“Pencegahan narkoba membutuhkan sinergi. Tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi dengan dunia pendidikan, pemerintah, BUMN, dan masyarakat menjadi penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan membangun generasi muda yang sehat serta memiliki masa depan,” ujar Irwan.
Bagi para pelajar, edukasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pemahaman secara langsung mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Varel Agustyno D., siswa SMAN 80 Jakarta, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa narkoba bisa berdampak pada kesehatan dan masa depan. Menurut saya, sebagai pelajar kita harus lebih berhati-hati dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan serta berani menolak hal-hal yang dapat merugikan,” ungkapnya.
Melalui semangat Merdeka Tanpa Narkoba, PSL bersama entitas Pelindo lainnya dan BNN Kota Jakarta Utara terus mendorong penguatan kesadaran generasi muda sejak bangku sekolah. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berintegritas, berkarakter, dan mampu mengisi kemerdekaan dengan prestasi serta kontribusi positif bagi bangsa.

