<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Asian PCOS Society &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/asian-pcos-society/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Feb 2025 08:58:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Asian PCOS Society &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Hari Kedua AOFOG Campus 3: Terobosan Baru dalam Penanganan PCOS dan Teknologi Reproduksi</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-70903/hari-kedua-aofog-campus-3-terobosan-baru-dalam-penanganan-pcos-dan-teknologi-reproduksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 08:57:48 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[AOFOG]]></category>
		<category><![CDATA[AOFOG Campus 3]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Asian PCOS Society]]></category>
		<category><![CDATA[Gynaecology]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Oceania Federation of Obstetrics]]></category>
		<category><![CDATA[PCOS]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Reproduksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-70903/hari-kedua-aofog-campus-3-terobosan-baru-dalam-penanganan-pcos-dan-teknologi-reproduksi</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Hari kedua AOFOG Campus 3 di Jakarta, 25 Januari 2025, menghadirkan diskusi ke empat mendalam tentang PCOS dan teknologi reproduksi berbantu (ART). Dr. Ho Manh Tuong dari Vietnam menjelaskan bagaimana in vitro maturation (IVM) menjadi solusi lebih aman bagi pasien PCOS dibandingkan stimulasi ovarium konvensional, mengurangi risiko Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hari kedua AOFOG Campus 3 di Jakarta, 25 Januari 2025, menghadirkan diskusi ke empat mendalam tentang PCOS dan teknologi reproduksi berbantu (ART). Dr. Ho Manh Tuong dari Vietnam menjelaskan bagaimana in vitro maturation (IVM) menjadi solusi lebih aman bagi pasien PCOS dibandingkan stimulasi ovarium konvensional, mengurangi risiko Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS).</p>
<p>Prof. Raymond R. Tjandrawinata membahas inovasi gonadotropin isoform yang meningkatkan efektivitas stimulasi ovarium dalam program IVF. Sementara itu, Assoc. Prof. Lan N Vuong dari Vietnam memaparkan data terbaru mengenai karakteristik pasien PCOS di Vietnam, menyoroti perbedaan fenotipe dan respons metabolik dibanding populasi Barat. Diskusi ini menegaskan bahwa inovasi dalam ART semakin mendekatkan dunia medis pada solusi yang lebih aman dan efektif bagi perempuan dengan PCOS, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di kawasan Asia-Oseania.</p>
<p>Hari kedua AOFOG Campus 3 di Jakarta melanjutkan diskusi penting seputar Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS), kondisi yang berdampak pada kesuburan dan kesehatan metabolik perempuan. Sesi keempat acara ini menghadirkan para pakar dari berbagai negara yang membahas strategi terbaru dalam pengelolaan PCOS, terutama dalam kaitannya dengan teknologi reproduksi berbantu (ART) seperti in vitro maturation (IVM) dan fertilisasi in vitro (IVF).</p>
<p>Sesi ini dimoderatori oleh Dr. dr. Binarwan Halim, M.Ked(OG), MKM, Sp.OG(K), Subsp. FER, FICS, seorang spesialis fertilitas dengan pengalaman luas di bidang reproduksi. Beliau merupakan anggota American Society of Reproductive Medicine (ASRM), European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), dan International Society of Gynaecology Endoscopy (ISGE), serta memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan teknologi reproduksi berbantu.</p>
<p>Presentasi pertama disampaikan oleh Dr. Ho Manh Tuong, MD, MCE, MBA dari Vietnam, seorang konsultan senior di IVFMD, My Duc Hospital, Ho Chi Minh City, serta Direktur HOPE Research Center di rumah sakit yang sama. Beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ho Chi Minh City Society for Reproductive Medicine (HOSREM), yang berfokus pada penelitian dan inovasi dalam bidang fertilitas.</p>
<p>Dalam paparannya mengenai &#8220;The New Strategy of IVM in PCOS Patients&#8221;, Dr. Ho Manh Tuong menyoroti bagaimana in vitro maturation (IVM) menjadi alternatif yang lebih aman bagi pasien PCOS dibandingkan stimulasi ovarium konvensional dalam program bayi tabung (IVF). IVM adalah teknik di mana sel telur yang belum matang diambil langsung dari ovarium dan dimatangkan di laboratorium sebelum dibuahi. Teknik ini sangat berguna bagi pasien PCOS yang lebih rentan terhadap Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS), komplikasi serius akibat stimulasi ovarium yang berlebihan. Dengan pendekatan IVM yang lebih disempurnakan, peluang keberhasilan kehamilan dapat meningkat, sekaligus mengurangi risiko efek samping bagi pasien.</p>
<p>Topik berikutnya disampaikan oleh Prof. Raymond R. Tjandrawinata, seorang peneliti senior yang telah berkontribusi dalam pengembangan biofarmasi dan terapi inovatif dalam bidang kedokteran reproduksi. Dalam sesinya mengenai &#8220;The New Gonadotropin Isoform for Improving IVF Outcome&#8221;, beliau membahas peran isoform gonadotropin dalam meningkatkan respons ovarium selama prosedur IVF.</p>
<p>Gonadotropin adalah hormon yang merangsang perkembangan folikel di ovarium, yang menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program bayi tabung. Prof. Raymond menyoroti bagaimana pengembangan isoform baru dari gonadotropin dapat meningkatkan efektivitas stimulasi ovarium, mengoptimalkan kualitas sel telur, serta meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan. Penelitian ini membawa harapan baru bagi perempuan dengan PCOS yang mengalami respons ovarium yang tidak optimal dalam prosedur IVF konvensional.</p>
<p>Sesi terakhir dalam diskusi ini dipresentasikan oleh Assoc. Prof. Lan N Vuong, MD, PhD, seorang ahli fertilitas dari Vietnam yang menjabat sebagai Wakil Presiden University of Medicine and Pharmacy di Ho Chi Minh City, sekaligus Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi di universitas yang sama.</p>
<p>Dalam materinya berjudul &#8220;Characteristics and Fertility Outcomes of Infertile PCOS Women in Vietnam&#8221;, Prof. Lan N Vuong memaparkan data klinis terbaru mengenai pasien PCOS di Vietnam, termasuk bagaimana variasi fenotipe dan kondisi metabolik pasien berpengaruh terhadap keberhasilan kehamilan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dengan PCOS di Vietnam memiliki profil klinis yang sedikit berbeda dibandingkan populasi Barat, terutama dalam aspek resistensi insulin dan respon terhadap stimulasi ovarium. Pemahaman yang lebih dalam mengenai karakteristik pasien di Asia ini sangat penting dalam menyesuaikan pendekatan terapi yang lebih personal dan efektif.</p>
<p>Diskusi dalam sesi keempat AOFOG Campus 3 menyoroti bagaimana inovasi dalam teknologi reproduksi berbantu dapat meningkatkan peluang kehamilan bagi perempuan dengan PCOS. Dengan pendekatan baru dalam IVM, pengembangan gonadotropin isoform baru, serta penelitian berbasis populasi Asia, dunia medis semakin dekat dengan solusi yang lebih efektif dan aman bagi perempuan yang mengalami kesulitan hamil akibat PCOS.</p>
<p>Melalui forum ini, para ahli dari berbagai negara dapat berbagi pengalaman dan hasil penelitian mereka, membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengelolaan PCOS dan infertilitas di Asia-Oseania. Dengan pemahaman yang semakin berkembang, diharapkan lebih banyak perempuan dengan PCOS dapat memperoleh diagnosis yang tepat, terapi yang lebih personal, dan peluang yang lebih besar untuk memiliki keturunan.</p>
<p><strong>Tentang Asia &amp; Oceania Federation of Obstetrics &amp; Gynaecology (AOFOG)</strong></p>
Asia &amp; Oceania Federation of Obstetrics &amp; Gynaecology (AOFOG) merupakan organisasi regional terkemuka yang didirikan pada tahun 1957 di Tokyo, Jepang. Awalnya dibentuk pada tahun 1954 sebagai Divisi Asia dari International Federation of Gynaecology &amp; Obstetrics (Geneva), namun kemudian berkembang menjadi federasi otonom yang menaungi perhimpunan dan organisasi dokter kandungan di kawasan Asia dan Oseania.
<p>AOFOG memiliki misi utama untuk memajukan ilmu dan praktik kebidanan, kandungan, serta biologi reproduksi di kawasan Asia-Oseania. Organisasi ini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan perempuan secara menyeluruh sepanjang hidupnya, meningkatkan kesejahteraan janin dan bayi baru lahir, serta mendukung implementasi program pengendalian populasi.</p>
<p>Salah satu komite dalam AOFOG adalah Komite Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas (REI) yang saat ini diketuai oleh Prof. Dr. Budi Wiweko dari Indonesia. Komite ini berperan strategis dalam pengembangan penelitian dan standar praktik klinis terkait masalah hormonal dan kesuburan di kawasan Asia-Oseania.</p>
<p>Melalui berbagai program termasuk AOFOG Campus, komite REI aktif memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar ahli reproduksi di kawasan ini untuk meningkatkan standar penanganan pasien. AOFOG terus berkomitmen memperkuat kerja sama regional dan internasional dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan melalui penelitian kolaboratif, pengembangan praktik klinis, serta berbagai program edukasi dan pelatihan bagi para praktisi kesehatan di kawasan Asia-Oseania.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/12/AOFOG-Campus-3-PCOS-Regional-Meeting-Day-2.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="400">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[AOFOG Campus 3 PCOS Regional Meeting Day 2]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/12/AOFOG-Campus-3-PCOS-Regional-Meeting-Day-2-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[AOFOG Campus 3 PCOS Regional Meeting Day 2]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Asian PCOS Society Resmi Diluncurkan di Jakarta: Jawaban untuk Tantangan PCOS di Asia</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-70895/asian-pcos-society-resmi-diluncurkan-di-jakarta-jawaban-untuk-tantangan-pcos-di-asia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 07:52:45 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[AOFOG]]></category>
		<category><![CDATA[AOFOG Campus 3]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Asian PCOS Society]]></category>
		<category><![CDATA[Gynaecology]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Oceania Federation of Obstetrics]]></category>
		<category><![CDATA[PCOS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-70895/asian-pcos-society-resmi-diluncurkan-di-jakarta-jawaban-untuk-tantangan-pcos-di-asia</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; AOFOG Campus 3 di Jakarta meluncurkan Asian PCOS Society, organisasi pertama yang fokus pada karakteristik PCOS spesifik Asia. Didirikan oleh para ahli reproduksi dari Indonesia, Jepang, Taiwan, India, dan Singapura, organisasi ini bertujuan mengembangkan penelitian dan panduan klinis yang lebih relevan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; AOFOG Campus 3 di Jakarta meluncurkan Asian PCOS Society, organisasi pertama yang fokus pada karakteristik PCOS spesifik Asia. Didirikan oleh para ahli reproduksi dari Indonesia, Jepang, Taiwan, India, dan Singapura, organisasi ini bertujuan mengembangkan penelitian dan panduan klinis yang lebih relevan.</p>
<p>PCOS mempengaruhi 8-13% perempuan Asia dengan dampak kesehatan kompleks, termasuk gangguan reproduksi dan risiko metabolik. Melalui tiga divisi utama &#8211; Keanggotaan, Pendidikan, dan Registri &#8211; Asian PCOS Society akan mengumpulkan data komprehensif, meningkatkan edukasi medis, dan mendorong kolaborasi lintas negara untuk penanganan PCOS yang lebih tepat.</p>
<p>Dalam rangkaian acara AOFOG Campus 3 di Jakarta, Asian PCOS Society resmi diluncurkan dalam sebuah soft launching yang dihadiri oleh para ahli kesehatan reproduksi dari berbagai negara di Asia. Organisasi ini didirikan dengan misi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan perempuan Asia yang terdampak PCOS melalui penelitian, edukasi, dan praktik klinis yang lebih sesuai dengan karakteristik unik populasi Asia.</p>
<p>PCOS adalah gangguan hormonal yang umum terjadi pada perempuan usia reproduksi, ditandai dengan menstruasi tidak teratur, kelebihan hormon androgen, serta gangguan ovulasi. Dampaknya tidak hanya pada kesuburan, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes, obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung. Meski PCOS memengaruhi jutaan perempuan di Asia, sebagian besar penelitian dan panduan klinis saat ini masih didasarkan pada populasi Kaukasia.</p>
<p>Perbedaan etnis dan geografis dalam fenotipe serta patofisiologi PCOS di Asia sering kali tidak tercermin dalam pedoman global, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik dan berbasis bukti untuk perempuan Asia.</p>
<h2>Dibentuk oleh Para Ahli di Bidangnya</h2>
<p>&lt;img style=&#8221;width: 100%;&#8221; src=&#8221;https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/6b70a201-c858-487d-247e-b8f882bf7100/public&#8221; alt=&#8221;Pendiri dan <i>board</i> <i>members </i>dari Asian PCOS Society. Terdiri dari 6 ahli dari berbagai negara dan saat ini sudah memiliki puluhan anggota di berbagai negara di Asia.&#8221; /&gt;</p>
<p>Asian PCOS Society lahir dari diskusi yang berlangsung dalam 76th JSOG Meeting pada April 2024. Kini, dengan puluhan anggota dari berbagai negara di Asia, Asian PCOS Society memiliki dewan pendiri yang terdiri dari para ahli terkemuka di bidang endokrinologi reproduksi dan infertilitas:</p>
<p><strong>Prof. Dr. Budi Wiweko (Indonesia) – </strong>Presiden Asian PCOS Society dan spesialis endokrinologi reproduksi dari Universitas Indonesia.</p>
<p><b>Dr. Miyuki Harada (Jepang)</b> – Sekretaris Jenderal Asian PCOS Society dan ahli endokrinologi reproduksi dari The University of Tokyo.</p>
<p><b>Prof. Mei-Jou Chen (Taiwan)</b> – Ahli dari National Taiwan University, dengan banyak penelitian tentang pengaruh faktor genetik dalam PCOS.</p>
<p><b>Dr. Rishma Dhillon Pai (India)</b> – Ahli dari Lilavati Hospital, dengan pengalaman luas dalam teknologi reproduksi berbantu.</p>
<p><b>Dr. Hrishikesh Pai (India)</b> – Ahli dari Blooms Hospital, yang telah berkontribusi dalam pengembangan teknik fertilisasi in vitro (IVF) secara luas di India dan Asia.</p>
<p><b>Dr. Zhongwei Huang (Singapura)</b> – Ahli dari National University of Singapore, yang meneliti hubungan antara PCOS dan faktor metabolik di Asia.</p>
<h2>Mengapa Asian PCOS Society Diperlukan?</h2>
<p>Perempuan Asia memiliki karakteristik PCOS yang berbeda dibandingkan populasi lain, termasuk pola resistensi insulin, tingkat obesitas yang lebih rendah dibandingkan negara Barat, tetapi dengan dampak metabolik yang lebih tinggi. Sayangnya, sebagian besar pedoman medis saat ini tidak mempertimbangkan perbedaan ini. Oleh karena itu, Asian PCOS Society bertujuan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang karakteristik PCOS spesifik Asia, menyusun panduan klinis berbasis bukti yang lebih relevan dengan kebutuhan perempuan Asia, serta meningkatkan edukasi dan pelatihan tenaga medis agar diagnosis dan pengelolaan PCOS lebih optimal.</p>
<p>Selain itu, organisasi ini berkomitmen untuk membentuk registri data PCOS yang komprehensif di seluruh Asia, memungkinkan penelitian jangka panjang mengenai tren epidemiologi dan efektivitas pengobatan. Kolaborasi lintas negara juga menjadi fokus utama, guna memastikan pertukaran informasi dan praktik klinis terbaik di seluruh wilayah Asia.</p>
<p>Untuk mencapai misinya, Asian PCOS Society memiliki tiga divisi utama. Membership Division berperan dalam menghubungkan peneliti, klinisi, dan pendidik di bidang PCOS, serta mendorong kolaborasi lintas negara melalui pertukaran informasi dan akses eksklusif ke sumber daya, acara, serta penelitian terbaru. Education and Training Division bertanggung jawab dalam menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan konferensi bagi tenaga medis, serta menyediakan platform pembelajaran daring untuk pendidikan berkelanjutan.</p>
<p>Selain itu, divisi ini juga mengembangkan program pertukaran peneliti guna meningkatkan keterampilan di bidang endokrinologi reproduksi dan infertilitas. Sementara itu, PCOS Registry Division berfokus pada pembentukan database luas yang mencatat karakteristik PCOS di Asia, memungkinkan penelitian lebih mendalam terkait fenotipe, efektivitas pengobatan, dan tren epidemiologi. Data ini akan menjadi dasar dalam penyusunan panduan klinis berbasis bukti yang lebih sesuai dengan karakteristik populasi Asia.</p>
<p>Peluncuran Asian PCOS Society dalam AOFOG Campus 3 di Jakarta menandai langkah maju dalam penanganan PCOS yang lebih inklusif bagi perempuan Asia. Dengan adanya platform ini, diharapkan penelitian dan praktik klinis akan semakin berkembang, memberikan solusi yang lebih tepat dan efektif untuk jutaan perempuan yang hidup dengan PCOS di kawasan Asia.</p>
<p>Dengan semakin luasnya pemahaman tentang PCOS, tenaga medis dapat memberikan perawatan yang lebih baik, dan perempuan dengan PCOS dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.</p>
<p><strong>Tentang Asia &amp; Oceania Federation of Obstetrics &amp; Gynaecology (AOFOG)</strong></p>
<p>Asia &amp; Oceania Federation of Obstetrics &amp; Gynaecology (AOFOG) merupakan organisasi regional terkemuka yang didirikan pada tahun 1957 di Tokyo, Jepang. Awalnya dibentuk pada tahun 1954 sebagai Divisi Asia dari International Federation of Gynaecology &amp; Obstetrics (Geneva), namun kemudian berkembang menjadi federasi otonom yang menaungi perhimpunan dan organisasi dokter kandungan di kawasan Asia dan Oseania.</p>
<p>AOFOG memiliki misi utama untuk memajukan ilmu dan praktik kebidanan, kandungan, serta biologi reproduksi di kawasan Asia-Oseania. Organisasi ini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan perempuan secara menyeluruh sepanjang hidupnya, meningkatkan kesejahteraan janin dan bayi baru lahir, serta mendukung implementasi program pengendalian populasi.</p>
<p>Salah satu komite dalam AOFOG adalah Komite Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas (REI) yang saat ini diketuai oleh Prof. Dr. Budi Wiweko dari Indonesia. Komite ini berperan strategis dalam pengembangan penelitian dan standar praktik klinis terkait masalah hormonal dan kesuburan di kawasan Asia-Oseania.</p>
<p>Melalui berbagai program termasuk AOFOG Campus, komite REI aktif memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar ahli reproduksi di kawasan ini untuk meningkatkan standar penanganan pasien. AOFOG terus berkomitmen memperkuat kerja sama regional dan internasional dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan melalui penelitian kolaboratif, pengembangan praktik klinis, serta berbagai program edukasi dan pelatihan bagi para praktisi kesehatan di kawasan Asia-Oseania.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/12/Peresmian-Asian-PCOS-Society-AOFOG.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="400">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Peresmian Asian PCOS Society AOFOG]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/02/12/Peresmian-Asian-PCOS-Society-AOFOG-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Peresmian Asian PCOS Society, AOFOG]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
