UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna

UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna
UPH Ajak Mahasiswa Baru Temukan Panggilan dan Jalani Hidup Bermakna

Berbeda dengan Vanessa, Ruvelino Pascuines Issack Mangindaan, mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2023 sekaligus Ketua BEM UPH periode 2025–2026, menemukan kesempatan baru setelah mengalami kegagalan. Setelah menunda kuliah untuk mengejar cita-cita menjadi Taruna Akpol dan menjalani persiapan selama berbulan-bulan, ia harus menerima kenyataan tidak lolos seleksi. Kegagalan tersebut justru membawanya ke UPH. Ia kemudian aktif dalam berbagai kegiatan hingga bergabung dengan BEM dan dipercaya menjadi Ketua BEM UPH.

“Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hidup kita. Karena itu, ketika ada kesempatan, jangan disia-siakan. Barangkali itu adalah batu loncatan yang Tuhan sediakan untuk mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan,” katanya

Bertumbuh Melalui Komunitas dan Kesempatan

Perjalanan menemukan panggilan juga dapat bertumbuh melalui keterlibatan dalam komunitas. Heavenly Prayer Toar Matheos Kuhon, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2025 sekaligus AoU periode 2026–2027, mengajak mahasiswa baru untuk berani mengambil kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi sebagai ruang untuk bertumbuh dan belajar melayani.

“Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan atau memerintah orang lain, tetapi tentang kerendahan hati untuk melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Di UPH, saya belajar bahwa pertumbuhan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang karakter, relasi, dan kehidupan spiritual,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan Anthony de Jayson Wiranata, mahasiswa Prodi Sistem Informasi angkatan 2025 dan anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPSSI) UPH periode 2025–2026. Baginya, organisasi menjadi ruang untuk belajar bekerja sama, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tantangan bersama.

“Organisasi bukan hanya tentang tugas atau kepanitiaan, tetapi tentang komunitas. Di sana kita belajar menyelesaikan masalah bersama, membangun relasi, dan menciptakan dampak yang lebih besar. Jangan takut keluar dari zona nyaman dan tetaplah ingin tahu,” tuturnya.

Prestasi untuk Melayani, Bukan Membuktikan Diri

Pesan tersebut juga tercermin dalam pengalaman Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Prodi Pendidikan Dokter angkatan 2023 sekaligus peraih Juara 1 Program Sarjana pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Tingkat Nasional 2026. Ia mengingatkan bahwa prestasi bukanlah ukuran nilai diri, melainkan kesempatan untuk mengembangkan talenta dan menggunakannya bagi sesama.

“Kita bukan dipanggil hanya untuk memiliki karier yang sukses, tetapi untuk menjalani hidup yang berarti. Jangan takut bermimpi besar, ikuti kompetisi, organisasi, penelitian, dan kembangkan talenta kalian. Namun, jangan jadikan prestasi sebagai ukuran harga diri. Nilai kita berasal dari Tuhan,” katanya.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait