Menurutnya, pendidikan juga perlu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, bijaksana, berani, dewasa, penuh kasih, dan setia di hadapan Allah. Karena itu, dukungan orang tua dan pendampingan universitas perlu berjalan beriringan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sekaligus tetap mendapatkan arahan dalam menghadapi berbagai tantangan
Pendidikan UPH Mempersiapkan Mahasiswa di Tengah Kemajuan Teknologi
Selain pembentukan karakter, tantangan masa depan juga menjadi perhatian dalam Parents Gathering. Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee Chair UPH, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan orang tua yang memilih UPH sebagai tempat putra-putri mereka bertumbuh.
Ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI) dan robotika, yang semakin memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja. Menurutnya, perubahan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang.
“Di tengah perkembangan AI dan robotika, pendidikan justru menjadi semakin penting. UPH ingin mahasiswa memiliki keunggulan akademis dan menjadi profesional yang unggul di bidangnya, tetapi itu tidak cukup. Mereka juga perlu memahami siapa diri mereka, apa tujuan dan panggilan hidup mereka, serta menggunakan AI dan teknologi sebagai alat untuk berkarya dan membawa dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melihat Kualitas UPH dari Perspektif Orang Tua
Pandangan mengenai pentingnya pendidikan yang membekali mahasiswa untuk menghadapi masa depan juga dirasakan oleh para orang tua. David Martandi, ayah dari Gabriella Anastasia Jade Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026), melihat kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan lingkungan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
“Sebagai orang tua, saya memilih UPH karena melihat pendidikan yang diberikan tidak hanya berhenti pada akademik. Ada lingkungan yang mendorong anak untuk berkembang, membangun networking, dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan dunia kerja. Bagi saya, kombinasi antara pendidikan dan kesempatan untuk berkembang itulah yang penting sebagai bekal mereka ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Uliya Ariani, ibu dari Anza Danuliya Putrama (Fakultas Hukum, 2026), kualitas pendidikan UPH juga terlihat dari perhatian terhadap pembentukan pribadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman selama kuliah seharusnya menjadi bekal yang melampaui ruang kelas.
“Saya memilih UPH karena melihat pendidikannya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mendidik manusianya. Saya berharap putra saya dan seluruh mahasiswa baru UPH dapat menemukan jati dirinya, menimba ilmu dengan baik, mampu membawa diri dalam berbagai situasi, menghargai orang lain dan lingkungannya, serta tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Tampilkan Semua
