<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos 7Aksara Komunika &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/7aksara-komunika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 19:15:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos 7Aksara Komunika &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Film &#8220;Nia&#8221; kisah dari desa kecil di Sumatera, menggugah nurani seluruh Negeri.</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-83220/film-nia-kisah-dari-desa-kecil-di-sumatera-menggugah-nurani-seluruh-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 19:15:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[7Aksara Komunika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-83220/film-nia-kisah-dari-desa-kecil-di-sumatera-menggugah-nurani-seluruh-negeri</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.NFO &#8211; Suasana haru dan kehangatan memenuhi Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier <b>film “Nia Kurnia Sari</b>”, Senin malam, <b>24 November 2025.</b> Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten Padang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran pemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong>CILACAP.NFO &#8211; Suasana haru dan kehangatan memenuhi Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier <b>film “Nia Kurnia Sari</b>”, Senin malam, <b>24 November 2025.</b> Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten Padang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran pemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.</p>
<p>Diproduksi oleh  <b>PH </b><b>786 Production</b> bekerja sama dengan <b>PT. Smaradana Pro</b>, film ini semakin memikat perhatian publik karena keberanian mengangkat realitas pedesaan di daerah Padang Pariaman. Dengan sentuhan emosional yang kuat, film hasil garapan <b>Aditya Gumay</b> dan <b>Ronny Mepet</b> ini berhasil menampilkan tragedi yang tidak hanya menyayat, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang kemanusiaan.</p>
<p>Film ini mengangkat kehidupan Nia Kurnia Sari (diperankan oleh <b>Syakira Humaira</b>), seorang remaja 18 tahun yang menjual gorengan untuk menghidupi ibunya, Eli (Helsi Herlinda), yang mengidap penyakit tiroid, serta dua saudara tirinya.</p>
<p>Dalam kesederhanaan dan ketaatannya, Nia selalu menjadi sosok yang ceria dan pekerja keras. Namun takdir pahit menimpanya ketika ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh <b>Andri (Qya Ditra)</b>, seorang pengangguran dan pecandu Narkoba. Pencarian intensif selama tiga hari melibatkan warga, polisi, dan sosok Makwo yang diperankan begitu kuat oleh <b>Neno Warisman.</b></p>
<p>Keberadaan Neno Warisman sebagai Makwo menjadi salah satu kekuatan emosional film ini. Dengan ekspresi keibuan dan energi spiritualnya, Neno menghadirkan karakter yang menjadi pelita di tengah kegelapan tragedi. Ia menggambarkan sosok Makwo sebagai penggerak harapan, pemimpin pencarian, sekaligus suara nurani masyarakat.</p>
<p>Kehadiran Neno membuat film ini semakin hidup dan bermakna bagi penonton.</p>
<p>Tidak hanya akting yang menyentuh, film “Nia Kurnia Sari” juga diperkuat oleh musik yang digarap oleh <b>Adam S. Permana</b><b>,</b> yang selalu bermitra dengan Smaradana pro dalam setiap produksi film garapan <b>Aditya Gumay</b>. Komposer ini dikenal mampu menyatukan keindahan musik dengan kedalaman emosi. Melalui sentuhan musiknya, Adam menghadirkan atmosfer pedesaan yang otentik, kepedihan keluarga, hingga harapan yang bersinar melalui setiap adegan menjadikan pengalaman menonton semakin menghanyutkan.</p>
<p>Film Nia akan resmi tayang serentak pada  4 Desember 2025, di bioskop seluruh Indonesia.</p>
<p>Film ini lolos dengan kategori 13+ dari LSF, film ini menyajikan edukasi tentang kerentanan perempuan, tekanan sosial-ekonomi, dan pentingnya solidaritas antarwarga.</p>
<p>Tantangan Para Pemain dalam Menghidupkan Kisah Nyata Para pemain kompak menegaskan bahwa mengangkat kisah nyata bukan pekerjaan ringan. Pendalaman karakter menjadi peran kunci keberhasilan film ini.</p>
<p><b>Syakira Humaira,</b> pemeran utama sebagai Nia, mengaku harus menjalani pendalaman intens:</p>
<p>“<i>Saya belajar langsung ke warga Minang—bahasa, gestur, cara kerja, sampai interaksi sehari-hari. Tantangannya besar karena ini tokoh nyata dan kisahnya sangat menyentuh,” ungkapnya.</i></p>
<p><b>Qya Ditra,</b> pemeran Andri, menyebut peran antagonis ini sebagai yang paling berat dalam kariernya:</p>
<p><i>“Saya harus memahami pola pikir pecandu dan pelaku tindakan negatif. Itu sangat menguras emosi.”</i></p>
<p><b>Helsi Herlinda,</b> pemeran ibu Nia, mengaku proses syuting berlangsung sangat emosional:</p>
<p>“<i>Selama syuting saya memilih tidak bicara dengan Ditra. Saya harus benar-benar membenci karakternya untuk mendalami peran seorang ibu yang kehilangan anak.”</i></p>
<p>Aktor senior Zainal Chaniago bahkan menyebut film ini sebagai karya paling membekas dalam 35 tahun perjalanan kariernya—menandakan betapa kuatnya dampak emosional film ini bagi seluruh pemain.</p>
<p>Tim produksi berharap film ini dapat menjadi cermin sosial bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Film ini tidak sekadar menggambarkan tragedi; ia menyoroti kerentanan perempuan, tekanan ekonomi, keterbatasan aparat di daerah, hingga pentingnya solidaritas warga.</p>
<p>Pesan yang ingin disampaikan jelas: Perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab bersama.(Red)</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/01/public-7-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="1239">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[7Aksara Komunika]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/01/public-7-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[7Aksara Komunika]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dendam dalam Dosa&#8221;: Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73339/dendam-dalam-dosa-horor-kearifan-lokal-upaya-membangun-ekosistem-perfilman-di-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 08:35:28 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[7Aksara Komunika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73339/dendam-dalam-dosa-horor-kearifan-lokal-upaya-membangun-ekosistem-perfilman-di-daerah</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Setelah penantian panjang akibat pandemi, film horor berjudul &#8220;Dendam dalam Dosa&#8221; akhirnya resmi mulai tayang serentak sejak 10 April 2025 di jaringan bioskop Sam’s Studio yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penayangan perdana atau gala premiere-nya digelar sebelumnya, Rabu 9 April 2025, di Sam’s Studio Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No.116, tepat pukul 16.00 WIB, sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang pelaksanaannya mundur dari 30 Maret karena bertepatan dengan malam takbiran. Film ini tak sekadar menghadirkan ketegangan ala horor, namun juga mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas. Disutradarai oleh Firman Nurjaya dan diproduksi oleh Motion Brother Studio, seluruh proses syuting dilakukan 100% di Kabupaten Majalengka—menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa daerah punya potensi besar untuk menghasilkan karya berkelas nasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Setelah penantian panjang akibat pandemi, film horor berjudul &#8220;Dendam dalam Dosa&#8221; akhirnya resmi mulai tayang serentak sejak 10 April 2025 di jaringan bioskop Sam’s Studio yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penayangan perdana atau gala premiere-nya digelar sebelumnya, Rabu 9 April 2025, di Sam’s Studio Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No.116, tepat pukul 16.00 WIB, sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang pelaksanaannya mundur dari 30 Maret karena bertepatan dengan malam takbiran. Film ini tak sekadar menghadirkan ketegangan ala horor, namun juga mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas. Disutradarai oleh Firman Nurjaya dan diproduksi oleh Motion Brother Studio, seluruh proses syuting dilakukan 100% di Kabupaten Majalengka—menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa daerah punya potensi besar untuk menghasilkan karya berkelas nasional.</p>
<p>“Dendam dalam Dosa&#8221; berkisah tentang Sofie, perempuan keturunan Indo-Belanda yang dipaksa menikah dengan bangsawan Sunda, Raden Sasmita. Ia tewas secara misterius, dan arwahnya bangkit menuntut keadilan. Namun, film ini bukan hanya tentang teror—melainkan psikodrama spiritual yang menyadarkan penonton bahwa kebaikan tak akan pernah dikalahkan oleh kejahatan.</p>
<p>Diperkuat oleh aktor dan aktris seperti Defwita Zumara, Vicky Joe, Dolly Martin, Lela Anggraini, Ferdian Ariyadi, Tien Kadaryono dan banyak lagi, film ini juga menjadi salah satu penampilan terakhir musisi legendaris Indonesia, mendiang Areng Widodo, yang menghadirkan nuansa emosional dan magis melalui komposisi musiknya—menambah kedalaman atmosfer horor yang terasa autentik dan menyentuh.</p>
<p>Gala premiere film tersebut ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pegiat budaya dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, hingga Sumedang. Hadir di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu Drs. H. Atang Riko Hasbudi, budayawan Kang Nano dari Majalengka, Ketua Dewan Kesenian Indramayu Kang Ray Mengku Sutentra, pemerhati budaya Supali Kasim, penyair Gemy Mohawk, serta komunitas seniman lintas kabupaten. Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, berdaya saing, dan berbasis nilai-nilai lokal.</p>
<p>Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, “Dendam dalam Dosa” juga diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan perfilman daerah. Kehadiran bioskop Sam’s Studio di berbagai kota—mulai dari Cibadak, Sukabumi, Garut, Cianjur, dan Indramayu di Jawa Barat; Pekalongan, Klaten, Ungaran, Pemalang, hingga Solo di Jawa Tengah; serta Nganjuk, Kediri, Pasuruan, dan Probolinggo di Jawa Timur—membuka ruang baru bagi sineas daerah untuk berkarya dan tampil di panggung nasional.</p>
<p>Dengan kisah yang kuat, nilai budaya yang kental, dan sinergi antar tokoh daerah, film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan bermakna, tapi juga inspirasi bagi tumbuhnya sineas muda dari Indramayu, Majalengka, dan sekitarnya. Harapannya, Indramayu dapat menjadi pusat perayaan Hari Film Nasional di masa mendatang—sebuah cita-cita yang kini bukan lagi mimpi, melainkan proses yang sedang dimulai. Buy 1 get 1, Sam’s Studio di 16 lokasi, memberikan promo menarik, untuk film Dendam Dalam Dosa, majulah Film Indonesia, mari kita dukung film Nasional. ( wit)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Dendam-dalam-Dosa-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="991">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA["Dendam dalam Dosa": Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Dendam-dalam-Dosa-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA["Dendam dalam Dosa": Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
