JAKARTA, CILACAP.INFO – PT SUCOFINDO (PERSERO) kembali menyelenggarakan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Mengusung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global.
ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT SUCOFINDO (PERSERO) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis.
“ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya.
Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Tampilkan Semua