<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos 7Aksara Komunika &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
	<atom:link href="https://bisnis.cilacap.info/tag/7aksara-komunika/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 21:58:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/bisnis/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos 7Aksara Komunika &#8211; Bisnis Cilacap.info</title>
<link>https://bisnis.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Seputar Bisnis</description>
</image>
	<item>
		<title>Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-90929/aditya-gumay-hadirkan-ghost-buzzer-machika-luna-dan-musik-akustik-di-hari-buruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 08:11:49 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[7Aksara Komunika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-90929/aditya-gumay-hadirkan-ghost-buzzer-machika-luna-dan-musik-akustik-di-hari-buruh</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPHUI) pada 1 Mei 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Di tengah dominasi film horor dewasa yang penuh teror gelap, sebuah oase kreatif muncul dari Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPHUI) pada 1 Mei 2026.</p>
<p>Film “Ghost Buzzer” resmi diperkenalkan sebagai pionir genre Horor Fantasy untuk anak-anak dan keluarga, sebuah karya yang menggabungkan ketegangan dunia gaib dengan keajaiban fantasi yang memukau.</p>
<p>Perjalanan menuju layar lebar tidaklah instan. Aditya Gumay dan Koamirullah mengungkapkan bahwa proyek ini telah melewati masa revisi dan pengembangan yang cukup panjang.</p>
<p>“Revisi film ini tertunda sudah 2 tahun. Namun, alhamdulillah, hari ini kita bisa mengadakan premiere di Gedung PPHUI. Waktu dua tahun itu kami gunakan untuk memastikan elemen fantasi dan horornya benar-benar menyatu dengan pas bagi penonton muda,” ungkap Aditya Gumay penuh syukur.</p>
<p>Dari Ide Dasar kekuatan cerita &#8220;Ghost Buzzer&#8221; berakar dari basis story yang dikonsep oleh Koamirullah. Ide orisinal tersebut kemudian dikembangkan menjadi skenario yang dinamis dan imajinatif oleh duet penulis Ariel Fauzan dan Heru Kurniawan.</p>
<p>Di bawah arahan sutradara Agus Hendra Jaya, naskah tersebut menjelma menjadi sebuah petualangan visual di mana dunia nyata dan dunia gaib bertemu dalam balutan fantasi yang unik. Bukan sekadar menakut-nakuti, penonton akan diajak masuk ke dalam &#8220;semesta&#8221; di mana hantu memiliki karakter modern dan cerita yang sarat emosi.</p>
<p>&#8220;Ghost Buzzer&#8221; mengisahkan empat sahabat Claudio Alexandre, Nevan Atallah, Chacha Hits, dan Rafael Fernando yang terjebak dalam misi penyelamatan arwah anak yang terjebak di dimensi lain. Elemen Horor Fantasy sangat terasa saat para karakter utama berinteraksi dengan makhluk-makhluk halus yang didesain secara kreatif. Penonton tidak hanya disuguhi jumpscare, melainkan petualangan heroik yang menguji keberanian dan rasa setiakawan.</p>
<p>Setelah sukses mencuri perhatian di Studio Hall PPHUI, Media 8 telah menyiapkan peta distribusi yang ambisius. Selain membidik jaringan bioskop nasional seperti CGV, Cinepolis, dan juga akan melakukan ekspansi ke ranah digital. Film ini direncanakan akan tayang di bioskop Layardigi.</p>
<p>Film ini Menggabungkan horor, komedi, dan unsur Science fictionnya. &#8220;Ghost Buzzer&#8221; membuktikan bahwa hantu tidak selalu harus menjadi trauma, melainkan bisa menjadi pintu gerbang menuju petualangan fantasi yang tak terlupakan bagi keluarga Indonesia.</p>
<h3><strong>Machika Luna </strong></h3>
<p>Suasana ruang teater menjadi lebih hangat sebelum screening film dimulai. Para penonton yang hadir dihibur oleh penampilan memukau dari pendatang baru, Machika Luna . Momen ini sekaligus menjadi ajang perkenalan single debutnya yang bertajuk &#8220;Kupu Lucuku&#8221; tampil memukau dengan kostum yang menarik di hadapan publik.</p>
<p>Di sela kesibukannya sebagai siswi kelas 2 SMP di Global Indonesia School, Serang , remaja bernama lengkap Majika Eva Luna ini resmi memantapkan langkah di belantika musik tanah air. Lahir dari keluarga pecinta musik, Machika yang menyukai musik K-Pop dan penyanyi Nadin Amizah) dalam bernyanyi.</p>
<p>Lagu yang di nyanyikannya merupakan buah karya dari sutradara sekaligus penulis lagu Aditya Gumay. Dengan misi menangkap memori mendalam tentang cinta pertama, liriknya sengaja diracik agar terasa dekat dengan kehidupan Gen Z yang penuh rasa gugup sekaligus manis.</p>
<p>“Ini tentang pengalaman pertama jatuh cinta. Aku yakin banyak teman-teman sebayaku yang bisa relate,” ungkap Machika, yang dari kecil suka dunia entertain, dance, nyanyi, renang dan basket.</p>
<h3><strong>Eksplorasi Kilat di Tengah Tugas Sekolah </strong></h3>
<p>Proses produksi single ini terbilang sangat ekspresif dan singkat. Di tengah jadwal sekolah yang padat, rekaman vokal diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan sebelum jadwal rilis . Tak berhenti di situ, pembuatan video klip yang mengambil lokasi di kawasan Echo Park, Tebet pun rampung hanya dalam waktu dua hari.</p>
<p>Meski saat ini &#8220;Kupu Lucuku&#8221; masih dalam tahap distribusi ke berbagai platform digital, antusiasme penonton yang menyaksikannya secara langsung sudah mulai terlihat. Bagi Machika, debut ini bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan bukti nyata komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier profesional.</p>
<p>Model Dalam Video Klip adalah Raden Rakha Daniswara Putra Permana, aktor dan model remaja asal Bogor kelahiran tahun 2007 yang populer sebagai Rahsya di sinetron Magic 5.</p>
<p>Ia mengawali karier akting melalui sinetron Panggilan (2022), Rakha dikenal dengan keahlian karate dan bakat aktingnya yang memukau. Berperan sebagai Rahsya, karakter protagonis dengan kekuatan fisik yang besar.</p>
<h3><strong>ADITYA GUMAY PROJECT </strong></h3>
<p>Ekspansi ke Musik Akustik merupakan inisiatif yang digagas oleh Aditya Gumay sebagai wadah eksplorasi talenta muda. Proyek ini mengusung konsep kolektif kreatif dengan pendekatan vokal, ekspresi, dan storytelling dalam format akustik yang intim, jujur, dan minim distraksi produksi. Tak hanya di dunia film dan teater, Aditya Gumay juga mengembangkan pendekatan musikal melalui pembentukan Aditya Gumay Project, sebuah format grup musik akustik yang menjadi wadah eksplorasi bagi talenta muda binaannya.</p>
<p>Konsep grup ini berangkat dari filosofi pembinaan yang selama ini ia terapkan: menggabungkan latihan vokal, ekspresi, dan storytelling dalam format musik yang lebih intim yakni akustik. Model pembentukan grup seperti ini bukan hal baru dalam ekosistem Sanggar Ananda. Sebelumnya, Aditya juga membentuk grup vokal seperti Ananda Voice, yang lahir dari proses pembinaan dan pengembangan bakat secara kolektif sebelum masuk ke industri rekaman.</p>
<p>Personelnya Aditya Gumay Project terdiri :</p>
<p> Fito Karu, penyanyi muda Indonesia yang pernah menjuarai kompetisi bernyanyi di TV NHK Jepang pada 2017</p>
<p> Vayala, artis muda yang dikenal melalui sinetron Merangkai Kisah Indah dan tengah mencuri perhatian publik</p>
<p> Diza Refengga, aktor dan MC yang aktif di berbagai produksi film dan sinetron</p>
<p> Rafael, vokalis muda dengan karakter suara kuat dan khas</p>
<p> Ramiro &amp; Kevin, kakak-beradik multi talenta yang menguasai berbagai alat musik</p>
<p>Seluruh lagu ditulis oleh Aditya Gumay dengan aransemen dari Adam Permana, mengangkat lirik puitis yang banyak terinspirasi dari puisi karya Aditya sejak remaja. Dengan tema yang dekat dengan kehidupan anak muda emosi, relasi, dan pencarian jati diri Aditya Gumay Project menghadirkan musik sebagai medium ekspresi sekaligus refleksi, serta fleksibel untuk tampil di berbagai format panggung dan kolaborasi lintas platform.</p>
<p>Tema-tema yang diangkat pun sangat dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari dinamika emosi, relasi sosial, hingga pencarian jati diri. Pendekatan ini menjadikan setiap lagu tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga medium ekspresi dan refleksi.</p>
<p>Untuk kebutuhan undangan tampil atau kerja sama dapat menghubungi :</p>
<p>Manajemen ADITYA GUMAY PROJECT</p>
<p>No Kontak : 0811-1896-63.</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/07/Film-Ghost-Buzzer-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[Film Ghost Buzzer]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2026/05/07/Film-Ghost-Buzzer-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[Film Ghost Buzzer]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Film &#8220;Nia&#8221; kisah dari desa kecil di Sumatera, menggugah nurani seluruh Negeri.</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-83220/film-nia-kisah-dari-desa-kecil-di-sumatera-menggugah-nurani-seluruh-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 19:15:09 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[7Aksara Komunika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-83220/film-nia-kisah-dari-desa-kecil-di-sumatera-menggugah-nurani-seluruh-negeri</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, CILACAP.NFO &#8211; Suasana haru dan kehangatan memenuhi Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier <b>film “Nia Kurnia Sari</b>”, Senin malam, <b>24 November 2025.</b> Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten Padang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran pemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, </strong>CILACAP.NFO &#8211; Suasana haru dan kehangatan memenuhi Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier <b>film “Nia Kurnia Sari</b>”, Senin malam, <b>24 November 2025.</b> Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten Padang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran pemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.</p>
<p>Diproduksi oleh  <b>PH </b><b>786 Production</b> bekerja sama dengan <b>PT. Smaradana Pro</b>, film ini semakin memikat perhatian publik karena keberanian mengangkat realitas pedesaan di daerah Padang Pariaman. Dengan sentuhan emosional yang kuat, film hasil garapan <b>Aditya Gumay</b> dan <b>Ronny Mepet</b> ini berhasil menampilkan tragedi yang tidak hanya menyayat, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang kemanusiaan.</p>
<p>Film ini mengangkat kehidupan Nia Kurnia Sari (diperankan oleh <b>Syakira Humaira</b>), seorang remaja 18 tahun yang menjual gorengan untuk menghidupi ibunya, Eli (Helsi Herlinda), yang mengidap penyakit tiroid, serta dua saudara tirinya.</p>
<p>Dalam kesederhanaan dan ketaatannya, Nia selalu menjadi sosok yang ceria dan pekerja keras. Namun takdir pahit menimpanya ketika ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh <b>Andri (Qya Ditra)</b>, seorang pengangguran dan pecandu Narkoba. Pencarian intensif selama tiga hari melibatkan warga, polisi, dan sosok Makwo yang diperankan begitu kuat oleh <b>Neno Warisman.</b></p>
<p>Keberadaan Neno Warisman sebagai Makwo menjadi salah satu kekuatan emosional film ini. Dengan ekspresi keibuan dan energi spiritualnya, Neno menghadirkan karakter yang menjadi pelita di tengah kegelapan tragedi. Ia menggambarkan sosok Makwo sebagai penggerak harapan, pemimpin pencarian, sekaligus suara nurani masyarakat.</p>
<p>Kehadiran Neno membuat film ini semakin hidup dan bermakna bagi penonton.</p>
<p>Tidak hanya akting yang menyentuh, film “Nia Kurnia Sari” juga diperkuat oleh musik yang digarap oleh <b>Adam S. Permana</b><b>,</b> yang selalu bermitra dengan Smaradana pro dalam setiap produksi film garapan <b>Aditya Gumay</b>. Komposer ini dikenal mampu menyatukan keindahan musik dengan kedalaman emosi. Melalui sentuhan musiknya, Adam menghadirkan atmosfer pedesaan yang otentik, kepedihan keluarga, hingga harapan yang bersinar melalui setiap adegan menjadikan pengalaman menonton semakin menghanyutkan.</p>
<p>Film Nia akan resmi tayang serentak pada  4 Desember 2025, di bioskop seluruh Indonesia.</p>
<p>Film ini lolos dengan kategori 13+ dari LSF, film ini menyajikan edukasi tentang kerentanan perempuan, tekanan sosial-ekonomi, dan pentingnya solidaritas antarwarga.</p>
<p>Tantangan Para Pemain dalam Menghidupkan Kisah Nyata Para pemain kompak menegaskan bahwa mengangkat kisah nyata bukan pekerjaan ringan. Pendalaman karakter menjadi peran kunci keberhasilan film ini.</p>
<p><b>Syakira Humaira,</b> pemeran utama sebagai Nia, mengaku harus menjalani pendalaman intens:</p>
<p>“<i>Saya belajar langsung ke warga Minang—bahasa, gestur, cara kerja, sampai interaksi sehari-hari. Tantangannya besar karena ini tokoh nyata dan kisahnya sangat menyentuh,” ungkapnya.</i></p>
<p><b>Qya Ditra,</b> pemeran Andri, menyebut peran antagonis ini sebagai yang paling berat dalam kariernya:</p>
<p><i>“Saya harus memahami pola pikir pecandu dan pelaku tindakan negatif. Itu sangat menguras emosi.”</i></p>
<p><b>Helsi Herlinda,</b> pemeran ibu Nia, mengaku proses syuting berlangsung sangat emosional:</p>
<p>“<i>Selama syuting saya memilih tidak bicara dengan Ditra. Saya harus benar-benar membenci karakternya untuk mendalami peran seorang ibu yang kehilangan anak.”</i></p>
<p>Aktor senior Zainal Chaniago bahkan menyebut film ini sebagai karya paling membekas dalam 35 tahun perjalanan kariernya—menandakan betapa kuatnya dampak emosional film ini bagi seluruh pemain.</p>
<p>Tim produksi berharap film ini dapat menjadi cermin sosial bagi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Film ini tidak sekadar menggambarkan tragedi; ia menyoroti kerentanan perempuan, tekanan ekonomi, keterbatasan aparat di daerah, hingga pentingnya solidaritas warga.</p>
<p>Pesan yang ingin disampaikan jelas: Perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab bersama.(Red)</p>
<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/01/public-7-3.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="1239">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[7Aksara Komunika]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/12/01/public-7-3-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[7Aksara Komunika]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dendam dalam Dosa&#8221;: Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah</title>
		<link>https://bisnis.cilacap.info/ci-73339/dendam-dalam-dosa-horor-kearifan-lokal-upaya-membangun-ekosistem-perfilman-di-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Press Release]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 08:35:28 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[7Aksara Komunika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bisnis.cilacap.info/ci-73339/dendam-dalam-dosa-horor-kearifan-lokal-upaya-membangun-ekosistem-perfilman-di-daerah</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA,  aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO &#8211; Setelah penantian panjang akibat pandemi, film horor berjudul &#8220;Dendam dalam Dosa&#8221; akhirnya resmi mulai tayang serentak sejak 10 April 2025 di jaringan bioskop Sam’s Studio yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penayangan perdana atau gala premiere-nya digelar sebelumnya, Rabu 9 April 2025, di Sam’s Studio Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No.116, tepat pukul 16.00 WIB, sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang pelaksanaannya mundur dari 30 Maret karena bertepatan dengan malam takbiran. Film ini tak sekadar menghadirkan ketegangan ala horor, namun juga mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas. Disutradarai oleh Firman Nurjaya dan diproduksi oleh Motion Brother Studio, seluruh proses syuting dilakukan 100% di Kabupaten Majalengka—menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa daerah punya potensi besar untuk menghasilkan karya berkelas nasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong>, <a href="https://bisnis.cilacap.info" aria-label="Bisnis Cilacap.info">CILACAP.INFO</a> &#8211; Setelah penantian panjang akibat pandemi, film horor berjudul &#8220;Dendam dalam Dosa&#8221; akhirnya resmi mulai tayang serentak sejak 10 April 2025 di jaringan bioskop Sam’s Studio yang tersebar di 17 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penayangan perdana atau gala premiere-nya digelar sebelumnya, Rabu 9 April 2025, di Sam’s Studio Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No.116, tepat pukul 16.00 WIB, sekaligus memperingati Hari Film Nasional yang pelaksanaannya mundur dari 30 Maret karena bertepatan dengan malam takbiran. Film ini tak sekadar menghadirkan ketegangan ala horor, namun juga mengangkat kekuatan kearifan lokal dalam balutan sinema berkualitas. Disutradarai oleh Firman Nurjaya dan diproduksi oleh Motion Brother Studio, seluruh proses syuting dilakukan 100% di Kabupaten Majalengka—menjadikannya sebagai contoh nyata bahwa daerah punya potensi besar untuk menghasilkan karya berkelas nasional.</p>
<p>“Dendam dalam Dosa&#8221; berkisah tentang Sofie, perempuan keturunan Indo-Belanda yang dipaksa menikah dengan bangsawan Sunda, Raden Sasmita. Ia tewas secara misterius, dan arwahnya bangkit menuntut keadilan. Namun, film ini bukan hanya tentang teror—melainkan psikodrama spiritual yang menyadarkan penonton bahwa kebaikan tak akan pernah dikalahkan oleh kejahatan.</p>
<p>Diperkuat oleh aktor dan aktris seperti Defwita Zumara, Vicky Joe, Dolly Martin, Lela Anggraini, Ferdian Ariyadi, Tien Kadaryono dan banyak lagi, film ini juga menjadi salah satu penampilan terakhir musisi legendaris Indonesia, mendiang Areng Widodo, yang menghadirkan nuansa emosional dan magis melalui komposisi musiknya—menambah kedalaman atmosfer horor yang terasa autentik dan menyentuh.</p>
<p>Gala premiere film tersebut ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan pegiat budaya dari Kabupaten Indramayu, Majalengka, hingga Sumedang. Hadir di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu Drs. H. Atang Riko Hasbudi, budayawan Kang Nano dari Majalengka, Ketua Dewan Kesenian Indramayu Kang Ray Mengku Sutentra, pemerhati budaya Supali Kasim, penyair Gemy Mohawk, serta komunitas seniman lintas kabupaten. Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya kolaborasi antardaerah dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, berdaya saing, dan berbasis nilai-nilai lokal.</p>
<p>Tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, “Dendam dalam Dosa” juga diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan perfilman daerah. Kehadiran bioskop Sam’s Studio di berbagai kota—mulai dari Cibadak, Sukabumi, Garut, Cianjur, dan Indramayu di Jawa Barat; Pekalongan, Klaten, Ungaran, Pemalang, hingga Solo di Jawa Tengah; serta Nganjuk, Kediri, Pasuruan, dan Probolinggo di Jawa Timur—membuka ruang baru bagi sineas daerah untuk berkarya dan tampil di panggung nasional.</p>
<p>Dengan kisah yang kuat, nilai budaya yang kental, dan sinergi antar tokoh daerah, film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan bermakna, tapi juga inspirasi bagi tumbuhnya sineas muda dari Indramayu, Majalengka, dan sekitarnya. Harapannya, Indramayu dapat menjadi pusat perayaan Hari Film Nasional di masa mendatang—sebuah cita-cita yang kini bukan lagi mimpi, melainkan proses yang sedang dimulai. Buy 1 get 1, Sam’s Studio di 16 lokasi, memberikan promo menarik, untuk film Dendam Dalam Dosa, majulah Film Indonesia, mari kita dukung film Nasional. ( wit)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Dendam-dalam-Dosa-1.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="700"
				height="991">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA["Dendam dalam Dosa": Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2025/04/14/Dendam-dalam-Dosa-1-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA["Dendam dalam Dosa": Horor Kearifan Lokal, Upaya Membangun Ekosistem Perfilman di Daerah]]></media:description>
													<media:copyright>Tim Press Release</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
