting-Naturals-Digitalisasi-7-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: KOLTIVA)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/31/Planting-Naturals-Digitalisasi-7-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: KOLTIVA)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>ecommerceloka Buktikan Digitalisasi Buka Peluang Baru untuk Hotel Kecil di Daerah Penyangga Pariwisata Bali</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-78166/ecommerceloka-buktikan-digitalisasi-buka-peluang-baru-untuk-hotel-kecil-di-daerah-penyangga-pariwisata-bali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 22:12:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ecommerceloka]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-78166/ecommerceloka-buktikan-digitalisasi-buka-peluang-baru-untuk-hotel-kecil-di-daerah-penyangga-pariwisata-bali</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Peningkatan okupansi Starloka Saba Bali yang terletak di Gianyar, daerah penyangga pariwisata Bali menunjukkan solusi digital patut diperhitungkan untuk menggenjot performa bisnis di era saat ini, bahkan di area yang selama ini tidak masuk radar utama wisatawan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Peningkatan okupansi Starloka Saba Bali yang terletak di Gianyar, daerah penyangga pariwisata Bali menunjukkan solusi digital patut diperhitungkan untuk menggenjot performa bisnis di era saat ini, bahkan di area yang selama ini tidak masuk radar utama wisatawan.</p>
<p>Ketenaran Bali sebagai salah satu tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara telah diakui oleh seluruh dunia. Meski demikian, pertumbuhan industri perhotelan di Pulau Dewata ini tidak selalu merata. Kawasan seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu masih menjadi magnet utama bagi wisatawan, sementara daerah penyangga seperti Gianyar kerap tertinggal dari segi okupansi dan eksposur. Hotel-hotel kecil di wilayah ini menghadapi tantangan besar, antara lain terbatasnya akses promosi digital, dominasi jaringan hotel besar, hingga keterbatasan sumber daya manusia untuk mengelola distribusi online membuat banyak pelaku usaha lokal harus beradaptasi cepat untuk tetap bertahan.</p>
<p>Di tengah realitas tersebut, sebuah hotel lokal bernama Starloka Saba Bali Hotel di Gianyar, Bali justru menunjukkan capaian yang mencolok. Dengan kapasitas yang terbatas dan lokasi yang tidak berada di jalur utama wisata, Starloka mampu mencatat tingkat hunian hingga 80% setelah bermitra dengan perusahaan teknologi pariwisata ecommerceloka.</p>
<p>Menurut pemilik Starloka, Ida Bagus Narendra, perubahan signifikan ini berawal dari kesadaran bahwa kehadiran digital sangat menentukan performa bisnis di era saat ini. “Kami menyadari tidak cukup hanya menunggu tamu datang, tapi mengelola banyak platform dan review mandiri juga sangat menyita waktu. Di sinilah peran ecommerceloka dalam membantu operasional di Starloka melalui proses digital secara terpusat dan efisien,” jelas Irvan.</p>
<p>Kolaborasi tersebut memungkinkan Starloka untuk hadir di berbagai platform pemesanan daring Online-Travel-Agent (OTA). Selain dari sisi visibilitas, Ida Bagus juga merasa terbantu dengan adanya manajemen reputasi dan strategi pricing yang tepat sasaran melalui dashboard performa yang bisa diakses secara real-time.</p>
<p>Ia kemudian turut menggarisbawahi pentingnya arus kas yang lebih cepat dan transparan. “Salah satu keuntungan paling terasa adalah pembayaran dari OTA langsung masuk ke rekening kami tanpa perantara dan semua laporan bisa dicek di dashboard, sehingga mudah untuk memantau kondisi bisnis setiap hari,” tambahnya.</p>
<p>Menurut CEO dan Co-Founder ecommerceloka Nico S. Wiratama, peningkatan bisnis Starloka menjadi contoh nyata bahwa digitalisasi menjadi solusi pemerataan potensi pariwisata, bahkan di area yang selama ini tidak masuk radar utama wisatawan.</p>
<p>“Gianyar mungkin bukan destinasi yang ramai seperti Canggu atau Uluwatu, tapi dengan strategi yang tepat, properti di wilayah seperti ini bisa menarik traffic online, tampil profesional, dan bersaing secara sehat. Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Starloka,” ungkap Nico.</p>
<p>Seperti diketahuin, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2024 mencapai 6,3 juta orang atau meningkat 20,1 persen dibanding 2023, dengan sebagian besar masih terpusat di wilayah selatan. Namun, perubahan pola perjalanan menunjukkan bahwa wisatawan kini semakin mencari pengalaman yang lebih tenang, otentik, dan jauh dari keramaian.</p>
<p>“Tren ini membuka peluang besar bagi daerah seperti Gianyar dan daerah penyangga pariwisata di Bali lainnya untuk tampil ke permukaan. Di sinilah teknologi berperan sebagai jembatan sehingga memungkinkan properti-properti lokal untuk tetap bersaing, tampil setara, dan meningkatkan visibilitas sehingga mudah ditemukan oleh pasar global,” pungkas Nico.</p>
<h4>About ecommerceloka</h4>
<p>ecommerceloka adalah perusahaan teknologi pariwisata yang berbasis di Bali, didirikan pada tahun 2019 dengan fokus pada digitalisasi industri perhotelan dan akomodasi. ecommerceloka menyediakan solusi end-to-end untuk membantu hotel, vila, dan guesthouse dalam meningkatkan visibilitas online, mengoptimalkan strategi OTA, serta memaksimalkan pendapatan melalui sistem reservasi terintegrasi dan pemantauan performa bisnis secara real-time. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, ecommerceloka memberdayakan pemilik properti untuk lebih efisien, transparan, dan kompetitif di era digital. Layanan ini dirancang agar mudah digunakan namun tetap berdaya, memberikan kendali penuh atas distribusi online, analisis performa, dan strategi penjualan lintas platform.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/24/ecommerceloka-Buktikan-Digitalisasi-Buka-Peluang-Baru-untuk-Hotel-Kecil-di-Daerah-Penyangga-Pariwisata-Bali-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: ecommerceloka)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/07/24/ecommerceloka-Buktikan-Digitalisasi-Buka-Peluang-Baru-untuk-Hotel-Kecil-di-Daerah-Penyangga-Pariwisata-Bali-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: ecommerceloka)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Pajak UMKM Tetap 0,5%, Sribu Ingatkan UMKM Pentingnya Digitalisasi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-74599/pajak-umkm-tetap-05-sribu-ingatkan-umkm-pentingnya-digitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2025 04:44:16 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-74599/pajak-umkm-tetap-05-sribu-ingatkan-umkm-pentingnya-digitalisasi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Pemerintah Indonesia memperpanjang kebijakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga akhir tahun 2025.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pemerintah Indonesia memperpanjang kebijakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga akhir tahun 2025.</p>
<p>“Perpanjangan PPh 0,5 persen satu tahun ke depan adalah bagi UMKM yang sudah mendapatkan insentif ini selama tujuh tahun, jadi masih diberikan perpanjangan satu tahun lagi menjadi delapan tahun,” ungkap Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman.</p>
<p>Dengan kebijakan ini, pelaku UMKM mendapatkan peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar, terutama melalui investasi di bidang digital. “Bagi UMKM yang omzetnya di bawah Rp500 juta dikenakan PPh 0 persen, atau tidak diberikan beban sama sekali, sebagai contoh pedagang kaki lima, warteg, dan lain sebagainya,” sebutnya.</p>
<p>Di tengah tantangan persaingan bisnis yang semakin ketat, Sribu, platform freelancer terkemuka di Indonesia, melihat pentingnya digitalisasi sebagai langkah strategis bagi UMKM.</p>
<p>“Dengan adanya insentif pajak yang rendah, UMKM memiliki ruang untuk berinvestasi dalam pemasaran digital dan memperkuat kehadiran online mereka. Digitalisasi bukan hanya solusi untuk bertahan, tetapi juga menjadi kunci untuk tumbuh di tengah perubahan pasar yang cepat,” ungkap Ryan Gondokusumo, CEO Sribu.</p>
<p>Bagi banyak pelaku UMKM, pemasaran digital sering kali menjadi hal yang sulit dijangkau karena terbatasnya sumber daya. Namun, melalui Sribu, mereka dapat mengakses berbagai layanan kreatif profesional dengan biaya yang lebih terjangkau dan fleksibel.</p>
<p>Ryan menambahkan, “Kami percaya UMKM bisa bersaing secara global tanpa harus memiliki anggaran pemasaran yang besar. Dengan menggunakan platform seperti Sribu, pelaku UMKM bisa mendapatkan layanan profesional yang sesuai dengan anggaran mereka, sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis secara digital.”</p>
<p>Sribu menyediakan berbagai layanan seperti desain grafis, pembuatan konten media sosial, pengelolaan iklan digital, dan pengembangan situs web, semua dikerjakan oleh freelancer berpengalaman. Ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat sasaran tanpa perlu menambah karyawan tetap.</p>
<h4>About PT Sribu Digital Kreatif</h4>
<p>Sribu adalah Platform digital yang menghubungkan bisnis dengan berbagai layanan freelancer berkualitas seperti desain logo, website, branding, social media, hingga penulisan dengan cepat dan tepat. Sejak 2012, Sribu telah membantu 40,000+ UKM dan memiliki 30,000+ freelancer berkualitas yang telah dikurasi. Sribu menjadi solusi terpercaya untuk kebutuhan pelaku usaha, dengan cara memudahkan mencari freelancer secara cepat, mudah, dan dapat bertransaksi dengan aman di Sribu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/07/Pajak-UMKM-Tetap-0-5-Sribu-Ingatkan-UMKM-Pentingnya-Digitalisasi-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PT Sribu Digital Kreatif)]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/05/07/Pajak-UMKM-Tetap-0-5-Sribu-Ingatkan-UMKM-Pentingnya-Digitalisasi-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Ilustrasi Berita (Sumber: PT Sribu Digital Kreatif)]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Indigo Business Acceleration Day: Inisiatif Telkom Indonesia Mendukung Digitalisasi UMKM</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-67306/indigo-business-acceleration-day-inisiatif-telkom-indonesia-mendukung-digitalisasi-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 22:01:40 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[akselerator]]></category>
		<category><![CDATA[Business Acceleration Day]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[incubator]]></category>
		<category><![CDATA[Indigo]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-67306/indigo-business-acceleration-day-inisiatif-telkom-indonesia-mendukung-digitalisasi-umkm</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Telkom Indonesia melalui Indigo adakan acara Indigo Business Acceleration Day, berkomitmen untuk membantu digitalisasi UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis yang merata di Indonesia. Dalam upaya menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan merata, Telkom Indonesia melalui program Indigo memfasilitasi acara <i>onboarding</i> UMKM di Yogyakarta untuk bergabung di platform PaDi UMKM.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Telkom Indonesia melalui Indigo adakan acara Indigo Business Acceleration Day, berkomitmen untuk membantu digitalisasi UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis yang merata di Indonesia. Dalam upaya menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan merata, Telkom Indonesia melalui program Indigo memfasilitasi acara <i>onboarding</i> UMKM di Yogyakarta untuk bergabung di platform PaDi UMKM.</p>
<p>Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Indigo Business Acceleration Day yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis UMKM secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Kegiatan ini merupakan salah satu bukti komitmen Indigo dalam mendukung ekosistem bisnis yang merata di Indonesia. Selain mendukung perkembangan ekosistem startup, Indigo juga mendukung digitalisasi para pengusaha dan UMKM melalui kolaborasi dengan partner seperti PaDi UMKM.</p>
<p>PaDi UMKM merupakan platform milik Telkom Indonesia yang berkomitmen membawa ekosistem bisnis di Indonesia menuju ekonomi berkelanjutan. PaDi UMKM menyediakan one stop solution untuk UMKM di seluruh Indonesia agar dapat dengan mudah memasarkan produk dan jasa mereka ke seluruh BUMN di Indonesia. Layanan yang disediakan diantaranya seperti tender kilat, sistem manajemen vendor, dan data analitik kustom untuk masing-masing UMKM yang sudah memiliki akun penjual di PaDi UMKM.</p>
<p>“PaDi UMKM adalah salah satu produk Telkom yang membuka akses pemasaran bagi seluruh UMKM di Indonesia. Pada kesempatan ini, kami dari Indigo mendorong para pelaku UMKM di Yogyakarta untuk tidak hanya memiliki toko di PaDi, tapi juga mengoptimalkan usaha mereka secara digital hingga siap menerima pesanan,” ucap Patricia Eugene Gaspersz selaku Senior Manager Indigo.</p>
<p>Acara ini diselenggarakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir secara offline dilaksanakan di IndigoHub Jogja serta peserta dari luar Jogja yang mengikuti secara virtual. Peserta yang hadir membagikan pengalamannya dalam menghadapi berbagai tantangan terutama dalam mengakses pasar Bussiness to Bussiness (B2B). Peserta yang hadir secara offline juga mendapat pendampingan dari tim PaDi UMKM, yang memberikan tips khusus untuk menarik minat pembeli.</p>
<p>“Setiap tahunnya, PaDi UMKM secara rutin menyelenggarakan acara seperti ini sebagai bentuk komitmen kami untuk menciptakan ekonomi yang inklusif. Namun, acara kali ini cukup istimewa bagi kami karena penjual yang terlibat telah memiliki produk yang matang dan konsisten. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum akselerasi pertumbuhan bisnis para peserta UMKM,” ujar Asha Gita, fasilitator onboarding sekaligus Education and Community PaDi UMKM.</p>
<p>Dimulai pada tahun 2013, program Indigo membawa semangat untuk mengakselerasi <i>startup </i>digital dan mendukung pengembangan kapasitas pengusaha di Indonesia. Program Indigo telah berhasil membina lebih dari 200 <i>startup</i> dari berbagai industri di Indonesia. Selain menyediakan dukungan bagi <i>startup</i> digital, Indigo juga mendukung produk Telkom untuk dapat berkolaborasi dengan partner eksternal, baik itu startup digital binaan Indigo, ataupun akses ke komunitas dan target pasar, seperti UMKM.</p>
<p>Indigo Business Acceleration Day merupakan salah satu upaya Indigo dalam mendukung pengusaha startup dan UMKM di Indonesia agar dapat terus tumbuh di era digital. Melalui program-program seperti ini, Telkom Indonesia berkomitmen untuk memperkuat daya saing UMKM dan menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.</p>
<p><strong>Tentang Indigo</strong></p>
Indigo adalah inkubator &amp; akselerator startup digital yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia. Kami membina startup dengan membuat program-program yang bervariasi mulai dari pendirian startup, pertumbuhan, dan membantu mereka melalui proses sinergi untuk menciptakan startup digital terbaik di Indonesia.
</p>]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/01/Dokumentasi-Indigo-Business-Acceleration-Day.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Dokumentasi Indigo Business Acceleration Day]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2024/12/01/Dokumentasi-Indigo-Business-Acceleration-Day-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Dokumentasi Indigo Business Acceleration Day]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
