Pertamina Siap Melakukan Survei Eksplorasi Migas

by
Indonesia

JAKARTA, CILACAP.INFO – Sebagai komitmen dalam ketahanan energi negeri, Pertamina selalu melakukan inovasi dalam kegiatan hulu migas guna mendukung program pemerintah menuju 1 juta BOPD pada tahun 2030. Salah satu upayanya yaitu agresif mencari cadangan baru melalui aktivitas eksplorasi.

“Kami menyadari bahwa untuk keberlangsungan perusahaan, kami harus aktif dan masif melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Dan untuk mengawali aktivitas eksplorasi harus didahului dengan survei geofisika untuk membantu mendapatkan gambaran bawah permukaan bumi”, ujar Medy Kurniawan, Direktur Eksplorasi PHE Subholding Upstream Pertamina.

Lebih lanjut, Medy menambahkan sebagai Komitmen Kerja Pasti (KKP) PHE di Lapangan Jambi Merang, yang ditandatangani pertama pada 31 Mei 2018 dan berlaku efektif mulai 9 Februari 2019, PHE berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang telah diinisiasi selama 3 tahun berjalan baik di wilayah kerja Jambi Merang maupun di wilayah terbuka.

Medy Kurniawan menjelaskan, bahwa Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang di wilayah terbuka ini merupakan komitmen yang mendukung program pemerintah untuk memperoleh data eksplorasi terbaru sehingga menarik investasi kegiatan eksplorasi di Indonesia.

Pada tahun 2021 ini, lanjutnya, pelaksanaan KKP Jambi Merang di Wilayah Terbuka di antaranya survei Airborne Full Tensor Gradiometry (FTG) yang akan dilaksanakan melalui survei FTG Cekungan Iwur-Akimeugah dan FTG Cekungan Bintuni-Salawati serta survei seismik dengan menggunakan vibroseis untuk memetakan potensi sub volcanic play di Pulau Jawa.

Keseluruhan survei FTG di daerah frontier ini akan memiliki panjang lintasan sekitar 54.000 km dengan luas cakupan area kurang lebih 105.000 km2 dengan menggunakan pesawat Basler BT67 dan Twin Otter.

‘’Survei Airborne & Processing FTG di Wilayah Terbuka merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina melalui salah satu anak perusahaan Subholding Upstream”, kata Medy.

Komentar